Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  12. Geografi Palestina > 
IV. Lembah Yordan. 
sembunyikan teks

Sungai Yordan mengalir di tengah-tengah Palestina. Sungai ini juga menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi Israel, baik pada zaman dahulu maupun sekarang.

 A. Yordan Atas.
sembunyikan teks

Mula-mula Tuhan memberikan dataran tepi pantai kepada suku Dan sebagai pusaka mereka. Akan tetapi, ketika kekuasaan orang Filistin bertambah besar suku Dan tidak mampu mempertahankan tanah mereka, dan mereka pindah ke Lembah Yordan Atas, jauh dari pusat politik di Yerusalem dan Samaria (Hak. 18). Mereka tidak pernah menggunakan seluruh kawasan lembah yang luasnya 26 km persegi, karena banyaknya anak sungai, rawa, dan danau kecil. Gunung-gunung memagari lembah itu pada tiga sisi; Jajaran Naftali di bagian barat, Jajaran Hermon di utara, dan Dataran Tinggi Golan (Basan) di timur.

Gunung-gunung di sekelilingnya, yang menarik berlimpah-limpah hujan dan salju, memberikan daerah ini hujan yang terbanyak di Israel, 7 sampai 15 cm setiap tahun. Aliran air dan salju yang mencair mengalir ke bawah tanah dan menjadi mata air untuk memberikan persediaan air segar sepanjang tahun.

 B. Lembah Yordan yang Sebenarnya.
sembunyikan teks

Lembah Sungai Yordan terbentang di tengah-tengah Palestina sepanjang 105 km. Secara berangsur-angsur tingginya turun waktu Sungai Yordan meninggalkan Danau Galilea pada ketinggian 195 m di bawah permukaan laut dan memasuki Laut Mati pada 387 m di bawah permukaan laut. Karena kedalaman sungai itu berbeda-beda dan airnya penuh dengan beting, maka perahu-perahu tidak mencoba berlayar di antara kedua danau tersebut.

Sekitar 8 km di selatan Danau Galilea, Sungai Yordan menjadi dua kali lebih besar waktu Sungai Yarmuk menambahkan kira-kira 459.000 m kubik air setiap menit kepada alirannya. Sungai-sungai lain seperti Sungai Yabok menyebabkan air Sungai Yordan naik dengan tambahan 94.500 m kubik air per menit.

Jalan air Sungai Yordan selalu berubah-ubah. Dahulu seluruh Lembah Yordan tergenang air. Hal ini meninggalkan runtuhan tanah gembur dan kerikil, terutama di bagian selatan di daerah yang sekarang dinamakan qattara atau tanah yang kurang subur. Sungai-sungai kecil mengisi baik tanah maupun air ke dalam Sungai Yordan, dan arusnya sendiri mengikis dasar sungai itu. Gempa bumi dan getaran telah membuang tanah ke dalam sungai itu juga, dan kadang-kadang menghalangi aliran Sungai Yordan dan memaksanya mencari jalan yang lain.

Jajaran-jajaran gunung yang tandus mengapit sungai itu. Di bagian barat, Samaria dan Betel mencapai 450 m di Galilea Bawah. Di bagian timur Sungai Yordan punggung-punggung bukit Gunung Gilead naik sampai 600 m.

Di satu tempat lembah itu hanya 3 km lebar. Lembah itu meluas sampai 11 km dekat Bet-Sean dan Lembah Yizreel, dan dekat Yerikho melebar sampai rentang 22,5 km. Sebuah jurang sempit di daerah perbukitan Samaria memisahkan Lembah Yordan menjadi lembah Bet-Sean dan lembah Yordan Bawah.

 C. Yordan Bawah.
sembunyikan teks

Lembah Yordan Bawah terdiri atas tiga tingkat yang berbeda. Tingkat-tingkat ini terdapat pada kedua sisi sungai itu, dan dikenal sebagai zor, qattara, dan ghor.

Paling dekat sungai itu adalah zor, sebuah jalur tanah sempit yang lebarnya satu atau dua mil, yang disebut Alkitab sebagai "hutan belukar Sungai Yordan" atau belantara Yordan. Berkat banjir musiman, daerah zor ini benar-benar merupakan hutan dengan semak, belukar, dan pohon-pohon tamarisk yang lebat. Binatang buas bersembunyi di naungannya. Yeremia berbicara mengenai " . . . singa yang bangkit keluar dari hutan belukar Sungai Yordan . . . " (Yer. 49:19). Rombongan nabi sedang menebang pohon di hutan belukar Sungai Yordan itu ketika Elisa membuat mata kapak besi mengapung atas air sungai itu (II Raj. 6:1-7).

Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias di daerah zor dekat Yerikho,"... Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan, 'Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu"' (Mrk. 1:4). Ia juga membaptis Yesus di Sungai Yordan (1:9).

Jauh dari sungai, melewati daerah zor, terdapat tanah-tanah qattara yang kurang subur. Bagian ini tertutup lapisan endapan zaman dahulu dari danau yang pernah memenuhi Lembah Yordan. Anak-anak sungai musiman mengeruk celah-celah yang dalam di bagian qattara. Tak seorang pun bercocok tanam di bagian ini karena tanahnya mengandung garam. Para ilmuwan Israel yang modern sedang mereklamasi tanah itu dengan cara mencucinya dengan air sungai.

Bagian ghor merupakan dataran tangga yang curam tetapi subur di antara tanah-tanah qattara dan pegunungan. Para petani mengairi dan mengolah serta menanami ladang-ladang ini.



TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA