Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  41. Gereja yang Mula-Mula >  VI. DOKTRIN-DOKTRIN PERJANJIAN BARU. > 
B. Mengajarkan Doktrin yang Benar. 
 sembunyikan teks

Agama penyembah berhala Romawi lebih merupakan sebuah ritual daripada sebuah doktrin. Sebenarnya, sang Kaisar mengatakan, "Hal ini harus kamu lakukan, tetapi kamu boleh berpikir sesukamu." Para pengikut agama Romawi percaya bahwa yang diperlukan hanyalah melakukan upacara-upacara agama yang tepat, apakah mereka mengerti atau tidak. Menurut pendapat mereka, seorang skeptik yang - munafik pun bisa mempunyai sifat "beragama" sama seperti seorang yang benar-benar percaya, sepanjang ia mempersembahkan kurban di kuil para dewa.

Di sisi lain, orang-orang Kristen mula-mula itu tetap berpendapat bahwa baik kepercayaan maupun tingkah laku adalah dua hal yang sangat vital, bahwa keduanya harus sejalan. Mereka menanggapi secara serius perkataan Yesus bahwa "penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran" (Yoh. 4:23). Apa yang diyakini oleh seorang Kristen dengan pikirannya dan dirasakan dengan hatinya, akan ia lakukan dengan tangannya. Karena itu orang-orang Kristen mula-mula patuh kepada Allah (I Yoh. 3:22-24), dan mereka menentang dan melawan orang-orang yang disebut Kristen, tetapi menyebarkan ajaran yang sesat (bdg. I Tim. 6:3-5).

Pada dasarnya, inilah yang kita maksudkan ketika kita berbicara tentang Kekristenan. Kekristenan adalah suatu hidup baru di dalam Kristus, yang membawa ketaatan yang sungguh-sungguh terhadap ajaran-ajaran-Nya.

Artikel mengenai "Yesus Kristus" menguraikan ajaran-ajaran-Nya secara terinci. Di sini kita akan menunjukkan perbedaan-perbedaan yang mendasar di antara apa yang diajarkan oleh Yesus dan para pengikut-Nya, dan apa yang diajarkan oleh para penyembah berhala.

 1. Doktrin Tentang Allah.
sembunyikan teks

Hampir setiap agama besar mengajarkan bahwa ada Oknum yang Mahamulia yang memerintah alam semesta, dan bahwa alam menunjukkan pekerjaan Oknum yang mahakuasa ini. Agama-agama ini sering menggambarkan Oknum seperti ini dalam bentuk kekuatan alam, seperti angin dan hujan. Tetapi orang-orang Kristen mula-mula tidak bergantung pada alam untuk memberikan kebenaran tentang Allah; mereka bergantung pada Kristus. Orang-orang Kristen percaya bahwa Yesus sepenuhnya menyatakan Bapa surgawi itu (Kol. 2:9). Karena itu mereka memahami Allah yang dipandang dari sudut Yesus, dan mereka mendasarkan doktrin tentang Allah mereka pada Kehidupan Kristus.

 2. Doktrin tentang Keselamatan. 
sembunyikan teks

Yesus mengajar bahwa Allah menebus baik perseorangan maupun bangsa. Ini sebenarnya sebuah pandangan baru yang radikal di kalangan Yahudi. Bagaimanapun juga, doktrin keselamatan pribadi merupakan intisari ajaran Kristen.

 3. Kerajaan Allah.
sembunyikan teks

Kita telah memperhatikan bahwa Yesus memfokus pada penyelamatan Allah terhadap individu; tetapi Ia juga mengajarkan bahwa Allah membawa umat-Nya ke dalam suatu persekutuan besar orang-orang yang telah ditebus - kerajaan kedaulatan Allah yang menyelamatkan, yang disebut Yesus sebagai "Kerajaan Allah." Dalam kerajaan ini (yang sekarang dinyatakan di dalam gereja), Allah menghendaki umat-Nya' untuk hidup dalam kasih persaudaraan. Mereka harus mempraktikkan etika Kristus dan bekerja bagi penebusan seluruh umat manusia. Yesus tidak membatasi Kerajaan itu hanya bagi orang Yahudi; Ia menjelaskan bahwa setiap orang "yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu" termasuk anggota kerajaan Allah (Mat. 21:43). Injil Matius secara khusus mencatat banyak perumpamaan (ilustrasi yang sesuai dengan kenyataan) mengenai Kerajaan itu; lihat khususnya Mat. 20:1-16; 22:2-14; 25:1-30.

Perhatikan bahwa banyak perumpamaan ini merujuk pada akhir zaman, ketika Allah akan mengumpulkan seluruh umat Kerajaan-Nya yang kekal untuk memerintah bersama Dia selamanya. Para penginjil Kristen mula-mula menekankan ajaran Yesus mengenai akhir zaman, karena mereka percaya bahwa mereka sedang hidup pada masa akhir. Hal ini mendorong orang-orang Kristen untuk mengabarkan Injil ke daerah-daerah yang paling jauh dari Kekaisaran Romawi. Semangat mereka berkobar-kobar untuk memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang bagi Yesus Kristus sebelum akhir zaman tiba.



TIP #20: Untuk penyelidikan lebih dalam, silakan baca artikel-artikel terkait melalui Tab Artikel. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA