Topik : Keilahian

18 Desember 2005

Lahir di Dalam Kita

Nats : Betlehem Efrata, … dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel (Mikha 5:1)
Bacaan : Mikha 4:14-5:4

Pada saat mengunjungi kota Stratford-upon-Avon di Inggris yang sangat indah, saya terkesan oleh bagaimana identitas dan masa depan sebuah kota dapat dipengaruhi hanya karena adanya seorang berpengaruh yang dilahirkan di kota tersebut. Setiap tahun, ada setengah juta orang akan datang mengunjungi tempat kelahiran William Shakespeare. William Shakespeare oleh sebagian orang dianggap sebagai dramawan yang paling berpengaruh dalam bahasa Inggris.

Kemudian bagaimana dengan kota Betlehem? Berkat kelahiran Yesus di kota kecil itu, nubuat Mikha yang penting pun menjadi tergenapi: “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala” (Mikha 5:1). Betlehem kini menjadi kota yang memiliki arti karena kelahiran Yesus.

Bukankah hal yang sama berlaku bagi kita? Pada saat Kristus datang untuk tinggal di dalam diri kita, kita pun diubahkan. Kita tidak lagi menjadi manusia biasa, tetapi kita menjadi tempat kediaman Roh Kudus. Identitas dan masa depan kita pun telah dimeteraikan oleh-Nya. Kenyataan tersebut sama pastinya dengan sebuah kota yang kemudian dikenal karena orang penting yang dilahirkan di sana.

Natal merupakan saat yang indah untuk merayakan kehadiran Kristus di dalam diri kita, dan perubahan yang telah Dia bawa kepada semua orang yang mengundang-Nya untuk masuk ke dalam hati -DCM

10 Juni 2007

Jeritan Chickadee

Nats : Janganlah padamkan Roh (1Tesalonika 5:19)
Bacaan : 1Tesalonika 5:12-24

Burung Chickadee berkepala hitam memiliki suara dengan tingkat kompleksitas yang mengejutkan dalam menyuarakan tanda bahaya. Para peneliti mendapati bahwa burung ini menggunakan kicauan berfrekuensi tinggi untuk memperingatkan adanya bahaya di udara. Tergantung situasi, jeritan "chickadee" dapat memberi isyarat kepada burung lain tentang adanya makanan di dekat situ atau adanya pemangsa yang bertengger sangat dekat sehingga membahayakan.

Penelitian juga mendapati bahwa chickadee tidak mendeteksi bahaya dari pemangsa besar seperti burung hantu besar bertanduk, karena mereka tidak memangsa burung kecil seperti chickadee. Namun, burung hantu yang lebih kecil dan berukuran nyaris sama dengan chickadee malah lebih menjadi sebuah ancaman, dan mendorong chickadee untuk mengeluarkan kicauan tanda bahaya, yakni nada "dee" yang khas dari chickadee.

Tingkat kesadaran serupa dapat sangat berguna bagi kita. Dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Tesalonika, Rasul Paulus tidak menyalahkan roh-roh jahat dunia belaka. Ia juga memusatkan perhatian pada masalah hati yang nyaris tak diperhatikan, yang dapat membahayakan kita. "Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik." "Janganlah padamkan Roh." "Ujilah segala sesuatu" (1Tesalonika 5:15,19,21).

Dengan pertolongan Roh, mari kita membiasakan diri untuk peka terhadap peringatan firman Allah dalam hati kita --MRD II


Kita sangat memerlukan kepekaan yang tajam
Akan suara Allah, yaitu firman-Nya,
Bisikan yang lirih, dorongan yang lembut,
Hingga kita menjadikan Dia Tuhan dan Raja. --Anon.



TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA