15 September 2007

Apoteker

Topik : Kebenaran vs Kesalahan

Nats : Kemudian berkatalah Natan kepada Daud, "Engkaulah orang itu!" (2Samuel 12:7)
Bacaan : 2Samuel 12:1-14

Ada seorang apoteker yang memiliki reputasi baik. Ia adalah seorang pria yang mencintai keluarga dan seorang pebisnis yang baik. Laporan-laporan berita mencatat betapa ia begitu berarti bagi banyak orang. Akan tetapi, untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar, orang yang dipercaya ini mulai mengurangi khasiat obat-obat kemoterapi yang disalurkannya. Ia kemudian tertangkap dan dihukum karena kejahatan itu. Ia membuat banyak pekerja medis menjadi bertanya-tanya, "Bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi?"

Pertanyaan yang sama juga pernah dilontarkan terhadap Raja Daud. Ia dikenal sebagai orang yang dikasihi Allah, tetapi ia memakai kekuasaan dalam jabatannya untuk mengambil istri orang lain (2 Samuel 11). Kemudian, ia bersekongkol untuk membunuh suami dari wanita itu. Pria yang meninggal itu adalah salah seorang perwira militer Daud sendiri, yang meninggalkan keluarganya untuk berjuang dalam pertempuran yang dilakukan bagi rajanya.

Mungkin kita merasa lebih tenang ketika melihat kegagalan orang-orang terkenal. Namun, jika kita merasa lega karena kesalahan orang lain, berarti kita tidak mengenal diri sendiri. Alkitab mencatat dosa Daud itu bukan untuk melemahkan kewaspadaan moral kita, sebaliknya justru untuk membuat kita siaga.

Kegagalan orang lain seharusnya menjadikan kita lebih waspada terhadap kelemahan kita sendiri dan membuat kita lebih menyadari kebutuhan kita atas kasih karunia Kristus. Hanya dengan mengetahui kelemahan kita, maka kita akan bergantung pada kekuatan Allah --MRDII



TIP #10: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab menjadi per baris atau paragraf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA