Resource > 1000 Jawaban >  Kehidupan Kristen > 
Bagian A 
 396. Bisakah seseorang bertobat dan diselamatkan tanpa baptisan?
sembunyikan teks

Kristus memerintahkan supaya baptisan dilakukan, dan kita tidak bisa memahami orang yang sungguh-sungguh ingin melayani Dia tetapi mengabaikan Dia dalam urusan yang begitu sepele. Hal yang merendahkan rasa hormat yang kita miliki terhadap Allah adalah dengan mempercayai kalau Dia akan mencegah orang yang benar-benar bertobat, dan percaya masuk surga sebab ia tidak. dibaptis. Orang ini bisa saja bertobat di atas tempat tidurnya sesaat sebelum meninggal, atau kalau dia adalah anggota gereja Baptis, dia mati di antara waktu pertobatan dengan waktu yang ditentukan untuk melaksanakan upacara itu. Allah itu adil, dan tidak akan meminta pertanggungan jawab dari seseorang dalam keadaan seperti itu. Apakah menurut Anda pencuri yang bertobat di atas salib itu dibaptis? Namun Yesus berjanji kepada dia bahwa dia akan masuk ke Surga. Baptisan umumnya terjadi sesudah pertobatan pada masa Para Rasul, sebagaimana umumnya pada masa sekarang di negeri-negeri kafir.

 397. Bisakah seseorang menjadi Kristen tanpa baptisan Roh Kudus?
sembunyikan teks

Sebagaimana istilah ini biasanya dipahami, baptisan Roh Kudus ialah untuk menganugerahkan karunia-karunia khusus untuk melayani Kristus. Kita tidak punya alasan untuk berpendapat bahwa siapa pun menjadi Kristen tanpa dipengaruhi Roh Kudus. Pertanyaan ini tidak menghasilkan apa-apa, lantaran Allah memberikan Roh Kudus secara cuma-cuma. Adalah mustahil untuk menyatakan secara meyakinkan dengan cara apa kesan pertama muncul dalam setiap kasus pribadi, tetapi kita bisa yakin kalau dengan cara tertentu kuasa Roh Kudus telah bekerja. Hal ini tidak akan mengurangi tanggung jawab seseorang, sebab Allah lebih ingin memberi daripada manusia cenderung menerima; tetapi Dia tidak memaksakan karunia-Nya kepada manusia.

 398. Ujian pribadi apa yang perlu sebelum makan dan minum dengan layak pada perjamuan suci?
sembunyikan teks

Pengujian hati secara pribadi. Kalau seseorang menyadari akan kebenciannya terhadap seseorang, dengan kedengkian, maksud penuh dosa, dengan hubungan berdosa yang harus dia putuskan, tetapi tidak dilakukannya, atau menyimpan perasaan yang tidak sesuai dengan hubungannya kepada Kristus, dia tidak seharusnya mengambil bagian dalam Perjamuan Suci. Hal ini tidak berarti bahwa hanya orang-orang sempurna yang dapat melakukannya. Kalau seseorang dengan jujur dan tekun berusaha mengejar kekudusan dan melakukan segala hal yang terdapat di dalam dia supaya hidup dengan konsisten; dan dengan sungguh-sungguh menyesali setiap kegagalan dan bertekad menghindarinya di masa yang akan datang; kalau dia mengasihi Kristus dan percaya kepada-Nya untuk memperoleh keselamatan, dia berhak mengambil bagian dalam Perjamuan Suci meskipun dia mungkin saja menyadari bahwa dia sudah jatuh ke dalam dosa (I Kor. 11:26, 28).

 399. Haruskah semua orang percaya mengakui Kristus?
sembunyikan teks

Ya. Ada banyak orang Kristen yang baik yang tidak pernah menyadari akan sukacita sejati yang dimiliki oleh semua pengikut Yesus, karena mereka tidak hidup dalam terang. Beberapa orang begitu peka tentang agama pribadi sehingga mereka menghindar untuk berbicara tentangnya, bahkan dengan sahabat-sahabat karib mereka. Meskipun percaya, mereka berdiri dari "jauh"; mereka belum cukup ditarik oleh kasih kepada Sang Guru, atau oleh semangat melayani-Nya, untuk datang mendekati Salib untuk merasakan suasana yang memberi dorongan kepada orang percaya yang sangat berapi-api. Sekali jiwa-jiwa pemalu ini meninggalkan sikap pendiam mereka dan dengan berani maju dan mengakui Kristus di hadapan dunia, maka sebuah perubahan akan terjadi. Ada berkat yang begitu nyata yang mengikuti pengakuan iman kita di hadapan manusia. Yesus sendiri berfirman "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga" (Mat. 10:32). Pengetahuan akan pengakuan seperti inilah yang mengikuti pengakuan terbuka kita tentang Yesus sebagai Juruselamat, memberi keberanian kepada orang Kristen dan, seperti seorang prajurit yang setia ia melihat bendera negaranya berkibar di atasnya lalu memberinya hormat, dengan seluruh jiwa raganya bergetar karena bersemangat melayani Kapten Besar Keselamatan. Dengan demikian, di setiap kesempatan yang cocok orang percaya harus menaikkan bendera, dan memberitahukan kepada dunia siapa yang dia layani.

 400. Apa yang secara tidak langsung dinyatakan dengan percaya kepada Kristus?
sembunyikan teks

Percaya kepada Kristus bukan sekadar percaya bahwa Dia Anak Allah. "Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar" (Yak. 2:19). Ini berarti pertobatan sejati, penyesalan yang mendalam dan keinginan yang sungguh-sungguh untuk mendapat pengampunan, yang memimpin kita mengharapkan pada Kristus sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai pengampunan seperti itu. Percaya kepada-Nya tidak sekadar berarti kita percaya pada misi ilahi-Nya dan kemanjuran penebusan-Nya atas dosa-dosa kita, tetapi mengikuti langkah-langkah-Nya dan berusaha menyamai teladan-Nya dalam segala hal yang memungkinkan, dan berdoa meminta tuntunan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Pengampunan diberikan kepada semua orang yang bertobat dan percaya dan meminta dengan iman. Pertobatan sejati tidak sekadar memimpin pada pengakuan dosa dan kesedihan karena pelanggaran-pelanggaran yang lalu, melainkan membawa pada suatu perubahan hidup seutuhnya, yaitu berbalik dari dosa menuju kekudusan dan pertumbuhan secara bertahap dalam anugerah dengan cara hidup dekat dengan Kristus.

 401. Haruskah orang-orang yang percaya kepada Kristus bergaul dengan orang-orang tidak percaya?
sembunyikan teks

Lihat II Korintus 6:14; Ibrani 3:12; Kisah Para Rasul 14:2; II Petrus 2:1; juga pasal 3:3, 17. Akan tetapi tidak dimaksudkan bahwa orang percaya tidak berkomunikasi dengan orang-orang yang masih berada dalam kegelapan karena ketidakpercayaan, kalau tidak maka dia tidak akan menggenapi perintah ilahi untuk menyebarkan Injil dan "mencerminkan Kristus" dalam segala situasi. Bagaimanapun dia harus menghindari semua pergaulan dan hubungan seperti itu - bisnis, sosial dan lain sebagainya - yang akan mendatangkan unsur tidak harmonis ke dalam keluarga atau kehidupan bisnisnya, dan dengan demikian menimbulkan perlawanan terhadap pertumbuhan rohani. Menempatkan orang-orang seperti ini pada tingkat kenalan keluarga dan sahabat-sahabat dekat, yang mungkin sekali akan ternyata merupakan malapetaka secara rohani bagi salah satu anggota keluarga Anda.

 402. Siapa orang "yang diberkati" yang begitu sering kali kita baca dalam Alkitab?
sembunyikan teks

Mereka adalah orang-orang yang Allah pilih dan panggil (Mzm. 65:4; Yes. 51:2; Why. 19:9); mereka mengenal Kristus dan Injil-Nya, yang percaya dan tidak merasa tersinggung karena Kristus (Mat. 16:16, 17; Mzm. 89:15; Mat. 11:6; Luk. 1:45). Dosa-dosa mereka diampuni dan Allah menghubungkan mereka dengan kebenaran tanpa perbuatan (Mzm. 32:1, 2; Rm. 4:6-9). Tetapi kadangkala mereka dihajar dan menderita karena Kristus, tetapi mereka tidak sakit sebab mereka percaya kepada Allah, takut akan Dia, memiliki kekuatan di dalam Dia (Ayb. 5:17; Luk. 6:22; Mzm. 2:12; Yer. 17:7; Mzm. 112:1; Mzm. 84:5). Oleh karenanya mereka bersuka dalam perintah-Nya dan memeliharanya, mereka lapar dan hawa akan kebenaran, sering mengunjungi rumah Tuhan dan selalu menantikan Dia (Mzm. 112:1; Why. 22:14; Mat. 5:6; Mzm. 65:4; Yes. 30:18). Ketika berhubungan dengan dunia mereka menghindari yang jahat, menahan pencobaan, waspada terhadap dosa: bersih, murni hatinya, adil, benar, setia, rendah hati, lemah lembut, berbelas kasih, berlimpah-limpah dan pencipta kedamaian (Mzm. 1:1; Yak. 1:12; Why. 16:15; Mzm. 119:1; Mat. 5:8; Mzm. 106:3; Mzm. 5:12; Ams. 28:20, Mat. 5:3; Mat. 5:31; Mat. 5:5; Mat. 5:7; Luk. 14:13, 14; Mat. 5:9). Dengan menantikan Tuhan, mereka mati di dalam Dia, mengambil bagian dalam kebangkitan pertama dan makan roti dalam Kerajaan Allah (Luk. 12:37; Why. 14:13; Why. 20:6; Luk. 14:15; Why. 19:9).

 403. Apa saja tingkah laku orang Kristen?
sembunyikan teks

Percaya, takut, mengasihi, mengikuti, menaati dan bersukacita dalam Allah (Mrk. 11:22; Pkh. 12:13; I Ptr. 2:17; Ul. 6:5; Ef. 5:1; Luk. 1:6; Mzm. 33:1). Percaya kepada, mengasihi, menaati, bersukacita, dan mengikuti teladan Kristus (Yoh. 6:29; Yoh. 21:15; Yoh. 14:21; Flp. 3:1; Flp. 4:4). Berjalan dan hidup sederhana, benar dan saleh, jujur, berguna bagi Tuhan Allah, hidup dalam Roh, dalam pembaharuan hidup, layak dalam pekerjaan kita sebagai anak-anak terang (Tit. 2:12; I Tes. 4:12; I Tes. 2:12; Kol. 1:10; Gal. 5:25; Rm. 6:4; Ef. 4:1; Ef. 5:8). Maka, ketika kita berjuang untuk beriman, membuang semua dosa, menjauhkan diri dari segala kejahatan, menyempurnakan kekudusan, membenci kecemaran, meneladani apa yang baik, mengalahkan dunia, menghiasi Injil (Flp. 1:27; I Kor. 5:7; I Tes. 5:22; Mat. 5:48; Yud. 23; Flp. 4:8; I Yoh. 5:4, 5; Mat. 5:16; Tit. 2:10), kita akan menunjukkan teladan yang baik, dengan cara berlimpah-limpah dalam pekerjaan Tuhan, menjauhkan diri dari yang jahat, mengendalikan tubuh, menahan amarah dan hidup berdamai dengan semua orang (I Kor. 15:58; Mzm. 1:1; I Kor. 9:27; Ef. 4:26; Rm. 12:18; Ibr. 12:14). Maka kita akan mencapai kemampuan seperti Kristus dalam hal takiuk kepada luka-luka dan mengampuninya (Mat. 5:39-41; I Kor. 6:7; Mat. 6:14; Rm. 12:20) dan dengan menjenguk orang-orang yang menderita, bersimpati terhadap orang lain, tunduk kepada para penguasa, bersikap liberal dan menghormati orang lain, merasa puas dan mengerjakan apa yang seharusnya (Mat. 25:36; Gal. 6:2; Rm. 12:10; Kis. 20:35; Rm. 13:17; Flp. 4:11; Ibr. 13:5); diberkati (Mzm. 1:1-3; Mat. 5:3-12; Yoh. 15:10).

 404. Apakah bergabung dengan gereja Kristen menjadi satu cara menuju keselamatan?
sembunyikan teks

Kristus menuntut supaya para pengikut-Nya mengakui Dia di hadapan manusia (lih. Luk. 12:8, 9), dan bergabung dengan suatu gereja merupakan metode yang diakui untuk melakukannya. Kita diperintahkan supaya tidak meninggalkan "persekutuan-persekutuan" bersama dalam Rumah Tuhan. Ini akan membuat kita tercatat. Selain itu, ini merupakan sarana anugerah. Seseorang yang membelakangi Gereja Allah dan umat-Nya, benar-benar menjadi orang Kristen aneh. Ketika bergaul dengan umat Allah, ada pertolongan satu sama lain dan pelayanan diperkuat. Dengan demikian orang Kristen secara alami berharap bisa menaati permintaan Kristus, bahwa sahabat-sahabatNya mengingat Dia sewaktu mengambil bagian dalam memecahkan roti dan minum anggur. Mungkin rintangan-rintangan bagi orang Kristen untuk bergabung dengan suatu gereja, dan kita tidak boleh mengadili siapa pun karena menjauhkan diri, tetapi dia harus memiliki alasan-alasan yang kuat untuk bisa membenarkan diri berbuat demikian. Akan tetapi, mempunyai kehidupan moral yang baik dan percaya kepada Allah tidaklah cukup untuk mendapatkan keselamatan. Allah tidak berkenan kalau manusia mengabaikan jalan keselamatan yang telah disediakanNya. Yesus berfirman, "Tidak seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6).

 405. Apakah Alkitab mendorong orang untuk hadir di gereja?
sembunyikan teks

Ya. Baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru ada banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan hadir dalam rumah Allah adalah sebuah tugas, suatu hal yang sangat menyenangkan dan merupakan suatu hak rohani yang istimewa. Lihat Imamat 8:3; Ulangan 4:10; Mazmur 23:6; 26:8; 27:4; 84:1, 4, 10; 122:1; Nehemia 13:11; Mikha 4:2; Matius 18:19, 20; Kisah Para Rasul 4:31; 15:25; Ibrani 10:25. Ambillah Alkitab yang berisi referensi dan carilah, dalam catatan di pinggir halaman, masih juga ada referensi-referensi lainnya lagi. Pergi ke gereja adalah tugas sekaligus hak istimewa, dan mereka yang mengabaikannya telah kehilangan berkat besar dan begitu banyak kenikmatan dalam kehidupan dan pertumbuhan rohani. Pemazmur menyatakan kepada kita bahwa satu hari di pelataran Allah adalah "lebih baik daripada seribu hari". Kita sering diingatkan dalam Alkitab bahwa itu suatu tugas. Lihat Ibrani 10:25; Mazmur 111:1; Matius 18:20, dan ayat-ayat lainnya. Benar, ada bentuk-bentuk lain dari pengakuan di muka umum selain bergabung dengan suatu gereja, tetapi itulah cara yang lazim dan diakui. Sudah menjadi tugas setiap orang Kristen untuk mengidentifikasi dirinya dengan suatu gereja Kristen, sehingga dia memberitahukan di mana dia berdiri, supaya dia bisa membantu dalam memajukan Kerajaan Allah, dan jiwanya sendiri bisa dipelihara oleh persekutuan bersama orang-orang Kristen lainnya.

 406. Apakah meningkatnya kekayaan gereja dan sumber-sumber duniawi dapat dianggap sebagai tanda rohani yang sehat?
sembunyikan teks

Sejarah menunjukkan bahwa ini bukanlah tanda yang sehat. Periode-periode kemakmuran duniawi gereja biasanya menjadi periode-periode kemerosotan moral. Ada suatu kecenderungan pada masa itu untuk mengatakan, sebagaimana dilakukan jemaat di Laodikia (Why. 3:17), "Aku kaya dan aku bertambah dalam kebaikan dan aku tidak kekurangan apa-apa". Pada saat yang sama, kepemilikan akan kekayaan tidak bertentangan dengan kerohanian. Sebagaimana halnya di negara Amerika, ada orang-orang kaya yang mengabdikan kekayaan mereka bagi Allah. Seorang usahawan Kristen yang bersungguh-sungguh dalam bisnis bisa berhasil baik dengan memakai prinsip-prinsip kekristenan, yang menimbulkan kerajinan, integritas dan hidup yang bersih. Kita bisa bayangkan sebuah gereja yang beranggotakan orang-orang kaya, akan menjadi gereja yang besar kuasanya, menyumbang secara dermawan demi kemajuan Kerajaan Kristus, dan melakukan sejumlah besar sekali kebaikan dalam meringankan beban kaum miskin. Tidak ada sesuatu pun di dalam kekayaan itu sendiri yang mengubah seseorang menjadi tidak layak bagi Kerajaan Allah. Adalah sukar baginya untuk memasukinya, sebagaimana yang difirmankan Kristus, sebab sudah sifat manusia untuk mudah jatuh cinta pada kekayaannya dan mempercayainya; tetapi ketika seorang kaya benar-benar memberikan dirinya kepada Tuhan, dia memiliki berbagai kesempatan untuk melayani dengan cara yang tidak terjangkau orang yang kurang mampu; dan kalau dia mempergunakannya dengan setia, dia akan menjadi lebih berguna, dan melakukan lebih banyak kebaikan. Orang-orang seperti ini pernah ada, dan masih ada sekarang ini. Gereja, sama dengan tiap pribadi, bisa mempercayai kekayaannya; dan jika memang demikian, ini akan menjadi suatu kondisi yang tidak sehat; tetapi mereka bisa mengabdikan kekayaan, dan akan mampu melakukan pelayanan dengan lebih baik. Kita harus memperhatikan tanda-tanda lain untuk dipelajari jikalau kepemilikan atas kekayaan memakan jiwanya, membuatnya bangga, sombong dan keji, ataukah membuatnya suka menolong, dermawan dan berbelas kasih, sebelum kita bisa menyimpulkan apakah ini lebih baik atau lebih buruk karena kekayaannya.

 407. Apakah pengakuan menjadi sebuah tugas orang Kristen?
sembunyikan teks

"Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu", Yakobus 5:16. Ini memudahkan untuk mengingat seluruh masalah pengakuan, yaitu bahwa tugas yang diemban adalah mengaku kepada orang-orang yang kepadanya kita berbuat salah. Kalau kita berbuat kesalahan kepada siapa pun, kita harus mengakuinya kepada dia, dan memintanya mengampuni kita. Sebuah kesalahan tidak mempengaruhi siapa pun kecuali Allah dan diri kita, perlu diakui hanya kepada Allah. Akan tetapi, acap kali pengakuan di depan umum berguna. Ketika hati nuraninya terbangun, orang Kristen bisa dituntun untuk merasakan bahwa mereka sedang hidup di bawah kepura-puraan palsu, dan akan merasa lega sewaktu mengucapkannya, dan melakukan permulaan yang baru. Lagi pula, kita tidak seharusnya begitu takut mengakui apa yang kita rasakan. Orang Kristen tidak mempunyai kebenaran sendiri untuk ditinggikan, kebenarannya tercakup dalam mempercayai Kristus. Paulus senang menyatakan kalau dia adalah orang mati, dalam segala maksud dan tujuan, sepanjang terkait dengan hukum; dia disalibkan bersama Kristus, dan Kristus hidup di dalam dirinya. Dia tidak mempunyai reputasi yang harus dipertahankannya. Dia senang berbicara tentang dirinya sendiri sebagai orang yang paling berdosa. Orang-orang mungkin lebih baik ketimbang yang kita pikirkan; sahabat-sahabat kita tidak akan ingin menghukum kita, melainkan membantu kita. Tetapi, di sisi lainnya, ini acap kali menjadi sumber pencobaan kejam bagi jiwa-jiwa yang peka. Mereka membayangkan kalau mereka harus berbicara tentang hal-hal yang tidak perlu seorang pun tahu kecuali Allah. Ingat Allah tidak pernah melakukan hal yang tidak masuk akal atau pun kasar. Ceritakanlah semua kepada-Nya, maka Dia akan menunjukkan kepada Anda dengan jelas dan baik hati apakah pengakuan-pengakuan lainnya harus dibuat.

 408. Adakah wewenang injili untuk mengadakan upacara peneguhan?
sembunyikan teks

Rasul Paulus digambarkan menguatkan jiwa para murid (Kis. 14:22), dan juga meneguhkan jemaat-jemaat (Kis. 15:41); Yudas dan Silas berbuat yang sama (Kis. 15:32). Dalam kasus-kasus ini rupanya tidak diselenggarakan ritual atau upacara. Tetapi tampaknya pernah ada ritual semacam itu dalam gereja mula-mula. Penulis lbrani (6:2) menyebut "ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan". Dia mungkin merujuk kepada penumpangan tangan, yang menyatakan secara tidak langsung kepada karunia Roh Kudus, seperti dalam Kisah Para Rasul 8:17, dan seperti yang dilakukan Paulus (Kis. 19:6). Ini tampaknya menjadi ide bangsa Yahudi di masa lampau, karena Yakub memberkati anak-anak Yusuf dengan cara ini (Kej. 48:14). Kebiasaan ini berlanjut sampai masa Kristus (lih. Mat. 19:13), ketika "orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka".

 409. Apakah tidak diwajibkan untuk menggunakan roti tidak beragi dalam Perjamuan Kudus?
sembunyikan teks

Tidak ada yang lebih asing bagi roh Kristus dan ajaran-Nya ketimbang ciri khas yang gereja-gereja tertentu memberikan kepada makanan dan minuman ini. Tidak ada yang gaib atau misterius tentang hal ini. Kristus sedang mendirikan sebuah kerajaan atau masyarakat, dan ingin agar semua pengikut-Nya memiliki cara-cara tertentu untuk menunjukkan keanggotaan mereka di dalamnya. Dia tidak mau mereka lupa kalau mereka adalah orang-orang Kristen. Dia meminta mereka bersekutu bersama dalam perjamuan yang sederhana, yang menjadi cara lazim untuk menyatakan persamaan dan persaudaraan. Mereka datang sebagai orang Kristen dan makan serta minum bersama-sama, sebagai pertanda penyatuan mereka dalam ikatan kasih umum akan Dia. Ini tidak seperti sebuah pesta besar, melainkan terdiri dari unsur pokok umum dari makanan lazim pada saat itu. Sewaktu mereka makan roti yang dipecah-pecahkan mereka mengingat kembali tubuh-Nya yang terpecah bagi mereka, dan sewaktu meminum anggur mereka mengingat bagaimana darahNya tercurah bagi mereka. Menjadikannya suatu Missa dan memberikan arti pada unsur-unsur yang tidak pernah dimaksudkan, berarti kehilangan kesederhanaan yang penuh keagungan dari konsepsi Kristus dan maksud-Nya dengan mengadakan sakramen ini.

 410. Apa arti hati nurani?
sembunyikan teks

Ini merupakan perasaan moral dalam manusia, yang dengannya dia memutuskan mana yang baik dan jahat, dan mana yang menyetujui atau menyalahkan perbuatannya. Seseorang terikat untuk menaati hati nurani dalam semua perbuatannya. Oleh karenanya, dia harus dengan hati-hati menjaga agar hati nurani itu dipandu oleh prinsip-prinsip yang benar, yang bersifat mengajar, dan tidak mengandung prasangka atau dibengkokkan oleh cara berpikir yang menyesatkan, atau oleh motivasi-motivasi yang tidak murni. Ada satu standar dalam Alkitab yang seharusnya menahannya tetap benar dan teguh. Akan tetapi sangat mungkin bagi manusia untuk berbuat salah secara teliti; dengan kata lain, hati nuraninya yang tidak diterangi bisa menyesatkan. Paulus memberikan sebuah ilustrasi (Kis. 26:9), "Aku sendiri pernah menyangka, bahwa aku harus keras bertindak menentang nama Yesus". Wahyu yang turun di jalan menuju ke Damsyik mengubahkan keputusan hati nurani itu dan memberinya sebuah prinsip baru yang dengannya dia bertindak. Petrus berhati-hati terhadap gagasannya mengenai makanan dan hubungan dengan orang-orang bukan Yahudi. Sebuah mukjizat diperlukan untuk membuka matanya (Kis. 10:28). Para penyelidik barangkali teliti dalam menganiaya orang Protestan ; Calvin teliti ketika membakar Servetus, dan kaum Puritan teliti ketika menghukum mati para penyihir. Tetapi sekarang kita tahu, dalam era kita yang lebih diterangi, kalau mereka itu salah. Bila seseorang merasa tidak pasti tentang jalan mana yang harus ditempuh, dia harus berdoa memohon petunjuk dan arah, dan harus memahami prinsip-prinsip yang Alkitab berikan atas hal-hal serupa, dan selanjutnya membiarkan hati nuraninya yang memutuskan. Dia akan diminta bertanggung jawab karena mengikuti hati nuraninya.

 411. Apakah hati nurani pernah menyetujui sesuatu yang salah? Jika ya, bagaimana hati nurani menjadi suara Allah di dalam jiwa?
sembunyikan teks

Sudah pasti, hati nurani bisa, dan sering kali bisa, menyetujui hal-hal yang salah. Salah satu contoh menonjol (seperti yang telah dicatat), adalah Rasul Paulus, yang sesungguhnya beranggapan bahwa dengan menganiaya orang-orang Kristen dia melayani Allah. Banyak orang sejak Paulus telah berbuat salah dengan cara yang sama, sambil sungguh-sungguh percaya pada saat itu kalau mereka sedang berbuat benar. Hati nurani adalah kemampuan pikiran yang melihat dengan jelas kualitas moral dari suatu perbuatan, dan memberikan pertimbangan atasnya, sesuai dengan standar baik dan benar yang dimilikinya. Kalau standarnya salah, keputusan hati nurani pasti salah. Salomo berkata "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut". Hati nurani harus diajar; ia harus bersandar pada pengetahuan dan akal untuk memperoleh datanya; ia harus menghindari dibengkokkan oleh minat pribadi dan ditumpulkan oleh lingkungannya. Paulus berbicara (I Kor. 8:7) tentang hati nurani yang lemah, yang menganggap sesuatu salah padahal tidak ada kesalahan sama sekali. Sebagai seorang hakim, ia mewakili Allah dalam jiwa, tetapi ia tidak pernah menggunakan pertimbangan yang sempurna. Hati nurani membutuhkan penerangan ilahi dan perkembangan yang didapatkan dengan membaca Alkitab dan berdoa. Akan tetapi "suara Allah" di dalam kita dalam hal ini, yang meminta kita berbuat benar, sejauh kita bisa melihatnya, berapa pun harganya; dan sewaktu kita menaatinya atau pun tidak, ia akan memberi ganjaran atau pun hukuman disertai persetujuan yang manis atau hukuman yang keras.

 412. Apakah suara Roh Kudus adalah suara hati nurani?
sembunyikan teks

Fakta-fakta pengalaman tidak menyokong kesimpulan bahwa hati nurani dan Roh Kudus adalah sama. Hati nurani adalah kemampuan jiwa yang menyetujui atau menyalahkan sesuai dengan apa yang seseorang lakukan atau pun tidak dan apa yang diyakininya benar. Dengan menyelidiki Alkitab, berdoa dan nasihat para sahabat Kristen, seseorang acap kali mengerti bahwa apa yang sebelumnya tampak benar pada kenyataannya adalah salah. Paulus percaya dia melakukan yang benar sewaktu menganiaya orang-orang Kristen. Seorang ibu beragama Hindu melemparkan bayinya ke Sungai Gangga yakin kalau dia berbuat benar, dan hati nuraninya menyetujuinya; tetapi sewaktu dia menjadi orang Kristen dia sadar kalau pengorbanan semacam itu adalah kejam. Di semua bangsa dan sepanjang waktu, jiwa-jiwa tertentu sudah waspada dan cukup merendahkan diri untuk mendengarkan pesan-pesan langsung dari Roh Kudus, tetapi hal ini diberikan melalui Firman yang tertulis, pesan Injil dan pengetahuan tentang Yesus sehingga Roh Kudus menjadi fakta pengalaman yang positif dan tetap. Orang Kristen menguji pesan-pesan yang tampaknya datang dari Dia melalui Alkitab, melalui kepribadian Kristus, melalui nasihat sahabat-sahabat Kristen (lih. I Yoh. 4). Pesan-pesan Roh Kudus jelas dan positif, tidak meragukan dan tidak membingungkan. Dalam orang Kristen yang diterangi, suara hati nurani dengan suara Roh selalu sepakat.

 413. Bagaimana pentahbisan dapat dilaksanakan?
sembunyikan teks

Pertanyaan tentang pentahbisan adalah salah satu yang sering muncul, namun kalau kita berhenti untuk menganalisanya, tampaknya aneh bahwa ada kesulitan tentangnya. Kalau Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda berikan kepada orang lain, berikan saja kepadanya; semudah inilah seharusnya bagi Anda untuk memberikan segenap hati dan hidup kepada Allah. Kita telah menjadi milik-Nya secara mutlak; dalam pentahbisan kita sekadar mengembalikan apa yang sudah menjadi milik-Nya. Inilah "satu hal" yang kurang dalam kehidupan orang yang tidak terhitung banyaknya, yang memberi mereka arti rohani sepenuhnya dan arah (lih. Rm. 12:1). Masalah bagaimana kita dapat keluar dari tangan Allah seharusnya lebih sulit daripada masalah bagaimana kita dapat menyerahkan diri kita kepada-Nya. Ingatlah bahwa Allah selalu bijaksana, selalu baik. Ada banyak hal yang acap kali disarankan pada pikiran kita sewaktu persoalan pentahbisan dikemukakan bukanlah saran dari Roh Kudus, tetapi dari pikiran kita sendiri, atau dari roh-roh yang mengganggu. Tidak ada ketidakpastian tentang suara Allah. Ia hanya meminta kita untuk menaati Dia ketika Ia menjelaskan tugas kita dan berjanji selalu memberi kita anugerah dan kuasa untuk tugas yang Ia bebankan pada kita. Seharusnya tidak boleh ada ketidaksediaan untuk menyerahkan kehidupan kita kepada-Nya; Dia dapat menanganinya dan mengarahkannya jauh lebih baik ketimbang kita. Pentahbisan menjadi mudah ketika kita mendekat pada salib Kristus. Di sana kita menyadari bahwa Dia memberikan diri bagi kita sebab kita adalah orang-orang berdosa karena ketidaksediaan di dalam hati kita untuk berserah kepadaNya. Mengetahui hal ini, maka tidaklah sukar untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada kasih-Nya, percaya Dia akan mengampuni dosa-dosa kita, menguduskan hati kita, serta memimpin dan memelihara kita.

 414. Apakah pertobatan sama dengan kelahiran kembali?
sembunyikan teks

Pertobatan, kalau istilah ini digunakan secara teologis, berarti berbalik dari dosa kepada Allah. Ini berarti pembalikan dari jalan hidup seseorang. Setelah pertobatan berbagai keinginan dan tujuan-tujuan serta prinsip-prinsip hidupnya berhenti terarah pada kenikmatan atau kepuasan pribadi atau ambisi duniawi, dan akan condong kepada Allah dan kekudusan. Kelahiran kembali adalah lahir baru yang dikerjakan oleh Roh Allah atas manusia. Dengan begitu, pertobatan dianggap merupakan kegiatan pada pihak manusia, sementara dalam kelahiran kembali dia pasif. Sewaktu Roh bekerja dalam roh manusia untuk "membuatnya bersedia pada hari Dia berkuasa", perbedaan di antara kedua istilah ini tidak terdapat pada waktu.

 415. Bagaimana pertobatan dilaksanakan?
sembunyikan teks

Dengan doa, dengan bertobat dari dosa-dosa kita, dengan sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai Juruselamat, dengan menyerahkan diri kita kepada Dia dalam segala hal sebagai pemandu kita, dan dengan memberitakan kesetiaan baru dan perjuangan, dengan pertolongan-Nya dan dalam kekuatan-Nya, yang mengatur kehidupan kita menurut ajaran-ajaran-Nya. Pertobatan berarti berbalik dari dosa kepada kebenaran, yang menghasilkan suatu perubahan dalam pikiran, keinginan, watak dan kehidupan sehari-hari, yang merupakan karya Roh Kudus atas hati sebagai hasil iman yang menyelamatkan. Bagaimanapun juga, pertobatan dalam pengertian berbalik dari dosa dan menerima Kristus sebagai Juruselamat, adalah berbeda dari kelahiran kembali, yang hanya bisa dikerjakan oleh Roh.

 416. Apakah pikiran-pikiran yang kotor merupakan tanda bahwa seseorang belum bertobat?
sembunyikan teks

Setiap orang mempunyai jalan yang lebar sehingga pencobaan dengan mudah menyerang dia. Tugasnya adalah menerapkan kewaspadaan khusus pada jalan itu. Dia harus menyelidiki dirinya sendiri dan mencari tahu cara terbaik untuk dapat menghadapi pencobaan itu. Adalah baik untuk memastikan dengan cara mengingat kembali periode-periode ujian kita, apa saja penyebabnya yang menarik, dan menghindarinya di masa mendatang. Banyak bekerja keras, baik fisik maupun mental, mengejar beberapa subyek studi yang mengasyikkan, pekerjaan tetap, menghindari lamunan, dan buku-buku yang tidak senonoh, diet terarah, dan di atas semuanya itu, cara yang harus kita pakai adalah sungguh-sungguh berdoa, khususnya sewaktu pikiran yang jahat muncul. Tetapi kita harus tidak henti-hentinya waspada terhadap pencobaan yang tiba-tiba. Kita harus berjuang dalam peperangan kita, dan ini pasti berat, tetapi kita bisa mengharapkan pertolongan ilahi, dan jika kita benar-benar bersungguh-sungguh, kita akan menjadi pemenang. Kita harus bertindak dengan cerdas, seperti yang kita lakukan jika kita tertimpa penyakit jasmani dan berusaha mencari kesembuhan. Ribuan orang telah menghadapi peperangan yang sama dan memenangkannya. Kita seharusnya tidak meragukan kenyataan pertobatan kita. Hal ini akan meruntuhkan kekuatan kita.

 417. Adakah ayat di dalam Alkitab yang melarang segala jenis tarian?
sembunyikan teks

Tidak secara spesifik, tetapi Alkitab menyalahkan tingkah laku yang sembrono, kebodohan dan kejahatan dalam segala bentuk. Ada beberapa hal tentang tingkah laku Kristen yang berlaku dalam kehidupan modern yang tidak ada peraturan atau wewenang spesifiknya di dalam Alkitab, karena kondisi-kondisi sosial telah berubah secara besar-besaran. Sifat buruk dan kegemaran masa modern telah muncul dan semua ini harus ditangani oleh orang Kristen sebagaimana yang didiktekan oleh hati nurani dan pertimbangannya. Berdansa atau menari, meskipun tidak berdosa cenderung merosot menjadi dosa (sebagaimana yang ada dalam masyarakat masa kini). Seandainya cara berdansa yang tidak teratur sudah lazim pada masa Alkitab (selain hiburan yang terhitung tidak bersalah pada masa itu, begitu pula dengan tarian-tarian seremonial atau religius), tidak diragukan lagi cara itu akan menjadi subyek celaan hebat yang diterapkan pada keburukan apa pun pada saat itu. Tujuan Kitab Suci adalah memberikan prinsip-prinsip umum untuk hidup baru dan dengan begitu memberi kita manfaat besar untuk memutuskan sendiri bagaimana cara menerapkannya. Dalam tarian modern, kejahatan begitu jauh melebihi kebaikan sehingga menjadi tidak dapat dipertahankan dan seharusnya tidak dibenarkan oleh orang Kristen.

 418. Apakah Allah mengirimkan sakit penyakit?
sembunyikan teks

Allah memerintah dunia dengan memakai hukum-hukum alam yang ditetapkan-Nya dan adalah mustahil untuk menentukan sejauh mana Dia menggunakan hukum-hukum itu untuk melaksanakan maksud-maksud yang sudah ditakdirkan. Barangkali, dalam beberapa kasus, di mana Dia melihat seorang anakNya perlu didisiplinkan, atau harus dilepaskan dari pekerjaan dan hubungan duniawi supaya bisa dibawa semakin dekat kepada-Nya, Dia bisa mengizinkan sakit penyakit menimpa dia. Dalam beberapa ayat, sakit penyakit dianggap sebagai sebuah penghukuman (lih. Ul. 28:27, 59, 60 dan 61). Ada sebuah *contoh yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 12:23. Di sisi lain, sudah pasti kalau banyak sakit penyakit yang menimpa manusia merupakan hasil dari hukum-hukum kesehatan yang tidak dihiraukan, dan meskipun dapat digunakan untuk manfaat rohani dari si penderita, tidak seharusnya dikaitkan dengan Allah.

 419. Bagaimana caranya menghilangkan keraguan?
sembunyikan teks

Satu-satunya jalan keluar dari segala bentuk kegelapan rohani adalah iman yang teguh kepada Kristus. Kegelapan rohani bagaimanapun juga selalu berarti kita meragukan Dia. Kita acap kali tergoda untuk berpikir bahwa sesuatu hal yang lain perlu dilakukan sebelum kita mulai mempercayai Dia, suatu pengurbanan harus dibuat, suatu tugas. harus dilaksanakan, suatu masalah harus dipecahkan. Tetapi hal-hal ini datang sesudah iman, bukan sebelumnya. Tentu saja, kalau orang melakukan hal yang positif salah, maka kesalahan itu harus diperbaiki, sebelum kita percaya bahwa Kristus sepenuhnya menyelamatkan kita. Tetapi bila tidak ada kesalahan positif seperti itu yang pernah dilakukan dan tidak ada tugas yang jelas diabaikan, maka satu-satunya persyaratan ialah percaya kepada Kristus. Nasihat-nasihat lainnya adalah palsu. "Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka". Inilah satu-satunya tempat kedamaian dan terang kita. Kalau Anda percaya bahwa Dia telah mati bagi Anda, bahwa Dia mati untuk memungkinkan adanya pengampunan atas dosa-dosa Anda dan menyucikan hati Anda; kalau Anda percaya karena Dia telah mati maka dosa-dosa Anda diampuni dan hati Anda disucikan, Anda akan menemukan kedamaian, dan Anda akan menemukan Kristus di dekat Anda, disertai terang, penghiburan dan kuasa-Nya. Lagi pula, tidaklah mengherankan kalau kita merasa sedih sementara kita meragukan Dia. Anda akan merasa sedih kalau Anda meragukan sahabat, saudara, dan orang tua Anda. Dan ingatlah bahwa Dia juga bersedih karena keraguan kita. Bacalah beberapa janji berharga dalam Firman Allah, dan tolaklah keraguan itu sebab janji-janji itu dituliskan bagi Anda sebagaimana halnya kepada anak-anak-Nya yang lain: Yesaya 55; Yehezkiel 36:25-27; Matius 5:8, 10; Matius 7:7-11; Yohanes 7:38, 39; Yohanes 8:36; Kisah Para Rasul 2:14, 16-21, 39; Roma 6; Roma 8:11; II Korintus 7:1; Galatia 3; Efesus 3:14-21; Kolose 3; I Tesalonika 5:23; Ibrani 4:9-11, 7:25, 9:11-14; Ibrani 10:1-22, 35; Ibrani 11; I Yohanes 3:1-9, 22; I Yohanes 5:4; Yudas 24, 25.

 420. Apakah seseorang yang dengan betul-betul telah bertobat memiliki pikiran-pikiran jahat?
sembunyikan teks

Pikiran-pikiran jahat bisa memasuki pikiran bahkan pikiran orang yang paling kudus. Selama kita masih berada dalam tubuh jasmani, kita takluk pada pencobaan, dan tidak akan ada pencobaan tanpa ada pikiran jahat yang muncul. Setiap saat kita mendengar atau melihat atau membaca kata atau perbuatan jahat ketika kita memikirkan yang jahat. Pikiran-pikiran ini tersimpan dalam otak, menjadi hal-hal dalam gudang besar ingatan, dan mungkin saja muncul kembali kapan saja. Memang pikiran itu sendiri bukanlah dosa; ini sekadar perasaan kita tentang pikiran itu dan keputusan kita atas apa yang harus kita perbuat atasnya yang memiliki sifat moral tertentu. Kalau hati kita terisi oleh kasih kepada Allah dan kepada orang lain, kita mendapati kasih ini membuat kita menolak pikiran jahat dan berbalik kepada kebaikan. Adalah berguna untuk mengingat bahwa apa yang menjadikan suatu hal jahat adalah bahwa ia dapat membahayakan seseorang. Kalau kita mengasihi orang lain, kita tidak akan untuk menyakiti tubuh, pikiran atau jiwa, dan memikirkan kasih akan mengatasi dan membuang pikiran jahat. Dalam pengertian inilah "kasih merupakan penggenapan hukum", dan bahwa "kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan", sebagaimana halnya emosi-emosi lainnya yang penuh dosa. Dengan demikian kita menawan setiap pikiran demi menaati Kristus.

 421. Mungkinkah bagi kita menghilangkan kecenderungan-kecenderungan jahat yang kita warisi?
sembunyikan teks

Kita sama sekali tidak yakin apakah kita dibenarkan untuk memberi tanggung jawab kepada leluhur kita atas kecenderungan-kecenderungan jahat kita. Beberapa orang suka sama-sama bertanggung jawab dengan Iblis. Bagaimanapun juga, sebaiknya kita menyelidiki seberapa jauh seseorang itu sendiri patut disalahkan. Barangkali, kalau bisa dibuktikan bahwa dia tidak ada sangkut-pautnya dengan asal-usul kecenderungan jahat itu, dia masih dapat membantu dalam perkembangannya. Tidak diragukan lagi bahwa dia mampu, setidaknya untuk dibebaskan dari menuruti kecenderungan-kecenderungan jahatnya, bahkan meskipun kecenderungan-kecenderungan itu tidak seutuhnya dihancurkan. Itulah yang hendak diperbuat oleh Kristus. Dia menawarkan kepada kita kuasa yang kita butuhkan untuk menaklukkan sifat-sifat alami kita. Roh Kudus di dalam hati kita begitu menguatkan sisi yang lebih baik dari akhlak kita supaya ia cukup kuat untuk menaklukkan kecenderungan-kecenderungan jahat kita. Kecenderungan-kecenderungan itu kemudian akan kehilangan kuasanya sehingga tidak lagi berbahaya, sama seperti bagian lain dari keberadaan kita yang tidak terpakai, akan menjadi lemah. Kita harus membantu dalam mengerjakan keselamatan kita sendiri. Kita harus menghindari pencobaan, dan harus waspada untuk mencegah perpecahan. Allah pasti menolong kita kalau kita jujur, dan dengan pertolongan Yang Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin.

 422. Apa manfaat iman bagi kita?
sembunyikan teks

"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1). Kita diperintahkan untuk beriman kepada Allah dan kepada Kristus (Yoh. 14:1; Yoh. 6:29) namun iman itu sendiri merupakan karunia dan karya Allah di dalam diri kita, melalui Roh Kudus oleh ayat-ayat Firman Allah dan khotbah dan cara-cara lainnya (Rm. 12:3; Ef. 2:8; Kis. 11:21; I Kor. 2:5; Ibr. 12:2; I Kor. 12:9; Yoh. 20:31; Yoh. 17:20), yang oleh cara-cara anugerah, ini menghasilkan pertobatan dan kemudian perubahan (Mrk. 1:15; Kis. 11:21). Melalui iman kita memperoleh pengampunan dosa, pembenaran, keselamatan, pengudusan, pengangkatan menjadi anak dan dapat menghampiri Allah, karunia Roh Kudus, terang dan kehidupan rohani, pembangunan, pemeliharaan, hidup kekal dan istirahat di surga (Kis. 10:43; Rm. 3:25; Kis. 13:39; Mrk. 16:16; Kis. 15:9; Yoh. 1:12; Gal. 3:26; Rm. 5:2; Ef. 3:12; Kis. 11:15-17; Yoh. 12:36, 46; Yoh. 20:31; Gal. 2:20; Yoh. 3:15-16; Ibr. 4:3). Iman sangat penting bagi pemahaman Injil yang bermanfaat; ini akan menjadikan Injil lebih berpengaruh atas orang-orang yang beriman; iman itu perlu bagi peperangan Kristen, dan tanpa iman adalah mustahil untuk berkenan kepada hati Allah (Ibr. 4:2; I Tes. 2:13; I Tim. 1:18, 19; Ibr. 11:6). Pengaruh iman di dalam kita adalah menimbulkan harapan, damai sejahtera, kepercayaan diri, keberanian dalam memberitakan kabar baik dan bersaksi dan, sebagaimana Kristus bernilai bagi orang-orang yang beriman dan tinggal di hatinya, mereka hidup, berdiri, berjalan, mendapatkan "kesaksian yang baik", bekerja dengan kasih, menaklukkan dunia, menolak Iblis (Rm. 5:2; Kis. 16:34; Rm. 15:13; Yes. 28:16; I Ptr. 2:6; I Ptr. 2:7; Ef. 3:17; Gal. 2:20; Rm. 4:12; Ibr. 11:2, 1 Yoh. 5:4, 5; I Ptr. 5:9; Mzm. 27:13; I Tim. 4:10). Oleh karena itu kita harus bersungguh-sungguh, teguh dan setia; berpegang pada iman kita dengan hati nurani yang baik dan tidak sebatas berdoa untuk peningkatan, melainkan dengan keyakinan yang teguh (I Tim. 1:5; II Kor. 8:7; Kis. 14:22; Rm. 4:20-24; I Kor. 16:13; Kol. 1:23; I Tim. 1:19; Luk. 17:5; II Tim. 1:12). Maka kita akan dikenal melalui buah-buah kita, karena tanpa buah, iman kita itu mati (Yak. 2:21-25; Yak. 2:17, 20, 26), dan karena semua kesukaran diatasi dengan iman, demikian juga segala hal harus dilakukan dengannya, tanpa merasa takut sebab kita sepenuhnya dilindungi oleh perisai dan baju zirah kita (Mat. 17:20, 21:21; Rm. 14:22; Ef. 6:16; I Tes. 5:8).

 423. Apa arti iman?
sembunyikan teks

Iman adalah percaya. Iman adalah karunia Allah, yang dikerjakan di dalam hati oleh Roh Kudus, yang menghidupkan dan memandu semua kemampuan kita menuju satu tujuan. Kita harus berdoa untuk memiliki iman, dan supaya iman kita bertumbuh. Iman kita juga akan diperkuat dengan selalu mengingat janji-janji Kristus yang berulangkali diucapkan bahwa doa-doa kita kepada Bapa, dalam nama-Nya, pasti akan dijawab kalau kita memintanya dengan iman, dan percaya sewaktu kita memintanya. Lihat Matius 7:7; Lukas 11:9; Yohanes 14:13, 15, 16; Yakobus 4:2; I Yohanes 3:22, 5:14; Lukas 11:10. Iman didefinisikan sebagai "dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1); iman adalah pekerjaan jiwa yang dengannya kita merasa pasti akan keberadaan dan kebenaran dari sesuatu yang tidak ada di depan kita, atau tidak tampak.bagi indera manusia. Setiap orang menilai iman secara berbeda, yang akan dirasanya sukar bahkan tidak mungkin untuk menunjukkannya dengan cara-cara yang tampak. Ini merupakan hal mempraktikan iman - latihan sukarela - yang memampukan kita untuk bertambah dalam mempercayai kebenaran-kebenaran besar yang Allah berkenan nyatakan. Paulus menyatakan "sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat" (II Kor. 5:7). Yesus sendiri berfirman (Yoh. 20:29), "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya". Dengan demikian, sementara mempercayai apa yang kita lihat dan pahami akan mendatangkan manfaat, percaya pada apa yang tidak terlihat dan hanya dipahami secara samar-samar mendatangkan manfaat yang lebih besar. Ada banyak hal di alam semesta ini yang kita percayai, tanpa harus kita pahami sepenuhnya; kita percaya karena kita mendapatkan buktinya dari orang lain, meskipun bukan dari panca indera kita sendiri. Iman yang begitu saja percaya pada apa yang bisa ia lihat, pahami, jelaskan dan tunjukkan sama sekali bukan iman. "Tidak seorang pun melihat Allah", akan tetapi semua orang percaya kepada Allah. Hal-hal dalam dunia rohani tidak dapat ditunjukkan melalui perantara-perantara materiil, melainkan hanya bisa melalui perantara-perantara rohani. Menggunakan iman akan meningkatkan kerohanian kita, memampukan kita memahami berbagai hal yang tanpa latihan semacam ini tidak akan terpahami. Paulus mengatakan bagi orang Yunani terpelajar yang skeptis Injil adalah "kebodohan". Kebanggaan akan kepandaian adalah salah satu penghalang terbesar terhadap pertumbuhan rohani.

 424. Apakah kebohongan dapat dibenarkan?
sembunyikan teks

Seseorang yang menjadikan iman kepada Allah dan taat pada kehendak-Nya sebagai peraturan tertinggi dalam hidupnya, tidak akan pernah menemukan alasan atau pembenaran untuk kebohongan. Kebutuhan yang sangat dari manusia adalah kesempatan bagi Allah dan dalam keadaan krisis seperti itu iman kita ditempatkan dalam ujian terberat, Yang Mahakuasa mengulurkan tangan dan menolong sifat kita dengan kekuatan serta pertolongan Ilahi-Nya. Kita secara jelas diberitahu untuk tidak melakukan kejahatan supaya kebaikan datang dan bahwa semua pendusta "akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua". Allah bisa membebaskan orang-orang yang percaya kepada-Nya dalam setiap perselisihan dan orang-orang yang keadaannya demikian adalah aman, menurut ukuran iman mereka. Lihat Yesaya 26:4; Mazmur 3:5 dan 118:8; juga Mazmur 15. Berbohong dalam segala bentuk sudah jelas dilarang oleh Tuhan (Im. 19:11; Kol. 3:9). Dia sangat membencinya (Ams. 6:16-19). Kebohongan mencegah masuknya pembohong ke surga (Why. 21:27), dan orang-orang yang bersalah karenanya, pada akhirnya menemukan tempat tinggal di neraka (Why. 21:8). Iman penuh yang terdapat dalam diri laki-laki dan perempuan yang menerangi dunia, dengan hidup mereka, tidak akan ragu-ragu berbicara yang benar dan menyerahkan hasilnya dalam tangan Allah, mempercayakan keamanannya pada lengan Yang Mahakuasa.

 425. Apa dampak pengampunan?
sembunyikan teks

Beberapa orang mungkin bertanya: "Apakah Allah telah melupakan semua dosa saya setelah mengampuninya, tetapi mengapa justru kita yang tidak bisa melupakannya?" Allah berfirman dalam Yesaya 43:25 dan Yeremia 31:34 bahwa Dia tidak akan mengingat pelanggaran kita. Arti kata "mengingat" dalam ayat-ayat ini jelas adalah Allah tidak mengingat dosa yang dilakukan oleh orang berdosa. Perhitungan ini dibatalkan; dosa-dosa itu tidak lagi dihubungkan dengan dia. Sejak penyataan tentang rencana penebusan Allah, kita tahu kalau hutang telah dibayar lunas. Ketika hutang sudah dibayar lunas, maka ia dilupakan, meskipun catatan transaksinya tetap ada dalam ingatan orang-orang yang bersangkutan. Dalam pengertian ini Allah melupakan dosa-dosa kita, tetapi tidak ada alasan bagi Dia untuk membuka atau membatasi Kemahatahuan-Nya dengan benar-benar tidak mengetahui kejadian-kejadian masa lampau yang pasti telah terjadi. Kita mengetahuinya, dan Allah tidak bisa meneliti pikiran-pikiran kita tanpa mengetahui catatan dosa kita. Ada berbagai ayat dalam Kitab Suci yang di mana Allah mengingat pengampunan-Nya atas perbuatan salah umat-Nya, tetapi mengingat itu bukanlah suatu tuduhan, melainkan lebih merupakan sebuah kesaksian akan pengampunan. Kita tidak dapat membuat diri sendiri melupakan segala hal dengan cara melatih kehendak. Akan menjadi suatu mukjizat tidak kentara dan hampir tidak dapat dibayangkan bagi Allah untuk melepaskan dari otak kita ingatan akan dosa-dosa kita dan meninggalkan di sana ingatan akan perbuatan-perbuatan dan peristiwa-peristiwa lainnya yang terjadi pada hari dan jam yang sama. Kita tahu bahwa dalam artian hutang atau kesalahan, Allah melupakan dosa-dosa kita sewaktu Dia mengampuni kita, dan hal ini harusnya membantu menahan orang dari dosa untuk mengakui kenyataan bahwa suatu dosa yang pernah dilakukan barangkali tidak akan pernah terhapus dari ingatan kita, setidaknya dalam kehidupan ini, dan ini tidak akan pernah hilang dari catatan peristiwa-peristiwa dunia yang benar. Hal ini baik buat kita untuk dijadikan peringatan dan perangsang. Dengan melihat bahaya yang telah kita lalui, membantu kita supaya tidak terjerumus lagi secara serius. Bukan berarti kita menjadi tanpa dosa, tetapi, karena janji-janji dalam I Yohanes 3:9, kita terlepas dari kekuasaan dosa, dan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan tidak dimasukkan. Oleh karenanya, jangan ada seorang pun putus asa dengan pemikiran bahwa hal apapun di masa lalu, besar atau kecil, bisa mencegah mereka memiliki damai sejahtera Allah dalam jiwa mereka saat ini. Keselamatan adalah hal yang sekarang. Sejauh keberadaan kita dalam Kristus, tidaklah penting apakah kita sudah bertobat pada saat kita dibaptiskan atau tidak. Satu-satunya pertanyaan adalah: "Apakah kita akan percaya kepada Kristus saat ini juga untuk mengampuni semua dosa masa lalu dan menjadikan kita benar-benar milik-Nya?" Ada puluhan dalam Alkitab tentang pengampunan bagi semua orang berdosa yang masih mencarinya. Pembunuh, pencuri, pemabuk, segala jenis pendosa, tahu kalau janji-janji ini benar dan mereka menerima damai sejahtera Allah dalam jiwa mereka. Allah akan mengampuni dan melupakan, dan membiarkan Anda mulai kembali sekarang juga. Berhentilah meragukan Dia. Mulailah mempercayai-Nya dan persoalan Anda akan lenyap. Bacalah Galatia 5:6; II Korintus 7:2; Yesaya 55:7; Yesaya 1:18; Yesaya 43:25.

 426. Apakah dibenarkan untuk "takut" kepada Allah?
sembunyikan teks

Kata "takut", seperti yang dipakai dalam Alkitab, memiliki dua arti yang berbeda - takut dalam anti ketakutan dan kengerian, dan takut dalam arti hormat dan sungguh-sungguh taat. Tidaklah mudah untuk menentukan anti mana yang dimaksudkan untuk kedua kata Ibrani yang paling banyak dipakai kedua arti itu. Dalam Perjanjian Baru kata Yunani yang lebih umum dipakai adalah yang memiliki anti ketakutan atau kengerian. Seluruh amanat Alkitab adalah bahwa kasih yang paling dikehendaki Allah dari umat manusia. Tetapi dosa menghalangi mereka untuk mengasihi Dia, sehingga Dia menyatakan bagi mereka, melalui hati nurani dan melalui Hukum Taurat, akibat-akibat yang menakutkan dari dosa. Hal ini membangkitkan rasa takut yang mendorong mereka kepada-Nya untuk memohon pengampunan dan keamanan. Siapa pun yang hidup dalam dosa, sewaktu hati nuraninya berbicara, merasa takut akan kuasa dan keadilan Allah. Setelah dia diampuni dia merasakan hormat kepada Allah dan mulai mengasihi Dia. Seiring dengan kemajuannya dalam kehidupan Kristen rasa takut akan Allah, dalam arti ngeri, akan hilang. Yohanes berbicara tentang "kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan" (I Yoh. 4:18). Di sepanjang kehidupan Kristen rasa hormat akan tetap ada, tetapi kasih bertumbuh dan semakin dominan. Kata yang paling tepat adalah "persahabatan". Allah menghendaki kita menjadi sahabatNya, seperti Abraham dan Musa, melayani Dia karena kita mengasihi-Nya, bersukacita dalam karunia-karunia yang dilimpahkan oleh kasih-Nya. Kristus ingin membawa kita semua ke tempat di mana Dia bisa berkata kepada kita seperti kepada murid-murid-Nya: "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, tetapi Aku menyebut kamu sahabat" (Yoh. 15:15).

 427. Mengapa pembasuhan kaki tidak dilangsungkan seperti Perjamuan Tuhan?
sembunyikan teks

Pembasuhan kaki pada abad-abad awal dan di negeri Bangsa Timur melambangkan pelayanan yang baik, kenyamanan serta keramahan. Seorang tuan rumah akan mencuci kaki tamunya dari debu, setelah melepaskan alas kakinya, seperti kita membuka mantel teman kita dan menggantungnya untuk mereka. Tentu saja, tindakan-tindakan spesifik berubah seiring perubahan adat bahkan keadaan cuaca, tetapi rohnya tetap sama. Kita ingin menunjukkan kepada sahabat kita kalau kita bersedia melayani mereka. Kristus menekankan hal ini dengan melakukan pelayanan ini (yang meliputi semua bangsa Timur) kepada murid-murid, meskipun Dia dianggap sebagai Guru, Tuan dan Pemimpin mereka. Ini merupakan sebuah tanda yang konkret dari seluruh amanat-Nya bahwa para pengikut-Nya harus rendah hati, dan cepat dalam melayani orang lain. Dia tidak membatasi roh dan motivasi kepada satu perbuatan dalam hidup, melainkan meminta dengan tegas supaya ini menjadi prinsip tindakan bagi segenap kehidupan kita. Sebagaimana halnya kesopanan dan kebaikan yang tuan rumah tunjukkan kepada tamu-tamunya, orang Kristen juga harus menunjukkannya kepada satu sama lain setiap saat, dan kepada semua orang yang mereka temui.

 428. Apakah kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita meski dia tidak meminta maaf?
sembunyikan teks

Kristus menanamkan roh pengampunan, roh yang mengasihi bahkan kepada musuh. Inilah roh yang ditunjukkan-Nya di atas salib ketika Dia berdoa kepada Bapa-Nya bagi para prajurit yang memakukan Dia pada kayu salib, meskipun mereka tidak mendoakan diri sendiri ataupun mengungkapkan penyesalan. Kejengkelan dilarang, tetapi di sisi lain, kita memiliki hak untuk mengharapkan adanya penyesalan dari pihak yang bersalah. Dia tidak berhak untuk beranggapan bahwa kita harus melupakan kesalahannya seolah-olah dia tidak pernah melakukannya. Kalau dia menghendaki pengampunan dari kita, dia harus memintanya; tetapi bahkan sebelum dia memintanya kita harus bersedia memberikannya. Di dalam hati kita mungkin sudah mengampuni dia, tetapi, pendamaian yang lahiriah dan formal menantikan perasaan penyesalan dari dia. Dalam Matius 18:15 terdapat isyarat bahwa seseorang yang menderita kesalahan itu harus berusaha menimbulkan penyesalan pada orang yang bersalah kepada kita dengan cara mendatangi dia dan memberitahukan kesalahannya. Andaikata dia tetap tidak mengakuinya, kita tidak diwajibkan untuk memperlakukan dia sebagai saudara, bahkan selanjutnya kita tidak boleh menyimpan kejengkelan dan khususnya tidak boleh ada balas dendam, melainkan membalas kejahatannya dengan kebaikan. Dalam Matius 5:23, 24 tampaknya Tuhan memikirkan pertengkaran yang telah terjadi, bukannya luka-luka. Saudara laki-laki yang mempunyai sesuatu terhadap Anda tampaknya menunjukkan iri hati, atau hutang, sebagaimana yang dikatakan oleh ayat-ayat berikut. Dalam kasus apa pun, seharusnya tidak ada perselisihan. Harus ada pendamaian kembali ter lebih dahulu.

 429. Dalam pengertian apa kesalehan bermanfaat bagi kehidupan sekarang ini?
sembunyikan teks

Sejak Firman Allah memberitahukan bahwa kesalehan bermanfaat bagi kehidupan sekarang ini, maka kesalehan harusnya berpengaruh baik atas urusan manusia yang bersifat sementara. Pemenuhan kebutuhan hidup dijanjikan kepada orang-orang yang mencari lebih dahulu Kerajaan Allah. Orang yang merenungkan cara untuk menjadi saleh demi mendapatkan keuntungan, tidak tahu apa kesalehan sejati itu (lih. I Tim. 6:5; juga Kisah Para Rasul 8:19). Dalam perjanjian lama, kesalehan dalam suatu bangsa menjamin kesejahteraan nasional. Berkat-berkat yang lebih baik dijanjikan dalam sistem agama Perjanjian Baru. Kemakmuran sementara masih menjadi akibat yang rasional dari kesalehan. Semakin tinggi sifat kualitas mental dan moral, semakin baik kecakapan-kecakapan bisnisnya. Kesalehan menuntut kerajinan, penghematan, kejujuran, kesopanan, kesabaran, harapan - semuanya ini sangat bermanfaat bagi urusan-urusan yang bersifat sementara. "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya" (Yak. 5:16), dan dia diizinkan berdoa untuk meminta kesejahteraan dalam urusan-urusan yang bersifat sementara. Kita didorong untuk membawa segala hal, dalam doa, kepada Allah (Flp. 4:6).

 430. Bagaimana kita bisa bertumbuh dalam anugerah?
sembunyikan teks

Kata yang artinya sama dengan "anugerah" adalah "berkat". Anugerah pertama-tama berarti kecenderungan Allah terhadap diri kita: yaitu, kesediaan-Nya untuk memberkati kita; kasih dan pertolongan-Nya. Ini juga berarti berkat yang diterima, keadaan atau pengalaman yang dibawa oleh berkat Allah. Dalam kata "anugerah" terdapat gagasan yang selalu mencakup sesuatu yang dilimpahkan seluruhnya tanpa ada jasa atau pembayaran dari pihak yang menerimanya. Berkat-berkat Allah dilimpahkan secara cuma-cuma; kita tidak perlu bersusah payah mendapatkannya; Dia memberkati kita karena Dia mengasihi kita, dan karena Dia murah hati. Satu-satunya Yang Dia minta adalah kesediaan kita untuk menerima anugerah-Nya. Janji-Nya kepada Paulus adalah Dia akan memberinya kekuatan yang diperlukan untuk menanggung kesengsaraan, dan seperti yang Paulus nyatakan secara tidak langsung di sisa ayat ini, kebahagiaan dalam berkat akan menyeimbangkan penderitaan karena duri yang dimilikinya.

Bertumbuh dalam anugerah berarti mengalami kemajuan dan perkembangan dalam pengalaman dan kuasa rohani. Orang Kristen bertumbuh dalam anugerah terlebih dahulu dengan cara bertumbuh dalam iman. Semakin kita percaya, semakin penuh kita mempercayakan jiwa kita dan semua seluk-beluk kehidupan kita kepada Allah, semakin kita diberkati. Kita bertumbuh dalam anugerah melalui pekerjaan kita bagi Allah. Pekerjaan rohani mengembangkan otot-otot rohani sebagaimana pekerjaan jasmani mengembangkan otot-otot jasmani. Semakin banyak kita berbuat semakin banyak yang dapat kita lakukan. Berdoa, menyelidiki Alkitab, bersekutu dengan orang-orang yang berwawasan rohani, hadir dalam persekutuan ibadah dan kebaktian doa, mengambil bagian dalam ibadah ini, akan menolong kita bertumbuh dalam anugerah. Akan tetapi kita harus ingat bahwa semua anugerah dilimpahkan oleh Allah sendiri; pada waktu kita memenuhi syarat-syaratnya dan memperbesar kapasitas, Dia memberi kita lebih banyak anugerah, sebagaimana Dia memberi kita kekuatan fisik dan mental yang lebih besar sewaktu kita memenuhi syarat-syarat untuk pertumbuhan jasmani dan mental.

 431. Apa "berkat memberi" itu?
sembunyikan teks

Hati yang dermawan dipuji di berbagai ayat dalam Kitab Suci, dan khususnya bila kedermawanan itu diberikan kepada orang miskin. Kita disuruh untuk mengingat kepada orang miskin (lih. Im. 25:35; Ul. 15:7), untuk menjadi penolong bagi anak yatim (lih. Mzm. 68:6; Mzm. 10:14), dan para janda (Yes. 1:17), mengunjungi mereka yang dalam kesusahan (Yak. 1:27), dan membiarkan mereka berbagi kelimpahan kita (Ul. 14:29); dan banyak berkat dijanjikan kepada mereka yang melakukan hal-hal ini. Orang yang memiliki banyak dan berlimpah-limpah akan secara khusus diberkati ke manapun mereka memberi, baik kepada usaha ataupun orang yang layak (Ul. 15:10). Ingat juga akan janji yang luar biasa, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan" (lih. Ams. 19:17). Adalah hal yang baik untuk menyimpan harta di surga, dan kita hanya mampu melakukannya dengan melakukan pekerjaan Allah dengan alat-alat yang diberikan kepada kita di sini. Kalau kita menggunakan karunia-karunia-Nya untuk kegemaran dan kesenangan kita sendiri, hal ini tidak akan menguntungkan kita pada akhirnya; tetapi kalau kita menerapkannya demi kemuliaan-Nya dan menguntungkan sesama kita yang lebih membutuhkan pertolongan daripada kita, ini berarti kita melakukan pekerjaanNya, dan pasti mendapatkan persetujuan-Nya. Dalam II Korintus 8:12 sang rasul berbicara tentang kegembiraan dan kesediaan yang orang-orang percaya harus berikan dalam pekerjaan Allah. Dia tidak membatasi pemberian itu kepada persepuluhan, melainkan mendorong mereka untuk memberi dengan bebas dan tidak pelit, supaya kelimpahan mereka menjadi kecukupan bagi kekurangan orang lain. Persembahan yang sangat kecil dari seorang janda (Luk. 21:3, 4) menjadi persembahan terbesar sebab dia memberikan semuanya yang dia miliki, dan iman serta kedermawanannya dipuji melebihi mereka yang memberi dari kekayaannya. Ada banyak orang terhormat yang memberi persepuluhan dan kita tidak akan mencegah mereka, dan ada yang lainnya yang tidak membatasi persembahan hanya kepada persepuluhan, melainkan memperbanyaknya; mereka juga layak dipuji. Allah lebih melihat pada roh orang yang memberi ketimbang pada persembahan itu sendiri. Ada beberapa kasus di mana persepuluhan berarti penderitaan dan, di sisi lain ada banyak persepuluhan itu merupakan persembahan yang kecil.

 432. Apa artinya "mengasihi Allah"?
sembunyikan teks

Tugas dan hak istimewa dalam mengasihi Allah menjadi jelas dan sederhana ketika kita berpikir tentang Yesus. Terlepas dari Dia, pemikiran manusia tentang Allah adalah sedemikian rupa sehingga sulit menyadari apa artinya mengasihi Dia. Tetapi persahabatan bagi Kristus bisa sangat nyata dan berharga. Ini merupakan bagian yang pasti dari seluruh rencana Allah yang menakjubkan. Dia turun ke bumi dalam oknum Yesus dan hanya memenangkan beberapa orang sahabat. Pria dan wanita ini mengasihi Dia dengan sangat. Mereka mengasihi Dia sebagai seorang rekan dan sahabat. Ketika Dia pergi, mereka tetap mengasihi Dia dengan kepastian dan intensitas yang sama sebagaimana yang mereka rasa ketika Dia masih ada bersama-sama dengan mereka. Paulus, yang tidak pernah melihat-Nya sebagai manusia, mengasihi-Nya dengan kegemaran dan kegairahan yang sama dengan Petrus dan Yohanes, yang melihat Dia. Dan semua orang Kristen mula-mula mengetahui bahwa dengan mengasihi Yesus mereka mengasihi Allah. Profesor Herrmann dari Marburg berkata: "Dalam pikiran mereka semua perbedaan antara Kristus dengan Allah itu telah lenyap". Dia adalah Allah; mereka sudah tahu. Dan sewaktu mereka mengasihi Dia dan bekerja bagi Dia dan bersedia mati bagi Dia, mereka tahu kalau mereka menggenapi perintah lama, yang sebelumnya dianggap aneh dan sukar, untuk mengasihi Tuhan Allah mereka dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi dan dengan segenap kekuatan mereka. Pengalaman yang sama ini bisa terjadi pada semua orang percaya sekarang ini. Kristus ada bagi semua orang dari kita, Sahabat yang selalu hadir, yang persahabatannya kita senangi dan kita hidup dan bersedia mati bagi-Nya.

 433. Bagaimana cara kita "mencerminkan" Allah?
sembunyikan teks

Bacaan di tepi halaman dalam Alkitab Versi di Revisi (II Kor. 3:18) dan terjemahan baru memakai kata "mencerminkan" dan bukan melihat. Ini membuat artinya lebih jelas. Orang-orang Kristen harus menjadi cermin, yang memantulkan kemuliaan Allah. Para pengunjung Sistine Chapel di Vatikan mendapatkan cermin-cermin kecil yang membantu mereka menikmati lukisan-lukisan Michelangelo yang hebat di langit-langit tanpa merasa tidak nyaman. Orang-orang duniawi tidak akan melihat Allah, melainkan kita, dan mereka seharusnya melihat Allah yang tercermin di dalam kita, sebagaimana lukisan-lukisan sang seniman yang terpantul dari cermin. Dengan memperlihatkan dan mencerminkan Allah, kita menjadi lebih seperti Dia secara terus-menerus ("diubahkan menjadi serupa") dengan menapaki tahap pengalaman agung yang satu ke yang lainnya ("dari kemuliaan ke kemuliaan"). "Seolah-olah berasal dari Tuhan Roh" (R.V.) dalam arti cara yang cocok dengan karakter dan cara Roh Kudus. Dia mengerjakan perubahan dalam kita dengan cara yang sempurna, yang memadai, dan saleh yang sama. Bandingkan dengan Keluaran 34:29-35; Mzm. 34:5; Kisah Para Rasul 4:13. Bacalah seluruh pasal tersebut dan selanjutnya bacalah II Korintus 3 dan 4.

 434. Bagaimana seseorang tahu kalau dia hidup dekat dengan Allah?
sembunyikan teks

Kalau kita meminta, dalam nama Anak yang dikasihi-Nya, untuk diberi seduhan kekuatan setiap hari dan anugerah yang mencukupkan kebutuhan kita, Dia akan mengabulkan permohonan kita. Barangkali tidak ada ungkapan kehidupan Kristen yang lebih baik dibandingkan kalimat yang diucapkan Profesor David Smith. Dia berbicara tentang tugas orang Kristen: "Orang yang dengan gagah berani melewati jalannya yang sukar akan menemukan Allah di sampingnya. Tetapi ada penemuan yang lebih berbobot, yaitu kasih Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita; dan kasih ini dinyatakan melalui kasih kepada sesama kita. Jagalah hati Anda supaya tetap manis dan lembut; menahan diri dari pertikaian; memandang dengan sorot mata yang ramah dan simpatik kepada sesama makhluk Anda, manusia dan binatang dan burung; perhatikan dukacita dan kesengsaraan mereka, dan berikan kepada mereka penghiburan dan bantuan Anda yang terbaik. Hanya jika kita mengasihi seperti Dia maka kita akan mengenal keajaiban dan kemuliaan kasih-Nya. Di situ terletak rahasia pendamaian yang berlipat dua, kaitan antara hidup kita yang kecil dengan susunan yang kekal. Taatlah, maka Anda akan tahu; kasihilah, dan kasih Kristus akan dicurahkan sebanyaknya ke dalam hati Anda. Dan setelah kasih Kristus menguasai Anda, kehidupan akan menjadi lebih berharga dan menyenangkan di mata Anda, dan Anda akan mengerti apa yang Santo Petrus maksudkan dengan 'sukacita tak terkatakan dan penuh dengan kemuliaan' - sukacita mendalam yang kuat yang berasal dari kepercayaan bahwa fakta utama dalam alam semesta adalah Kasih Allah dalam Kristus Yesus Tuhan kita, kasih yang mati di atas salib karena belas kasihan terhadap kesengsaraan dunia".

 435. Apa yang tercakup dalam pengangkatan anak oleh Allah?
sembunyikan teks

"Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan, demikianlah Firman Tuhan, Yang Mahakuasa" (II Kor. 6:18). Pengangkatan seperti ini sesuai dengan janji, oleh anugerah Allah, melalui Kristus, dan kita menerimanya oleh iman (Gal. 3:7, 26; Rm. 9:8; Yeh. 16:3-6; Rm. 4:16, 17; Yoh. 1:12). Orang-orang kudus ditakdirkan untuk diangkat dan dikumpulkan menjadi satu di dalam Kristus (Rm. 8:29, Yoh. 11:52), kemudian mereka menjadi saudara-saudara-Nya (Yoh. 20:17). Kelahiran baru kita dikaitkan dengan pengangkatan kita sebagai anak, Roh Kudus adalah saksinya, dan dengan memimpin kita Dia memberi kita buktinya (Yoh. 1:12, 13; Rm. 8:15, 16; Rm. 8:14). Pengangkatan ini harus mengarah pada kekudusan dan harus mengerjakan di dalam kita persamaan dengan Allah dan memiliki kepercayaan seperti anak kepada Allah (Mat. 5:44,45, 48; Mat. 6:25-34); keinginan akan kemuliaan Allah, cinta damai, semangat untuk berdoa, pengampunan dan belas kasihan (Mat. 5:16, 7:7-11, 5:9, 6:14; Luk. 6:35, 36).

 436. Bagaimana Alkitab menjelaskan tentang "mengasihi Allah" dan di mana ini dituliskan?
sembunyikan teks

Kasih kepada Allah diperintahkan (Ul. 11:1) dan memang menjadi perintah yang agung (Mat. 22:38). Kasih itu hendaknya dilakukan dengan segenap hati, dan akan dianggap lebih baik daripada kurban (Ul. 6:5; Mrk. 12:33). Hal ini dihasilkan oleh Roh Kudus dan disebabkan oleh kasih Allah kepada kita dan oleh jawaban-jawaban doa (Gal. 5:22; I Yoh. 4:19; Mzm. 116:1). Kristus memberi kita teladan tentang hal ini, dan ini menjadi ciri khas orang-orang kudus (Yoh. 14:31; Mzm. 5:11). Orang-orang yang memiliki kasih ini dikenal Allah, dan dipelihara dan dibebaskan oleh Dia; mereka mengambil bagian dalam belas kasih-Nya dan segala hal bekerja bersama demi kebaikan mereka (I Kor. 8:3; Mzm. 145:20; Mzm. 91:14; Kel. 20:6; Rm. 8:28). Sambil bertekun (Yud. 21), dan mendorong satu sama lain (Mzm. 31:23), orang-orang kudus akan memiliki sukacita dan membenci dosa. Dalam hati mereka taat kepada Allah, dan Dia, selain setia kepada orang-orang yang mengasihiNya, akan menggenapi di dalam mereka janji-janji-Nya (Mzm. 5:11; I Yoh. 5:1; Mzm. 97:10; Ul. 30:20; Ul. 7:9; Ul. 13:3; Ul. 11:13; Mzm. 69:36; Yak. 1:12). Kasih kepada Allah secara wajar membawa kasih kepada Kristus. Sekali lagi di sini kita mendapatkan sebuah teladan yang baik yang diberikan oleh Allah sendiri dan oleh orang-orang kudus (Mat. 17:5; Yoh. 5:20; I Ptr. 1:8). Kasih kepada Dia yang seperti ini harus diwujudkan dengan mencari, menaati, melayani, memilih Dia ketimbang lainnya, dan dengan memikul salib-Nya (Yoh. 14:15; Mat. 27:55; Mat. 10:37; Mat. 10:38). Inilah ciri khas orang-orang kudus dan sebuah bukti akan adanya pengangkatan. Mereka yang memilikinya dikasihi baik oleh Allah maupun Kristus, dan menikmati persekutuan bersama mereka (Kid. 1:4; Yoh. 8:42; Yoh. 14:21, 23; Yoh. 16:27; Yoh. 14:23). Kasih seperti ini haruslah tulus, rajin, tertinggi, tidak terpadamkan, dan "sampai mati" (Ef. 6:24; Kid. 1:7; Mat. 10:37; Kid. 2:5, 8:7; Kis. 21:13; Why. 12:11).

 437. Mengapa kita harus memuji Allah, dan bagaimana seharusnya kita melakukannya?
sembunyikan teks

Kita harus memuji Allah karena Dia layak dimuliakan dengan puji-pujian kita (II Sam. 22:4; Mzm. 22:23). Kita harus memuliakan Dia sebab ini wajib diberikan untuk keagungan, kemuliaan, keunggulan, kekudusan, kebijaksanaan, kuasa, kebaikan, belas kasihan, kasih kebajikan, kebenaran dan karya-karya ajaib-Nya (Mzm. 96:1, 6; Mzm. 138:5; Kel. 15:7; I Taw. 16:25; Kel. 15:11; Dan. 2:20; Mzm. 21:18; Mzm. 107:8; II Taw. 20:21; Mzm. 138:2; Yes. 25:1; Mzm. 89:5). Juga karena karunia-karunia-Nya bagi kita yaitu, penghiburan, pertimbangan, nasihat, penggenapan janji-janji-Nya, pengampunan dosa, kesehatan rohani, penjagaan tiada henti, perlindungan, jawaban doa, harapan akan kemuliaan, dan semua berkat jasmani serta rohani (Mzm. 42:5; Mzm. 101:1; Mzm. 16:7; I Raj. 8:56; Mzm. 103:1-3; Mzm. 71:6-8; Mzm. 40:1-3; Mzm. 28:7; Mzm. 28:6; Mzm. 118:21; I Ptr. 1:3, 4; Mzm. 103:2; Ef. 1:3; Mzm. 104:1, 14; Mzm. 136:25). Pujian semacam itu bagi Allah harus diberikan baik oleh para malaikat, orang kudus, bangsa bukan Yahudi, anak-anak, kaya dan miskin, tua dan muda, kecil dan besar, semua manusia dan semua makhluk (Mzm. 103:20; Mzm. 30:4; 117:1, 8:2, 148:1, 12; Why. 19:5; Mzm. 107:8, 148:1-10). Pujian ini baik dan elok (Mzm. 33:1; Mzm. 147:1) dan harus dinaikkan dengan disertai pemahaman, jiwa, hati, ketulusan, sukacita, kegembiraan, ucapan syukur (Mzm. 47:7, 103:1, 9:1, 119:7, 63:5; II Taw. 29:30; I Taw. 16:4). Pujian ini harus dipersembahkan secara terus-menerus, tiada henti, siang dan malam, selama-lamanya (Mzm. 35:28, 104:33, 71:14; Why. 4:8; II Taw. 30:26; Mzm. 145:1, 2). Dan boleh diungkapkan dalam mazmur serta nyanyian pujian, diiringi alat-alat musik (Mzm. 105:2;.I Taw. 16:41, 42) dan menjadi bagian dari penyembahan umum (Mzm. 9:14, 100:4, 118:19, 20). Di dalam penyembahan kita harus memuliakan, menang, mengungkapkan sukacita dengannya, menyatakan, mengajak orang lain melakukannya, berdoa untuk memiliki kecakapan melakukannya, dikuasai oleh roh pujian dalam segala suasana, bahkan saat ditimpa kemalangan (I Taw. 16:35; Mzm. 106:47; Yak. 5:13; Yes. 42:12; Mzm. 34:3, 51:15; Yes. 61:3). Pujian ini teristimewa dianggap sebagai kemenangan, suara nyanyian, suara mazmur, kurban pujian dan sukacita (Ibr. 13:15; Mzm. 66:8, 47:1; Yes. 51:3; Mzm. 98:5; Ibr. 13:15; Mzm. 27:6).

 438. Apa arti pengampunan Allah dan seharusnya mengarah pada apa?
sembunyikan teks

Pengampunan atas dosa-dosa dijanjikan kepada kita (Yes. 1:18; Yer. 31:34; Ibr. 8:12). Tidak ada pengampunan tanpa pencurahan darah dan pengurbanan sah dan penyucian lahiriah tidaklah berguna sebab selain dari darah Kristus dapat membuatnya menjadi manjur (Im. 17:11; Ibr. 9:22; 10:4; Yer. 2:22; Za. 13:1; I Yoh. 1:7). Hanya Allah yang bisa mengaruniakan pengampunan ini, demikian halnya oleh dan melalui Kristus dan darah-Nya (Dan. 9:9; Mrk. 2:7; Luk. 7:48; Luk. 1:69, 77; Mat. 26:28). Dia mengaruniakannya demi Kristus secara cuma-cuma, melimpah, yang disiapkan bagi orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka, bertobat dan percaya (I Yoh. 2:12; Yes. 43:25; Neh. 9:17; Yes. 55:7; I Yoh. 1:9; Kis. 2:38; Kis. 10:43). Dengan melakukannya Allah menyatakan belas kasihan, anugerah, kemurahan hati, panjang sabar, kasih kebajikan, keadilan dan kesetiaan (Mi. 7:18, 19; Rm. 5:15; Kel. 34:7; II Taw. 30:18; Rm. 3:25; Mzm. 51:1; I Yoh. 1:9). Hasil dari pengampunan seperti itu adalah mengampuni, menghilangkan dan menghapuskan pelanggaran, menutupi, dan menghapuskan dosa serta tidak menyinggung atau mengingat pelanggaran lagi (Mzm. 32:1, 103:12; Yes. 44:22; Mzm. 32:1; Kis. 3:19; Yeh. 18:22; Ibr. 10:17). Karunia besar dan cuma-cuma harus memimpin kita untuk kembali kepada Allah, mengasihi Dia, takut akan Dia dan memuji Dia (Yes. 44:22; Luk. 7:47; Mzm. 130:4; Mzm. 103:2, 3). Selain itu juga harus membujuk kita supaya mendoakannya bagi diri kita sendiri dan orang lain dan berusaha keras supaya layak, sebab yang tidak mengampuni, tidak percaya dan tidak menyesal, tidak dapat mengambil bagian di dalamnya (Mzm. 25:11; Yak. 5:15; Mrk. 11:26; Yoh. 8:21, 24; Luk. 13:25).

 439. Apa arti "mengabdi kepada Allah"?
sembunyikan teks

Kita harus mengabdi kepada Allah karena kemurahan-Nya (Rm. 12:1), karena kebajikan-Nya (I Sam. 12:24) dan karena panggilan yang diberikan-Nya ketika mengajak kita datang kepada-Nya. Kematian Kristus dan penebusan kita merupakan kekuatan pendorong. Pengabdian kita juga harus terus terang (Mat. 6:24), berlimpah-limpah (I Tes. 4:1), bertekun (Luk. 1:74, 75; Luk. 9:62), dalam kehidupan maupun kematian (Rm. 14:8). Kita harus melakukannya dengan segenap keberadaan kita, jadi, dengan roh kita (I Kor. 6:20), dengan tubuh kita (Rm. 12:1; I Kor. 6:20), dengan anggota-anggota tubuh kita (Rm. 6:12, 13), dan dengan hakikat kita (Kel. 22:29; Ams. 3:9). Mengabdi harus kita tunjukkan dengan mengasihi Allah (Ul. 6:5), melayani Dia (I Sam. 12:24; Rm. 12:11), berjalan sesuai dengan kehendak-Nya (I Tes. 2:12), melakukan segalanya demi kemuliaanNya (I Kor. 10:31); memikul salib (Mrk. 8:34), disertai penyangkalan diri (Mrk. 8:34), dan dengan memberikan segalanya bagi Kristus (Mat. 19:21, 28, 29).

 440. Apakah Allah menyampaikan kehendak-Nya dengan cara lain selain oleh firman-Nya?
sembunyikan teks

Kita percaya akan adanya kasus-kasus tertentu yang begitu rumit, yaitu ketika pimpinan-Nya dibutuhkan, Allah benar-benar menyatakan kepada anak-anak-Nya jalan yang dikehendaki-Nya untuk mereka jalankan. Hal ini dilakukan-Nya dengan mengemukakan pemeliharaan-Nya. Kalau kita minta petunjuk-Nya dalam masalah-masalah kita, dalam nama anak yang dikasihiNya, Dia tidak akan menyangkalnya. Ada beberapa orang yang berpikir mereka menerima petunjuk melalui 'mimpi, atau dengan membuang undi, atau dengan membuka Alkitab secara acak dan memperhatikan ayat pertama yang ditangkap mata. Tidaklah bijaksana untuk mengindahkan pemberitahuan yang dianggap menjangkau kita dengan cara-cara itu. Hal-hal itu sungguh-sungguh tidak dapat dipercaya dan harus diabaikan.

 441. Apa anugerah itu?
sembunyikan teks

Dalam bahasa teologi, kata "anugerah" menjadi engsel dari tiga kontroversi besar dalam sejarah, dan kata ini masih menjadi subyek bermacam-macam tafsiran. Dalam pengertian rohani, anugerah adalah kemurahan hati atau sikap Allah merendahkan diri kepada umat manusia secara individu ataupun kelompok. Dalam pengertian Injil secara konkret, anugerah adalah kasih dan kemurahan hati Allah dalam Kristus yang tidak layak bagi kita, sebagaimana ditunjukkan dalam keselamatan yang secara cuma-cuma disediakan bagi umat manusia (lih. Ef. 2:9). Anugerah ini mungkin juga digambarkan sebagai perbuatan pengaruh secara ilahi dalam hati, yang memperbaharui, menguduskan dan menjaganya. Anugerah mendatangkan damai sejahtera dan sukacita karena keyakinan. Anugerah adalah "kehidupan jiwa, sebagaimana jiwa adalah kehidupan tubuh".

 442. Mampukah gereja menyembuhkan oleh iman dewasa ini?
sembunyikan teks

Ada beberapa badan religius yang mengajarkan penyembuhan iman oleh doa dan penumpangan tangan. Akan tetapi, hal ini tidak lazim di antara denominasi-denominasi. Tetapi sementara kuasa ilahi dewasa ini adalah sebesar pada masa jemaat mula-mula, dan sementara banyak contoh yang luar biasa tentang penyembuhan oleh iman dan doa dikemukakan, ajaran biasa dalam denominasi biasa adalah, dalam kasus-kasus sakit penyakit, kita harus memakai obat-obatan yang ada melalui kecakapan medis atau dengan cara lain, dan memohon berkat Allah atas cara-cara ini untuk mendatangkan kesembuhan. Tidak ada ayat dalam Kitab Suci, yang menunjukkan bahwa Kristus bermaksud menghentikan penyembuhan oleh iman dengan para rasul. Sebaliknya, kesimpulannya cukup jelas di seluruh Perjanjian Baru, yaitu bahwa karunia ini akan tetap ada dalam Jemaat. Kita begitu kehilangan karunia ini karena kurangnya iman kita, tetapi ada sejumlah besar peristiwa yang dilaporkan setiap harinya tentang mukjizat penyembuhan sebagai jawaban doa dalam nama Kristus. Tidak ada kasus yang lebih banyak tidak membuktikan bahwa kuasa Allah diperpendek, tetapi hasil-hasilnya sebanding dengan iman kita. Ada banyak contoh dalam Jemaat dewasa ini yang merupakan jawaban-jawaban yang mengagumkan kepada doa disertai iman. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Allah telah memberikan cara-cara tertentu dalam jangkauan kita dan kita harus memakainya serta meminta berkatNya atasnya. Yesus sendiri tidak pernah mengatakan apa pun yang meremehkan profesi Lukas sebagai "tabib yang dikasihi". Dalam Yakobus 5:15 perlu diperhatikan bahwa penulis tidak mengatakan bahwa minyak akan menyelamatkan; karena minyak itu hanya sebatas lambang. Penyembuhan yang disebutkan dalam klausa pertama ayat ini adalah penyembuhan tubuh; klausa kedua secara tidak langsung menyatakan doa disertai iman untuk seseorang yang berdosa akan mendatangkan pengampunan. Kaitan yang sama antara dosa dan sakit penyakit terdapat dalam Yesaya 33:24; Matius 9:2-5, dan Yohanes 5:14. Lihat juga Mazmur 103:3. Penerapannya terdapat dalam ayat berikutnya, yang berbicara tentang pengakuan pertobatan. Versi paling kuno dari ayat ini berbunyi, "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku kesalahanmu", yang menunjukkan bahwa itu harus menjadi syarat yang didahulukan. Ini tidak berarti membenarkan apa yang disebut sebagai tempat pengakuan dosa, dalam pengertian yang dipakai di Gereja Roma. Di sana, semua pengakuan harus disampaikan kepada imam-imam. Pengakuan, dalam pengertian rasuli, boleh disampaikan kepada siapa pun yang saleh dan yang dapat berdoa. Ini merupakan pengakuan terbuka, bukan yang dibisikkan ke telinga seorang imam.

 443. Bagaimana seseorang dapat memperoleh "hati yang baru"?
sembunyikan teks

Satu-satunya sumber adalah doa dan berusaha keras tiada henti melawan hal menuruti berbuat dosa. Allah mampu memberikan hati yang baru, dan ketika seseorang sungguh-sungguh ingin mendapatkan berkat itu, maka sudah pasti akan diberikan kepadanya. Allah lebih siap memberkati kita dibandingkan usaha kita mencari-cari berkat-Nya. Tetapi Dia tidak menganugerahkan karunia-karunia-Nya kecuali itu dicari dengan sungguh-sungguh. Dan harus ada bukti kesungguhan melalui kerja sama. Kalau seseorang berdoa supaya dia bisa mencapai puncak gunung, Allah tidak akan mengangkat tubuhnya ke sana, tetapi Dia akan memberinya kekuatan untuk mendaki. Kalau Anda membaca gambaran keadaan seseorang yang berjuang melawan dosa dalam Roma 7, Anda akan mengetahui kalau kemenangan diperoleh melalui kuasa yang diberikan oleh Kristus. Kuasa ini secara cuma-cuma diberikan kepada semua orang yang mencarinya, dan melalui kuasa itu siapa pun bisa mengatasi kejahatan.

 444. Apa akibat-akibat dari melawan Roh Kudus?
sembunyikan teks

Kita diperingatkan akan bahayanya melawan Roh Kudus, dan Paulus (Ef. 4:30) memperingatkan orang percaya supaya tidak mendukakan Roh Kudus. Bisa saja seseorang menolak untuk taat pada panggilan Roh, akan tetapi dia tidak bisa menempatkan diri di luar batas penebusan. Alkitab sendiri dilengkapi dengan beberapa contoh yang bersifat demikian. Kita harus menasihati siapa pun yang merasa bahwa dia mungkin telah menolak panggilan Roh pada suatu saat supaya mengambil sikap penuh pengharapan, dan supaya mencari belas kasihan dan pengampunan Allah dengan hati yang penuh penyesalan, mengingat bahwa janji pengampunan diberikan kepada "barangsiapa" yang datang. Yesus menyelamatkan sepenuhnya, dan meyakinkan kita bahwa Dia tidak akan menolak siapa pun yang datang kepada Dia dalam roh ini. Kita tidak bisa membatasi belas kasihan Allah, dan Dia kapan pun lebih siap untuk mengampuni dibandingkan upaya kita mencari pengampunan-Nya.

 445. Dalam pengertian apa Roh Kudus menjadi penunjuk jalan?
sembunyikan teks

Roh Kudus secara pasti dijanjikan sebagai jawaban doa yang didasari percaya (lih. Luk. 11:13). Lihat kisah pekerjaan-Nya dalam Yohanes 16:7-15. Tetapi fakta ini jangan sampai membuat orang menjadi tidak sabar, atau tidak masuk akal. Adalah mungkin bagi seseorang untuk merasa begitu yakin bahwa dia dipimpin oleh Roh untuk percaya atau melakukan hal-hal tertentu, sehingga ia melakukan kesalahan yang menyedihkan. Dia mungkin saja percaya kalau dirinya sempurna. Orang-orang yang terbaik dan paling bijaksana pada masa lampau telah melakukan kekeliruan itu. Orang percaya yang rendah hati dan berhati seperti anak kecil mencari penerangan dan itu mungkin akan datang kepadanya melalui seorang pendeta, atau melalui penyelidikan pribadi, tetapi dia harus tetap membuka pikirannya kepada terang yang baru dan tidak pernah menduga, sebab dia telah mencapai kesimpulan tertentu setelah berdoa, bahwa dia pasti benar. Dia bisa saja tersesat oleh ketidaktahuan atau prasangka. Dalam percakapan-Nya dengan Nikodemus (Yoh. 3:8), Kristus membandingkan pekerjaan Roh dengan gerakan angin, yang tidak bisa dikendalikan atau diarahkan. Kadang-kadang kita melihat hal ini dalam kebangkitan rohani, di mana kita tidak dapat menjelaskan seseorang bertobat, sementara orang lainnya tetap tidak tergerak. Tetapi kita bisa merasa cukup yakin bahwa kapan pun seseorang dengan sungguh-sungguh ingin dipengaruhi oleh Roh Kudus, Allah lebih siap lagi untuk melimpahkan pengaruh itu ketimbang kesiapan kita untuk menerimanya.

 446. Haruskah orang Kristen penuh sukacita?
sembunyikan teks

Allah memberikan sukacita dan Kristus dipilih untuk memberikannya, sejak Injil yang membicarakan Dia adalah "kabar baik" (Pkh. 2:26; Yes. 61:3; Luk. 2:10, 11) dan Firman Allah memberikan sukacita (Neh. 8:12; Yer. 15:16). Sukacita dijanjikan kepada orang-orang kudus, disiapkan bagi mereka dan diperintahkan atas mereka (Mzm. 132:16; Yes. 35:10; Mzm. 97:11; Mzm. 32:11; Flp. 3:1). Sukacita dirasakan oleh orang percaya, pendamai, orang yang cinta keadilan, dan orang bijak (Luk. 24:25; Ams. 12:20; Ams. 21:15; Ams. 15:23). Sukacita orang-orang kudus ada dalam Allah, Kristus dan Roh Kudus; karena pemilihan mereka, keselamatan, pembebasan dari perbudakan, penyataan kebajikan, berkat-berkat sementara, persediaan anugerah, perlindungan ilahi, dukungan dan harapan kemuliaan (Mzm. 89:16; Rm. 5:11; Luk. 1:47; Rm. 14:17; Luk. 10:20; Mzm. 21:2; Mzm. 105:43; II Taw. 7:10; Yl. 2:23; Yes. 12:3; Mzm. 5:12; Mzm. 28:7; Rm. 5:2). Karena hal-hal ini adalah besar dan keuntungan besar, maka sukacita mereka seharusnya besar, melimpah, meluas, hidup, tak terkatakan, penuh, tiada henti (Za. 9:9; II Kor. 8:2; Mzm. 21:7; Mzm. 32:11; I Ptr. 1:8; II Kor. 6:10; I Tes. 5:16) dan hal-hal ini harus dinyatakan dalam setiap keadaan hidup, misalnya seperti dalam harapan, kesedihan, dalam ujian dan penganiayaan, dalam malapetaka dan kesengsaraan (Rm. 12:12; II Kor. 6:10; Yak. 1:2; I Ptr. 1:6; Mat. 5:11, 12; Hab. 3:17, 18). Sukacita seperti ini disempurnakan oleh kebaikan hati Allah, oleh iman kepada Kristus, tinggal di dalam-Nya dan Firman-Nya, dan oleh jawaban doa (Kis. 2:28; Rm. 15:13; Yoh. 15:10, 11; Yoh. 17:13; Yoh. 16:24). Kalau hal ini dipahami dengan baik dan dipraktikkan, orang-orang kudus pasti melayani Allah dengan senang hati (Mzm. 100:2). Hal ini akan menguatkan mereka (Neh. 8:10); mereka akan menggunakannya dalam semua pelayanan rohani mereka, mempraktikkannya dalam segala usaha mereka, dan akhirnya menjadi upah mereka pada hari penghakiman (Yeh. 6:22; Ul. 12:18; Mat. 25:21).

 447. Apakah menghakimi orang lain itu salah?
sembunyikan teks

Kelemahan yang biasa dialami manusia adalah mudah untuk mengkritik orang lain dan acap kali hal ini diikuti dengan hasil-hasil yang tidak menguntungkan. Kita secara jelas diberitahu dalam Alkitab bahwa penghakiman menjadi bagian Allah (lih. Mat. 7:1-5). Dalam peristiwa apa pun, adalah baik bagi orang Kristen untuk menahan penghakimannya, dan khususnya pernyataan terbuka tentangnya, jangan sampai dia melakukan ketidakadilan. Tentu saja, ada kasus-kasus di mana sebuah tindakan memang terang-terangan salah dan jelas-jelas dilakukan dengan maksud jahat, sehingga secara wajar kita cenderung untuk menyalahkan; tetapi di sini pun kita bisa salah, kecuali kita sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi sebelumnya. Enggan menyatakan penghakiman ini tidak ada kaitannya dengan cara kerja undang-undang tertulis, tetapi ditujukan untuk pribadi. Paulus memberitahukan kepada kita, dalam Roma 14:4, bahwa kita tidak boleh mengambil hak untuk menyalahkan orang. Oleh karenanya, untuk mengatakan kepada seseorang bahwa dia bukan orang Kristen, kalau dia memakai cincin di jarinya, sama dengan menerima kedudukan yang sebenarnya, bukanlah hak kita. Mungkin ada alasan yang tidak kita ketahui mengapa dia memakai cincin; mungkin cincin itu pemberian seorang kerabat atau sahabatnya, atau sebuah kenang-kenangan. Bagi orang-orang yang terpengaruh dengan kebutuhan mendesak dalam hal keuangan yang dipakai untuk derma dan keagamaan, tampaknya sudah menjadi tugas kita untuk memberikan semua uang yang ada kepada hal-hal ini dan tidak menghabiskannya untuk mendandani diri sendiri. Dengan kesimpulan seperti ini, berarti membiarkan orang mengelolanya sendiri, dan tidak terburu-buru mencela orang lain yang mungkin memiliki gagasannya sendiri tentang tugas mereka. Yang terutama adalah kita harus menahan diri dari gosip yang sifatnya mencela, yang merupakan penyebab bagi munculnya penghakiman yang dasarnya lemah dan jahat terhadap orang lain.

 448. Mengapa kemurahan hati diperintahkan?
sembunyikan teks

Sebab hal ini berkenan kepada Allah. I)ia tidak pernah melupakannya. Kristus memberikan teladan tentang kemurahan hati itu yang menjadi ciri khas dari orang-orang kudus ini (II Kor. 9:7; Ibr. 6:10; II Kor. 8:9; Mzm. 112:9). Sifat baik ini harus dipakai dalam melayani Allah bagi semua orang, misalnya orang kudus, hamba-hamba, orang miskin, orang asing, dan terhadap musuh (Kel. 35:21-29; Gal. 6:10; Rm. 12:13; Ul. 15:12-14; Im. 25:35; Ams. 25:21). Hal ini harus ditunjukkan dengan cara memberi pinjam kepada mereka yang kekurangan, memberikan derma, meringankan kebutuhan orang miskin, dan memberikan pelayanan pribadi (Mat. 5:42; Luk. 12:33; Yes. 58:7; Flp. 2:30). Akan tetapi dalam praktiknya kita harus dipandu oleh batasan-batasan ini. Kita harus murah hati tanpa berlagak, disertai kesederhanaan, harus bersedia memberi sampai berlebihan (Mat. 6:1-3; Rm. 8:8; Ul. 16:10; Mat. 6:1-8; II Kor. 8:12; II Kor. 8:7). Melakukan ini bisa memancing orang lain untuk menyukai kebaikan yang sama, sedangkan kekurangannya, sementara mendatangkan kutuk kepada banyak orang lainnya, adalah bukti dari tidak mengasihi Allah serta tidak beriman (II Kor. 9:2; Ams. 28:27; I Yoh. 3:17; Yak. 2:14-16). Kemurahan hati sangat diperintahkan, berkat-berkat berkaitan dengannya dan janji-janji diberikan kepada orang-orang yang melakukannya (Luk. 3:11, 11:41; I Kor. 16:1; Mzm. 41:2; Mzm. 112:9; Ams. 11:25). Umat Allah selalu dikenal memiliki kebajikan ini, seperti para pemimpin Israel, Bilangan 7:2; Boas, Rut 2:16; Daud, II Samuel 9:710; Zakheus, Lukas 19:8; Orang Kristen mula-mula, Kisah Para Rasul 2:45; Barnabas, Kisah Para Rasul 4:35, 37; Kornelius, Kisah Para Rasul 10:1, 2; Lidia, Kisah Para Rasul 16:14, 15; Paulus, Kisah Para Rasul 20:34.

 449. Bagaimana cara Kristus mempengaruhi dan mengubahkan kehidupan manusia?
sembunyikan teks

Ini merupakan salah satu fakta sejarah yang pasti serta meyakinkan secara positif dan juga bagi kehidupan masa sekarang bahwa sejumlah besar orang mengalami kedamaian, kekuasaan, kesucian dan sukacita yang tumbuh dari kepercayaan mereka bahwa Allah yang terwujud dalam diri Yesus dari Nazaret mati bagi dosa-dosa mereka. Pengalaman ini benar, nyata, dan disaksikan; ia membuat kehidupan orang-orang yang memilikinya sama sekali berbeda dari keadaannya sebelumnya. Kalau kita bertanya apakah pengalaman seperti itu mungkin dialami sebelum Kristus mati, jawabannya sangatlah jelas - Tidak. Banyak orang kudus Perjanjian Lama mempunyai pengalaman rohani yang sangat indah dan mulia, tetapi mereka tidak mempunyai pengalaman tentang Allah sebagai manusia yang mati karena dosa-dosa mereka. Masalah berkenaan dengan fakta-fakta dosa dan pembebasan dari dosa menimbulkan beberapa kesulitan filosofis, tetapi tidak merupakan kesulitan secara praktis. Kita bisa meyakini kalau ada orang yang menemukan pembebasan dari dosa sebelum Kristus datang, mereka terbilang sedikit; tetapi sekarang pembebasan itu ditawarkan kepada semua orang. Beberapa orang kudus mungkin telah menanti-nantikan dan memahami kemuliaan penebusan dosa oleh iman; kita melihatnya kembali sebagai fakta sejarah dan memakai manfaatnya. Sekali lagi, tidak dapat disangkal kebenaran bahwa sejak penjelmaan-Nya, manusia mampu memahami ide Allah yang sama sekali baru dan sangat gamblang ketimbang kalau Dia tidak menjelma menjadi manusia. Dia telah diterangkan kepada mereka dalam istilah kehidupan manusia, jadi sekarang mudah bagi mereka untuk memahami bagaimana Allah berpikir, bertindak, dan bersabda. Ada wahyu yang lebih tinggi daripada wahyu yang turun ke atas nabi-nabi: "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya" (Ibr. 1:1, 2). Sudah pasti benar kalau pengalaman mengasihi Kristus sebagai seorang sahabat manusia ilahi berbeda dari pengalaman mengasihi Allah sebagaimana Dia dinyatakan pada masa Perjanjian Lama. Ketika ditambahkan pengetahuan bahwa Dia mati untuk menyelamatkan kita, maka ada kekuatan dan kedalaman kasih yang tanpanya segalanya menjadi mustahil. Orang yang sepenuhnya percaya kepada Kristus menerima manfaat sepenuhnya dari kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya. Siapa pun yang meragukannya akan tetap kehilangan semuanya itu.

 450. Apakah berpuasa penting bagi kehidupan orang Kristen?
sembunyikan teks

Berpuasa dilakukan secara sukarela dalam Jemaat Kristen mula-mula. Musuh-musuh Yesus menuduh bahwa murid-murid Kristus "tidak berpuasa", sementara murid Yohanes berpuasa (Mat. 11:18, 19). Tuhan tidak dengan pasti menyuruh dilakukannya puasa keagamaan, dan Dia memang menyinggung serta mengecam puasa-puasa yang sering kali dilakukan oleh kaum Farisi. Rujukan-Nya kepada masa yang akan datang ketika kehadiran pribadi dari pengantin laki-laki tidak ada, murid-murid-Nya akan berpuasa, secara tidak langsung lebih menyatakan masa berkabung yang umum ketimbang penyangkalan diri. Dalam Khotbah di atas Bukit (Mat. 6:17) Dia mengakui praktik puasa itu, tetapi frekuensi dan lamanya Dia serahkan pada keputusan pribadi. Berpuasa sudah, pasti dijalankan oleh orang-orang Kristen mula-mula (lih. Kis. 13:2, 14:23; II Kor. 6:5), tetapi hal ini barangkali merupakan sebuah pengakuan akan pemakaian masa lampau yang sudah tetap, yang diteruskan kepada generasi-generasi selanjutnya. Kalau mengingat bahwa sebagian besar Jemaat Kristen aslinya adalah bangsa Yahudi, tidaklah mengejutkan kalau berpuasa, yang begitu menonjol di sistem agama yang lama, telah diteruskan dari masa ke masa dan kadang-kadang dijumpai dalam tingkat tertentu dalam gereja bahkan sampai saat ini. Bahwa berpuasa berdampak baik, secara rohani maupun fisik, mungkin tidak dapat disangkal. Puasa yang sungguh-sungguh, yang menahan keinginan daging, yang membantu dengan memusatkan pikiran pada hal-hal yang rohani, secara khusus dibiasakan pada keadaan-keadaan darurat tertentu. Juruselamat kita sendiri menjadi teladan bagi kita.

 451. Bolehkah orang Kristen menikahi orang non Kristen?
sembunyikan teks

Paulus memberikan ajaran langsung tentang hal ini. Dia berkata (II Kor. 6:14), "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya", dan seterusnya. Dalam kasus jemaat Korintus, penyatuan seperti itu sangatlah tidak cocok, sebab orang tidak percaya itu biasanya adalah seorang penyembah berhala. Perbedaan ini tidak begitu menonjol sekarang ini, akan tetapi sudah cukup mengakibatkan kurangnya keharmonisan sejati. Agama seharusnya menjadi yang pertama bagi orang Kristen dan menjadi unsur fundamental kehidupan. Memiliki seorang pasangan yang tidak mempunyai rasa simpati terhadap agama sama artinya membangun rintangan di antara keduanya yang memisahkan mereka dalam ruang lingkup yang paling tinggi dan paling kudus dalam kehidupan. Pada umumnya hal ini membuat orang Kristen meninggalkan imannya.

 452. Bagaimana suami yang tidak percaya dikuduskan oleh istrinya yang percaya?
sembunyikan teks

Ini barangkali tidak dipakai untuk penerapan umum. Ini dimaksudkan untuk menghadapi keadaan yang sangat khusus. Paulus, dalam I Korintus 7:14, menulis kepada orang-orang Kristen yang baru saja dimenangkan dari bentuk penyembahan berhala yang buruk dan merendahkan derajat. Orang-orang yang telah bertobat ini cenderung untuk berpisah dari pasangan yang beragama lain dan mereka menulis untuk mendapatkan kesepakatan dari Paulus. Dia memberitahukan supaya mereka tidak melakukannya. Kalau suami atau istri yang beragama lain memilih untuk pergi, maka tidak ada hal yang bisa mencegahnya. Orang Kristen seharusnya tidak menjadi pihak yang menghendaki perpisahan. Akan tetapi dia harus tetap ada dalam hubungan yang menyenangkan dengan harapan bisa menyelamatkan istrinya yang beragama lain (lih. ay. 16). Teladan dan kasih sayang yang lembut serta kebaikan sebagai orang Kristen mungkin bisa memenangkan istrinya kepada. kekristenan - bisa menjadi cara pengudusannya. Jadi, istri yang percaya bisa mempengaruhi suaminya yang beragama lain. Selain itu, ada pertimbangan terhadap anak-anak, jikalau yang percaya tetap setia, akan dibesarkan dalam pengaruh kekudusan.

 453. Mungkinkah untuk menjadi begitu terlatih dan diasuh dari masa kanak-kanak, sehingga "lahir baru" tidak perlu lagi?
sembunyikan teks

Kita percaya kalau pernyataan Kristus, "Kamu harus dilahirkan kembali", berlaku bagi semua manusia. Anak Yang dilatih dengan sangat hati-hati pun membutuhkannya. Memang benar kalau ada banyak orang yang memang akhlaknya baik dan terlatih, sehingga mereka lulus dalam proses itu, hampir tanpa mereka sadari. Mereka tidak mengalami kesedihan dan kegelisahan dan keadaan sukar yang mendahului pertobatan dalam kasus orang-orang yang dibawa secara terang-terangan hidup jahat. Mereka datang kepada Allah seperti datang kepada Bapa, dan setelah belajar mengasihi-Nya sejak masa muda, mereka diubahkan secara tidak terasa menjadi serupa dengan Dia. Tetapi, meskipun demikian, perubahan itu terjadi, dan sang anak menyerahkan diri melalui tindakan pasti kepada Kristus sebagai Juruselamat. Ini adalah pribadi-pribadi yang bagus, dan mereka memiliki alasan untuk mengucap syukur kepada Allah karena memberikan orang tua yang baik dan bijaksana. Akan tetapi, yang seperti ini jarang ada. Anak yang terlatih dengan baik sering kali sadar sewaktu berbohong, atau melakukan dosa-dosa lainnya yang perlu diampuni, dan memiliki watak alami yang cenderung berbuat dosa, yang harus diubahkan oleh Roh Kudus.

 454. Siapa sesamaku manusia?
sembunyikan teks

Pertanyaan praktis yang berbunyi, "Bagaimana sebaiknya saya melaksanakan perintah untuk mengasihi sesamaku manusia seperti diri saya sendiri" tidak henti-hentinya menghadang orang Kristen. Dalam perumpamaan Orang Samaria yang Baik, Yesus mengajarkan bahwa sesama kita adalah siapa pun yang bisa kita layani. Tidak ada batasan mengenai kedudukan sosial, atau pernyataan kepercayaan, atau bangsa, atau tempat tinggal. Siapa pun yang bisa kita jangkau berhak mendapatkan pertolongan kita, yang memang disetujui oleh Allah sendiri. Ajaran Yesus maupun Paulus sangat jelas yaitu manusia harus peduli, dengan ketulusan dan kasih sayang khusus, terhadap anggota-anggota keluarganya sendiri. Bersikap manis dan baik, sabar dan penolong dalam keluarga adalah tugas mengasihi pertama orang Kristen kepada sesamanya. Selanjutnya orang-orang yang terdekat dalam kehidupan sehari-harinya juga memiliki hak untuk dia layani. Dia harus selalu memperhatikan pribadi-pribadi dan keluarga-keluarga yang membutuhkan dan yang dapat ia tolong. Orang Kristen harus membuat pengaruhnya terasa bermanfaat bagi sesamanya, kotanya, dan negaranya. Surat-menyurat dan rute ekspres telah menyatukan seluruh dunia menjadi lingkungan yang tersusun rapat sehingga setiap orang harus merasakan bahwa orang-orang yang membutuhkan pertolongan di setiap sudut dunia sekalipun memiliki hak atas kemurahan hatinya. Tidak perlu dikatakan kalau sukacita yang ada dalam pelayanan seperti itu akan selalu lebih besar, apa pun pengurbanan yang harus kita lakukan. Matius 19:19, 22:39; Lukas 10:36, 37; Rm. 13:10.

 455. Mengapa dan dengan cara apa kita harus mengasihi sesama kita?
sembunyikan teks

Allah dan Kristus memerintahkan supaya kita mengasihi sesama manusia. Juruselamat memberi kita teladan bagaimana melakukannya (I Yoh. 4:7, 21; Yoh. 13:34; Yoh. 15:12, I Yoh. 3:23). Hal ini diajarkan oleh Allah dan merupakan salah satu buah Roh (I Tes. 4:9; Gal. 5:22; Kol. 1:8). Tanpa kasih, karunia-karunia dan pengurbanan-pengurbanan tidak ada gunanya. Kasih adalah perintah yang agung (I Kor. 13:1, 2, 3; Mat. 22:37-39; I Tim. 1:5). Kita harus mengenakan kasih ini, mengikutinya, melimpah dan meneruskannya, dan, sambil saling merangsang satu sama lain untuk memilikinya juga, kita harus bersungguh-sungguh, tidak memihak dan bersemangat (Kol. 3:14; I Kor. 14:1; Flp. 1:9; I Tes. 3:12; H Tim. 2:15; II Kor. 8:7; Rm. 12:9; I Kor. 10:24; I Ptr. 1:22). Kebajikan ini harus berkaitan dengan kebaikan persaudaraan dan harus dilaksanakan dengan hati murni. Kita harus menunjukkannya kepada orang-orang kudus, hamba-hamba tuhan, keluarga kita, orang-orang sebangsa, orang-orang asing, musuh; ya, kepada semua orang! (I Ptr. 2:17; I Tes. 5:13; Ef. 5:25; Kel. 32:32; Im. 19:34; Kel. 23:4-5; Mat. 5:44; Rm. 12:14, 20; Gal. 6:10), dan menunjukkannya dengan cara melayani kebutuhan orang lain, melegakan orang asing, mengunjungi orang sakit, memberi pakaian kepada yang membutuhkan, bersimpati dan memberi dukungan kepada yang lemah, menutupi kesalahan orang lain, mengampuni, menahan diri (Mat. 25:35; Gal. 5:13; Im. 25:35 ;Yes. 58:7; Ayb. 31:16; Yak. 1:27; Rm. 12:15; Gal. 6:2; Ams. 10:12; Ef. 4:32, 4:2). Kasih kepada semua orang merupakan bukti bahwa kita ada dalam terang pemuridan dengan Kristus dan kehidupan rohani (I Yoh. 2:10; Yoh. 13:35; I Yoh. 3:14). Ini merupakan penggenapan Hukum Taurat, adalah baik dan menyenangkan dan menjadi sebuah ikatan yang menyatukan dan kesempurnaan yang diperlukan untuk kebahagiaan sejati (Rm. 13:8-10; Mzm. 133:1-2; Kol. 2:2; Kol. 3:14; Ams. 15:17).

 456. Dalam arti apa "kemenangan" kita sama seperti kemenangan Yesus?
sembunyikan teks

Masih ada banyak hal yang terdapat dalam Wahyu 3:21 selain perbandingan antara kemenangan yang kita peroleh dengan kemenangan Kristus. Ini lebih merupakan sebuah pernyataan kesamaan dalam seluruh rangkaian perjuangan, kemenangan, dan upah dalam kasus orang Kristen dan Kristus. Dia berjuang, menang, dan ditempatkan di atas takhta; kita juga, harus berjuang, menang, dan ditempatkan di atas takhta. Ini tidak berarti bahwa dalam setiap langkah, atau sebenarnya dalam semua langkah, pengalaman-pengalaman kita harus identik atau sama dengan pengalaman-Nya. Perjuangan, kemenangan, dan upah-Nya terlebih besar ketimbang kita. Meskipun demikian kita menemukan kebenarannya, dengan membandingkan ayat ini dengan yang lainnya, bahwa perjuangan apa pun yang harus kita hadapi, kemenangan-kemenangan kita akan sempurna seperti kemenangan-Nya (lih. I Yoh. 2:6, 4:17; II Kor. 2:14, dst.). Hal ini benar karena kekuatan-Nya sendiri yang disediakan bagi kita pada saat kita membutuhkannya.

 457. Bagaimana sikap orang Kristen terhadap kesenangan?
sembunyikan teks

Banyak orang Kristen, khususnya di antara kaum muda, yang tertarik untuk mengetahui. kesenangan-kesenangan apa yang tidak konsekuen dengan kehidupan Kristen. Pengurbanan-pengurbanan apa dalam hal ini yang Allah ingin supaya kita lakukan? Allah tidak meminta kita untuk mengadakan pengurbanan demi pengurbanan itu sendiri. Sewaktu Dia meminta kita untuk menyerahkan sesuatu, penyebabnya adalah karena Dia tahu akan berbahaya kalau kita memiliki hal itu. Dalam segala pikiran kita tentang Allah, kita harus berpegang teguh pada kebenaran besar yang mendasar bahwa Dia mengasihi kita. Kita tidak dapat berpikir dengan benar atau merasa nyaman kalau tidak memulainya dari sini. Karena Dia mengasihi kita, Dia menghendaki supaya kita bahagia. Dia tidak ingin menghilangkan kebahagiaan kita, melainkan ingin memberikannya lebih lagi. Dan Dia tahu bahwa kita hanya bisa bahagia kalau kita mengasihi dan melayani Dia. Dia sebenarnya tidak meminta kita memberikan apa-apa, kecuali memberikan diri kepada-Nya. Kalau kita sadar bahwa kita adalah milik-Nya kita juga sadar kalau hal-hal tertentu membahayakan kita, dan hal-hal tertentu lainnya itu bisa mendatangkan pengaruh berbahaya kepada orang lain. Kita hidup bagi Dia, dan bagi orang-orang yang baginya anak-Nya mati. Semua pertanyaan ini terjawab dengan cukup mudah. Ada banyak kesenangan yang tidak menyenangkan, tetapi kita harus menghindari hal-hal yang menyia-nyiakan waktu yang berharga; yang membawa kepada persahabatan jahat; yang meliputi tindakan dan hubungan yang mengganggu rohani kita; yang berlawanan dengan kesehatan atau reputasi, dan juga yang akan memberikan contoh yang buruk, mungkin saja menjadi batu sandungan bagi orang lain. Dalam hal ini kita akan menemukan lebih banyak kebahagiaan dalam kesadaran bahwa kita menyenangkan dan menolong Dia dibandingkan dengan apa yang bakal kita temui apabila menyerah kepada keinginan dan perasaan pribadi.

 458. Bagaimana supaya doa saya dapat berkenan kepada Allah?
sembunyikan teks

Ini adalah sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh banyak orang yang tulus. Ini adalah keadaan yang wajar dari seseorang yang kehidupan rohaninya belum sepenuhnya dibangkitkan. Berdoa, sama seperti percaya, bukanlah sebuah tindakan yang bisa dengan mudah dijelaskan kepada orang yang belum diterangi. Kalau Anda datang kepada Allah seperti seorang anak datang kepada bapanya, sewaktu Anda ada dalam masalah, dan memohon kepada-Nya dengan iman sederhana untuk menolong Anda demi Yesus, Anda akan merasa lebih mampu memahami mengapa orang lain percaya kepada doa dan menilainya sebagai salah satu sandaran utama dalam hidup mereka. Dekatilah orang Kristen yang sudah berpengalaman dan tanyakan tentang percayanya pada doa, dan Anda akan segera mendapatkan jawaban bahwa sebagian besar hidupnya bersandar pada persekutuan harian bersama Allah, dan banyak sekali dari permohonan doanya, yang dinaikkan dalam nama Yesus, telah terjawab. Ada puluhan ribu orang Kristen yang baik di seluruh negeri ini yang bisa bersaksi tentang kemujaraban doa. Banyak sekali dari orang-orang percaya ini yang biasanya menghormati Allah dengan cara mengakui kepada dunia jawaban-jawaban atas doa-doa mereka. Kita bisa menasihatkan kepada semua orang yang ragu-ragu dan yang sungguh-sungguh berharap untuk ditolong, agar menghentikan semua argumentasi dan menerapkan ujian itu pada kasusnya sendiri, kemudian memberi kemuliaan kepada Allah di hadapan saudara-saudaranya. Akan tetapi, kita tidak akan menasihatkan kepada siapa pun untuk berdoa semata-mata memohon berkat-berkat materi, atau penghormatan duniawi, kekayaan atau kemewahan, melainkan berdoa dengan roh yang benar dan menyelidiki agar yang didoakannya itu tidak keliru. Setiap permohonan harus dinaikkan dalam nama Yesus.

 459. Apa yang dilakukan penebusan bagi kita?
sembunyikan teks

"Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar", kata Paulus (I Kor. 6:20, 7:23). Harga yang dimaksud adalah darah Kristus dan Dia diutus untuk mengadakan penebusan dengan darah-Nya (Kis. 20:28; Gal. 4:4, 5). Dari apakah kita ditebus? Dari perbudakan dan kutukan hukum Taurat, kuasa dosa dan kubur, dari semua masalah, kejahatan, musuh, kematian dan kehancuran (Gal. 4:5, 3:13; Rm. 6:18; Mzm. 49:16, 25:22; Tit. 2:14; Kej. 48:16; Mzm. 106:10, 11; Hos. 13:14; Mzm. 103:4). Penebusan ini memperoleh untuk kita pembenaran, pengampunan, penyucian dan pengangkatan anak melalui kuasa dan anugerah Allah yang bernilai, berlimpah dan kekal (Rm. 3:24; EL 1:7; Gal. 4:4, 5; Tit. 2:14). Bagi mereka yang mengambil bagian di dalamnya terbuka kehidupan dan keberadaan baru, sebab mereka adalah harta milik Allah, umat istimewa, buah sulung Allah dan dimeteraikan sampai pada hari penebusan. Mereka suka pekerjaan baik yang tekun dilakukan, berjalan dengan aman dalam kekudusan dan akan kembali ke Sion dengan sukacita (Yes. 43:1; Why. 14:4; II Sam. 7:23; Ef. 4:30; Ef. 2:10; Yes. 35:8, 9; Yes. 35:10). Penebusan ini tidak dapat dilakukan oleh manusia, dan tidak bisa dibeli dengan memberi suap, sebab penebusan adalah karunia cuma-cuma dari Allah melalui Kristus.

 460. Apa arti kelahiran kembali?
sembunyikan teks

Kelahiran kembali adalah dilahirkan kembali atau memulai hidup secara baru, dan merupakan karya Roh Kudus, yang dengannya kita mengalami perubahan hati. Barangkali lebih baik diungkapkan sebagai "dilahirkan kembali dari atas" (Yoh. 3:7), "dibangunkan" (Ef. 2:1), "Kristus nyata di dalam kamu" (Gal. 4:19), "pembaharuan budi" (Rm. 12:2), "permandian" (Tit. 3:5). Manusia bukanlah pencipta kelahiran kembalinya sendiri. Perubahan ini terdiri dari penemuan kembali citra moral Allah atas hati, yang memimpin kita untuk sangat mengasihi dan melayani Dia sebagai tujuan tertinggi kita. Ini sepenuhnya adalah pekerjaan Roh Kudus. Perubahan itu terjadi dalam hati dan kehendak - dalam kecakapan moral dan rohani; dan kecakapan alamiah, yang didominasi oleh kehendak yang untuk sementara waktu melawan, pada akhirnya mengikuti perubahan itu. Bukti-bukti dari kelahiran kembali adalah pengakuan dosa, kesedihan dan pertobatan, iman, kasih dan mengabdi kepada Allah. Dalam kelahiran kembali kita terima dari Allah, sedangkan dalam pertobatan kita kembali kepada Allah.

 461. Apakah kelahiran kembali berbeda dari baptisan Roh Kudus?
sembunyikan teks

Keduanya merupakan bagian dari satu proses - pekerjaan Roh Kudus. Kelahiran kembali adalah lahir baru yang dengannya kita mengalami perubahan hati, dan ini merupakan pekerjaan Roh Kudus. Titus 3:5 berbicara tentang "permandian kelahiran kembali". Kita dijadikan anggota dari Gereja Kristus yang tampak melalui baptisan dan diperbaharui dalam Roh oleh Roh Kudus. "Baptisan yang lebih tinggi", atau pelimpahan Roh ke atas orang-orang percaya yang setia, sering kali sangat berbeda dalam tingkatannya, tetapi sama dalam sifat dan merupakan hak istimewa universal dari semua orang Kristen.

 462. Apakah penyesalan itu suatu disiplin?
sembunyikan teks

Kita harus menanggung penyesalan sampai oleh anugerah Allah kita mendapatkan keadaan pikiran yang lebih bahagia. Ingatkah Anda pada catatan penting (Mrk. 14:72) tentang penyangkalan Petrus pada Yesus: "Maka teringatlah Petrus . . . Lalu menangislah ia tersedu-sedu". Ketika Anda bersukacita karena dosa diampuni, dan dikuasai oleh ketakjuban dan rasa syukur atas kemurahan hati Allah karena sudah mengampuni Anda, maka wajarlah dan tepat kalau Anda bersedih hati karena Anda pernah menyakiti hati Oknum yang begitu baik. Pengampunan seharusnya membuat Anda mengasihi Allah lebih dari orang lain, dan bersukacita dalam kebaikan dan kemurahan hatiNya yang menakjubkan. Pengampunan juga akan membuat Anda menjadi sangat waspada supaya tidak jatuh kembali ke dalam dosa, dan mengerahkan tenaga untuk melayani Dia yang telah mengampuni Anda. Anda juga pastinya menjadi sangat sabar dan berhati lembut terhadap sesama. Jangan biarkan penyesalan menjadikan Anda tidak mampu berkarya, melainkan menjadikannya suatu dorongan untuk melayani.

 463. Di manakah diajarkan tentang ganti rugi?
sembunyikan teks

Lihat Matius 5:26; Lukas 16:10, 12; Lukas 19:8, 9; Roma 13:8; Filemon 18. Hukum Romawi (pada masa Kristus) menentukan ganti rugi empat kali lipat, yang menjelaskan pernyataan Zakheus dalam Lukas 19:8. Tambahan yang murah hati tentang "setengah dari miliknya", meskipun tidak dituntut oleh hukum, dengan jelas didengar atas persetujuan roh yang mendorongnya. Para penganut paham moral berpendapat bahwa kita wajib untuk mengembalikan apa yang kita pinjam, secara setimpal kalau memungkinkan, dengan tambahan yang wajar. Tampaknya hal ini Jemaat Kristen mula-mula berpendapat demikian.

 464. Apakah dibenarkan bagi orang Kristen untuk membalas dendam?
sembunyikan teks

Orang Kristen tidak diperbolehkan membalas dendam; ataupun membiarkan dirinya menderita karena dibebankan, bahkan kalau mungkin sebaiknya menghindarinya. Antara pembalasan dendam dengan menderita karena terbebani, bagaimanapun dia harus menerima hal yang kedua, apabila balas dendam menyatakan secara tidak langsung bahwa dia akan melakukan membalas dendam yang tidak pantas bagi orang Kristen. Firman Tuhan tentang hal ini sangat jelas. Bacalah pasal ke lima dan ke delapan dari Injil Matius. Rasul Paulus berulang kali berkata, "Kasih adalah kegenapan hukum Taurat". Balas dendam berlawanan dengan roh dan isi pernyataan ini. Meskipun kita diperintahkan untuk mengasihi sesama kita seperti diri sendiri, kita tidak diperintahkan untuk mengasihinya secara lebih; dan perlindungan diri, dalam roh yang bijaksana dan sepatutnya, merupakan sebuah kewajiban.

 465. Haruskah orang Kristen bekerja karena upah?
sembunyikan teks

Perjanjian Baru menjelaskan bahwa motivasi kita dalam bekerja haruslah cinta kepada Kristus, kasih yang tumbuh dari rasa. syukur atas keselamatan yang diberikan-Nya. Tetapi orang Kristen juga diingatkan akan upah besar yang akan didapatkannya dalam kehidupan yang akan datang kalau dia setia dan kalau pekerjaannya termasuk jenis yang tinggi. Selidikilah secara teliti I Korintus 3:1-15. Memikirkan upah akan membantu kita menjadi setia, tidak berhenti, dan berhati-hati. Konsep tentang bentuk apa upah itu akan berubah sesuai dengan tingkatan-tingkatan yang berbeda dari peradaban. Gagasan terbaik tentang upah ini tampaknya adalah, bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan itu sendiri adalah upah. Seseorang telah ditolong, diselamatkan, menjadi senang, diberi kuasa dan ilham untuk menolong orang lain; fakta-fakta ini adalah kekal, dan akan selama-lamanya memberkati orang-orang yang menyebabkan hal itu. Maka, upah ini juga menyatakan secara tidak langsung kuasa untuk melakukan hal-hal yang lebih besar. Kalau ada sukacita dalam mengerjakan hal-hal bagi Sang Guru sekarang, akan ada sukacita yang lebih besar ketika kita menemukan diri kita diperlengkapi dengan kuasa-kuasa surgawi yang baru untuk melakukan pelayanan yang lebih besar lagi. Tetapi orang Kristen harus melatih dirinya semakin baik agar mata dan hatinya tetap terarah kepada Kristus, ingin sekali menyenangkan Dia. Dia memanggil kita untuk bersahabat dengan-Nya, bersekutu dengan-Nya, bekerja sama dengan-Nya dalam tugas-tugas-Nya yang besar. Kita seharusnya tidak mengecewakan Dia.

 466. Apakah seseorang yang sudah diselamatkan yakin akan keselamatannya?
sembunyikan teks

Banyak orang baik yang keselamatannya tidak patut disangsikan lagi, kadang-kadang merasa ragu, dan menderita kesedihan yang gawat. Dalam beberapa kasus keraguan ini bermula dari fisik yang diakibatkan oleh watak yang murung. Dalam kasus lainnya, itu timbul dari introspeksi yang terlalu berlebihan. Yang lainnya lagi, karena hati nurani mereka mengingatkan akan adanya dosa-dosa yang belum ditaklukkan. Anda harus ingat bahwa Anda tidak diselamatkan karena perasaan Anda, tetapi karena Kristus mati bagi Anda. Kalau Anda sungguh-sungguh bertobat dan percaya sepenuhnya pada Kristus untuk menyelamatkan Anda, dan hidup saleh dengan kekuatanNya, Anda berhak untuk mengucap syukur kepada Allah karena Dia menyelamatkan Anda, walaupun Anda ragu-ragu. Kalau Anda tidak dapat percaya firman-Nya bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya melalui Kristus memiliki hidup kekal, Anda harus meminta-Nya mengampuni Anda karena telah meragukanNya. Anda bisa merasa cukup yakin kalau Dia pasti menepati janji-Nya, entah Anda memiliki sukacita keyakinan atau pun tidak.

 467. Apa tugas orang Kristen mengenai pelaksanaan hari Sabat?
sembunyikan teks

Paulus memberikan nasihat ini kepada orang-orang yang terganggu oleh pembuat undang-undang pada masanya: "Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari Sabat" (Kol. 2:16). Dalam setiap generasi sejak masa Kristus dan sebelumnya, ada orang-orang yang lebih menekankan hari-hari dan bentuk-bentuk serta upacara ketimbang pada hal-hal yang hakiki. Kaum Farisi berpendapat lebih mudah untuk memberikan persepuluhan dari hasil kebun mereka ketimbang berbuat adil dan menahan diri untuk merampas para janda dan anak yatim. Sebagai orang Kristen Anda tidak berada. di bawah hukum Taurat sama sekali. Sewaktu bangsa bukan Yahudi untuk pertama kalinya diterima dalam Jemaat, diumumkan secara jelas bahwa mereka tidak diwajibkan untuk menaati kitab undang-undang bangsa Yahudi. Pertanyaan ini muncul dalam sidang yang khidmat di mana para Rasul hadir dan masalah ini diputuskan sekali untuk selamanya. Anda akan menjumpai hasil diskusinya dalam Kisah Para Rasul 15. Dalam nama Roh Kudus, keputusan diambil seperti yang tertulis dalam ayat 28 dan 29, dan dinyatakan dengan jelas bahwa tidak ada beban lain yang ditanggungkan atas mereka. Secara wajar dan layak merayakan hari kebangkitan Kristus dari kematian, bukan Sabat Yahudi yang tidak ada sangkut paut dengan mereka, dan kita mengikuti teladan mereka.

 468. Teori mana yang benar berkenaan dengan ibadah hari Minggu?
sembunyikan teks

Sabat ditahbiskan secara ilahi sebagai hari perhentian dari pekerjaan apa pun. Dalam Gereja Yahudi, larangan-larangannya lebih kaku, dan mencemarkan hari itu akan dihukum berat. Ini adalah hari beristirahat, pendamaian, ibadah dan hari raya keagamaan (lih. Yes. 58:13, 14). Ibadah Sabat Kristen mengarah kewajiban umum yang sama untuk berpantang dari bekerja mencurahkan sebagian besar hari itu untuk beristirahat beribadah. Yesus sendiri menegur larangan-larangan Sabat seperti budak dari kaum Saduki dan Farisi, dan menunjukkan kepada mereka bahwa Sabat diadakan untuk manusia, artinya Sabat dirancang dan diadakan bagi manusia secara bersama, dan membantu terlaksananya kebaikan kita yang tertinggi. Dia menunjukkan bahwa ada beberapa tindakan sendiri yang tidak mengandung dosa, melainkan bermanfaat, dan hal seperti itu boleh dilakukan pada hari Sabat. Ini adalah pekerjaan yang dilakukan karena perlu atau karena kemurahan hati. Inilah sikap Gereja Kristen masa kini mengenai pelaksanaan hari Sabat (Kol. 2:16). Singkatnya dapat dikatakan bahwa pekerjaan yang dapat dilakukan pada hari-hari biasa seharusnya tidak dilakukan pada hari Sabat, dan pekerjaan amal dan kemurahan hati dibenarkan pada hari itu. Kita memiliki contoh ilahi untuk pantangan dalam Kejadian 2:2, 3.

 469. Mungkinkah kita melampaui kesediaan dan kuasa Allah untuk menyelamatkan?
sembunyikan teks

Tidak seorang pun yang mampu hidup di luar jangkauan kemurahan hati Allah. Yesus menyelamatkan "dengan sempurna" (Ibr. 7:25). Allah akan selalu mendengar dan menjawab doa dari hati yang tulus dan penuh penyesalan. Pengorbanan diri Kristus adalah sekali untuk selamanya bagi siapa pun yang menerima Dia; dan perantaraan-Nya, yang terus-menerus ada, menjamin kalau kita tidak bisa dipisahkan dari kasih-Nya jika kita menerima Dia dalam hati dan kehidupan kita.

 470. Apa jalan keselamatan itu?
sembunyikan teks

Barangkali akan mengecewakan kalau kita menjawab secara Alkitabiah, "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat". Namun itulah satu-satunya jawaban yang benar. Kalau kita melucuti penyusunan kata-kata teologi, maka jalan keselamatan bisa dijelaskan sebagai menyerahkan perkara Anda ada Kristus, sama seperti kalau Anda menyerahkan kasus Anda kepada dokter ketika Anda sakit, atau kesusahan Anda kepada seorang pengacara kalau Anda terancam akan dipenjara. "Percayalah kepada-Nya" adalah kepercayaan penuh yang Anda berikan kepada-Nya dan keyakinan mendalam bahwa Dia dapat dan akan menyelamatkan Anda. Inilah hal pasti, titik yang menentukan. Setelah hal ini dilakukan, beberapa akibat timbul darinya. Satu akibat adalah merasa sedih karena dosa yang sebelumnya dilakukan dan menolak dosa itu di masa mendatang. Yang kedua adalah usaha dalam kekuatan yang Kristus berikan, mengikuti teladan-Nya, memelihara roh-Nya, dan menjalani hidup murni, kudus dan suka menolong seperti Dia. Hal ini meliputi doa dan tunduk pada kehendak-Nya dalam segala hal. Selanjutnya Anda harus bergabung dengan sebuah gereja untuk mengakui Dia secara terbuka. Ada hal-hal lain yang akan menuntut perhatian Anda sewaktu Anda teruskan, tetapi hal-hal yang kami sebutkan adalah tugas-tugas sederhana dan jelas yang harus Anda lakukan untuk menjadi orang Kristen.

 471. Kalau Allah bekerja dalam kita, bagaimana seharusnya kita kerjakan keselamatan kita sendiri?
sembunyikan teks

Tidak ada hal-hal yang bertentangan dalam Filipi 2:12, 19. Memang benar kalau kita harus mengerjakan keselamatan kita sendiri; dan sama benarnya bahwa Allah yang mengerjakannya di dalam kita. Ada bagian tertentu yang harus kita lakukan, yang Allah tidak dapat lakukan bagi kita; bagian lain adalah bagian yang Allah lakukan yang tidak bisa kita lakukan bagi Dia. Yang pertama harus kita lakukan adalah percaya. Pak Moody biasanya menceritakan bagaimana dia berdoa memohon iman sampai akhirnya dia memperhatikan ayat yang berbunyi: "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus" (Rm. 10:17). Allah telah memberikan Firman; dan kita yang harus percaya. Sekali lagi, Allah memberikan kuasa, tetapi kita harus menggunakannya. Allah boleh memberikan Roh-Nya untuk memampukan orang Kristen untuk bersaksi atau berkhotbah, tetapi orang Kristen harus menggunakan bibir, lidah dan suaranya. Allah diam di dalam kita dan bekerja di dalam kita dan kita memiliki kuasa-Nya; tetapi dengan menggunakan kuasaNya dan menerima pertolongan-Nya kita meningkatkan kecakapan kita untuk beroleh lebih banyak lagi, kita memperoleh kekuatan mental, rohani dan jasmani dan keterampilan untuk melakukan pekerjaan kita. Dalam hal ini, kehidupan jasmani kita memiliki persamaan sempurna dengan kehidupan rohani; Allahlah yang membuat jantung kita berdetak dan tetap melimpahkan karunia kehidupan. Dalam pengertian ini, Dia tinggal dan bekerja di dalam kita. Tetapi kita harus bekerja dan berlatih supaya kita bertumbuh lebih kuat dan lebih efisien dan merampungkan pekerjaan yang harus kita kerjakan.

 472. Bagaimana seharusnya kita menerima Kristus sebagai Juruselamat?
sembunyikan teks

Meskipun keselamatan oleh iman adalah hal yang sederhana, banyak orang tersandung karenanya. Tampaknya terlalu sederhana untuk menjadi kenyataan, sehingga mereka berusaha mencari-cari cara yang lebih sukar untuk diselamatkan, dan sudah pasti mereka tidak menemukannya sebab memang tidak ada cara lain. Berikut adalah sesuatu yang harus kita katakan kepada setiap jiwa yang mencari-cari: Tahap pertama menuju Kristus adalah menyadari apa yang menjauhkan Anda dari Dia, yaitu dosa Anda. Kristus begitu dekat dengan Anda, lebih dekat ketimbang sahabat terdekat Anda; tetapi dosa Anda memisahkan jiwa Anda dari Dia. Anda harus mengakui dosa Anda, menyatakan bahwa Anda telah berbuat dosa; Anda harus bertobat dari dosa, memberikan ganti rugi kalau Anda merugikan orang lain; Anda harus 'memutuskan untuk meninggalkan dosa Anda. Tetapi hal-hal ini bukanlah iman; melainkan merupakan langkah-langkah penting menuju iman. Iman adalah kepercayaan pasti bahwa Kristus mati karena dosa-dosa Anda dan Dia benar-benar mengampuni dosa-dosa itu sekarang. "Dia mengalami kematian bagi semua orang". Kalau begitu, maka Dia benar-benar secara harfiah mati bagi Anda. Sangatlah mudah untuk. percaya kepada Yesus, kalau Anda bersedia membiarkan diri Anda melakukannya. Iman adalah suatu hal yang sangat sederhana; keraguan itu sukar. Dalam otak Anda tahu bahwa Dia mati bagi "semua orang". Lalu mengapa Anda ragu-ragu kalau Dia mati bagi Anda? Anda tahu kalau Dia mati bagi dosa-dosa seluruh dunia; artinya Anda termasuk. Tidak ada dalam sejarah dunia suatu fakta yang lebih meyakinkan dan lebih mantap ketimbang kenyataan bahwa Kristus disalibkan untuk menyelamatkan Anda dari dosa. Pada saat seseorang berhenti meragukan fakta itu dan mulai percaya dia akan menemukan kedamaian, dan menemukan Kristus. "Jangan takut, percaya saja". "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat". Belumkah Anda membuktikan bahwa jalan keraguan itu sukar dan menyedihkan? Tidakkah Anda ingin mencoba jalan percaya, dan mengetahui betapa manis dan terang dan menyenangkan jalan itu?

 473. Pembedaan apa yang harus dibuat antara gembala yang palsu dengan yang sejati?
sembunyikan teks

Ujian yang Kristus berikan (Mat. 24:24) membuat kita mengenal gembala palsu, dan juga yang sejati, adalah praktis untuk semua zaman. "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka". Alkitab menetapkan ciri-ciri "gembala palsu" sebagai berikut: Mereka hanya melayani diri sendiri, mempedulikan hal-hal duniawi, berpura-pura saleh dan suci, takut akan penganiayaan, mengindahkan orang, pekerja yang membohongi, menubuatkan kedamaian palsu, berusaha merebut ayat Alkitab, menyangkal bahwa Tuhan telah membeli mereka, lebih menyukai pertanyaan tentang filsafat sia-sia ketimbang kebenaran Alkitab, dan masih banyak lagi. "Gembala sejati" mengajarkan Firman yang mampu menyelamatkan dan membangun; dia waspada terhadap jiwa-jiwa, mencari yang tersesat, memulihkan dengan kasih orang-orang yang merasa ditolak oleh sikap yang tidak mengenal belas kasihan, bersedia mengurbankan diri, simpatik, setia memperingatkan dan menegur, lembut dalam memperlakukan orang-orang Kristen yang masih muda dan berbeban, gigih apabila dia sewaktu-waktu dapat menyelamatkan jiwa-jiwa. Dengan demikian, maka anugerah, yang menghasilkan karakter, bukan talenta, yang membedakan gembala yang sejati dari yang palsu.

 474. Apakah Allah mengizinkan Iblis menghukum kita dengan penyakit?
sembunyikan teks

Jangan berbuat keliru seperti sahabat-sahabat Ayub dengan beranggapan bahwa penyakit, masalah, atau kehilangan sudah pasti merupakan hukuman. Anda akan menemukan sebuah teori yang berbeda, tidak saja dalam Injil Yohanes, tetapi juga Surat Ibrani. Penulis surat kiriman ini mengatakan (12:5-11) bahwa hukuman kadang-kadang dinilai sebagai bukti dari kasih Allah. Dia dengan jelas menilainya sebagai ditimpakan oleh Allah, tetapi sifatnya disiplin dan mendidik bukannya menghukum. Di sisi lain, Paulus berkata bahwa "durinya dalam daging" adalah suruhan Iblis (II Kor. 12:7). Tidak membuat perbedaan yang begitu besar bagi si penderita, apakah itu diberikan oleh Allah, ataukah Ia mengizinkan Iblis atau manusia memberikan kesusahan itu. Dalam keduanya kesengsaraan itu harus ditanggung, dan kalau ditanggung dengan kesabaran dan ketenangan hati, Allah berkenan, karena dengan demikian dunia bisa melihat bagaimana anak-anak-Nya mengasihi dan menghormati Dia. Pernyataan yang acap kali diucapkan adalah semua penyakit dan kesengsaraan dikirimkan sebagai sebuah hukuman, tidaklah benar tetapi sebaliknya, merupakan fitnah yang mengerikan terhadap Allah dan penghinaan kejam terhadap para penderitanya. Sakit penyakit kadang-kadang adalah suatu hukuman karena mengabaikan hukum alam, tetapi ini bukanlah hukuman Allah atas dosa. Kitab Ayub ditulis untuk menunjukkan betapa keliru dan pengecutnya teori yang menyatakan orang yang paling sengsara adalah pendosa terparah. Ayub bersikukuh dan Allah meneguhkan dia, kita tidak berhak untuk menyimpulkan bahwa orang yang menderita kesusahan adalah pendosa yang keji sekali. Kristus juga dengan marah menolak gagasan itu (lih. Luk. 13:2-4, dan lagi di Yoh. 9:1-3). Penyakit acap kali datang sebagai sebuah disiplin untuk mengembangkan kerohanian, memimpin pada iman dan kesabaran yang lebih besar dan kadang-kadang memberikan teladan dari kekuatan Kristus yang menopang. Orang sering kali merasa takjub tentang kesabaran dan daya tahan orang Kristen yang menderita dan dari pemandangan itu memperoleh sebuah kesan mendalam tentang kekuatan agama.

 475. Apakah "jatuh dalam dosa" membuktikan bahwa pertobatan belum terjadi?
sembunyikan teks

Ini bukanlah ujian yang dapat diandalkan. Sayangnya, bahkan orang yang sudah bertobat kadang-kadang jatuh dalam dosa. Akan tetapi ada perbedaan di sini, bahwa sebelum bertobat, dosa menimbulkan sedikit kesedihan kalau ada, sedangkan setelah bertobat hal ini sungguh-sungguh disesali dan pertolongan Allah dicari tidak sekadar untuk mendapat pengampunan, melainkan untuk mendapat kekuatan agar menghindarinya di masa yang akan datang. Ada banyak tanda pertobatan. Salah satunya yang baru disebut terdapat dalam sikap jiwa terhadap dosa. Yang lainnya adalah kasih kepada Kristus, yang menjadi sumber semua berkat. Ada juga keinginan kuat untuk mengenal Dia dan menjadi seperti Dia dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya, dan memutuskan jika kehendak-Nya dikenali, maka itu harus ditaati berapa pun harganya. Ada juga perubahan perasaan terhadap orang lain, khususnya terhadap semua orang yang juga mengasihi Kristus. Jiwa yang telah dilahirkan kembali penuh dengan kasih baik kepada laki-laki maupun perempuan dan ada keinginan kuat untuk melayani mereka. Hal-hal ini termasuk dalam tanda-tanda yang paling mencolok dari pertobatan, tetapi hal-hal ini tidak selalu ada pada awal kehidupan Kristen, melainkan berkembang kemudian.

 476. Kalau dosa-dosa yang lampau mengusik pikiran, apakah ini membuktikan kalau Allah belum mengampuninya?
sembunyikan teks

Tidak, kadangkala ini merupakan bukti kurangnya iman. Tetapi secara umum hal ini muncul dari perasaan yang sangat tepat tentang sifat dosa kita yang keji. Meskipun Allah mengampuni, dan kita bersukacita atas kenyataan ini dan memuja Dia atas kemurahan hati-Nya yang mengagumkan, kita tidak dapat mengampuni diri sendiri. Ada ungkapan yang sangat menyentuh dalam Markus 14:72 yang mengisyaratkan bahwa ingatan Petrus tentang penyangkalannya akan Kristus adalah sepanjang hidupnya: "Lalu menangislah ia tersedu-sedu". Para penginjil lainnya berbicara tentang tangisannya pada saat itu, tetapi Markus, yang mungkin mengenalnya dengan baik di tahun-tahun kemudian, mengungkapkannya secara berbeda. Meskipun Petrus tetap saja menangisi kenangan itu, dia yakin dia telah diampuni.

 477. Apakah kita dihukum atas dosa-dosa sementara masih ada di bumi ini?
sembunyikan teks

Mungkin sulit untuk membuktikan akan adanya hukuman langsung, tetapi pengalaman membuktikan bahwa akibat-akibat dosa sering kali sangat pahit dan menyakitkan. Kadang-kadang ini terasa di dalam tubuh, ketika dosa-dosa di masa muda mendatangkan penyakit yang diderita seumur hidup. Hal itu acap kali terlihat dalam kasus-kasus orang-orang Kristen yang memberi teladan buruk sebelum pertobatan mereka, dan mereka bersedih hati sewaktu melihat kaum muda, yang mereka pimpin menuju kejahatan, menjadi semakin buruk. Akibat-akibat dosa karena mengabaikan pendidikan anak-anak sering kali sangat menyakitkan. Seorang anak bertumbuh dan jatuh dalam dosa, dan selanjutnya orang tua menderita penyesalan yang mendalam, sewaktu mereka merasa kalau saja mereka melaksanakan tugas mereka sebelum terlambat, anak ini mungkin masih bisa diselamatkan. Dalam hukum alam, dosa mendatangkan hukumannya sendiri.

 478. Apakah dosa yang diperbuat dengan sengaja meniadakan pengampunan bagi orang Kristen?
sembunyikan teks

Tidak, kita dengan teguh percaya bahwa tidak ada ayat yang tidak mengizinkan mereka mendapat pengampunan. Penulis Surat Kiriman kepada Jemaat Ibrani (yang, barangkali bukan Paulus), dengan jelas berpendapat bahwa tidak ada pengurbanan lebih jauh atas dosa ketimbang yang ditawarkan oleh Kristus (lih. Ibr. 10:26). Dia sedang menulis kepada Jemaat Ibrani, yang di bawah zaman Perjanjian lama, dapat membawa kurban dosa lainnya kalau mereka melakukan dosa lagi. Orang Kristen harus kembali pada salib, sebab tidak ada penebusan dosa lainnya lagi, dan dengan mengesampingkannya, berarti dia tidak mempunyai akal lain. Orang yang murtad yang dengan sungguh-sungguh bertobat, didorong untuk kembali dan pasti akan disambut. Ini merupakan satu tugas yang penting sekali yang harus dilaksanakannya. Petrus, yang menyangkal Tuhannya, disambut dengan lembut. Anggota jahat yang disebutkan dalam I Korintus, dalam surat kiriman yang kedua (2:7), diampuni dan dihiburkan. Seperti seorang bapa yang menerima seorang anak yang dikasihinya, yang datang kepadanya dengan pengakuan dan pertobatan, demikian pula Allah akan menerima orang Kristen yang sudah jatuh, tetapi yang telah meninggalkan dosanya dan dengan rendah hati memohon pengampunan melalui Kristus.

 479. Bagaimana agama menolong seseorang mengatasi dosa yang menimpa?
sembunyikan teks

Pertama, ada kuasa langsung yang Allah janjikan untuk diberikan melalui Kristus kepada mereka yang dengan tulus dan sungguh-sungguh mencarinya. Selanjutnya, akan ada kuasa subyektif yang datang dari jiwa yang berbalik secara tegas kepada Allah. Kuasa ini oleh Chalmers disebut "Kuasa pelepasan dari kasih yang baru". Ini merupakan gerak hati yang menaklukkan yang tidak menyisakan tempat dalam pikiran untuk musuh yang lama. Apabila seseorang jatuh lagi di bawah kuasa dosa, dia tidak perlu menyimpulkan bahwa Allah tidak memberi pertolongan. Dia sebaiknya berpikir bahwa pertolongan telah diberikan, tetapi tidak dipakai. Manusia harus bekerja sama dengan Allah dalam kasus seperti ini dan harus berharap akan dibebaskan tanpa kerja keras, melainkan dibebaskan dengan kerja keras disertai kekuatan baru yang Allah berikan kepadanya. Tetapi yang paling penting harus ada percaya yang kokoh kepada Kristus dan kasih-Nya yang menebus. Percaya yang semata-mata berdasarkan intelektual tidaklah cukup. Sama seperti yang Yakobus katakan, "Setan-setan pun juga percaya". Percaya dalam pengertian berharap, bersifat mempercayai, itulah yang diharuskan. Ini adalah sejenis percaya yang seorang pasien miliki terhadap dokternya ketika mengalami penyakit kritis, dia mempercayakan nyawanya kepada seorang dokter, dan tidak memanggil lainnya. Atau, sewaktu seseorang yang dituduh membunuh menggantungkan nasibnya kepada pengacaranya dan percaya kepada wewenangnya untuk menjamin kebebasannya. Atau rasa percaya seseorang buangan kepada penguasanya yang telah mengeluarkan pernyataan pengampunan baginya. Orang yang menempatkan dirinya ke dalam tangan Kristus untuk memperoleh keselamatan akan berusaha menolak semua kejahatan dan akan menaati perintah Kristus dan akan mencari pertolongan dari Kristus, yang sudah sedia diberikan yang akan memampukan dia menjalani hidup yang kudus.

 480. Apakah orang yang sudah lahir kembali tidak berbuat dosa?
sembunyikan teks

Dalam kelahiran kembali, sifat yang lebih tinggi, yang diberi oleh Allah tidak berbuat dosa (I Yoh. 3:9). Prinsip yang ada dalam dirinya mutlak berbeda dari dosa dan membuat-Nya membenci semua dosa dan berkeinginan untuk menolaknya. Luther, yang merujuk kepada keadaan ini, menulis: "Anak Allah mendapatkan luka-luka setiap hari dan tidak pernah membuang senjatanya, ataupun berdamai dengan musuhnya yang mematikan". Hidupnya adalah peperangan tiada henti melawan dosa, tetapi dia dijaga oleh kuasa ilahi sehingga tidak jatuh, dan kalau dia 'bahkan untuk sesaat saja membiarkan senjata-senjata rohaninya tidak dipakai, ia akan merasakan serangan sengit dosa. Prinsip yang mengatur hidupnya adalah hukum Allah, tetapi sifat lama kadang-kadang bisa saja memberontak. Ayat-ayat dalam Ibrani 27 tidak menentang hal ini. Ayat-ayat dalam Ibrani 6 ditulis untuk mendorong kemajuan kehidupan rohani dan memperingatkan mereka bahwa merosotnya kekuatan rohani pasti membawa pada "kejatuhan" dan mungkin pada kemurtadan. Peringatan ini tidak ditujukan kepada orang pilihan, melainkan pada orang-orang yang suam-suam kuku, yang memiliki iman sementara, hanya akan diikuti oleh ketidakpedulian.

 481. Apakah anak-anak dihukum karena dosa orang tuanya?
sembunyikan teks

Hal ini ada dalam pikiran banyak orang yang salah mengerti. Alkitab membahas tentang hal ini (Kel. 20:5). Ahli-ahli yang baik berpendapat bahwa ini tidak berarti Allah menghukum siapa pun akibat perbuatan salah orang tuanya, tetapi dia dihukum oleh karena perbuatan orang tua itu sendiri. Tidak dapat dielakkan kalau kita pasti terpengaruh oleh apa yang orang tua kita lakukan. Kita menikmati hak-hak istimewa dari negara kita yang merdeka karena hak-hak ini dimenangkan oleh nenek moyang kita; kita mendapatkan kebebasan beragama karena mereka berjuang dan menderita dan mati untuk memperolehnya. Dengan menerima yang baik, apakah kita juga mewarisi yang jahat dengan cara yang sama? Anak-anak seorang pemboros pasti tidak bisa memulai kehidupan dengan baik yang sebenarnya bisa mereka miliki; anak laki-laki dari seorang ayah yang cemar namanya, kehidupannya dicela. Bahwa watak, kebiasaan dan kejahatan dari orang tua yang tidak baik pastinya berpengaruh pada keturunannya telah diakui secara umum. Hukum-hukum alam tidak bisa dihilangkan, dan ciri-ciri nenek moyang kadangkala bisa dilacak melalui beberapa generasi. Anak-anak yang dilahirkan di Babel, menderita dalam pembuangan sebab bapa-bapa mereka meninggalkan Allah. Hukum hidup alami menyatakan bahwa akibat-akibat yang mengalir dari perbuatan salah orang tua terbawa sampai kepada anak-anaknya; tetapi anak-anak tidak bertanggung jawab secara moral atas dosa-dosa orang tua mereka.

 482. Mungkinkah ada keadaan tanpa dosa?
sembunyikan teks

Sering kali muncul kebingungan berkaitan dengan perselisihan yang jelas kelihatan dari pernyataan yang ada dalam I Yohanes 1:8 dan 3:9. Di 1:8, setiap orang dinyatakan berdosa, dan di 3:9 dengan jelas dinyatakan, "Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi". Dengan beranggapan bahwa siapa pun yang tidak berbuat dosa adalah berasal dari Allah berarti meniadakan semua orang, seperti Yohanes sendiri mengakuinya dalam 1:8 yang dikutip di sini. Penjelasannya adalah penulis berbicara tentang sifat ilahi yang ditanamkan di dalam orang percaya. Ia tidak pernah melakukan atau memaafkan dosa, bahkan selalu memprotesnya. Penjelasan kedua adalah siapa pun yang berasal dari Allah tidak terus berbuat dosa. Kalau dikhianati oleh sifat kedagingan sehingga berdosa, dia bertobat, mencari pengampunan, dan berhati-hati agar tidak mengulanginya lagi. Setinggi apa pun cita-cita orang Kristen seorang pengikut Kristus, dia akan menyadari kalau upayanya sangat jauh dari Teladan Yang Agung dan ketidaksempurnaannya tidak perlu dibahas lagi. Pada saat yang sama, dia benar-benar bisa dikatakan tidak lagi diperbudak oleh dosa, sejak dia meletakkan bebannya ke atas Penanggung Beban Agung, maka dosa tidak lagi dipertalikan dengannya.

 483. Apakah semua dosa dilakukan dengan sengaja dan setiap orang yang murtad dihukum?
sembunyikan teks

Persoalan ini dibahas dalam Ibrani 6:4, 5, 6, dan Ibrani 10:26, 27. Di satu sisi, dosa selalu diperbuat dengan sengaja karena pelaku dosa tidak akan melakukannya tanpa persetujuan kehendaknya; tetapi kata ini mengandung makna yang lain. Kata ini secara tidak langsung menyatakan suatu tindakan bebas dan disengaja, yang berbeda dari sebuah tindakan yang membujuk manusia atau memperdayakannya, atau sebuah tindakan yang dilakukannya karena ada godaan yang mendadak dan kuat. Misalnya, ada perbedaan yang menonjol di antara dosa Yudas dengan dosa Petrus. Rasul Paulus juga meminta Jemaat Korintus memulihkan orang yang bersalah yang telah dikucilkan (II Kor. 2:6-8). Yakinlah bahwa siapa pun yang murtad, lalu bertobat dan berbalik kepada Allah untuk memohon pengampunan, dan dengan tegas membuang dosanya, akan disambut dan diampuni (lih. Yeh. 33:14-16, dan banyak ayat lainnya).

 484. Apakah semua dosa dapat diampuni?
sembunyikan teks

Kemurahan ilahi diperluas sepenuhnya. Ajakannya berbunyi "barangsiapa bersedia boleh datang". "Dosa yang tidak terampuni", yang sering kali dibicarakan pada masa-masa awal Gereja, diyakini berkaitan dengan pekerjaan Roh Kudus yang dihubungkan dengan kuasa kegelapan. Dengan pengecualian ini, tidak ada apa pun dalam kategori pelanggaran-pelanggaran manusia yang melampaui jangkauan pengampunan ilahi. "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju", adalah janji yang sudah lama diberikan Allah kepada manusia; "sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba". Akan tetapi ini tidak seharusnya ditafsirkan sebagai dorongan untuk berbuat dosa, melainkan sebagai suatu dorongan untuk bertobat. Kalau orang berdosa sungguh-sungguh bertobat, memohon dengan sangat akan pengampunan Allah melalui Yesus; kalau dia menerima Yesus sebagai Juruselamat dan berusaha dengan pertolongan ilahi, untuk kemudian hidup sebagai orang Kristen, dia tidak hanya akan diampuni, melainkan dijaga supaya tidak kembali jatuh ke dalam dosa. Inilah ajaran Injil, dan menjadi contoh dalam kasus yang tidak terhingga banyaknya dewasa ini. Kita mempunyai banyak sekali contoh di mana-mana tentang pelaku-pelaku dosa besar yang telah meninggalkan jalan-jalan mereka yang jahat dan sekarang hidup baru, dan ditopang oleh kuasa ilahi.

"Luasnya kemurahan hati Allah
seperti luasnya lautan".

Kita memiliki kepastian yang jelas dari Juruselamat, "Barangsiapa yang datang kepada-Ku, tidak akan Kutolak". Tidak ada hukuman atas dosa-dosa yang sudah diampuni. "Yesus membayar lunas harganya".

 485. Masih adakah dosa yang tidak terampuni sekarang ini?
sembunyikan teks

Di masa lampau, ada pendapat umum yang menyatakan bahwa dosa yang tidak terampuni (Mat. 12:32) adalah mengatakan bahwa pekerjaan Roh Kudus dilakukan dengan perantaraan Iblis. Kalau ada imbangan modern dari dosa yang tidak terampuni, kita pastinya berpikir kalau hal itu terdapat dalam kasus orang yang memakai seragam Allah untuk melayani Iblis; yang memainkan peranan sebagai gembala domba-domba, padahal dia tidak lebih dari sekadar seekor serigala yang menyamar; yang mengambil sikap, bahasa dan kelakuan orang kudus yang bagian luarnya menutupi hatinya yang hitam penuh dosa dan kotor penuh kesalahan; yang membawa ke mezbah dalam rumah Allah tangan-tangan yang cemar dengan kejahatan, dan yang tetap menjalankan pertunjukan agama ini dan mengucapkan bahasa Kristen untuk memberikan ajakan sementara dia sendiri bukan orang Kristen. Ini merupakan gambaran yang buruk sekali dan satu gambaran yang paling tidak bisa dibayangkan dalam kasus orang yang sehat ingatan dan mempunyai rasa tanggung jawab.

 486. Apakah berdosa melakukan apa yang orang anggap salah meskipun tidak ada yang salah dengan hal itu?
sembunyikan teks

Ini merupakan ajaran Paulus, sewaktu dia secara khusus menyoroti dan menekankannya dalam Roma 14; I Korintus 8 dan I Korintus 10:23-33. Dia sendiri mengatakan bahwa ia tidak menganggap salah makan daging yang mungkin dipersembahkan kepada berhala (I Kor. 8:4, 8; I Kor. 10:25, 27), tetapi kalau dia mengetahui ada orang yang tersinggung atas kelakuannya itu maka dia tidak akan memakan daging sama sekali (I Kor. 8:13). Dalam Roma 14:20 dia berkata: "Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!" - maksudnya adalah bagi orang yang makan, meskipun hal ini bertentangan dengan hati nuraninya. Pemikiran yang sama terdapat dalam Roma 14:23: "Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa". Tetapi alasan kita menguatkan ajaran Perjanjian Baru ini; kita tahu adalah salah bagi siapa pun untuk melakukan sesuatu yang diyakininya adalah salah. Seluruh roh Perjanjian Baru yang jauh dari legalisme mengarah pada keinginan spontan dan setia untuk menyenangkan hati Allah dan melayani sesama kita. Di mana tidak ada perintah atau larangan khusus, tiap-tiap orang Kristen bebas mengikuti kata hatinya yang diterangi. Melanggarnya berarti dosa.'

 487. Wajarkah atau tidak wajar untuk berbuat dosa itu?
sembunyikan teks

Kalau dinilai menurut lazimnya dosa yang dimulai pada usia muda dalam kehidupan anak-anak, kita bisa menganggapnya sesuatu yang wajar. Daud tampaknya berpendapat sama (lih. Mzm. 51:15). Keadaannya tidak lebih baik sebelum kejatuhan manusia. Menurut catatan dalam Kejadian, Adam dan Hawa tidak tampak berusaha keras melawan godaan. Faktanya menganggap hal itu wajar, maka diperlukan sifat yang baru, sebagaimana yang Kristus jelaskan kepada Nikodemus (Yoh. 3:121).

 488. Bagaimana kita dapat memenangkan jiwa?
sembunyikan teks

"Bagaimana saya bisa memenangkan jiwa" adalah pertanyaan yang acapkali diucapkan oleh orang yang bare menjadi Kristen. Mereka teringat pada perintah: "Dan siapa bijak, mengambil hati orang" (Ams. 11:30). Dorongan hati pertama yang dirasakan oleh jiwa yang baru lahir di dalam Kristus adalah memberitakan kepada orang lain tentang pengalaman menyenangkan dan membawa orang kepada Juruselamat. Syarat pertama dalam memenangkan jiwa adalah memiliki pengalaman nyata yang membuat orang yang mengalaminya rindu untuk membagikannya kepada orang lain. Unsur paling penting dalam memenangkan jiwa adalah kesaksian sederhana tentang anugerah Allah. Hidupnya harus konsisten dan berhati-hati, sebab sulit atau bahkan tidak mungkin memenangkan orang lain bagi Kristus kalau kehidupannya tidak memberikan contoh dari ajaran sang Guru. Alkitab harus dikuasai oleh seseorang yang ingin berhasil dalam memenangkan jiwa. Dia harus menghafal, atau mampu menemukan dengan cepat, ayat-ayat yang bisa mengatasi kesukaran-kesukaran dari orang-orang yang hendak dimenangkannya. Harus dilakukan juga penyelidikan yang simpatik tentang sifat manusia. Pemenang jiwa harus memahami cara bekerja dan masalah-masalah hati dan pikiran dari orang yang hendak dijangkaunya. Harus ada aktivitas lanjutan. Bapak Moody menjadikan suatu aturan untuk berbicara dengan paling sedikitnya satu orang tentang keselamatan jiwanya setiap hari. Yang terpenting, kuasa Roh Kudus harus dicari dan didapatkan untuk memperoleh hikmat dan kuasa, karena hanya dengannya keberhasilan nyata dalam memenangkan jiwa dapat tercapai.

 489. Apakah orang Kristen dibenarkan untuk menuntut pengembalian hutang?
sembunyikan teks

Tergantung pada keadaannya. Kalau yang berhutang mampu, tetapi menolak membayar, Kristus sama sekali tidak bermaksud mencegah orang Kristen untuk naik banding dalam rangka mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya, setelah gagal melakukan segala bentuk upaya damai. Versi yang direvisi dari Lukas 6:35 berbunyi, "pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan" (terjemahan bebasnya, "tidak putus asa tentang siapa pun"). Kita harus bersikap baik kepada orang yang darinya kita tidak dapat mengharapkan apa pun. Allah akan membayar kita, meskipun manusia tidak. "Ini dimaksudkan orang kaya yang meminjami yang miskin sedikit uang untuk keperluan harian membeli makanan atau mencegah mereka masuk penjara; dalam kasus seperti ini kita harus meminjami dengan ketetapan hati untuk tidak menuntut bunga atas apa yang kita pinjamkan, yang menjadikan kita paling adil dari mereka yang meminjam uang untuk membeli atau berdagang; tetapi ini belum semuanya, kita harus meminjamkan meskipun kita mempunyai alasan untuk mencurigai kalau apa yang kita pinjamkan pasti tidak kembali; meminjami orang-orang yang sangat tidak mampu yang tidak mungkin mampu mengembalikannya kepada kita. Persepsi ini digambarkan dengan sangat baik oleh hukum Musa (Ul. 15:7-10) yang mewajibkan mereka meminjami kepada saudara yang miskin sebanyak yang dibutuhkannya, meskipun tahun pengembaliannya sudah tiba". Ini merupakan penjelasan seorang komentator kuno, tetapi ini baik dan benar.

 490. Apakah pencobaan datangnya dari Allah?
sembunyikan teks

Sifat manusia lemah dan pencobaan-pencobaan untuk berbuat salah sangatlah melimpah. Adakalanya kita mendengar, dalam pertemuan gereja, atau di tempat lainnya, beberapa orang yang tidak puas mengeluh kalau dia telah dicobai dan dia cenderung untuk melemparkan kesalahan atas keadaannya kepada Bapa Surgawi. Allah tidak mencobai siapa pun. Dia mengizinkan kita untuk ditempatkan pada posisi di mana, kalau mengandalkan kekuatan sendiri, kita pasti gagal; tetapi Dia tidak mencobai kita supaya berbuat jahat, dan kalau kita memohon pertolongan-Nya, kita pasti akan menerimanya: Ini adalah roh jahat yang ada di dalam kita dan pengaruh-pengaruh jahat di sekeliling kitalah yang membawa kita ke dalam pencobaan. Dalam I Korintus 10:13 dan Yakobus 1:13 dinyatakan dengan jelas bahwa meskipun Allah mengizinkan kita diuji, tetapi bukan Dia yang mencobai, dan Dia "tidak mencobai siapa pun". Penarikan Roh Kudus memberi kesempatan bagi kita mengalami berbagai pencobaan dengan membiarkan hati kita terbuka pada serangan si penggoda; tetapi tidak ada yang lebih keliru dari dugaan yang menyatakan bahwa pencobaan, atau penempatan perantara mana pun dalam jalan rohani manusia yang bisa membuatnya jatuh, berasal dari Allah.

 491. Apakah dicobai itu dosa?
sembunyikan teks

Kita tidak bertanggung jawab atas pencobaan-pencobaan kita, melainkan karena kita menyerah padanya dan memberi dorongan padanya. Dosa itu terdapat dalam keadaan pasif. Kristus sendiri dicobai. Allah tidak mencobai siapa pun, tetapi roh jahat di dalam hati kita sendiri yang mencobai kita. Kalau Anda memohon kepada Allah dalam nama Kristus, untuk membebaskan Anda dari pencobaan-pencobaan ini dan menyucikan pikiran dan hati Anda, pencobaan-pencobaan itu tidak akan lagi berkuasa atas Anda. Pencobaan itu akan berulang kali datang, tetapi akan mundur kebingungan, dan terkalahkan. Inilah satu-satunya jalan. Doa Kristus (yang diajarkan kepada murid-murid-Nya), lebih baik ditafsirkan: "Jangan tinggalkan kami dalam pencobaan" (kekuasaan si pencoba), bukannya "lepaskan kami dari pencobaan". Ini adalah bagian dari disiplin kita di dunia.

 492. Apa persepuluhan itu?
sembunyikan teks

Masalah persepuluhan sudah sering kali didiskusikan dan selalu produktif. Persepuluhan adalah sepersepuluh dari kenaikan melampaui dan di atas semua biaya administratif dan bukan sepersepuluh dari uang pokok. Pada masa-masa awal, sewaktu pertanian menjadi mata pencaharian yang nyaris universal pada umumnya, ini artinya sepersepuluh bagian dari hasil tanah atau kawanan ternak. Kemudian ini menjadi sepersepuluh dari keuntungan industri pribadi dari ciri apa pun (lih. Ul. 14:22, 28, 16:12; II Taw. 31:5, dsb.). Akan tetapi, ada bukti bahwa pada waktu-waktu tertentu ini berarti sepersepuluh dari seluruh harta milik seseorang. Tafsiran yang modern membatasinya pada sepersepuluh dari kenaikan. Ada banyak orang baik yang masih berpendapat bahwa persepuluhan dari pendapatan seseorang harus disisihkan untuk pekerjaan Tuhan. Di bawah ekonomi bangsa Yahudi purba, persepuluhan diatur oleh kitab undang-undang hukum yang diperluas dan dijadikan lebih rumit oleh rabi-rabi; tetapi di dalam kekristenan, hukum terutama yaitu kasih telah diganti dan dipakai untuk masalah persepuluhan maupun untuk masalah-masalah lainnya. Kita hendaknya memberi berdasarkan apa yang kami "peroleh" dari Allah, dan dari hati yang suka memberi dan penuh kasih. Seseorang yang ingin mempersembahkan sepersepuluh dari tanah miliknya harus memperhitungkan kenaikan nilai, atau angkanya, atau bentuk apa pun yang dimiliki aset-aset yang ada, tentu saja di luar ongkos-ongkos yang diperlukan dalam menjalankan bisnisnya. Mengenai biaya dalam rumah tangga, hal ini lebih luwes, dalam pengeluaran rumah tangga dan pribadi besar kemungkinannya untuk meningkat seiring bertambahnya pendapatan, peningkatan seperti itu sering kali merupakan suatu pemborosan ketimbang kebutuhan. Mungkin sekali terjadi bahwa seluruh penghasilan akan tertelan habis. Tetapi kalau kita bertindak hati-hati, kita tidak akan "merampas Allah" dengan cara melipatgandakan pengeluaran kita sampai tidak ada yang tersisa bagi pekerjaanNya. "Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan", dan hal ini secara khusus diterapkan pada ciri pemberian kita bagi pekerjaan Allah. Sementara kita tidak boleh memberi pada pekerjaan Tuhan, uang yang kita berhutang pada kreditor, kita bisa melakukan penyangkalan diri dalam berbagai hal, supaya persepuluhan kita "naik" (atau, kalau tidak naik, maka surplus kita berlebih dan melampaui semua biaya yang diperlukan) yang barangkali bisa menjamin pemberian murah hati kepada tujuan agama.

Allah juga seorang kreditor. Sejumlah besar warga Amerika Serikat berhutang. Tentu saja, tidak dibenarkan bagi mereka untuk menghentikan semua pembayaran kepada gereja dan kepada derma sebelum mereka melunasi hutangnya. Sementara mereka beserta keluarga mendapatkan manfaat dari gereja, iurannya kepada gereja juga harus mereka bayar seperti mereka membayar pajak dan uang sewa. Kreditor-kreditor Anda tidak berharap Anda mengabaikan tugas pembayaran atas makanan yang dibutuhkan tubuh Anda; mereka pasti tidak ingin Anda mengabaikan pembayaran atas makanan bagi jiwa Anda. Akan tetapi ingatlah bahwa persepuluhan tidak diwajibkan dari penghasilan atau pendapatan kotor, tetapi dari "kenaikan".

Sewaktu Yesus duduk menghadapi peti persembahan, Dia memperhatikan bahwa orang kaya memberi jumlah yang besar dari kelimpahannya, sedangkan seorang janda miskin memberi lebih banyak daripada semua orang, sebab dia memberikan "semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya" sebagai persembahan kasih, dan persembahan ini berkenan. Kalau kita hendak menghambur-hamburkan harta benda kita untuk diri sendiri dan keluarga, dan tidak menyisihkan sedikit pun untuk pekerjaan Tuhan, bukankah itu berarti kita "merampas dari Allah"? Praktisnya semua kesulitan yang tercakup dalam masalah ini akan terpecahkan kalau kita mengikuti metode banyak orang Kristen, yang kaya dalam harta maupun pekerjaan baik. Mereka memberi dengan leluasa dari kenaikan kekayaan mereka yang masih ada setelah membayar biaya-biaya bisnis yang memang penting, dan menjadikan Tuhan sebagai rekan dalam semua yang tersisa.

Sebuah persembahan yang tidak kita rasakan, dan yang diperoleh dari surplus kita, merupakan suatu pemberian yang kurang berharga, tanpa memandang berapa besar jumlahnya, sementara orang yang melakukan penyangkalan diri bahkan berkurban, yang memberi dengan hati bersukacita, akan mendapatkan berkat. Roh yang mendorong kita memberi, itu yang penting. Kita seharusnya tidak merencanakan supaya pemberian-pemberian kita kepada Allah akan kembali lagi kepada kita atau menambah keuntungan materi kita. Apa pun yang diberikan untuk pekerjaan Tuhan, entah itu diberikan secara pribadi dengan tangan kita sendiri atau melalui gereja atau organisasi-organisasi cabang, atau melalui saluran lain, harus dikesampingkan seluruhnya dari kita supaya kita tidak menarik keuntungan materi apa pun dari pemberian itu. Kalau kita mengaitkan tali pada persembahan itu, itu sama sekali tidak bisa dikatakan memberi kepada Tuhan.

 493. Dalam arti apakah kita hendaknya memahami "ilham" di Alkitab itu?
sembunyikan teks

Dalam II Timotius 3:16 sudah jelas dinyatakan bahwa Kitab Suci diberikan melalui ilham ilahi - bahwa pengertian dan karya para penulis dipengaruhi secara ilahi. Roh Kudus memenuhi hati orang-orang itu dengan suatu pesan dan memimpin mereka untuk menulis pesan itu bagi dunia. Inilah arti ilham. Para penulis yang diilhami adalah orang-orang kudus, nabi-nabi, pemberita-pemberita injil dan pemimpin-pemimpin rohani yang hidup dekat dengan Allah dan memiliki komunikasi terus menerus dengan Dia dalam doa dan renungan, dan yang hati dan hidupnya ditahbiskan demikian, dilimpahi kuasa untuk menyampaikan Firman-Nya kepada manusia,, kadang dalam satu bentuk tertentu, kadang dalam bentuk lainnya. Mereka adalah saluran-saluran terpilih dari komunikasi ilahi, yang menafsirkan maksud-maksud Allah dengan bahasa yang berwibawa, yang bisa dipahami oleh orang-orang yang dimaksudkan.

 494. Apa pentingnya Baptisan Yohanes?
sembunyikan teks

Baptisan Yohanes tidak dianggap sebagai penganugerahan pentahbisan langsung, melainkan merupakan persiapan; dan murid-murid Yesus, yang berpegang pada pandangan ini, membaptiskan kembali para pengikut Yohanes (lih. Kis. 19:3-5).

 495. Apakah Yesus membaptis?
sembunyikan teks

Apakah Tuhan kita secara pribadi membaptis orang masih diragukan. Ayat satu-satunya yang menjawab pertanyaan ini adalah Yohanes 4:1, 2, yang menjelaskan anggapan bahwa yang dimaksud di sini adalah Yohanes sebagai seorang hamba, membaptis dengan kedua tangannya, sementara Kristus sebagai Tuhan dan Sang Guru "membaptis dengan Roh Kudus", yang menunjukkan simbol-simbol lahiriah melalui murid-murid-Nya. Apakah Dia membaptis secara pribadi atau tidak, faktanya adalah selama pelayanan-Nya di muka bumi, baptisan adalah cara yang diakui untuk memasuki pelayanan-Nya.

 496. Apa, yang Alkitab ajarkan perihal meminjam dan riba?
sembunyikan teks

Rujukan yang paling radikal perihal peminjaman uang adalah dari Kristus sendiri (Luk. 6:35), "Berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan". Tetapi yang harus diingat adalah kata-kata yang disampaikan ini adalah kepada orang-orang yang keadaannya sangat berbeda dari kita. Dalam masyarakat kita kemudahan meminjam dengan ditarik bunga akan menguntungkan pihak yang memberi pinjaman dan si peminjam. Kalau praktik pemberian bunga mutlak dilarang, maka baik yang meminjamkan maupun peminjam sama-sama menderita, karena si kapitalis kurang begitu suka meminjamkan uang kalau dia tidak mendapatkan ganti rugi, dan si peminjam tidak akan mampu mendapat modal yang dibutuhkannya untuk menjalankan bisnisnya. Tujuan umum ajaran Alkitab tampaknya adalah si pemberi pinjaman tidak berhak untuk mengambil keuntungan dari keperluan peminjam untuk menuntut lebih dari tarif bunga yang adil. Banyak pinjaman yang sifatnya persekutuan terbatas, dan peminjam hanya perlu membayar kepada pemberi pinjaman saham dari laba yang diperolehnya dari modal yang disediakan oleh pemberi pinjaman, yang dianggap sebagai transaksi sah. Rujukan-rujukan untuk riba dalam Perjanjian Lama terdapat dalam Mazmur 15:5; Nehemia 5:11; Amsal 28:8, dan Imamat 25:35-37.

 497. Bagaimana orang Kristen dapat membenarkan perang?
sembunyikan teks

Menurut Anda bagaimana perasaan Yosua, Gideon, Daud dan orang-orang kudus lain di Perjanjian Lama tentang hal ini? Apakah menurut Anda mereka tidak tahu tentang perintah "Jangan membunuh"? Tampaknya mereka tidak menemukan kesulitan dalam menyelaraskan tugas mereka dengan perintah ini. Samuel menghiraukannya, akan tetapi dia tidak ragu-ragu mencincang manusia menjadi berpotong-potong dengan darah dingin (I Sam. 15:33); Saulus disalahkan karena mengasihaninya, seperti Ahab yang kemudian disalahkan (I Raj. 20:42) atas sikap toleran yang sama. Elia tampaknya adalah orang baik, akan tetapi dia menyembelih 450 orang (I Raj. 18:40) walaupun ada perintah "Jangan membunuh". Kalau Anda bersikeras menaati Perintah itu secara harfiah, kami tidak mengerti bagaimana Anda bisa membenarkan tindakan tukang daging melakukan pekerjaannya, karena Perintah itu (Kel. 20:13) tidak membatasi larangan itu pada kehidupan manusia. Ahli-ahli yang paling cakap setuju kalau Perintah itu harus dipahami dalam rohnya. Perintah itu melarang pembunuhan, dalam pengertian yang lazim dikandung kata ini. Perintah itu tidak melarang perang untuk pertahanan diri atau perang dengan tujuan yang benar. Orang-orang seperti Washington, Havelock dan Chinese Gordon, dan Stonewall Jackson, adalah orang-orang yang berhati-hati dan orang-orang Kristen yang terkenal, namun mereka berperang tanpa penyesalan, karena memang sudah menjadi tuntutan tugas. Di sisi lain, perang secara universal dikenal sebagai suatu kejahatan dan akibat yang logis dari keadaan-keadaan jahat. Adalah tugas orang Kristen untuk berperang melawan perang dan mempercepat mengadakan perdamaian dengan semua orang. Keadaan yang ideal adalah seperti yang digambarkan dalam Yesaya 2:4.

 498. Mengapa wanita diperintahkan untuk berdiam diri dalam gereja?
sembunyikan teks

Dalam I Korintus 14:34 Paulus membahas secara khusus kasus sebuah gereja yang didirikannya sendiri. Dia menerima keterangan dari keluarga Kloe, seorang anggota yang saleh (1:11), bahwa perpecahan serius telah muncul dan nasihat sangat dibutuhkan. Dari sumber-sumber lainnya dia mengetahui kalau gereja itu tenggelam dalam korupsi dan kesalahan. Tampaknya empat golongan telah terbit, yang kesemuanya berselisih tentang guru-gurunya masing-masing. Ada banyak kepahitan dalam situasi itu, selain itu dia mengetahui kalau pelanggaran susila dan pelanggaran peraturan sudah mulai menjalar; pertemuan-pertemuan mereka berubah menjadi lebih buruk dengan hadirnya wanita di tengah-tengah mereka tanpa memakai kerudung (yang bertentangan dengan pakaian yang lazim bagi wanita-wanita sopan pada masa itu) dan bahwa perayaan-perayaan gereja sering kali menampakkan kerakusan dan tindakan yang melampaui batas. Surat kirimannya ditulis untuk membetulkan keadaan-keadaan memalukan ini, untuk membenarkan segala sesuatu, menegur orang-orang yang bersalah dan mengetengahkan di hadapan mereka semuanya dari awal lagi akan hal-hal pokok dari Injil. Kita hanya bisa menyimpulkan, dari isi umum seluruh surat kiriman itu, bahwa wanita-wanita tertentu yang aktif dalam menimbulkan kekacauan patut mendapatkan pesannya supaya berhati-hati, yang pasti menimbulkan dampak yang dikehendaki. Di lain tempat dalam surat-surat kiriman kita menjumpai pengakuan penuh akan peran dan kemampuan wanita-wanita Kristen, meskipun tidak perlu dipertanyakan lagi kalau mereka pada masa-masa itu mendapatkan bagian yang menonjol dalam urusan-urusan keagamaan sebagaimana yang mereka dapatkan kemudian. Misalnya tidak disebutkan adanya wanita dalam Kisah Para Rasul 2:16-18, tetapi ini tidak berarti mereka tidak diikutsertakan. Ada banyak ayat dalam Perjanjian Baru yang menunjukkan bahwa wanita-wanita saleh memiliki andil yang baik dalam berbagai kegiatan jemaat mula-mula, tetapi tidak lazim bagi mereka untuk mengajar atau berkhotbah (lih. Kis. 16:40, 17:12, 17:34, dsb.). Keputusan Paulus tidak dimaksudkan sebagai sebuah pesan kepada seluruh jemaat, melainkan kepada satu jemaat khusus di Korintus, dan dianggap sebagai suatu kesalahan dan ketidakadilan yang menyedihkan untuk menerapkannya kepada wanita secara umum. Mereka memikul bagian yang terlalu mulia dan berguna dalam kemajuan agama Kristen untuk menjadi sasaran kritik yang tidak perlu yang hanya dapat didasarkan pada salah pemahaman akan kondisi-kondisi aktual dalam Jemaat Korintus yang membuat pesan seperti itu penting. Ada banyak contoh wanita saleh baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru. Pelayanan Yesus kepada pria maupun wanita adalah sama. Sebagian besar pengikut-Nya yang paling setia adalah wanita. Mereka adalah yang terakhir yang menghiburkan Dia di jalan menuju Golgota, yang pertama mengunjungi kubur-Nya dan adalah yang pertama yang kepadanya Ia menyatakan diri sewaktu kebangkitan-Nya. Jadi mengapa wanita-wanita yang baik sekarang ini tidak diperbolehkan mengambil bagian dalam kegiatan Kristen manapun?

 499. Apakah pantas "memperdengarkan suara sukacita" dalam penyembahan?
sembunyikan teks

Kekristenan adalah sebuah agama yang kurang mementingkan kepala atau akal ketimbang hati, dan tidaklah mengejutkan kalau sukacita dari hati akan diungkapkan dalam puji-pujian dan bahkan kadang-kadang dalam bentuk sorak-sorai. Ini merupakan cara menyalurkan yang alamiah dan tidak terbatas dari jiwa yang dipenuhi oleh kegairahan agama yang mendalam dan sukacita rohani. Kitab Suci secara harfiah penuh dengan ajakan-ajakan kepada umat Allah untuk mengungkapkan perasaan seperti itu. Ezra 3:13 menyebutkan tentang "bunyi sorak-sorai kegirangan" sewaktu meletakkan dasar Bait Suci. Dalam Mazmur 33:3, jemaat didesak untuk menyanyikan lagu-lagu baru dan mengeluarkan "sorak-sorai", dan dalam Yesaya 42:11, tertulis "baiklah bersorak-sorai dan berseru-seru ... memberi penghormatan"; Ayub 38:7 menceritakan bahwa "semua anak Allah bersorak-sorai" sedangkan Mazmur 65:14, yang menjelaskan keadaan orang benar yang diberkati. dengan kemakmuran, mengatakan, "semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi", "Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita", kata Pemazmur (Mzm. 5:12), "mereka akan bersorak-sorai". Gambaran yang berbeda terdapat dalam Yesaya 16:10, tentang orang berdosa yang membuat Allah memalingkan muka dari mereka, "Telah lenyap sukaria dan sorak-sorai". Tentu saja orang Kristen yang merasakan hatinya melimpah dengan sukacita dan ucapan syukur kepada Allah, memiliki jaminan yang terbaik untuk mengumumkan sukacitanya kepada dunia, kalau dia ingin melakukannya. Bagaimanapun, kita cukup memahami kalau ada banyak sifat orang yang pendiam dan suka menyendiri sehingga mereka tidak bisa menikmati kegembiraan meluap-luap dan lebih senang tidak berlebihan dalam menyatakannya. Dalam sebagian besar kasus, antusiasme religius adalah persoalan temperamen, yang masing-masing tepat di tempatnya sendiri.

 500. Teladan apa yang Kitab Suci sediakan untuk menyanyi solo, duet, dan paduan suara dalam gereja?
sembunyikan teks

Dalam I Korintus 14:26 Paulus yang merujuk pada bentuk-bentuk penyembahan Jemaat Korintus, menuliskan: "Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur", dan seterusnya. Ayat ini, khususnya bila dibaca dalam hubungan dengan ayat 15, "Aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku", secara tidak langsung menyatakannya bahwa anggota-anggota tertentu menyanyi sendiri saja. Tertulianus dan Agustinus merujuk kepada kebiasaan ini: "Setiap orang", kata Tertulianus, "diajak ikut dalam penyembahan di muka orang banyak untuk bernyanyi bagi Allah sesuai dengan kemampuannya, entah dari Kitab Suci atau diciptakan olehnya sendiri". Puji-pujian ini sering kali dilakukan tanpa persiapan. Sejak waktu Kidung Miryam, yang menyanyi sendiri sebagai tanggapan kepada para wanita lainnya, ataupun yang memimpin mereka menyanyi. (Kel. 15:20, 21); ada beberapa penyanyi khusus dan kelompok penyanyi yang memimpin pujian penyembahan kepada Allah. Pengaturan paduan suara Ibrani kuno sangat rumit (lih. II Sam. 6:5; I Taw. ps. 15, 16, 23, 25, dsb.). Jemaat Israel sangat banyak jumlahnya sehingga sulit sekali bahkan tidak mungkin bagi semuanya untuk menyanyi bersama-sama; dan puji-pujian terlebih dahulu dipelajari oleh paduan suara yang besar dan pasti dinyanyikan terlebih dahulu oleh mereka sebelum jemaat mempelajarinya; tetapi tidak ada alasan untuk mempercayai kalau seluruh jemaat bergabung dalam semua pujian. Banyak penyanyi Injil yang ditahbiskan membawakan penyembahan dan pelayanan yang berkenan kepada Allah dalam bentuk solo, duet, kuartet dan paduan suara. Seseorang akan dianggap sama sekali benar kalau dia berpendapat bahwa musik seperti itu harus benar-benar rohani, yang harus dinyanyikan tanpa pamer, secara sederhana, jelas, dan tulus untuk kemuliaan Allah. Tubuh gereja yang menyanyi seharusnya dilakukan jemaat secara keseluruhan, tetapi solo khusus dan nyanyian paduan suara mempunyai tempat mereka sendiri.



TIP #10: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab menjadi per baris atau paragraf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA