Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  2. Kronologi Alkitab > 
I. Menentukan Tanggal-Tanggal yang Pasti. 
 sembunyikan teks

Alkitab tidak memberikan kronologinya sesuai dengan kalender yang digunakan dewasa ini. Untuk menentukan tanggal-tanggal yang pasti, kita harus menetapkan sistem Alkitab untuk mencatat tanggal-tanggal para raja dan meletakkannya di samping tanggal-tanggal untuk para penguasa Asyur dan Babel. Orang Asyur mendasarkan sejarah mereka pada data astronomi karena itu kita dapat menyelidiki tanggal-tanggal Asyur dengan membandingkannya dengan pergerakan bintang-bintang. Pengetahuan kita yang sekarang memungkinkan kita untuk menggambarinya dengan cermat. Kemudian kita dapat menggunakan informasi itu untuk menunjukkan dengan tepat tanggal-tanggal dari berbagai peristiwa Perjanjian Lama.

 A. Daftar-Daftar Asyur.
sembunyikan teks

Daftar-daftar eponym bangsa Asyur memberikan tanggal-tanggal para raja Asyur. Eponym adalah seorang yang namanya dipakai untuk menamai suatu kurun waktu: sebagai contoh, Ratu Elizabeth I dari Inggris adalah eponym dari Zaman Elizabeth. Demikianlah daftar-daftar Asyur menempatkan sejumlah pejabat penting secara berurutan dan menamai tiap tahun menurut seorang pemimpin tertentu. Lempeng-lempeng tanah liat dari Niniwe dan kota-kota Asyur lainnya mencatat nama para pemimpin ini, bersama dengan tahun-tahun yang berurutan dari sejarah Asyur. Daftar-daftar ini memberikan kepada kita sejarah dari tahun 892 sampai 648 sM. Selama waktu itu, beberapa pemimpin Asyur mengadakan hubungan dengan raja-raja Ibrani.

Lempeng-lempeng ini menyebutkan Bur-Sagale, gubernur Guzana. Catatan Asyur menyebutkan adanya gerhana matahari yang terjadi pada bulan Simanu pada masa jabatan Bur-Sagale. Para astronom memberi tahu bahwa gerhana tersebut terjadi pada 15 Juni 763 sM, dan kita dapat memakai tanggal ini untuk menentukan tanggal dari para pemimpin Asyur yang lain.

Sebuah lempeng tentang Daian-Assur, seorang pemimpin Asyur, menyebutkan bahwa ia memerintah selama tahun ke-6 dari pemerintahan Salmaneser III. Pada tahun yang sama itu, orang Asyur mengadakan pertempuran yang penting di Qarqar melawan sekelompok raja dari daerah pesisir Laut Tengah, dan Raja Ahab dari Israel tercatat di antara mereka. Keterangan lain dari daftar-daftar Asyur itu menetapkan tanggal pertempuran ini - dan kematian Ahab - pada tahun 853 sM.

Bahkan suatu daftar eponym lainnya menyebutkan bahwa seorang "Raja Ia-a-u" mulai membayar upeti kepada Salmaneser III pada tahun ke-18 dari pemerintahan Salmaneser. Mungkin sekali raja itu adalah Raja Yehu dari Israel. Daftar Asyur itu menunjukkan bahwa tanggalnya adalah tahun 841 sM.

Dengan membandingkan catatan-catatan Asyur dan Ibrani menurut cara ini, kita dapat mengetahui banyak hal tentang kronologi raja-raja Israel dan Yehuda.

 B. Dua Sistem Menghitung Tanggal. 
sembunyikan teks

Bagaimana para penulis tawarikh di Alkitab menetapkan tanggal pemerintahan para raja? Setelah kematian Raja Salorno dan perpecahan kerajaan, agaknya para penulis tawarikh di kerajaan Yehuda di selatan menghitung pemerintahan resmi dari raja-raja mereka mulai dari bulan Ibrani, Etanim atau Tisyri (September - Oktober) - awal tahun sipil. Di kerajaan Israel di utara, para ahli kitab memakai bulan Abib atau Nisan (Maret - April) awal tahun agama.

Bandingkanlah II Raj. 22:3-13 dan 23:21-23 untuk membuktikan hal ini. Ayat-ayat ini memberi tahu bagaimana pegawai-pegawai Raja Yosia menemukan sebuah kitab Taurat di bait suci dan bagaimana Yosia memulihkan perayaan Paskah pada tanggal 14 bulan Abib yang tradisional. Alkitab mengatakan bahwa semuanya itu terjadi dalam tahun ke-18 dari pemerintahan Yosia. Apabila penulis kitab II Raja-Raja mulai menghitung tahun-tahun pemerintahan Raja Yosia dengan bulan Abib, maka ia akan mengatakan bahwa para imam menyucikan bait suci untuk perayaan Paskah itu dalam 14 hari - di antara hari pertama sampai hari ke-14 bulan Abib. Hal ini tidak mungkin. Oleh karena itu, ia mungkin telah memperhitungkan bahwa tahun ke-18 dari pemerintahan Yosia itu mulai pada musim gugur sebelumnya pada bulan Etanini.

Tidak ada ayat Alkitab yang menunjukkan kapan pemerintahan raja-raja Israel itu mulai. Akan tetapi, Edwin R. Thiele telah menunjukkan bahwa jika kita menganggap Yehuda mulai tahunnya dengan bulan Etanim dan Israel memulai tahunnya dengan Abib, maka "ketidaksesuaian yang membingungkan itu lenyap dan hasilnya adalah suatu pola kronologis yang selaras."4

Penghitungan Bukan Sistem Tahun Pelantikan

dan Sistem Tahun Pelantikan

© Thomas Nelson Inc.

YEHUDA: Penghitungan Sistem tahun pelantikan Pemerintahan dimulai pada Tahun Baru

 C. Dua Sistem Waktu yang telah Lewat. 
sembunyikan teks

Bagaimanapun juga, mengetahui tentang kedua cara yang berbeda ini untuk menghitung tahun-tahun tidak menyelesaikan semua masalah. Para sejarawan purba tidak taat asas bila mereka berbicara tentang "tahun pertama" seorang raja di takhta karena setiap raja memutuskan sendiri bagaimana buku sejarahnya akan menangani hal ini. Seorang raja mungkin menyebut tahun ketika ia memulai pemerintahannya itu sebagai tahunnya yang "pertama"; para ahli mengacu pada cara penghitungan ini sebagai bukan sistem tahun pelantikan. Pada pihak lain, ia mungkin menyebut tahun yang pertama sesudah ia naik takhta sebagai tahun "pertama"-nya; para pakar menyebutnya Sistem tahun pelantikan. Untuk menentukan dengan cermat tanggal-tanggal yang mutlak benar, maka perlu ditetapkan metode mana yang dipakai seorang raja untuk menandakan tahun-tahun pemerintahannya.

Andaikata raja-raja Israel memakai "bukan Sistem tahun pelantikan", sedangkan raja-raja Yehuda memakai "Sistem tahun pelantikan." Tabel 3 menunjukkan bahwa sistem-sistem ini akan memberi tanggal yang berbeda untuk pemerintahan seorang raja. Apabila hal ini benar-benar terjadi, maka catatan Israel akan selalu memberi satu tahun lebih untuk pemerintahan seorang raja daripada yang akan diberi oleh catatan Yehuda. Sewaktu tiap raja Israel naik takhta, kelihatannya jumlah masa pemerintahan raja-raja itu akan bertambah satu tahun. Untuk menghubungkan kronologi raja dari kedua bangsa itu, maka kita perlu mengurangi satu tahun dari pemerintahan masing-masing raja yang bertakhta di kerajaan utara.

Apakah kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa kebiasaan Israel ialah memakai penarikhan yang bukan sistem tahun pelantikan'? Ada. Kita sudah mengetahui dari daftar Asyur bahwa Raja Yehu mungkin membayar upeti kepada Salmaneser III pada tahun 841 sM, 12 tahun sesudah Raja Ahab terlibat dalam pertempuran di Qargar. Catatan-catatan Israel (dari catatan ini agaknya diambil tanggal-tanggal yang bersangkut paut dalam Kitab Raja-Raja dan Tawarikh) menyatakan bahwa Ahab diganti oleh Ahazia, yang memerintah selama dua tahun (I Raj. 22:51). Setelah itu Yoram menjadi raja 12 tahun lamanya (II Raj. 3:1), sehingga jumlahnya menjadi 4 tahun untuk kedua raja ini. Setelah Yoram, Yehu naik takhta dan mulai membayar upeti kepada Salmaneser III. Kita dapat mencocokkan 12 tahun dalam kronologi Asyur dengan periode 14 tahun dalam kronologi Israel hanya bila Israel mengikuti pola penarikan yang bukan sistem tahun pelantikan. Itu berarti bahwa kita harus mengambil satu tahun dari masa pemerintahan tiap-tiap raja Israel. Jadi, Ahazia sebenarnya memerintah hanya satu tahun lamanya dan Yoram 11 tahun. Itu berarti bahwa Ahazia dan Yoram sebenarnya memerintah sejumlah 12 tahun, dan ini cocok dengan kronologi Asyur untuk Yehu. Bukti ini cocok hanyalah bila Israel mengikuti penarikhan yang bukan sistem tahun pelantikan.

Pada pihak lain, para katib di Yehuda sudah pasti memakai penarikhan sistem tahun pelantikan untuk raja-raja mereka. Mereka mungkin kadang-kadang mengubah sistem ini bila kerajaan di utara mempunyai pengaruh dekat pada Yehuda. Misalnya, kedua bangsa itu menjadi lebih bersahabat ketika putri Atalia dari Israel menikah dengan Yoram, putra Raja Yosafat dari Yehuda. Alkitab mengatakan Yoram "hidup menurut kelakuan raja-raja Israel seperti yang dilakukan keluarga Ahab" (II Raj. 8:18; II Taw. 21:6). Seperti yang akan kita lihat, di bawah pemerintahan Yoram, Yehuda mengambil metode bukan sistem tahun pelantikan untuk menarikhkan raja-rajanya, dan memakai sistem ini sejumlah tahun lamanya.

Ketika menyelidiki tanggal masa pemerintahan raja-raja, kita juga perlu memperhitungkan tumpang tindihnya masa pemerintahan raja-raja itu. Hal ini terjadi bilamana seorang putra memerintah bersama-sama ayahnya. Maka tahun-tahun yang sama dihitung untuk kedua pemerintahan itu. Beberapa kali hal ini terjadi, seperti yang akan kita lihat.

almanac


TIP #32: Gunakan Pencarian Khusus untuk melakukan pencarian Teks Alkitab, Tafsiran/Catatan, Studi Kamus, Ilustrasi, Artikel, Ref. Silang, Leksikon, Pertanyaan-Pertanyaan, Gambar, Himne, Topikal. Anda juga dapat mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang anda inginkan melalui pencarian Referensi Ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA