Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac > 
3. Teks dan Terjemahan 
sembunyikan teks

Betapa autentikkah Alkitab kita? Apakah kita benar-benar mempunyai Firman Allah? Ataukah penyimpangan-penyimpangan dari kebenaran Allah telah menyusup ke dalamnya?

Soal-soal ini menyangkut teks Alkitab yang telah disampaikan kepada kita dari penulis-penulis yang asli. Dalam uraian berikut mengenai teks Alkitab, kita akan berusaha untuk menilik bagaimana Allah mengilhami penulisan mula-mula dari Alkitab; bagaimana para juru tulis dari abad-abad yang silam telah memelihara kebenaran Allah ketika mereka menyalin manuskrip-manuskrip yang asli; dan patokan-patokan apakah yang dapat kita pakai untuk menguji apakah manuskrip-manuskrip kuno yang masih ada itu dapat dipercayai karena ada beberapa di antaranya yang tidak cocok. Kita juga akan meneliti berbagai terjemahan Alkitab karena tidak banyak di antara kita yang dapat membacanya dalam bahasa aslinya yaitu, bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani. Dapatkah kita mempercayai terjemahan-terjemahan bahasa Inggris yang ada? Apakah terjemahan-terjemahan itu mengalihbahasakan teks Alkitab secara cermat? Patokan-patokan apakah yang dapat kita pakai untuk menilai berbagai terjemahan itu'?

Banyak generasi sebelum Perjanjian Baru ditulis, hamba-hamba Allah telah menulis kitab-kitab Perjanjian Lama. Kitab-kitab ini adalah kitab suci bangsa Yahudi; jadi kita telah menerimanya melalui saluran-saluran yang agak berbeda dari rute yang ditempuh oleh teks Perjanjian Lama. Teks Perjanjian Lama telah bertahan terhadap kekerasan waktu selama berabad-abad lebih lama daripada Perjanjian Baru. Para penulis Perjanjian Lama menulisnya dalam bahasa Ibrani dan Aram, sedangkan seluruh Perjanjian Baru telah ditulis dalam bahasa Yunani. Oleh karena perbedaan-perbedaan ini, kami akan menguraikan teks Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu secara terpisah.

 I. Teks Perjanjian Lama.
sembunyikan teks

Yesus berkata mengenai Perjanjian Lama bahwa "satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi" (Mat. 5:18). Demikianlah Ia mengajar bahwa Allah telah mengilhami seluruh teks Perjanjian Lama, bahkan sampai kepada hal-hal yang terkecil.

Jemaat yang mula-mula menganggap pengilhaman Perjanjian Lama sebagai bagian yang pokok dan sangat penting dari ajarannya. Kitab-kitab Perjanjian Baru masih sedang ditulis selama abad yang pertama; jadi, ketika penulis-penulis Perjanjian Baru menyebutkan "Kitab Suci", pada umumnya mereka maksudkan kitab-kitab yang kita kenal sekarang sebagai Perjanjian Lama. Petrus menulis bahwa "tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah" (II Ptr. 1:20-21). Paulus memberi tahu Timotius, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah..." (II Tim. 3:16a). Dan karena Allah mengilhami tulisan-tulisan ini, itu "bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran" (II Tim 3:16b).

Pernyataan-pernyataan ini membangkitkan rasa ingin tahu kita tentang cara kerja Allah dalam penulisan Perjanjian Lama. Kita perlu mengerti proses ini sebelum kita menyelidiki bagaimana teks itu disampaikan kepada kita. Maka kita harus memikirkan perkara pengilhaman ini sebelum kita maju lebih jauh.

 II. Teks Perjanjian Baru.
sembunyikan teks

Para penulis Perjanjian Baru menyelesaikan pekerjaan mereka dalam waktu sekitar enam puluh tahun sesudah penyaliban Yesus. Karena ditulis pada suatu zaman ketika kesusastraan tumbuh dengan subur, dan dari mulanya terus-menerus disalin, maka teks Perjanjian Baru telah bertahan dengan baik selama berabad-abad. J.H. Greenlee menaksir bahwa pada keseluruhannya kita memiliki 15.000 manuskrip lengkap dan kutipan Perjanjian Baru dewasa ini.a href="#" class="resource_fn" id="tf_15">15

 III. Terjemahan-Terjemahan Alkitab Dalam Bahasa Inggris.
sembunyikan teks

Banyak buku telah ditulis mengenai sejarah penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Inggris, tetapi di sini kita akan meninjau kembali terjemahan-terjemahan itu dengan amat singkat. Kita juga akan berusaha untuk menilai kegunaan tiap terjemahan itu.

 IV. Patokan-Patokan untuk Penilaian.
sembunyikan teks

Orang Kristen masa kini mendapat dirinya dalam suatu situasi yang membingungkan dan menggairahkan sekaligus karena ada begitu banyak terjemahan dan parafrase yang tersedia dalam bahasa Inggris. John H. Skilton (1906) 107 terjemahan dalam bahasa Inggris yang telah terbit dari 1881 sampai 1973 (Lihat hlm. ). Lebih banyak lagi sedang dipersiapkan.

Bagaimanapun juga, sering kali pembaca-pembaca Kristen tidak yakin bagaimana membandingkan bermacam-macam terjemahan dan parafrase satu sama lain. Di sini kami akan menyarankan beberapa garis pedoman yang sederhana untuk menilai berbagai edisi dalam bahasa Inggris.

Pada umumnya, ada tiga hal yang harus diperiksa dalam suatu terjemahan Alkitab: (1) sikapnya terhadap teks yang asli, (2) caranya menerjemahkan teks itu, dan (3) apakah terjemahan itu menyampaikan pesan Alkitab dengan jelas kepada pembaca masa kini atau tidak.

Orang yang tidak berpengetahuan bahasa Yunani atau Ibrani dapat memberikan pendapat tentang hal yang terakhir saja - apakah terjemahan itu menyampaikan pesan Alkitab dengan jelas kepada mereka. Namun, mereka dapat mengetahui banyak tentang caranya tiap versi menangani pekerjaan penerjemahan itu dengan melihat apa yang dilakukannya dengan beberapa bagian penting. Misalnya, kita dapat mengetahui sedikit tentang pandangan teologis penerjemah dengan memeriksa ayat-ayat ini:

Keallahan Kristus - Yoh. 1:1; Rm. 9:5. Tit. 2:13

Pendamaian - Rm. 3:25; Ibr. 2:17; I Yoh. 2:2; 4:10

Pembenaran - Rm. 3:25: 5:1

Pertobatan - Mat. 3:2

Baptisan - Mat. 28:19

Hukuman Kekal - Mat. 25:46

Kepemimpinan Gereja - Kis. 14:23; 20:17, 28; Yak. 5:14

Pengilhaman Alkitab - 11 Tim. 3:16

Daftar periksa yang lebih saksama tentang ayat-ayat pen ting di Perjanjian Baru disediakan oleh teks-teks percobaan untuk Pengakuan Iman Westminster.21

Beberapa bagian yang paling sulit di Perjanjian Lama adalah Kejadian 1:1-10; 49; Ayub 9-11; dan Yehezkiel 1-10. Dengan membandingkan bagaimana berbagai terjemahan mengalihbahasakan bagian-bagian, pembaca dengan segera akan mengetahui corak teologi dari tiap terjemahan tersebut.

Tentu saja, orang yang tidak menguasai bahasa Ibrani atau Yunani 'harus mengandalkan pendapat para sarjana Alkitab yang bernama baik mengenai kesahihan terjemahan itu. Ia akan mendapat petunjuk tentang integritas suatu terjemahan tertentu dengan cara membaca kata pengantarnya dan memperhatikan manuskrip Ibrani dan Yunani mana yang telah dipakai para penerjemah. Selain itu, ia akan bijaksana bila memperhatikan apa yang dikatakan dalam resensi para sarjana Alkitab yang dapat dipercayai.

Footnote

 


TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA