Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  9. Orang Persia > 
II. Bangkitnya 
 sembunyikan teks

Koresy Agung (550 - 529 sM). Cucu perempuan Kuaksares menikah dengan Kambises I, raja Persia di Ansyan. Putra yang lahir dari perkawinan ini adalah Koresy II, dikenal sebagai Koresy Agung. Di bawah Koresy II kekuasaan Persia harus diperhitungkan. Ketika ia dinobatkan menjadi raja Ansyan pada tahun 559 sM, orang Persia masih membayar upeti kepada Media. Sekitar 550 sM, Koresy telah mengalahkan kakeknya, Astyages, raja orang Media, dan merebut ibu kotanya, Ekbatana. Kemudian Koresy memberikan gelar "raja Media" kepada dirinya sendiri dan mendirikan markas besarnya di Ekbatana. Dengan mengizinkan para pejabat Media terus memegang jabatannya, Koresy memperoleh kesetiaan mereka.

Seluruh Kerajaan Media jatuh ke tangan Koresy. Ia maju ke barat dan menyatakan haknya atas Armenia, Kapadokia, Kilikia, Lidia, berbagai negara kota Yunani di Asia Kecil dan kepulauan Yunani. Di timur ia menaklukkan seluruh kawasan Iran. Akan tetapi, masih ada dua saingan yang berkuasa: Babel dan Mesir. Sebelum ia dapat maju melawan Mesir, Babel harus tunduk kepada kekuasaan Persia.

Ketika menundukkan Babilonia, Koresy memasuki gelanggang sejarah Alkitab. Untuk memahami dampak Koresy atas dunia purbakala, kita perlu mempelajari kembali hari-hari terakhir Babilonia, saingan terbesarnya.

almanac
 A. Pemerintahan Nabonidus. 
sembunyikan teks

Nabonidus, penguasa terakhir dari kerajaan Babilonia (555 - 539 sM) percaya bahwa perserikatan dengan Koresy II dari Ansyan akan menghancurkan saingannya, Media mengandalkan perserikatan itu untuk perlindungan dan tidak berusaha untuk memperkuat negerinya sendiri. Daripada membangun kekuatan militernya, Nabonidus malah menghabiskan waktunya dengan kesusasteraan, agama, dan penyelidikan masa lalu Babel. Karya Nabonidus memang terbukti tidak terhingga nilainya dalam menetapkan tarikh. Ia membawa masuk pemujaan dewa bulan, Sin, dewa pelindung kota Haran, kota asal keluarganya. Tidak lama kemudian ia dihalau dari Babel oleh para imam yang tidak menyukai pembaharuannya di bidang agama. Ia tinggal dalam pembuangan di Teima di Arab bagian utara selama 10 tahun, mulai dari tahun 552 sM. Nabonidus meninggalkan putranya, Belsyazar, sebagai wali pemerintah di Babel selama masa ini. Ketika Nabonidus kembali ke Babel pada tahun 543 sM, kerajaan itu sudah lemah dan tidak bersatu. Para imam masih tidak puas, karena mereka merasa telah kehilangan kebesarannya yang dahulu sejak Sin mengganti Marduk sebagai dewa Babel.

 B. Daniel dan Tulisan di Dinding.
sembunyikan teks

Perjanjian Lama menceritakan bahwa Daniel mengabdi kepada Belsyazar yang memerintah Babel selama ketidakhadiran ayahnya, Nabonidus. Kitab yang memakai nama Daniel menceritakan bagaimana Belsyazar mengadakan jamuan untuk seribu orang pembesarnya. Di antara ekses-ekses yang terjadi pada jamuan itu terdapat perbuatan mabuk-mabukan dan pencemaran perkakas yang telah direbut dari bait suci di Yerusalem. Ketika muncul tulisan di dinding itu, baik raja maupun orang bijaksananya, tidak dapat membaca tulisan yang aneh itu. Akhirnya, Daniel dipanggil. Mula-mula ia menegur raja karena kesombongannya. Keangkuhan sama yang telah merobohkan Nebukadnezar untuk waktu yang singkat, akan merobohkan Belsyazar juga, sesuai dengan arti yang diberikan Daniel mengenai tulisan itu, "MENE, MENE, TEKEL UFARSIN" (Dan. 5:25). Daniel menafsirkan kata-kata bahasa Aram ini (arti harfiah, "bilangan, bilangan, timbangan, bagian-bagian") sebagai berikut, Masa pemerintahan tuanku telah dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; . . . tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; ... kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia" (Dan. 5:26-28).

Setelah mendengar pesan yang menakutkan ini pun, Belsyazar tidak bertobat. Sebaliknya, ia menjadikan Daniel orang yang ketiga dalam kerajaan itu, seakan-akan hendak membatalkan keputusan Allah dengan mengikutsertakan hamba Allah ini dalam pemerintahannya. Dengan nada serius Alkitab menyatakan, "Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu. Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun" (Dan. 5:30 - 6:1).

 C. Jati Diri "Darius". 
sembunyikan teks

Para kritikus dengan cepat memperlihatkan bahwa Alkitab keliru ketika merujuk kepada Darius dalam Daniel 6:1. Catatan-catatan sekular membuktikan bahwa Koresy II merebut Babel pada tahun 539 sM, dan tidak mengetahui tentang orang bernama Darius yang menaklukkan dan memerintah Babel. Beberapa kritikus beranggapan bahwa kitab ini tidak ditulis oleh Daniel atau bahkan tidak ditulis sementara masa hidupnya, tetapi bahwa seorang penulis pada abad ke-2 sM telah menulisnya karena ingin membesarkan hati orang Yahudi untuk setia kepada Allah dalam melawan Antiokhus IV, yang telah berusaha menghelenisasikan Palestina. (Lihat "Orang Yahudi pada Zaman Perjanjian Baru.") Penulis seperti itu mungkin lebih berminat untuk menceritakan kisah yang membangkitkan semangat daripada merekam fakta-fakta dengan teliti. Pakar-pakar lain mengemukakan berbagai identifikasi yang mungkin tentang Darius.

Beberapa pakar berteori bahwa Darius sebenarnya adalah Gobryas (atau Gubaru), salah seorang jenderal Nebukadnezar. Ia telah menjadi gubernur Babel di propinsi Elam, sebuah propinsi di perbatasan Persia. Ketika ia menyaksikan naiknya kekuasaan Persia, ia membelot kepada Koresy dan bergabung dengannya untuk melemahkan kekuasaan Babel. Gobryas dan Koresy dengan mudah merebut Babel karena keimaman dewa Marduk telah menunggu untuk membantu orang Persia. Belsyazar, yang ditinggalkan oleh Nabonidus untuk mempertahankan kota itu, tidak mampu mempertahankan ibu kotanya karena ia sedang mabuk. Koresy mengikuti Gobryas ke dalam kota Babel tanpa bertempur. Di sana ia diterima sebagai pahlawan dan dengan segera dinobatkan menjadi "raja Babel".

Berbagai dokumen dari kurun waktu itu menyatakan mengapa Koresy begitu populer sebagai penakluk Babel. Ia memulihkan kedudukan Marduk sebagai dewa negara, bersama dengan keimamannya. Ia juga memelihara disiplin yang ketat di antara pasukan-pasukan pendudukan sehingga penjarahan dan pemerkosaan dihindari.

 D. Dekrit Koresy.
sembunyikan teks

Koresy mengadakan komitmen untuk menjalankan kebijaksanaan pemugaran. Berbeda dengan orang Asyur dan orang Babel, yang mengambil dan membuang bangsa-bangsa yang telah dikalahkan dari negeri mereka, Koresy yakin bahwa demi kepentingannya sendiri sebaiknya ia mengizinkan orang banyak itu kembali ke tanah air mereka dan, membangun kembali kuil-kuil mereka. Koresy menjalankan kebijaksanaan politeisme keagamaan.

Kebijaksanaan baru ini disambut oleh komunitas-komunitas Yahudi. Orang Yahudi telah dibuang dari Israel sejak tahun 723 sM dan dari Yehuda sejak tahun 586 sM. Mereka memandang meningkatnya kekuasaan Persia sebagai suatu tanda yang dikirim oleh Tuhan yang bertalian dengan berakhirnya pembuangan mereka. Mereka menghibur diri mereka dengan nubuat-nubuat tentang keruntuhan Babel seperti Yeremia 25; 50; 51. Yesaya meyakinkan mereka bahwa Koresy telah diurapi oleh Allah untuk suatu tugas khusus sekalipun ia tidak mengenal Allah (Yes. 45:1, 4).

Ezra ps. 1 mencatat dekrit Koresy untuk mengembalikan orang-orang buangan ke tanah air mereka seperti yang diterima dan dipahami oleh orang Yahudi. Di samping membebaskan mereka, dekrit itu mengizinkan orang Yahudi membangun kembali bait suci dan memulai penyembahan yang teratur kepada Allah Israel. Menurut Ezra, dekrit ini memberi instruksi kepada para tetangga orang Yahudi untuk memberangkatkan mereka dengan hadiah perjalanan pribadi dan juga sumbangan sukarela untuk pembangunan kembali bait suci. Koresy bahkan mengembalikan perkakas-perkakas berharga yang telah diambil dari bait Salomo oleh Nebukadnezar pada tahun 586 sM. Perkakas itu meliputi 30 bokor emas, seribu bokor perak, dua puluh sembilan pisau, tiga puluh piala emas, empat ratus sepuluh piala perak, dan seribu buah "barang-barang lain" (Ezr. 1:9-10). Koresy juga menyumbang dari perbendaharaan raja untuk pembangunan kembali itu. Sumbangan ini kemudian dibuktikan selama pemerintahan Darius ketika sebuah piagam dalam bahasa Aram ditemukan di benteng di Ekbatana. Piagam itu dicatat dalam Ezra 6:3-4.

 E. Tanggapan Orang Yahudi. 
sembunyikan teks

Dengan gembira orang Yahudi menanggapi tawaran Koresy. Pada tahun dekrit itu diumumkan (538 sM), banyak orang Yahudi bersiap-siap untuk pulang. Kita harus ingat bahwa keputusan mereka untuk pulang bukanlah keputusan yang mudah. Orang-orang Yahudi yang telah mematuhi nasihat Yeremia (Yer. 29:5, dst.) telah menjadi mapan di Babel. Mereka sudah membeli rumah, menanam kebun, dan mendirikan usaha perdagangan dalam pembuangan. Lempeng-lempeng perdagangan Babel menyatakan nama orang-orang Yahudi, yang menunjukkan bahwa orang Yahudi mempunyai kedudukan yang baik di Babel pada zaman itu. "Kaum Zionis" zaman purba ini harus meninggalkan segala sesuatu yang telah mereka bangun dalam pembuangan untuk kembali ke tanah air yang miskin. Orang-orang yang memulai perjalanan panjang yang berbahaya dari Babel ke Palestina membutuhkan kepercayaan kepada Allah, jiwa perintis, dan kehendak yang kuat untuk membangun kembali negeri mereka.

Sesbazar, "pembesar di Yehuda," adalah bupati pertama di Yehuda. Sesbazar, yang namanya dalam bahasa Babel (Samas-apalusur) berarti "Samas telah mengawal kedudukannya sebagai anak." Ia bertanggung jawab atas harta benda bait suci dalam perjalanan ke Yerusalem (Ezr. 1:11; 5:14). Boleh jadi ia adalah putra Yoyakhin, Syenasar (I Taw. 3:18).

Para sejarawan tidak sependapat mengenai jati diri Sesbazar. Ada yang mengemukakan bahwa Sesbazar yang disebut di Ezr. 1:11 adalah sama dengan Zerubabel dari keluarga Daud, yang memimpin rombongan pertama yang kembali (Ezr. 2:2). Zerubabel adalah pemimpin di samping Yesua. Aran tetapi, kita tidak diberi tahu bahwa Sesbazar adalah pemimpin yang aktif, sedangkan Ezra secara khusus menekankan peran Zerubabel sebagai pemimpin dari rumah Daud selama kurun waktu pemugaran. Dalam jawaban orang Yahudi kepada Darius, Sesbazar disebut sebagai bupati yang menyaksikan peletakan dasar bait suci. Mungkin Sesbazar telah wafat segera sesudah ia kembali ke Yerusalem, dan mungkin Zerubabel, kerabatnya yang sudah setengah tua itu, mengambil alih jabatan bupati. Nabi Hagai mengacu kepada Zerubabel sebagai "bupati" (Hag. 1:1, 14).

Segera sesudah orang Yahudi tiba di Yerusalem, Sesbazar memberi instruksi kepada rakyatnya untuk mengikuti perintah Koresy untuk membangun kembali bait suci. Zerubabel dari keluarga Daud dan Yosua imam besar memimpin rakyat dalam mengucap syukur dan meletakkan dasar bait suci. Para imam dan orang Lewi memimpin mereka dalam puji-pujian. "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" (Ezr. 3:11). Hanya orang-orang yang telah melihat kemegahan bait Salomo dapat membandingkannya dengan bangunan sederhana yang sedang dibangun di hadapan mata mereka. Mereka yang mengingatnya menangis, sedangkan orang-orang Yahudi yang lebih muda bersorak-sorai karena sukacita ketika menyaksikan permulaan yang baru ini. Mereka mengetahui bahwa hal ini menggenapi janji-janji Allah kepada para nabi yang didasarkan pada perjanjian-Nya dengan Abraham (Ezr. 3:12-13).

Orang Yahudi di Palestina berusaha untuk mematuhi Taurat Musa. Mereka mempersembahkan kurban bakaran waktu pagi dan waktu petang (Ezr. 3:2; bdg. Ul. 12:5-6); merayakan hari Raya Pondok Daun (Bil. 29:12): dan mengadakan setiap hari raya yang telah ditetapkan (Bil. 29:39). Dengan sukarela mereka menyumbangkan apa yang dapat mereka berikan untuk membangun bait suci - sejumlah enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam (Ezr. 2:69).

 F. Daniel di Bawah Orang Persia. 
sembunyikan teks

Kehidupan Daniel dalam pembuangan telah meliputi kenaikan dan kejatuhan Babel. Ia telah menyaksikan permulaan masa Pembuangan (kr. tahun 606 sM), kejatuhan Babel (539 sM), dan gelombang-gelombang pertama orang Yahudi yang kembali ke Palestina (kr. 538 sM). Allah telah memakai Daniel untuk mengumumkan kejatuhan Babel ke tangan orang Persia (Dan. 5). Setelah itu Daniel mengabdi kepada orang Persia selama beberapa tahun sesudah kejatuhan Babel.

Mungkin sekali "Darius" dari Daniel 6 harus disamakan dengan penguasa Persia yang bernama Gubaru. Gubaru memerintah propinsi Persia yang terbesar, "Babilonia dan di seberang Sungai." Daerah kekuasaannya meliputi Babilonia, Asyur, Siria, Fenisia, dan Palestina. Ia mengangkat 120 wakil raja atau gubernur dan 3 pejabat tinggi (Dan. 6:1) untuk menjaga propinsinya. Gubaru menjadikan Daniel seorang pejabat tinggi. Kedua rekan Daniel dan para wakil raja ingin menyingkirkan Daniel, sekalipun pekerjaan dan pertimbangannya tak bercacat cela. Mereka menyerang kehidupan pribadinya. Daniel, seorang Yahudi yang saleh, secara teratur berdoa kepada Allah dengan berkiblat ke Yerusalem (6:10). Para musuhnya membujuk Gubaru untuk memerintahkan bahwa tak seorang pun boleh berdoa atau menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia, kecuali kepada raja (6:12). Seperti yang diharapkan para wakil raja, Daniel menentang perintah ini. la diadili dan kedapatan bersalah, lalu dilemparkan ke gua singa, tetapi Allah menyelamatkan dia oleh suatu mukjizat (6:22).

Pada tahun pertama pemerintahan Gubaru, Daniel merenungkan nubuat Yeremia mengenai 70 tahun pembuangan (Yer. 25:11-12; 29:10). Daniel mengaku dosa-dosa yang telah menyebabkan orang Yahudi dibuang, dan berdoa agar Tuhan sekali lagi menghadapi umatNya dengan kasih sayang dan mengembalikan mereka ke Yerusalem. Dengan tiba-tiba Gabriel, penghulu malaikat, menyatakan kepada Daniel bahwa sesudah tujuh puluh kali tujuh masa (suatu kurun waktu yang tidak diketahui) bangsa itu dan Yerusalem akan dipulihkan, pendamaian akan dilaksanakan dan dosa mereka dihapuskan. Gabriel mengatakan bahwa keadilan yang kekal akan diadakan demi kepentingan mereka (Dan. 9:24).

Penglihatan nubuat yang terakhir dinyatakan kepada Daniel pada tahun ketiga pemerintahan Koresy, raja Persia (Dan. 10:1). Pada waktu ini, Daniel sudah terlalu tua untuk bergabung dengan orang Yahudi yang kembali ke Palestina. Allah menampakkan kemuliaan-Nya kepada Daniel ketika ia duduk di tepi Sungai Tigris (10:4, dst.). Utusan Allah memberitahukan masa depan Kerajaan Persia kepada Daniel. Penglihatan Daniel bernubuat bahwa sesudah Koresy tiga orang raja akan memerintah Persia (Kambises, Pseudo-Smerdis, dan Darius), sebelum raja yang keempat (Xerxes) akan menghabiskan masa hidupnya untuk memerangi orang Yunani (11:2). Seratus tahun kemudian Kerajaan Persia direbut oleh Aleksander Agung (kira-kira tahun 323 sM). Selama satu setengah abad berikutnya, dua bagian dari kerajaan Aleksander akan berperang di tanah Palestina - kerajaan Ptolemeus dari Mesir ("raja negeri Selatan") dan kerajaan Seleukus ari Siria ("kerajaan negeri Utara"). Palestina akan direbut oleh pihak Seleukus sekitar tahun 200 sM (Dan. 11:17, dst.), dan diperintah oleh mereka sampai kedatangan Antiokhus Epifanes. Antiokhus akan memerangi pihak Ptolemeus dari Mesir sampai "kapal-kapal orang Kittim" dari Roma menuntut pengunduran dirinya (11:30). Dengan hati penuh dendam, Antiokhus akan kembali ke Yerusalem dan "menegakkan kekejian yang membinasakan" (11:31).

Dalam penglihatan Daniel, kerajaan Allah akan menang atas kekuatan-kekuatan musuh. Pimpinan Allah atas sejarah meyakinkan Daniel dan orang Yahudi bahwa Allah akan melaksanakan segala sesuatu sesuai dengan maksud-Nya. Masa depan orang Yahudi tidak cerah; mereka ditentukan untuk diperintah oleh orang Persia, orang Yunani, dan orang Roma, dan akan mengalami kesengsaraan yang hebat (Dan. 11:40-45; 12:1). Namun, pada akhirnya orang Yahudi akan bangkit dan "bercahaya seperti cahaya cakrawala" (12:3). Tuhan memberi janji khusus kepada Daniel, "Engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman" (12:13).

 G. Kematian Koresy.
sembunyikan teks

Koresy mencapai tujuannya untuk membangun kerajaan yang bahkan lebih besar daripada Babilonia. Ia mengatur kerajaannya menjadi 20 satrapi (propinsi). Seorang satrap (gubernur) memerintah tiap propinsi dan bertanggung jawab kepada raja Setiap satrap diperiksa oleh pejabat-pejabat yang juga bertanggung jawab langsung kepada maharaja. Para pejabat menjadi "mata" raja di tiap propinsi. Setiap usaha yang bertentangan dengan kepentingan raja dilaporkan kepada Koresy di istananya yang besar di Pasargadae, dekat pantai timur Teluk Persia. Koresy telah menciptakan sebuah taman besar di sana dengan istananya, berbagai kuil, dan bangunan lain.

Koresy terus berperang di Timur hingga ia wafat pada tahun 530 sM. Ia dimakamkan di Pasargadae di dalam sebuah makam yang tingginya 10,7 m. Ruang makam ini hanya 3,2 x 2,2 m. Pengawal-pengawal berdiri dekat makam itu untuk melindungi jenazah raja yang sudah wafat. Jenazahnya ditempatkan di dalam makam itu dalam sebuah peti jenazah dari batu gamping, yang diletakkan atas sebuah balai-balai pemakaman. Koresy yang dikasihi itu telah dikuburkan bersama dengan berbagai pedang, anting-anting, pakaian bagus, dan permadani dinding.



TIP #32: Gunakan Pencarian Khusus untuk melakukan pencarian Teks Alkitab, Tafsiran/Catatan, Studi Kamus, Ilustrasi, Artikel, Ref. Silang, Leksikon, Pertanyaan-Pertanyaan, Gambar, Himne, Topikal. Anda juga dapat mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang anda inginkan melalui pencarian Referensi Ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA