TB NETBible YUN-IBR Ref. Silang Nama Gambar Himne

  Boks Temuan

Hakim-hakim 2:16-19

Konteks
2:16 Maka TUHAN membangkitkan hakim-hakim 1 , w  yang menyelamatkan x  mereka dari tangan perampok itu. 2:17 Tetapi juga para hakim itu tidak mereka hiraukan, karena mereka berzinah y  dengan mengikuti allah z  lain dan sujud menyembah kepadanya. a  Mereka segera menyimpang b  dari jalan yang ditempuh oleh nenek moyangnya 2  yang mendengarkan perintah c  TUHAN; mereka melakukan yang tidak patut. 2:18 Setiap kali apabila TUHAN membangkitkan seorang hakim bagi mereka, maka TUHAN menyertai hakim itu dan menyelamatkan d  mereka dari tangan musuh mereka selama hakim itu hidup; sebab TUHAN berbelas kasihan e  mendengar rintihan f  mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas g  mereka. 2:19 Tetapi apabila hakim itu mati, kembalilah mereka berlaku jahat, lebih jahat h  dari nenek moyang i  mereka 3 , dengan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya; j  dalam hal apapun mereka tidak berhenti dengan perbuatan dan kelakuan mereka yang tegar 4  k  itu.
Seret untuk mengatur ukuranSeret untuk mengatur ukuran

[2:16]  1 Full Life : TUHAN MEMBANGKITKAN HAKIM-HAKIM.

Nas : Hak 2:16

Para hakim bertindak sebagai pemimpin militer dan pemimpin suku ketika Israel sedang mengalami kemerosotan rohani, sosial, dan moral. Allah mengangkat mereka untuk membebaskan umat-Nya dari musuh-musuh setelah mereka bertobat dan berbalik kepada Allah. Para hakim memiliki sifat-sifat kepemimpinan yang menonjol serta mencapai kemenangan-kemenangan besar dengan bantuan dan kuasa Allah (ayat Hak 2:18; 6:11-16; 13:24-25; Hak 14:6).

[2:17]  2 Full Life : MENYIMPANG DARI JALAN YANG DITEMPUH OLEH NENEK MOYANGNYA.

Nas : Hak 2:17

Kunci untuk memahami sifat mendasar dari kemerosotan rohani Israel terdapat dalam ayat Hak 2:10-17.

  1. 1) Sepanjang masa hakim-hakim, angkatan Israel yang baru menyimpang dari jalan dan ajaran nenek moyang mereka. Mereka meninggalkan hubungan perjanjian mereka dengan Allah (ayat Hak 2:10) dan berbalik kepada yang jahat (ayat Hak 2:11-13). Mereka mulai meragukan standar-standar dan hukum-hukum angkatan pendiri mereka (ayat Hak 2:17).
  2. 2) Mereka menyimpang dari ketaatan kepada firman Allah (ayat Hak 2:2,17) dan sebaliknya hidup menurut keinginan sendiri (bd. Hak 17:6; 21:25).
  3. 3) Bangsa Israel gagal untuk memisahkan diri sepenuhnya dari kebudayaan Kanaan yang jahat (ayat Hak 2:11-13; 1:28); sebaliknya, mereka memilih berbagai keuntungan materiel dan kesenangan asusila orang-orang Kanaan (ayat Hak 2:12-13; 1:27-28,30,33;

    lihat art. SIFAT PENYEMBAHAN BERHALA).

    Mereka menikah dengan orang Kanaan (Hak 3:5-6) dan mulai menyembah Baal dan Asytoret (ayat Hak 2:13). Demikian, perpaduan yang tak terelakkan terjadi antara dua kebudayaan dan gaya hidup.
  4. 4) Sejarah ini menunjukkan bahwa arah alami tabiat manusia sejak kejatuhan adalah menurun; kekuatan rohani baik dari perseorangan maupun kelompok orang percaya akan berkurang kecuali kalau pembaharuan rohani terjadi secara berkala oleh kasih karunia Allah melalui pertobatan, doa, dan penyerahan kembali (bd. 2Taw 7:14; Yes 57:15; Mat 5:6; Yud 1:20).

[2:19]  3 Full Life : LEBIH JAHAT DARI NENEK MOYANG MEREKA.

Nas : Hak 2:19

Ayat ini menyingkapkan kemerosotan berangsur-angsur di Israel. Setiap angkatan berturut-turut berciri kemurtadan dan kemerosotan rohani yang lebih besar. Demikian pula, angkatan orang percaya kedua dan ketiga di bawah perjanjian yang baru harus menanyakan diri apakah pengabdian mereka kepada Allah sama seperti angkatan sebelum mereka. Ataukah mereka lebih menyesuaikan diri dengan cara hidup masyarakat mereka ketika menolak standar semula dari bapak-bapak mereka.

[2:19]  4 Full Life : MEREKA TIDAK BERHENTI DENGAN PERBUATAN...YANG TEGAR

Nas : Hak 2:19

(versi Inggris NIV -- "mereka menolak untuk berhenti ..."). Kegagalan banyak orang pilihan Allah untuk tetap setia kepada-Nya dan firman-Nya adalah tema yang berulang sepanjang sejarah alkitabiah.

  1. 1) PL menyatakan bahwa umat Allah berulang-ulang berbalik dari kasih, kebenaran, pengampunan, dan penyataan Allah. Beberapa contoh yang menonjol adalah penolakan kehendak Allah oleh Adam (Kej 3:1-7), keturunan Adam (Kej 6:1-7), keturunan Nuh (Kej 11:1-9), dan bangsa Israel (pasal Kel 32:1-35; kitab-kitab Hak 1:1-21:25; 1Raj 1:1-22:53; 2Raj 1:1-25:30; dan Kis 7:34-53).
  2. 2) Demikian pula dalam PB, Kristus dan para rasul menyatakan bahwa menjelang akhir zaman banyak orang di gereja akan berpaling dari iman sejati kepada Kristus dan penyataan-Nya di Alkitab (Mat 24:10-12,24; 2Tim 1:15; 4:1-4; Wahy 2:1-3:22).
  3. 3) Akan tetapi, Alkitab menekankan bahwa ada sisa orang benar yang akan tinggal setia kepada Allah dan penyataan-Nya sementara masa-masa kemerosotan rohani. Di antara sekian banyak contoh di Alkitab dari orang yang setia kepada Allah terdapat Henokh (Kej 5:21-24), Nuh (Kej 6:9-12), Abraham (pasal Kej 12:1-24:67; 18:19); Yusuf (pasal Kej 37:1-50:26); Musa (Kel 33:11-14; Ul 34:1-12); Yosua dan Kaleb (Bil 14:1-10); Rut (Rut 2:12); Samuel (1Sam 2:26; 1Sam 3:19); Elia (1Raj 18:20-22; 19:9-18; Rom 11:2-5); para nabi (Kis 7:52); Yohanes Pembaptis (Luk 1:15-17); Simeon dan Hana (Luk 2:25-38); para murid (Kis 5:27-42); Paulus (2Tim 4:6-8); para pemenang dalam Wahy 2:1-3:22; dan mereka yang tak bercacat dalam Wahy 14:1-5,12, yang merupakan sekumpulan besar orang dari setiap bangsa yang telah membasuh jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba (bd. Wahy 7:9-17).



TIP #05: Coba klik dua kali sembarang kata untuk melakukan pencarian instan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA