Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  I. Arkrologi Alkitabiah. > 
C. Hal Dapat Dipercaya. 
sembunyikan teks

Sampai tingkat manakah metode arkeologi itu bersifat obyektif atau benar-benar ilmiah, dan sampai sejauh manakah hasil-hasilnya dapat dipercayai? Untunglah, kita sudah melewati masa itu ketika kita menganggap bahwa ilmu-ilmu yang "keras" atau ilmu-ilmu eksakta (fisika, kimia, dan lain-lain) adalah benar-benar obyektif. Kita tahu bahwa sikap dan pikiran para ilmuwan tentang kebenaran dapat mempengaruhi cara mereka menafsirkan fakta-fakta. Di pihak lain, tingkat pendapat pribadi dalam ilmu-ilmu yang "lunak" atau ilmu-ilmu sosial (sejarah, sosiologi, psikologi) tidaklah begitu tinggi sehingga kita harus menolak untuk menyebutnya sebagai "ilmiah". Arkeologi berada di antara ilmu-ilmu yang "keras" dan yang "lunak". Para arkeologi lebih obyektif ketika menggali fakta-fakta daripada ketika menafsirkannya. Akan tetapi, keasyikan manusiawi mereka juga akan mempengaruhi cara-cara yang mereka gunakan dalam "penggalian" itu. Mau tak mau mereka membinasakan bukti-bukti waktu mereka menggali tembus lapisan-lapisan tanah sehingga mereka tak pernah dapat menguji "eksperimen" mereka dengan cara mengulangnya. Hal ini membuat arkeologi unik di antara ilmu-ilmu pengetahuan. Tambahan pula, hal ini menjadikan pelaporan arkeologis suatu, tugas yang paling sulit dan penuh dengan berbagai kesukaran tersembunyi.

Sekalipun begitu, arkeologi bertumpang tindih dengan disiplin-disiplin ilmiah lainnya, seperti sejarah, geografi, dan antropologi budaya (ilmu yang mempelajari cara-cara berpikir dan cara-cara hidup manusia). Para spesialis di bidang biologi, antropologi, dan geologi sering bergabung dengan regu-regu penggalian agar menganalisis bermacam-macam benih, tulang, tepung sari, tanah, dan lain-lain. Bidang studi perbandingan agama atau "sejarah agama-agama" sering memainkan peranan penting dalam menafsirkan temuan-temuan itu karena begitu banyak temuan ada hubungan menguraikan lapisan-lapisan bumi yang alami, yang berbeda dengan lapisan-lapisan yang dibuat oleh manusia yang meminta perhatian para arkeolog; namun para arkeolog sering kali berunding dengan para geolog untuk mengetahui lebih banyak tentang sifat tempat-tempat yang sedang mereka gali.



TIP #04: Coba gunakan range (OT dan NT) pada Pencarian Khusus agar pencarian Anda lebih terfokus. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA