Daftar Isi
HAAG: Yunani Alkitab

Yunani Alkitab

Yunani Alkitab [haag]

Yudas (Surat Yudas).

Tidak ditujukan pada suatu jemaat tertentu. Sama sekali tidak jelas, apakah alamat yang dituju itu para kristen Yahudi (: nukilan-nukilan PL, penggunaan tulisan-tulisan apokrif dan legenda Yahudi), atau para kristen asal orang kafir (: tampilnya ajaran-ajaran salah para aliran Libertini), atau salah satu kelompok di daerah diaspora. Penggunaan tulisan-tulisan apokrif (Henokh, Ass Mos) membuat orang meragukan keaslian surat itu. Menjelang akhir abad 2 surat itu diakui masuk daftar kanon Kitab Suci di Roma, Karthago dan di Aleksandria. Penulis itu disebut "saudara dari Yakobus". Dalam masalah itu hanya dapat dipersoalkan --> Yakobus (3), saudara Tuhan. Adapun ketetapan tanggal penulisan tergantung dari keaslian 2Petr, sebab sebagian dari kedua surat itu cocok satu sama lain. Pada hakekatnya orang menempatkannya antara tahun 70 dan 90 sesudah Masehi.

YUNANI ALKITAB.

Dengan kata ~YA dimaksudkan: Bahasa yang dipakai untuk menetapkan Kitab Suci PB dan terjemahan Alkitab lama ke dalam bahasa Yunani, terlebih-lebih terjemahan septuaginta (LXX). Bahasa ini termasuk bahasa koine, akibat dari bahasa hubungan politik dan kebudayaan internasional. Setelah Iskandar Agung mengadakan perebutan daerah, maka di dalam waktu penguasaan helenis terbentuklah dasar hubungan politik dan kebudayaan internasional. Bahasa yang digunakan berdasar pada bahasa Atika yang telah dimurnikan dari unsur kedaerah. Bahasa ini menyerap macam-macam elemen dari berbagai dialek dan banyak kata asing (Semitisme, latinisme). Keistimewaan dari ~YA dalam hubungannya dengan koine, berdasar pada dua pokok peristiwa. Pertama: Bahasa ini telah dipengaruhi oleh sumber yang dipakainya. Misalnya: LXX itu diambil dari sumber yang berbahasa Ibr. Sumber itu sebagian diterjemahkan secara harafiah. Kemudian untuk bahasa PB ditemukan sumber-sumber bahasa Aram pada bagian tertentu (: kumpulan kata-kata Yesus) atau sumber-sumber bahasa Ibr. Kedua: Bahasa asal penulis tetap kelihatan. Penulis tidak sadar akan kecanggungan itu. Kebanyakan penulis PB dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Aram atau bahasa Ibr. Sintaksis, semantik dan fonentiknya kelihatan lebih dipengaruhi oleh bahasa asal penulis. Sebaliknya kata-kata yang dipakai tidak begitu menunjukkan pengaruh asalnya. Bila kitab itu dipisahkan satu sama lain, niscaya ditemukan perbedaan mutu bahasa dalam masing-masing kitab. Lukas dan penulis surat Ibr. menggunakan tulisan Yunani yang paling "klasik". Markus lebih cenderung menggunakan bahasa rakyat. Paulus sudah terbiasakan berbahasa Yunani sejak muda. Dalam tulisannya ia mampu memakai ungkapan-ungkapan yang sangat lembut. Berbalikan dengan Paulus, Yohanes tidak peka untuk memakai bahasa Yunani yang halus. Pada umumnya ~YA itu juga tidak halus dan tidak akan menjadi bahasa "sakral" yang khas. ~YA tidak pernah dibedakan dari bahasa Yunani profan, meskipun punya keistimewaan-keistimewaan seperti tersebut di atas.




TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA