Topik : Baru Lahir

25 September 2003

Masih Relevan

Nats : ... telah dilahirkan kembali ... oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1Petrus 1:23)
Bacaan : Mazmur 19:7-11

Diperkirakan setiap tahun terbit sekitar 300.000 buku baru di seluruh dunia. Sungguh suatu jumlah yang luar biasa! Namun, hanya ada satu buku, yaitu Alkitab, yang paling bertahan di antara semua buku itu.

Apa yang dapat kita katakan mengenai daya tarik "buku tua" ini? Jawabannya sangatlah sederhana. Buku ini adalah firman Allah, yang disampaikan dalam bahasa manusia, dan menceritakan tentang Pencipta kita dan kehendak-Nya atas dunia ini. Tidak hanya itu, buku ini juga memberikan pengertian yang paling tepat mengenai sifat dasar manusia yang membingungkan, serta alasan kita berbuat sesuatu.

Robert Coles, seorang profesor dari Harvard, telah mewawancarai ratusan orang dari berbagai kalangan masyarakat. Ketika ditanya mengenai hal yang telah dipelajari dari penelitiannya tentang sifat dasar manusia, Dr. Coles menunjuk Alkitab yang terletak di atas mejanya dan berkata, "Saya tidak menemukan satu hal pun mengenai penciptaan manusia yang bertentangan dengan yang telah saya pelajari dari para nabi Yahudi ... dan dari Yesus, serta hidup orang-orang yang dijamah-Nya".

Berbagai tulisan orang lain dan pengalaman kita sendiri dapat mengajarkan banyak hal kepada kita tentang penyebab dari tingkah laku yang kita perbuat. Namun, hanya Injil yang mengatakan bahwa hati kita yang penuh dosalah yang menjadi inti dari persoalan kita, dan bahwa dengan percaya kepada Yesus, hati kita dapat diubahkan dari dalam.

Ya, Alkitab masih relevan hingga saat ini. Apakah Anda semakin mengasihi buku tua ini? --Vernon Grounds

9 Oktober 2003

Penghuni Terowongan

Nats : Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih (Kolose 1:13)
Bacaan : Kolose 1:1-14

Selama 16 tahun John Kovacs menjadi "penghuni terowongan". Bersama beberapa orang lainnya, John tinggal di sebuah terowongan rel kereta api bawah tanah yang tak dipakai di New York. Ketika Amtrak membeli terowongan itu dan mempersiapkannya untuk dibuka kembali, John terpaksa mencari tempat tinggal di atas terowongan.

Menurut The New York Times, Pak Kovacs menjadi orang pertama yang terpilih untuk sebuah program baru yang dirancang untuk "mengubah tunawisma menjadi penghuni rumah yang menetap". Setelah menghabiskan sepertiga hidupnya di terowongan rel kereta api, ia meninggalkan kehidupan bawah tanahnya dan menjadi petani organik di New York bagian utara. Ia pernah berkata, "Udara di luar sini terasa lebih baik. Saya tidak akan merindukan kehidupan lama saya. Saya tak akan kembali ke sana lagi."

Bila kita dapat memandang diri sebagaimana Tuhan memandang kita, kita akan menyadari bahwa setiap anak Allah memiliki pengalaman yang serupa. Kita telah dipilih untuk meninggalkan keberadaan kita yang gelap dan sangat kotor untuk diangkat dan mendapat kehidupan dan pekerjaan yang baru. Seandainya kita dapat melihat kehidupan kita yang terdahulu sejelas John Kovacs melihat kehidupan lamanya, kita pun akan sadar bahwa tak ada yang bermanfaat dalam kegelapan, dan tak ada alasan untuk kembali ke sana.

Ya Tuhan, tolonglah kami untuk mengingat betapa miskinnya kami ketika Engkau menemukan kami. Ampuni kami yang kadang kala ingin kembali ke terowongan bawah tanah yang gelap itu --Mart De Haan

14 November 2003

Perjalanan Ikan Salmon

Nats : Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu (Matius 11:28)
Bacaan : Matius 11:25-30

Ikan salmon membuat saya terpesona. Tiap Agustus saya berkendaraan beberapa kilometer ke utara dari rumah saya di Idaho. Saya mengamati perjalanan melelahkan mereka di akhir perjalanan menuju gundukan pasir di sepanjang Danau Creek. Saya selalu memikirkan perjalanan panjang mereka.

Beberapa bulan sebelumnya, kawanan itu meninggalkan Samudra Pasifik dan memulai perjalanan melewati Kolombia menuju Sungai Snake, kemudian berenang di sepanjang cabang Sungai Salmon menuju East Fork, lalu mengarungi arus Sungai Secesh menuju Danau Creek. Mereka menempuh jarak lebih dari 1.126 km.

Didorong naluri, mereka berenang menentang arus, melintasi air terjun, dan mengitari dam-dam pembangkit listrik. Meski menghadapi ancaman elang, beruang, dan banyak predator lainnya, mereka berjuang mencapai tempat yang biasa digunakan para leluhur mereka untuk menaruh telur-telur.

Perjalanan itu mengingatkan saya akan perjalanan manusia. Kita pun punya naluri untuk pulang. "Sebenarnya dalam pikiran manusia ada naluri alamiah untuk mencari Tuhan," kata John Calvin. Kita dilahirkan dan hidup untuk tujuan yang jelas, yaitu mengenal dan mengasihi Allah. Dia adalah sumber kehidupan kita, dan hati kita selalu gelisah sebelum datang kepada-Nya.

Apakah hari ini Anda gelisah karena terdorong ketidakpuasan dan kerinduan akan "sesuatu yang lebih", yang sukar dipahami? Yesus Kristus adalah sumber dan pemenuhan semua yang Anda cari. Datanglah kepada-Nya hari ini juga dan temukan ketenangan bagi jiwa Anda (Matius 11:28) --David Roper

3 Januari 2004

Aku Tersenyum

Nats : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Korintus 5:17)
Bacaan : Mazmur 118:14-21

Beberapa tahun lalu, seorang penyanyi bernama Russ Lee merilis lagu berjudul I Smile [aku tersenyum]. Jika Anda mengetahui bagaimana hidupnya telah diubah oleh Yesus Kristus, Anda akan memahami mengapa ia menyanyikan lagu demikian, "Aku tersenyum memikirkan bagaimana Engkau mengubah arah hidupku. Aku tersenyum memikirkan kebahagiaan yang kuperoleh di dalam-Mu."

Ketika Russ berusia 17 tahun, hari-harinya dihabiskan untuk berkutat dengan narkoba, alkohol, kejenuhan, dan penderitaan. Hidupnya penuh dengan masalah yang dibuat sendiri dan keputusasaan. Suatu hari, ketika ia mendengarkan sebuah lagu rock lawas berjudul I Can't Get No Satisfaction, ia sadar bahwa lagu itu menggambarkan keadaannya. Dua hari kemudian, seorang kawan mengajaknya ke gereja. Di sana ia mendengar bahwa sumber kepuasan sejati berasal dari pengenalan akan Yesus Kristus, sehingga ia berserah dalam iman kepada Dia.

Lalu, apakah yang pertama-tama dilakukan Russ setelah memercayai Kristus? Menurut buku Touched By The Savior yang ditulis Mike Yourkey, Russ berkata, "Saya berjalan keluar menuju mobil saya. Di bagasi ada sebuah kantung sampah penuh dengan narkoba barang dagangan saya. Saya tidak memerlukan semua ini lagi, pikir saya, dan saya memang benar. Kantung sampah itu pun saya buang. Sejak saat itu dan seterusnya, Allah mengubah hidup saya mulai dari dalam batin saya. Saya telah menjadi ciptaan baru."

Tak heran jika Russ Lee dapat bernyanyi dengan penuh semangat, "Aku tersenyum." Apakah Anda pun dapat tersenyum? --Dave Branon

15 Februari 2004

Memulai Lagi

Nats : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Korintus 5:17)
Bacaan : Efesus 2:1-10

Seorang anak kecil memandang ibunya dan bertanya, "Bu, apakah Ibu tahu alasan mengapa Allah menciptakan kita?"

Sang ibu yang tahu bahwa putranya memiliki penjelasan tersendiri, justru balas bertanya, "Baiklah, Justin, apakah kamu tahu alasannya?"

"Oh, mudah saja. Karena manusia yang ada di dalam Alkitab berkelakuan sangat buruk sehingga Allah ingin memulai lagi dari awal."

Jika direnungkan baik-baik, Anda akan tahu mengapa anak kecil ini dapat mengambil kesimpulan seperti itu. Ketika mendengarkan cerita-cerita Alkitab di Sekolah Minggu, yang ia dengarkan adalah kisah tentang Adam dan Hawa yang membuat hidup kita berantakan, atau tentang Yunus yang tidak menaati Allah dan ditelan oleh ikan besar. Ia pun mendengar tentang Yudas yang mengkhianati Yesus demi memperoleh 30 keping uang perak.

Alkitab adalah gambaran kenyataan yang menyedihkan tentang manusia. Tidak ada edisi perbaikan dari sejarah umat Allah. Melalui berbagai tokoh yang diketengahkan secara apa adanya, Alkitab membuktikan bahwa kita semua membutuhkan pengampunan untuk dosa-dosa kita. "Orang-orang jahat" di Alkitab mengingatkan kita bahwa "semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).

Namun, ada kabar gembira. Allah telah menyediakan jalan untuk "memulai lagi". Ia mengutus Yesus yang rela mati supaya kita dapat menjadi ciptaan baru (2Korintus 5:17). Percayalah kepada Yesus dan Anda akan diselamatkan dari dosa-dosa Anda. Setelah itu Anda akan dapat "memulai lagi dari awal" --Dave Branon

24 Februari 2004

Persamaan Misterius

Nats : Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:8)
Bacaan : Kolose 1:9-18

Profesor John Nash dari Universitas Princeton adalah seorang yang jenius dalam bidang matematika. Ia menghabiskan sepanjang hidupnya menekuni dunia angka yang abstrak, persamaan-persamaan -- dan khayalan. Padahal Nash menderita schizophrenia, yaitu penyakit mental yang dapat menyebabkan kelakuan aneh dan mengganggu hubungan dengan sesama. Dengan pertolongan medis dan kasih sayang istrinya, ia belajar untuk hidup dengan penyakitnya dan akhirnya memenangkan Hadiah Nobel.

Dalam film tentang kehidupannya, Nash berkata, "Saya selalu percaya pada angka, persamaan, dan logika yang mem-bawa pada jawaban .... Pencarian telah membawa saya melewati dunia fisik, metafisik, khayalan, dan kembali lagi. Dan saya telah membuat penemuan terpenting dalam hidup saya. Semua alasan yang logis hanya dapat terjawab dalam persamaan misterius tentang kasih."

Dalam Kolose 1, kita membaca "persamaan misterius tentang kasih" pada tingkat yang terdalam, yaitu kasih Allah bagi kita dalam Kristus. Yesus adalah gambaran Allah yang tak kelihatan, dan karena kasih, Dia telah menciptakan dan memelihara kita (ayat 16,17). Dia juga telah menyediakan kelepasan dari kuasa kegelapan (ayat 13) dan pengampunan bagi dosa-dosa kita (ayat 14). Tidaklah mengherankan jika Paulus berkata bahwa kasih seperti itu "melampaui segala pengetahuan" (Efesus 3:19). Kasih itu membawa kita melampaui akal menuju pengertian yang sesungguhnya tentang Allah (1Yohanes 4:16).

Kita harus hidup di dalamnya dan menunjukkan kasih itu, setiap saat --Dennis De Haan

31 Maret 2004

Berapa Lama?

Nats : Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya (Lukas 19:41)
Bacaan : Lukas 19:41-44

Butuh waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan jawaban ‘ya’ dari seorang gadis. Seorang pria Wales jatuh cinta pada salah seorang tetangganya dan ingin menikahinya. Namun mereka terlibat pertengkaran, dan si gadis menolak untuk memaafkannya. Dengan rasa malu dan segan menghadapi wanita yang tersinggung itu, sang peminang yang gigih ini menyelipkan sepucuk surat cinta di bawah pintu rumah si gadis seminggu sekali.

Akhirnya, setelah 42 tahun berlalu ia memberanikan diri mengetuk pintu rumah wanita itu dan meminta wanita tersebut menjadi istrinya. Ia sangat gembira karena sang wanita menerima pinangannya. Mereka pun menikah pada usia 74 tahun!

Allah juga seorang kekasih yang gigih. Dari abad ke abad Dia mengutus para nabi untuk mencari umat Israel yang keras kepala. Lalu Allah mengutus Putra-Nya. Dalam Lukas 19 dikatakan bahwa ketika melihat kota Yerusalem, menangislah Yesus karena menyaksikan kedegilan hati mereka (ayat 41-44).

Namun Yesus tetap gigih mengasihi. Dia membuka jalan bagi perdamaian melalui pengurbanan-Nya di Kalvari yang memberikan penebusan. Hari ini Dia masih mengajak para pendosa untuk datang kepada-Nya, menerima-Nya secara pribadi sebagai Juruselamat, dan menikmati persekutuan yang intim dengan-Nya (Matius 11:28).

Jika Anda telah datang kepada-Nya, bersoraklah karena Anda telah menjadi milik-Nya. Tetapi jika belum, sadarilah bahwa waktunya bisa habis. Jangan terus-menerus menjauhkan diri dari Kekasih jiwa Anda tersebut. Percayalah kepada-Nya hari ini juga —Vernon Grounds

13 April 2004

Mencari Allah

Nats : Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu (1 Tawarikh 28:9)
Bacaan : 1 Tawarikh 28:1-10

Para turis jarang mendapatkan foto yang bagus. Mereka jarang berusaha untuk pergi ke tempat yang tepat di waktu yang tepat untuk mendapatkan sudut pandang cahaya yang tepat, dalam kondisi cuaca yang tepat. Untuk mendapatkan gambar pemandangan yang bagus, seorang fotografer profesional dengan saksama mengamati pemandangan dari berbagai sudut yang berbeda, selama musim-musim yang berlainan, dan pada jam-jam yang berbeda pula.

Ini membuat saya bertanya-tanya, jangan-jangan alasan mengapa sebagian orang tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai keindahan dan kemuliaan Allah adalah karena mereka terlalu cepat menilai. Mereka sampai kepada kesimpulan yang salah mengenai Allah berdasarkan pengalaman buruk di gereja, atau pertemuan mereka dengan seorang yang mengaku kristiani tetapi tidak hidup seperti orang kristiani. Mereka salah menilai seperti apakah Tuhan itu, dan berbalik meninggalkan Dia karena merasa tertipu.

Pencarian akan Allah tidak bisa dilakukan secara sambil lalu. Raja Daud memberi tahu Salomo anaknya, “Jika engkau mencari Dia, maka Ia akan berkenan ditemui olehmu” (1 Tawarikh 28:9). Pemazmur berkata, “Berbahagialah orang-orang yang ... mencari Dia dengan segenap hati!” (Mazmur 119:2). Dan penulis kitab Ibrani menulis bahwa Allah memberi upah kepada “orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (11:6).

Untuk melihat dan mengenal Allah dalam kepenuhan dan kemuliaan-Nya, kita tidak bisa melakukan pendekatan seperti turis. Kita harus terus mencari-Nya dengan segenap hati —Julie Ackerman Link

4 November 2004

"retronim"

Nats : Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:7)
Bacaan : Yohanes 3:1-17

Apakah kesamaan antara kopi hitam, gitar akustik, dan televisi hitam putih? Wartawan Frank Mankiewicz menyebut semua itu sebagai retronim, yakni kata-kata atau frase yang diciptakan karena sebuah kata yang lazim digunakan perlu dibedakan dengan istilah yang mengacu pada perkembangan atau penemuan baru.

Dulu, kopi selalu berwarna hitam, semua gitar adalah gitar akustik, dan semua televisi adalah hitam putih. Namun, sekarang tidak begitu lagi. Karena itu, retronim perlu dikembangkan, sehingga lahirlah kopi three-in-one, gitar listrik, dan televisi berwarna.

Dapat dikatakan bahwa Yesus juga mengubah frasa “kelahiran jasmani” menjadi sebuah retronim ketika Dia menjawab pertanyaan seorang laki- laki yang bernama Nikodemus. Dia berkata, “Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).

Nikodemus adalah seorang pemimpin agama yang tidak dapat menangkap makna istilah “dilahirkan kembali”. “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua?” tanya Nikodemus kepada Yesus. “Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (ayat 4). Yesus menjelaskan lebih jauh tentang perbedaan antara dilahirkan dari daging dan dilahirkan dari Roh. Kemudian Yesus menyimpulkan, “Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali” (ayat 7).

Kehidupan kristiani kita dimulai saat kita mengundang Yesus untuk hidup di dalam hidup kita. Itu adalah sebuah mukjizat! Kita terlahir kembali —David McCasland

16 November 2004

Apa Adanya

Nats : Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17)
Bacaan : 2 Korintus 5:14-21

Sebuah mobil usang teronggok di tempat parkir mobil bekas. Mobil itu telah berkarat dan dilupakan. Setelah bertahuntahun disalahgunakan dan dikendarai dengan kasar, mobil yang dulu mengilap itu kini telah usang.

Seorang pria berjalan ke tempat parkir itu dan tertarik pada mobil tua tersebut. Ia membayarnya tunai, lalu sang penjual memberikan kunci mobil itu kepadanya sambil berkata, “Saya jual mobil ini kepada Anda dengan kondisi ‘apa adanya’.” Pemilik baru itu hanya tersenyum. Ia mengenal mobil-mobil tua yang pernah dibelinya dan ingin mengubah mobil tua yang baru dibelinya itu menjadi indah seperti sediakala.

Di sudut lain kota itu, seorang wanitayang bermasalah duduk termenung dalam kesedihan memikirkan kegagalannya. Setelah bertahun- tahun dilecehkan dan menjalani hidup yang keras, ia tak lagi bersemangat. Ia sering diperlakukan tidak adil oleh banyak orang sehingga merasa tidak berarti. Dan setelah melakukan banyak kesalahan dan hidup dalam pilihan-pilihan yang keliru, ia yakin akan dibuang ke keranjang sampah kehidupan untuk selamanya.

Namun, kemudian ada orang yang bercerita tentang Yesus kepadanya. Orang itu mengatakan bahwa Yesus secara khusus melayani orang-orang buangan, dan bahwa Yesus menanti untuk mengubah hidup orang yang percaya kepada-Nya—termasuk dia. Orang tersebut bercerita bahwa Yesus mau menerimanya “apa adanya”. Wanita itu pun percaya. Ia meyakini hal itu. Lalu Yesus mulai mengubah hidup seseorang yang terhilang dan memberikan hidup berkelimpahan seperti yang dijanjikan-Nya —Dave Branon

13 Juli 2005

Pertanyaan Bagus

Nats : Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat? Jawab mereka, Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat (Kisah 16:30,31)
Bacaan : Kisah 16:16-34

Menemukan pertanyaan yang tepat sama pentingnya dengan menemukan jawaban yang tepat, kata Henri Nouwen, seorang penulis buku-buku devosional. Namun, kerap kali begitu mudahnya kita mendahului Roh Allah ketika berbicara mengenai Kristus kepada orang yang belum percaya. Kita sudah memberikan jawaban, padahal kita belum mendengarkan pertanyaan-pertanyaan mereka.

Kecenderungan ini diperjelas beberapa tahun silam pada saat seseorang menulis Kristus adalah jawaban! dengan tulisan cakar ayam di dinding sebuah bangunan. Seseorang yang sinis lewat dan menambahkan kata-kata: Apa pertanyaannya?

Paulus dan Silas, yang dijebloskan ke penjara karena Injil, membangkitkan pertanyaan rohani yang mendalam di hati kepala penjara. Pertanyaan itu muncul bukan karena mereka menyampaikan khotbah pada orang itu, melainkan karena mereka menyanyikan pujian bagi Allah. Ketika gempa bumi mengakibatkan pintu-pintu penjara terbuka dan memutuskan rantai-rantai mereka, kepala penjara itu hampir saja bunuh diri. Ia takut dihukum mati jika para tawanan melarikan diri. Namun Paulus dan Silas menghentikan tindakan kepala penjara itu dengan memilih untuk tetap tinggal di penjara demi kepentingan kepala penjara tersebut. Karena itulah, ia berteriak, Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat supaya aku selamat?

Pada hari ini, sama seperti dahulu, Roh Kudus akan menciptakan pertanyaan yang tepat di dalam hati manusia dan membuat mereka siap untuk memberikan jawaban yang tepat, yaitu Yesus Kristus JEY

1 Oktober 2005

Perubahan Hidup Itu Mungkin

Nats : Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:7)
Bacaan : Yohanes 3:1-16

Lord Kenneth Clark, yang di kalangan internasional dikenal lewat serial televisinya Civilization [Peradaban], menjalani hidup dan akhirnya mati tanpa memiliki iman kepada Yesus Kristus. Di dalam buku autobiografinya, ia pernah menuliskan pengalaman religiusnya pada saat mengunjungi sebuah gereja yang bagus:

“Seluruh keberadaan saya,” demikian tulis Clark, “disinari semacam cahaya sukacita surgawi yang jauh lebih dahsyat dari apa pun yang pernah saya alami sebelumnya.” Sayang sekali, “banjir rahmat”, seperti yang digambarkannya itu, justru menjadi masalah baginya. Jika ia membiarkan dirinya dipengaruhi oleh sukacita surgawi itu, ia tahu ia harus berubah. Keluarganya mungkin akan menganggapnya gila. Dan barangkali sukacitanya yang besar itu ternyata hanya sekadar ilusi. Akhirnya ia menyimpulkan demikian, “Saya begitu lekat dengan dunia sehingga tidak bisa berubah.”

Ini benar-benar suatu tragedi! Seandainya saja ia menanggapi rahmat itu-yang memungkinkannya mencicipi sukacita kehidupan abadi! Seandainya saja ia mengizinkan rahmat itu mengalihkan perhatiannya dari dunia ini kepada Yesus! Maka ia pasti sudah menjadi bagian dunia kekal yang tidak kasat mata tersebut-kekekalan yang bukan hanya ilusi, tetapi kenyataan yang mulia.

Allah sanggup memampukan siapa pun dari kita untuk mengalami perubahan, betapa pun lekatnya kita dengan dunia ini. Mukjizat kelahiran baru (Yohanes 3:5-7) akan terjadi apabila kita mengatakan “ya” terhadap dorongan rahmat Allah di dalam jiwa kita -VCG

13 Desember 2005

Dua Betlehem

Nats : Kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau (Lukas 1:35)
Bacaan : Lukas 1:26-35

Kelahiran Yesus Kristus di dunia ini tidaklah sama seperti kelahiran bayi-bayi yang lain. Kehamilan Maria berasal dari “dunia yang lain”. Malaikat telah berkata kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (Lukas 1:35). Bayi yang dikandung oleh Maria berasal dari luar dunia kita. Dan memang sudah seharusnya demikian, karena bayi laki-laki yang dilahirkan Maria adalah Imanuel, yang artinya “Allah menyertai kita” (Yesaya 7:14; Matius 1:23).

Bayi yang lahir di kota Betlehem tersebut berasal dari surga. Allah telah datang ke dunia dalam wujud dan keberadaan anak laki-laki Maria. Dia datang ke dunia dari atas, sehingga inkarnasi-Nya membuat penebusan kita menjadi suatu hal yang memungkinkan untuk dilakukan.

Sekarang renungkanlah hal tersebut. Kelahiran baru kita-regenerasi kita-datang dari luar dunia ini. Yesus pernah mengatakan bahwa kita dilahirkan kembali “dari Roh” (Yohanes 3:3,7,8). Keselamatan kita tidak berasal dari sumber duniawi, namun berasal dari Allah sendiri melalui Yesus dengan pertolongan Roh-Nya. Maka dengan kata lain, hati kita menjadi “kandang Betlehem”, tempat Yesus datang ke dalam dunia. Kita hendaknya membuka pintu kepada-Nya dengan iman, dan Dia akan dilahirkan dalam diri kita oleh Roh Kudus.

Kita memperkenalkan Dia kepada orang lain dengan kuasa-Nya yang ada di dalam diri kita. Dia memengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Kita adalah “Betlehem”, tempat Dia masuk ke dalam dunia masa kini -DCE

20 Mei 2006

"diledakkan" untuk Berubah

Nats : Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih (Kolose 1:13)
Bacaan : Kisah 9:1-9

Ketika seorang redaktur surat kabar mendengar bahwa seseorang bernama Alfred Nobel meninggal dunia, ia menyangka almarhum adalah Nobel si penemu dinamit. Karena itu, sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "Nobel si pedagang kematian".

Ketika Nobel -- si penemu dinamit -- membaca berita tentang "kematiannya sendiri", ia bereaksi seperti seorang buta yang tiba-tiba dapat melihat kembali. Sejak hari itu, Nobel mencurahkan dirinya untuk perkara-perkara kemanusiaan -- terutama perdamaian.

Saulus dari Tarsus mengalami perubahan yang jauh lebih drastis daripada Nobel. Dalam perjalanannya ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Yesus, Saulus bertemu dengan Tuhan sendiri. Setelah buta selama beberapa waktu karena pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya untuk melayani Dia yang dulu dikejar-kejarnya. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yang berbakti kepada-Nya (Kisah 9:15,16).

Pengalaman kita sendiri mungkin tidak begitu menggemparkan. Namun, kita harus bertanya kepada diri kita sendiri apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Dia yang telah mengubah arah hidup kita.

Apabila Anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus mengenai kelahiran kembali. Lalu, dengan doa sederhana yang berisi penyesalan dosa, bukalah hati Anda kepada-Nya. Komitmen yang jujur kepada Tuhan akan membawa Anda untuk memasuki hubungan yang baru dengan Dia -- hubungan yang abadi --VCG

21 Mei 2006

Dilepaskan Oleh Salib

Nats : Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita (Roma 5:8)
Bacaan : Matius 27:33-50

Dalam mitologi Yunani kuno, pahlawan Prometheus ditangkap dan dirantai di puncak gunung. Di sana ia dihukum untuk selama-lamanya. Setiap hari, seekor rajawali raksasa datang untuk memakan hatinya. Hermes datang kepadanya dan berkata, "Jangan harap penderitaanmu akan berakhir kecuali seorang dewa datang menggantikan siksaanmu, dan siap turun bagimu ke dalam kerajaan Hades (dewa kematian)." Menurut mitologi tersebut, hal ini dilakukan oleh Dewa Chiron yang bijak dan adil, yang rela mengorbankan dirinya sendiri bagi Prometheus dan membebaskannya dari siksaan.

Dalam beberapa hal, kisah ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada kita saat Yesus mati di kayu salib. Manusia telah terikat oleh dosa, dan tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari dosa kecuali Allah menggantikan. Dan itulah yang benar-benar terjadi. Yesus Kristus, Putra Allah, mati untuk menggantikan kita dan membayar hukuman dosa kita. Dia menyediakan jalan bagi kita untuk terlepas dari hukuman kekal. Meskipun kita menyediakan diri untuk menulis dalam seribu hari, kita tetap tak dapat mengungkapkan dengan sempurna arti pengurbanan Kristus bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Makna sejatinya jauh melebihi pemahaman kita.

Apakah Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan meminta Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda? Jika belum, hari ini adalah saat yang paling tepat. Percayalah kepada-Nya, dan Anda akan tahu apakah artinya terlepas dari rantai dosa karena salib --DCE

15 Juni 2006

Kematian Anda

Nats : Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya (Roma 6:12)
Bacaan : Roma 6:1-14

Cathy dan sebanyak 8.500 pasien lainnya dari sebuah rumah sakit setempat menerima tagihan mereka, bersama berita mengejutkan: Mereka telah meninggal!

Cathy berkata, "Saya yakin saya belum mati, tetapi Anda tidak pernah tahu." Ia mengatakan bahwa menurut pihak rumah sakit, hal itu hanyalah sebuah kesalahan komputer. "Akibatnya sejauh ini," ia menambahkan, "muncul sebuah cerita yang lucu untuk diceritakan sekaligus menjengkelkan."

Anda mungkin terkejut saat mengetahui "kematian" Anda sendiri ketika membaca Roma 6:6, "Manusia lama kita telah turut disalibkan [bersama Kristus], . . . agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa." Jika Anda adalah pengikut Yesus, Anda "telah mati bagi dosa" (ayat 2). Namun kita tahu bahwa kita masih berdosa, sekalipun kita milik Kristus.

Jadi, apakah maksudnya "turut disalibkan"? Artinya adalah kita tidak lagi harus kalah oleh godaan. Kita dapat memilih untuk menaati Allah melalui kuasa-Nya.

Seorang ahli tafsir Thomas Schreiner berkata, "Orang-orang percaya tidak akan mengalami pembebasan sempurna dari dosa pada zaman ini, sehingga mereka dapat benar-benar tidak berdosa. Yang telah dihancurkan bukanlah keberadaan dosa, melainkan kuasa dosa atas orang-orang percaya."

Kita sekarang dapat "hidup dalam hidup yang baru" (ayat 4). Suatu hari nanti, saat kita dibangkitkan kembali untuk hidup bersama Tuhan, kita akan dibebaskan dari dosa untuk selama-lamanya --AMC

15 Oktober 2006

Minumlah!

Nats : Siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya (Yohanes 4:14)
Bacaan : Yohanes 4:7-14

Tahun 1981, Pastry Shoppe milik Ida di Jenison, Michigan, mengiklankan penawaran khusus: "Belilah cangkir kopi kami dengan harga Rp47.900,00 dan nikmatilah kopi enak hanya dengan harga Rp1.000,00 tiap kali datang."

Akan tetapi, sang pemilik tidak pernah menyangka bahwa hingga 25 tahun kemudian, masih ada empat pelanggan lama yang terus membeli kopi setiap hari seharga Rp1.000,00.

Saat ini barangkali Anda tidak akan menemukan hal semacam itu lagi. Akan tetapi, Yesus menawarkan sesuatu yang jauh lebih besar kepada wanita yang ada di dekat sumur (Yohanes 4:10). Dia berkata, "Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi ... air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal" (ayat 13,14).

Wanita yang berada di dekat sumur itu siap untuk mendengarkan Yesus. Tidak satu pun hubungan pribadinya dengan beberapa lelaki selama ini mampu mengisi kehampaannya. Kemudian, Yesus datang dan menawarkan "air" yang menyejukkan kehidupannya yang kering, bahkan memberinya sesuatu yang lebih baik, yakni janji akan kehidupan kekal.

Janji itu juga ditujukan kepada kita. Yesus berkata, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah" (Yohanes 10:10).

Anugerah dan kasih Allah tidak akan pernah ada habisnya. Minumlah air yang diberikan-Nya, maka Anda tidak akan haus lagi -CHK

3 Desember 2006

Saat Itulah Saya Tahu

Nats : Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang (Kisah Para Rasul 26:17,18)
Bacaan : Kisah Para Rasul 26:8-18

Lampu panggung meredup ketika Tom Whittaker mulai menyanyikan Mary, Did You Know? Petikan gitar yang lembut dan mantap dengan indah mengiringi suaranya yang tenang dan dalam. Istrinya, Gloria, mengatakan ketika pertama kali mendengar Tom menyanyikan lagu itu, Gloria jatuh cinta kepadanya.

Banyak orang yang mengenal Yesus sebagai Juru Selamat dapat menunjuk suatu momen khusus yang membuat mereka menyadari besarnya kasih Allah yang mengagumkan bagi mereka. Saat itulah, mereka memahami kasih Allah. Ray Boltz menggambarkannya dalam lagu:

Pada kejadian itu/Saat itu pula aku mengerti/

Bagaikan berjalan dalam gelap/Cahaya muncul menerangi.

Paulus menemukan momen seperti itu ketika menuju Damsyik. Pertemuan pertamanya dengan Yesus mengubahnya dari seorang penganiaya kejam orang kristiani menjadi misioner besar yang pertama. Berkat pengalaman yang membuka matanya ini, kasih Paulus yang baru kepada Juru Selamat mendorongnya untuk mewartakan Injil kepada setiap orang yang ditemuinya (Kisah Para Rasul 26).

Mungkin Anda tahu tentang Kristus, tetapi tak pernah memercayakan keselamatan kepada-Nya. Yohanes menulis, "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup" (1 Yohanes 3:14). Namun, pernyataan itu hanya berlaku bagi mereka yang mencari pengampunan dari Yesus.

Karena kasih Allah, Anda juga bisa "memperoleh pengampunan dosa" melalui Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 26:18) dan "dilahirkan kembali" (Yohanes 3:3).

Sekaranglah waktunya --CHK

22 Desember 2006

Sukacita Penebusan

Nats : Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib (Mazmur 98:1)
Bacaan : Mazmur 98

Selama 30 Natal berturut-turut di Omaha Community Playhouse, Dick Boyd berperan sebagai Ebenezer Scrooge dalam karya klasik Charles Dickens berjudul A Christmas Carol. Ketika ia pensiun di usia 83 tahun, Boyd tak perlu lagi dirias untuk memerankan lelaki tua sinis dan kikir yang diubahkan saat Natal itu. Selama pertunjukan, perubahan dramatis dalam tokoh Scrooge tampak nyata dari wajah, suara, dan kemurahan hatinya. Sutradara yang memilih Boyd di tahun 1976 berkata, "Dick adalah orang paling tepat untuk menggambarkan sukacita penebusan."

Setiap Natal mengingatkan kita akan kasih karunia Allah yang ditunjukkan kepada kita dalam karunia Yesus Kristus, Putra-Nya. Pujian Natal mencerminkan kata-kata pemazmur, "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa" (Mazmur 98:1,2). Isaac Watts dengan puitis mengungkapkan Mazmur 98 dengan kata-kata yang selalu dikenang demikian:

Hai dunia gembiralah dan sambut Rajamu!
Di hatimu terimalah!
Bersama bersyukur, bersama bersyukur,
bersama bersyukur, bersama bersyukur.

Bukti keselamatan Allah terlihat dari wajah kita, terdengar melalui suara kita, dan tercermin dalam pekerjaan tangan kita. Semoga sukacita penebusan bersinar melalui diri kita di hari Natal ini, dan sepanjang tahun berikutnya --DCM

1 Maret 2007

Identitas Lahir Kembali

Nats : Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguh-nya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17)
Bacaan : 2 Korintus 5:14-21

Salah satu film favorit saya adalah The Bourne Identity. Sang tokoh utama, Jason Bourne, mengidap amnesia parah yang membuatnya gelisah, frustrasi, dan bingung.

Banyak dari kita yang hidup seperti Jason Bourne. Kisah hidup kita memang tak sedramatis Jason, tetapi berbagai masalah yang muncul sama: Siapa saya, dan apakah orang memedulikan saya? Kita pindah dari hubungan satu ke hubungan yang lain, dari kegiatan sosial yang satu ke kegiatan sosial lain, dari pekerjaan yang satu ke pekerjaan lain, atau bahkan dari gereja satu ke gereja lain, sambil berusaha "menemukan jati diri kita". Jika kita mencari pengertian identitas diri dalam karier, akan menjadi seperti apa ketika kita pensiun nanti?

Syukurlah ada kabar baik bagi "pencari identitas diri". Kita bisa memiliki identitas yang berarti dan kuat dalam relasi dengan Yesus.

Meski Allah menciptakan kita segambar dengan-Nya (Kej. 1:27), dosa merusak jiwa dan menjauhkan kita dari sukacita dalam hubungan yang indah dengan Sang Pencipta. Identitas kita sebagai ciptaan yang paling berharga dan mulia telah rusak -- hingga Yesus Kristus datang ke dunia untuk menolong dan memulihkan kita sebagai ciptaan-Nya (lihat Rm. 5:12-19). Jika kita memercayai Kristus untuk mendapatkan keselamatan, kita akan mendapatkan status terhormat berada di "dalam Dia". Dia mengambil alih segala yang lama dan memperbarui semuanya.

Ketika menyadari bahwa Anda adalah ciptaan baru, maka krisis identitas Anda akan berakhir --JS

Kalau kita lahir kembali -- dibarui dalam Kristus --
Setiap insan melihat nyata
Perubahan yang dibuat-Nya di hati kita
Dan tempat kita dalam keluarga-Nya. --Sper

2 Maret 2007

Pertolongan dan Tanggapan

Nats : Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Tuhan, yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan (Mzm. 107:2)
Bacaan : Mazmur 107:1-9

Tulisan pada papan yang dipasang di luar toko Dave James di Seattle, Washington, lebih menawarkan jasa pemulihan hidup daripada perbaikan alat pengisap debu, namun pekerjaan Dave berhubungan dengan keduanya. Baris teratas pada papan itu selalu memuat tulisan yang sama: Tersedia Alkitab Gratis. Adapun baris kedua selalu berubah dan menyajikan perenungan seperti: Berserahlah untuk Awal yang Baru.

Sampai dekade terakhir ini, James telah memperbaiki ribuan alat pengisap debu dan telah membagikan ribuan Alkitab kepada pelanggannya. Beginilah cara ia mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkannya dari kehancuran.

Sebagai pebisnis yang sukses, Dave James pernah kecanduan narkoba. "Jika Allah tidak mencabut kokain dari diri saya," katanya, "saya bisa mati." Tuhan menolong memulihkannya dan menemukan awal yang baru.

Setiap kesaksian tentang Kristus diawali dengan pertolongan dari-Nya yang diikuti suatu respons penuh syukur, "Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya" (Mzm. 107:1).

Entah pengalaman kita tentang keselamatan terdengar dramatis atau tidak, yang jelas kenyataannya, "Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih" (Kol. 1:13). Karena telah ditebus, kita seharusnya mau bersaksi tentang hal itu kepada orang lain --DCM

Muliakanlah Kristus Raja,
Pujilah karunia-Nya bagi kita;
Kabarkan firman-Nya pada semua --
Itulah tugas kita, cukup itu saja. --Whittle

10 Maret 2007

Rahasia Setan

Nats : Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia (1Yoh. 4:4)
Bacaan : Roma 6:11-23

Seorang instruktur kursus mengemudi di Jerman dihentikan oleh polisi setelah mengalami kecelakaan kecil dengan sebuah truk. Ketika SIM-nya diminta, ia tidak dapat menunjukkannya. Ia telah mengajar banyak murid selama lebih dari 40 tahun tentang cara mengemudi, tetapi ternyata ia sendiri tidak mempunyai SIM! Bertahun-tahun sebelumnya, ia gagal dalam ujian mengemudi, dan ia takut untuk mencoba lagi. Ia merahasiakan fakta ini karena merasa malu.

Setan juga memiliki rahasia masa lalu. Ia tidak ingin orang mengetahui hal itu. Apakah rahasianya? Ia tidak lagi memiliki kekuatan untuk memisahkan kita dari Allah. Musuh kita ini tidak ingin siapa pun mengetahui fakta ini karena ia berhasrat agar orang yang tidak percaya tetap dikuasai oleh dosa dan orang percaya terjerat di dalamnya.

Memang benar bahwa karena dosalah kita menjadi terpisah dari Allah. Akan tetapi, tatkala Yesus wafat di kayu salib, Dia memikul semua dosa kita dan menanggung hukuman mati kita. Allah kemudian membangkitkan Yesus dari kematian, dan kini Dia memerintah di surga.

Apabila kita memercayai apa yang telah Yesus lakukan bagi kita, dimulailah suatu hubungan dengan Allah dan dosa tidak lagi menguasai kita. Rasul Paulus menulis, "Dosa tidak akan berkuasa lagi atas kamu" (Rm. 6:14). Kita tidak lagi terpisah dari Allah. Kita telah dimerdekakan dari belenggu dosa (ay. 18). Rahasia Setan telah terbongkar --AMC

Uluran tangan Tuhan terbuka
Bagi mereka yang tertindih dosa;
Dia mengangkat beban di hati
Dan memberikan damai sejati. --Sper

26 April 2007

Yang Tak Dapat Dibeli Uang

Nats : Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)
Bacaan : Yesaya 55:1-7

Uang memegang peranan yang penting dalam hidup. Tanpanya, kita tidak dapat memenuhi kebutuhan atau kemewahan hidup. Namun demikian, ada hal-hal yang nyata-nyata tidak dapat dibeli dengan uang. Pengkhotbah W.A. Criswell pernah mengatakan, "Uang dapat membeli kemewahan, tetapi ia tidak akan membeli kuasa roh. Uang dapat membeli kenaikan pangkat dan kedudukan yang lebih tinggi, tetapi ia tidak akan membeli penghargaan dari Allah. Uang dapat membeli ... kebaikan dan pujian dari orang lain, tetapi ia tidak dapat membeli jiwa yang terhormat."

Kebaikan terbesar -- begitu besarnya, sehingga ia memiliki kategori sendiri -- tidak dapat dibeli. Sekalipun umat manusia menghabiskan seluruh sumber dayanya untuk membeli pengampunan dosa dan hidup kekal bersama Yesus, semua itu tidak akan cukup. Semua kekayaan di seluruh dunia tidak dapat membeli berkat terbesar dari pengampunan dan surga.

Kita tidak akan pernah dapat mengumpulkan kekayaan yang cukup untuk membeli tempat di Taman Firdaus Allah. Tetapi ada kabar baik! Keselamatan dapat menjadi milik kita "tanpa uang pembeli dan ... tanpa bayaran," menurut Yesaya 55:1.

Sudahkah Anda menerima Yesus sebagai Juru Selamat? Anda hanya perlu menyodorkan tangan kosong Anda kepada Tuhan di dalam iman seperti anak kecil (Yohanes 1:12). Berserulah kepada-Nya dan akui dosa Anda. "Ia memberi pengampunan dengan limpahnya" (Yesaya 55:7) --VCG


Aku ditebus, bukan dengan perak,
Aku dibeli, bukan dengan kencana;
Dibeli dengan harga -- darah Yesus,
Nilai kasih yang tiada tara. --Gray

30 April 2007

Datang Terlambat

Nats : Orang yang terakhir akan menjadi yang pertama dan yang pertama akan menjadi yang terakhir (Matius 20:16)
Bacaan : Matius 20:1-16

Eddie, seseorang yang terang-terangan menyebut dirinya ateis, menjalani seluruh hidupnya selama 50 tahun dengan menyangkal keberadaan Allah. Kemudian ia sakit keras, dan kondisi kesehatannya berangsur memburuk. Saat Eddie berbaring menanti ajal, hampir setiap hari ia dikunjungi beberapa teman kristianinya saat masih SMA. Mereka memberitahukan lagi kepadanya tentang kasih Kristus. Namun, semakin deka t Eddie pada kematian, ia tampak semakin tak berminat mengenal Allah.

Suatu hari Minggu, seorang pendeta berkunjung. Secara mengejutkan, Eddie berdoa bersama sang pendeta dan mohon pengampunan serta keselamatan kepada Yesus. Beberapa minggu kemudian, ia meninggal.

Eddie menyangkal Kristus selama 50 tahun dan ia hanya punya waktu dua minggu untuk mengasihi dan memercayai Dia. Namun karena imannya, ia mengalami kehadiran, kemuliaan, kasih, keagungan, dan kesempurnaan Allah. Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa hal itu tidak adil. Namun, berdasarkan perumpamaan Yesus dalam Matius 20, itu bukan masalah adil atau tidak, tetapi itu merupakan kebaikan dan anugerah Allah (ayat 11-15).

Apakah Anda sudah menanti begitu lama untuk percaya kepada Yesus dan menerima keselamatan-Nya sehingga Anda berpikir bahwa Anda mungkin sudah terlambat? Renungkan pencuri di atas salib, yang menaruh imannya kepada Yesus sesaat sebelum ia mati (Lukas 23:39-43). Percayalah kepada Yesus sekarang juga, dan terimalah karunia hidup kekal dari-Nya. Belum terlambat! --JDB


Bila Tuhan memanggilmu hari ini,
Percayalah kepada Kristus, jangan tunggu lagi;
Besok mungkin sudah terlambat
Bila maut datang dan nasibmu sudah ditetapkan. --Sper

30 Juni 2007

Gangguan Jantung

Nats : Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah (Mazmur 51:12)
Bacaan : Efesus 2:1-10

Apa penderitaan paling umum yang mengganggu masyarakat di Amerika Serikat? Gangguan jantung. Melebihi penyakit yang lain, penyakit ini menyebabkan kematian lebih awal.

Akan tetapi, ada penyakit yang bahkan lebih mematikan dibanding tidak berfungsinya organ yang memompa darah ke seluruh tubuh kita. Itu adalah penyakit jantung rohani yang diderita setiap orang. "Semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).

Inilah diagnosis yang dilakukan Yesus Kristus, spesialis jantung terhebat, "Dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu dan hujat. Hal-hal inilah yang menajiskan orang" (Matius 15:19,20).

Perkataan Yesus itu menggemakan pergumulan dalam Yeremia 17:9, "Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?" Diagnosis itu mencakup semua orang yang mati dalam dosa mereka (Efesus 2:1).

Kita membutuhkan jantung yang baru -- agar kita hidup. Akan tetapi, bagaimana hal itu bisa terjadi? Hal itu membutuhkan jamahan pemulihan dari Tuhan kita. Allah menunjukkan kebaikan-Nya kepada kita dalam diri Kristus Yesus ketika Dia menyerahkan Putra-Nya untuk mati menggantikan kita. Dia menjadikan kita hidup karena kasih karunia oleh iman, "Itu ... pemberian Allah" (Efesus 2:8).

Mintalah kepada-Nya agar Dia melakukan pencangkokan jantung rohani --VCG


Tenanglah kini, hatiku yang terpecah-pecah,
Pada sumber bahagia ini, berpegang teguhlah,
Jangan lagi pernah menjauh dari Tuhan,
Di dalam Dia kaudapatkan segala kebaikan. --Doddridge

5 Oktober 2007

Tiada Alasan

Nats : Siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan (Roma 10:13)
Bacaan : Roma 10:1-13

Orang memiliki berbagai alasan menolak Injil. Salah satu alasan umum adalah menyalahkan orang kristiani atas sesuatu yang mereka lakukan atau tidak lakukan. Mereka berkata, "Saya mengenal seorang kristiani yang tidak memperlakukan saya dengan baik." Atau, "Saya ke gereja, tetapi tak ada yang menyapa saya."

Memang, orang-orang kristiani tidak sempurna, dan banyak orang kristiani yang tak dapat menjadi teladan yang baik. Namun, menyalahkan orang lain tidak akan menghapus pertanggungjawaban seseorang terhadap Allah.

Kebenaran Injil tidak tergantung pada cara orang lain menjalani hidup iman mereka. Keselamatan menyangkut Yesus itu sendiri. Roma 10:9 mengatakan, "Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan."

Sebagian orang mungkin menggunakan orang kristiani sebagai alasan menolak Injil. Namun, tentu mereka tak dapat menyalahkan Yesus. Dia tidak berdosa dan sempurna dalam segala hal. Pilatus berkata tentang Dia, "Dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya" (Lukas 23:14). Dan, Yesus melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang lain; Dia mati di kayu salib untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, tak seorang pun dapat berkata, "Saya tak akan menjadi orang kristiani karena saya tidak menyukai tindakan Yesus."

Jangan sampai kesalahan orang lain mengalihkan perhatian kita. Pandanglah Yesus. Hanya Dia satu-satunya jalan ke surga --JDB

31 Maret 2008

Menghitung Rahmat

Nats : Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (Ratapan 3:21-23)
Bacaan : Ratapan 3:17-25

"Rumput di halaman rumah tetangga selalu terlihat lebih hijau." Pepatah ini hendak menggambarkan kecenderungan orang untuk melihat apa yang tidak dimiliki dalam hidupnya. Ada orang yang beranggapan bahwa hidup orang lain lebih menyenangkan. Akibatnya, orang itu tidak dapat bersyukur dengan hidupnya sendiri. Sikap demikian sebenarnya justru memicu ketidakbahagiaan.

Dalam bukunya, "Petunjuk Hidup Tenteram dan Bahagia", Dale Carnegie mengatakan, "Kecenderungan untuk jarang melihat apa yang kita miliki, tetapi selalu ingat pada apa yang tidak kita punyai, merupakan tragedi terbesar di dunia ini. Bisa jadi hal ini telah lebih banyak menimbulkan kemalangan dibandingkan dengan yang ditimbulkan oleh semua perang dan penyakit dalam sejarah."

Yeremia, penulis Kitab Ratapan, menunjukkan teladan yang indah. Berbagai kejadian buruk menimpa hidupnya, sampai-sampai ia sempat berpikir, "Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada Tuhan" (ayat 18). Namun, ia tidak membiarkan diri terjebak dalam kondisi itu. Sebaliknya, ia memusatkan perhatian pada rahmat dan kesetiaan Tuhan, "Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan ... Tak berkesudahan kasih setia Tuhan... selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!" (ayat 21-23).

Hidup memiliki begitu banyak hal yang dapat kita syukuri; udara yang kita hirup dengan nyaman, tawa dan tangisan anak-anak kita, makanan dan minuman yang bisa kita nikmati, dan sebagainya. Mari kita perhatikan hal-hal ini. Mari pusatkan perhatian kepada kesetiaan Allah yang tak pernah habis, dan mari kita bersyukur! -AYA

30 April 2008

Ilmu Padi

Nats : Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Surga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berl (Daniel 4:37)
Bacaan : Daniel 4:1-37

Ketika kompetisi Liga Jerman musim 2007-2008 bergulir, Luca Toni dan Miroslav Klose -- dua pemain yang baru bergabung dengan Bayern Munich saat itu -- menjadi bahan pemberitaan hangat. Bukan saja keterampilan mereka dalam mengolah bola, melainkan juga kepaduan mereka bekerja sama dalam menciptakan gol demi gol. Karena prestasi mengagumkan itu, mereka dijuluki pasangan maut. Bahkan Otmar Hitzfeld, sang pelatih, menyebut kedua pesebak bola itu sebagai "Hadiah dari Tuhan bagi Munich ".

Namun di tengah banjir pujian tersebut, Klose tetap rendah hati. Keberhasilan yang ia raih tidak membuatnya menepuk dada. "Yang terbaik adalah tidak terlalu banyak membicarakan bagaimana baiknya kondisi saya dan Toni saat ini. Justru yang harus dikritisi dari kami adalah, kami belum memanfaatkan semua peluang yang kami miliki." Begitu tanggapan Klose terhadap semua pujian itu.

Lawan rendah hati adalah tinggi hati atau sombong. Jika rendah hati merupakan awal kehormatan, maka tinggi hati merupakan awal kehancuran. Kisah Raja Nebukadnezar menjadi cermin dan mengingatkan kita bahwa Allah tidak berkenan kepada orang yang congkak. Sehebat apa pun prestasi yang kita capai, prestasi itu pasti akan berkurang nilainya ketika kita menjadi sombong karenanya. Kesombongan tidak akan menaikkan derajat kita di mata orang lain, sebaliknya malah akan merendahkan diri kita sendiri. Seperti dikatakan oleh penulis Amsal, "Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian" (Amsal 29:23). Jadi, betapa indahnya bila kita mempelajari dan menjalankan "ilmu padi"; semakin berisi, semakin merunduklah ia -AYA

30 Agustus 2008

Allah, Guru Kita

Nats : Segenap perintah, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, haruslah kamu lakukan dengan setia, supaya kamu hidup (Ulangan 8:1)
Bacaan : Ulangan 8:1-3

Seorang guru yang baik tidak akan mendidik secara sembarangan. Ia akan mengemas pendidikannya dengan metode serta evaluasi yang tepat sesuai tujuan yang ditentukan. Lebih plus lagi bila ia kreatif dan mampu memikat hati naradidik dengan memerhatikan konteks hidup mereka. Sulit memang. Itu sebabnya guru yang baik termasuk langka. Lalu jika kemudian kita berpikir tentang Allah ... apakah Allah adalah guru yang baik?

Tentu saja! Bacaan kita berisi nasihat agar umat melakukan firman yang didengar (ayat 1). Ada tujuan pembelajaran di situ: "Supaya kamu hidup ..."; bahkan juga ujian dan metode pembelajarannya: setiap kita perlu mengingat pengalaman kita berjalan bersama Tuhan (ayat 2). Lalu, ada pula evaluasi: bagaimana sikap hati kita pada akhirnya-agar kita mengalami kepenuhan hidup-yakni saat kita menyadari bahwa kita bisa hidup dengan mengandalkan Allah dan firman-Nya saja (ayat 2,3).

Allah mendidik umat di padang gurun agar karakter mereka semakin matang. Padang gurun menjadi lokasi terbaik untuk belajar dalam hidup beriman, agar manusia lebih bergantung pada Allah ketimbang pada roti. Roti adalah simbol dari apa yang kita anggap kebutuhan dasar hidup. Namun dengan roti saja-tanpa Allah-umat akan mati dan tidak "lulus ujian" Allah.

Sudahkah kita mengikuti "kelas-Nya" dengan baik? Kelak, kita akan menghadapi "kelulusan final" saat kita meninggal, namun dalam tiap-tiap hari ada "tes-tes kecil" yang penting untuk kita menangkan. Bila Allah sedang mendidik Anda, bersyukurlah. Sebab melaluinya Anda akan semakin matang dan berbuah! -DKL



TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA