24 Juli 2006

Disiplin Diri

Topik : Pencobaan

Nats : Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya (Amsal 25:28)
Bacaan : Titus 1:1-9

Sebuah peribahasa lama berbunyi demikian: "Lain waktu jika Anda menginginkan kue, makanlah wortel." Peribahasa itu dapat menjadi nasihat yang baik bagi orang yang menjalani diet. Namun, orang-orang yang menyusun peribahasa ini mungkin hendak berbicara kepada kita. Dengan mendisiplinkan keinginan kita saat tidak ada prinsip moral yang sedang dipertaruhkan, sebenarnya kita sedang mempersiapkan diri jika kelak menghadapi godaan dosa.

Disiplin semacam inilah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika ia memakai istilah penguasaan diri dalam daftar persyaratannya bagi pemimpin gereja (Titus 1:8). Kita perlu diingatkan tentang hal ini di zaman sekarang. Banyak orang mengira mereka dapat hidup secara tidak bermoral saat ini dan menghentikan ketidakbermoralan itu sekehendak hati mereka. Karena tidak memikirkan kekuatan dosa yang mampu membuat orang ketagihan, mereka mendapati bahwa hidup dengan tujuan baik itu jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan.

Amsal 25:28 menyatakan bahwa apabila kita tidak dapat mengendalikan diri, maka kita akan menjadi tidak berdaya seperti kota yang roboh temboknya. Disiplin diri yang terus-menerus dilakukan akan dapat membangun sistem pertahanan rohani dalam melawan kekuatan jahat.

Tatkala mendisiplinkan diri untuk mengekang hasrat-hasrat kita pada umumnya, berarti kita menjalankan kebiasaan hidup yang baik dan mempraktikkan realitas perkataan Paulus dalam Roma 6:18, "Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran" --HVL



TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA