Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 16 No. 2 Tahun 2001 >  PERANAN ROH KUDUS TERHADAP DOA ORANG PERCAYA: STUDI SURAT-SURAT PENGGEMBALAAN > 
KUASA DOA DAN PERAN ROH KUDUS DALAM PELAYANAN 
sembunyikan teks

Sebelum naik ke surga, Yesus Kristus memberitahu murid-murid-Nya tentang Roh Kudus yang akan diutus untuk melakukan tugas-tugas khusus. Tugas-tugas Roh Kudus demikian jelasnya. Kuasa doa dalam tugas-tugas penginjilan, penggembalaan, dan tugas-tugas pelayanan praktis lainnya tidak dapat disangkal lagi. Bahkan Alkitab banyak sekali memberikan contoh-contoh kuasa doa yang berdasarkan iman. Kebanyakan para gembala dan pelayan Tuhan juga menyadari peran Roh Kudus dalam hidup mereka. Mereka tahu dan yakin, bahwa Roh Kudus membantu melahirkan gereja, menasihati, membimbing, memberi kuasa, dan keberanian, dan lain-lainnya.

Yesus berkata: "Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum" (Yoh 16: 7-11).

Tugas-tugas pelayanan Timotius dan Titus sebagai penerima surat-surat penggembalaan dapat diringkas seperti dalam tabel 1. Melihat beban tugas yang berat ini, Paulus banyak memberikan cara-cara atau nasihat agar kedua orang yang relatif muda di atas mampu mengerjakan tugas mereka dengan baik. Dua hal yang disinggung rasul Paulus dalam surat-surat penggembalaan yaitu, pentingnya doa dan keterlibatan Roh Kudus.

Tabel 1. Tugas-tugas Utama Pelayanan Timotius dan Titus

Tugas Timotius

- Menentang para guru-guru palsu dan para penyesat.

- Mengajar dan mengatur sikap pria dan wanita dalam pertemuan jemaat.

- Menetapkan dan memilih para penatua, diaken, dan penilik jemaat berdasarkan kriteria yang diberikan oleh Paulus.

- Bergaul dan mengajar kelompok-kelompok orang yang lebih muda, yang lebih tua, para budak, penilik jemaat dan sebagainya.

- Mengajar dan memperingatkan orang-orang kaya yang mengandalkan kekayaannya dan cinta uang.

- Menyampaikan firman Tuhan dengan berani.

- Mengerjakan dan mengembangkan karunia-karunia rohani yang diterima.

- Bertahan melawan segala ancaman dan tekanan.

Tugas Titus

- Menunjuk para penatua dan penilik jemaat berdasarkan kriteria-kriteria yang diberikan Paulus.

- Mengajarkan ajaran yang sehat kepada pria dan wanita (baik yang lebih tua maupun lebih muda), dasar-dasar teologis dan Kristologis.

- Mengingatkan jemaat agar tunduk kepada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa.

- Hidup harmonis dan bermurah hati dengan semua orang.

- Melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

- Menghindari kemalasan-kemalasan.

Keterangan

Paulus menetapkan kriteria para pelayan Tuhan (dalam hal ini penatua, penilik jemaat, dan diaken) secara jelas dan terinci sehingga Timotius dan Titus tidak perlu mengalami banyak kesulitan dalam merekrut atau menetapkan para pelayan tersebut. Selain itu, doa dan kuasa Roh Kudus ditekankan oleh Paulus secara implisit, namun dapat dimengerti oleh kedua penerima surat ini, karena mereka menghabiskan cukup banyak waktu untuk melayani bersama-sama Paulus.

Dalam 1 Tim 2, nasihat pertama untuk Timotius, adalah agar ia menaikkan doa untuk semua orang. Ini menjelaskan kembali bahwa keselamatan itu adalah hak dan untuk semua orang, tanpa kecuali. Pandangan ini memang berbeda dengan pendapat ajaran sesat Gnostik yang mens ajarkan bahwa hanya sekelompok kecil orang yang akan selamat. Sebenarnya proses keselamatan dimulai oleh pekerjaan Roh Kudus dalam hati seseorang. yang dimohonkan dengan doa-doa orang itu. Alkitab menyatakan bahwa hanya oleh Roh Kudus, seseorang bisa berkata bahwa Yesus itu Tuhan (1 Kor 12:3).

Paulus juga menugaskan Timotius berdoa bagi raja dan para pembesar. Ini menarik sekali bila dikaitkan dengan pemerintahan yang ada pada saat itu. Pemerintah Roma sebagai penjajah bangsa Yahudi, meskipun memberikan cukup keleluasaan bagi agama Yahudi untuk berkembang, ternyata cukup menghambat perkembangan agama Kristen (ini terbukti saat kaisar Nero memerintah, banyak orang Kristen yang teraniaya, di adu dengan binatang buas, dibakar, disalib, dan banyak siksaan-siksaan serta pembantaian yang mengerikan lainnya). Dengan mendoakan mereka, Paulus berharap Allah menggerakkan hati para pembesar agar mereka memberikan keleluasaan dan kesempatan kepada pengikut Yesus untuk berkembang. Alkitab menunjukkan dalam Kisah Para Rasul, bahwa Rasul Paulus beberapa kali berhadapan dengan aparat pemerintah, dan banyak dari mereka dimenangkan untuk kerajaan Allah.

Doa yang dinaikkan harus disertai juga dengan ucapan syukur sebagai tanda percaya (iman) bahwa doa yang dinaikkan telah dikabulkan oleh Tuhan. Dari nasihat di atas ini, tidak dapat diragukan lagi bahwa Paulus sudah banyak mengalami pertolongan Tuhan dalam pelayanannya. Ini tidak lepas dari komitmennya untuk tetap berdoa dan mengucap syukur dalam setiap keadaan (band. sewaktu Paulus dipenjara dalam Kis 16:25). Tidak mungkin Timotius melayani tanpa doa dan kuasanya. Timotius harus yakin, seperti tulisan Yakobus, bahwa doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, besar kuasanya (Yak 5:16). Timotius harus mendasarkan pelayanannya bukan pada kemampuannya dan pengetahuannya sebagai murid dan pembantu Paulus, tetapi harus benar-benar dilandasi dengan doa yang kuat dan sungguh-sungguh.

Selain harus berdoa, Paulus mengingatkan Timotius dalam I Timotius 4:14, agar ia jangan lalai menggunakan karunia yang telah ada padanya oleh nubuat dan penumpangan tangan sidang penatua. Yang dimaksudkan dengan karunia di sini bukan dalam arti yang sempit, melainkan dalam arti yang luas, yaitu menyangkut kuasa Roh yang diperlukan untuk tugas-tugas pelayanan. Paulus mengatakan hal ini agar iman Timotius kembali dikuatkan. Ia meyakinkan bahwa Timotius pasti sanggup menyelesaikan tugasnya yang berat karena ia telah menerima kekuatan dan kuasa Roh Kudus, namun ia tetap harus mengembangkan karunia-karunia yang telah diterimanya. Kuasa Roh ini tidak bekerja dengan sendirinya, namun harus dikobarkan melalui iman.

Penumpangan tangan sidang penatua atas Timotius dimaksudkan agar Timotius menerima kuasa dan karunia Roh untuk melaksanakan tugas-tugas. Roh Kudus mengerjakan hal ini berdasarkan doa-doa umat-Nya (Kis 13:3), tetapi orang-orang yang menumpangkan tangan menjadi saluran atau pengantara-Nya. Melalui aksi simbolis ini, setelah dimohon dalam doa, Roh Kudus dicurahkan atas Timotius. Namun tidak cukup bagi Timotius untuk diyakinkan bahwa ia memiliki kuasa dan wibawa ilahi, namun ia juga harus mengembangkan, bertanggung jawab, berpegang, dan berjuang dalam karunia itu, tetapi kuncinya adalah, bahwa Roh Kuduslah sebenarnya yang bekerja dan terlibat penuh dalam pelayanannya.

Meskipun dalam surat Titus hanya sekali dicantumkan kata Roh (Tit 3:5), tidak berarti peran Roh Kudus dalam pelayanan Titus tidak ada artinya. Dalam Titus 3:5, Rasul Paulus menegaskan kembali bahwa Roh Kudus memegang kendali keselamatan seseorang. Roh Kudus mengerjakan kelahiran baru dan pembaharuan dalam diri seseorang. Secara implisit, Paulus mengingatkan Titus, bahwa bila suatu had kelak Titus berhasil membaptis orang-orang yang menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Hal ini semua bukan karena kemampuan, keterampilan, dan pengetahuannya, tetapi semata-mata karena Roh Kudus. Paulus berusaha menghindarkan Titus dari dosa kesombongan dan memegahkan diri sendiri. Ia dan Timotius harus meniru teladan Paulus yang selalu merendahkan diri dan rendah hati di hadapan Allah dan manusia.

Nasihat di atas tidak berarti bahwa Paulus merendahkan Titus, namun sekedar mengingatkan Titus agar dalam pelayanannya, ia tidak mengabaikan peran Roh Kudus yang dahsyat untuk mengajar, menuntun, menghibur, memulihkan, dan sebagainya. Dengan demikian, kuasa doa dan peran Roh Kudus dalam pelayanan - khususnya pelayanan penggembalaan - harus selalu disadari dan dipegang sebagai konsep pelayanan universal.



TIP #28: Arahkan mouse pada tautan catatan yang terdapat pada teks alkitab untuk melihat catatan ayat tersebut dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA