4 Februari 2006

Kasih untuk Menegur

Topik : Konfrontasi

Nats : Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut (Galatia 6:1)
Bacaan : Lukas 7:36-50

Kita sering mendengar ucapan masa kini tentang mengikuti teladan Yesus dengan "menerima" dan "meneguhkan" orang sebagaimana adanya mereka. Implikasinya adalah kita tidak boleh menegur jika mereka melakukan kesalahan.

Ya, Yesus mengasihi dan menerima orang, tetapi Dia tidak menghindar untuk menegur mereka. Kita melihat hal ini dalam Lukas 7.

Yesus menerima undangan makan malam dari Simon, seorang Farisi yang menganggap dirinya benar. Saat sedang di rumahnya, Tuhan mengizinkan seorang perempuan bereputasi buruk membasuh kaki-Nya dengan minyak wangi yang mahal. Yesus mengetahui pikiran-pikiran Simon yang bersifat menghakimi, sewaktu perempuan yang menangis itu mencurahkan minyak wangi secara berlimpah-limpah kepada-Nya dengan kasih (ayat 36-39). Dia pun menegur kemunafikan orang Farisi itu.

Tampaknya Simon mengundang Yesus ke rumahnya untuk mencoba menjebak-Nya. Yesus mengingatkan Simon akan kesalahannya, yaitu tidak membasuh kaki-Nya sebagai tanda sopan santun yang biasa dilakukan terhadap seorang tamu (ayat 44-46). Kemudian Dia menyebutkan kejahatan masa lalu wanita itu dan kemurnian pertobatannya. Tuhan berkata, "Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih" (ayat 47).

Yesus menghormati agamawan yang membenarkan diri, penagih pajak yang tidak jujur, dan para pelacur. Namun, Dia tidak pernah menutupi dosa-dosa mereka. Teguran-Nya menunjukkan bahwa Dia cukup mengasihi orang-orang itu. Dan seharusnya kita juga begitu --HVL



TIP #16: Tampilan Pasal untuk mengeksplorasi pasal; Tampilan Ayat untuk menganalisa ayat; Multi Ayat/Kutipan untuk menampilkan daftar ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA