Resource > Jurnal Pelita Zaman > 
Volume 10 No. 2 Tahun 1995 
 YESUS SEBAGAI "TUHAN" (KYRIOS): TINJAUAN PERKEMBANGAN KONSEP DALAM PERJANJIAN BARU
sembunyikan teks
Penulis: Robbyanto Notomihardjo637
 MULTIPLIKASI MURID KRISTUS
sembunyikan teks
Penulis: Philip Herianto685
 KERAJAAN ALLAH DAN SIGNIFIKANSINYA DALAM HIDUP UMAT KRISTEN
sembunyikan teks
Penulis: Kalvin Surya708

Kerajaan Allah merupakan tema sentral di dalam seluruh misi pelayanan Yesus selama di dunia ini (Luk 4:43; 8:1; 16:16). Pada permulaan pelayananNya. Yesus memberitakan Injil Allah, dengan mengatakan: "Waktunya telah genap, kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" (Mrk 1:14,15). Kemudian, sepanjang seluruh pelayananNya. firman Allah yang diberitakan oleh Yesus disebut sebagai "firman tentang kerajaan Sorga" (Mat 13:19).704

Istilah "Kerajaan Allah" yang dipakai oleh Yesus, berasal dari kata Yunani basileia atau malkuth dalam PL. Kedua kata ini memiliki anti kata datar yaitu: "the rank, authority and sovereignty excercise by a king".705 Ketika kata basileia tersebut dipakai dalam ajaran Tuhan Yesus, maka makna yang ingin ditunjukkan adalah "pemerintahan oleh Allah yang Mahakuasa, di mana di dalamnya dicurahkan berkat-berkat dan Allah sendiri sebagai Raja" (bdk. Mzm.103:19, 145:11; Mrk.10:15, Mat.6:33).706

Berita tentang kedatangan Kerajaan Allah dalam pengajaran Tuhan Yesus tersebut, memang bukan suatu berita yang sama sekali baru. Sebab jika demikian, seruan Tuhan Yesus akan kurang memiliki makna penting bagi orang-orang Yahudi yang mendengarkan serta akan dirasakan sebagai suatu ajaran Yang asing bagi orang Yahudi. Namun seruan Tuhan Yesus tersebut sangat berarti karena orang-orang Yahudi telah lama mendengar berita tentang Kerajaan Allah dari nubuat para nabi Perjanjian Allah, serta perkembangan konsep tentang pengharapan kedatangan Kerajaan Allah yang beraneka ragam dalam Yudaisme.707 Tuhan Yesus sendiri melihat pelayananNya sebagai penggenapan janji kedatangan Kerajaan Allah dalam PL (Lk. 4:21, Mt. 11:2-6). Karena itu, usaha untuk memahami dengan sungguh-sungguh konsep dan makna berita Kerajaan Allah tidak dapat dilepaskan dari tulisan nabi-nabi dalam PL dan konsep Yahudi tentang Kerajaan Allah.

 TEGURAN YESUS KEPADA PETRUS: SUATU TINJAUAN
sembunyikan teks
Penulis: Kalvin Surya737

Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mat 16:23 bdk. Mrk 8:33).

Salah satu dari sekian banyak mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus selama di dunia adalah mengusir Iblis (Mat 8:28-34, Mrk 5:1-20, Luk 8:26-39). Selain itu, kuasa-Nya atas Iblis juga dibuktikan melalui kemenanganNya pada waktu Iblis mencobaiNya di padang gurun (Mat 4:1-11). Pada setiap peristiwa yang dikisahkan di atas, Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Yesus secara langsung berhadapan dengan roh jahat.

Ada kesulitan memahami Mat 16:23 (bdk. Mrk 8:33). Menurut Alkitab, pada saat itu Yesus secara langsung berhadapan dengan Petrus. Oleh karena Petrus berupaya untuk menghalangi jalan Yesus menuju salib, Ia menegurnya keras dengan sebutan "Iblis."

Sejumlah pertanyaan muncul: Apakah pada waktu itu Yesus berhadapan dengan Iblis yang mengambil rupa Petrus, seperti pada waktu Iblis mencobai Hawa dalam rupa seekor ular? Atau pada waktu itu Yesus sekedar menegur Petrus dengan keras karena perkataan Petrus tidak sesuai dengan kehendak Allah? Apakah pada waktu itu Yesus melihat Petrus sedang dikuasai Iblis sehingga Ia harus menghardik si Iblis keluar? Mungkinkah kesalahan Petrus adalah tanggung jawab Iblis sebagai sumber kejahatan?

Melalui analisis teks dan perbandingan beberapa tafsiran, penulis berusaha menjawab apa yang dimaksudkan oleh teks pada waktu Yesus menegur Petrus dengan sebutan "Iblis."

 YESUS BERJALAN DI ATAS AIR (YOH 6:18-21)
sembunyikan teks
Penulis: Andronikus Herijanto753

Peristiwa Yesus berjalan di atas air selain dalam Injil Yohanes terdapat pula dalam Injil Matius dan Markus. Di dalam ketiga kitab tersebut, peristiwa ini terjadi setelah peristiwa pemberian makan kepada lima ribu orang. Setelah mujizat itu, orang banyak ingin mengangkat Tuhan Yesus sebagai raja mereka. Namun, Tuhan Yesus tidak menerima itu sehingga Ia menyingkir ke gunung seorang diri. Ketika pari sudah malam, murid-muridNya pergi ke danau dan naik perahu menyeberang ke Kapernaum. Ketika mereka berada di tengah danau, tiba-tiba danau itu bergelora. Di danau Galilea memang sering terjadi angin kencang yang datang tiba-tiba. Ini disebabkan oleh keadaan geografisnya. Permukaan danau ini terletak lebih kurang 600 kaki di bawah permukaan laut.752 Ini berarti daratan di sekelilingnya lebih tinggi dari danau ini. Angin dingin dari tenggara sewaktu-waktu dapat bertiup ke danau ini, sehingga menyebabkan angin ribut.

Murid-murid sangat panik dengan gelombang laut yang begitu besarnya. Di tengah keadaan demikian. mereka melihat sesosok manusia sedang berjalan ke arah mereka. Ternyata sosok tubuh itu adalah Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menenangkan mereka agar tidak takut. Sesudah mereka menaikkan Dia ke atas perahu. segera perahu itu sampai ke pantai yang mereka tuju.

 TORONTO BLESSING: SUATU TINJAUAN PENGALAMAN RELIGIUS
sembunyikan teks
Penulis: Yonky Karman771

Belakangan ini orang Kristen di Indonesia diguncangkan oleh apa yang dikenal dengan "Toronto Blessing" (Berkat Toronto).770 Gerakan ini dimulai tepatnya pada kebaktian 20 Januari 1994 di gereja Airport Vineyard Toronto, Canada. Di dalam kebaktian itu orang tiba-tiba mengalami "tertawa kudus" (holy laughter), berguling-guling, tiba-tiba gemetar, menjadi lemah lunglai dan jatuh. Ada juga yang menangis tersedu-sedu atau terbaring dalam kegembiraan meluap-luap yang lama. Tulisan ini akan menyoroti fenomena "Toronto Blessing" bukan dari sudut ajaran doktrinal, tapi dari psikologi agama, tepatnya pengalaman religius.

 SPIRITUALITAS KAUM INJILI DI TENGAH MASYARAKAT MAJEMUK YANG SEDANG MEMBANGUN DI INDONESIA
sembunyikan teks
Penulis: Samuel Wahyudi799
 PEMULIHAN HARAPAN DUNIA: PERMENUNGAN TENTANG PENGHARAPAN KRISTEN
sembunyikan teks
Penulis: Markus Dominggus L.D.819
 TINJAUAN BUKU


TIP #10: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab menjadi per baris atau paragraf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA