6 Juni 2006

Cerita Keluarga

Topik : Rumah

Nats : Allah . . . telah memercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami (2Korintus 5:18)
Bacaan : Lukas 15:11-32

Setiap orang menyukai cerita keluarga. Dan bacaan Alkitab pada hari ini mengisahkan salah satu cerita yang paling terkenal di seluruh Kitab Suci, yaitu perumpamaan tentang anak yang hilang.

Pengarang Henri Nouwen, di dalam bukunya yang berjudul The Return Of The Prodigal Son, mengatakan bahwa semua orang kristiani, pada titik tertentu dalam perjalanan iman mereka, diwakili oleh salah satu dari ketiga karakter utama dalam cerita tersebut. Kadang-kadang kita menjadi si anak yang memberontak, yang membutuhkan pertobatan dan pengampunan. Pada kesempatan lain kita adalah sang kakak yang ingin menyimpan kemarahan dan tidak mau mengampuni. Namun, apabila kita semakin dewasa, kita akan menjadi seperti sang bapa, yang rindu melihat semua anaknya diperdamaikan.

Nouwen mengakhiri bukunya dengan kata-kata berikut: "Pada saat memerhatikan tangan saya yang menua, saya kemudian menyadari bahwa kedua tangan itu diberikan kepada saya untuk menjangkau mereka yang menderita, untuk menepuk bahu-bahu mereka yang datang, dan untuk menawarkan berkat dari kebesaran kasih Allah."

Peran apakah yang Anda mainkan di dalam cerita keluarga Anda? Apakah Anda membutuhkan keberanian untuk bertobat dan memohon pengampunan? Atau apakah Anda membutuhkan belas kasihan untuk memberikan pengampunan?

Allah telah memberikan kepada anak-anak-Nya "pelayanan pendamaian" (1Korintus 5:18,19). Sekarang adalah waktu yang baik untuk memulai --JAL



TIP #15: Gunakan tautan Nomor Strong untuk mempelajari teks asli Ibrani dan Yunani. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA