Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  3. Teks dan Terjemahan >  I. Teks Perjanjian Lama. > 
A. Bagaimana Perjanjian Lama "Diilhami ". 
 sembunyikan teks

Secara tradisional, gereja telah mengajarkan pengilhaman penuh Alkitab. Dinyatakan dengan sederhana, inilah doktrin bahwa (1) Allah mengaruniakan dan menjamin segala sesuatu yang telah dikatakan para penulis Alkitab mengenai semua pokok yang mereka bicarakan, dan (2) melalui dorongan batin (tambah penyesuaian dan pengendalian ilahi) Ia menentukan caranya mereka harus mengungkapkan kebenaran-Nya. Dengan demikian, Alkitab ditulis tepat seperti yang direncanakan Tuhan, dan karena itu sesungguhnya adalah Firman Tuhan dan juga kesaksian manusia. Kedua ajaran ini berasal dari Alkitab sendiri.

Para penulis Perjanjian Lama berulang-ulang mengingatkan kita bahwa mereka sedang menyampaikan Firman Allah. Para nabi membuka pernyataan mereka dengan mengatakan "beginilah firman Tuhan," "firman Tuhan yang datang kepadaku," atau pernyataan lain yang serupa. Rene Pache menemukan 3.808 pernyataan seperti ini di Perjanjian Lama; kesimpulannya ialah, pernyataan-pernyataan itu menekankan bahwa Alkitab "menyampaikan Firman Allah yang tegas."8

Berikut ini ada beberapa ayat yang melukiskan hal ini, " ... Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, 'Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel"' (Kel. 34:27). "Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku (Daud) oleh Tuhan (I Taw. 28:19). Datanglah firman ini dari Tuhan kepada Yeremia, bunyinya, 'Ambillah kitab gulungan dan tulislah di dalamnya segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu (Yer. 36:1-2; bdg. ay. 21-32). Setiap penulis menjelaskan bahwa ia sedang mencatat apa yang dinyatakan oleh Allah kepadanya, dan mengungkapkannya dengan kata-kata yang sama yang diterimanya dari Allah.

Akan tetapi, Tuhan tidak mendikte manuskrip Perjanjian Lama kepada penulis-penulis ini, seakan-akan mereka itu sekretaris-Nya. Ia menyatakan kebenaran-Nya kepada mereka dan menunjukkan kepada mereka bagaimana mereka harus menyampaikannya; tetapi dengan berbuat demikian Ia menuntun mereka untuk mengutarakan Firman-Nya sesuai dengan pandangan mereka sendiri, minatnya, kebiasaan-kebiasaan kesusasteraannya, dan sifat-sifat khas gaya bahasanya. Seperti yang dikatakan oleh Benjamin B. Warfield," ... Setiap kata dalam Alkitab, tanpa kecuali, adalah firman Allah; tetapi, di samping itu ... tiap kata adalah perkataan manusia."10 Ini sebabnya penulis Surat Ibrani mengatakan bahwa Allah "pada zaman dahulu ... berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi" (Ibr. 1:1). Daripada mengikat para penulis Perjanjian Lama untuk menghasilkan satu laporan tertulis dari pesan-Nya, semuanya dalam gaya bahasa yang sama, Allah berbicara "dalam pelbagai cara" menurut keadaan dan kemampuan setiap penulis. Karena itu terjadi keanekaragaman materi yang mengagumkan dari para nabi, penyair, sejarawan, orang bijaksana, dan orang yang melihat visiun yang melaluinya Allah berfirman.

Para penulis Perjanjian Lama memberi tahu cara-cara yang dipakai Tuhan untuk mengilhami beberapa tahap dari pekerjaan mereka. Adakalanya Ia menyatakan pesan-Nya kepada manusia melalui penglihatan-penglihatan yang terdiri atas pemandangan dan bunyi (misalnya, Yes. 6:1 dst.); kali lain Ia berfirman secara langsung melalui mereka (II Sam. 23:2). Kita tidak mengetahui dengan tepat bagaimana Ia mengilhami tiap bagian dari tiap kitab Perjanjian Lama dan sebenarnya hal itu tidak menjadi soal. Yang penting ialah bahwa kita mengetahui bahwa Alkitab adalah Firman-Nya, baik dalam isi maupun dalam strukturnya. Inilah yang kita maksudkan bila kita mengatakan bahwa Alkitab adalah hasil dari pengilhaman penuh.

Tentu saja, kita dapat mengatakan hal ini mengenai manuskrip-manuskrip yang asli saja, dan manuskrip-manuskrip itu tidak ada lagi pada kita. (Istilah teknis untuk naskah-naskah yang asli itu adalah autograf.) Bagaimanakah kita dapat yakin bahwa salinan-salinan manuskrip yang kita miliki itu masih merupakan Firman Allah?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus meneliti cara yang dipakai nenek moyang kita untuk menyalin manuskrip-manuskrip asli dari Perjanjian Lama dan meneruskan salinan-salinan itu kepada kita. Para sarjana menyebut proses ini textual transmission (transmisi naskah).



TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA