1 Mei 2004

Hidup Damai

Topik : Perdamaian

Nats : Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! (Roma 12:18)
Bacaan : Kejadian 26:14-22

Ishak hidup di tengah-tengah orang Filistin yang ternyata merupakan tetangga yang jahat. Di sana ia menjadi orang yang sangat kaya dan berkuasa sehingga mereka takut kepadanya dan memintanya untuk meninggalkan daerah mereka. Sebagai seseorang yang “jauh lebih berkuasa” dari mereka (Kejadian 26:16), Ishak sebenarnya bisa menolak permintaan mereka, namun sebaliknya ia justru mengalah dan pindah ke lembah terdekat di mana Abraham, ayahnya, telah menggali beberapa sumur bertahun-tahun yang lalu.

Orang-orang Filistin telah menutup sumur-sumur itu setelah Abraham mati. Dan setiap kali Ishak menggali kembali salah satu sumur, mereka menyatakannya sebagai milik mereka, walaupun mereka tidak pernah menggunakannya. Mereka hanya senang bertengkar. Namun, Ishak terus berpindah tempat sampai ia memasuki daerah di mana orang Filistin tidak lagi menentang haknya atas sumber air yang ada di situ.

Saya pun pernah menjumpai orang-orang semacam itu. Saat bermain tangkap-bola dengan saudara lelaki saya ketika masih kecil, kami harus sangat berhati-hati saat melemparkan bola, karena tetangga kami akan menyita setiap bola yang jatuh di halamannya.

Memang sulit menyukai orang-orang semacam itu, namun Yesus mengatakan bahwa kita harus mengasihi, mendoakan, dan bersikap baik terhadap mereka (Matius 5:44). Hal itu mungkin tidak mudah, dan orang jahat tersebut mungkin tidak mau berubah. Namun, menurut Roma 12:18 kita harus tetap mengusahakan segala hal untuk dapat hidup damai dengan semua orang —Herb Vander Lugt



TIP #34: Tip apa yang ingin Anda lihat di sini? Beritahu kami dengan klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA