Topik : Kesendirian

13 Desember 2004

“manusia Gua”

Nats : Perhatikanlah teriakku, sebab aku telah menjadi sangat lemah (Mazmur 142:7)
Bacaan : Mazmur 142

Daud terjebak di dalam sebuah gua (Mazmur 142). Beberapa penafsir Alkitab menduga bahwa peristiwa itu terjadi ketika ia sedang melarikan diri dari Raja Saul yang ingin membunuhnya (1 Samuel 22:1). Masalah dan para pembuat onar mengimpitnya. Karena terjepit oleh keadaan dan bahaya yang ada, maka kemudian ia berpaling kepada Allah untuk meminta pertolongan.

• Daud ketakutan, sehingga ia melontarkan keluhannya kepada Allah (ayat 3).

• Ia merasa sendirian dan tidak dipedulikan, sehingga ia berseru kepada Allah (ayat 2,5,6).

• Situasi yang dihadapinya sungguh berat, sehingga ia memohon pertolongan (ayat 7).

• Daud dijebak, sehingga ia kemudian memohon untuk dibebaskan (ayat 8).

Gua apa yang mengelilingi Anda hari ini? Gua keputusasaan yang disebabkan oleh kedukaan atau penyakit? Gua kesulitan yang disebabkan oleh keputusan buruk Anda sendiri? Apakah Anda terjepit di dalam gua keraguan yang merenggut Anda dari sukacita dan keyakinan?

Inilah tindakan Daud tatkala ia terjebak di dalam guanya: ia me- mohon belas kasihan Allah, mencari perlindungan di dalam Dia, dan berjanji untuk memakai kebebasannya sebagai jalan untuk memuji-Nya. Pada akhirnya, ia menanti penghiburan dari sesama orang percaya.

Keluhan diikuti iman. Keputusasaan diikuti pujian. Rasa kesepian diikuti persekutuan. Kita dapat belajar banyak dari seorang “manusia gua” —Dave Branon

29 Agustus 2005

Pendamping yang Manis

Nats : Roh Kebenaran ... menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu (Yohanes 14:17)
Bacaan : Yohanes 14:15-26

Ada seorang wanita tua di panti jompo yang tidak berbicara kepada orang lain ataupun meminta sesuatu. Tampaknya ia sekadar hadir di situ. Ia hanya berayun-ayun di kursi goyang tuanya yang berderik. Ia tidak dikunjungi banyak orang. Melihat hal itu, seorang perawat muda sering masuk ke kamarnya pada waktu istirahat. Ia tidak menanyakan apa pun untuk membuatnya berbicara. Ia hanya menarik sebuah kursi lain dan berayun bersamanya. Setelah beberapa bulan, wanita tua itu berkata kepadanya, Terima kasih telah berayun bersama saya. Ia berterima kasih atas kesediaan sang perawat mendampinginya.

Sebelum naik ke surga, Yesus berjanji kepada para murid-Nya untuk mengirimkan seorang pendamping yang akan selalu menyertai mereka. Dia mengatakan bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sendirian, namun akan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai mereka (Yohanes 14:17). Janji itu masih berlaku bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus hari ini. Yesus mengatakan bahwa Allah Tritunggal tinggal dalam diri kita (ayat 23).

Tuhan adalah pendamping yang dekat dan setia sepanjang hidup kita. Penyanyi Scott Krippayne mengungkapkan kebenaran ini dalam lagu: Pada malam tergelapku, Dia adalah bintang pemandu; di dalam keberdosaanku, Dia adalah hati yang mengampuni; sebuah telinga yang mau mendengar untuk setiap doa yang bisu, sebuah pundak bagi beban-beban yang tak dapat kutanggung. Dia adalah Pendamping yang manis mulai hari ini hingga selamanya.

Kita dapat menikmati penyertaan-Nya yang manis hari ini AMC

29 Desember 2007

Itu Tidak Baik

Nats : Tuhan Allah berfirman, "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Kejadian 2:18)
Bacaan : Kejadian 2:15-25

Di sebuah sistem penjara di Amerika Serikat, 25.000 orang tahanan yang paling berbahaya dikurung tersendiri di dalam sel-sel beton yang kecil. Bisa dikatakan orang-orang itu tidak memiliki hubungan dengan dunia luar. Seorang tahanan di Penjara Negara Oregon mengatakan bahwa bagian yang paling sulit dari isolasi seperti itu adalah "tidak dapat melihat seseorang muka dengan muka ... untuk berkomunikasi, untuk menyentuh, untuk memeluk, untuk merasa dikasihi, untuk merasa sebagai manusia". Kata-kata orang ini seakan-akan berteriak, "Saya merasa kesepian! Seharusnya tidak begini keadaannya."

Penulis kitab Kejadian tentu akan menyetujui hal tersebut. Setelah Allah menciptakan manusia, Dia mengakui bahwa Adam kesepian, dan berkata, "Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Pada intinya, Allah berkata bahwa manusia membutuhkan orang lain sehingga ia dapat menjadi manusia yang utuh. Meskipun lingkungan yang paling dekat dengan kita ialah pertemanan, dalam konteks yang lebih luas Allah mengatakan kepada kita bahwa menjadi seorang manusia yang utuh berarti menikmati hubungan dengan orang-orang lainnya.

Apa pun penyebab kesepian -- dosa, kehilangan, rasa malu, sakit, depresi -- Allah berkata bahwa hal ini "tidak baik". Dia menciptakan kita untuk berhubungan erat dengan orang lain (Pengkhotbah 4:9-12) dan dengan-Nya (Wahyu 21:3). Ulurkanlah tangan dan kembangkanlah persahabatan yang diperlukan itu -- demi Anda sendiri dan demi mereka -- MLW



TIP #05: Coba klik dua kali sembarang kata untuk melakukan pencarian instan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA