Lihat definisi kata "Injil" dalam Studi Kata

Injil

dari atau kepunyaan Lukania, tabib yang dikasihi. Kol 4:14; Filem 1:24.
#/TB Kol 4:10. Kis 12:12.
nama lain untuk Matatias. Mat 9:9.
nama aslinya Yohanan. Mat 3:1; Yoh 1:42; Mat 21:25.
(1) merpati. 2Raj 14:25. (2) Mat 12:39.

Yunani

Strongs #2491: Ioannhv Ioannes

John = "Jehovah is a gracious giver"

1) John the Baptist was the son of Zacharias and Elisabeth, the
forerunner of Christ. By order of Herod Antipas he was cast into
prison and afterwards beheaded.
2) John the apostle, the writer of the Fourth Gospel, son of Zebedee
and Salome, brother of James the elder. He is that disciple who
(without mention by name) is spoken of in the Fourth Gospel as
especially dear to Jesus and according to the traditional opinion
is the author of the book of Revelation.
3) John surnamed Mark, the companion of Barnabas and Paul Ac 12:12.
4) John a certain man, a member of the Sanhedrin Ac 4:6.

2491 Ioannes ee-o-an'-nace

of Hebrew origin (3110); Joannes (i.e. Jochanan), the name of four
Israelites:-John.
see HEBREW for 03110

Strongs #2495: Ioanav Ionas

Jonah or Jonas = "dove"

1) the fifth minor prophet, the son of Amittai, and a native of
Gath-hepher and lived during the reign of Jeroboam II, king of Israel
2) Jonas, the father of Peter

2495 Ionas ee-o-nas'

of Hebrew origin (3124); Jonas (i.e. Jonah), the name of two
Israelites:-Jonas.
see HEBREW for 03124

Strongs #920: bariwnav Barionas

Barjona = "son of Jonah"

1) the surname of the apostle Peter

920 Barionas bar-ee-oo-nas'

of Chaldee origin (1247 and 3124); son of Jonas (or Jonah); Bar-jonas,
an Israelite:-Bar-jona.
see HEBREW for 01247
see HEBREW for 03124

Ibrani

Strongs #03124: hnwy Yonah

Jonah = "dove"

1) son of Amittai and a native of Gath-hepher; 5th of the minor
prophets who prophesied during the reign of Jeroboam II and whom
God sent also to prophecy to Nineveh

3124 Yonah yo-naw'

the same as 3123; Jonah, an Israelite:-Jonah.
see HEBREW for 03123

[Yoppi]

Strongs #02491:

Yohanes

[Barclay]

Strongs #2491:

ou [maskulin] Yohanes: (1) pembabtis; (2) anak dari Zebedeus; (3) penulis kitab Wahyu; (4) Yohanes Markus; (5) ayah dari Petrus dan Andreas; (6) anggota Mahkamah Agama (Kis 54.6)

Strongs #2495:

a [maskulin] Yonas: (1) nabi Perjanjan Lama (2) ayah dari Petrus dan Andreas

Strongs #920:

dan bariwnav [maskulin] bin Yunus (Mat 16.7)

Injil [haag]

Injil.

  1. (I). PENDAHULUAN KATA.
    1. (1) Jumlah. Sudah sejak awal-mula Gereja Kristus hanya mengakui secara kanonik empat buah ~I. Keempat ~I itu membentuk satu kesatuan yang mendalam dan rokhani sekali, serta membentuk "Injil yang satu dan berbentuk 4 buah naskah". ~I. apokrif lebih banyak dipengaruhi bentuk sastra helenis dan sering mengungkapkan kecenderungan ajaran salah. Semua ditolak oleh Gereja dalam daftar kanon.
    2. (2) Corak tulisan.
      1. (a) ~I itu bukan biografi. Sebaliknya juga tidak pertama-tama disusun menurut pandangan ilmu sejarah. Ia juga tidak melukiskan sketsa sifat pribadi Yesus. ~I itu jauh dari menyeluruh. Lukisan topografi maupun lukisan geografis termasuk jarang diberikan di dalam ~I. Kebanyakan hanya skematis.
      2. (b) ~I itu bukan semata-mata hasil seorang penulis individuil. Bahan dan ungkapan-ungkapan diambil dari tradisi lisan. Sebagian besar tradisi sudah berbentuk tetap sebelum ~I ditulis. Meskipun demikian setiap ~I mempunyai coraknya yang khas (gaya, rencana, tujuan pokok).
      3. (c) ~I itu tumbuh dalam kebutuhan pewartaan kristen. ~I merupakan endapan ajaran dan pertolongan bagi pewartaan lisan. ~I dirasakan perlu untuk mencapai kalangan pembaca lebih luas dan untuk memberi sesuatu yang tetap bagi keturunan-keturunan yang akan datang mengenai hal-hal yang diwariskan oleh para saksi mata dan oleh para pewarta sejak awal-mula (bdk.: Luk 1:1-4). Barangkali kesulitan pada jemaat purba -- tak terlupakan ibadat mereka -- ikut-serta mempengaruhi penetapan ungkapan naskah ~I (Misalnya: mengenai berita tentang pendirian Ekaristi: --> Perjamuan malam).
  2. (II) RENCANA DAN STRUKTUR. Mengenai rencana dan struktur ~I sinoptik pada garis besarnya boleh dinyatakan identik sama. Mereka mulai dengan penampilan Yohanes Pembaptis (: sejarah kanak-kanak Yesus tidak termasuk di dalam bahan katekese awal gereja); pembaptisan dan digodanya Yesus; penampilan Yesus di Galilea; sebuah perjalanan ke Yerusalem dan kejadian-kejadian pada hari-hari terakhir di situ; kisah tentang penderitaan dan wafat Kristus; berita tentang makam yang kosong dan penampakan Yesus kepada para muridNya. Hubungan antara ~I sinoptik satu sama lain, yang menyangkut kecocokan dan perbedaannya, merupakan bahan "Persoalan sinoptik".
  3. (III) TUMBUHNYA ~I. ~I Yohanes timbul pada sekitar tahun 100 ses. Mas., artinya, 60-70 tahun setelah terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan. ~I Yohanes menunjukkan suatu kebebasan besar sekali terhadap katakese kristen purba. Pencipta ~I ini membentuk Injilnya sebagai sebuah kesatuan yang erat. Orang perlu menerima pandangan, bahwa susunan tertulis ~I sinoptik didahului adanya pewartaan. Adapun pewartaan itu dilakukan secara lisan melulu. Tetapi para "saksi mata sejak waktu semula" (Luk 1:2) sudah menyusun sebuah kerangka katekhese tertentu perihal tutur-kata dan perbuatan Yesus: Logia (: pepatah dan ungkapan) Yesus dan berbagai bahan Injil yang disusun menjadi satu buah bentuk tertentu. Bentuk susunan itu tadi sudah disiapkan secara mudah dan sederhana demi lancarnya penyebaran pewartaan lisan. Bentuk yang sederhana itu juga dicapai lewat gaya bahasa, pengulangan, inclusio, penggambaran, bentuk pepatah dan usaha untuk mengatur bahannya sekitar suatu gagasan inti. Katekhese para Rasul tentu disebar-luaskan lewat bahasa Aram. Tetapi di dalam waktu yang tidak terlalu lama penyebaran pewartaan juga dilakukan dalam bahasa Yunani. Sejarah tradisi pewartaan sangat gelap adanya, meskipun demikian kelihatannya sudah bisa dipastikan, bahwa pewartaan yang sebenarnya tentang Yesus, pewartaan tentang sabdaNya, tentang mukjijatNya, tentang wafat dan kebangkitanNya sudah mempunyai cara mengajar yang tetap. Sudah ada susunannya menurut garis besar maupun menurut perinciannya. Dari pewartaan lisan yang teratur timbul kemungkinan untuk berbicara tentang adanya sebuah "Injil-purba". Kita dapat memperkirakan, bahwa "~I-purba" mengandung bahan umum bagi Mat dan Mark. Barangkali di situ sudah termasuk Logia dari Matius yang pertama. Penulisan tetap mulai berlaku, waktu pewartaan ~I meningkat ke luar lingkup orang Yahudi Palestina, waktu keturunan para saksi-mata mulai menipis.
  4. (IV) PENILAIAN SEJARAH. Kebenaran sejarah dari ~I dalam artian yang umum boleh dikatakan benar-benar bisa dipercaya. Soal kebenaran sejarah secara tehnis (: kritik sumber, kaitan dengan sejarah profan) bukan menjadi tujuan ~I. Antara peristiwa-peristiwa yang diceritakan dan penulisannya secara tetap ada selang waktu tertentu (: satu keturunan). Dari segi lain perlu diberikan penilaian yang tepat mengenai cara meneruskan bahan-bahan ~I yang terjadi dengan cara yang lain daripada biasa (: lewat suatu tehnik ingatan yang berkembang tinggi dikalangan pihak-pihak yang meneruskannya). ~I di luar jenis tulisan helenisme. ~I itu mengungkapkan kembali Logia Yesus yang cocok sekali untuk tradisi lisan. Penyimpangan-penyimpangan dalam soal perinciannya lebih memudahkan ditemukannya nilai sejarah para sinoptisi daripada mengecilkan nilai sejarahnya.

Lukas [haag]

Lukas. (Barangkali singkatan dari kata Latin Lucius).

Dari kelahiran asal kafir (Kol 4:11-12), jabatannya adalah tabib (Kol 4:14). Sebuah tradisi yang lebih muda mengatakan bahwa ia berasal dari Antiokhia di Siria. 2Tim 4:11 menyebutkan ~L sebagai teman perjalanan Paulus. Apabila berita dengan ungkapan "kami" di dalam Kis. berasal dari dia (--> Kisah Rasul-rasul), maka ia niscaya menggabungkan diri (sekitar tahun 51) pada Paulus di Troas (Kis 16:10-17) dan menemui Paulus dalam perjalanan misionarisnya yang ke-2 dan ke-3 (Kis 20:5-15; \2Kor 1-18), kemudian ia mengikutinya dalam tahanan ke Roma (Kis 27:1-18; Kol 4:14; Filem 1:24). Sudah sejak pertengahan kedua dalam abad kedua (: kanon Muratori) ia dipandang sebagai penulis Injil Lukas dan Kisah Rasul-rasul.

Lukas, Injil [haag]

Lukas -- (Injil Lukas).

  1. (I). PEMBAGIAN DAN SUSUNAN. Penulis Injil kanonik yang ketiga mengawali injil itu dengan prakata tentang tujuan dwikarya yang mencakup Luk dan Kis (Luk 1:1-4). Kemudian disambung dengan kisah Kanak-kanak Yesus Luk 1:5; 2:52. Lukisan tentang jalan hidup Yesus sebagai --> Mesias di depan masyarakat Luk 3:21-24:53 disambung pada berita tentang karya Yohanes Pembaptis sampai penahanannya (Luk 3:1-20). Adapun bagian utama injil Luk. itu melukiskan "awal-mula" (bdk.: Luk 3:23; Kis 1:22) Luk 3:21 sampai Luk 4:13: Pembaptisan Yesus oleh Yohanes; Luk 4:14-9:50 tentang karya Yesus di Galilea; Luk 9:51-19:27 (dalam bentuk berita perjalanan) tentang perjalanan Yesus dari Galilea ke ke Yerusalem dan tinggal di Kenisah. Luk 22:1-23:56 lukisan tentang kisah sengsara. Kemudian Luk 24:1-53 memberitakan penampakan Yesus yang bangkit dari kematian selama 40 hari sampai pada kenaikanNya ke surga, di mana Yesus "memisahkan Diri" dari para murid-Nya (Luk 24:51).
  2. (II). CORAK THEOLOGI. Situasi yang sebenarnya mau diperbaiki oleh Lukas, karena timbulnya sebuah jurang pemisah waktu yang lambat-laun menjadi lebih besar di antara masa kini dan peristiwa-peristiwa yang diceritakan, yang kini sudah selesai dan tidak lagi dimengerti sebagai tanda hari kiamat yang segera akan datang (bdk.: Luk 21:1-38 dengan Mark 13:1-37). Waktu yang semakin kuat dialami kepanjangan antara penampilan Yesus dengan parusi yang akan datang memerlukan suatu perhatian yang lebih besar pada masa kini dengan keadaan sehari-harinya. Masalah itu menuntut adanya tiga jenis tugas di dalam pewartaan:
    1. (1) Kesungguhan warisan itu harus diselamatkan. Oleh karena itu penulis bermaksud menyelidiki jalannya peristiwa-peristiwa dari awal-mula dengan menambah sejarah tradisi-tradisi, agar dengan demikian bisa menunjukkan penerusannya dan "memperlihatkan kebenaran" (Luk 1:4) tradisi. Maksud tersebut mendasari juga perhatian Lukas terhadap kelompok yang sudah tetap untuk menjadi saksi sebagai rasul yang syah (bdk.: Kis 1:21-22).
    2. (2) Berlakunya nilai tetap karya Yesus untuk waktu sekarang harus diungkap secara jelas. Oleh sebab itu disusunnya dengan sengaja masalah hidup Yesus ke dalam keseluruhan sejarah keselamatan serta dilukiskannya dengan jelas di dalam kejadian yang ditentukan oleh waktu dan tempat. Seluruh hidup dan karya Yesus ditangkap sebagai pemenuhan Sabda Allah yang kuasa membuat sejarah (Luk 2:15,19,50-51; Kis 5:20), bagaimana hal itu di dalam peraturan keselamatan keselamatan PL telah dimaklumkan lewat hukum dan para nabi (Luk 1:70; 24:27,44). Meskipun demikian Yesus bukan hanya melulu pemenuh janji-janji. DenganNya Allah sekali lagi memulai secara baru dari dasar akarnya (: kelahiran pada orang perawan: Luk 1:26-38). Awal yang baru ini bercorak sebagai kemenangan tetap, meskipun baru dimulai secara sementara, atas kekuasaan setan oleh Kerajaan Allah, yang di satu pihak terjadi oleh hubungan Yesus terhadap "para miskin", terhadap para penderita sakit, terhadap mereka yang kerasukan rokh jahat, terhadap orang-orang yang dicemoohkan dan para orang dosa. Dari pihak lain permulaan baru itu nampak di dalam sikap putera yang menjiwai seluruh hidupNya, yang di dalam penyerahan-Nya ke tangan Bapa pada Salib (Luk 23:46) mencapai titik puncaknya dan didalam dibangkitkanNya dari mati memperoleh pemberian hadiah, di mana kasih Allah bekerja dan dimaklumkan. Waktu hidup Yesus di dunia di tengah keseluruhan sejarah keselamatan sebagai "pusat zaman": maka Yesus telah dipersiapkan oleh waktu keselamatan PL. Zaman Gereja di waktu berikutnya telah didasari olehNya. Karena pada hari Pentekosta dimulailah "hari-hari terakhir" (Kis 2:17) oleh perutusan Rokh Kudus. Dalam hari-hari terakhir itu jalan keselamatan Yesus yang oleh kenaikanNya ke surga mencapai pemenuhan-Nya, diwartakan sebagai jalan keselamatan tetap dan definitif bagi semua bangsa di seluruh dunia (bdk.: Luk 24:47) yang dimulai dari Yesus. Dengan demikian seluruh sejarah hidup Yesus (bdk: Kis 5:20) menjadi petunjuk jalan bagi pewartaan dan terutama pada nubuat-nubuat (Luk 9:22,44-45; 18:31 dst) maupun dalam kisah sengsara yang diungkapkan kebenarannya secara tetap dan harus dicontoh dengan melintasi keadaan sejarahnya. Hidup Yesus sebagai contoh utama menuju keselamatan diberi corak, yang bukan dengan melukiskan pengembaraan Yesus lewat kesetiaan sejarah. Demikianlah tujuan "berita perjalanan": Perihal petunjuk tempat dan waktu tidak terang sama sekali. Semakin berat tekanan yang dilakukan di situ untuk mengungkapkan Yesus yang selalu ada dalam perjalanan dan mengarahkan tujuannya ke Yerusalem, tempat pertemuannya dengan Allah. (Luk 9:51; 13:22,32-33 dbtl.).
    3. (3) akhirnya perlu diperhatikan bahaya-bahaya yang mengancam iman hidup sehari-hari karena kedatangan hari kiamat ditunda. Pemberian corak pada hidup Yesus sebagai sesuatu yang berlangsung di dalam waktu dan sebagai suatu perjalanan yang selalu perlu diingat tujuannya dalam pandangan mata, menentukan pula parenase dengan menunggu penuh kesabaran (Luk 8:15; Luk 14:28-29; 21:19), agar Putera Manusia menemukan iman di dunia pada saat kedatanganNya (Luk 18:8). Percobaan seperti juga kesibukan sehari-hari mengancam iman sekaligus (bdk.: Luk 8:4-15). Oleh sebab itu pada setiap pengikut Yesus berlaku tuntutan, menanggung salibNya "setiap hari" (Luk 9:23) dan setiap waktu tanpa berhenti berjaga dan berdoa (Luk 18:1-8; 21:34 dst.) dan menjaga dirinya, terutama atas bahaya kekayaan (Luk 12:13-34; 14:33; 18:18-30).
  3. (III) WAKTU PENULISAN. Sejak abad kedua tradisi kristen mengatakan bahwa Lukas seorang tabib teman perjalanan rasul Paulus telah menulis Injil ketiga. Lukas itu jugalah yang disebutkan dalam Kol 4:4; 2Tim 4:11 dan Filem 1:24 Mengenai persoalan itu perlu juga diadakan perhitungan, bahwa laporan itu mungkin hanya mengandung cara-cara ungkapan umum pada zaman itu, bahwa wibawa Injil mempunyai dasar yang benar. Corak yang diberikan kepada sifat Paulus, pada kedudukan dan theologinya Lukas berbeda sekali dengan kesaksian surat-surat Paulus sendiri. Makanya tentunya tidak dapat diterima, bahwa penulis Injil ketiga maupun Kis, itu adalah seorang teman perjalanan Paulus. Bagi kelompok pembaca yang disapa olehnya, yaitu Theofilus, adalah wakilnya, yang disebutkan dalam Luk 1:3. Pengetahuan pewartaan kristen, demikian pula pengertian tentang PL dalam terjemahan Yunani diandaikan sudah diketahui oleh para pembaca. Pengetahuan Lukas perihal PL menunjukkan adanya tendensi, yang juga terdapat di kalangan yudaisme helenis di daerah diaspora --> terutama di Aleksandria. Namun demikian boleh dikatakan, bahwa Lukas menulisnya bagi orang-orang Kristen helenis asal kafir dan penulisannya dibuat dalam jarak waktu tertentu dari peristiwa-peristiwa yang diberitakan. Nampaknya tulisan itu dibuat dalam waktu, selagi surat-surat Paulus belum begitu menjadi milik umum, sehingga gambaran Paulus oleh Lukas tidak lagi memperoleh pengakuan umum, Kira-kira hal itu terjadi pada pertengahan pertigaan terakhir dari abad pertama. --> Kisah rasul-rasul.

Markus [haag]

Markus. (Nama kecil latin [: pria?]).

~M yang disebutkan di dalam PB (Kis 15:39; Kol 4:10; Filem 1:24; 2Tim 4:11), disebut pula dengan nama Yohanes (Mark 13:5,13) dan membicarakan satu orang dengan nama dobel. ~M adalah seorang putera seorang Maria. Jemaat kristen di Yerusalem berkumpul di dalam rumah ~M (Mark 12:12). Barangkali ia dibesarkan di Yerusalem dan pada saat itu ia mengalami (zaman) Yesus, meskipun ia tidak mengikuti semua peristiwa Yesus. Barangkali ia tidak pernah menjadi murid Yesus. Barnabas kemenakannya (Kol 4:10) dan Paulus telah membawanya ke Antiokhia (Kis 12:25) dan membawanya pula pada perjalanan misionaris yang pertama. Tetapi ia segera pulang sendirian ke Yerusalem. Karena dia, maka di kemudian harinya Paulus memisah diri dari kedua orang itu. Barnabas dan ~M lalu pergi ke Siprus, tetapi ~M segera bergabung dengan Paulus di Roma. Tradisi menekankan hubungannya yang akrab dengan Petrus (1Pet 5:13). ~M dipandang sebagai penulis injil Markus.

Markus, Injil [haag]

Markus (Injil Markus).

  1. (I). PEMBAGIAN DAN PENYUSUNAN. Pembagiannya ditentukan oleh titik-titik utama theologis. yang ditekankan karena kepentingannya di dalam hidup Yesus, atau menekankan pandangan penulis injil. Pandangan pertama berlaku pada Mark 11:1-16:20: Yesus di Yerusalem. Pandangan kedua berlaku bagi "perjalanan Yesus" ke Yerusalem 1-10, di mana peristiwa-peristiwa tertentu mengenai para murid (Mark 1:16-20; Mark 3:13-19; 6:7-13; 8:27-33) memperoleh kepentingan khusus. Dengan peristiwa itu dimulailah tiap kali sebuah bagian baru. Bagian-bagian itu dan perikope mengenai para murid yang mendahului saling menjelaskan. Dengan demikian ~IM menunjukkan pembagian berikut ini: Mark 1:1-15 = pandangan umum. Di dalam perjalanan Yesus tercapailah detik masuknya dunia Allah ke dalam dunia orang-orang. Naskah Mark 1:16 sampai Mark 3:12: Situasi orang-orang yang baru itu didasari kekuasaan Sabda Yesus Yang memanggil dan menebus mereka. Naskah Mark 3:13-6:6: Rahasia kekuasaan Allah dan salah pengertian orang-orang. Naskah Mark 6:6 sampai Mark 8:26: Tujuan karya Yesus adalah manusia yang sempurna dan tetap. Naskah Mark 8:27 sampai Mark 10:52: Bentuk mengikuti Yesus dalam iman adalah jalan salib. Naskah Mark 11:1 sampai Mark 12:44: Di dalam mengutus putraNya itu Allah (Mark 12:1-6) datang mencari (bdk.: Mark 11:12-13), namun yang dicari bukan harta manusia (Mark 12:13-17) atau penghormatan manusia (Mark 12:38 dst.), melainkan cintakasih manusia (Mark 12:28-34,41-44). Bab 13: Sejarah manusia yang berhadapan dengan hari panen terakhir, menuntut orang beriman berjaga secara besar-besaran. Bab Mark 14:1-15:47: Yesus membuktikan kebenaran injilNya dengan menerima putusan kematian yang dibuat oleh para lawanNya. Jawabannya ditemukan pada pengakuan kepala pasukan. Naskah Mark 16:1-8: Pandangan penutup. Dengan kebangkitan Yesus, semua orang beriman dipanggil untuk mengikuti jejak Yesus dengan semangat.
  2. (II). CORAK THEOLOGIS. Bagi kita ~IM merupakan usaha pertama yang bukan hanya mewariskan kumpulan sabda Yesus bagaikan dari seorang guru yang terpelajar. Kitab itu juga tidak bermaksud mengumpulkan karya-karya mujizat satu demi satu sebagai perbuatan seorang "manusia ilahi", yang mengalahkan semua para pengkhotbah pengembara dan para pembuat mujizat. ~IM tidak hanya mewartakan arti keselamatan dari Dia yang dibangkitkan dan dimuliakan. Secara jelas kelihatan, bahwa ~IM mau menghubungkan kenyataan yang penuh kekuasaan dari arus yang bangkit dengan hidup Yesus di dunia. Dengan itu, maka hidup para beriman memperoleh pengertian yang menentukan. Hidup dan nasib Yesus di dunia menjadi tuntutan Dia yang telah dimuliakan kepada jemaat yang mengikutiNya. Pada pewartaan yang penuh nilai itu mereka alami kehadiran yang penuh dengan kemesraan dari yang bangkit. Dengan mengkaji sejarah, Markus menggunakan dasar itu tadi. Ia bukan hanya memberitakan karya Yesus yang telah lalu, melainkan menafsirkan pada masa kini jalan Yesus dalam sinar terang orang-orang beriman. Di situ didapati dua persoalan yang perlu diperhatikan: Yang sebuah adalah situasi orang-orang beriman. Mereka ditentukan oleh situasi di mana mereka berada karena karya Yesus yang mengandung wibawa khusus karena kehendak Allah (Mark 1:22,27; 2:12), sehingga memperoleh keselamatan terakhir, artinya: Mereka telah mencapai persatuan tanpa dosa dengan Allah (Mark 2:1-12,14-17) dan dengan demikian memiliki kemampuan untuk hidup dari kekuatan Allah (Mark 4:26-32). Manusia tidak bisa bertemu dengan kekuasaan Allah tanpa dikuasai ketakutan (Mark 4:41; 5:14-17,33,42), maka hidup Allah di dalam diri manusia sebetulnya tidak begitu nampak pada mulanya. Barang siapa meragukan kesetiaan karya keselamatan illahi (Mark 6:53-56), yang dikarenakan pandangan seolah-olah ia ditinggalkan Allah, maka ia telah membuktikan sendiri, bahwa hatinya belum tiba pada kesadarannya (Mark 6:45-52). Sebab ia belum menangkap, bahwa Allah mengandaikan suatu hal (Mark 7:1-23): supaya kita menyapa Yesus dengan kepercayaan besar (Mark 7:24-30) dengan menyadari, bahwa kita sendiri tidak layak. Dari segi yang lain Markus juga membuat agar jemaat tidak menaruh keraguan lagi, bahwa orang beriman kini berada di bawah tuntutan-tuntutan yang baru dan radikal (Mark 9:32,35,43-50; 10:9,21,43-44), yang hanya ditangkap dari jalan salib Yesus sebagai Mesias. Yesus sebagai Mesias menjelaskan pandangan Allah dengan perjalananNya kepada salib (Mark 8:31 dst.; Mark 9:30 dst.; Mark 10:32 dst.). Oleh karena itu hendaknya orang beriman tahu, bahwa baginya tidak ada jalan lain menuju Yesus Kristus dalam kemuliaan Allah (Mark 8:34 sampai Mark 9:1; 10:39). Bahwasanya Allah mendekati kita di dalam PutraNya (Mark 9:2-13), bukan berarti perpendekan jalan lewat dunia (Mark 9:5-6), dalam mana kekuasaan kejahatan mesti harus dipatahkan oleh kekuatan orang beriman (Mark 9:14-29). Perlucutan kejahatan ini terjadi secara konkrit di dalam pengabdian para beriman secara tulus-ikhlas (Mark 9:33-42; 10:1-12,14-45), yang juga sering mengandung perpisahan menyedihkan dari semua kejahatan di dalam hidup masing-masing demi kepentingan orang lain (Mark 9:42-50). Konsekwensi itu tidak dapat diketahui oleh siapa saja yang tidak menangkap, bahwa orang tidak dapat berbuat lain kecuali bersatu sebagai anak di dalam persekutuan dengan Yesus. Karena hanya dengan cara menyeluruh itulah orang dapat menjadi milik Allah (Mark 10:13-31; bdk.: Mark 35-40). Allah sebagai yang hidup (Mark 12:18-27) tidak mengharapkan hal-hal lain kecuali cintakasih manusia dan penyerahannya secara mutlak (Mark 12:13-17,32-33,38-44). Hanya soal-soal itulah yang membimbing menuju kerajaanNya (Mark 12:28-34).
  3. (III). ASAL DAN TERJADINYA TULISAN. Sesuai dengan tradisi yang dapat dikembalikan sampai pada Klemens dari Aleksandria, maka kebanyakan para-eksegit (ahli KS) memandang Roma sebagai tempat penulisannya. Meskipun demikian dapat dipikirkan juga adanya sebuah jemaat kristen asal kafir di daerah Timur-tengah. Barangkali ditulis sebelum tahun 70, sebab tidak menyinggung kehancuran kenisah Yerusalem. Markus 13 menunjukkan pikiran yang menyeluruh perihal dekatnya perang Yahudi. Menurut kesaksian uskup Papias dari Hierapolis (sekitar tahun 130) ~IM itu ditulis oleh --> Markus, "penterjemah Petrus", setelah Petrus meninggal. Meskipun ada keraguan tertentu yang melawan catatan itu (nampaknya Markus tidak mengetahui geografi Palestina secara jelas; ada kecenderungan-kecenderungan anti Yahudi) masih banyak penyelidik ahli yang berpendapat, bahwa ~IM benar-benar ditulis oleh Yohanes Markus. Bila tidak demikian, maka hampir tidak dapat diterangkan, bagaimana injil itu diterima, bila dianggap ditulis oleh seorang yang bukan murid dan bukan rasul.

Matius [haag]

Matius.

(Bentuk Yunani daripada bahasa Ibr.: Mattai, yaitu sebuah bentuk singkatan dari Mattanya: kurnia Tuhan), atau: Dengan menarik kesimpulan dari cerita-cerita panggilannya, maka ~M barangkali mempunyai nama ganda ~M-Lewi.)

Ia adalah putera Alfeus. Jabatannya adalah Pemungut cukai di Kapernaum (Mark 2:14-17 dsj.), yaitu di daerah Herodes Antipas. Apakah ia berada di dalam dinas Herodes Antipas (bdk.: Luk 8:3; Yoh 4:46) atau hanya menyewa pungutan cukai kota, kini masih merupakan sebuah hal yang tidak jelas. Bagaimanapun juga ia bukan seorang pejabat Romawi. Di luar itu ~M hanya disebut dalam daftar-daftar para Rasul (Mark 3:18 dsj.). Atas namanya beredar:

  1. (1) --> Injil Matius
  2. (2) Yang disebut pseudo-injil-Matius (: di situ ada ungkapan yang pertama kali timbul perihal sapi dan keledai pada palungan).
  3. (3) Akta Mateus dari waktu belakangan.

Matius, Injil [haag]

Matius (Injil Matius).

  1. (I). ISI DAN SUSUNAN. Pada hakekatnya ~IM mengikuti berita kronoloki sejarah pada Markus, namun ~IM masih memperluasnya. Matius memperkaya berita itu dengan bahan khotbah yang diaturnya secara sistematis. Di situ dapat dilihat pembagian sebagai berikut:
    1. (1) Pra-sejarah dari Pendahulu Mesias dan pembaptisan Yesus (Mat 3:1-4:11), yang diperluas dengan --> silsilah Yesus serta kisah kanak-kanak Yesus (Bab 1-2).
    2. (2) Karya di Galilea (Mat 4:12,13:58; sesuai dengan contoh pada Mark 1:14-6:6), disertai sebuah rangkuman ajaran Mesias maupun perbuatan-perbuatan Yesus. Pada bagian itu ditambahkan pengiriman para murid dengan petunjuk-petunjuk yang sesuai.
    3. (3) Jalan Yesus menuju kesengsaraan (Bab 14-20; mengikuti cerita Markus) dengan pernyataan pengakuan Mesias oleh Petrus, tiga buah nubuat tentang sengsaraNya, Yesus dimuliakan dan sebuah khotbah tentang mengikuti jejak Yesus.
    4. (4) Yesus di Yerusalem (Bab 21-28; dengan dilengkapi berbagai bahan kotbah yang lebih banyak dari pada Markus), dengan kotbah-kotbah penting melawan orang-orang Farisi dan para ahli Kitab, demikian pula tentang akhir dunia dan pengadilannya, dengan kisah kesengsaraan, dengan berita tentang makam yang kosong dan penampakan Yesus yang sudah bangkit.
  2. (II). CORAK KHAS SASTRA DAN THEOLOGIS.
    1. (1) Sumber-sumber tertulis ~IM adalah Markus dan sumber sabda dan wejangan Q. Lebih kurang separoh dari bahan ~IM tidak mempunyai kesejajaran dengan Markus. Sekitar seperempatnya adalah bahan khas dari Matius sendiri (: barangkali berasal dari tradisi lisan Gereja Purba), bahan lainnya mempunyai kecocokan dengan Lukas, yang juga menggunakan sumber Q di dalam injilnya (: Injil Lukas sendiri tidak dikenal oleh Matius). Semua alasan kelihatan mengarah pada kenyataan, bahwa ~IM ditulis dalam bahasa Yunani.
    2. (2) Matius memasak bahan yang diperolehnya dengan penghapusan-penghapusan, perpindahan dan komposisi-komposisi. Hal-hal yang mempunyai isi yang senada dirangkum tanpa memperhatikan jalan sejarahnya. Salah satu hal yang memiliki kekhususan adalah keenam komposisi kotbah: Sabda Bukit, petunjuk bagi para murid, kotbah perumpamaan, kotbah tentang persekutuan gerejani, kotbah melawan orang-orang Farisi dan para Ahli Kitab serta kotbah perihal akhir zaman. Dengan cara yang sama Matius memasak berita-berita mujizat (Misalnya: bab 8-9: 3 buah mujizat + 2 kotbah + 3 buah mujizat + 2 buah kotbah + 3 buah mujizat). Matius tidak memberikan perhatian nilai perihal ketepatan kronologi dan geografi (bdk.: Mat 15:21,29 dsj.). Perbuatan-perbuatan Yesus dipersingkat dan dijadikan bukti pemenuhan PL, namun sabda Yesus disusun dengan kesetiaan yang besar terhadap tradisi.
    3. (3) Sifat khas theologis ~IM terutama dinyatakan di dalam penjelasan perluasannya: Ia membuat aktuilisasi dari bahan tradisi (misalnya: Mat 18:4,14,35). Rupanya persoalan yang paling hangat di dalam gereja Matius adalah iman terhadap Mesias. Oleh sebab itu Matius menekankan gelar-gelar Mesias dan pemenuh segala nubuat PL pada pribadi Yesus. Hukum yang lama tidak dihapus, melainkan hidup dan melanjutkan kelangsungannya di dalam peraturan yang baru (Mat 5:21-22). Dengan demikian antithese-sntithese Sabda Bukit mau mengaktualisasi dan memperdalam kehendak Allah, yang memuncak pada perintah cinta kasih (Mat 7:12; 9:13; 12:7; 22:40; 23:23).
    4. (4) Oleh karena ~IM adalah Injil sebuah gereja, yang tidak mengingkari asal Yahudinya, maka ia menghapus penjelasan-penjelasan yang oleh Markus diperuntukkan bagi pembaca kristen asal kafir (Mark 7:3-4). ~IM juga melengkapi Markus dengan cara berpikir orang kristen asal Yahudi (Mark 24:20 dsj.). Sekaligus gereja ~IM adalah gereja dunia (: bdk.: naskah-naskah tentang pendirian Gereja; titel kehormatan ecclesia; titel universil "Tuhan" bagi Yesus dan lain-lain).
  3. (III). TERBENTUKNYA ~IM. Sudah jelas, bahwa ~IM ditulis bagi keturunan kristen yang kudus. Perbedaan antara orang kristen asal Yahudi maupun asal kafir sudah tidak memegang peran lagi di situ. Gereja mempunyai kesadaran diri yang luar-biasa, mengenal jabatan-jabatan dan peraturan-peraturan, tetapi juga mengenal kekurangan kasih dan mengenal pengkhianatan, nafsu dan titel, kelesuan dan nafsu keduniawian. - Kesaksian yang tertua mengenai Matius selaku penulis injil berasal dari Papias (sekitar tahun 130). Menurut Papias, para Bapa Gereja mempersamakan penulis ~IM dengan --> M. Lewi. Meskipun demikian, baik ketergantungan ~IM dari tulisan yang bukan dari para Rasul (mis.: Markus), maupun corak khas dalam sastra dan theologinya, "Sitz ~IM Leben" (Lingkungan penulis dan para pembaca pertama) dan bentuk bahasa Yunani menunjukkan bahwa ~IM ditulis oleh seorang kristen yang tidak dikenal dan bekerja sebagai seorang "ahli kitab kristen" (Mark 13:52). ~IM yang menggunakan Markus itu jelas tidak mungkin ditulis sebelum tahun 70, namun tidak pula sesudah tahun 100, sebab ~IM dipakai oleh Ignatius. Pemisahan Gereja dari sinagoga dan petunjuk kehancuran Yerusalem membangkitkan timbulnya pikiran, bahwa penyusunan terakhir ~IM berkisar antara tahun 80 dan 90 sesudah Masehi.

Yohanes Pembaptis [haag]

Yohanes Pembaptis.

Putera imam Zakharia dengan Elisabet (Luk 1:5). Kelahiran dan perutusannya dipermaklumkan oleh malaekat kepada mereka (Luk 1:15). Pada waktu disunatkan ia dipuji oleh bapaknya sebagai pendahulu Mesiah (Luk 1:67-79). Ia tampil sebagai pengkotbah pengembara di padang gurun sekitar tahun 28-30. Di situ ia wartakan baptis tobat untuk pengampunan dosa sebagai persiapan akan datangnya kerajaan Allah (Mark 1:1-6 dsj). Boleh jadi ada hubungan-hubungan dengan jemaat Kumran. Hal itu tidak dapat dibuktikan secara pasti. ~YP di Yordan atau di Betania (Yoh 1:28). Yesus juga meminta dibaptis olehnya (Mark 1:9-11 dsj). Yesus memanggil Yohanes. Ia melihat bahwa Beliau seorang utusan Allah. Yohanes sendiri menunjuk dirinya sebagai pendahulu Mesiah (Yoh 1:29-34). Penampilan ~YP membuat rakyat bergerak. Hal itu diikuti Herodes --> Antipas dengan perhatian yang semakin hari menjadi semakin tajam (Ant 18,5,2), terutama karena Yohanes mengecam secara terbuka bahwa raja berzinah. Herodes memenjarakan Yohanes dan menyuruh membunuhnya (Mark 6:17-29 dsj; --> Makherus). Kemudian ia dikubur oleh para muridnya, yang mempunyai cara berdoa tersendiri (Luk 11:1) dan suatu praktek puasa tersendiri (Mark 2:18 dsj). Dua belas orang muridnya tampil di kemudian harinya di Efesus. Mereka ber-12 hanya menerima "permandian Yohanes", dan belum menerima Roh Kudus (Kis 19:2-7).

Yohanes, Injil [haag]

Yohanes (Injil Yohanes).

  1. (I). PEMBAGIAN DAN SUSUNAN. Mengenai bahan-bahan dari Yoh. dapat dibagi dalam 3 bagian besar:
    1. (1) Yoh 1:19-12:50: Perihal hidup umum yang dilakukan Yesus sebagai perwahyuan mutlak. Olehnya Allah memanggil dunia pada suatu putusan pemilihan yang tidak dapat dirubah lagi.
    2. (2) Yoh 13:1-17:26: Yesus mewahyukan Diri kepada "miliknya".
    3. (3) Yoh 18:1-20:29: Yesus kembali pada Bapa, pemulihanNya oleh sengsara dan kebangkitanNya. Sebuah prolog mendahului karya itu. Di dalamnya sudah disinggung gagasan-gagasan utamanya (Yoh 1:1-18). Penutup Injil (Yoh 20:30-31) mengungkapkan harapan kitab itu. Dari segi sastra, bab 21, adalah sebuah tambahan. Boleh jadi bagian itu dikumpulkan para muridnya dari bahan-bahan, yang akhirnya berasal dari penulis injil itu sendiri. Masalah susunan sebenarnya karya sastra itu (mengenai arti tulisan, tentang persoalan apakah pikiran dasar penulis, terungkap pada susunan tertentu), masih belum terpecahkan sampai saat ini.
  2. (II). CORAK THEOLOGI YANG KHAS. Yohanes itu tidak berbeda dengan para sinoptik di dalam keinginannya mewartakan soal Kristus-sejarah yang hidup bersejarah (Yoh 20:30-31). Dengan cara yang lebih tegas dari para penulis lainnya, Yohanes membuat renungan tentang pribadi maupun karya Yesus Kristus, yang ditinjau dari sinar-cahaya pengalaman Paskah (Yoh 2:18 dan seterusnya; Yoh 7:37-38; 12:6). Di dalam Kristus itu Yohanes bukan hanya mengakui pemenuhan akan harapan-harapan keselamatan Isr. (Yoh 3:14; 6:32,49-50; 8:56), melainkan pula pemenuhan kerinduan umat manusia (: Air hidup: Yoh 4:14; Roti: Yoh 6:35; Cahaya: Yoh 9:5; Gembala: Yoh 10:1; Jalan, kebenaran dan hidup: Yoh 14:6). Atas dasar itulah mukzizat-mukzizat yang dilakukan oleh Kristus selalu menjadi tanda sebuah kebenaran yang lebih mendalam (Yoh 2:11; 6:35; 11:25). Setiap pertemuan dengan Kristus adalah sebuah pengalaman yang membuat orang mengadakan putusan akhir tentang hidup atau mati: Orang yang tidak percaya menutup diri dalam kegelapan (Yoh 3:19 dan seterusnya), sedangkan orang yang percaya ikut ambil-bagian pada hidup abadi (Yoh 6:63) sejak sekarang (Yoh 5:24) karena pemberian Roh oleh Kristus (Yoh 3:5-6; 14:26). Pengetahuan yang dikerjakan Rokh pada orang yang percaya membuatnya bersatu dengan Kristus. Tuhannya (Yoh 15:15), yang sekaligus merupakan suatu persatuan dengan Allah Bapa dan dengan semua orang beriman
    1. (17) dan yang harus disimpan dengan pemenuhan kasih yang rendah hati (Yoh 13:1-14; 15:9-17). Di situ Yohanes sudah memberikan salah satu pengertian yang menentukan (Yoh 5:25-26) tentang pertemuan orang dengan pemberi wahyu di dunia, sehingga orang-orang Yahudi yang tetap bersikeras dalam menolak Kristus harus dipandang sebagai "anak-anak setan" (Yoh 8:42 dan seterusnya) atau sebagai penjelmaan dunia yang menjadi musuh Allah (Yoh 17:25). Sudah barang tentu perlu diperhatikan, bahwa identifikasi demikian tidak akan ditanggungkan kepada agama Yahudi di dalam sejarah.
  3. (III). YOHANES DAN PARA SINOPTIK. Hubungan Yohanes dengan Injil-injil sinoptik tidak bisa ditentukan begitu saja. Dari satu pihak ada kesamaan yang tidak dapat diingkari lagi. Bukan hanya kesamaan mengenai susunan umum injil itu sendiri, melainkan juga pada berita-berita satu persatunya: Tentang karya Yohanes Pembabtis sebagai pendahulu Yesus (Yoh 1:19-36), tentang pengkudusan kenisah (Yoh 2:13-22), tentang memberi makan 5.000 orang dan tentang perjalanan Yesus di atas danau (Yoh 6:1-21), tentang diurapinya Yesus di Betania (Yoh 12:1-8) dan tentang diaraknya Yesus masuk Yerusalem (Yoh 12:12-19), terutama tentang kisah sengsaraNya (Yoh 18-19), yang pada Yohanes cocok dengan para sinoptici dalam hal-hal yang pokok. Di lain pihak harus dikatakan, bahwa dapat dipastikan akan adanya perbedaan-perbedaan yang mendalam sekali: di dalam bahan penceritaan (: Yesus mengadakan perjalanan 4 kali ke Yerusalem: Yoh 2:13; 5:1; 7:10; 12:12. Bahwa Yesus adalah Mesias sudah dikenal sejak awal-mula: 29.41. Hal itu berlawanan dengan Mark 8:27 dst; Mark 11:1-11. Yesus tidak menyembuhkan orang-orang yang kerasukan setan), terutama dalam bidang bahan pewartaan (tidak ditemukan perumpamaan-perumpamaan dari sinoptici, bahkan sebaliknya ditemukan perumpamaan lain tentang Gembala dan tentang batang anggur: Mark 10:1-6; 15:1-8. Tidak ditemukan kalimat-kalimat tajam yang mudah diterima, melainkan pembicaraan yang meluas tentang pengertian-pengertian yang tidak mempunyai kesejajaran dengan ketiga injil lainnya, seperti: kelahiran kembali, roti kehidupan, kemuliaan dan lain-lain. Tak ada pula pemakluman tentang kerajaan Allah yang mulai datang seperti pada Mark 1:14-15; tetapi pewartaan tentang penghakiman yang sekarang sudah mulai dilakukan: Mark 3:19; 5:24; 12:31). Akhirnya, bila ditinjau dari hubungan isinya tidak mungkin diputuskan, apakah Yohanes mengenal Injil Sinoptik seperti yang ada pada kita; dan apakah Yohanes menggunakannya; atau di dalam membuat injilnya itu Yohanes langsung mengambil bahan dari sumber yang serumpun dan dari sebuah tradisi lisan yang sama (dengan para Sinoptici).
  4. (IV). LINGKUNGAN DAN PENGARUH. Bentuk pewartaan kristen yang khas Yohanes juga sekali ikut ditentukan oleh lingkungan religius dan kebudayaan. Injil Yohanes timbul di situ. Meskipun (dalam waktu lama dikatakan adanya) suatu ketergantungan sastra pada Injil Yohanes dengan sumber-sumber gnostik, yang kini hampir tidak dapat dipertahankan, tetapi penemuan-penemuan di --> Kumran dan Nag Hamadi memberi kepastian, bahwa Gnosis itu kuat sekali pada waktu sekitar penulisan Injil Yohanes, sehingga pandangan dan terminologinya secara hakiki ikut dipengaruhi arus itu. Namun demikian Injil Yohanes sama sekali bukan buah hasil lingkungan tersebut. Injil Yohanes adalah suatu perdebatan dengan pandangan dan pertanyaan-pertanyaan lingkungan itu dari dasar suatu Kristologi yang sudah diperdalam.
  5. (V). PENULIS. Menjelang akhir abad 2 tersebarlah pandangan di Gereja-gereja Asia Kecil (Efesus), Mesir dan Roma yang mengatakan, bahwa Rasul Yohanes adalah penulis Injil ke-4. Pendukung paling gigih atas pandangan itu adalah Ireneus. Cepatnya Injil Yohanes tersebar-luas, sebagian dapat dijelaskan karena injil itu dihubungkan dengan rasul Yohanes. Kesaksian naskah yang tertua (Yoh 18:33,37-38) berasal dari lebih kurang tahun 130. Sebuah Injil yang begitu besar perbedaannya dengan yang sudah beredar harus benar-benar mempunyai kewibawaan apostolik tinggi, sehingga tulisan itu sudah memperoleh tempat di gereja-gereja, meskipun timbulnya belum ada satu generasi. Saat ini ditemukan penyelidik-penyelidik ilmiah katolik yang cenderung memajukan penyelesaian masalah penulis itu secara lebih terperinci. Mereka ikuti pandangan, bahwa pada suatu segi rasul Yohanes berdiri di belakang injil itu sebagai wibawa rasuli. Dari segi lain mereka melihat perkembangan sejarah tradisi dan sejarah keagamaan dalam pewartaan kristen, yang sudah berpandangan pikiran sempurna di dalam Yohanes. Menurut pandangan itu ada seorang penulis atau beberapa penulis, yang tidak boleh direndahkan martabatnya dengan sebutan "pengarang diklat". Mereka itulah pendukung rasul Yohanes di dalam menulis injil yang ke-4. Murid yang memberikan corak tertentu pada keseluruhan karya itu, menurut pengertian kita dapat disebut menjadi penulis injil Yohanes. Boleh jadi ia itu seorang Yahudi dari daerah diaspora, yang mempunyai hubungan akrab sekali dengan rasul Yohanes dan mempunyai suatu pendidikan rokhaniah yang baik, sesuai dengan kebudayaan waktu itu. Namanya tidak dikenal. Seberapa jauh "penulis" terakhir ini tidak melulu menjadi penyimpan warisan tradisi dan menjadi pemaklum pewartaan Yohanes, melainkan seorang ahli theologi dan pewarta bagi para pembacanya, sampai kini tidak bisa ditentukan. Bagaimanapun juga ia itu melampaui seorang kompilator atau pengumpul bahan tradisi Yohanes. Karena isi dan bentuk, bahasa dan pikirannya tidak dapat dipisahkan, maka penulis yang tidak dikenal itu jelas memiliki suatu kebebasan yang besar: Tradisi dan interpretasi kejadian keselamatan Yohanes itu diwarnainya secara pribadi.

Yohanes, Surat-Surat Yohanes [haag]

Yohanes (Surat-Surat Yohanes).

Ketiga pucuk surat Yoh., yang jelas mempunyai persamaan satu dengan yang lainnya serta dengan injil Yoh. Juga memiliki kesamaan waktu tempat dan lingkungan. Meskipun demikian surat 1Yoh lebih dekat pada injil Yoh, sedangkan dari pihak lain surat 2 dan 3 berhubungan erat satu sama lain.

  1. (I). SURAT PERTAMA.
    1. (1) Isi dan tujuan. 1Yoh itu bukan surat (tidak ada kepala surat dan penutupnya). Bukan pula sebuah surat edaran (tanpa nama jemaat-jemaat yang dialamatkan), tetapi sebuah tulisan yang berdiri sendiri dan mengandung isi pewartaan imam (1Yoh 1:1-3) yang dipersatukan dengan pembelaan iman (1Yoh 4:4-6; 5:4-12) dan ditujukan pada suatu kelompok kristen tertentu ataupun pada beberapa jemaat kristen tertentu yang hidup di tengah dunia kafir yang dipengaruhi aliran gnostik. Di situ tidak dapat dilihat adanya sebuah susunan yang jelas. Meskipun demikian terungkaplah berbagai kesatuan lebih besar yang semuanya menjalin pada suatu persekutuan dengan Allah atas dasar kesatuan dengan Yesus Kristus dan pada persekutuan persaudaraan para kristen. Surat itu bermaksud memperingatkan ajaran-ajaran salah dan sekaligus menguatkan iman kepercayaan pembacanya.. Latar-belakang waktu yang tersirat di situ menunjukkan adanya suatu kemajuan besar tentang pembentukkan jemaat orang kristen. Penulis bicara sebagai saksi atas kejadian keselamatan (1Yoh 1:1-3) pada suatu keturunan, yang iman kepercayaannya hanya dapat bertumpu pada pendengaran (1Yoh 3:11). Oleh karena penulis menaruhkan nilai khusus pada perlunya Yesus menjelma jadi manusia, yang "datang dalam daging" (1Yoh 4:2), maka orang mengira, bahwa orang bidaah, yang disebutnya sebagai anti-Kristus (1Yoh 2:18) dan nabi palsu (1Yoh 4:1), adalah anggota sebuah aliran gnostik (: Doketisme). Aliran ini menjurus pada kerohanian yang murni dan pada suatu persatuan yang langsung dengan Allah tanpa manusia Yesus, tanpa persekutuan kasih dan tanpa hukum-hukum yang membebani kewajiban-kewajiban.
    2. (2) Penulis asli. Tanpa memperhatikan tambahan trinitaris yang disisipkan di waktu kemudian 1Yoh 5:7-8, yaitu yang disebut Comma Yohanneum, orang dapat menerima bahwa surat itu adalah sebuah karya dari satu orang penulis, meskipun ada perbedaan corak-corak tertentu (kalimat-kalimat apodiktis yang singkat di samping fasal prosais yang parenetis). Dengan adanya kemiripan yang dekat dengan Injil Yoh. mengenai harta kata-kata, corak, cara berpikir dan tema (: cahaya 1Yoh 1:5; keadilan 1Yoh 2:29; kasih 1Yoh 4:7; kebenaran 1Yoh 5:6 dan lain-lain), pada umumnya orang menganggap pada waktu sekarang, bahwa kedua tulisan itu mempunyai penulisan yang sama (: surat pertama dengan --> Injil Yoh). 1Yoh boleh diperkirakan timbul antara tahun 90 dan 110.
  2. (II). SURAT KEDUA DAN KETIGA. 2Yoh ditujukan pada "ibu yang terpilih", artinya suatu jemaat tertentu di Asia Kecil. Surat itu menggerakkan orang untuk melakukan kasih persaudaraan dan kesetiaan iman, sebaliknya memperingatkan perihal ajaran-ajaran salah. -- Surat 3Yoh ditujukan pada seorang tertentu dengan nama Gaius, yang dipujinya lantaran keramahannya dan diteguhkannya sikap Gaius itu terhadap pemimpin jemaat. Penulis kedua tulisan itu -- menurut panjangnya dan coraknya merupakan surat yang benar -- menamakan dirinya presbyter. Ia tampil sebagai pemegang kekuasaan. Barangkali ia adalah seorang murid Yohanes dan menyalurkan tradisi ajarannya. Seperti 1Yoh, maka surat-surat ini diperkirakan timbul sekitar tahun 100, namun baru masuk dalam daftar kanon pada abad 5.

Yunus [haag]

Yunus. (Bhs. Ibr.: Merpati).

  1. (I). Salah seorang dari para nabi kecil. Putera Amitai. Ia memaklumkan berkembangnya kerajaan kepada Yerobeam II (787-747) (2Raj 14:25). ~Y berasal dari Gat-hefer di Zebulon (Yos 19:13) sebelah timur-laut Nasaret.
  2. (II). KITAB YUNUS. Kitab ~Y tidak diberi nama menurut penulisnya, melainkan menurut pemegang peran utamanya. Agar dapat menghindari perintah Yahwe untuk mewartakan kotbah silih di Ninewe, ia rubah haluan perjalannya dengan naik kapal yang menuju ke Tarsis. Pada waktu ada angin ribut di laut, maka ia dibuang ke laut oleh para nelayan. Ia ditelan oleh seekor ikan. Tiga hari setelah itu ia dimuntahkan kembali. Yahwe memperbaharukan tuntuanNya, kemudian ~Y pergi ke Ninewe dan menghasilkan bertobatnya rakyat di situ, sehingga Yahwe tidak jadi melebur kota itu. Yahwe memberi pelajaran kepada ~Y, yang merasa kesal atas pertobatan orang Ninewe itu dengan contoh sebuah pohon jarak, bahwa Tuhan berkasihan terhadap semua orang. Kitab itu adalah sebuah protes melawan partikularismus Yahudi yang diwakili oleh ~Y (dengan dalih-dalih soal-soal kecil ~Y menarik diri dari perutusannya ke orang-orang kafir). Kitab itu merupakan sebuah kesaksian perihal kehendak keselamatan yang umum dari pihak Allah. -- Pandangan lama, bahwa nabi ~Y adalah penulis kitab itu, kini telah ditinggalkan orang Yos 3:3 (Ninewe hancur), tentang adanya banyak Aramaismus dan ide dasar buku itu membangkitkan pikiran, bahwa Kitab itu terbentuk setelah waktu pembuangan: antara tahun 400 sampai 200 sebelum Mas. (Bdk.: /RAPC #Sir 49:10). Kecuali Mazm. Syukur dalam bab 2 dari kitab itu, pada umumnya diakui adanya sebuah kesatuan pada kitab itu. Tetapi kitab itu tidak melukiskan sebuah kejadian sejarah, melainkan sebuah perumpamaan. Hal itu hendaknya ditangkap dari adanya tiruan-tiruan (Yun 1:1-17 berpadu dengan Yeh 26:1-28:26; Yun 3:1-10 dengan Yer 36:1-32; Yun 4:11 dengan 1Raj 19:1-21) dan dari kalangan kejadian, bahwa Ninewe mau bertobat karena pewartaan seorang asing. Mat 12:38-42 juga hanya mengutip tipologi sastra cerita tersebut.

Injil [kecil]

Injil; (kata Yunani: euaggelion) TB- Berarti: kabar gembira, berita baik. Kedatangan Yesus Kristus dan mulainya pemerintahan Allah di dunia ini merupakan inti Injil yang harus diberitakan ke mana-mana (bandingkan Mat 24:14). Kemudian tulisan-tulisan rasul-rasul yang membukukan kesaksian tentang diri Yesus Kristus disebut juga: kitab-kitab Injil.

Lukas [kecil]

KS.- [PB] Kol 4:14; 2Tim 4:11; File 1:24

Markus [kecil]

KS.- Lihat Yohanes --> 20949 (e)

Matius [kecil]

KS.- [PB] Mat 9:9; Mr 3:18; Luk 6:15

Yohanes [kecil]

KS.- [PB]

  1. Pembaptis, Mat 3:1-15; 11:2-19; 14:2-12; 21:25-32; Mr 1:4-11; 6:14-29; 11:29-33; Luk 1:13-25,57-80; Luk 3:2-20; 7:18-33; 11:1; Yoh 1:6-36; 3:23-30
  2. anak Zebedeus, Mat 4:21; Mr 1:29; 5:37; 9:2,38; 10:35,41; 13:3; Mr 9:49,54; 22:8; Kis 3:1-11; 4:13-21; 8:14-17; Gal 2:9
  3. penulis kitab Wahyu, Wahy 1:1,4,9; 22:8
  4. ayah Simon Petrus, Mat 16:17; Yoh 1:42; 21:15-17
  5. Markus, Kis 12:12,25; 13:5,13; 15:37,39; Kol 4:10; 2Tim 4:11; File 1:24; 1Pet 5:13
  6. Saudara Imam Agung Hanas, Kis 4:6

TB- Anak imam Zakharia dan Elisabet (Luk 1:1-80). Ia melakukan baptisan --> 19811 sebagai tanda pertobatan dan pengampunan dosa (Luk 3:3). Ialah perintis jalan untuk Yesus "yang akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api" (Luk 3:16). Ia kemudian dipenjarakan dan dibunuh oleh Herodes, sebab ia menegor Herodes tentang kelakuannya yang tidak baik (Luk 3:19-20; 9:9; Mat 14:1-12). Rupa-rupanya beberapa muridnya merupakan golongan tersendiri yang tersebar ke mana-mana. Dari mereka ada juga yang dibaptis dan menjadi pengikut Kristus (Kis 18:25; 19:3).

Injil [pedoman]

  1. 1. Suatu kabar kesukaan besar untuk seluruh bangsa.
  2. Luk 2:10,11,31,32
  3. 2. Dinubuatkan.
  4. Yes 41:27; 52:7; 61:1-3; Mr 1:15
  5. 3. Dikabarkan pada masa Perjanjian Lama.
  6. Ibr 4:2
  7. 4. Menyatakan kasih karunia Allah.
  8. Kis 14:3; 20:32
  9. 5. Pengetahuan tentang kemuliaan Allah dengan - .
  10. 2Kor 4:4,6
  11. 6. Hidup yang tidak dapat binasa dinyatakan oleh Yesus melalui - .
  12. 2Tim 1:10
  13. 7. Adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan.
  14. Rom 1:16; 1Kor 1:18; 1Tes 1:5
  15. 8. Mulia.
  16. 2Kor 4:4
  17. 9. Kekal.
  18. 1Pet 1:25; Wahy 14:6
  19. 10. Diberitakan oleh Kristus.
  20. Mat 4:23; Mr 1:14
  21. 11. Hamba-hamba Tuhan mempunyai tugas untuk memberitakan - .
  22. 1Kor 9:17
  23. 12. Diberitakan terlebih dahulu kepada Abraham.
  24. Kej 22:18; Gal 3:8
  25. 13. Diberitakan kepada:
    1. 13.1 Orang Yahudi lebih dahulu.
    2. Luk 24:47; Kis 13:46
    3. 13.2 Bangsa-bangsa bukan Yahudi.
    4. Mr 13:10; Gal 2:2,9
    5. 13.3 Orang-orang miskin.
    6. Mat 11:5; Luk 4:18
    7. 13.4 Semua orang.
    8. Mr 16:15; Kol 1:23
  26. 14. Harus dipercayai.
  27. Mr 1:15; Ibr 4:2
  28. 15. Membawa sejahtera.
  29. Luk 2:10,14; Ef 6:15
  30. 16. Memberi pengharapan.
  31. Kol 1:23
  32. 17. Orang-orang kudus bersekutu dalam - .
  33. Fili 1:5
  34. 18. Berisi penuh berkat.
  35. Rom 15:29
  36. 19. Yang menerima - patut:
    1. 19.1 Memegang teguh kebenaran - .
    2. Gal 1:6,7; 2:14; 2Tim 1:13
    3. 19.2 Sungguh-sungguh berjuang untuk iman yang timbul dari - .
    4. Fili 1:27; Yud 1:3
    5. 19.3 Jangan merasa malu karena - .
    6. Rom 1:16; 2Tim 1:8
    7. 19.4 Hidup berpadanan dengan - .
    8. Fili 1:27
    9. 19.5 Hidup dalam ketaatan terhadap - .
    10. 2Kor 9:13
    11. 19.6 Mengorbankan keluarga dan harta benda untuk - .
    12. Mat 10:37
    13. 19.7 Mengorbankan kehidupan untuk - .
    14. Mr 8:35
  37. 20. Orang yang percaya akan - akan menderita aniaya.
  38. 2Tim 3:12
  39. 21. Janji-janji kepada orang yang menderita sebgsara karena - .
  40. Mr 8:35; 10:30
  41. 22. Menjaga supaya jangan merintangi pemberitaan - .
  42. 1Kor 9:12
  43. 23. Tertutup untuk orang sesat.
  44. 2Kor 4:3
  45. 24. Menyaksikan hukuman yang terakhir.
  46. Rom 2:16
  47. 25. Apabila ada orang yang memberitakan - lain, ia akan terkutuk.
  48. Gal 1:8
  49. 26. Akibat yang dahsyat sekali apabila tidak mau mentaati - .
  50. 2Tes 1:8,9
  51. 27. Dinamai:
    1. 27.1 Ajaran yang sesuai dengan ibadah.
    2. 1Tim 6:3
    3. 27.2 Berita pendamaian.
    4. 2Kor 5:19
    5. 27.3 Contoh ajaran yang sehat.
    6. 2Tim 1:13
    7. 27.4 Firman Allah.
    8. 1Tes 2:13
    9. 27.5 Firman iman.
    10. Rom 10:8
    11. 27.6 Firman kasih karunia.
    12. Kis 14:3; 20:32
    13. 27.7 Firman kebenaran.
    14. Ef 1:13; Yak 1:18
    15. 27.8 Firman kehidupan.
    16. Fili 2:16
    17. 27.9 Injil Allah.
    18. Rom 1:1; 1Tes 2:8; 1Pet 4:17
    19. 27.10 Injil damai sejahtera.
    20. Ef 6:15
    21. 27.11 Injil kasih karunia Allah.
    22. Kis 20:24
    23. 27.12 Injil kemuliaan Kristus.
    24. 2Kor 4:4
    25. 27.13 Injil Kerajaan.
    26. Mat 24:14
    27. 27.14 Injil keselamatan.
    28. Ef 1:13
    29. 27.15 Injil Kristus.
    30. 2Kor 2:12; 1Tes 3:2
    31. 27.16 Kabar Keselamatan.
    32. Kis 13:26
    33. 27.17 Pelayanan Roh.
    34. 2Kor 3:8
    35. 27.18 Pemberitaan tentang Yesus Kristus.
    36. Rom 16:25
    37. 27.19 Perkataan Kristus.
    38. Kol 3:16
    39. 27.20 Rahasia Injil.
    40. Ef 6:19
    41. 27.21 Tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah.
    42. Ef 3:2
  52. 28. Penolakan orang banyak terhadap - dinubuatkan.
  53. Yes 53:1; Rom 10:15,16
  54. 29. Penolakan orang Yahudi terhadap - menjadi jalan berkat bagi orang
  55. kafir.
    Rom 11:28

Lukas [tokoh]

Lukas

Teman sekerja Paulus (Kol 4:14; 2Tim 4:11; Filem 1:24-25).

Markus [tokoh]

Markus

Kemenakan Barnabas (Kol 4:10; 1Tim 4:11).

Tinggal di Yerusalem (Kis 12:12).

Menyertai Barnabas dan Paulus (Kis 12:25; 13:5).

Meninggalkan mereka di Perga (Kis 13:13).

Menyebabkan perselisihan antara Paulus dan Barnabas (Kis 15:35-38).

Bersama Barnabas ke Siprus (Kis 15:39).

Melayani Paulus di Roma (Kol 4:10; Filem 1:24).

Matius [tokoh]

Matius

Rasul; bekas pemungut cukai (Mat 9:9-13; 10:3; Mr 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13).

Juga dipanggil Lewi (Mr 2:14-17; Luk 5:27-32).

Yohanes [tokoh]

Yohanes

  1. Anak Zakharia dan Elizabet ( Luk 1:1-80). Dipanggil dengan nama Yohanes Pembaptis (Mat 3:1-12; Mr 1:2-8). Memberi saksi tentang Yesus (Mat 3:11-12; Mr 1:7-8; Luk 3:15-18; Yoh 1:6-35; 3:27-30; 5:33-36). Keragu-raguan tentang Yesus (Mat 11:2-6; Luk 7:18-23). Ditangkap (Mat 4:12; Mr 1:14). Dibunuh (Mat 14:1-12; Mr 6:14-29; Luk 9:7-9). Pelayanannya dibanding dengan Elia (Mat 11:7-19; Mr 9:11-13; Luk 7:24-35).
  2. Rasul, saudara Yakobus (Mat 4:21-22; 10:2; Mr 3:17; Luk 5:1-10). Hadir bila Yesus dimuliakan (Mat 17:1-13; Mr 9:1-13; Luk 9:28-36). Berhasrat menjadi terbesar (Mr 10:35-45). Pemimpin gereja di Yerusalem (Kis 4:1-3; Gal 2:9). Penatua yang menulis surat-surat kiriman (2Yoh 1:1; 3Yoh 1:1). Nabi yang menulis kitab Wahyu (Wahy 1:1; 22:8).
  3. Saudara sepupu Barnabas, teman sekerja dengan Paulus, (Kis 12:12-13:13; 15:37). Lihat MARKUS.

Yunus [tokoh]

Yunus

Nabi pada zaman Yerobeam II (2Raj 14:25).

Panggilan ke Niniwe; lari ke Tarsis (Yun 1:1-3).

Menyebabkan angin rebut; dibuang ke dalam laut (Yun 1:4-6).

Ditelan oleh seekor ikan (Yun 1:17).

Doa (dalam Yun 2:1-10).

Berkhotbah kepada orang Niniwe (dalam Yun 3:1-10).

Sikapnya ditegor Tuhan (dalam Yun 4:1-11).

Tandanya (Mat 12:39-41; Luk 11:29:32).

INJIL [browning]

Kata ini berarti 'kabar tentang peristiwa-peristiwa yang menggembirakan atau 'kabar sukacita'. Kata 'Injil' digunakan oleh Yesus ketika Ia memproklamasikan kedatangan *Kerajaan Allah (Mrk. 1:15) dan oleh Paulus untuk karya Allah yang telah dikerjakan melalui Yesus Kristus (Rm. 1:1-2). PB mengangkat tema yang telah diberitakan *nabi PL mengenai kabar baik bahwa akhir *pembuangan akan segera tiba (Yes. 40:9). Dalam menulis Surat Galatia (1:6-7) Paulus memusatkan perhatian kepada para penentangnya yang telah memutarbalikkan Injil-'nya' dan mengajarkan 'Injil lain' yang dianggap tidak lebih dari jalan lama' *Yudaisme dengan sedikit perbaikan atau modifikasi. Itu semua adalah legalisme lama. Injil-'nya' adalah kabar baik bahwa oleh Kristus, melalui iman kepada-Nya, kita dibenarkan oleh Allah. Dengan demikian isinya telah berubah: bagi Yesus, Injil adalah kedatangan Kerajaan Allah; sedangkan bagi Paulus, isi Injil adalah Kristus sendiri, yang adalah 'kekuatan Allah yang menyelamatkan' (Rm. 1:16). Isi Injil memang perlu ubah karena iman jemaat atas *kematian dan *kebangkitan Yesus. Pada abad kedua 'Injil' digunakan sebagai judul kitab-kitab Kristen tertentu. Hal ini mengikuti kebiasaan bahwa kitab biasanya dikenal dari kata pertamanya. Kitab 'Kejadian', kitab pertama PL, memperoleh nama Genesis dari *LXX, yang berarti 'permulaan' (Kej. 1:1). Kata pertama dalam Injil Markus adalah 'Injil'; namun segera ada tiga kitab lain yang diterima sebagai berita mengenai *pelayanan, kematian dan kebangkitan Yesus. Karena itu, untuk membedakannya, judul kitab-kitab itu menjadi 'Injil menurut Matius', dan seterusnya. Kata 'Injil' telah menunjukkan literatur tentang Yesus, namun apakah Injil benar-benar merupakan *jenis tulisan yang baru sama sekali, masih diperdebatkan oleh sarjana-sarjana PB.

LUKAS [browning]

Menurut catatan surat-surat PB, nama seorang tabib dan teman sekerja Rasul Paulus (Kol. 4:14; Flm. 24; dan 2Tim. 4:11). Sejak sekitar 190 M ada tradisi kokoh sampai dengan zaman modern ini, bahwa Lukas ini adalah penulis Injil ketiga dan Kitab Kisah Para Rasul (dua jilid dari satu karya tulis). Anggapan tradisional ini ditunjang oleh penelitian tulisan dari kedua buku tersebut (perbendaharaan kata dan gaya bahasanya sama dan keduanya dipersembahkan kepada satu orang: *Teofilus). Dapat dipastikan bahwa penulis ini adalah seorang terpelajar -- tetapi tidak ada bukti mengenai pengetahuan ketabibannya yang baku. Ada kemungkinan pula bahwa penulis menggunakan catatan ingatan pribadinya, pada saat ia menggunakan kata 'kami' pada bagian-bagian tertentu dalam Kisah Para Rasul (Kis. 16:10-17; 20:5-15; 21:1-18; dan 27:1-28). Namun, penggunaan kata 'kami' itu dapat juga hanya suatu cara penyusun cerita untuk menambahkan atau meningkatkan daya tarik pada ceritanya. Dalam keseluruhannya nama Lukas dalam surat-surat PB agaknya cocok dengan bahan untuk menentukan pengarang dari karya Injil dan Kisah Para Rasul.

MATIUS [browning]

Seorang di antara *dua belas rasul (Mrk. 3:18) yang dipanggil mengikut Yesus pada waktu ia duduk di rumah cukai (Mat. 9:9). Dalam cerita yang sama di Injil Markus (2:14) *pemungut cukai itu bernama *Lewi -- mungkin nama kedua dari orang yang sama. Akan tetapi, kalau keduabelas murid Yesus itu dimaksudkan sebagai mengikuti keduabelas suku Israel (Luk. 22:30), maka menurut cara perhitungan tertentu, akan ada tiga belas suku, *Efraim dan *Manasye, anak-anak Yusuf, masing-masing dihitung satu suku. Dalam hal ini ada 13 orang rasul, Lewi dan Matius, dihitung 2 orang. Sebagai pemungut cukai, Matius bekerja sama dengan penjajah.

YOHANES PEMBAPTIS [browning]

(Mrk.1:4, NRSV baptizer); pemberitaannya mendahului pemberitaan Yesus, yang mengaitkan diriNya dengan *pelayanan Yohanes. Injil-injil memperlihatkan meningkatnya keengganan untuk mengatakan bahwa Yohanes *membaptiskan Yesus tanpa kualifikasi (Injil keempat tidak menyebut masalah ini sama sekali). Mereka tidak ingin para pembacanya meragukan bahwa Yohanes hanyalah perintis, mungkin karena untuk beberapa waktu ada *murid-murid Yohanes (Kis. 18:24-28; 19:1-7) dan dirasa penting untuk membuat jarak antara *Mesias dalam kepercayaan Kristen dengan *nabi yang mendahului-Nya, sebagaimana Kitab Suci telah mengatakan (Mal. 4:5). Namun, jelas bah wa pengaruh Yohanes pada penduduk begitu menggemparkan (Mrk. 1:15). Ia menghukum orang-orang *jahat pada zamannya, membaptiskan di sungai, yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam *Yudaisme, dan menawarkan pengharapan akan *keselamatan. Ritus Yohanes adalah sekali untuk selamanya, tidak seperti ritual pembasuhan harian dalam komunitas *Qumran. Perbedaan-perbedaan lain antara Yohanes dengan komunitas Qumran adalah: Yohanes pada dasarnya adalah tokoh masyarakat yang menegur semua orang yang datang kepadanya; sedangkan komunitas Qumran adalah sekte tertutup dan keras. Meskipun ada kemungkinan bahwa untuk beberapa waktu Yohanes menjadi anggota komunitas itu -- ia menampakkan diri dari *padang gurun (Luk. 1:80) untuk memberitakan kedatangan *Kerajaan Allah. Namun, jubah Yohanes yang terbuat dari bulu unta (Mat. 3:4) dan ikat pinggang kulitnya lebih merupakan gaya profetis daripada jubah putih komunitas Qumran. Keberaniannya mencela Herodes *Antipas (Mrk. 6:18) karena perkawinannya yang tidak sah menurut *Taurat Yahudi, telah menyebabkan ia dipenjara dan dihukum mati di Benteng Makhaerus di dekat *Laut Mati. Namun, *Yosefus memberi alasan lain atas eksekusi Yohanes tersebut, yaitu karena Herodes takut akan popularitas Yohanes dan menganggap dia sebagai ancaman bagi hukum dan tatanan yang ada. Aktivitas Yohanes di dekat Sungai *Yordan dapat dianggap sebagai upaya menghimpun perencanaan apokalyptik untuk memberontak.

YOHANES, INJIL [browning]

Sering disebut 'Injil keempat' untuk menandakan keberbedaannya dengan ketiga Injil-injil *Sinoptik. Tentu saja Injil ini merupakan cerita tentang Yesus, mirip dengan yang lain, namun berbeda sama sekali dengan surat-surat dalam PB. Pasal pertama Injil Yohanes menceritakan pertemuan Yesus dengan *Yohanes Pembaptis; kemudian disusul dengan pemanggilan para *murid, pengajaran di depan umum, *pelayanan Yesus dan perlawanan terhadapnya. Setelah memasuki Yerusalem dengan kemenangan (12:12-19), Yesus dan *keduabelas murid berkumpul bersama di ruang atas, kemudian diikuti dengan penangkapan, *pengadilan, *penyaliban, *kebangkitan serta penampakanNya, sama seperti pada Injil-injil Sinoptik. Nanum, perbedaan-perbedaan antara Injil Yohanes dengan Injil-injil Sinoptik cukup substansial. Sementara Matius dan Lukas memiliki cerita mengenai masa bayi Yesus, dalam mencatat *kelahiran-Nya, Yohanes pada bagian permulaan justru membuat penegasan Kristologis bahwa *Firman itu telah menjadi daging (1:14). Berikutnya, *mukjizat-mukjizat yang dicatat dalam Injil Yohanes tidak pernah mengenai pengu siran setan, atau penyembuhan orang yang sakit kusta, seperti dalam Markus (Mrk. 1:21-28, 40-44). Yohanes menyebut mukjizat-mukjizat yang dicatatnya -- tujuh jumlahnya, sebagai 'tanda-tanda', antara lain peristiwa mengubah air menjadi anggur di *Kana. Sedangkan dalam Injil-injil Sinoptik mukjizat-mukjizat itu merupakan petunjuk kedatangan *Kerajaan Allah (mis. Luk. 11:20). Dalam Injil Yohanes Kerajaan Allah itu sama sekali bukan merupakan pusatdari *ajaranYesus, dan 'tanda-tanda' tersebut merupakan pengesahan dari pengakuan Yesus sebagai *Anak Allah. Dalam Injil-injil Sinoptik lokasi pengajaran Yesus senantiasa di *Galilea, sedangkan dalam Injil Yohanes hal itu terjadi di ibu kota dan berkisar di sekitar perayaan *hari-hari raya Yahudi, dengan tema 'terang', 'kehidupan', dan 'kemuliaan'. Baik Sinoptik maupun Yohanes, keduanya mencatat kunjungan Yesus ke Yerusalem pada hari raya *Paskah di akhir hidup-Nya, namun mereka tidak sepakat mengenai penanggalan yang tepat. Keduanya juga tidak sepakat mengenai waktu penyucian Bait Allah. Yohanes menempatkannya pada awal pelayanan Yesus (2:13-22), sedangkan Sinoptik menempatkannya di akhir pelayanan Yesus (Mrk. 11:15-18). Ketika Yohanes mencatat pengajaran Tuhan, tidak terdapat epigram dan *perumpamaan-perumpamaan Sinoptik, tetapi menggantikannya dengan wacana-wacana panjang, sering dalam bentuk pertentangan dengan orang-orang Yahudi, dan kadang-kadang dalam bentuk *alegori (mis. tentang Gembala yang Baik; 10:11-18). Fungsinya adalah untuk menjelaskan secara rinci pribadi Yesus ketimbang yang sering terdapat dalam Injil-injil Sinoptik, yang biasanya merupakan pengajaran etis bagi para murid. Dalam Injil Yohanes tidak terdapat cerita mengenai *transfigurasi. Lantaran perbedaan-perbedaan besar antara Injil-injil Sinoptik dengan Yohanes, maka kadang-kadang dikatakan bahwa Injil-injil Sinoptik menyampaikan sejarah, sedangkan Injil Yohanes memberi kita teologi (menjelang akhir abad kedua M, Klemens dari *Aleksandria menyatakan bahwa setelah ketiga Injil yang pertama dituIis, Yohanes menyusun suatu 'Injil rohani'). Tetapi, hal ini melebih-lebihkan perbedaan yang ada, karena setiap Injil Sinoptik memberikan interpretasi teologis atas sejarah, dan teologi Yohanes berakar pada sejarah. Dikatakan bahwa dalam Yohanes terdapat 13 informasi topografis yang tepat, dan hal ini membuktikan reliabilitas faktanva (mis. Kolam *Siloam, 9:7). Penginjil menyatakan tujuannya menulis (Yoh. 20:31). Ia berharap agar para pembacanya dikuatkan dalam *imannya bahwa Yesus, *Mesias itu, adalah inkarnasi Firman Allah. Penginjil tidak sekadar menghubung-hubungkan 'fakta telanjang', tetapi menyajikan suatu *interpretasi. Ia dapat beranggapan bahwa para pembacanya telah mengerti cerita-cerita Injil-injil Sinoptik. Karyanya adalah untuk menarik fragmen-fragmen lepas dari Injil-injil Sinoptik ke dalam secara sistemik yang bertalian secara logis, dan itu ternyata besar pengaruhnya. Tanpa Injil keempat, sulit untuk membayangkan bagaimana pemikiran jemaat tentang Yesus dapat mempertahankan kepercayaannya kepada kekhususan Yesus. Yohanes meletakkan dasar yang diperlukan bagi *Kristologi kemudian hari. Meskipun beberapa sarjana telah tertarik pada pandangan bahwa Yohanes dipengaruhi oleh *Gnostikisme, yang memahami Yesus sebagai makhluk ilahi dari *surga, yang telah berhasil melewati *salib dunia untuk menyelamatkan orang-orang yang terpilih, pandangan ini mengabaikan tekanan Injil Yohanes pada kemanusiaan Yesus (4:6), yang sangat berbeda dengan Gnostikisme. Kepenulisan dan waktu penulisan Injil Yohanes. Sejak kira-kira 170 M, yaitu setelah zaman Irenaeus, secara umum telah diterima bahwa Injil keempat ditulis oleh Rasul Yohanes. Sebelum itu, waktu kepenulisannya tidak dapat ditentukan, karena ada kerancuan mengenai benarkah bahwa Yohanes yang tinggal di *Efesus itu rasul (sehagaimana dipikirkan Irenaeus), ataukah ia si 'tua-tua' yang menulis surat-surat Yohanes? Namun demikian, terdapat petunjuk yang mendukung bahwa Injil ini telah beredar luas di dunia Kristen sebelum masa hidup Irenaeus. Fragmen papirus Yoh. 18, kira-kira 140 M, yang sekarang berada di Manchester, adalah manuskrip PB yang tertua, yang sekarang masih ada. Manuskrip ini ditulis di *Mesh, dan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan kitab ini dalam dunia purba, Injil itu pasti telah ditulis sekitar 120 M. Manuskrip papirus Injil ini yang lain, yang sekarang ada di Jenewa, hampir lengkap, oleh beberapa ahli diperkirakan berasal dari sekitar 150 M. Namun, penanggalan sedini itu tidak diterima secara luas, dan sulit untuk digunakan sebagai petunjuk guna menentukan waktu penyusunan Injil ini jauh ke belakang pada 110 M, atau bahkan kurang dari itu, 100 M. Bahwa Rasul Yohanes adalah penulisnya, masih dipertahankan oleh beberapa sarjana, namun ditolak oleh mayoritas. Mereka menekankan keakraban Injil ini dengan geografi Palestina Selatan, dengan upacara-upacara dan gagasan-gagasan Yahudinya. Di samping itu, mereka juga menekankan kemiripan pemikiran dan bahasanya, misalnya tentang '*kebenaran' dan '*iman', dengan bagian-bagian tertentu *gulungan Laut Mati dari *Qumran. 'Murid yang dikasihi Yesus' rupanya mengaku sebagai penulisnya (Yoh. 21:20, 24) -- paling tidak untuk pasal ini (yang kadang-kadang dianggap sebagai apendiks untuk keduapuluh pasal sebelumnya). Murid yang hadir dalam *Perjamuan Tuhan, yang ada di kaki *salib, dan Nadir di *kubur Yesus pada hari *Paskah, kemungkinan adalah Yohanes. Ada pula pendapat bahwa 'murid yang kekasih' itu adalah *Lazarus, berdasarkan 11:5. Mungkin pada akhirnya harus dikatakan bahwa identitas penulisnya tetap tidak diketahui. Kesulitan untuk menerima pandangan bahwa Rasul Yohanes telah menulis Injil ini adalah jelas bahwa Injil ini berasal dari tahun-tahun terakhir abad pertama M, ketika konflik antara Gereja dengan *sinagoga begitu tajam (bnd. 9:22; 12:24). Gaya, bahasa, struktur, dan teologinya tidak mungkin berasal dari Rasul Yohanes. Tidak ada kemiripan dengan apa yang dilihat dan didengar oleh seseorang yang sudah sangat lanjut usianya, tetapi ini adalah sepenggal interpretasi teologis kreatif dari penginjil pada akhir proses suatu tradisi. Nama Rasul Yohanes dikaitkan dengan Injil ini untuk memberi wibawa yang diperlukan, mungkin juga karena nyatanya Yohanes adalah pemula, setengah abad sebelum tradisi-tradisi tersebut pada akhirnya mencapai bentuknya dalam Injil keempat. Dalam hal ini, secara tak langsung pengakuan dalam 21:24 itu besar; murid yang kekasih tersebut adalah keduanya, Yohanes dan si penginjil.

INJIL [ensiklopedia]

(Yunani, euangelion, 'kabar baik'). Dalam kesusastraan klasik kata ini mengacu kepada pahala yg diberikan untuk berita-berita yg baik. Juga menunjuk kepada apa yg dikabarkan, mula-mula kemenangan, kemudian berita kesukaan lain. Bahwa kata ini terdapat lebih 75 kali dalam PB, jelas menekankan adanya suatu pengertian Kristen. Injil adalah kabar baik bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memenuhi janji-janji-Nya kepada Israel, dan bahwa suatu jalan keselamatan telah dibuka bagi semua orang. Injil janganlah dipertentangkan dengan PL, seolah-olah Allah telah mengubah cara-Nya dalam menghadapi manusia, melainkan adalah pemenuhan dari janji PL (Mat 11:2-5). Yesus sendiri melihat dalam nubuat-nubuat nabi Yesaya gambaran dari pekerjaan-Nya (Luk 4:16-21).

Markus memberi definisi 'Injil Allah' dalam Mrk 1:14 (naskah Bizantin menambahkan 'Injil kerajaan') dengan 'Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat'. Percaya berarti memperoleh keselamatan, tapi menolak atau tidak percaya akan dihukum (Mrk 16:15, 16). Injil yg sama ini diberitakan oleh para komunikator pertama Kristen, tapi berita yg sama itu menjadi lebih jelas oleh kematian dan kebangkitan Yesus, Sang Kristus. Injil datang bersama Kristus (atau, lebih tepat, peristiwa kedatangan Kristus adalah Injil), tapi telah diberitakan terlebih dahulu dalam janji-janji berkat Allah kepada Abraham (Gal 3:8) dan telah dijanjikan dalam kitab para nabi (Rm 1:2).

Injil dihadirkan bukan hanya dengan kekuatan (1 Tes 1:5) tapi Injil itu sendiri adalah kekuatan Allah (Rm 1:16). Injil menyatakan kebenaran Allah dan memimpin kepada keselamatan semua orang yg percaya (Rm 1:16, 17). Rasul Paulus memandang Injil sebagai sesuatu dari Allah yg mulia, yg telah dipercayakan kepadanya (1 Tim 1:11). Dengan demikian terkandung keharusan yg ilahi untuk memberitakannya (1 Kor 9:16), dan ia mohon didoakan supaya dapat melakukan tugasnya memberitakan Injil itu dengan keberanian (Ef 6:19), meskipun ia harus mengalami perlawanan (1 Tes 2:2) dan penderitaan (2 Tim 1:8). Injil adalah 'firman kebenaran' (Ef 1:13), tapi tertutup bagi orang-orang yg tidak percaya (2 Kor 4:3,4) yg menghendaki tanda ajaib atau supernatural atau pembuktian rasional (1 Kor 1:21-23). Sebagaimana dampak teologis dari Injil diterima oleh Paulus melalui penyataan Yesus Kristus (Gal 1:11, 12), demikian juga oleh jawaban iman Injil hadir dengan kuasa yg menyelamatkan (Ibr 4:2).

Pemakaian kata 'Injil-injil' untuk mengacu kepada keempat kitab pertama PB berasal dan zaman sesudah Alkitab disusun (abad 2 sM).

KEPUSTAKAAN. C. H Dodd, The Apostolic Preaching and its Developments, 1936; R. H Mounce, The Essential Nature of New Testament Preaching, 1960; G Friedrich dalam TDNT 2, hlm 705-735; U Becker, NIDNTT 2, hlm 107-115. RHM/JMP

LUKAS, INJIL [ensiklopedia]

I. Garis besar isi

Lihat juga bagian IX di belakang.

a. Pendahuluan (Luk 1:1-4).

b. Kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus (Luk 1:5; 2:52).

c. Baptisan, silsilah dan pencobaan Yesus (Luk 3:1; 4:13).

d. Pelayanan di Galilea (Luk 4:14; 9:50).

e. Pengajaran dan penyembuhan selama perjalanan ke Yerusalem (Luk 9:51; 19:28).

f. Masuk ke Yerusalem dan pelayanan di sana (Luk 19:29; 21:38).

g. Pengadilan, penyaliban dan penampakan-penampakan setelah kebangkitan (Luk 22:1; 24:53).

II. Penulis dan waktu

Rincian mengenai penulis Injil ini dan Kis, *LUKAS, PENULIS INJIL.

Mengingat kenyataan bahwa Kis ditulis (mungkin segera) sesudah Injil Luk (bnd Kis 1:1-3), maka waktu penulisan Luk tergantung dari waktu penulisan Kis dan ini mungkin dapat kita terima. Di sini perlu dikemukakan bahwa tidak ada sesuatu apapun dalam Injil yg menuntut perhitungan waktu penulisan melebihi thn 70 M. Kenyataan bahwa orang Kristen di Yerusalem dan sekitarnya mengerti kata-kata Yesus dalam nubuat-Nya, yg diartikan bahwa mereka harus mengungsi pada waktunya dari kota yg ditimpa kebinasaan itu, dan bahwa mereka sungguh-sungguh telah mengungsi ke Pella (Khiret el-Fahil, zaman modem) demi ketaatan kepada-Nya, tidak dapat dijadikan bukti bahwa Luk 19: 42-44 dan 21:20-24 harus baru ditulis setelah thn 70 M. Bukti-bukti yg dapat dihimpun nampaknya mendukung kesimpulan bahwa Injil Luk ditulis kr thn 60 M (bnd J. N Geldenhuys, Commentary on the Gospel of Luke, hlm 30-35, dan F. F Bruce, The Acts of the Apostles, hlm 10-14).

Karena Lukas menggunakan Markus sebagai salah satu nara sumbernya, Injil tersebut ditulis setelah penyusunan Injil Mrk. *MARKUS, INJIL. Tapi tidak ada alasan untuk menduga bahwa Lukas menulis Injilnya dengan selang waktu yg lama setelah Markus. Lukas mempunyai hubungan yg sangat dekat dengan Markus (bnd Kol 4:10, 14; Flm 24, dan perhatikan juga pengetahuan Lukas yg sangat akrab mengenai Markus dlm Kis 12:25; 13:13; 15:37-41, dan catatlah terutama kata-kata Paulus dlm 2 Tim 4:11-13). Jadi besar sekali kemungkinannya bahwa ia dapat membaca Injil Mrk segera sesudah Markus menulisnya. Bahkan mungkin saja Markus memberinya kesempatan untuk membaca karyanya sementara ia sedang sibuk menyelesaikan Injilnya itu.

III. Sumber

Lukas menyatakan dalam pendahuluannya (1:1-4) bahwa ia melakukan penelitian intensif mengenai sejarah Injil, agar ia mampu menulis laporan yg dapat dipercaya. Kesempatan-kesempatan yg bagus diperolehnya hingga ia dapat mengenal fakta yg benar; hal ini telah kita catat di atas. Pendahuluan yg ditulisnya menerangkan dengan jelas, bahwa ia tidak hanya menghubungi orang yg mengenal dari tangan pertama tentang kebenaran Injil, tapi ia juga dapat membaca tulisan-tulisan yg berisi informasi-informasi yg handal dari saksi-saksi mata yg dapat dipercaya (bnd Luk 1:2). Kita dapat menerima sebagai kenyataan yg pasti, bahwa salah satu dokumen tertulis itu adalah Injil Mrk. Tapi usaha-usaha untuk membuktikan bahwa Lukas dan Matius menggunakan dokumen `Q' nampaknya gagal (*INJIL-INJIL; *MATIUS, INJIL). Sekarang ini tidak seorang pun mengetahui dokumen-dokumen tertulis lainnya kecuali Injil Mrk yg digunakan oleh Lukas sebagai sumber. Juga tidak seorang pun tahu secara pasti apa hubungan antara Lukas dan Matius. Dari pendahuluannya (1:1-4) kita tahu bahwa Lukas memanfaatkan sebaik-baiknya dan dengan sangat berhati-hati banyak sumber tertulis dan lisan yg berisi informasi mengenai sejarah Injil yg dapat diperolehnya.

Jika kita menilai isi Injilnya, Lukas nampaknya memiliki sumber-sumber informasi yg intim dan langsung. Ini semua meliputi bukan hanya orangtua dari Yohanes Pembaptis, tapi juga peristiwa-peristiwa yg menyertai kelahiran Juruselamat yg adikodrati sifatnya, yg hanya diketahui oleh orang-orang yg punya hubungan amat dekat. Dari Kis 21:18 jelas bahwa Lukas bertemu secara pribadi dengan Yakobus saudara Yesus; dan pasti dalam jangka waktu lama tatkala ia tinggal di Palestina (bnd Kis 21:17-27:1) ia mempunyai kontak-kontak pribadi langsung dengan banyak saksi mata dari banyak fakta yg ia gambarkan dalam Injilnya. Tatkala Lukas menyertai Paulus, ada banyak orang yg pernah melihat dan mendengar Yesus, beberapa di antaranya adalah murid-muridNya yg paling akrab (bnd 1 Kor 15:6). Sebab itu ia mampu menelusuri secara tepat jalannya semua peristiwa mengenai Yesus, hingga ia dapat menulis suatu Injil yg memungkinkan orang Kristen mengetahui dengan pasti kenyataan-kenyataan yg menjadi dasar iman mereka (bnd 1:3-4).

IV. Tempat dan keadaan pada waktu penulisan

Lukas mungkin sekali telah mulai mengumpulkan dan mencatat kenyataan-kenyataan mengenai Tuhan Yesus dan ajaranNya, segera setelah ia mulai menyertai Paulus dalam perjalanan-perjalanan pemberitaan Injil. Kemudian tatkala Paulus ditahan di Palestina, dan Lukas mempunyai kontak dengan banyak saksi mata dan saksi telinga dari pekerjaan Yesus (bnd Kis 21:33-27:1), mungkin ia telah melakukan banyak pekerjaan persiapan (band Luk 1:1-4) untuk menulis Injil Luk dan Kis. Ketika menyertai Paulus di Roma, ia mempunyai banyak kesempatan untuk meneruskan pekerjaannya. Wajar jika Paulus mendorong Lukas, memberi pertolongan dan nasihat kepadanya (bnd 2 Tim 4:11-13). Hubungan antara Lukas dengan Paulus demikian akrabnya sehingga orang Kristen generasi pertama secara kurang tepat menyebut Injil Luk sebagai Injil Paulus (bnd Tertullianus, Contra Marcion, 4, 5, dan khususnya Irenaeus, Adv. Haer. 3,1,1-2).

Di mana Lukas menyelesaikan penulisan Injilnya kita tidak tahu secara pasti. Tapi Injil tersebut segera dipakai secara luas, dan sejak zaman paling awal tradisi Kristen secara bulat menghormati Lukas sebagai penulisnya. Mungkin sekali (melalui bantuan orang-orang seperti Teofilus, bnd Luk 1:3 dan Kis 1:1) salinan-salinan Injil itu segera dibagi-bagikan di beberapa wilayah.

Pertimbangan yg terakhir inilah mungkin menjadi alasan mengapa tradisi mula-mula tidak sepaham mengenai tempat di mana Injil ini pada mulanya 'diterbitkan'.

V. Ketepatan historis

Karena Lukas berpendidikan (bnd gaya tulisannya yg klasik dlm pendahuluannya) dan mempunyai minat ilmiah (bnd 1:3,4), dan karena kesempatan-kesempatan istimewa untuk mengumpulkan informasi dan tangan pertama, kita dapat mengharapkan bahwa tulisan Lukas tepat secara historis dan dapat dipercaya. Dari Luk 1:3, 4 jelas bahwa ia sadar sedalam-dalamnya mengenai kebutuhan yg amat mendesak bagi orang-orang percaya agar iman mereka dibangun di atas landasan yg kokoh. Ia menyadari bahwa iman agamawi tidak dapat dibangun atas dasar dongeng-dongeng, legenda-legenda dan kebenaran-kebenaran yg setengah-setengah. Sebab itu bekerja keras (bnd 1:3) untuk menemukan fakta dan menulis laporan secara menyeluruh, tepat dan teratur. Dalam abad yg lalu kebenaran historis dan Injil itu dipertanyakan oleh banyak orang, tapi sekarang ini ahli-ahli pada umumnya menerima bahwa ketepatan historis dari penulis itu telah dibuktikan secara mencolok (bnd J. N Geldenhuys, Commentary on the Gospel of Luke, hlm 39 dst dan F. F Bruce, The Acts of the Apostles, hlm 15-18).

VI. Tema pokok

Lukas tidak bermaksud menulis sejarah atau biografi. Sebagai pendamping setia dari seorang utusan Injil yg besar, yaitu Paulus, iman agamawinya baginya merupakan persoalan hidup atau mati. Sesuai dengan itu Injilnya tidak dimaksudkan sebagai karangan yg bersifat buku pedoman historis, dan sama sekali bukan hasil spekulasi-spekulasi falsafi atau basil penelitian yg kering. Lukas percaya Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia dan Anak Allah. Dengan kesalehan, kesungguhan dan ketepatan ia memastikan kesahihan semua fakta esensial mengenai sejarah Injil; dari sejumlah besar informasi yg dapat dipercaya yg telah dikumpulkannya, ia memilih apa yg paling menolongnya untuk mengemukakan kabar baik mengenai Penebusnya dengan cara sedemikian, bahwa setiap orang percaya dapat mengetahui kepastian mengenai hal-hal yg ia telah diajar (bnd Luk 1:4).

Dari permulaan sampai akhir Lukas memusatkan perhatian kepada Yesus, yg datang untuk 'mencari dan menyelamatkan yg hilang' (19:10). Injilnya adalah proklamasi dari Yesus Kristus sebagai Anak Allah, yg mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menyelamatkan orang berdosa. Penyataan diri Yesus sebagai Juruselamat dan Anak Allah Yg Mahakuasa merupakan tema pokok Injil itu. Sudah sejak ps pertama, Lukas mengingat kenyataan bahwa malaikat, yg memberitakan mengenai kelahiran Juruselamat pada waktu yg akan datang, memerintahkan agar Maria menyebut nama-Nya Yesus (yaitu Juruselamat) dan menambahkan 'la akan menjadi besar, dan akan dipanggil Anak Allah Yg Mahatinggi' (1:31, 32). Dan pada ps berikutnya ia menulis bahwa ketika kelahiran Yesus diumumkan kepada para gembala, malaikat menyebut-Nya 'Juruselamat ... yg adalah Kristus Tuhan' (2:11). Bahkan di mana Lukas menceritakan sejarah Yohanes Pembaptis, ia sebenarnya sedang sibuk memberitahukan Yesus sebagai Penebus dan Tuhan. Pekerjaan Yohanes adalah merupakan persiapan (bnd 1:17 dan 3:16) bagi kedatangan-Nya, yg oleh suara Tuhan dari sorga, diumumkan sebagai Anak Allah yg kekasih yg kepadaNya Tuhan berkenan (3:22). Setelah ps 4 dan selanjutnya, Lukas menunjukkan bagaimana Yesus menyatakan diriNya sendiri makin lama makin jelas sebagai Anak Allah dalam anti khusus dan mutlak, dan sebagai Dia yg memanggil dan menyelamatkan orang yg hilang (bnd 4:18-21, 43; 5:8-10, 31,32; 7:47-50; 8:28; 9:1, 18-20; 21:27,33; 22:69,70; 23:43, 46; 24:5, 6, 15, 36-38, 45-53).

VII. Ciri khusus

Injil Luk dapat dibedakan dari Injil-injil yg lain dalam hal-hal berikut ini.

a. Ia khusus menekankan kenyataan bahwa Yesus adalah Juruselamat ilahi dalam anti universal. Yesus menawarkan pengampunan dan penebusan secara bebas kepada semua orang -- tak tergantung pada ras, seks atau jasa. Keselamatan ditawarkan kepada orang Samaria (9:52-56; 10:30-37; 17:11-19) dan non-Yahudi (2:32; 3:6, 8; 4:25-27; 7:9; 10:1; 24:47) maupun kepada orang Yahudi (1:33; 2:10 dsb); kepada wanita maupun pria (banyak contoh dlm Injil Luk); kepada mereka yg tersisih, pemungut cukai dan orang berdosa (3:12; 5:27-32; 7:37-50; 19:2-10; 23:43) tapi juga kepada orang terhormat (7:36; 11:37; 14:1); kepada orang miskin (1:53; 2:7; 6:20; 7:22) maupun kepada orang kaya (19:2; 23:50).

b. Lukas menekankan kenyataan bahwa Yesus adalah Juruselamat yg mempunyai kuasa ilahi untuk menyembuhkan baik nyawa maupun tubuh. Keselamatan-Nya adalah keselamatan meliputi segala sesuatu, untuk saat ini dan selama-lamanya.

c. Lukas menggambarkan lebih banyak -- dibandingkan penulis-penulis Injil yg lain -- betapa sering Yesus pergi menyendiri untuk berdoa.

d. Lukas menunjukkan dengan lebih jelas, dan lebih memberikan rincian mengenai pekerjaan yg bersifat menebus dan menolong yg dilakukan Yesus di kalangan wanita. Lukas menekankan simpati yg dengannya Yesus bertindak demi wanita (dlm pertentangan dgn sikap tidak simpatik bahkan kasar yg ditunjukkan terhadap kaum wanita oleh banyak orang Yahudi maupun non-Yahudi pada zaman itu).

e. Lukas memberi tempat yg penting bagi perumpamaan-perumpamaan Yesus, yg di dalamnya kasih Allah yg menebus dijelaskan (bnd 15:1-32).

f. Tidak ada Injil lainnya yg menguraikan sejarah Yesus yg sedemikian lengkap. Ia mengatakan dalam pendahuluannya, bahwa 'setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya', ia memutuskan untuk menulis Injil itu secara teratur. Suatu pengamatan yg cermat mengungkapkan bobot penulisan sejarah Injil itu, ditulis dalam bentuk yg teratur rapi dan menyeluruh. Diawali dengan sejarah orangtua Yohanes Pembaptis, pendahulu dari Juruselamat. Lukas menggambarkan hubungan yg erat antara zaman PL dan PB. Ia kemudian memberikan rincian mengenai kelahiran Yohanes dan kelahiran Yesus, dan rincian-rincian yg pokok mengenai masa kanak-kanak dan pertumbuhan menjadi dewasa dari Dia yg adalah Manusia sejati dan Allah sejati (bnd 2:40, 42, 52).

Setelah menggambarkan pekerjaan Yohanes yg merupakan persiapan dalam 3:1-20, ia menggambarkan baptisan Yesus, lalu memberikan silsilah Yesus (menelusurinya kembali melalui Adam kepada Allah, 3:38). Ini lalu diikuti dalam 4:1-13 dengan gambaran bagaimana Yesus dalam keadaan yg paling sulit, menangkal semua godaan Setan. Dari 4:14 seterusnya ia menunjukkan bagaimana Yesus melalui sabda dan perbuatan makin menyatakan Diri sebagai Anak Allah dan Juruselamat yg mahakuasa. Setelah menceritakan penderitaan, kematian dan kebangkitanNya, Lukas mengakhiri Injilnya dengan menggambarkan bagaimana Yesus pertama kali membuka pikiran murid-murid-Nya untuk mengerti Alkitab (24:44-47), dan kemudian setelah Ia memberi jaminan kepada murid-Nya bahwa Ia akan mengirimkan apa yg dijanjikan BapakNya kepada mereka, Ia lalu memerintahkan mereka untuk menunggu sampai mereka diliputi oleh kuasa dari atas (24:49). Akhirnya ia menceritakan bagaimana Penebus yg menang itu kembali kepada Bapak, sementara memberkati murid-muridNya (24:50, 51), yg kini mengenal Dia sebagai Juruselamat yg mahakuasa, dan mereka menyembah-Nya sebagai Tuhan. Jadi Injil itu berakhir dengan kegembiraan yg ajaib dan kemenangan, dan dalam suasana menyembah Allah yg sungguh-sungguh dan bulat, yg di dalam Kristus telah melakukan penebusan yg sempurna.

VIII. Gaya sastra dan bahasa

Pada umumnya orang menerima bahwa Lukas adalah penulis PB yg paling memperhatikan syarat-syarat sastra. Pendahuluan Injilnya menunjukkan bahwa ia mampu menulis dalam bh Yunani tanpa cacat, murni dan memenuhi kaidah sastra. Tapi gayanya demikian berubah-ubah hingga ia meloncat ke gaya Ibrani manakala ia sedang menceritakan bagaimana sejarah yg diwarnai oleh suasana Ibrani (bnd 1:5; 2:39). Pengenalannya akan terjemahan PL dalam bh Yunani LXX secara pasti menolong dia untuk menyesuaikan gayanya kepada sifat dari isi Injil itu.

Lukas adalah 'pelukis dengan kalimat yg sungguh-sungguh piawai, dan lukisannya mengenai manusia dan keadaan telah menawan pikiran dan imajinasi banyak seniman sejak 2000 thn lalu. Ada daya tarik alamiah, kesederhanaan dan kemurnian dalam gayanya, dan seluruh Injilnya ditandai oleh semangat yg sungguh-sungguh dan penuh penyembahan.

IX. Isi khas Injil Lukas

Sebagai hasil dari penelitiannya yg seksama (bnd 1:1-4) dan kesempatan istimewa yg ia peroleh dalam pengumpulan informasi yg ia butuhkan, Lukas menyimpan banyak kata, terutama beberapa perumpamaan Yesus yg penting, yg seandainya tidak dihimpun oleh Lukas pasti hilang. Ada beberapa cerita tentang Yesus yg paling indah dan penting hanya dijumpai dalam Injil Luk. Yg paling penting adalah yg berikut ini:

Janji kelahiran Yohanes Pembaptis (1:5-25); pemberitaan tentang kelahiran Yesus (1:26-38); kunjungan malaikat kepada Maria (1:39-56); kelahiran Yohanes Pembaptis (1:57-80); kelahiran Yesus dan cerita tentang gembala-gembala (2:1-20); Yesus disunat dan diserahkan di Bait Allah, Simeon dan Hana (2:21-40); kunjungan Yesus ke Yerusalem dan Bait Allah ketika berumur 12 thn (2:41-52); jawaban Yohanes Pembaptis terhadap mereka yg datang meminta baptisan (3:10-14); Yohanes dipenjarakan (3:19-20); uraian panjang lebar mengenai khotbah Yesus di Nazaret dan penolakan terhadap-Nya (4:16-30); penangkapan ikan 'secara ajaib (5:1-11); ucapan-ucapan celaka (6:24-26); anak janda di Nain (7:11-17); wanita yg diselamatkan Yesus (7:36-50); para wanita yg melayani Yesus (8:1-3); desa-desa Samaria yg menolak Yesus (9:51-56); perumpamaan orang Samaria yg baik hati (10:30-37); Marta dan Maria (10:38-42); kawan di tengah malam (11:5-8); ucapan bahagia bagi yg taat kepada firman Allah (11:27-28); perumpamaan tentang orang kaya yg bodoh (12:13-21); banyak atau sedikit pukulan (12:47-48); panggilan untuk bertobat (13:1-9); penyembuhan wanita yg lain (13:10-17); keberangkatan dari Galilea (13:31-33); penyembuhan penderita busung air (14:1-6); ajaran agar rendah hati (14:7-14); perumpamaan anak yg hilang (15:11-32): perumpamaan tentang bendahara yg tidak jujur (16:1-13); kemunafikan orang Farisi (16:14-15); perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus (16:19-31); tugas hamba (17:7-10); penyembuhan 10 orang penderita kusta (17:11-19); ihwal Kerajaan Allah (17:20-21); perumpamaan tentang hakim yg tidak benar (18:1-8); perumpamaan tentang orang Farisi dan pemungut cukai (18:9-14); Zakheus (19:1-10); dua pedang (22:35-38); Yesus di depan Herodes (23:6-16); Yesus dengan wanita-wanita yg menangisi-Nya (23:27-31); penyamun yg bertobat dan Juruselamat yg tersalib (23:40-43); para wanita dari Galilea dan pemakaman Yesus (23:55-56); orang-orang dari Emaus dan Tuhan yg bangkit di Yerusalem (24:36-49); kenaikan ke sorga (24:50-53).

X. Injil dan Kis

Dari pendahuluan Injil Luk dan pengantar Kis, maupun dari isi kedua Kitab itu, jelas bahwa Lukas menulis keduanya dalam kaitan yg amat dekat. Bahkan dapat dianggap bahwa Injil Luk dan Kis sebagai satu buku yg disusun dalam 2 jilid. Dan cara Lukas memberikan ringkasan yg amat pendek mengenai sejarah kenaikan Yesus pada ps terakhir Injilnya, dan kemudian dalam Kis ia memberikan uraian tambahan yg lebih rinci, menjadi petunjuk bahwa ketika menulis Injil Luk ia telah mempunyai rencana untuk menulis Kis.

Mungkin pada saat itu ia telah menyiapkan bagian terbesar bahan penulisannya untuk Kis. Dengan mengatakan dalam Kis 1:1, 2 bahwa 'dalam bukuku yg pertama aku menulis tentang segala sesuatu yg dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat', Lukas menjelaskan bahwa ada hubungan yg amat dekat antara sejarah yg direkam dalam Injilnya dan sejarah yg merekam bagaimana Tuhan yg bangkit itu melanjutkan karya penebusan-Nya melalui rasul-rasul yg dipilih-Nya, yg Ia lengkapi dengan kuasa Roh Kudus. Jadi Injil Luk-Kis merupakan satu proklamasi besar mengenai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat yg Mahakuasa -- Anak Manusia dan Anak Allah. Tema sentral ini secara tak terpisahkan mengikat dua bagian karya tulis ini. *KISAH PARA RASUL.

KEPUSTAKAAN. Suatu daftar kepustakaan yg luas disebut dalam Commentary on the Gospel of Luke oleh J Norval Geldenhuys, 1950, hlm 47-50. Lihat juga bukubuku sbb: F. Godet, Commentary on the Gospel of Luke, 1879; A Plummer, Gospel according to St. Luke, ICC, 1922; A Schlatter, Das Evangelium des Lukas, 1931; Strack dan Billerbeck, Das Evangelium nach Lukas, jilid 2 dalam Kommentar zum Neuen Testament aus Talmud and Midrasch, 1924; Theodor Zahn, Das Evangelium das Lukas, 1913; G. B Caird, Saint Luke, 1963; H Conzelmann, The Theology of St.,Luke, 1960; J. M Creed, The Gospel according to St. Luke, 1926; A. R. C Leaney, The Gospel according to Luke, 1958; N. B Stonehouse, The Witness of Luke to Christ, 1951. JNG/SS

MARKUS, INJIL [ensiklopedia]

I. Isi ringkas

a. Pendahuluan (Mrk 1:1-13)

Yohanes Pembaptis tampil (Mrk 1:1-8); baptisan dan Yesus dicobai (Mrk 1:9-13).

b. Pelayanan pertama di Galilea (Mrk 1:14; 6:44)

Kerajaan Allah di Galilea (Mrk 1:14-45); awal pertentangan (Mrk 2:1; 3:6); pertentangan meningkat (Mrk 3:7-35); perpecahan menjadi kenyataan (perumpamaan-perumpamaan ttg Kerajaan, Mrk 4:1-34); Yesus melewatkan sinagoge (rumah ibadat), dan memberitakan diriNya kepada Israel (Mrk 4:35; 6:44).

c. Pelayanan selanjutnya di Galilea (Mrk 6:45; 9:50)

Tuhan Yesus menyingkirkan kendala untuk memberitakan diriNya kepada bangsa non-Israel (Mrk 6:45; 8:10); kepada orang Farisi tidak diberikan tanda dan murid-murid tidak dapat melihatnya tatkala Yesus memberikan tanda (Mrk 8:11-26); Yesus dipermuliakan, dan pengakuan murid-murid (Mrk 8:27; 9:10); Yesus memberitakan dahulu kematian-Nya (Mrk 9:11-50).

d. Menuju Yerusalem (Mrk 10:1-52)

Soal jawab di Perea (Mrk 10:1-34); syarat menjadi yg pertama (Mrk 10:35-45); Bartimeus disembuhkan (Mrk 10:46-52).

e. Pelayanan di Yerusalem (Mrk 11:1; 13:37)

Yesus memasuki Yerusalem (Mrk 11:1-14); Yesus menyucikan Bait Suci (Mrk 11:15-19); nasihat dan perdebatan (Mrk 11:20; 12:44); pembicaraan di Bukit Zaitun (13:1-37).

f Kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus (Mrk 14:1; 16:8)

Perjamuan malam (Mrk 14:1-25); pergumulan batin di Getsemani (Mrk 14:26-42); Yesus ditangkap (Mrk 14:43-52); Yesus di hadapan Sanhedrin (Mrk 14:53-72); Yesus di hadapan Pilatus (Mrk 15:1-15); Yesus disalibkan (Mrk 15:16-41); Yesus dikuburkan dan bangkit pada hari yg ketiga (Mrk 15:42; 16:8). (Mrk 16:9-20 merupakan tambahan yg kemudian kepada Injil Mrk).

Bidang bahasan Injil Mrk senada dengan penginjilan perdana para rasul, mulai dari Yohanes Pembaptis dan berakhir pada kebangkitan (bnd Kis 10:36-43; 13:24-37). Para ahli yg membela pandangan bahwa asli Mrk berakhir pada 13:37 (paling tidak edisi pertama) (mis E Trocme), setuju bahwa ay-ay seperti 9:9 adalah berdasarkan kesaksian kebangkitan, jadi bagi mereka cakupan Mrk tetap sama.

II. Penulis

Berita mengenai karya pelayanan Yesus ini, yg terpendek dan paling sederhana dari berita semua Injil, menurut tradisi dikumpulkan oleh Yohanes Markus dari Yerusalem, yg sebagai orang muda beberapa kali menyertai Paulus, Barnabas dan Petrus (*MARKUS, YOHANES). Dugaan modern mengatakan juga Filipus sang penginjil.

a. Kesaksian Papias

Pernyataan paling dini tentang asal mula Injil ini, ialah yg diberikan oleh Papias (terdapat dlm Eusebius, EH 3.39): 'Markus, penterjemah Petrus, dengan teliti menuliskan semua yg diingatnya, baik ucapan maupun perbuatan Yesus, tapi tidak berurutan, sebab dia bukan pendengar langsung dan tidak ikut menyertai Yesus. Tapi di kemudian hari, seperti sudah dikatakan, Markus menemani Petrus, dan rasul ini berusaha menyadur ajarannya sejauh diperlukan, tapi tidak seolah-olah hendak mengumpulkan ucapan-ucapan Tuhan Yesus. Maka Markus tidak membuat kesalahan waktu ia menuliskan hal-hal yg dia ingat; lagipula dia memusatkan perhatiannya kepada ihwal -- jangan sampai dia meninggalkan satu pun dari yg sudah dia dengar, atau memasukkan suatu kesaksian palsu ke dalam beritanya'.

Kira-kira satu generasi kemudian, keterangan Papias ini (yg hidup kr thn 140 M) diperkuat dalam pengantar Injil Mrk yg dimaksudkan untuk melawan Marcion dalam Irenaeus. Pengantar Mrk melawan Marcion -- sayang hanya sebagian yg masih tinggal -- menyebut Markus 'Si jari buntung' (kolobodaktulos), sebab jari-jarinya kelihatan pendek dibandingkan anggota tubuhnya yg lain; ia penterjemah Petrus, dan sesudah Petrus pergi ia terus di Italia untuk menuliskan Injil-nya sampai selesai. Irenaeus (Against Heresies, 3.1.1) mengingatkan akan Mrk sebagai sudah tertulis, 'tatkala Petrus dan Paulus memberitakan Injil di Roma dan mendirikan gereja di sana'. Lalu ditambahkan, 'Sesudah mereka pergi (exodos), Markus murid Petrus, sendiri menyerahkan kepada kami dalam bentuk tulisan sari pati pemberitaan Petrus'. Jadi kedua penulis itu menganggap Injil Mrk ditulis tidak lama sesudah Petrus mati, sekalipun di antara Bapak gereja di kemudian hari ada yg berkata bahwa Injil Mrk ditulis waktu Petrus masih hidup.

b. Pengaruh Petrus

Injil Mrk kadang-kadang disebut 'Injil Petrus' (harus dibedakan dari tulisan-tulisan bidat dgn judul ini atau yg mirip dgn ini di kemudian hari), pertama karena kesaksian penulis-penulis dari abad tadi; kedua, walaupun tangan Markus yg menulisnya, nada suara itu adalah nada Petrus, terbukti dari sifat kejadian-kejadian, pemilihan bahan dan cara menanganinya. Harus diakui bahwa semua hal ini dapat diterangkan satu demi satu dengan cara lain, namun bobot masing-masing adalah tinggi. Jadi tak mungkin sebutan itu hanyalah tradisi hampa, jika dianggap Injil ini sebagai catatan tertulis dari pemberitaan Petrus, yg aslinya diberikan kepada pelajar-pelajar katekisasi Kristen, baik di Roma atau di Timur Tengah, dan dipadatkan dalam bentuk tulisan, apakah pada saat sumber lisan telah meninggal, atau pada saat kematiannya sudah mengancam. Hal ini menempatkan tarikh penulisan Injil ini kr pada paroan kedua abad pertama, mungkin antara kematian Petrus (65 M) dan jatuhnya Yerusalem (70 M), khususnya jika ps 13 ditulis sebelum kejatuhan itu. Bagaimanapun juga, tarikhnya tak boleh lebih kemudian dari 75 M, sebab Matius dan Lukas memakai Injil Mrk sebagai sumbernya.

Ada ahli yg menyimpulkan bahwa Injil ini ditujukan kepada orang Roma (jika gereja Roma yg berpengaruh itu mendukung Mrk, maka dapat dimengerti mengapa Mrk segera diterima di mana-mana), atau ditujukan kepada bangsa-bangsa non-Israel. Tapi kesimpulan pertama mungkin dipengaruhi oleh nama Latin yg dipakai Markus, sebagai tambahan kepada nama Ibraninya Yohanes, dan pengaruh dari tempat asal Injil ini menurut tradisi. Jadi bukan berdasarkan penelitian empiris yg teliti tentang isi kitab itu. Dari tiap segi lebih berhak Injil Luk dianggap sebagai Injil untuk bangsa-bangsa non-Yahudi; dan kendati Petrus-lah yg ditugasi Allah untuk menobatkan Kornelius, non-Yahudi itu (Kis 15:7), tapi secara umum Petrus diakui dalam gereja kuno sebagai rasul orang-orang bersunat (Gal 2:8), bukan rasul untuk non-Yahudi, seperti Paulus. Jadi tidak tepat mengatakan bahwa bentuk-bentuk ajaran Petrus secara khusus ditujukan kepada dan dicocokkan dengan pendengar non-Yahudi. Lagipula para pakar modern makin menunjukkan, bahwa semua Injil mempunyai ciri khas Yahudi, sekalipun Markus dengan saksama menerangkan kata-kata dan kebiasaan Yahudi, seolah-olah kepada pembaca non-Yahudi.

III. Hubungan Injil Markus dengan Injil Matius dan Injil Lukas

Sudah lebih dari satu abad, sejak zaman Lachmann, hubungan sastra antara Mrk dan semua Injil lainnya menarik perhatian ahli-ahli Barat. Kecuali Yoh, yg dalam banyak segi adalah berdiri sendiri, jelas bahwa ketiga Injil lainnya erat hubungannya, dan biasanya disebut Injil Sinoptik. Alasannya ialah, jika ketiga Injil itu dibanding-bandingkan, ketiganya menunjukkan gambaran yg amat serupa tentang pekerjaan dan ajaran Kristus. Hasil penelitian 'kritik sastra' menemukan ketergantungan langsung antara Injil yg satu dengan kedua Injil lainnya, atau dua Injil sama dengan dokumen ketiga, baik perihal yg nyata maupun yg hanya merupakan hipotesa.

a. Markus sebagai Injil pertama

Kebanyakan ahli Protestan memegang teguh, mengikuti Lachmann, bahwa Mrk adalah Injil pertama. Mereka menganggap Mrk sebagai yg paling dini dari ketiga Injil Sinoptik, setidak-tidaknya dalam bentuknya yg sekarang, kendati mungkin hanya memuat ps 1-13 saja. Dan kebanyakan pakar modern menganggap bahwa Markus adalah penemu bentuk wujud penulisan Injil (suatu bentuk yg di kemudian hari sangat populer, Luk 1:1-3) dengan menghubungkan beberapa ucapan dan mujizat Yesus yg terpisah-pisah, menyusunnya dalam bingkai buatannya sendiri.

Sampai seberapa jauh bingkai itu taat asas pada kronologis atau teologis sering dipersoalkan. Baru-baru ini beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa bingkai itu bersifat tradisional dalam gereja. Kalau memang benar demikian, maka Mrk menjadi sumber utama bagi Matius dan Lukas. Sumber kedua, ialah sejumlah naskah yg tidak berasal dari Markus, yg dianggap sudah dalam bentuk tertulis sejak dini, yg sama-sama dimiliki oleh Matius dan Lukas. Naskah-naskah itu sesudah disendirikan, ditandai dengan lambang 'Q', dari bh Jerman Queue, artinya 'sumber'. Jadi Injil Mrk dan Q adalah dua di antara bentangan benang paling dini dalam tradisi Injil, walaupun harus diakui bahwa Matius dan Lukas masing-masing mempunyai bahan tersendiri dan khas, dan bahan itu ditandai dengan lambang abjad yg cocok. Dalam sistem ini, Mrk dianggap ditulis pada tahun-tahun menjelang runtuhnya Yerusalem thn 70 M, dan menjadi Injil tertulis yg pertama; jadi beberapa ciri khasnya diterangkan sebagai akibat dari kodratnya yg 'primitif'.

Bahayanya ialah, jika Mat dan Luk agak menyimpang dari Mrk, maka kedua Injil itu dipandang kurang dapat dipercaya, seolah-olah memutarbalikkan sumbernya untuk tujuan masing-masing. Tapi makin jelas bahkan Injil Mrk pun menghimpun bahannya dari perbendaharaan yg jauh lebih luas (bnd Yoh 21:25), dan mengaturnya untuk tujuan teologis (sekalipun tujuan itu adalah tujuan seluruh gereja). Dengan demikian kecaman-kecaman tersebut tidak dapat diterima. Keempat Injil berdiri, senada dan sepakat atau rontok bersama-sama, sejauh bertalian dengan historisitas bahan-bahannya.

b. Injil Matius sebagai Injil pertama

Para pakar teolog Katolik lama sekali menolak pendapat di atas. Tapi kini keadaan sudah berubah. Bagi mereka pendapat itu adalah dasar iman untuk mempercayai bahwa Mat adalah Injil pertama. Mereka membela keyakinan itu dengan cara yg rumit sekali, tapi tidak menimbulkan keyakinan lain di luar lingkungan mereka. Alasan yg paling diandalkan ialah bahwa gereja kuno percaya bahwa Mat adalah Injil pertama. Kalau tidak, mengapa Mrk ditempatkan sebagai Injil kedua?

Tapi terlalu sedikit yg kita ketahui tentang prinsip penyusunan Kitab-kitab dalam beberapa bagian PB, untuk membenarkan dalih psikologis seperti itu. Jika pendapat mereka benar, pendapat itu membuat Mrk hanya sebagai otoritas kelas dua, sehingga sajian Mat akan dinilai lebih berbobot daripada sajian Mrk. Hal itu tidaklah benar: kits dapat melihat alasan mengapa Mat 'memperlancar' Mrk, atau mengapa Mat tidak 'menjegal' Mrk, tapi tidak ada alasan bagi keduanya untuk Baling menggeser. Silang pendapat terus berlangsung; lambang-lambang matematika bertambah-tambah, dan bertambahnya data sastra yg diusulkan menuntut penyaringan yg cermat. Daripada menyimak kepada Kitab-kitab Injil, para ahli sibuk meneliti berkas-berkas dokumen sehingga mereka terjebak dalam jerat agnostisisme sastra. Adakah jalan keluar? Seperti orang berkata mengenai keahlian pakar PL., hipotesa sastra itu runtuh karma tak mampu menahan beratnya sendiri.

c. Kritik bentuk

Sementara itu muncul pendapat baru yg menggilas seluruh silang pendapat itu dan membuatnya menjadi tak berarti. Pendapat baru ini disebut 'kritik bentuk' yg muncul kr thn 1920 dimotori oleh M Dibelius dan diikuti ketat oleh R Bultmann. Kritik bentuk ini dapat dilukiskan sebagai melepaskan penelitian menyeluruh secara terpadu demi penelitian atas bagian-bagian, dan pada mulanya murni berupa ilmu yg deskriptif dan mengklasifikasikan. Bermacam-macam kejadian dan ucapan yg dicatat dalam Mrk (lazim disebut 'perikop' dari kata Yunani yg berarti 'alinea') sekarang diperiksa, dan digolong-golongkan menurut kodratnya dan isinya. Sejauh tahap itu masih dapat dikatakan baik. Penggolongan ini diciptakan dari sudut yg baru, segar, dan membuahkan beberapa hasil yg positif dan berharga.

Tapi tahapan yg berikutnya, adalah memeriksa keadaan yg hipotetis -- tidak berdasarkan pengetahuan -- dan praktik keagamaan yg menjurus kepada penyimpangan setup ucapan, hal itu membuat tafsiran tergantung pada rekonstruksi yg bersifat dugaan, yg justru sangat berbahaya. Beberapa ahli yg radikal mengemukakan pandangan, bahwa cerita yg ada, kalau bukan karangan adalah yg di rekayasa ulang demi kebutuhan gereja muda itu, jadi bukanlah catatan yg benar tentang ucapan-ucapan atau perbuatan-perbuatan Kristus. Ahli-ahli yg kurang radikal mengatakan cerita itu di seleksi dahulu baru diceritakan dengan memperhatikan kebutuhan gereja itu. Jadi, upaya yg mulai sebagai gerakan netral yg murni, berakhir dengan menghakimi benar tidaknya historisitas teks Kitab Suci. Dapat dikatakan bahwa dalil seperti yg baru dikemukakan sebenarnya tidak berarti bagi penganut ajaran ini, sebab dokumen-dokumen yg hanya berdasarkan dugaan telah disingkirkan karena kecenderungan meyakini tradisi lisan, tepat seperti keyakinan para ahli PL masa kini. Namun dapat diragukan, apakah ada perbedaan hakiki antara: (a) memandang setumpuk bahan khusus sebagai dokumen tertulis, atau (b) memandangnya sebagai kumpulan tradisi lisan, apalagi kalau kita mengingat betapa teguhnya tradisi lisan di Timur Tengah Kuno.

Kendati demikian, penekanan pada 'kritik bentuk' dan tradisi lisan itu tidak menyelesaikan persoalan yg sudah lama itu, melainkan membuatnya menjadi kedaluwarsa. Selanjutnya, hal itu membuat masalah tarikh Injil Mrk tidak terjawab, kalau tidak hendak dikatakan tak berarti. Ahli-ahli bisa saja menentukan tarikh pengumpulan tradisi lisan menjadi karya sastra dalam bentuknya yg sekarang, tapi asal mula Mrk jauh lebih dini, yaitu dalam tradisi lisan dari angkatan yg menjadi saksi mata peristiwa penyaliban dan kebangkitan Yesus. Pandangan ini tentu mempunyai segi positif, yakni pembaca langsung diperhadapkan dengan ingatan para saksi mata yg menyaksikan sendiri peristiwa-peristiwa itu (Luk 1:2). Banyak usaha telah ditempuh mengikuti jalan ini dengan sangat berhati-hati untuk tujuan membangun, dan banyak hasil yg telah dicapai. Khususnya, banyak tradisi yg dipakai oleh Markus adalah 'tradisi gerejawi', bukan 'tradisi-tradisi perseorangan': usia cerita-cerita itu telah tua sewaktu Markus menggunakannya, dan merupakan kesaksian gereja (Gereja Roma?) bagi Kristus.

d. Sejarah tradisi

Penelitian mutakhir ialah usaha menemukan bagaimana tradisi lisan itu hingga mencapai bentuknya yg sekarang, dengan menggali lebih dalam sejarah bahan-bahan Injil sebelum berbentuk tulisan. Ajaran ini bahkan lebih bersifat dugaan saja. Kita tahu suatu ucapan atau peristiwa tertentu dalam Mrk muncul dalam Mat atau Luk, dan kita dapat mengemukakan alasan-alasan apabila dalam laporan peristiwa itu muncul semacam dugaan. Tapi kita tidak tahu apa saja yg melatarbelakangi teks Mrk kecuali menduga saja. Akhirnya kita harus mempelajari naskah yg ada: Satu-satunya Kristus yg kita kenal ialah Kristus dalam Injil. Memang Kristus ini adalah Kristus orang beriman: tak boleh disangkal bahwa Ia juga Kristus dari sejarah.

e. Kritik redaksi

Gerakan paling mutakhir memusatkan perhatiannya pada sumbangan para penulis Injil. Dalam rangka Injil Mrk, gerakan ini menuntun kita mengenali Markus sebagai teolog. Tak dapat diragukan bahwa Markus memang memilih bahan-bahannya dengan seksama, tapi janganlah sekali-kali berpikir bahwa ia memasukkan teologi ciptaannya sendiri atas Injil Mrk.

f. Pendekatan liturgis

Zaman ini meningkat kecenderungan (lebih berdasarkan jiwa zaman ketimbang penemuan baru) untuk menerangkan Mrk dan Mat sebagai Injil gerejawi. Misalnya, cerita tentang penderitaan Yesus dalam Mrk dianggap ditulis dengan mencocokkannya pada liturgi 'Minggu Suci' dalam gereja purba. Juga urutan dalam Mrk kadang-kadang dikatakan berkaitan dengan kalender liturgi gereja. Sementara pandangan ini tidak objektif, jelas nampak melebih-lebihkan kepiawaian orang-orang Kristen perdana itu, khususnya mereka yg tinggal di luar Yerusalem: kadang-kadang seiring dengan pandangan bahwa Mrk ditulis oleh 'pemuda marah' pada abad pertama, untuk menyerang kecenderungan dalam perkembangan gereja dan kealpaan misi pada waktu itu. Pandangan ini lagi-lagi terlalu modern, sebab pemuda zaman Markus tidak bereaksi dengan berbuat demikian. Bagaimanapun juga, kesan yg kita dapati tentang pribadi Markus ialah dia bukan seorang brilyan, tapi anggota jemaat biasa dan yg setia menerapkan ulang tradisi umum -- apakah dalam konteks liturgi atau tidak.

g. Penemuan penemuan terakhir

Menentang aliran yg kembali ke arah tradisi lisan ini, timbullah reaksi membela dokumen-dokumen tertulis terdahulu sebagai sumber data. Reaksi ini didukung oleh penemuan-penemuan di Mesir pada masa akhir-akhir ini, berupa beberapa papirus Yunani yg memuat baik bagian-bagian Injil-injil Kanon maupun yg bukan kanon. Dengan tarikhnya yg begitu kuno, papirus-papirus temuan itu mengacu kepada tarikh timbulnya Injil tertulis mundur lebih dini lagi, paling tidak pada akhir abad (Kristen) pertama. Temuan-temuan ini, walaupun memang sangat penting artinya, terhisab dalam temuan thn 1947 dan berikutnya dalam gua-gua dekat Qumran di daerah S Yordan, tempat penyembunyian naskah-naskah tulisan tangan dalam bh Ibrani, Aram dan Yunani. Gulungan-gulungan Laut Mati ini kebanyakannya bertarikh sebelum zaman Kristen, agaknya milik dari sekte Yahudi yg berupa persekutuan semi biara. Kehadiran naskah-naskah tulisan tangan ini secara nyata membuktikan, bahwa kita tak dapat mengingkari adanya dokumen-dokumen Kristen pada abad pertama dalam bh Yunani atau Aram, sebagai sumber-sumber Injil, khususnya kumpulan nubuat Mesianis atau 'kesaksian'.

h. Pengaruh pengaruh Aram

Selanjutnya, penemuan dokumen-dokumen Semitik seperti itu membangkitkan kembali persoalan, dan sudah berlangsung setengah abad, tentang apakah bh Yunani ataukah bh Aram yg sebenarnya bahasa asli dari sumber-sumber Injil, khususnya Mrk. Dalam terang 'kritik bentuk', masalah bahasa asli itu tidaklah terlalu pelik: seluruhnya tergantung pada tahapan mana dari tradisi yg diputuskan sebagai sumber data Injil, sebab makin dini tahapan sumber data itu, makin besar kemungkinannya dalam bh Aram, khususnya di Galilea. Selanjutnya hal ini menimbulkan pertanyaan: sampai di mana bh Yunani Injil Mrk bukan hanya bh Yunani koine, yakni bahasa umum pada abad pertama di sekitar Laut Tengah Romawi (*BAHASA PB), tapi 'bahasa Yunani terjemahan'? Jadi ungkapan-ungkapan Semitik yg begitu banyak dalam Mrk harus dipertanggungkan, bukan kepada ingatan-ingatan akan PL, ataupun kepada pengaruh dari 'bahasa Yunani terjemahan' Septuaginta, yaitu PL dalam bh Yunani, bahkan juga tidak kepada pengaruh bahasa ibu dari seorang Yahudi Palestina (Markus memang dari keluarga demikian) yg pada usia tua lazimnya memakai bh Yunani, tapi harus dipertanggungjawabkan langsung kepada sumber asli bh Aram, yg terletak di hadapan penulis Injil.

Bagi ahli-ahli yg mengikuti jalan ini, banyak ay yg sukar dalam Mrk dilihat sebagai disalahmengerti atau salah diterjemahkan dari naskah asli bh Aram, baik tulisan atau lisan yg sudah hilang. Kelihatannya sudah pasti, bahwa bh Aram adalah bahasa ibu Tuhan Yesus dan rasul-rasul-Nya, terbukti dari kata-kata dan ungkapan-ungkapan Aram yg tertera dalam pakaian Yunani (bnd Mrk 5:41; 7:34; 15:34). Teori C. C Torrey bahwa seluruh Injil adalah hasil terjemahan, pada umumnya tidak disenangi oleh pare ahli karena terlalu ekstrim, dan mengandung terlalu banyak alasan yg dipaksakan. Kendati demikian hanya sedikit ahli yg tidak mengakui pentingnya peranan bh Aram mendasari trap Injil, atau yg tidak mengakui nilai kosakata atau ungkapan Aram, jika naskah Yunani menimbulkan berbagai kesulitan. Pendekatan yg terakhir dan yg sangat berhati-hati dalam bh Inggris sudah diusahakan, terutama oleh Matthew Black. Tradisi mendukung adanya suatu proses terjemahan seperti disaksikan oleh Papias dari Hierapolis, yg terdapat dalam tulisan Eusebius. Tapi bila ia berkata bahwa Markus adalah 'penterjemah' dari Petrus, maksudnya yg sebenarnya tidak boleh melulu Markus mengalihkan khotbah Petrus dari bh Aram ke bh Yunani. Gaya Latin yg terkandung dalam Mrk boleh jadi mendukung penulisan asli Injil ini di Roma: pada sisi lain hanyalah menunjukkan kasarnya bh Yunani di wilayah timur kerajaan itu. Tapi hal itu tidak sepenting kesemitikannya.

IV. Ciri-ciri khas

Pada dasarnya, Mrk adalah Injil yg paling gamblang dan ringkas dari semua Injil; Mat memuat banyak hal bersifat khas Yahudi yg tidak muncul di mana pun dalam Mrk; dan dalam Luk terdapat beberapa ihwal 'medis' atau 'peri kemanusiaan' tapi alpa dalam Mrk, ump ketiga perumpamaan yg terkenal dalam Luk 15. Bagian akhir Mrk yg tiba-tiba terhenti merupakan masalah tersendiri. Tapi hal itu lebih baik di nalar sebagai masalah naskah daripada masalah teologis. Berbagai alternatif yg dikemukakan dalam naskah-naskah tulis tangan, menyarankan bahwa aslinya berakhir pada tempat yg sama, apa karena suatu bencana atau hancur karena disengaja: hal yg terakhir ini sukar dipercaya. Bisa dimaklumi apabila dipersoalkan bahwa sajian di atas adalah melulu definisi negatif tentang sifat dan isi Mrk. Memang dan justru itulah sebabnya mengapa Mrk pernah dipandang oleh Kritik Sumber sebagai Injil paling tua dan paling primitif dari semua Injil, sumber bagi kedua Sinoptik lainnya. Tapi jika semua sumber dokumen lenyap dalam kebalauan tradisi lisan, lalu apa lagi hendak di kata?

Pengamatan mendasar mengenai watak dan gaga bahasa menemukan bahwa sifat dan gaga Markus tetap ada. Hal itu bukanlah melulu pengertian subyektif sekitar abad 20; Papias dari Hierapolis menunjukkan bahwa masalah itu dirasakan sama tajamnya pada abad kedua. Jika Markus mengetahui lebih banyak lagi fakta tentang Tuhan Yesus, mengapa ia tidak menceritakannya? Mengapa ia membuang begitu banyak hal yg dicatat oleh penulis Injil lainnya? Mengapa -- pada pihak lain -- cerita-ceritanya umumnya lebih rinci dan bersemangat dibandingkan cerita-cerita sejajar pada Injil lainnya? Lagipula dilihat sepintas lalu Mrk nampaknya disusun mengikuti pola kronologis masa hidup Yesus, justru menurut nalar Helenistik dan dunia modern lebih bersifat biografi (sekalipun Markus sendiri mengingatkan pembaca bahwa tulisannya itu adalah 'Injil' bukan biografi, Mrk 1:1). tapi betulkah Markus mengikuti pola itu? Jika tidak, adakah asas atau aturan tertentu yg kelihatan? Pada waktu Mrk diterima sebagai sumber data utama bagi Mat dan Luk, para ahli berusaha untuk membuat Injil-injil lainnya harus menerima pola kronologis Mrk. Tapi terbukti hal ini tak mungkin, sebab Mat dan Luk harus lebih dahulu dirombak atau dibuat carat supaya bisa cocok, biarpun hanya secara kasar.

Barangkali jawabnya terdapat dalam kecermatan dan kehati-hatian memakai pengertian baru akan sifat dan pentingnya tradisi lisan sebagai dasar Injil Mrk seperti keadaannya sekarang. Sebab sudah jelas, bahwa pengulangan lisan yg terus-menerus tidak menjurus kepada keanekaan yg berbeda-beda, tapi kepada keseragaman yg utuh, terutama jika pengulangan-pengulangan itu dilakukan oleh pare pengajar yg miskin fantasi lagi tua, yg tujuannya bukan untuk sekedar membuat orang puas, melainkan untuk membuat para pendengar memahami jelas ajaran gereja. Cerita-cerita tidak melantur bercabang-cabang melainkan disederhanakan, jika diceritakan melulu untuk mengajar; peristiwa-peristiwa diringkaskan mengenai intinya saja. Aneka cerita tidak tumbuh dari satu induk cerita dalam tradisi seperti ini; sebaliknya, kecenderungan ialah membaurkan aneka cerita yg asli itu tanpa sadar. Ahli-ahli tidak selalu mengakui hal ini, karena mereka terlalu sering menganggap para pelestari yg terdahulu dari tradisi Kristen itu dalam terang profesi tukang cerita bangsa Arab, Kelt atau Skandinavia, sesuai pola budaya yg sudah diketahui oleh ahli-ahli itu.

Guru Sekolah Minggu yg sudah lanjut usianya di suatu gereja di desa, tepat dijadikan gambar ibarat dari peristiwa itu. Oleh kebiasaannya yg terus-menerus 'berdoa tanpa persiapan', dia nampaknya seperti berpura-pura liturgis dalam suasana demikian. Dan bentuk doanya pun seperti sudah klise. Dalam terang gambar ibarat ini, Injil Mrk bukanlah yg paling primitif dan paling lamban dari semua Injil. Injil kedua ini bukanlah melulu pembeberan peristiwa-peristiwa, yg dibumbui dengan bermacam-macam rincian yg elok-elok oleh penulis lain, seturut khayal mereka. Sebaliknya, Mrk adalah Injil yg paling maju dari semua Injil sejauh bertalian dengan kegamblangan, penyajian langsung tentang pokok-pokok bahasan, dengan sejumlah bentuk ajaran yg terus mantap berjaya menghadapi ujian dan cobaan zaman. Itulah justru yg dikatakan oleh Papias.

Hal ini belum mengatakan apa-apa tentang tarikh yg sebenarnya dari Injil Mrk dalam bentuknya yg sekarang. Bahasan ini baru berupa penelitian empiris yg menunjukkan lebih jelas, bahwa Mrk melebihi semua Injil lainnya, yakni khas berciri Buku Panduan Guru pada abad pertama, ringkasan dari kejadian-kejadian, semua hal yang tidak penting tidak dicatat. Sebaliknya Luk khusus disusun sebagai dokumen tertulis, di antara dokumen-dokumen tertulis lain yg sudah ada (Luk 1:1-4), dan dengan perbedaan yg lumayan tajamnya dari ajaran lisan, seperti dicatat dalam Mrk. Memang Injil Luk menuntut supaya dipandang sebagai karya sastra, demikian juga Kis (Kis 1:1); Mrk tidak demikian. Markus -- dalam segala segi -- bukanlah orang yg berpendidikan seperti Lukas atau Paulus. Hal ini jelas dari dalam kejujuran Injilnya yg begitu polos. Tapi sidang pendengar atau pembaca Mrk juga bukan orang berpendidikan. Dan maksud Markus bukanlah untuk meraih karya sastra yang luar biasa hebatnya, melainkan untuk mengkomunikasikan kebenaran. Injil Mat dan Yoh juga mempunyai tanda-tanda perencanaan yg cermat, sekalipun prinsip-prinsipnya berbeda. Tapi bagi bahan-bahan seperti yang terdapat dalam Mrk, prinsip penyusunan agaknya hanya untuk membantu ingatan. Cerita-cerita dan ungkapan-ungkapan digabungkan dengan kata-kata kunci atau kesamaan inti bahasan ketimbang dengan kronologis yg ketat. Jika urutan peristiwa berbeda dari yg tertera dalam Mat dan Luk, hal itu kadang-kadang terjadi karena perbedaan kata kunci atau mata rantai penghubung yg digunakan.

Uraian di atas sangat cocok dengan bagan seperti telah disinggung tentang bentuk asli dan sifat Mrk. Bila kecocokan itu sudah dirasakan selaras benar dengan tradisi-tradisi terdahulu tentang Injil Mrk, maka pandangan itu menjadi lebih mantap lagi. Papias, saksi utama dan paling terdahulu, dalam ringkasan seperti dikemukakan di atas, membela Markus justru terhadap tuduhan-tuduhan yg diajukan oleh ahli-ahli modern terhadap dia, yakni menuduh dia menghilangkan hal-hal rinci yg penting dan lemah dalam hal kronologis. Pembelaan Papias nampak terletak pada sifat khas Injil itu, yg menurut Papias, hanya merupakan catatan permanen dari ajaran Petrus, justru dilestarikan untuk masa-masa yg akan datang, bila suatu waktu kelak sumber aslinya tidak ada lagi. Urutan kronologis yg cermat dan susunan fakta-fakta yg lengkap, kata Papias, janganlah diharapkan dari Petrus karena bukan itu tujuannya, melainkan melulu yg praktis dan bersifat mengajar. Tidaklah adil mencap seseorang gagal mencapai sesuatu yg memang ia tidak berusaha untuk itu karena menganggapnya asing dari tujuannya. Karena demikianlah adanya, maka Markus bebas dari tuduhan, bersama Petrus, dan alasan-alasan bagi banyak unsur lain dari Injilnya dengan sendirinya menjadi jernih. *INJIL, KITAB-KITAB.

KEPUSTAKAAN. Buku tafsiran oleh A Menzies, The Earliest Gospel, 1901; H. B Swete, 1913; C. H Turner, 1928; A. E. J Rawlinson, 1936; V Taylor, 1952; C. E. B Cranfield, CGT, 1960; R. A Cole, TNTC, 1961; D. E Nineham, 1963; W. L Lane, 1974; M Black, An Aramaic Approach to the Gospels and Acts, 1946; G. R Beasley-Murray, A Commentary on Mark 13, 1957; N. B Stonehouse, The Witness of Matthew and Mark to Christ, 1958; A. M Farrer, A Study in St Mark, 1951; E Trocme, The Formation of the Gospel according to Mark, ET, 1975; R. P Martin, Mark -- Evangelist and Theologian, 1972. AC/MHS/HAO

MATIUS [ensiklopedia]

Matius terdapat dalam semua daftar nama ke-12 rasul (Mat 10:3; Mrk 3:18; Luk 6:15; Kis 1:13). Dalam Mat 10:3 selanjutnya ia disebut 'pemungut cukai'. Dalam Mat 9:9 Yesus melihat dia 'duduk di rumah cukai' dan memanggil dia supaya mengikuti-Nya. Pada ps-ps sejajar dalam Mrk dan Luk, pemungut cukai yg dipanggil dari kantor cukai itu disebut juga Lewi, dan Markus menambahkan bahwa dia 'anak Alfeus'. Buku Gospel of Peter juga menyebut Lewi, anak Alfeus, salah seorang murid Yesus. Sesudah itu Yesus makan bersama beberapa pemungut cukai dan orang berdosa. Baik Mat 9:10 maupun Mrk 2:15 tidak menjelaskan di rumah siapa jamuan makan itu diadakan. Tapi Luk 5:29 menyatakan bahwa 'Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya'. Dari bukti inilah biasanya dianggap bahwa Matius sama dengan Lewi.

Pernyataan Papias bahwa Matius 'mengumpulkan perkataan-perkataan itu' (Synegrapsato to logic) dalam bh Ibrani, diterima oleh gereja kuno sebagai bukti bahwa penulis Injil yg biasa disebut 'karangan Matius' ialah Matius. Kebanyakan ahli modern menganggap bahwa yg dimaksud oleh Papias ialah rampaian Matius, apakah itu ucapan-ucapan Tuhan Yesus atau ay-ay PL yg berkaitan dengan Mesias. Mungkin karena kemudian beberapa dari ucapan atau ay itu telah melembaga dalam Injil, maka menjadi alasan untuk menyebut dokumen ini 'karangan Matius' sejak pertengahan abad kedua. Tentang kepustakaan *MATIUS, INJIL. RVGT/MHS/HAO

MATIUS, INJIL [ensiklopedia]

I. Garis besar isi

a. Kejadian-kejadian berkaitan dengan kelahiran Yesus, Mesias (Mat 1:1; 2:23).

b. Yesus dibaptiskan dan dicobai; permulaan pekerjaan-Nya di Galilea (Mat 3:1; 4:25).

c. Etika Kerajaan Allah diajarkan oleh Yesus melalui perintah-perintah dan ilustrasi (Mat 5:1; 7:29).

d. Yesus menyatakan kekuasaan-Nya atas penyakit, Iblis dan alam (Mat 8:1; 9:34).

e. Yesus mengutus ke-12 murid-Nya untuk memberitakan Injil (Mat 9:35; 10:42).

f. Yesus memuji Yohanes Pembaptis, undangan penuh belas kasihan terhadap orang-orang yg berbeban berat, pernyataan bahwa Dia-lah Tuhan dari Sabat, alasan bahwa Dia tak mungkin Beelzebul; penjelasan tentang sifat-sifat untuk menjadi anggota 'keluarga-Nya' yg baru (Mat 11:1; 12:50).

g. Yesus memberikan tujuh perumpamaan tentang kerajaan sorga (Mat 13:1-52).

h. Yesus ditolak oleh masyarakat sekota-Nya di Nazaret; Yohanes Pembaptis dibunuh (Mat 13:53; 14:12).

i. Mujizat lain ditunjukkan oleh Yesus; Petrus mengakui Dia-lah Kristus. Kemudian Yesus dipermuliakan di hadapan tiga orang murid-Nya dan menubuatkan kematianNya dan kebangkitan-Nya (Mat 14:13; 17:27).

j. Yesus mengajar murid-murid-Nya, supaya rendah hati, supaya hati-hati bertingkah laku, dan supaya suka mengampuni orang (Mat 18:1-35).

k. Yesus menuju Yerusalem. Sementara dalam perjalanan Dia membicarakan tentang perceraian, kedudukan anak-anak, jerat kekayaan, kefasikan orang Yahudi, umat Allah; Ia mencelikkan dua orang buta di Yerikho (Mat 19:1; 20:34).

l. Yesus memasuki Yerusalem dengan keagungan namun rendah hati; kemudian Ia menyatakan kekuasaanNya dengan menyucikan Bait Suci, mengutuki pohon ara yg tidak berbuah, dan soal jawab antara Dia dengan imam-imam besar bersama orang-orang Farisi (Mat 21:1; 23:35).

m. Yesus menubuatkan keruntuhan Yerusalem dan kedatangan-Nya yg kedua kali dalam kemuliaan (Mat 24:1-51).

n. Tiga perumpamaan mengenai hari penghakiman (Mat 25:1-46).

o. Yesus dikhianati, diadili, disangkal, diolok-olok, disalibkan, dan dikuburkan (Mat 26:1; 27:66).

p. Yesus dibangkitkan dari kematian, Ia dilihat oleh murid-murid-Nya dan sahabat-sahabat-Nya (Mat 28:1-10).

q. Yesus memberikan perintah-perintah terakhir sebelum kembali kepada Allah di sorga (Mat 28:11-20).

II. Ciri-ciri dan penulis

Peristiwa-peristiwa dalam hidup Yesus yg menjadi 'berita Injil' atau 'kabar baik' yg diberitakan oleh para rasul, dalam Mat dihubungkan dengan ajaran Yesus tentang etika. Hal ini karena jumlahnya jauh lebih banyak terjadi dalam Mat dibandingkan kitab mana pun dalam PB, menjadi ciri khas Mat. Ciri istimewa Mat inilah bersama penyajian bahannya yg teratur, yg membuat kitab ini sejak masa paling dini menjadi Injil yg paling banyak dibaca dan dalam hal tertentu yg paling berpengaruh dari keempat Injil. Ahli-ahli modern ragu menerima tradisi bahwa penulis Mat ialah rasul Matius, sebab agaknya penulis tergantung pada suatu dokumen yg disusun oleh seorang penulis bukan rasul, yaitu Injil Mrk, suatu hal yg tidak masuk akal akan dipedomani oleh seorang rasul asli. Mengenai penulis, lih R. V. G Tasker, Matthew, TNTC 1961. *MATIUS.

III. Pengaruh Markus.

Jelas sekali bahwa Matius mencakup hampir seluruh isi Mrk, kendati dia memperingkas cerita-cerita Markus tentang mujizat, untuk menyediakan tempat bagi banyak bagan yg tidak dilaporkan dalam Mrk, yg memang dia ingin memuatnya dalam Mat (*INJIL, KITAB-KITAB; *MARKUS, INJIL). Bersama cerita-cerita dari Mrk, penulis Injil ini menyisipkan banyak ucapan Yesus, yg kelihatannya diambil dari satu sumber yg dia dan Lukas mengenalnya. Ucapan-ucapan ini dipadukannya dengan ucapan-ucapan lain yg hanya terdapat dalam Injilnya. Sebagai hasilnya terbentuklah lima kelompok ajaran, yaitu ps 5-7, 10, 13, 18 dan 24-25.

Isi Injil ini menjadi lengkap karena ditambahkannya beberapa cerita yg tidak terdapat pada kitab-kitab lainnya. Bagian terbesar tambahan itu kelihatannya merupakan saduran yg cermat dari tradisi-tradisi, yg dipakai oleh orang Kristen melawan fitnahan orang Yahudi. Gaya bahasanya membuktikan bahwa berita-berita khusus itu pertama sekali disajikan dalam bentuk tulisan oleh penulis Injil Mat sendiri (lih G. D Kilpatrick, The Origins of the Gospel according to St. Matthew, 1946).

IV. Perbedaan dari Injil Markus

Adalah suatu kenyataan bahwa Injil Mat pada mulanya dipakai di jemaat Kristen Yahudi berbahasa Yunani. Dan inilah alasan utama mengapa penekanan khusus diberikan kepada beberapa unsur pemberitaan Kristen kuno, juga alasan bagi cara penyajian ajaran Yesus. Nada penggenapan nubuat PL lebih kuat ditekankan di sini daripada dalam Mrk. Dan penulis lebih mengutamakan untuk menyatakan kebenaran bahwa sejarah kehidupan Yesus di dunia ini, mulanya dan tujuannya dan dalam kenyataannya yg gamblang, adalah pekerjaan Allah sendiri, yg menggenapi perkataan-perkataan-Nya sendiri yg disampaikan oleh para nabi. Injil Mat menghubungkan PL dengan PB lebih erat dibandingkan semua Injil lainnya. Dan tidak ada dokumen lain dalam PB yg memaparkan dini Yesus, hidup-Nya dan ajaran-Nya, demikian jelasnya sebagai penggenapan dari 'hukum Taurat dan para nabi'. Penginjil ini tidak hanya menambahkan acuan kepada PL. pada bagian-bagian yg diambil dari Mrk, seperti mis dalam Mat 27:34 dan 43; tapi dalam tulisannya itu ia mengemukakan kalimat yg sangat mengesankan, yakni 'supaya genaplah yg difirmankan Tuhan oleh nabi'. Kutipan khusus dari PL jumlahnya 11 dan hasilnya sangat menakjubkan (lih Mat 1:23; 2:18; 23; 4:15-16; 8:17; 12:18 dab; Mat 13:35; 21:5; dan 27:9-10). Peristiwa-peristiwa diceritakan sebagai telah terjadi sebab Allah menghendakinya terjadi demikian. Peristiwa-peristiwa itu bukanlah yg aneh-aneh yg tak dapat diterangkan ujung pangkalnya. Semuanya terjadi sesuai Alkitab, dimana kehendak Allah dinyatakan.

V. Cerita tentang Yesus

Laporan peristiwa tentang hidup dan kematian Yesus yg khusus penting dan berarti bagi Injil, seperti disajikan dalam Mat, bagian terbesar adalah berasal dari cerita Mrk. Penulis Mat mengumpulkan dalam ps 8 dan 9 beberapa cerita mujizat dari Mrk dalam tiga kelompok; dan dalam ps 11 dan 12 dia gabungkan cerita-cerita yg berasal dari Mrk dan sumber-sumber lain, tentang hubungan Yesus dengan orang-orang terpandang pada zaman-Nya, seperti Yohanes Pembaptis dan tokoh-tokoh Farisi. Penulis tidak berusaha menghubungkan peristiwa-peristiwa itu menuruti kaidah kronologis. Urutan berdasarkan kronologis hanya terdapat dalam cerita tentang kesengsaraan Yesus, sebab berita kesengsaraan itu adalah pusat berita Injil, yg sejak semula mungkin diberitakan sesuai kaidah kronologis.

Tapi Matius memperluas cerita Markus tentang kehidupan Yesus sehingga menjadi lebih lengkap, dengan menyajikan pendahuluan tentang silsilah dan tradisi-tradisi mengenai masa kanak-kanak Yesus, dan mengakhirinya dengan berita mengenai dua kali penampakan Yesus sesudah kebangkitan. Berita Matius mengenai masa kanak-kanak Yesus tidak mencakup cerita tentang kelahiran Yesus, yg hanya sepintas lalu disinggung dalam Mat 2:1. Nampaknya tujuan penginjil ini dengan silsilah yg diberikannya itu, ialah hendak menunjukkan bahwa Yesus, walaupun lahir dari ibu yg masih dara, tetap sah sebagai keturunan Abraham dan raja Daud. Dan, dengan bahan yg ada dalam Mat 1:18-25 -- untuk menjawab fitnah -- bahwa Yesus adalah anak haram dari Maria, juga untuk membela tindakan Yusuf. Cerita berikutnya tentang menyingkir ke Mesir, adalah jawaban atas kritikan usil pihak Yahudi yg mempersoalkan: 'Jika Yesus, yg terkenal sebagai Yesus orang Nazaret, sungguh-sungguh lahir di Betlehem, mengapa masa hidup-Nya lebih banyak Ia habiskan di Nazaret?'

Dua kali penampakan Yesus sesudah kebangkitan, yg khususnya dilaporkan dalam Mat (Mat 28:9, 10, 16-20) mungkin merupakan usaha untuk menggenapkan cerita Mrk. Dengan demikian Mrk yg nampaknya tiba-tiba terputus dan berakhir, tergenapi dengan berita bahwa perempuan-perempuan itu bukanlah membungkam saja tentang apa yg mereka dengan dan lihat. Mereka serta merta menuruti perintah malaikat untuk menjumpai murid-murid Yesus, supaya murid-murid itu pergi ke Galilea, karena di sanalah mereka akan melihat Yesus. Dan ketika perempuan-perempuan itu bergegas untuk melakukan perintah tersebut, mereka berjumpa dengan Yesus yg telah bangkit itu.

Bahwa Yesus sesudah kebangkitan menampakkan dini dalam kemuliaan kepada murid-murid-Nya di Galilea, dan bahwa Dia telah menang atas maut dan kepada-Nya telah diberikan kuasa atas semesta -- di sorga dan di bumi, perintah-Nya kepada ke-11 murid-Nya supaya mengabarkan Injil ke seluruh dunia, dengan janji bahwa Ia akan menyertai mereka sampai akhir zaman, adalah klimaks dari Injil Mat.

Berkaitan dengan cerita meliputi masa kanak-kanak dan masa sesudah kebangkitan, jelas Matius telah memberikan tambahan pada cerita tentang Yesus yg sudah disajikan dalam Mrk. Apabila dia memperluas cerita Markus dalam tulisannya, biasanya tambahan itu adalah hal-hal yg menyita perhatian gereja Kristen pada waktu Matius menuliskan Injilnya. Misalnya, peristiwa Petrus berjalan di atas gelombang menuju Yesus (Mat 14:28-31), dan berita yg termasyhur tentang Petrus dalam Mat 16:18-19 sangat penting pada waktu rasul itu memainkan peranan pimpinan dalam gereja. Juga masalah yg timbul akibat pajak Bait Allah, terutama sesudah thn 70 M, yg mendapat penjelasan dari cerita sesuai Mat 17:24-27. Sebab pada thn 70 M, yaitu saat kemusnahan Bait Suci, dana dari pajak untuk pemeliharaan Bait Suci itu dialihkan ke Bait Yupiter Kapitolinus. Lagipula pada masa-masa berikutnya, keinginan untuk mengetahui riwayat hidup Yesus meningkat, perhatian yg lebih besar agaknya diberikan kepada tokoh-tokoh pendamping dalam sejarah Yesus. Jadi berita Matius tentang Yudas Iskariot (Mat 27:3-10) dan peristiwa tentang istri Pilatus (Mat 27:19) menjawab pertanyaan-pertanyaan yg membingungkan: 'Mengapa Yudas sampai hati mengkhianati Guru-nya' dan 'Mengapa Pilatus menghukum mati Yesus?'

Dalam laporannya tentang penyaliban dan kebangkitan Tuhan Yesus, Matius menambahkan empat berita penting kepada berita Markus, yg dia amati dengan cermat. Dia melaporkan bahwa pada saat kematian Yesus terjadi gempa bumi disertai kebangkitan orang-orang kudus, yg dahulu menubuatkan kedatangan Mesias dan yg sekarang bangkit untuk menghormati kematian-Nya di Golgota (Mat 27:51-53). Ketiga laporan tambahan lainnya yg ditambahkan oleh Matius pada berita kebangkitan yg ditulis oleh Markus, semuanya bersifat apologetic. Ketiga tambahan itu ialah: a. kuburan Yesus yg dijaga secara khusus dan dimeteraikan (Mat 27:62-66); b. penjagaan ini sia-sia karena tak berdaya sebab timbulnya gempa susulan, dan karena penampakan malaikat yg menggulingkan batu penutup kuburan itu (Mat 28:2-4); c. penjaga-penjaga disuap supaya menyebarkan kesaksian palsu, yg masih tersebar pada masa hidup penulis Injil ini, yaitu bahwa murid-murid Yesus datang malam-malam dan mencuri mayat Yesus (Mat 28:11-15). Tujuan tambahan ini ialah menolak kemungkinan, bahwa tubuh Yesus sudah dipindahkan dari kuburan kecuali dengan cara gaib. Ditinjau dari banyak segi dapat dikatakan, bahwa Injil Mat merupakan apologetika dari umat Kristen perdana.

VI. Israel baru

Dampak utama dari hidup dan kematian Yesus yg ditekankan dalam Injil Mat, ialah lahirnya gereja Allah meliputi seluruh dunia, yaitu Israel baru, dimana non-Yahudi dan Yahudi sama-sama beroleh tempat. Injil ini dimulai dengan nubuat bahwa Yesus ialah Imanuel, Allah menyertai kita (Mat 1:23); dan diakhiri dengan janji bahwa Yesus yg satu itu, sekarang Kristus yg sudah bangkit, akan menyertai murid-murid-Nya, yg dipanggil dari semua bangsa, sampai kepada akhir zaman. Nada universal yg menggema di awal Injil ini pada cerita tentang Yesus dinyatakan kepada orang majus, menggema lagi dalam perintah yg merupakan penutup Injil ini, yaitu supaya murid-murid pergi memberitakan Injil ke seluruh dunia dan menjadikan semua bangsa murid Yesus. Penulis Injil ini melihat makna penting dalam fakta bahwa pekerjaan Yesus sebagian besar dilakukan di 'Galilea wilayah bangsa-bangsa lain' (Mat 4:15); dan menjelaskan Dia sebagai hamba Allah yg akan 'memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa .... Dan pada-Nya-lah bangsa-bangsa akan berharap' (Mat 12:18, 21). Tapi gereja Kristen, yg anggotanya meliputi semua bangsa, bukanlah gereja baru.

Gereja ialah Israel kuno yg dibentuk baru dan diperluas, karena mayoritas orang Yahudi menolak Yesus. Yesus menyatakan bahwa Dia pertama-tama diutus kepada 'domba-domba yg hilang dari umat Israel' (Mat 15:24); dan kepada domba-domba yg hilang itu juga Ia utus rasul-rasul-Nya untuk menyatakan kedatangan Kerajaan-Nya (Mat 10:6). Tapi iman yg lebih besar Dia temukan pada seorang perwira Roma bukan pada orang Israel (Mat 8:10); dan sebagai konsekuensinya tempat-tempat duduk pada pesta jamuan Mesias, yg tidak diisi oleh orang Yahudi, akan diberikan kepada orang percaya dari Timur dan Barat, sementara 'anak-anak Kerajaan itu' akan tertinggal di luar (Mat 8:11-12). Karena ke-Mesias-an Yesus menjadi 'batu sandungan' bagi orang Yahudi, Kerajaan itu akan diambil dari mereka dan diberikan kepada bangsa 'yg akan menghasilkan buah Kerajaan itu' (Mat 21:42-43). Bapak leluhur Israel baru, yaitu para rasul, akan turut dalam kemenangan final Mesias itu, dan turut berperan sebagai hakim pada hari penghakiman, seperti demikian jelas diterangkan oleh Yesus dengan kata-kata yg dituliskan oleh Matius dalam Mat 19:28. Itulah yg ditekankan oleh penulis Injil Mat dengan menyisipkan kata-kata 'bersama-sama dengan kamu' ke dalam kalimat Markus, yg disisipkannya dalam Mat 26:29.

VII. Yesus sebagai Hakim

Unsur keempat dalam pemberitaan kuno ialah himbauan kepada pertobatan, mengingat bahwa Yesus akan kembali sebagai Hakim alas orang yg hidup dan yg mati. Himbauan ini sangat kuat ditekankan dalam Mat. Yohanes Pembaptis dalam Mat menghimbau Israel kepada pertobatan dengan kata-kata yg sama seperti kata-kata Yesus, karena mereka telah dekat pada awal pelayanan Mesias (Mat 3:2); dan pada akhir pengajaran Yesus dikemukakan perumpamaan tentang penghakiman yg terakhir, yg hanya terdapat dalam Mat (Mat 25:31-46). Perumpamaan ini berakhir dengan sekelompok ungkapan dan kiasan yg khusus bertalian dengan kedatangan Mesias dalam penghakiman. Menjelang ditulisnya Injil Mat, barangkali pada awal thn 80-an abad pertama, sebagian dari hukuman yg ditentukan Allah sudah menimpa Israel dalam keruntuhan Yerusalem; kata-kata dari 21:41 dan 23:7 digenapi dengan sungguh-sungguh.

Beberapa perumpamaan yg hanya terdapat dalam Mat, seperti lalang di tengah-tengah gandum (Mat 13:24-30), pengutang yg tak layak diampuni (Mat 18:23-35), tamu yg tidak mengenakan pakaian pesta (Mat 22:11-13), sepuluh anak dara (Mat 25:1-13), menekankan bahwa penghakiman Allah tak mungkin dielakkan dan sungguh akan terjadi; dan dalam perumpamaan-perumpamaan inilah, beberapa kali diulangi ungkapan yg khas dalam Injil ini, yaitu 'kegelapan yg paling gelap' (Mat 8:12), 'akhir zaman' (Mat 28:20), 'ratap dan kertak gigi' (Mat 22:13).

Dalam perspektif Injil ini kedatangan Kristus yg terakhir, walaupun mutlak pasti, tidak digambarkan segera akan terjadi. Sebab ucapan penutup Kristus yg bangkit itu mencakup masa yg tidak tentu batasnya, dan selama masa itu la tetap hadir dan menjalankan pemerintahan-Nya dalam gereja-Nya, sebelum kedatangan-Nya sebagai Hakim. Dalam terang ajaran Injil ini selaku keseluruhan, kita dapat menafsirkan kedua ucapan yg sangat sukar dalam Mat 10:23 dan Mat 16:28, mengacu kepada ditinggikannya Yesus ke sebelah kanan Allah sesudah Ia menang gemilang dalam kebangkitan-Nya. Di situlah Dia memegang pemerintahan yg lebih luas dalam hati pengikut-Nya. Kalau tidak, kita terpaksa mengambil kesimpulan yg tidak memuaskan, yaitu nubuat itu tetap tidak digenapi, dan karena itu nubuat tersebut adalah palsu; atau nubuat itu tidak benar ucapan Yesus.

VIII. Etika

Injil Mat juga mencolok menguraikan ajaran Yesus mengenai etika, baik jangkauannya maupun caranya. Bagi penulis Mat, seperti bagi Kristen Yahudi umumnya, juga bagi Paulus (sebab ungkapan ini berasal dari dia), ada sesuatu yg disebut 'hukum Kristus'. Beberapa ahli menganggap bahwa kelima kelompok ajaran dalam Injil ini, menurut pandangan penulis sendiri dapat dibandingkan dengan kelima Kitab Taurat. Benar demikian atau tidak, tapi jelas penulis menokohkan Yesus sebagai Guru Agung, yg dari atas bukit memproklamirkan hukum yg direvisi untuk Israel baru (Mat 5:1), sama seperti Musa mengucapkan hukum Allah yg diberikan kepadanya di G Sinai.

Mesias memanggil Israel tidak hanya kepada pertobatan, tapi juga untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik; mendorongnya supaya ingin melakukannya, sedia menanggung derita karena melakukannya, membuat pelaku-pelakunya diberkati (Mat 5:6, 10). Hidup keagamaan murid Kristus harus melebihi hidup keagamaan Farisi (Mat 5:20). Adalah benar bahwa banyak dari hukum tidak digenapi oleh orang Farisi karena tradisi mereka, karena diperbudak oleh ay-ay yg mereka pisahkan dari kait naskahnya, dan karena mereka gaga) memahami jangkauan yg lebih luas dari hukum itu; tapi hukum Taurat itu tetap merupakan bagian yg tidak terpisahkan dari penyataan Allah. hukum inilah yg digenapi oleh dan dalam Kristus, yg datang bukan untuk meniadakannya, tapi untuk menggenapkan apa yg kurang, dan memperbaiki yg ditafsirkan salah oleh ahli-ahli Taurat (Mat 5:17). Karena itu sebagian benar Khotbah Di Bukit memberi kejelasan tentang Dasa Titah, dan di situlah diletakkan oleh Yesus patokan-patokan moral, yg akan dipakai untuk menghakimi tingkah laku murid-murid-Nya.

Salah satu kesukaran utama mengenai Mat ialah: Injil ini mengutarakan Yesus mensahihkan keberlakuan Taurat Musa, tapi juga menyatakan hak-Nya untuk 'menggenapinya', sedemikian rupa sehingga kadang-kadang orang menganggap Dia menentang Taurat itu. Bahwa Dia menganggap Pi. mantap mempunyai kekuasaan permanen sebagai Firman Allah, itu dinyatakan dengan ucapan-Nya yg sangat tegas dalam Mat 5:17-19. Tapi serentak dengan itu, betapa kuatnya ditekankan otoritas yg mengikat dari ucapan-ucapan Kristus. sehingga dalam hal-hal tertentu sifat permanen berlakunya hukum Taurat lama itu kelihatannya disangkal. Tapi melihat pernyataan yg begitu pasti tentang kekuasaan hukum Taurat, tidaklah mungkin penulis Injil ini menginginkan pembacanya menarik kesimpulan, bahwa sungguh ada pertentangan antara pernyataan-pernyataan hukum Taurat dengan keterangan-keterangan Yesus sendiri mengenai hal itu. Enam kali dalam Khotbah Di Bukit Yesus menempatkan ucapan-Nya sendiri berhadapan dengan apa yg telah dikatakan terlebih dahulu, dan dalam setiap hal itu, apa yg terlebih dahulu dikatakan merupakan, atau paling sedikit mencakup, kutipan dari Taurat Musa.

Tapi pernah diterangkan bahwa ucapan-ucapan dalam ps 5 'Kamu telah dengar firman' (Mat 5:21) atau 'Telah difirmankan juga' (Mat 5:31), tidak setepatnya selaras dengan 'karena ada tertulis' (Mat 2:5), yg begitu sering dipakai oleh Yesus, bila Dia mengalaskan kekuasaan Alkitab. Dengan ucapan-ucapan itu perhatian ditarik-Nya tidak hanya kepada apa yg dikatakan hukum Taurat, tapi juga kepada apa yg telah diajarkan kepada orang banyak oleh guru-guru mereka sebagai artinya. Dalam agama Yahudi hukum Taurat mempunyai kedudukan yg paling tinggi. Dalam kekristenan tempat itu diisi oleh Kristus sendiri. Dalam Injil Mat yg bersifat Kristen-Yahudi, jelas Kristus tetap menjadi kekuasaan utama. Penting sekali artinya, bahwa hanya Injil ini yg memuat undangan-Nya yg penuh betas kasihan tapi bersifat memerintah, 'Marilah kepada-Ku, semua yg letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yg Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yg Ku-pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan' (Mat 11:28-30).

KEPUSTAKAAN. G. Bornkamm, G Barth, H. J Held, Tradition and Interpretation in Matthew, 1963; W. D Davies, The setting of the Sermon on the Mount, 1964; I. D Kingsbury, Matthew: Structure, Christology, Kingdom, 1975. Lih buku-buku tafsiran oleh W. F Albright dan C. S Mann, 1971: F. V Filson, 1960; H. B Green, 1975; D Hill, 1972; E Schweizer, 1976; R. V. G Tasker, TNTC, 1961. RVGT/MHS/HAO

YOHANES PEMBAPTIS [ensiklopedia]

Lahir (kr 7 sM) bagi satu keluarga yg sudah lanjut usia, yaitu imam Zakharia dan istrinya Elisabet. Yohanes dewasa di padang gurun Yudea (Luk 1:80), dan di situlah ia menerima panggilan menjadi nabi pada kr thn 27 M (Luk 3:2). Dugaan bahwa pada kurun waktu ia di padang gurun itu ia bersekutu dengan kelompok Qumran atau kelompok Esen tidaklah pasti. Seandainya pun hal itu dapat dibuktikan, namun jelas adalah suatu 'dorongan baru' yg menggerakkan dia 'untuk menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yg layak bagi-Nya' (Luk 1:17). Dan jabatan kenabiannya pasti mengakibatkan pemutusan hubungan dengan kelompok Esen atau dengan kelompok lain yg serupa dengan itu, seandainya pun hubungan itu ada selama ini. Sesudah Roh kenabian menghinggapi dia, segera ia terkenal sebagai pengkhotbah yg memanggil seluruh umat supaya bertobat. Berbondong-bondong orang datang mendengar dia, dan banyak dari antara mereka yg dia baptiskan di S Yordan, sesudah mereka mengakui dosa-dosa mereka.

Sikapnya terhadap para pemimpin Israel merupakan kutukan yg sangat berat. 'Kapak sudah tersedia pada akar pohon' demikian ia mengingatkan mereka (Mat 3:10; Luk 3:9). Ia menyebut para pemimpin agama bangsa itu keturunan ular beludak (Mat 3:7), dan dengan gamblang ia menyatakan sama sekali tidak ada artinya kalau hanya tinggal nama saja keturunan Abraham. Hidup yg baru harus mulai; waktunya sudah tiba untuk memanggil keluar dari segenap bangsa itu suatu sisa yg taat, yg bersedia menerima kedatangan Kristus yg sudah sangat dekat, dan menghadapi penghakiman yg hendak diadakan-Nya. Nabi Yohanes menganggap dan juga mengatakan, bahwa dia hanyalah perintis jalan bagi Kristus yg sedang datang, dan -- sejauh bertalian dengan Kristus -- dia juga berkata tidak layak bahkan untuk melakukan pekerjaan yg paling hina pun. Jika pelayanan Yohanes dicirikan oleh baptisan dengan air, maka pelayanan Kristus dicirikan oleh baptisan dengan Roh Kudus dan api.

Tujuan Yohanes Pembaptis dengan sisa bangsa Israel yg taat kepada Allah itu, ialah supaya mereka hidup tersendiri dan khas -- seperti mengutip pernyataan Yosefus (Ant., 18.117) -- Yohanes Pembaptis'Menghimbau orang Yahudi supaya melakukan kebajikan, supaya jujur yg seorang terhadap yg lain, saleh di hadapan Allah, dan bersekutu oleh baptisan'. Himbauan yg terakhir agaknya mengarah kepada pembentukan persekutuan agama yg anggotanya ditentukan oleh baptisan. Barangkali demikianlah setepatnya keadaan itu harus dilukiskan. Tapi Yosefus berkata bahwa ajaran Yohanes ialah, 'baptisan baru berterima bagi Allah jika orang menerimanya bukan untuk mendatangkan pengampunan dosa tapi untuk membersihkan tubuh, dan jika rohnya sudah lebih dulu dibersihkan melalui keadilbenaran'.

Dalam hal ini Yosefus berbeda dari nalar PB. Para penulis Injil mencatat jelas sekali bahwa Yohanes Pembaptis menyerukan, 'Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis supaya Allah mengampuni dosamu' (Mrk 1:4; Luk 3:3). Agaknya Yosefus memasukkan ke dalam baptisan Yohanes apa yg dia ketahui tentang makna pembasuhan orang Esen. Rule of the Community Qumran mencatat makna pembasuhan seperti itu yg hampir sama dengan uraian Yosefus mengenai baptisan Yohanes. Tapi baptisan Yohanes, sama seperti pemberitaannya, jelas adalah kosokbali dari kepercayaan dan praktik orang Esen.

Di antara orang yg datang kepada Yohanes untuk dibaptiskan ialah Yesus. Ia disambut oleh Yohanes sebagai Yg Akan Datang itu, yg sudah dia bicarakan -- kendati kemudian sewaktu Yohanes dalam penjara, ia meragukan jati diri Yesus dan hatinya harus diteguhkan dengan mengatakan kepadanya, bahwa pelayanan Yesus tepat seperti nubuat para nabi, yaitu ciri-ciri dari zaman pemulihan.

Pelayanan Yohanes tidak terbatas hanya di lembah Yordan. Berita dalam Yoh 3:23, bahwa ia melaksanakan pembaptisan (barangkali tidak begitu lama) 'di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air', mudah terlupakan. Agaknya W. F Albright (The Archaeology of Palestine, 1956, hlm 247) benar dalam menentukan letak lokasi ini di sebelah tenggara Nablus, dekat mata air Wadi Far'ah. Artinya, di daerah yg pada waktu itu termasuk kawasan Samaria. Ini dapat menerangkan sedikit tentang ciri-ciri agama Samaria pada zaman permulaan Kristen, juga ucapan Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Yoh 4:35-38, mengenai orang yg tinggal di daerah ini, yg diakhiri dengan kata-kata, 'Orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.' Hasil yg mereka tuai (Yoh 4:39, 41) adalah yg ditaburkan oleh Yohanes Pembaptis.

Usai pelayanan di Samaria, Yohanes kembali ke daerah Herodes Antipas (*HERODES), agaknya ke Perea. Kehadirannya membuat Antipas curiga kalau-kalau dia adalah pemimpin gerakan massa, yg mungkin menimbulkan sesuatu di luar dugaan. Antipas memusuhi Yohanes, lebih-lebih lagi Herodias, istri kedua Antipas, karena Yohanes mencela perkawinan mereka tidak sah. Karena itulah dia dipenjarakan di benteng Makhaerus, dan beberapa bulan kemudian dipancung di sana.

Dalam PB Yohanes digambarkan terutama sebagai perintis jalan bagi Yesus. Dijebloskannya dia ke dalam penjara menjadi tanda bagi awal pelayanan Yesus di Galilea (Mrk 1:14 dab). Dan aktivitasnya membaptiskan merupakan titik permulaan bagi pemberitaan rasuli (Kis 10:37; 13:24 dab; bnd 1:22 dan Mrk 11:1-4). Yesus menilai Yohanes ialah Elia yg dijanjikan dalam Mat 4:5 dab, yg harus datang dan menggenapi pelayanannya untuk memulihkan Israel menjelang datangnya 'hari Yahweh yg besar dan dahsyat itu' (Mrk 9:13; Mat 11: 14; bnd Luk 1:17). Yesus juga menganggap Yohanes sebagai orang yg terakhir dan yg terbesar dalam urutan nabi: 'Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan' (Luk 16:16). Kendati demikian dan kendati tidak ada yg melebihinya perihal citra pribadi, toh dia lebih kecil dari yg terkecil dalam Kerajaan Allah. Ia berada di ambang pintu orde baru sebagai perintisnya (seperti Musa memandang tanah perjanjian dari Pisga), tanpa ia sendiri masuk ke dalamnya. Murid-murid Yohanes tetap mempertahankan keberadaan mereka, agak lama sesudah ia mati.

KEPUSTAKAAN. C. H Kraeling, John the Baptist, 1951; .1 Steinmann, Saint John the Baptist and the Desert Tradition, 1958; A. S Geyser, 'The Youth of John the Baptist', NovT 1, 1956, hlm 70 dab; W. H Brownlee, 'John the Baptist in the New Light of Ancient Scrolls', dalam The Scrolls and the New Testament, (red.) K Stendahl, 1958, hlm 33 dab; C. H Scobie, John the Baptist, 1964. FFB/MHS/HAO

YUNUS [ensiklopedia]

Nama diri Ibrani, artinya 'merpati'.

1. Seorang nabi Ibrani pada pemerintahan Yerobeam II, raja Israel, abad 8 sM. Asalnya Gat-Hefer, suatu desa suku Zebulon, letaknya di sekitar Nazaret. Nama ayahnya ialah Amitai. Ia menubuatkan ekspansi oleh Yerobeam atas wilayah Siria (2 Raj 14:25). Yunus inilah tokoh dari Kitab yg memakai namanya, yaitu nabi ke-5 dari 12 nabi kecil. Kitab Yun agak berbeda dari Kitab Nabi-nabi lainnya, karena hampir seluruhnya merupakan cerita dan tidak mengandung ucapan nubuat yg panjang (lih artikel berikut).

2. Bapak Simon Petrus, menurut Mat 16:17. Beberapa naskah yg memuat Yoh 1:42; 21:15 dab menyebut Petrus juga sebagai Yunus, tapi bacaan yg terbaik dari ay-ay itu ialah 'Yohanes'. DFP/MHS/HAO

\\==> Image 00340\\

LUKAS [biotokoh pb]

Disebut pertamaLukas 1:3
Namanya disebut41 X
Kitab yang menyebutLukas, Kisah Para Rasul, Kolose, II Pet, Filemon
PekerjaanDokter medis (Kol 4:14)
Tempat kelahiranMungkin di Antiokia, Siria.
Tempat kematianTradisi mengatakan, ia mati di Negeri Yunani.
Keadaan kematianTradisi mengatakan, bahwa ia dalam pengorbanan imannya kepada Kristus bersama Rasul Andreas.
Terakhir disebutFilemon 24
Fakta pentingDia adalah penulis Kitab Lukas,Kisah Para Rasul, dan melayani sebagai dokter pribadi Paulus.
Ringkasan
  1. I. Pelayanan Lukas.
    1. A. Dia adalah teman sekerja Rasul Paulus.
      1. 1. Perjalanannya dengan Paulus, selama misinya kedua.
        1. a. Lukas ikut serta dengan Paulus, Silas dan Timotius di kota Troas. Kis 16:8-10
        2. b. Ia melayani pada Lidia dan seorang perempuan yang kesurupan di Filipi. Kis 16:14-18
        3. c. Saat Paulus dan Silas dipenjara, terpisahlah sementara Lukas dan Timotius. Kis 16:19-34
      2. 2. Perjalanan dengan Paulus pada misinya yang ketiga.
        1. a. Bersama dengan Paulus, dan sampailah di Troas. Kis 20:6
        2. b. Oleh bisikan Roh saat berdoa, mereka memberi tahu kepada Paulus, supaya tidak pergi ke Yerusalem. Kis 21:4-6
        3. c. Dia mengunjungi Filipus, pemberita Injil dan mempunyai empat anak perempuan, di Kaisarea. Kis 21:8-9
        4. d. Seorang Nabi yang bernama Agabus, ia datang mengambil ikat pinggang Paulus, sambil mengikat kaki dan tangannya sendiri, ia berkata: "Demikian kata Roh Kudus: "Beginilah orang yang mempunyai ikat pinggang ini akan diikat oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem dan diserahkan ke dalam tangan bangsa-bangsa lain." Murid-murid mencegah Paulus untuk pergi ke Yerusalem. Kis 21:10-12
        5. e. Tetapi Paulus menjawab: "Mengapa kamu menangis dan dengan jalan demikian mau menghancurkan hatiku? Sebab aku ini rela bukan saja untuk diikat, tetapi juga untuk mati di Yerusalem oleh karena.nama Tuhan Yesus." Kis 21:13-14
      3. 3. Tiba di Yerusalem bersama Paulus.
        1. a. Murid-murid di Kaisarea membawanya ke rumah Manason, ia dari Siprus dan sudah lama menjadi murid. Kami akan menumpang di rumahnya. Kis 21:16
        2. b. Dia kemudian mengunjungi Yakobus. Kis 21:17-18
    2. B. Pelayanan Lukas tepat untuk Paulus selama bermacam-macam hukuman penjara.
      1. 1. Kerjasamanya dengan Paulus di Kaisarea waktu Rasul dua tabun dipenjara. Kis 24:27; 27:1
      2. 2. Berlayar bersama Paulus ke Roma. Kis 27:1
        1. a. Ia bertahan terus terhadap.badai yang buruk. Kis 27:18-20
        2. b. Setelah dengan selamat tiba di pantai, barulah kami tahu, bahwa daratan itu adalah pulau Malta. Kis 28:1
        3. c. 'Selama tiga hari, Publius, Gubernur, menyambutnya dan menjamunya dengan ramah. Kis 28:7
        4. d. Paulus mendoakan dan menjamah ayah Publius yang sakit, dan sembuhlah ia. Kis 28:8-10
        5. e. Tiga bulan kemudian, Lukas berangkat naik kapal dari Aleksandria. Kis 28:11
      3. 3. Tiba di Roma bersama Paulus. Kis 28:11-16
  2. II. Naskah Lukas
  3. Lukas menulis dua Kitab dalam Perjanjian Baru, yaitu Injil Lukas dan Kisah Para Rasul.
INJIL LUKAS
  1. I. Lukas menyusun materinya dari banyak sumber. Luk 1:1-4
    1. A. Ia adalah seorang yang berpendidikan.
    2. B. Tulisannya dengan latar belakang dan perspektif Yunani.
  2. II. Lukas memandang Kristus sebagai Anak Manusia, yakni manusia yang sempurna.
    1. A. Penjelasannya: Lukas menjelaskan.kepada kawannya, Teopilus, apa alasannya mengapa menulis catatan mengenai Anak manusia. Luk 1:1-4
    2. B. Buku Pemberitahuan: Ada sejumlah pengumuman sorgawi mengenai Anak Manusia dan pendahulunya, yang terjadi sebelum dan sesudah peristiwa Betlehem.
      1. 1. Yang mendahului kelahiranNya.
        1. a. Zakharia dan Gabriel; Luk 1:5-25
        2. b. Maria dan Gabriel; Luk 1:26-38
        3. c. Maria dan Elisabet; Luk 1:39-56
        4. d. Zakharia dan bayi Yohanes; Luk 1:57-80
        5. e. Maria dan Yusuf; Luk 2:1-7
      2. 2. Sesudah kelahiranNya.
        1. a. Para gembala dan para malaikat; Luk 2:8-15
        2. b. Para gembala dan Juruselamat; Luk 2:16-20
        3. c. Simeon dan Juruselamat; Luk 2:21-35
        4. d. Hana dan Juruselamat; Luk 2:36-38
    3. C. Persiapan: Ketenangan masa anak-anak Yesus, adalah persiapanNya untuk perananNya sebagai Anak Manusia yang sempurna.
      1. 1. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galelia. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya. Ia diperkenan Allah dan manusia. Luk 2:39-40,52
      2. 2. Ketika Yesus berumur 12 tahun, pergilah mereka ke Yerusalem. Tanpa diketahui oleh orang tuanya, Yesus berada di Bait Allah, sedang duduk di tengah-tengah imam-imam dan mengadakan tanya jawab. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasanNya. Jawab Yesus kepada orang tuaNya: "Mengapa engkau mencari Aku? Karena Aku harus berada di dalam rumah BapaKu" Luk 2:41-51
    4. D. Penantian.
    5. Khotbah Yohanes di seluruh Yudea, supaya semua orang bertobat. Dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan. Luk 3:3-6
    6. E. Pengesahan.
    7. Saat dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Bapa memberi restu suatu jabatan tinggi Anak Manusia. Luk 3:21-22
    8. F. Dokumentasi.
    9. Lukas mengikut sertakan silsilah Anak Manusia itu dari belakang sampai Adam, kutipan garis besarnya, lewat Natan, kedua. Anak Raja Daud. Luk 3:23-38
    10. G. Pencobaan.
    11. Setan tidak berhasil dalam ketiga pencobaan terhadap Anak Manusia. Luk 4:1-13
    12. H. Penyataan.
    13. Berita Injil dari Anak Manusia memberitakan Injil ke seluruh negeri itu. Luk 4:14-15,42-44 Dan Ia berkata kepada mereka: "Aku harus memberitakan Kerajaan Allah, sebab untuk itulah Aku diutus." Luk 4:43
      1. 1. Khotbah yang Ia sampaikan:
        1. a. Di Nazaret tentang Kitab Yesaya 61; Luk 4:16-30
        2. b. Di atas gunung; Luk 6:17-49
        3. c. Di Bukit Zaitus (pengajaran); Luk 21:5-38
      2. 2. Pokok-pokok pembicaraan:
        1. a. Hubungan rohani yang benar; Luk 8:19-21
        2. b. Masa depan penderitaanNya Kematian dan KebangkitanNya Luk 9:22,44-45; 17:25; 18:31-34
        3. c. Pemuridan; Luk 9:23-26,57-62; 14:25-33
        4. d. Kebesaran; Luk 9:46-48; 22:24-27
        5. e. Kepicikkan; Luk 9:49-50
        6. f. Ketidakpercayaan datangnya penghakiman atas generasinya; Luk 11:29-32
        7. g. Roh Kudus; Luk 12:10-12
        8. h. Tamak; Luk 12:13-15; 16:14-15
        9. i. Pemeliharaan Tuhan; Luk 12:6-7,22-34
        10. j. Berjaga-jaga; Luk 12:35-40
        11. k. MisiNya; Luk 12:49-53
        12. l. Pertobatan dan pengakuan; Luk 13:1-5; 12:8-9
        13. m. Tanda zaman; Luk 12:54-57
        14. n. Pekerjaan agama palsu; Luk 13:22-30
        15. o. Takhta pengadilan; Luk 12:2-5
        16. p. Perceraian; Luk 16:18
        17. q. Pengampunan; Luk 17:3-4
        18. r. Iman; Luk 17:22-37
        19. s. Peristiwa akhir; Luk 17:22-37
        20. t. Pahala; Luk 18:28-30 ; 22:28-30
    14. I. Memuji. Penghormatan yang tinggi atas Yohanes Pembaptis; Luk 7:19-29
    15. J. Memilih dan mengutus murid
      1. 1. Dua belas murid.
        1. a. PanggilanNya kepada Andreas, Petrus, Yakobus dan Yohanes; Luk 5:1-11
        2. b. PanggilanNya kepada Lewi; Luk 5:27-29
        3. c. Pemilihan ke dua belas murid; Luk 6:13-16
        4. d. Selanjutnya pengutus kedua belas murid; Luk 9:1-11
      2. 2. Tujuh murid; Luk 10:1-24
    16. K. Demonstrasi kuasa
    17. Anak Manusia menunjukkan kekuatanNya, dengan melakukan 18 keajaiban, yang direkam oleh Lukas.
      1. 1. Pengusiran Setan-setan.
        1. a. Seorang di Kapernaum; Luk 4:31-37
        2. b. Seorang di Gadara; Luk 8:26-40
        3. c. Anak yang disiksa roh jahat; Luk 9:37-43
        4. d. Setan yang membisukan; Luk 11:14
      2. 2. Membangkitkan dari kematian:
        1. a. Anak janda di Nain; Luk 7:11-18
        2. b. Anak perempuan Yairus; Luk 8:41-42,49-50
      3. 3. Memberi makan 5000 orang; Luk 9:12-17
      4. 4. Penyembuhan sakit penyakit:
        1. a. Ibu mertua Petrus; Luk 4:38-39
        2. b. Orang kusta; Luk 5:12-14
        3. c. Sepuluh orang kusta; Luk 17:11-19
        4. d. Orang lumpuh; Luk 5: 17-26
        5. e. Orang yang lumpuh tangannya; Luk 6:6-11
        6. f. Penyembuhan dari jauh; Luk 7:1-10
        7. g. Wanita yang pendarahan; Luk 8:43-48
        8. h. Wanita 18 tahun bungkuk; Luk 13:10-17
        9. i. Busung air; Luk 14:1-6
        10. j. Bartimeus yang buta; Luk 18:35-43
      5. 5. Menenangkan lautan; Luk 8:22-25
    18. L. Ilustrasi. Ilustrasi dari Berita injil dan MisiNya, dilukiskan dalam perumpamaan. Ada 25 perumpamaan sebagai catatan Lukas.
      1. 1. Dua orang yang berhutang; Luk 7:40-43
      2. 2. Penabur dan tanah; Luk 4:4-15
      3. 3. Biji sesawi; Luk 13:18-19
      4. 4. Ragi; Luk 13:20-21
      5. 5. Lampu yang bercahaya; Luk 8:16-18; 11:33-36
      6. 6. Orang Samaria yang baik; Luk 10:25-37
      7. 7. Ayah yang dermawan; Luk 11:11-13
      8. 8. Sahabat yang gigih; Luk 11:5-8
      9. 9. Reformasi tanpa regenerasi; Luk 11:24-26
      10. 10. Orang kaya yang bodoh; Luk 12:16-21
      11. 11. Pelayan yang beriman dan setia; Luk 12:41-48
      12. 12. Pohon ara yang tidak berbuah; Luk 13:6-9
      13. 13. Tamu yang ambisi; Luk 14:7-14
      14. 14. Perjamuan besar; Luk 14:15-24
      15. 15. Domba yang hilang; Luk 15:1-7
      16. 16. Uang yang hilang; Luk 15:8-10
      17. 17. Anak yang terhilang; Luk 15:11-32
      18. 18. Bendahara yang tidak jujur; Luk 16:1-13
      19. 19. Orang kaya dan Lazarus; Luk 16:19-31
      20. 20. Tuan dan hamba; Luk 17:7-10
      21. 21. Janda yang gigih; Luk 18:1-8
      22. 22. Pemungut cukai dan orang Farisi; Luk 18:9-14
      23. 23. Sepuluh uang mina; Luk 19:11-27
      24. 24. Kemarahan pemilik kebun anggur; Luk 20:9-18
      25. 25. Pohon ara yang bertunas; Luk 21:29-32
    19. M. Permohonan Anak Manusia menganggap pokok-pokok doa sebagai sesuatu yang sangat penting.
      1. 1. Doa pribadiNya - Yesus berdoa:
        1. a. Saat dibaptis; Luk 3:21
        2. b. Mengasingkan diri; Luk 5:16
        3. c. Sebelum memilih 12 murid; Luk 6:12
        4. d. Sebelum pengakuan Petrus; Luk 9:18
        5. e. Selama Ia dipermuliakan; Luk 9:29
        6. f. Setelah mendengar laporan dari 70 murid; Luk 10:21:22
        7. g. Sebelum mengajar berdoa; Luk 11:1
        8. h. Sebelum Petrus ditampi; Luk 22:31-32
        9. i. Di Taman Getsemani; Luk 22:41-44
        10. j. Di atas Salib; Luk 23:24,36
      2. 2. Pola doanya; Luk 11:2-4
      3. 3. Maksud doaNya; Luk 6:27-28; 11:9-10; 18:1; 21:36; 22:40
    20. N. Undangan : Dalam dua peristiwa yang istimewa dari Anak Manusia mengundang secara pribadi;
      1. 1. Kepada orang muda yang kaya; Luk 18:18-24
      2. 2. Kepada Zakheus; Luk 19:1-10
    21. O. Ketidaktoleransian: Orang Samaria Luk 9:51-56
    22. P. Penjelasan: Maria telah memilih bagian yang terbaik; Luk 10:38-42
    23. Q. Pentahbisan: Beberapa anak; Luk 18:5-17
    24. R. Ratapan: Anak Manusia menangisi kota Yerusalem; Luk 19:41-42
    25. S. Menyatakan diri: Anak manusia menyatakan diri kepada penduduk di Yerusalem; Luk 19:28-40
    26. T. Pemurnian: Anak Manusia menyucikan Bait Allah; Luk 19:45-48
    27. U. Pengamatan: Anak Manusia memberi ulasan mengenai seorang janda yang miskin dan persembahannya dalam Bait Allah; Luk 21:1-4
    28. V. Konfrontasi: Anak Manusia sering dikonfrontasi oleh para pemimpin orang-orang Yahudi yang jahat.
      1. 1. Mereka mengatakan Ia menghujat; Luk 5:21
      2. 2. Mereka menuduh Dia kemasukan Setan; Luk 11:15
      3. 3. Mencela Dia dalam bermacam-macam keadaan:
        1. a. Teman sejawat orang-orang berdosa; Luk 5:31-32; 7:36-39
        2. b. Tidak melakukan puasa; Luk 5:33-35
        3. c. Tidak mencuci tangan sebelum makan; Luk 11:37-38
        4. d. Menyembuhkan pada hari Sabat; Luk 6:6-11
      4. 4. Mereka menantang kuasaNya; Luk 20:1-8
      5. 5. Usaha untuk memperangkap Dia, mengenai:
        1. a. Pembayaran upeti; Luk 20:19-26
        2. b. Kebangkitan orang mati; Luk 20:27-33
    29. W. Penghukuman: Anak Manusia sungguh-sungguh menghukum pemimpin Yahudi; Luk 7:30; 11:39-54; 20:45-47
    30. X. Melambangkan: Anak Manusia melambangkan penderitaanNya dengan roti dan anggur; Luk 22:7-20
    31. Y. Penyangkalan: Anak Manusia disangkal dan dikhianati oleh dua pengikutNya.
      1. 1. Pengkhianatan Yudas Iskariot; Luk 22:1-6,47-48
      2. 2. Penyangkalan Petrus; Luk 22:34,53-62
    32. Z. Interogasi: Penangkapan Anak Manusia di Taman Getsemani, dan beberapa pengadilan:
      1. 1. Di hadapan Imam Besar; Luk 22:54,63-65
      2. 2. Di hadapan Sanhedrin; Luk 22:16-71
      3. 3. Di hadapan Pilatus (ke-1); Luk 23:1-5
      4. 4. Di hadapan Herodes; Luk 23:6-12
      5. 5. Di hadapan Pilatus (ke-2); Luk 23:13-25
    33. AA. Kekejaman : Saat Anak Manusia secara kej am disalibkan di Kalvari; Luk 23:33-49
    34. BB. Otorisasi: Yusuf dari Arimatea mendapat izin dari Pilatus untuk mengangkat mayat Anak Manusia dan menaruhNya dalam kuburan yang baru; Luk 23:50-53
    35. CC. Penyelesaian: Perempuan-perempuan menyediakan rempah-rempah guna mengurapi tubuh Anak Manusia untuk akhir penguburanNya; Luk 23:54-56
    36. DD. Mempertahankan nama baik. Anak Manusia mempertahankan nama baik, lewat Kemuliaan KebangkitanNya dari kematian.
      1. 1. Mengumumkan kepada beberapa perempuan-perempuan di kubur; Luk 24:1-12
      2. 2. Muncul kepada para muridNya.
        1. a. Kristus muncul di tengah-tengah dua dari mereka yang sedang dalam perjalanan menuju Emaus; Luk 24:13-32
        2. b. Kristus muncul kepada 10 murid di ruang atas; Luk 24:33-44
    37. EE. Dipermuliakan. Anak Manusia naik ke sorga Luk 24:49-53
KISAH PARA RASUL Bagian I
  1. I. Kebangunan rohani yang lebih besar di Yerusalem(Kis 1-12), dipimpin oleh Petrus orang nelayan, dan dibantu oleh Stefanus dan Filipus.
    1. A. Petrus dan 120 murid; Kis 1:1-26
      1. 1. Di Bukit Zaitun; Kis 1:1-12
        1. a. Menerima jaminan dari Kristus; Kis 1:6-8
        2. b. Menyaksikan kenaikkan Kristus; Kis 1:9:11
      2. 2. Di ruang atas.
        1. a. Persekutuan doa; Kis 1:13-14
        2. b. Persekutuan usaha; Kis 1:15-26
    2. B. Petrus dengan orang banyak pada hari Pentakosta.
      1. 1. Lidah-lidah api; Kis 2:1-47
      2. 2. Kumpulan manusia; Kis 2:5-11
      3. 3. Kekacauan; Kis 2:12-13
      4. 4. Penjelasan; Kis 2:14-15
      5. 5. Perbandingan; Kis 2:16-21
        1. a. Yoel dalam Perjanjian Lama; Kis 2:16
        2. b. Nubuat Yoel dalam Perjanjian Lama; Luk 2:17-21
      6. 6. Penghukuman; Kis 2:22-28
        1. a. Mesias disalibkan oleh musuh-musuhNya; Kis 2:22-24
        2. b. Mesias dibangkitkan oleh Bapa; Kis 2:24
      7. 7. Kesimpulan; Kis 2:29-36
      8. 8. Keyakinan; Kis 2:37
      9. 9. Perintah; Kis 2:38-39
      10. 10. Pertobatan; Kis 2:41
      11. 11. Kerukunan; Kis 2:42-47
    3. C. Petrus dan orang lumpuh.
      1. 1. Mujizat; Kis 3:1-11
        1. a. Kebutuhan kesembuhan; Kis 3:2
        2. b. Nama yang menyembuhkan; Kis 3:4-6
        3. c. Sifat kesembuhan; Kis 3:8
      2. 2. Khotbah tentang Salib; Kis 3:12-26
        1. a. Promotor dari Salib; Kis 3:13-15
        2. b. Nubuat Salib dalam perjanjian Lama; Kis 3:18
        3. c. Kuasa Salib; Kis 3:16,26
          1. (1) Kepercayaan itu menyembuhkan tubuh; Kis 3:16
          2. (2) Kepercayaan itu menyembuhkan jiwa; Kis 3:26
        4. d. Program dari Salib; Kis 3:15,18-21
        5. e. Undangan dari Salib; Kis 3:19,26
    4. D. Petrus dan Imam Besar; Kis 4:1-39
      1. 1. Penangkapan; Kis 4:2
      2. 2. Fakta-fakta yang mendukung penahanan; Kis 4:4
      3. 3. Dialog dalam penangkapan; Kis 4:8-12
      4. 4. Konperensi selama penahanan; Kis 4:13-17
      5. 5. Peringatan dalam mengiringi penahanan; Kis 4:18-22
      6. 6. Kebaktian pujian mengikuti penahanan; Kis 4:23-30
      7. 7. Berkat yang dihasilkan dalam penahanan; Kis 4:31-37
    5. E. Petrus dan Ananias & Safira; Kis 5:1-11
      1. 1. Kecurangan mereka; Kis 5:1-2
      2. 2. Mereka ketahuan; Kis 5:3-4
      3. 3. Kematian mereka; Kis 5:5,10
    6. F. Petrus dan orang-orang sakit; Kis 5:12-16
    7. G. Petrus dan pengacara Gamaliel; Kis 5:17-42
      1. 1. Kemarahan orang Saduki; Kis 5:17-18
      2. 2. Penampakan Tuhan; Kis 5:19-20
      3. 3. Keajaiban dalam penjara; Kis 5:21-26
      4. 4. Pernyataan Petrus; Kis 5:27-32
      5. 5. Nasihat dari Gamaliel; Kis 5:34-39
      6. 6. Pendirian dari para Rasul; Kis 5:40-42
        1. a. Kesakitannya; Kis 5:40
        2. b. Pujiannya; Kis 5:41
        3. c. Keteguhannya; Kis 5:42
    8. H. Petrus dan Simon penyihir; Kis 8:9-25
      1. 1. Keangkuhan Simon; Kis 8:9-11
      2. 2. Perbuatan Simon; Kis 8:18-19
      3. 3. Hukuman Simon; Kis 8:20-21
      4. 4. Permohonan Simon; Kis 8:24
    9. I. Petrus dan Eneas; Kis 9:32-35
      1. 1. Kesengsaraannya; Kis 9:32-33
      2. 2. Mujizatnya; Kis 9:34
    10. J. Petrus dan Tabita (Dorkas); Kis 9:36-42
      1. 1. Perbuatan baik; Kis 9:36
      2. 2. Kematiannya; Kis 9:37
      3. 3. Pelepasannya; Kis 9:38-41
    11. K. Petrus dan Kornelius Kis 9:43-10:48
      1. 1. Kornelius orang saleh; Kis 10:1-8
      2. 2. Petrus di Yope; Kis 10:9:23
      3. 3. Petrus dan Kornelius; Kis 10:24-48
    12. L. Petrus dan orang-orang Yahudi yang percaya.
      1. 1. Tuduhannya; Kis 11:1-3
      2. 2. Perbedaan pendapat; Kis 11:14-17
      3. 3. Dukungan; Kis 11:18
    13. M. Petrus dan Malaikat Tuhan; Kis 12:1-17
      1. 1. Keberhasilan Petrus keluar dari penjara; Kis 12:5-11
      2. 2. Perjuangan Petrus dalam memasuki rumah doa; Kis 12:12-16
    14. N. Petrus dan dewan Yerusalem; Kis 15
      1. 1. Ulasannya; Kis 15:7-9
      2. 2. Peringatannya; Kis 15:10
      3. 3. Kesimpulannya; Kis 15:11
  2. II. Aktivitas Stevanus; Kis 6:1-7:60
    1. A. Keluhan dari kaum awam; Kis 6:1
    2. B. Konperensi dari para pemimpin; Kis 6:2-4
    3. C. Pemilihan pekerjaan-pekerjaan; Kis 6:5-7
      1. 1. Kedewasaan rohani Stefanus; Kis 6:5-10
      2. 2. Mujizat-mujizat Stefanus; Kis 6:8
      3. 3. Fitnah terhadap Stefanus; Kis 6:9-14
      4. 4. Sinar kemuliaan Stefanus; Kis 6:15
      5. 5. Berita Injil dari Stefanus; Kis 7:1-53
      6. 6. Stefanus mati syahid; Kis 7:54-60
        1. a. Penyiksaan Stefanus; Kis 7:54,57-58
        2. b. Permulaan kemuliaan; Kis 7:55-56
        3. c. Doanya Stefanus; Kis 7:59-60
          1. (1) Untuk dirinya sendiri; Kis 7:59
          2. (2) Untuk musuh-musuhnya; Kis 7:60
  3. III. Aktivitas Filipus, Kis 6:5; 8:5-8; 26-40
    1. A. Misinya di Samaria;
      1. 1. Khotbah penginjilannya; Kis 8:5
      2. 2. Keajaiban dalam melakukan; Kis 8:6-8
    2. B. Pemenang jiwa di Gaza; Kis 8:26-40
      1. 1. Misinya dari malaikat; Kis 8:26
      2. 2. Misinya kepada Sida-sida; Kis 8:27-40
        1. a. Kebingungan Sida-sida; Kis 8:31-34
        2. b. Pertobatan Sida-sida; Kis 8:36-37
        3. c. Pengakuan Sida-sida; Kis 8:38-40
    3. C. Keluarga di Kaisarea; Kis 21:8-9
KISAH PARA RASUL Bagian II: Kebangunan Rohani Global Perjalanan perang Salib sedunia; Kis 13-28 Dipimpin oleh Paulus, tukang kemah, dibantu Barnabas, Silas, Timotius, Markus dan Lukas.
  1. I. Pertobatan Paulus; Kis 9:1-19; 22:5-16; 26:12
    1. A. Kebencian terhadap umat Allah Kis 9:1-2; 22:4; 26:9-12
    2. B. Penglihatan Paulus tentang Anak Allah. Kis 9:3-9; 22:6-11; 26:12-18
    3. C. Paulus dikunjungi seorang hamba Allah Kis 9:10-18; 22:13-16
  2. II. Perjalanan Misi pertama; Kis 13:2-14:2
    1. A. Berhenti pertama di Siprus; Kis 13:4-12
    2. B. Berhenti ke dua di Perga; Kis 13:13 (Yohanes dan Markus meninggalkan tim)
    3. C. Berhenti ke tiga Antiokia di Pisidia; Kis 13:14-50
    4. D. Berhenti ke empat, Ikonium; Kis 13:51-4:5
    5. E. Berhenti ke lima di Listra; Kis 14:6-23
    6. F. Berhenti ke enam, kembali ke Antiokia; Kis 14:24-28
  3. III. Sidang di Yerusalem dihadiri Paulus Kis 15:1-35
    1. A. Alasan mengapa diadakan sidang; Kis 15:1-2.5-6
    2. B. Laporan-laporan yang diberikan di dalam sidang.
      1. a. Laporan Yakobus: Orang kafir tidak disunat oleh karena dua alasan:
        1. (1) Alasan praktis: Allah telah menyelamatkan orang kafir tanpa upacara penyunatan.
        2. (2) Alasan nubuatan; Nabi Amos sudah menubuatkan hal ini akan terjadi; Kis 15:15-18
    3. C. Rekomendasi sidang; Kis 15:22-35
      1. 1. Siapa utusan yang membawa rekomendasi mereka; Kis 15:22-27
      2. 2. Isi berita dalam rekomendasi mereka; Kis 15:28-35
  4. IV. Pertentangan antara Paulus dan Barnabas Kis 15:30-40
    1. A. Latar belakang dari pertentangan; Kis 15:36-38
    2. B. Berkat dari pertentangan; Kis 15:39-40
  5. V. Perjalanan Misi Paulus yang ke dua; Kis 15:41-18:22
    1. A. Berhenti pertama di Listra; Kis 16:1-5
      1. 1. Memilih Timotius; Kis 16:1-2
      2. 2. Menyunat Timotius; Kis 16:3
    2. B. Berhenti ke dua di Troas; Kis 16:6-10
      1. 1. Roh Kudus melarang untuk pergi ke utara dan selatan; Kis 16:6-7
      2. 2. Diminta Roh Kudus pergi ke barat; Kis 16:9-10
    3. C. Berhenti ke tiga di Filipi; Kis 16:11-40
      1. 1. Keselamatan pengusaha wanita; Kis 16:13-15
      2. 2. Keselamatan perempuan kerasukan setan; Kis 16:16-18
      3. 3. Keselamatan pengawas penjara; Kis 16:19-40
    4. D. Berhenti ke empat di Tesalonika; Kis 17:1-9
    5. E. Berhenti ke lima di Berea; Kis 17:10-14 (Timotius dan Slis tinggal di Berea)
    6. F. Berhenti ke enam di Atena; Kis 17:15-34
    7. G. Berhenti di Korintus; Kis 18:1-18
      1. 1. Sahabat-sahabat Paulus di.kota ini; Kis 18:15
      2. 2. Musuh-musuh Paulus di kota ini; Kis 18:1-5
      3. 3. Buah-buah Paulus di kota ini; Kis 18:8,11
      4. 4. Bapa sorgawi Paulus di kota ini; Kis 18:9-10
    8. H. Berhenti ke delapan di Efesus; Kis 18:19-21
  6. VI. Perjalanan Misi Paulus ketiga; Kis 18:23-21:14
    1. A. Berhenti pertama di Asia Kecil (Paulus mengunjungi gereja-gereja, untuk memacu dan memperkuat mereka); Kis 18:23
    2. B. Berhenti ke dua di Efesus; Kis 18:24-28
      1. a. Pelopor di Efesus adalah Apolos; Kis 18:24-28
      2. b. Guru Apolos; Kis 18:26
      3. c. Buah-buah Paulus di Efesus; Kis 19:1-41
    3. C. Berhenti ke tiga di Gerika; Kis 20:1-3
    4. D. Berhenti ke empat di Troas; Kis 20:6-12
      1. 1. Tengah malam berunding; Kis 20:7
      2. 2. Pagi-pagi buta ada kecelakaan; Kis 20:10-12
      3. 3. Dengan mujizat, ia hidup; Kis 20:10-12
    5. E. Berhenti ke lima di Miletus; Kis 20:25-38
    6. F. Berhenti ke enam di Tire; Kis 21:1-6
    7. G. Berhenti ke tujuh di Kaisarea; Kis 21:8-14
  7. VII. Kunjungan Paulus yang terakhir di Yerusalem; Kis 21:15-20
    1. A. Desas-desus mengenai Paulus; Kis 21:18-22,27-30
    2. B. Reaksi Paulus; Kis 21:23-26
    3. C. Pertolongan bagi Paulus; Kis 21:30-32
    4. D. Jawab Paulus; Kis 21: 33-23:10
    5. E. Wahyu kepada Paulus; Kis 23:11
    6. F. Pembalasan dendam kepada Paulus; Kis 23:12-15
    7. G. Sanak famili Paulus; Kis 23:16-22
    8. H. Penyingkiran Paulus; Kis 23:23-32
  8. VIII. Paulus dipenjara di Kaisarea; Kis 23:33-26:32
  9. Paulus di hadapan:
    1. A. Felix; Kis 23:33-24:27
    2. B. Festus; Kis 25:1-12
    3. C. Agripa; Kis 25:13-26:32
  10. IX. Pelayaran Paulus ke Roma; Kis 27:1-28:31
    1. A. Tahap 1: Dari Kaisarea ke Pelabuhan Indah; Kis 27:1-12
    2. B. Tahap 2: Dari Pelabuhan Indah ke Melita; Kis 26:13-27-:44
    3. C. Tahap 3: Di Melita; Kis 28:1-10
    4. D. Tahap 4: Dari Melita ke Roma; Kis 28:11-15

MARKUS [biotokoh pb]

Disebut pertamaKis 12:25
Namanya disebut10 X
Kitab yang menyebutKisah Para Rasul, Kolose, 2 Timotius, Filemon, I Petrus.
PekerjaanPenulis dan utusan Injil.
Tempat kelahiranMungkin di Yerusalem
Tempat kematianTradisi mengatakan, ia mati diseret di jalan dengan leher diikat tali
Terakhir disebutI Pet 5:13
Fakta pentingIa penulis Injil Markus.
Ringkasan
  1. I. Kegagalan Markus
    1. A. Ia dibawa ke Antiokia oleh Paulus dan pamannya, Barnabas; Kis 12:25
    2. B. Ia menyertai Paulus dan Barnabas dalam misinya yang pertama; Kis 13:5
    3. C. Pada waktu keadaan bertambah sulit, ia meninggalkan tim di Perga, dan kembali pulang.
    4. D. Kemudian pada misinya ke dua, Paulus menolak keikutsertaan Markus. Kis 15:36-38
  2. II. Keberhasilan Markus
    1. A. Yohanes Markus dan Barnabas. Tetapi kemudian Barnabas membawa Markus, berlayar ke Siprus, dalam misinya; Kis 15:39
    2. B. Yohanes Markus dan Paulus.
      1. 1. Ia melayani Rasul Paulus di Roma pada saat Paulus pertama kali dipenjara.
      2. 2. Ia dipanggil Paulus, selama Paulus terakhirnya dipenjara.
    3. C. Yohanes Markus dan Petrus.
    4. Oleh Petrus, Markus dijadikan anaknya sendiri. l Pet 5:13
  3. III. Markus, penulis
  4. Dia adalah penulis dari Injil yang ia beri judul namanya.
INJIL MARKUS Markus menekankan, bahwa Kristus adalah Hamba.
  1. I. Hamba yang diasingkan
    1. A. Pendahulunya; Mrk 1:1-8
    2. B. BaptisanNya; Mrk 1:9-11
    3. C. CobaanNya; Mrk 1:12-13
  2. II. Jurubicara dari Hamba.
    1. A. Persekutuan pribadi dengan para rasulNya.
      1. 1. Yakobus, Yohanes, Petrus, dan Andreas; Mrk 1:14-20
      2. 2. Matius; Mrk 2:13-14
    2. B. Pelayanan umum dari rasul-rasulNya.
      1. 1. Panggilan dari 12 murid; Mrk 3:13-21
      2. 2. Pengutusan 12 murid; Mrk 6:7-13
  3. III. Pokok-pokok khotbah dari Juruselamat.
  4. "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itulah, Aku telah datang." Mrk 1:38
    1. A. Penyampaian khotbah-khotbahNya:
      1. 1. Penabur dan tanah; Mrk 4:1-34
      2. 2. Gambaran dari pencemaran; Mrk 7:1-23
      3. 3. Pengajaran di Bukit Zaitun; Mrk 13:1-37
    2. B. Pokok-pokok pembicaraan
      1. 1. Dosa yang tak dapat diampuni; Mrk 3:22-30
      2. 2. Hubungan yang benar; Mrk 3:31-35
      3. 3. Hakekat seorang murid; Mrk 8:34-38
      4. 4. Siapa yang terbesar; Mrk 9:33-37; 10:42-45
      5. 5. Jangan terpecah-pecah; Mrk 9:38-41
      6. 6. Neraka; Mrk 9: 42-50
      7. 7. Perceraian; Mrk 10:1-12
      8. 8. Upah; Mrk 10:28-31
      9. 9. Doa dan iman; Mrk 11:20-26
      10. 10. Mesias; Mrk 12:35-37
  5. IV. Hal-hal yang ajaib dari Hamba.
  6. Markus merekam, sedikitnya 18 keajaiban yang dilakukan Yesus. Di mana-mana Ia berbuat mujizat Mrk 6:56
    1. A. Pengusiran setan-setan:
      1. 1. Dari seorang di Kapernaum; Mrk 1:21-28
      2. 2. Dari seorang di Gadara; Mrk 5:1-20
      3. 3. Dari seorang perempuan Tirus; Mrk 7:24-30
      4. 4. Dari anak dekat Gunung Hermon; Mrk 9:14-29
    2. B. Penyembuhan penyakit-penyakit
      1. 1. Ibu mertua Petrus; Mrk 1:29-34
      2. 2. Seorang kusta; Mrk 1:40-45
      3. 3. Orang lumpuh; Mrk 2:1-12
      4. 4. Tangan yang layu; Mrk 3:1-6
      5. 5. Wanita yang pendarahan; Mrk 5:25-34
      6. 6. Tuli dan bisu; Mrk 7:31-37
      7. 7. Orang buta; Mrk 8:22-26
      8. 8. Bartimeus yang buta; Mrk 10:46-52
    3. C. Memberi makan yang lapar:
      1. 1. 5000 orang; Mrk 6:30-44
      2. 2. 4000 orang; Mrk 8:1-9
    4. D. Berkuasa atas alam:
      1. 1. Menenangkan badai; Mrk 4:35-41
      2. 2. Berjalan di atas air; Mrk 6:45-52
    5. E. Menghukum pohon ara yang tak berbuah; Mrk 11:12-14
    6. F. Membangkitkan anak perempuan yang mati; Mrk 5:21-24,35-43
  7. V. Orang yang ragu-ragu terhadap Hamba.
  8. Ahli Taurat berkata: "Ia kerasukan Beelzebul" Mrk 3:22 Orang Farisi minta tanda; Mrk 8:11 Orang Farisi dan Herodian; Mrk 12:13
    1. A. Konfrontasi dengan orang-orang yang meragukan.
      1. 1. Ia bergaul dengan orang-orang berdosa; Mrk 2:16-22
      2. 2. Pertanyaan tentang otoritasNya; Mrk 11:27-33
      3. 3. Usaha untuk menjebak Dia.
        1. a. Mengenai membayar upeti; Mrk 12:13-17
        2. b. Mengenai kebangkitan; Mrk 12:18-27
    2. B. Hukuman bagi yang meragukan:
      1. 1. Tidak dapat pengampunan dosa; Mrk 3:22-30
      2. 2. Menolak memberi suatu tanda; Mrk 8:11-13
      3. 3. Mengingatkan kemunafikan; Mrk 8:14-21
      4. 4. Membandingkan yang jahat dan pembunuh; Mrk 12:1-12
      5. 5. Mencela keangkuhan mereka; Mrk 12:38-40
  9. VI. Orang-orang yang mencari Hamba
    1. A. Beberapa orang tua membawa anaknya; Mrk 10:13-16 Dia memeluk anak itu, serta memberkatinya; Mrk 10:16
    2. B. Anak muda yang kaya; Mrk 10:17-27
    3. C. Yakobus dan Yohanes; Mrk 10:35-41
    4. D. Ahli Taurat; Mrk 12:28-34
    5. Yesus melihat, bagaimana jawaban orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah" Dan orang itupun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus; Mrk 12:34
    6. E. Perempuan di Betania; Mrk 14:3-9
    7. Yesus diurapi di rumah Simon si kusta oleh seorang perempuan dengan minyak narwastu yang mahal harganya.
  10. VII. Kemegahan Hamba
    1. A. Penyataan ke-TuhananNya sebagai Hamba; Mrk 8:27-30
    2. Pengakuan Petrus tentang Hamba, bahwa Ia adalah Mesias. Mrk 8:27-29
    3. B. Demonstrasi dari ke-TuhananNya; Mrk 9:1-13
    4. Di atas gunung Yesus berubah (Transfiguration); Mrk 9:2-3
  11. VIII. Kesedihan Hamba
    1. A. Ketidakpercayaan di Nazaret; Mrk 6:1-6
    2. B. Kematian Yohanes Pembaptis; Mrk 6:14-29
  12. IX. Penonjolan Hamba; Mrk 11:1-11
  13. Yesus naik keledai muda, yang belum pernah ditunggangi orang, dan dielu-elukan: "Hosana, Hosana!" Mrk 11:7-10
  14. X. Pengawasan dari Hamba. Mrk 11:15-19
  15. Yesus menyucikan Bait Allah. Mrk 11:15
  16. XI. Perjamuan dari Hamba. Mrk 14:12-25
  17. "Ambillah ini TubuhKu, minumlah ini DarahKu." Mrk 14:22-25
  18. XII. Ketaatan dari Hamba. Mrk 14:32-42
  19. "Ya Abba, ya Bapa! biarlah kehendakMu jadi!" Mrk 14:35-36
  20. XIII. Penderitaan Hamba.
    1. A. Dia berada di tengah-tengah komplotan yang melawan.
    2. Dua hari sebelum Paskah, Imam-imam kepala dan Ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus. Mrk 14:1-2 Yudas Iskariot mendapat kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Mrk 14:10-11
    3. B. Dia ketakutan dalam keadaan yang tertekan di Taman Getsemani.
      1. 1. Kesedihan yang sangat; Mrk 14:32-42
      2. 2. Penangkapan; Mrk 14:43-49
      3. 3. Ditinggalkan; Mrk 14:50
    4. C. Dia diingkari seorang sahabat
      1. 1. Wahyu dari penyangkalan; Mrk 14:26-31
      2. "Sesungguhnya, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali" Mrk 14:29-30
      3. 2. Puncak dari penyangkalan Mrk 14:66-72
      4. Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: "Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!" Mrk 14:71
    5. D. Dia dikhianati oleh pengikutNya Mrk 14:43-46
    6. "Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia." Mrk 14:44-45
    7. E. Ia diadili dengan tidak sah
      1. 1. Di hadapan Imam-imam kepala Mrk 14:53-65
        1. a. Dakwaan palsu; Mrk 14:55-59
        2. b. Dihukum mati; Mrk 14:60-64
        3. c. Diludahi, ditutup mataNya, ditinju, dan diejek; Mrk 14:65
      2. 2. Dihadapan Pilatus Mrk 15:1-15
        1. a. Mufakat imam-imam; Mrk 15:1-5
        2. b. Disesah Pilatus; Mrk 15:15
      3. 3. Di hadapan tentara Romawi; Mrk 15:16-20
        1. a. Dia dianiaya
        2. b. Dia diejek
  21. XIV. Pengorbanan Hamba; Mrk 15:20
    1. A. Di atas Salib; Mrk 15:20-41
    2. B. Di kubur; Mrk 15:41-47
  22. XV. Kedaulatan Hamba; Mrk 16:1-20
    1. A. Ia bangkit dari kubur; Mrk 16:1-8
      1. 1. Pemberitahuan; Mrk 16:1-8
      2. 2. Penampakan diri; Mrk 16:19-11
        1. a. Kepada Maria Magdalena; Mrk 16:9-11
        2. b. Kepada dua murid; Mrk 16:12-13
        3. c. Kepada 11 murid; Mrk 16:14-18
    2. B. Dia naik ke sorga dengan kemuliaan; Mrk 16:19-20
    3. Ia duduk di sebelah kanan Allah; Mrk 16:19

MATIUS [biotokoh pb]

AyahAlpius (Mrk 2:14)
Disebut pertamaMat 9:9
Namanya disebut8X
Kitab yang menyebutMatius, Lukas dan Kisah Para Rasul.
PekerjaanPemungut cukai, sebelum jadi rasul.
Tempat kelahiranMungkin di Kapernaum, di kota Galelia (Mat 9:1,9)
Tempat kematianTradisi mengatakan, ia mati di Etiopia
Keadaan kematianTradisi mengatakan, ia mati sebagai Martir.
Terakhir disebutKis 1:13
Fakta pentingDia adalah penulis dari Injil Matius.
Ringkasan
  1. I. Matius adalah rasul.
    1. A. Panggilan dari Kristus. Yesus melihat seorang pemungut cukai yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Luk 5:27
    2. B. Pengabdiannya kepada Kristus. Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus. Dan Lewi mengadakan perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Luk 5:28-29
  2. II. Matius, penulis.
  3. Dia adalah penulis dari Injil yang diberi judul dengan namanya.
INJIL MATIUS Matius menekankan, bahwa Kristus adalah Raja
  1. I. Persiapan dari Raja. (Mat 1-4)
    1. A. SilsilahNya; Mat 1:1-17
    2. B. Pengumuman kelahiranNya; Mat 1:18-25
    3. C. Penyembahan orang majus; Mat 2:1-2
    4. D. Perginya ke Mesir; Mat 2:13-20
    5. E. Tahun-tahun mudaNya di Nazaret; Mat 2:21-23
    6. F. PendahuluNya; Mat 3:13-17
    7. G. BaptisanNya; Mat 3:13-17
    8. H. CobaanNya; Mat 4:1-11
    9. I. Murid pertamaNya; Mat 4:18-22
    10. J. PelayananNya di Galiela; Mat 23-25
  2. II. Prinsip-prinsip sang Raja. Mat 5-7
  3. Yesus meletakkan standar moral dan spiritual selama khotbah di bukit.
  4. III. Kuasa Sang Raja.
  5. KuasaNya yang dahsyat dinyatakan melalui mujizat-mujizatNya.
    1. A. Catatan tentang penyembuhan umum. Mat 4:23-25; 8:16-17; 9:35; 12:15; 14:14,34-36; 15:29-31.
    2. B. Penyembuhan dari penyakit kusta; Mat 8:1-4
    3. C. Penyembuhan hamba penghulu laskar; Mat 8:5-13
    4. D. Penyembuhan ibu mertua Petrus; Mat 8:14-15
    5. E. Menenangkan angin dan ombak; Mat 8:23-27
    6. F. Mengusir roh jahat; Mat 8:28-34
    7. G. Penyembuhan orang lumpuh; Mat 9:1-8
    8. H. Penyembuhan perempuan pendarahan; Mat 9:20-22
    9. I. Membangkitkan anak Yairus; Mat 9:18-19
    10. J. Penyembuhan dua orang buta; Mat 9:27-31
    11. K. Penyembuhan orang bisu; Mat 9:32-33
    12. L. Penyembuhan tangan yang layu; Mat 12:10-13
    13. M. Memberi makan 5000 orang; Mat 14:15-21
    14. N. Berjalan di atas air; Mat 14:22-23
    15. O. Penyembuhan anak perempuan; Mat 15:21-28
    16. P. Memberi makan 4000 orang; Mat 15:32-39
    17. Q. Asal uang pajak dari mulut ikan; Mat 17:24-27
    18. R. Penyembuhan dua orang kusta; Mat 20:29-34
  6. IV. Program dari Raja.
  7. Rencana Kerajaan Allah digambarkan dalam Mat 13
  8. V. Para pengkhotbah Sang Raja.
    1. A. Yohanes Pembaptis.
      1. 1. Pelayanannya; Mat 3:1-12; 11:1-15
      2. 2. Mati syahidnya; Mat 14:1-12
    2. B. Dua belas rasul Mat 10:1-42
    3. Yesus memanggil kedua belas muridNya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat. Mat 10:1
  9. VI. Proklamasi dari Raja.
    1. A. Kebesaran yang sejati; Mat 18:1-5; 20:20-28
    2. B. Kasih Allah kepada anak-anak; Mat 18:6-11; 19:13-15
    3. C. Kasih Allah kepada yang hilang; Mat 18:11-14
    4. D. Ketertiban gereja; Mat 18:15-20
    5. E. Pengampunan; Mat 18:21-35
    6. F. Perceraian; Mat 19:1-12
    7. G. Bahaya dari kekayaan; Mat 19:16-26
    8. H. Pahala; Mat 19:27-30
    9. I. Hakekat sebagai murid; Mat 8:18-22; 16:24-26
    10. J. Tradisi yang sia-sia; Mat 15:1-20
    11. K. Dosa yang tak dapat diampuni; Mat 12:24-37
    12. L. Keluarganya; Mat 12:46-50; 13:53-56
    13. M. Kemunafikan; Mat 16:5-12
    14. N. WewenangNya; Mat 12:1-8; 21:23-27
    15. O. Membayar pajak; Mat 22:15-22
    16. P. Kebangkitan; Mat 22:23-33
    17. Q. Hukum yang terutama; Mat 22:34-40
    18. R. Mesias; Mat 22:41-46
  10. VII. Perumpamaan dari Raja
    1. A. Dua orang yang membangun; Mat .7:24-27
    2. B. Penabur dan tanah; Mat 13:1-9,18-23
    3. C. Lalang dan gandum; Mat 13:24-30,36-43
    4. D. Biji sesawi; Mat 13:31-32
    5. E. Ragi; Mat 13:33
    6. F. Harta yang terpendam; Mat 13:44
    7. G. Mutiara yang elok; Mat 13:45-46
    8. H. Pukat; Mat 13:47-51
    9. I. Tuan rumah; Mat 13:52
    10. J. Pekerja pada pagi hari, tengah hari dan malam; Mat 20:1-16
    11. K. Dua anak laki-laki; Mat 21:28-32
    12. L. Penggarap kebun anggur; Mat 21:33-41
    13. M. Perjamuan kawin; Mat 22:1-14
    14. N. Pohon ara; Mat 24:32-35
    15. O. Hamba yang setia dan yang jahat; Mat 24:40-51
    16. P. Sepuluh perawan; Mat 25:1-13
    17. Q. Talenta; Mat 25:14-30
    18. R. Domba dan kambing; Mat 25:31-46
  11. VIII. Pribadi Raja; Mat 16:13-23
  12. Jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias Anak Allah Yang Mahatinggi." Mat 16:13-16
  13. IX. Keunggulan dari Raja; Mat 17:1-13
  14. Yesus berubah rupa di depan mata mereka (Infiguration); Mat 17:1-2
  15. X. Panggilan / Undangan Raja.
  16. "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." Mat 11:28-30
  17. XI. Daya guna dari Raja
  18. "Buluh yang patah terkulai jangan diputuskan, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkanNya." Mat 12:18-21
  19. XII. Belas kasihan dari Raja
  20. "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit." Mat 9:36-38
  21. XIII. Kemarahan Raja.
  22. Kemarahan yang benar dalam beberapa peristiwa.
    1. A. KemarahanNya kepada generasiNya; Mat 11:16-19; 12:38-45; 16:1-4; 17:17.
    2. B. KemarahanNya atas kota-kota Galilea; Mat 11:20-24 62
    3. C. KemarahanNya kepada orang-orang Farisi; Mat 15:1-9; 21:12-45; 23:1-36
  23. XIV. Nubuat dari Raja. Mat 23-24.
  24. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tidak satu.batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan." Mat 24:1-4
  25. XV. Perkenalan dari Raja. Mat 21: 1-11
  26. Firman yang disampaikan oleh nabi: "Katakanlah kepada Putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendara seekor keledai muda." Orang-orang yang mengikutiNya dari belakang berseru: "Hosana, bagi Anak Daud, Hosana di tempat yang tinggi!" Mat 21:1-2,6-9
  27. XVI. Penyucian Bait Allah dari Raja.
  28. Yesus mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah; Mat 21:12
  29. XVII. Keluhan dari Raja.
  30. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu-batu pada orang-orang yang diutus kepadamu!" Mat 43:37-39
  31. XVIII. Paskah dari Raja. Mat 26:17-30
  32. XIX. Doa dari Raja.
  33. "Ya Bapaku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari padaKu, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." Mat 26:30-46.
  34. XX. Aniaya terhadap Raja.
  35. Lewat pelayananNya di dunia ini, Kristus mendapat hambatan dari orang-orang berdosa.
    1. A. Ia dituduh menghujat dengan kuasa setan. Mat 9:3,34; 12:24,26-65
    2. B. Sekongkol melawan Raja; Mat 12:14
    3. C. Disangkal oleh sahabat; Mat 26:69-75
    4. D. Dikhianati oleh pengikutNya; Mat 26:47-50
    5. E. Ia diadili dengan tidak sah
      1. 1. Di hadapan Kayafas; Mat 26:57,59-68
      2. 2. Di hadapan Pilatus; Mat 27:11-26
      3. 3. Di hadapan tentara Romawi; Mat 27:27-31
    6. F. Diludahi; Mat 26:67
    7. G. Ditampar; Mat 26:67
    8. H. Diejek; Mat 26:68; 27:28-30
    9. I. Disesah dengan sangat; Mat 27: 26
  36. XXI. Sengsara Raja.
    1. A. Nubuat dari sengsaraNya - Kristus kerap kali menubuatkan kematianNya di atas salib.
      1. 1. Peristiwa yang pertama; Mat 16:21-23
      2. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-muridNya, bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan; Mat 16:21
      3. 2. Peristiwa kedua; Mat 17:22-23
      4. 3. Peristiwa ketiga; Mat. 20:17-19
      5. 4. Peristiwa keempat; Mat 26:6-13
      6. Yesus berkata: "Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuhKu, ia membuat suatu persiapan untuk penguburanKu." Mat 26:12
      7. 5. Peristiwa kelima; Mat 26:28
      8. Yesus berkata: "Inilah DarahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." Mat 26:28
    2. B. Fakta dari sengsaraNya; Mat 27:31-50
    3. Setelah sampai di Golgota, mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu (ramuan untuk menghilangkan rasa sakit). Setelah Ia mengecapNya, Ia tidak mau meminumNya. Mat 27:33-35
  37. XXII. Bukti tulen dari Raja. Mat 28:1-20
  38. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat, sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke kubur itu dan menggulingkan batu itu lalu duduk di atasnya. Mat 28:1-3
    1. A. Seperti dinyatakan oleh musuhNya; Mat 28:4,11-15
    2. B. Seperti dinyatakan oleh sahabat-sahabatNya
      1. 1. Para wanita; Mat 28:5-10
      2. 2. Sebelas murid; Mat 28:16-20

YOHANES [biotokoh pb]

AyahZebedius (Mat 4:21)
IbuSalome (Mrk 15:40)
Disebut pertamaMat 4:21
Namanya disebut42 X
Kitab yang menyebutMatius, Markus, Lukas, Kisah Para Rasul, Galatia dan Wahyu.
PekerjaanNelayan, sebelum menjadi Rasul.
Tempat kelahiranBetsaida di Galilea.
Tempat kematianTidak disebut dalam Alkitab, tetapi tradisi mengatakan, mati di Efesus. (dikutip dari Willmington!s Guide)
Terakhir disebutWah 22:8
Fakta pentingDia adalah salah satu Rasul yang sangat dikasihi Yesus.
Ringkasan
  1. I. Pelayanan Yohanes.
    1. A. Seperti dicatat dalam Injil tentang:
      1. 1. Panggilannya.
        1. a. Yohanes dan saudaranya Yakobus adalah teman karib dari Andreas dan Petrus. Luk 5:10
        2. b. Yohanes membantu ayahnya yang adalah Nelayan dan pengusaha ikan. Mrk 1:20
        3. c. Yohanes berkawan dengan Andreas yang sebelum ikut Yesus, adalah murid Yohanes Pembaptis. Yoh 1:35
        4. d. Yohanes Pembaptis berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah!" maka kedua murid itu mengikut Yesus. Yoh 1:36-39
        5. e. Yang kemudian, sedang ia mencari ikan di laut Galilea, Yesus memanggilnya. Mat 1:19-20
      2. 2. Teman Karib.
      3. Didalam mengikuti kegiatanNya, Yesus selalu menunjuk kepada Yohanes bertiga (Trio) atau berdua (Duet).
        1. a. Bertiga, yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes.
        2. Hanya mereka saja, pada saat-saat:
          1. (1) Anak perempuan Yairus yang mati dan dibangkitkan. Mrk 5:37
          2. (2) Yesus dimuliakan (Transfiguration of Christ) Mat 17:1
          3. (3) Penderitaan Yesus di Taman Getsemani. Mat 26:33-46
            1. (a) Yesus minta dalam tiga kesempatan untuk berdoa.
            2. (b) Tiga kali kesempatan mereka tertidur. Mat 26:37-45
        3. b. Berdua (Duet), yaitu Petrus dan Yohanes.
          1. (1) Yesus mengutus mereka dalam misi khusus sebelum Ia masuk dengan kemegahan. Luk 19:28-35
            1. (a) Tempat - Dalam perjalananNya dekat Betfage dan Betania, di gunung, Bukit Zaitun. Luk 19:29
            2. (b) MaksudNya - Yesus menyuruh mereka pergi ke desa di depannya, untuk mendapatkan keledai muda yang tertambat, dan yang belum pernah ditunggangi orang. Luk 19:30-31
            3. (c) Daya guna. Tepat seperti yang dikatakanNya kepadanya. Luk 19:32,35
          2. (2) Yesus mengutus mereka untuk menyediakan makan Paskah yang terakhir. Luk 22:8-13
            1. (a) Seorang - Yesus berkata kepada mereka: Apabila masuk ke kota, kamu akan berjumpa dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Luk 22:10
            2. (b) Pesan. "Di manakah ruangan tempat Yesus dan murid-muridNya akan makan Paskah?" Luk 22:11
            3. (c) Tempat berkumpul. Lalu orang itu akan menunjukkan ruang yang di atas yang besar dan sudah lengkap, di situlah kamu harus menyediakan. Dan pergilah mereka, dan didapati, persis apa yang telah dikatakan Yesus. Luk 22:12-13
          3. (3) Mereka,berdua mengikuti Yesus dari jauh sesudah penangkapanNya di Getsemani. Yoh 18:15
          4. (4) Mereka berdua datang ke kubur Yesus, dan mendapati kubur itu sudah kosong. Yoh 20:2-8
            1. (a) Laporan. Bahwa Yesus telah diambil orang. Yoh 20:1-2
            2. (b) Berlari. Segera mereka berlari ke kubur, ia berlari lebih cepat dan mendahului sampai ke kubur. Yoh 20:3-5
            3. (c) Kenyataan. Setelah murid yang dahulu melihatnya, maka menjadi percayalah ia. Yoh 20:8
      4. 3. Sifatnya yang jasmaniah
      5. Sedikitnya tiga peristiwa, Yohanes berubah sifatnya.
        1. a. Sifat kedagingannya. Mrk 9:38-41
        2. b. Egoisnya menonjol:
          1. (1) Permintaan mereka. Supaya bisa duduk di sebelah kanan dan kiri dalam kemuliaanNya Mrk 10:25-37
          2. (2) Kemarahan dari kesepuluh murid. Mrk 10:41
          3. (3) Tanggapan Yesus.
            1. (a) Terhadap kedua murid. Kamu memang akan minum cawanKu, tetapi untuk duduk disebelah kanan dan kiriKu, BapaKu sudah menyediakan bagi mereka." Mat 20:23
            2. (b) Terhadap kesepuluh murid. Yesus berkata: "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Mat 20:25-28
        3. c. Kejadian yang menghina
          1. (1) Penolakan oleh orang Samaria Luk 9:51-53
          2. (2) Melihat hal itu mereka berkata: "Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?" Luk 9:54
          3. (3) Tuhan marah dan menegor mereka. Luk 9:55:56
      6. 4. Perhatian mengenai nubuat Yesus
        1. a. Tentang runtuhnya Bait Allah, dan kapan hal itu akan terjadi. Mrk 13:1-4
        2. b. Yesus berkata: "Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, siapa yang akan mengkhianati. Yoh 13:21-26
      7. 5. Keberaniannya.
      8. Yohanes sendiri diantara Rasul itu, berdiri dekat pada penyaliban Yesus. Yoh 19:26-27
        1. a. Yesus berkata kepada ibuNya: "Ibu, inilah anakmu!" Yoh 19:26
        2. b. Dan kataNya kepada muridNya: "Inilah ibumu!" Yoh 19:27
    2. B. Catatan di Kisah Para Rasul
      1. 1. Yohanes dan orang yang lumpuh di Yerusalem.
        1. a. Di dalam nama Yesus, orang yang lumpuh itu sembuh. Kis 3:1-11
        2. b. Pembelaan dengan nama Yesus. Kis 4:13-22
      2. 2. Yohanes dengan orang-orang percaya di Samaria, setelah kedua Rasul sampai maka mereka berdoa agar orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Kis 8:14-15
    3. C. Catatan dalam Kitab Galatia.
    4. Yohanes, Petrus dan Yakobus adalah soko guru jemaat. Gal 2:9
    5. D. Catatan dalam Kitab Wahyu.
      1. 1. Yohanes dalam pembuangan di pulau Patmos, di laut Tengah, karena kesaksiannya untuk Yesus. Wah 1:9
      2. 2. Ia menerima penglihatan tentang Kitab Wahyu pada saat itu. Wah 1:10-20
      3. 3. Ia tak diijinkan menulis segala sesuatu yang ia dengar. Wah 10:4
      4. 4. Dia mendapat perintah untuk makan dari gulungan Kitab dari tangan malaikat. Waktu ia memakannya, di mulut terasa manis seperti madu dan setelah ditelan terasa pahit di perut. Wah 10:8-10
      5. 5. Dia menerima sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata seperti berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah, dan Mezbahnya, dan mereka yang ibadah di dalamnya. Wah 11:1
      6. 6. Ada dua peristiwa, menyembah kepada malaikat.
        1. a. Pertama. Saat ia tersungkur di depan kakinya untuk menyembahnya, berkatalah ia katanya: "Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba. sama dengan engkau dan saudara-saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah!" Wah 19:10
        2. b. Kedua. - Dan aku, Yohanes, akulah yang telah mendengar dan melihat semuanya, aku tersungkur di depan kaki malaikat, untuk menyembah. Tetapi ia berkata: "Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan Kitab ini. Sembahlah Allah!" Wah 22:8-9
      7. 7. Terakhir Yohanes melihat Anak Domba dalam kemuliaanNya. Wah 1:13-16
      8. 8. Pertama Yohanes melihat Kota Allah dalam kemuliaan, yaitu Kota yang Kudus, Yerusalem yang baru turun dari sorga, Dan Bait Allah ada di tengah-tengah manusia. Dan dalam roh, aku dibawa ke gunung yang besar dan tinggi, dan menunjukkan kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga. Wah 21:1-4,10
  2. II. Naskah dari Yohanes.
  3. Dia adalah penulis dari 5 buah Kitab Perjanjian Baru.
INJIL YOHANES Yohanes menekankan keTuhanan Yesus Kristus.
  1. I. Anak Allah yang kekal. Yoh 1:1-5
  2. "Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah. Yoh 1:1-5
  3. II. Anak Allah berada dalam dunia. Yoh 1:6-8:12
    1. A. Pembuka jalan pelayanan-Nya. Yoh 1:6-37
    2. B. Buah-buah pelayananNya.
      1. 1. Penyucian Bait Allah. Semua para pedagang yang ada di Bait Allah, diusir. Yoh 2:15-17
      2. 2. Melakukan mujizat-mujizat.
        1. a. Pertama, mengubah air menjadi anggur. Yoh 2:1-12
        2. b. Ke-2, Penyembuhan seorang anak bangsawan. Yoh 4:46-55
        3. c. Ke-3 Penyembuhan orang yang mati tangannya. Yoh 5:1-16
        4. d. Ke-4 Memberi makan 5000 orang Yoh 6:1-4
        5. e. Ke-5 Berjalan di atas air. Yoh 6:15-21
        6. f. Ke-6 Penyembuhan orang buta Yoh 9:1-41
        7. g. Ke-7 Lazarus yang mati dibangkitkan Yoh 11:1-57
      3. 3. Dialog / Percakapan-percakapan dengan:
        1. a. Nikodemus. Yoh 3:1-36
        2. b. Perempuan Samaria. Yoh 4:1-45
        3. c. Perempuan yang berzinah. Yob 8:1-11
      4. 4. Khotbah dan pengajaran Yesus, tentang:
        1. a. Hubungannya dengan Bapa di Sorga. Yoh 5:17-47
        2. b. Roti Hidup. Yoh 6:22-71
        3. c. Air Hidup Yoh 7:1-53
        4. d. Hubungannya dengan Abraham Yoh.8:12-59
        5. e. Gembala yang baik Yoh 10:1-42
        6. f. KematianNya. Yoh 12:23-50
        7. g. Roh Kudus. Yoh 14:1-31
        8. h. Mengenai berbuah. Yoh 15:1-16,33
    3. C. Hari terakhir dari pelayananNya.
      1. 1. Pengurapan dari Maria. Yoh 12:1-11
      2. 2. KemenanganNya. Yoh 12:12-22
      3. 3. Peristiwa di kamar atas. Yoh 13:1-38
        1. a. Menyuci kaki para murid. Yoh 13:1-17
        2. b. Memberi tahu tentang pengkhianatan. Yoh 13:18-35
        3. c. Meramalkan penyangkalan Petrus
      4. 4. Doa-Nya sebagai Imam Besar. Yoh 17:1-26
      5. 5. Pergumulan-Nya di Getsemani Yoh 18:1-12
  4. III. Penderitaan Anak Allah Yoh 18:12-19:42
    1. A. Penyangkalan Petrus. Yoh 18:12-19:42
    2. B. Pemeriksaan yang tidak wajar:
      1. 1. Di hadapan Hanas dan Kayafas. Yoh 18:13-14, 19-24
      2. 2. Di hadapan Pilatus Yoh 18:28-40
    3. C. Siksaan. Yoh 19:1-13
    4. D. Penyaliban. Yoh 19:16-42
  5. IV. Keagungan Anak Allah
    1. A. Kubur yang kosong. Yoh 20:1-21:25
    2. B. Setelah bangkit dari antara mati, Yesus menampakkan diriNya, mulai dari kubur. Yoh 20:11-21:25
      1. 1. Di hadapan Maria Magdalena. Yoh 20:1-8
      2. 2. Di hadapan para murid. Yoh 20:24-31
      3. 3. Di hadapan Tomas. Yoh 20:24-31
      4. Di hadapan tujuh murid. Yoh 21:1-25
SURAT YOHANES PERTAMA: Surat ini diberi garis besar dengan kata "Persekutuan"
  1. I. Sumber dari persekutuan
    1. A. Penjelmaan Yesus Kristus. 1 Yoh 1:1-2; 3:5,8
    2. B. Penebusan dosa dari Yesus. 1 Yoh 2:2; 3:16; 4:9-10, 14.
  2. II. Tujuan dari persekutuan :
    1. A. Supaya kita lebih mengenal Bapa sebagai:
      1. 1. Terang 1 Yoh 1:5
      2. 2. Kebenaran 1 Yoh 3:7
      3. 3. Mahatahu 1 Yoh 3:20
      4. 4. Kasih. 1 Yoh 4:8,16
      5. 5. Tidak kelihatan 1 Yoh 4:12
      6. 6. Hidup. 1 Yoh 5:11-12
    2. B. Supaya kita mengasihi Bapa. 1 Yoh 3:16; 4:19
    3. C. Supaya kasih Allah menyempurnakan kita 1 Yoh 2:5; 4:12
    4. D. Supaya kita mengasihi keluarga Allah. 1 Yoh 3:11,23; 4:7,11
    5. E. Supaya sukacita kita menjadi sempurna. 1 Yoh 1:4
    6. F. Supaya kita menerima jaminan:
      1. 1. Mengenai keselamatan kita. 1 Yoh 5:13
      2. 2. Mengenai doa kita 1 Yoh 5:14-13
  3. III. Syarat dari persekutuan :
    1. A. Berjalan di dalam terang. I Yoh 1:7
    2. B. Mengenal dosa kita. I Yoh 1:8
    3. C. Mengakui dosa kita. I Yoh 1:9
    4. D. Berpegang pada Firman Tuhan I Yoh 2:3-8; 5:2-3
      1. 1. Perintah yang lama. I Yoh 2:7
      2. Kasihilah orang lain seperti engkau mengasihi dirimu sendiri. Im 19:34; Ul 10:19
      3. 2. Perintah yang Baru
      4. Mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi engkau. I Yoh 2:8
    5. E. Tinggal di dalam Kristus. 1 Yoh 2:28
    6. F. Mengenal Allah. 1 Yoh 2:3; 5:21
    7. G. Suka memberi pertolongan. 2 Yoh 3:17
  4. IV. Ujian-ujian persekutuan :
    1. A. Bagaimana tingkah laku kita? I Yoh 3:3
    2. B. Apakah kita tetap berdosa? I Yoh 2:29
    3. C. Apakah aku membenci saudaraku? I Yoh 4:20
    4. D. Apakah aku rindu menolong saudaraku? 1 Yoh 3:17
    5. E. Apakah aku mengasihi saudaraku? 1 Yoh 2:10
    6. F. Apakah aku mengasihi Allah? tetap tidak tercemar? 1 Yoh 5:2
    7. G. Apakah kita suka berselisih? 1 Yoh 4:6
    8. H. Apakah aku dihinggapi ketakutan? 1 Yoh 4:18
    9. I. Bisakah aku mengenali ajaran sehat? 1 Yoh 4:2-31
    10. J. Apakah aku tetap teguh mengenai ke-Allah-an Kristus? 1 Yoh 2:23
    11. K. Apakah aku tetap teguh mengenai karya Kristus? I Yoh 3:5,8
    12. L. Apakah aku memiliki kesaksian roh? 1 Yoh 3:24
  5. V. Pemeliharaan di dalam persekutuan :
    1. A. Digenapi melalui karya Anak Allah:
      1. 1. Ia melayani sebagai Pengantara. 1 Yoh 2:1
      2. 2. Ia melayani sebagai'Pendamai 1 Yoh 2: 2
    2. B. Digenapi melalui berdiamnya Roh Kudus di dalam kita. 1 Yoh 2:20,27
    3. C. Digenapi melalui kerja sama orang-orang Kudus 1 Yoh 1:8-9
  6. VI. Anggota keluarga dalam persekutuan :
    1. A. Anak kecil (petobat baru). 1 Yoh 2:12-13
    2. B. Anak muda (Yang sudah bertobat) 1 Yoh 2:13-14
    3. C. Ayah (Yang dewasa iman) 1 Yoh 2:13-14
  7. VII. Musuh dalam persekutuan. I Yoh 2:15; 5:19
    1. A. Sistim dunia yang jahat
      1. 1. Perpecahan 1 Yoh 2:16
        1. a. Keinginan daging.
        2. b. Keinginan mata.
        3. c. Keangkuhan hidup.
      2. 2. Pengrusakan
    2. B. Tipe daya dunia yang jahat 1 Yoh 2:26
      1. 1. Penampilannya. I Yoh 2:18
      2. 2. Hujatannya. I Yoh 2:19
    3. C. Roh-roh jahat
      1. 1. Buah-buah roh jahat. 1 Yoh 2:22
      2. 2. Akar dari roh jahat. 1 Yoh 4:1-3
  8. VIII. Kesaksian dari persekutuan. I Yoh 5:6-8
    1. A. Kesaksian di dalam sorga. I Yoh 5:7
    2. B. Kesaksian di bumi. I Yoh 5:8
  9. IX. Terpisah dari persekutuan. I Yoh 5:16-17
  10. X. Dorongan dari persekutuan
    1. A. Janji hidup kekal. I Yoh 5:7
    2. B. Percaya sampai hari kedatanganNya. I Yoh 2:28
    3. C. Janji untuk mengubah tubuh. I Yoh 3:2
    4. D. Keberanian percaya sampai hari penghakiman. I Yoh 4:17
    5. E. Hidup tanpa ketakutan. I Yoh 19,21; 4:18
SURAT YOHANES KEDUA
  1. I. Yohanes menghargai seorang ibu yang terpilih. 2 Yoh 1-4
  2. II. Ibu ini dipilih oleh Rasul Yohanes
    1. A. Hidupnya dalam kasih. 2 Yoh 5
    2. B. Hidup dalam kebenaran. 2 Yoh 6
  3. III. Ibu itu diberi peringatan rasul Yohanes
    1. A. Hati-hati terhadap Setan. 2 Yoh 7,9-11
    2. B. Hati-hati terhadap diri sendiri. 2 Yoh 8
  4. IV. Ibu itu dihibur rasul Yohanes. 2 Yoh 12-13
SURAT YOHANES KETIGA
  1. I. Gayus seorang percaya yang banyak berbuat kebaikkan. 3 Yoh 1-8
    1. A. Doa, Yohanes untuk Gayus. 3 Yoh 1-2
    2. B. Pujian Yohanes`bagi Gayus
      1. 1. Kesetiaannya terhadap firman Allah. 3 Yoh 3-4
      2. 2. Kesediaannya menolong hamba Allah. 3 Yoh 5-8
  2. II. Kesombongan Dioterepes yang egois. 3 Yoh 9-10
    1. A. Ia mencoba menduduki tempat kepemimpinan. 3 Yoh 9
    2. B. Ia tidak mau mengakui Rasul Yohanes. 3 Yoh 9
    3. C. Ia memfitnah Rasul Yohanes. 3 Yoh 10
    4. D. Ia tidak mau menerima saudara-saudaranya yang datang. 3 Yoh 10
    5. E. Ia berusaha mengucilkan orang-orang yang mau menerima orang-orang percaya. 3 Yoh 10
    6. F. Ia bukan dari Allah. 3 Yoh 10
KITAB WAHYU
  1. I. Bagian 1 = Kesaksian Anak Domba Allah diajarkan mengajar. Wahyu 1-3
    1. A. Hamba Allah. Wah 1:1-10
    2. Berita sorgawi dinyatakan kepada seseorang di suatu pulau yang sunyi, pada 20 abad yang silam.
      1. 1. Sumber berita. Wahyu dari Yesus Kristus; Di mana Allah memberi tahu kepada Yohanes. Wah 1:1
      2. 2. Yang mencatat berita itu hamba-Nya, Yohanes. Wah 1:1
      3. 3. Sifat berita. Untuk dinyatakan kepada hamba-Nya segala sesuatu yang akan segera terjadi. Wah 1:1
      4. 4. Janji dari berita. Berbahagialah mereka yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata Nubuat. Wah 1:3
      5. 5. Penerima dari berita: Ketujuh Jemaat di Asia Kecil. Wah 1:4
      6. 6. Sambutan di dalam berita
        1. a. Dari Bapa. Wah 1:4
        2. b. Dari ke-7 Roh. Wah 1:4
        3. c. Dari Anak. Wah 1:5
      7. 7. Tema dari berita. - Yesus Kristus.
        1. a. Siapa Dia. Wah 1:5
        2. b. Apa yang sudah Ia lakukan. Wah 1:5b-6
        3. c. Apa yang Ia akan lakukan. Wah 1:7
      8. 8. Wibawa dibalik berita. - "Tuhan". Wah 1:8
      9. 9. Tempat berita. - Pulau Patmos. Wah 1:9
      10. 10. Saat dari berita. - Hari Tuhan Wah 1:10
    3. B. Anak Allah Wah 1:11-20
      1. 1. Penunjukkan. Wah 1:11
      2. 2. Gambaran. Wah 1:12-16
      3. 3. KuasaNya yang besar. Wah 1:17
      4. 4. Pernyataan. Wah 1:18
      5. 5. Pendiktean. Wah 1:19
      6. 6. Pelukisan. Wah 1:20
    4. C. Gereja Tuhan Wah 2-3
    5. Gereja-gereja di:
      1. 1. Efesus. Wah 2:1-7
      2. 2. Smirna. Wah 2:8-11
      3. 3. Pergamus. Wah 2:12-17
      4. 4. Tiatira. Wah 2:18-19
      5. 5. Sardis. Wah 3:1-6
      6. 6. Filadelfia. Wah 3:7-13
      7. 7. Laodikia. Wah 3:14-22
  2. II. Bagian 2 = Menyembah Anak Domba mengundang nyanyian-nyanyian dan pujian. Wah 4-5
    1. A. Lagu pujian penyembahan para makhluk. Wah 4
      1. 1. Tempat - Sorga. Wah 4:1
      2. 2. Oknum.
        1. a. Bapa. Wah 4:2-3
        2. b. 24 tua-tua. Wah 4:44
        3. c. 7 Roh Allah. Wah 4:5
        4. d. 4 makhluk. Wah 4:6-8
      3. 3. Pujian. Wah 4:9-11
    2. B. Lagu Penebusan dari Penyembahan Wah 5
      1. 1. Pernyataan. Wah 5:1-2
      2. 2. Pengusutan. Wah 5:3
      3. 3. Keluhan. Wah 5:4
      4. 4. Manifestasi. Wah 5:5-7
      5. 5. Pemujaan. Wah 5:9-14
  3. III. Bagian 3 = Menimbulkan kemarahan Anak Domba. Wah 6-19
    1. A. Menuangkan 7 meterai penghakiman. Wah 6-11
    2. Meterai-meterai:
      1. 1. Pertama. Wah 6:1-2
      2. 2. Kedua. Wah 6:3-4
      3. 3. Ketiga. Wah 6:5-6
      4. 4. Keempat. Wah 6:7-8
      5. 5. Kelima. Wah 6:9-10
        1. a. Mezbah orang-orang suci/martir. Wah 6:9
        2. b. Amarah orang-orang suci. Wah 6:10
        3. c. Jawaban kepada orang-orang suci. Wah 6:11
      6. 6. Meterai keenam. Wah 6:12-17
        1. a. Penghacuran permukaan bumi. Wah 6:12,14
        2. b. Penggelapan di angkasa Wah 6:12-14
        3. c. Ketakutan orang berdosa di bumi. Wah 6:12-14
      7. 7. Waktu istirahat. Wah 7:1-17
        1. a. Di dunia. Pemeteraian hamba-hamba Allah. Wah 7:1-8
        2. 1. Yang memeteraikan. Wah 7:2-3
        3. 2. Yang dimeteraikan. Wah 7:4-8
        4. b. Di sorga. Nyanyian Hamba-hamba Allah. Wah 7:9-17
          1. 1. Nyanyiannya. Wah 7:10
          2. 2. Tersungkur. Wah 7:11-12
          3. 3. Pelayanannya. Wah 7:15
          4. 4. Keselamatannya. Wah 7:17
          5. 8. Meterai ketujuh Wah 8-11
          6. Meterai ke-7, sebenarnya terdiri dari 7 Sangkakala. Keadaan hening sebelum Sangkakala. Wah 8:1-5 Ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ke-7, maka sunyilah di sorga selama 2 jam. Wah 8:1 Dan ketujuh malaikat itu bersiap-siap untuk meniup Sangkakala. Wah 8:6
            1. a. Sangkakala ke-1. Wah 8:7
            2. b. Sangkakala ke-2. Wah 8:8-9
            3. c. Sangkakala.ke-3. Wah 8:10-11
            4. d. Sangkakala ke-4. Wah 8:12-13
              1. (1) Gelap yang menakutkan. Wah 8:12
              2. (2) Kehancuran yang akan datang. Wah 8:13
            5. e. Sangkakala ke-5. Wah 9:1-12
            6. Roh-roh jahat dari neraka dilepas ke bumi
              1. (1) Lokasinya. Wah 9:1-2
              2. (2) Pemimpinnya. Wah 9:11
              3. (3) Siksaannya Wah 9:3-5
              4. "Menyiksa manusia 5 bulan lamanya, dan siksaannya itu seperti siksaan kala jengking, apabila menyengat manusia Wah 9:5
              5. (4) Lamanya. Wah 9:5-6
              6. (5) Gambarannya Wah 9:7-10
            7. f. Sangkakala ke-6. Wah 9:13-24
            8. Roh-roh jahat dari neraka dilepas kedua ke bumi.
              1. (1) Empat pimpinan. Wah 9:13-14
              2. (2) Misinya. Wah 9:15
              3. (3) Banyaknya. Wah 9:16
              4. (4) Gambarannya. Wah 9:17
              5. (5) Siksaannya. Wah 9:19
              6. (6) Akibatnya. Wah 9:20-21
            9. g. Selingan. Wah 10:1-11:14
            10. Tujuh peristiwa yang terjadi antara Sangkakala keenam dan ketujuh
              1. (1) Berita dari malaikat Tuhan Wah 10:1-2
                1. (a) Bagaimana kelihatannya. Wah 10:1-7
                2. (b) Bagaimana suaranya. Wah 10:3-4
                3. (c) Apa yang dikatakan. Wah 10:4-7
              2. (2) Misi dari Rasul Tuhan. Wah 10:8-11
              3. (3) Bait Allah diukur. Wah.11:1-2
              4. (4) Pelayanan saksi-saksi Allah. Wah 11:3-6
              5. (5) Saksi-saksi Allah mati syahid Wah 11:7-10
              6. (6) Saksi-saksi itu hidup kembali. Wah 11:11-12
              7. (7) Penyataan hukuman dari Allah. Wah 11:13
            11. h. Sangkakala ke-7. Wah 11:15-19
              1. (1) Proklamasi. Wah 11:15
              2. (2) Pemujaan. Wah 11:16-17
              3. (3) Penghakiman dan pahala Wah 11:18-19
        5. B. Dia mengijinkan setan untuk memerintah dunia. Wah 12-13
          1. 1. Setan dan Israel Wah 12
            1. a. Kebenciannya dahulu kepada orang Yahudi
              1. (1) Setan
                1. (a) Pada mulanya, dosanya mencoba untuk merebut kedudukan Allah. Wah 12:3-4
                2. (b) Pada mulanya, dosanya mencoba menyembelih Anak Domba Allah. Wah 12:4
              2. (2) Israel
                1. (a) Kebangkitannya, Israel mulai dengan 12 anak Yakub Wah 12 :1
                2. (b) Nilainya, Israel yang melahirkan Mesias. Wah 12:2
            2. b. Kebenciannya yang akan datang terhadap orang Yahudi Wah 12:6-17
              1. (1) Kekalahannya di sorga. Setan diusir dari sorga, selama masa sengsara Wah 12:7-12
                1. (a) Reaksi sorga terhadap kekalahannya. Wah 12:10-11
                2. (b) Reaksi. Setan terhadap kekalahannya. Wah 12:12
              2. (2) Kemarahannya - Dengan segala upaya ingin menghancurkan Israel
                1. (a) Penyiksaan dari Setan Wah 12:13,15,17
                2. (b) Perlindungan dari Tuhan Wah 12:6,14,16
          2. 2. Iblis dan dunia Wah 13
            1. a. Pengikutnya, Antikris Wah 13:1-2
              1. (1) Gambaran dari Antikris. Wah 13:1-2
              2. (2) Otoritas dari Antikris. Naga memberinya kuasa, dan kedudukan, dan melakukan perkara-perkara besar. Wah 13:2
              3. (3) Sembuhnya Antikris. Wah 13:2 (Tambahan dari kami. Kapan kepalanya terkena luka? Yaitu saat Yesus diSalib; oleh tebusan darahNya manusia mendapatkan pengampunan dari dosanya)
              4. (4) Penyembah kepada Antikris Wah 13:4,8
              5. (5) Kekuasaan Antikris
                1. (a) Ruang lingkupnya - Ia diberi kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Wah 13:7
                2. (b) Lamanya --- 42 bulan. Wah 13:5
              6. (6) Hujat dari Antikris Wah 13: 5-6
            2. b. Pengikutnya, Nabi palsu Wah 13:11-18
              1. (1) Bersifat militan. Wah 13:12
              2. (2) Misinya. Wah 13:12
              3. (3) Keajaibannya. Wah 13:13-14
              4. (4) Tandanya. Semua orang diberi tanda pada tangan atau dahinya, dengan bilangan 666. Wah 13:16-18
        6. C. Ia menuangkan 7 cawan penghakiman. Wah 14-16
          1. 1. Peristiwa yang mendahului Cawan penghakiman. Wah 14-15
            1. a. Nyanyian para saksi Wah 14:1-5
            2. b. Warta dari malaikat-malaikat Allah Wah 14:6-12
            3. c. Jaminan dari Roh Allah. Wah 14:13
            4. d. Penuaian dari Allah. Wah 14:14-20
            5. e. Nyanyian kemenangan. Wah 15:1-4
            6. f. Peristiwa-peristiwa dalam Bait Allah. Wah.15:5-8
          2. 2. Peristiwa-peristiwa yang mengiringi cawan penghakiman. Wah 16
            1. a. Cawan yang pertama. Wah 16:2
            2. b. Cawan yang kedua. Wah 16:3
            3. c. Cawan yang ketiga. Wah 16:4-7
              1. (1) Aksinya. Wah 16:4
              2. (2) Reaksinya. Wah 16:5-7
            4. d. Cawan penghakiman keempat. Wah 16:8-9
              1. (1) Aksinya. Wah 16:8
              2. (2) Reaksinya. Wah 16:9
            5. e. Cawan penghakiman kelima. Wah 16:10-11
              1. (1) Aksinya Wah 16:10
              2. (2) Reaksinya Wah 16:11
            6. f. Cawan penghakiman keenam. Wah 16:12-16
            7. g. Cawan penghakiman ketujuh. Wah 16:17-21
              1. (1) Gempa bumi yang terbesar. Wah 16:18-20
              2. (2) Hujan es yang terbesar. Wah 16:18-21
        7. D. Pemusnahan sistim agama di bumi. Wah 17
          1. 1. Sejarah perempuan pelacur. Wah 17:1-6
            1. a. Sudah bejat akhlaknya,dengan kenajisan neraka. Wah 17:2,5
            2. b. Berhias dengan kekayaan dunia. Wah 17:4
            3. c. Mabuk dengan darah orang-orang kudus. Wah 17:6
          2. 2. Masa depan perempuan pelacur. Wah 17:7-18
            1. a. Mula-mula berpasangan dengan Antikris. Wah 17:7-9
            2. b. Akhirnya dihancurkan Antikris. Wah 17:15-17
        8. E. Ia menghancurkan sistim politik dan ekonomi dunia. Wah 18
        9. Ada kota pusat sistim dunia ini. Wah 16:3; 19:20
          1. 1. Ciri dari kota. Wah 18:1,2,5,21
          2. 2. Kota itu ….. (?)
          3. 3. Kemerosotan kota itu
            1. a. Tidak percaya kepada Tuhan, materialistik. Wah 18:3,11-17
            2. b. Kesombongan. Wah 18:17
            3. c. Tunasusila. Wah 18:3
            4. d. Praktek roh jahat dan agama palsu. Wah 18:2
            5. e. Semua bangsa disesatkan (Obat-obat terlarang). Wah 18:23
            6. f. Perbudakan. Wah 18:13
            7. g. Pertumpahan darah. Wah 18:24
          4. 4. Penghancuran kota itu
            1. a. Sumber dari penghancuran Allah sendiri. Wah 18:8-20
            2. b. Cara penghancuran. Mungkin dari energi nuklir. Dilihat dari cepatnya sifat penghancuran. Wah 18:8-12
            3. c. Reaksi penghancuran
              1. (1) Keputusasaan di dunia. Wah 18:11,19
              2. (2) Kesukaan di sorga. Wah 18:20
        10. F. Ia mengalahkan musuh-musuh-Nya di Harmagedon
          1. 1. Perayaan di sorga. Wah 19:1-10
            1. a. Puji Tuhan atas murka-Nya terhadap perempuan pelacur yang bengis. Wah 19:1-5
            2. b. Puji Tuhan atas perkawinan Anak Domba. Wah 19:6-10
          2. 2. Konfrontasi di dunia. Wah 19:11-12
            1. a. Harmagedon, Kemenangan atas Setan. Wah 19:15,17-19
            2. b. Gehenna, Kemenangan atas nabi palsu dan para pengikutnya. Wah 19:19-20
      8. IV. Bagian 4 = Pemerintahan Anak Domba Allah. Wah 20
        1. A. Rantai besar. Wah 20:1-3
        2. Setan diikat selama 1000 tahun. Wah 20:1-2
        3. B. Pemerintahan Besar. Wah 20:4-6
          1. 1. Kebangkitan orang benar. Wah 20:5-6
          2. 2. Pemerintahan orang benar. Wah 20:4,6
        4. C. Pemberontakan Besar
          1. 1. Dari musuh. Wah 20:7
          2. 2. Dari kesombongan. Wah 20:8
          3. 3. Dari serangan. Wah 20:9
          4. 4. Lautan api. Wah 20:10
        5. D. Takhta yang Besar. Wah 20:11-15
          1. 1. Hakim. Wah 20 :11
          2. 2. Orang yang dihakimi. Wah 20:12-13
          3. 3. Penghukuman. Wah 20:14-15
      9. V. Bagian ke 5 : Pengantin dari Anak Domba Wah 21:1-22:21
        1. A. Tempat tinggal -- kota yang Besar. Wah 21:1-2
          1. 1. Penghuninya. Wah 21:27
          2. 2. Temboknya. Wah 21:12,14,17,18
          3. 3. Pintu gerbang. Wah 21:12-13,24,25
          4. 4. Ukuran / bentuknya. Wah 21:15-16
          5. 5. 12 fondasi. Wah 21:19
          6. 6. Jalannya. Wah 21:21 (Dari emas murni)
          7. 7. Sumber penerangan. Wah 21:23; 22:5
          8. 8. Sungainya. Wah 22:1
          9. 9. Pohon Kehidupan. Wah 22:2
          10. 10. Hubungan pada dunia. Wah 21:24,26
          11. 11. Pusat penyembahan. Wah 21:22
          12. 12. Takhtanya. Wah 22:1
          13. 13. Aktifitas apa yang kita lakukan di sorga?
            1. a. Belajar pada Yesus. Wah 22:3
            2. b. Belajar tentang Yesus. Wah 22:3
            3. c. Memerintah dengan Kristus. Wah 22:5
        2. B. Suaminya -- Pasangan yang setia Wah 22:6-21
          1. 1. Penghiburan dari Kristus. Wah 22:12,14
          2. 2. Tabiat dari Kristus. Wah 22:13,16
          3. 3. Nasihat dari Kristus. Wah 22:10
          4. 4. Perhatian dari Kristus
            1. a. Perhatiannya pada Air Hidup. Wah 22:17

YOHANES PEMBAPTIS [biotokoh pb]

AyahZakharia
IbuElisabet
Disebut pertamaMat 3:1
Namanya disebut90 X
Kitab yang menyebutMatius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul.
PekerjaanNabi
Tempat kelahiranPegunungan Yudea
Tempat kematianPenjara, ruang dibawah tanah, di Laut Mati.
Keadaan kematianDipenggal kepalanya dengan pedang.
Terakhir disebutKis 19:4
UmurKira-kira 35 Tahun
Fakta pentingPembuka jalan, Pelopor dari Tuhan Yesus; Ia memperkenalkan Yesus dan membaptis Mesias.
Ringkasan
  1. I. Misinya.
    1. A. Seperti diberitakan malaikat.Tuhan
      1. 1. Pernyataan. Luk 1:5-7
      2. Saat Zakharia sebagai imam, berada di Bait Allah, maka datanglah malaikat Gabriel, memberitahukan, bahwa doanya dikabulkan.
        1. a. Engkau dan isterimu Elisabet akan mempunyai anak laki-laki. Luk 1:3
        2. b. Namakan anak itu Yohanes. Luk 1:3
        3. c. Dia akan penuh Roh Kudus mulai dari rahim ibunya. Luk 1:15
        4. d. Ia akan berhasil dalam pelayanannya. Luk 1:16
        5. e. Ia akan membuka jalan bagi Mesias. Luk 1:17
        6. f. Kuasanya sama seperti Elia. Luk 1:17
      3. 2. Ragu-ragu. -- Dan Zakharia berkata kepada malaikat; Apakah mungkin, karena aku dan isteriku sudah lanjut umurnya. Luk 1:18
      4. 3. Menjadi bisu. Luk 1:20
      5. 4. Kelambatan. -- Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama dalam Bait suci. Luk 1:21
      6. 5. Penyembahan. -- Beberapa lama kemudian, Elisabet isterinya mengandung. Dan katanya: "Inilah perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapus aibku di depan orang." Luk 1:24-25
    2. B. Seperti diberitahukan oleh Roh Kudus
      1. 1. Roh Kudus menyaksikan lebih dahulu atas kelahiran Yohanes. --- Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada dalam rahimnya, dan Elisabet-pun penuh Roh Kudus. Luk 1:41
      2. 2. Kehendak Roh Kudus saat kelahiran Yohanes Pembaptis Para tetangga semua ikut bersuka, karena Tuhan telah menunjukkan rahmatNya. Setelah Zakharia memberi nama anaknya: Yohanes, maka terbukalah mulutnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Luk 1:57:64
      3. 3. Perkataan Roh Kudus setelah kelahiran Yohanes Pembaptis. Luk 1:67
        1. a. Nyanyian pujian Zakharia.
          1. (1) Ia berterima kasih kepada Allah untuk perjanjian dengan Daud. Luk 1:68-69,71
          2. (2) Ia berterima kasih kepada Allah untuk perjanjian dengan Abraham. Luk 1:73
        2. b. Nubuatan Zakharia. -- Anak itu akan disebut Nabi Allah Yang Mahatinggi; sebab ia akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya. Luk 1:76-79
  2. II. Pemberitaan Yohanes
    1. A. Seperti nubuat dari Yesaya dan Maleakhi
      1. 1. Nubuat Yesaya. -- Yes 40:3-5
      2. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan bagi Allah kita! Mat 3:1 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu di baptis dan Allah akan mengampuni dosamu. Luk 3:3-6
      3. 2. Nubuat Maleakhi. -- Mal 3:1
      4. Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Mat 11:10
    2. B. Seperti pernyataan Yohanes
      1. 1. Kepada masyarakat ramai:
        1. a. Pemberitaannya kepada mereka. "Bertobatlah, karena Kerajaan Allah sudah dekat!" Mat 3:2-3b
        2. b. Pemberitaannya mengenai tangan mereka. Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya. Luk 3:10-11
      2. 2. Kepada orang Farisi dan Saduki. "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang. Mat 3:7-10
      3. 3. Kepada pemungut pajak. -- "Jangan menagih lebih dari pada yang telah ditentukan bagimu" Luk 3:12-13
      4. 4. Kepada tentara. -- "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu" Luk 3:14
      5. 5. Kepada dunia. -- "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Yoh 1:29
  3. III. Pelayanan Yohanes
    1. A. Orang-orang yang bertobat.-- Maka datanglah penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan, mengaku dosa dan mereka dibaptis. Mat 3:5-6
    2. B. Ia membaptis Kristus dari Israel.
      1. 1. Ketaatannya. Yohanes mencegah untuk membaptis Yesus, sebab ia tidak layak, tetapi Yesus berkata: "Biarlah hal ini terjadi" Mat 3:13-15
      2. 2. Pengurapan. -- Saat Yesus keluar dari air, Roh Kudus turun ke atasNya. Mat 3:16
      3. 3. Restu. -- "Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan". Mat 3:17
      4. 4. Kepastian. -- Dia itu yang akan membaptis kamu dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihatNya dan memberi kesaksian: "Ia inilah Anak Allah." Yoh 1:33-34
  4. IV. Penilaian atas Yohanes. Orang yang bagaimanakah Yohanes itu?
    1. A. Kehidupan pribadinya:
      1. 1. Ia adalah orang yang tegas dan sederhana. Mat 3:4
      2. 2. Ia adalah seorang pendoa. Luk 11:1
      3. 3. Ia adalah seorang yang dibawah kekuasaan Roh Kudus. Tangan Tuhan menyertainya. Luk 1:66
    2. B. Kehidupannya di depan publik.
      1. 1. Seorang yang sedang diperbincangkan:
        1. a. Kebanyakan orang menganggapnya sebagai nabi. Mat 21:26
        2. b. Ada yang menganggapnya ia kerasukan setan. Mat 11:28
        3. c. Yesus membandingkan dengan Elia. Mat 12:12-13
        4. d. Segolongan kecil berpendapat, bahwa ia sudah kembali dari kematiannya ke dalam diri Yesus. Mat 14:1-3
        5. Yesus berkata: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu? Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis." Mat 16:13-14
      2. 2. Yohanes adalah seorang yang tidak kenal takut. Ia memberitakan mengenai pertobatan dan penghakiman baik kepada raja, pemungut cukai, orang Farisi dan rakyat jelata.
      3. 3. Ia seorang yang efektif. Walaupun pekerjaannya tanpa mujizat, tetapi mengenakan orang banyak. Yoh 10:41
      4. 4. Ia seorang yang beriman. -- Bersaksi tentang Kebenaran; dan Pelita yang menyala dan yang Yoh 5:33,35
  5. V. Kebesaran Yohanes
  6. Yesus berkata: "Di antara semua yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Mat 11:7-11
  7. VI. Misinya Yohanes
    1. A. Kesetiaannya kepada Kristus
      1. 1. Dengan tepat ia melukiskan Juruselamat:iya kepada umum. Yohanes berkata: Bahwa Dia ada sebelum aku ada, dan dari kepenuhanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia. Tidak seorangpun yang melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah. Yoh 1:15-18
      2. 2. Dengan tepat ia melukiskan pribadinya kepada orang-orang Farisi. Yoh 1:19-27
    2. B. Kasih Yohanes kepada Kristus
    3. Yohanes berkata: "Sukacitaku penuh, Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil." Yoh 3:25-30
  8. VII. Kesyahidan Yohanes
    1. A. Penahanan Yohanes. Para pelaku memasukkan Yohanes ke dalam penjara.
      1. 1. Apa persoalannya. Herodes menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan dipenjara, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isterinya. Mrk 6:17
      2. 2. Karena Yohanes telah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!" Mrk 6:18-20
    2. B. Keragu-raguan Yohanes
      1. 1. Pertanyaannya kepada Kristus. Di dalam penjara Yohanes telah mendengar tentang pekerjaan Yesus, lalu ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepadaNya: "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" Mat 11:2-3
      2. 2. Keyakinannya dari Juruselamat. Yesus menjawab: "Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar; Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,… Luk 7:21-22
    3. C. Kematian Yohanes Pembaptis
      1. 1. Pada pesta ulang tahun raja Herodes. Kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya, mengadakan perayaan untuk pembesar-pembesarnya. Mrk 6:21
      2. 2. Pertunjukan. Setelah Herodes melihat, bahwa anak perempuan Herodias tampil lalu menari dan ia menyukakan hati Herodes, lalu Herodes bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kau minta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!" Mrk 6:22-23
      3. 3. Ceritanya. Anak itu kemudian menanyakan kepada ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!" Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya, maka raja segera memerintahkan untuk mengambil kepala Yohanes Pembaptis. Mrk 6:24-28

YUNUS [biotokoh pl]

Arti nama:MERPATI
AyahAmitai - 2 Raja-raja 14:25
Disebut pertama2 Raja-raja 14:25
Namanya disebut27 kali
Kitab yang menyebut4 buku : 2 Raja-raja , Yunus, Matius dan Lukas
PekerjaanNabi - 2 Raja-raja 14:25
Tempat kelahiranGat-Hefer - 2 Raja-raja 14:25
Terakhir disebutLukas 11:32
Fakta pentingIA DITELAN IKAN BESAR, DIMUNTAHKAN KE DARAT DAN MENGABARKAN PERINGATAN ALLAH DI NINIWE (YUNUS 2:10, 3:5).

Lihat definisi kata "Injil" dalam Studi Kata



TIP #21: Untuk mempelajari Sejarah/Latar Belakang kitab/pasal Alkitab, gunakan Boks Temuan pada Tampilan Alkitab. [SEMUA]
dibuat dalam 0.39 detik
dipersembahkan oleh YLSA