Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  1. Sejarah Alkitab >  III. Sejarah Perjanjian Baru. >  B. Pelayanan Para Rasul. > 
3. Dari Antiokhia ke Roma. 
sembunyikan teks

Bagian sisa dari Kitab Kisah Para Rasul menggambarkan perluasan gereja melalui pelayanan Rasul Paulus. Barnabas telah membawa Paulus ke Antiokhia (Kis. 11:19-26). Di Antiokhia Roh Kudus memanggil Barnabas dan Paulus untuk menjadi misionaris dan gereja menahbiskan mereka untuk tugas itu (Kis. 13:1-3).

Peta yang berjudul "Perjalanan Pertama Paulus untuk Memberitakan Injil" merunut rute dari usaha pertama mereka untuk merintis gereja-gereja. (Lihat juga "Paulus dan Perjalanan-Perjalanannya".) Biasanya, Paulus dan Barnabas akan mulai dengan berkhotbah di dalam rumah sembahyang Yahudi setempat. Dengan demikian jemaat yang mula-mula terutama terdiri atas para petobat di antara orang Yahudi dan "orang-orang yang takut akan Allah" (orang bukan Yahudi yang beribadah bersama orang Yahudi). Perjalanan yang pertama ini menyaksikan konfrontasi yang dramatis dengan kejahatan ketika Tuhan memakai Paulus untuk mengalahkan seorang tukang sihir yang bernama Elimas (Kis. 13:8-12). Yohanes Markus yang masih muda menyertai Paulus dan Barnabas, tetapi di Perga ia memutuskan untuk kembali ke Yerusalem; hal ini pasti sangat mengecewakan Paulus (bdg. Kis. 15:38).

Bacalah khotbah yang disampaikan Paulus dalam rumah ibadah di Antiokhia di Pisidia (Kis. 13:16-41). Dalam khotbah itu ia memberikan ringkasan dari sejarah penebusan serta menekankan kegenapannya di dalam Yesus Kristus. Paulus menyatakan bahwa percaya pada Kristus adalah jalan satu-satunya untuk dibebaskan dari dosa dan kematian (ay. 38-39).

Di Listra, orang-orang Yahudi yang bermusuhan menghasut orang banyak sehingga Paulus dilempari dengan batu dan kemudian ditinggalkan karena disangka ia telah mati (Kis. 14:8-19). Perjalanan itu berakhir ketika Paulus dan Barnabas kembali ke Antiokhia di mana mereka menceritakan segala sesuatu yang telah dilakukan Allah melalui mereka dan bagaimana iman itu telah menyebar kepada orang-orang bukan Yahudi (Kis. 14:26-29).

Kemudian, suatu perselisihan paham yang serius timbul dalam gereja. Beberapa orang Kristen mengemukakan bahwa orang bukan Yahudi yang bertobat harus taat kepada hukum-hukum Perjanjian Lama, khususnya hukum penyunatan. Akhirnya, persoalan itu dibicarakan di persidangan pemimpin-pemimpin gereja dari Antiokhia dan Yerusalem. Allah memimpin dewan ini (yang berkumpul di Yerusalem) untuk menyatakan bahwa orang bukan Yahudi tidak perlu menaati hukum Taurat untuk memperoleh keselamatan. Akan tetapi, mereka harus menjauhkan diri dari makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dan dari daging binatang yang mati lemas (Kis. 15:1-29), agar jangan mengganggu perasaan orang Yahudi yang bertobat. Dewan ini mengirim surat ke Antiokhia yang dibaca oleh jemaat di sana dan diterima sebagai kehendak Allah.

Tidak lama kemudian Paulus memutuskan untuk kembali ke semua gereja yang telah didirikan olehnya dan Barnabas pada perjalanan pertama untuk memberitakan Injil. Dan dengan demikian mulailah perjalanan kedua untuk memberitakan Injil (Kis. 15:40-41).Perhatikanlah terutama penglihatan yang Allah berikan kepada Paulus di Troas, yang memanggil mereka ke Makedonia (Kis. 16:9-10). Di Makedonia, mereka memimpin "orang-orang yang takut akan Allah" (orang bukan Yahudi yang percaya kepada Tuhan) dan orang-orang Yahudi kepada iman.

Pada suatu hari, kedua misionaris ini berjumpa dengan seorang budak perempuan yang kerasukan · setan. Tuan-tuannya mendapat untung dari kemampuannya untuk meramalkan nasib orang. Paulus mengusir setan dari perempuan ini dan ia kehilangan kuasanya, karena itu pemiliknya menangkap kedua misionaris itu (Kis. 16:19-24). Sementara di dalam penjara, Paulus dan kawannya membawa kepala penjara kepada pertobatan. Keesokan paginya mereka dibebaskan lalu pergi ke Tesalonika di mana banyak orang bertobat di bawah pelayanan mereka. Berikutnya mereka pergi ke Berea, di mana mereka juga sangat berhasil (Kis. 17:10-12). Di Atena, Paulus menyampaikan khotbah yang luar biasa kepada para filsuf Yunani di Areopagus.

Tempat persinggahan berikutnya adalah Korintus, di mana Paulus dan kawan-kawannya tinggal selama satu setengah tahun. Dari sana mereka kembali ke Antiokhia lewat Yerusalem (Kis. 18:18-22). Selama ini, Paulus dan kawan-kawannya terus berkhotbah di rumah-rumah ibadah orang Yahudi, dan menghadapi perlawanan dari beberapa orang Yahudi yang menolak Injil (Kis. 18:12-17).

Pada perjalanan yang ketiga, mereka mengunjungi kembali banyak dari kota-kota yang telah dikunjungi Paulus pada perjalanan yang kedua. la juga mengadakan kunjungan singkat pada gereja-gereja di Galatia dan Frigia (Kis. 18:23).

Di Efesus ia membaptis 12 murid Yohanes Pembaptis yang telah menerima Kristus dan mereka menerima Roh Kudus (Kis. 19:1-6). Ia berkhotbah di sekolah Tiranus di Efesus selama hampir 2 tahun (Kis. 19:9-10).

Dari Efesus ia pergi ke Makedonia dan akhirnya kembali ke Filipi. Setelah tinggal beberapa waktu di Filipi ia melanjutkan perjalanan ke Troas. Di Troas seorang pemuda bernama Eutikhus tertidur sementara mendengarkan salah satu khotbah Paulus lalu terjatuh dari tingkat tiga dan mati. Tuhan bekerja melalui Paulus untuk menghidupkan Eutikhus kembali (Kis. 20:7-12). Dari sana, para misionaris itu pergi ke Kaisarea dengan melewati Miletus. Di Kaisarea nabi Agabus bernubuat tentang bahaya yang menantikan Paulus di Yerusalem.

Di Yerusalem, Paulus mengalami kesukaran dan dipenjarakan. Alkitab mencatat suatu pidato yang disampaikannya untuk membela iman Kristennya (Kis. 22:1-21). Akhirnya, para pemimpin agama berhasil mengirim dia ke Roma untuk diadili. Dalam pelayaran ke Roma, kapal yang mengangkutnya karam di pulau Malta ("Melite"). Di pulau itu seekor ular berbisa memagut Paulus, tetapi ia tidak terluka (Kis. 28:3-6). Kemudian Paulus menyembuhkan penyakit ayah Publius, pemimpin politik di pulau itu (Kis. 28:7-8). Setelah tiga bulan di Malta, Paulus dan para pengawalnya berlayar ke Roma.

Kitab Kisah Para Rasul berakhir dengan kegiatan-kegiatan Paulus di Roma. Kita membaca bahwa ia berkhotbah kepada orang-orang Yahudi yang terkemuka di kota itu (Kis. 28:17-20). Ia tinggal selama 2 tahun di sebuah rumah sewaan dan terus memberitakan Injil kepada orang-orang yang mengunjunginya (Kis. 28:30-31). Untuk mendapat uraian yang lebih rinci mengenai kehidupan Paulus, lihat "Paulus dan Berbagai Perjalanannya."

Dengan demikian berakhirlah sejarah penebusan di Alkitab. Injil telah ditanam dengan efektif di tanah bukan Yahudi dan bagian terbesar dari Surat-Surat Kiriman Perjanjian Baru telah ditulis. Gereja sedang dalam proses memisahkan diri dari rumah ibadah Yahudi dan menjadi suatu organisasi yang nyata. (Lihat "Gereja yang Mula-Mula.")

Footnote:



TIP #12: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab saja. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA