Bethlehem

Dalam versi-versi Alkitab:

Bait Lahim: SBDR
Bait-Lahim: BABA
Baitlehem: KL1870
Bejt Lehhem: LDKDR
Bethlehem: KL1863 TL
Betlehem: BIS ENDE FAYH TB TL WBTCDR
Betlehem-Yehuda: TL
Betlehemi: TL
rumah roti. Kej 35:19.
Betlehem dari Yehuda. Hak 17:7.
(1) terpuji, Kej 29:35 (2) penduduk Yudea, 2Raj 16:6 (3) tanah Yehuda. Ezr 5:8.

Gambar

Betlehem: selebihnya..
Topik: The Ruler from Bethlehem
Peta Google: Betlehem (1) (31° 42´, 35° 12´); Betlehem (2) (32° 44´, 35° 11´); Yudea (31° 46´, 35° 14´);
OpenBible: (Flickr/Panoramio) Betlehem (1)Betlehem (2)Yudea

Yunani

Strongs #2448: Iouda Iouda

Judah = "he shall be praised"

1) the fourth son of the patriarch Jacob
2) the tribe that were the offspring of Judah
3) the region occupied by the tribe
4) a city of the tribe of Judah, conjectured to be Hebron, which was
a city assigned to the priests and located in the hill country,
and the native place of John the Baptist according to Jewish tradition

2448 Iouda ee-oo-dah'

of Hebrew origin (3063 or perhaps 3194); Judah (i.e. Jehudah or
Juttah), a part of (or place in) Palestine:-Judah.
see HEBREW for 03063
see HEBREW for 03194

Strongs #2455: Ioudav Ioudas

Judah or Judas = "he shall be praised"

1) the fourth son of Jacob
2) an unknown ancestor of Christ
3) a man surnamed the Galilean, who at the time of the
census of Quirinus, excited the revolt in Galilee, Ac 5:37
4) a certain Jew of Damascus, Ac 9:11
5) a prophet surnamed Barsabas, of the church at Jerusalem,
Ac 15:22,27,32
6) the apostle, Joh 14:22, who was surnamed Lebbaeus or
Thaddaeus, and according to opinion wrote the Epistle of Jude.
7) the half-brother of Jesus, Mt 13:55
8) Judas Iscariot, the apostle who betrayed Jesus

2455 Ioudas ee-oo-das'

of Hebrew origin (3063); Judas (i.e. Jehudah), the name of ten
Israelites; also of the posterity of one of them and its
region:-Juda(-h, -s); Jude.
see HEBREW for 03063

Strongs #965: bhyleem Bethleem

Bethlehem = "house of bread"

1) a village about six miles (10 km) south of Jerusalem

965 Bethleem bayth-leh-em'

of Hebrew origin (1036); Bethleem (i.e. Beth-lechem), a place in
Palestine:-Bethlehem.
see HEBREW for 01036

Ibrani

Strongs #01022: ymxlh tyb Beyth hal-Lachmiy

Bethlehemite = "house of bread"

1) an inhabitant of Bethlehem

1022 Beyth hal-Lachmiy bayth hal-lakh-mee'

patrial from 1035 with the article inserted; a
Beth-lechemite, or native of Bethlechem:-Bethlehemite.
see HEBREW for 01035

Strongs #01035: Mxl tyb Beyth Lechem

Beth-lehem = "house of bread (food)"

1) a city in Judah, birthplace of David
2) a place in Zebulun

1035 Beyth Lechem bayth leh'-khem

from 1004 and 3899; house of bread; Beth- Lechem, a place in
Palestine:-Beth-lehem.
see HEBREW for 01004
see HEBREW for 03899

Strongs #03061: dwhy Y@huwd (Aramaic)

1) Judah - the territory of the tribe of Judah

3061 Yhuwd yeh-hood'

(Aramaic) contracted from a form corresponding to 3063;
properly, Judah, hence, Judaea:-Jewry, Judah, Judea.
see HEBREW for 03063

Strongs #03062: yadwhy Y@huwda'iy (Aramaic)

1) Jew

3062 Yhuwda'iy yeh-hoo-daw-ee'

(Aramaic) patrial from 3061; a Jehudaite (or Judaite), i.e.
Jew:-Jew.
see HEBREW for 03061

Strongs #03063: hdwhy Y@huwdah

Judah = "praised"

1) the son of Jacob by Leah
2) the tribe descended from Judah the son of Jacob
3) the territory occupied by the tribe of Judah
4) the kingdom comprised of the tribes of Judah and Benjamin which
occupied the southern part of Canaan after the nation split upon
the death of Solomon
5) a Levite in Ezra's time
6) an overseer of Jerusalem in the time of Nehemiah
7) a Levite musician in the time of Nehemiah
8) a priest in the time of Nehemiah

3063 Yhuwdah yeh-hoo-daw'

from 3034; celebrated; Jehudah (or Judah), the name of five
Israelites; also of the tribe descended from the first, and of
its territory:-Judah.
see HEBREW for 03034

Strongs #03064: ydwhy Y@huwdiy

1) Jew

3064 Yhuwdiy yeh-hoo-dee'

patronymically from 3063; a Jehudite (i.e. Judaite or Jew),
or descendant of Jehudah (i.e. Judah):-Jew.
see HEBREW for 03063

Strongs #03433: Mxl ybvy Yashubiy Lechem

Jashubi-lehem = "returner of bread"

1) a descendant of Shelah, the son of Judah by Bath-shua the Canaanitess

3433 Yashubiy Lechem yaw-shoo-bee' leh'-khem

from 7725 and 3899; returner of bread; Jashubi-Lechem, an
Israelite:-Jashubi-lehem. (Prob. the text should be pointed
Yoshbev Lechem {yo-sheh-bay' leh'-khem}, and rendered "(they
were) inhabitants of Lechem," i.e. of Bethlehem (by
contraction). Compare 3902).
see HEBREW for 07725
see HEBREW for 03899
see HEBREW for 03902

[Yoppi]

Strongs #02455:

Yudas

[Barclay]

Strongs #2455:

a [maskulin] (1) Yehuda: (a) anak Yakub, suku bangsa dan tanah Yehuda; (b) nama dalam silsilah Yesus (Luk 3.30); (2) Yudas: (a) seorang revolosioner (Kis 5.37); (b) seorang Damsyik (Kis 5.37); (c) seorang rasul, anak Yakubus; (d) Yudas Iskarot; (e) Yudas yang disebut Barsabas (f) saudara Yesus

Strongs #965:

[feminin] Betlehem

Yudea, Pada Zaman Yesus [pedoman]

  1. 1. Salah satu bagian dari Tanah Palestina di bawah pemerintahan Romawi.
  2. Luk 3:1
  3. 2. Terdiri dari seluruh kerajaan Yehuda pada zaman dahulu kala.
  4. 1Raj 12:21-24
  5. 3. Dinamai:
    1. 3.1 Tanah Yehuda.
    2. Mat 2:6
    3. 3.2 Yudea.
    4. Dan 5:13; Yoh 7:1
  6. 4. Daerah pegunungan.
  7. Luk 1:39,65
  8. 5. Beberapa bagian - terdiri dari padang gurun.
  9. Mat 3:1; Kis 8:26
  10. 6. Yerusalem ibu kota - .
  11. Mat 4:25
  12. 7. Kota-kota:
    1. 7.1 Arimatea.
    2. Mat 27:57; Yoh 19:38
    3. 7.2 Asdod.
    4. Kis 8:40
    5. 7.3 Betania.
    6. Yoh 11:1,18
    7. 7.4 Betfage.
    8. Mat 21:1
    9. 7.5 Betlehem.
    10. Mat 2:1,6,16
    11. 7.6 Efraim.
    12. Yoh 11:54
    13. 7.7 Emaus.
    14. Luk 24:13
    15. 7.8 Gaza.
    16. Kis 8:26
    17. 7.9 Yerikho.
    18. Luk 10:30; 19:1
    19. 7.10 Yope.
    20. Kis 9:36; 10:5,8
    21. 7.11 Lida.
    22. Kis 9:32,35,38
  13. 8. Yohanes Pembaptis berkhotbah di - .
  14. Mat 3:1
  15. 9. Tuhan kita:
    1. 9.1 Dilahirkan di - .
    2. Mat 2:1,5,6
    3. 9.2 Dicobai di padang gurun - .
    4. Mat 4:1
    5. 9.3 Selalu mengunjungi - .
    6. Yoh 11:7
    7. 9.4 Sering kali meninggalkan - supaya terlepas dari penganiayaan.
    8. Yoh 4:1-3
  16. 10. Beberapa jemaat Kristen di - .
  17. Kis 9:31; 1Tes 2:14

BETLEHEM [browning]

Kota kecil, sekitar 8 km di sebelah selatan Yerusalem. Kota ini telah berdiri sekitar 1250 sM, dan sering disebut dalam PL, terutama di dalam hubungannya dengan Raja *Daud, tempat *Rut, neneknya, tinggal (Rut 1:19; 4:11), dan tempat Daud sendiri dilahirkan (1Sam. 17:12). Dalam Mikha (5:2) terdapat nubuat bahwa keberuntungan *Yehuda yang akan diperbarui melalui seorang raja Israel yang dilahirkan di Betlehem, rumah Daud. Ayat ini diambil oleh umat Kristen sebagai nubuat tentang kelahiran Yesus, *Mesias, yang digambarkan dalam Injil-injil (Mat. 2:1; Luk 2:4; Yoh. 7:42) sebagai yang dilahirkan di Betlehem, tanah *Yudea, meskipun kota asalnya adalah *Nazaret (Luk. 4:16). Namun demikian, secara historis alasan yang diberikan untuk kelahiran Yesus di Betlehem tidak meyakinkan. Tampaknya cerita itu disusun untuk membenarkan Mi. 5:2 dan 2Sam. 5:2. Lukas melukiskan *sensus umum yang tak dapat dipercaya, yang mengharuskan keluarga Yesus meninggalkan tempat tinggal mereka di Nazaret untuk pendaftaran; sementara Matius menjelaskan bahwa dalam perjalanan kembali dari *Mesir ke Betlehem (Mat. 2:22) mereka memutuskan akan lebih aman tinggal di Nazaret daripada di Betlehem, rumah mereka. Pada 386 Hieronimus menyusun terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Latin (*Vulgata), ketika ia tinggal di Betlehem.

YEHUDA [browning]

Anak *Yakub dengan *Lea (Kej. 29:35), yang namanya digunakan untuk suku yang tinggal di Palestina Selatan, dan kemudian juga dipakai sebagai nama daerah itu sendi *Daud diurapi sebagai raja Yehuda (2Sam. 2:4), namun setelah merebut Yerusalem, ia juga menjadi raja wilayah Utara (Israel), dan dengan demikian, *keduabelas suku Israel dipersatukan hingga kematian *Salomo. Setelah perpisahan atau perpecahan (922 sM), terjadi perang saudara antara Yehuda dan Israel. Namun, posisi geografis Yehuda memberi keuntungan untuk bertahan, dan ketika Israel serta negara-negara lainnya dilibas oleh *Asyur, Yehuda tetap bertahan, bahkan ketika *Sanherib menyerbu Yerusalem pada 701 sM. Sejarah keagamaan negara ini silih-berganti antara kolusi dengan penduduk non-Israel, dengan jalan melegalkan penyembahan Kanaan, diikuti oleh reformasi kaum Yahwis, seperti pada masa pemerintahan *Hizkia (727-698 sM; 2Raj. 18:2) dan *Yosia (639-609 sM; 2Raj. 22:3-20). Yosia terbunuh di *Megido ketika berupaya mencegah pasukan Mesir yang bermaksud membantu Asyur yang merana akibat serangan *Babel yang sedang menanjak (2Raj. 23:29). Setelah Babel mengalahkan *Mesir di *Karkhemis pada 605 sM, Yehuda menjadi wilayah kekuasaannya, namun Raja *Yoyakhim memberontak, dan Yerusalem jatuh ke tangan Babel pada bulan Maret 597 sM, diikuti pembuangan penduduk yang terkemuka ke Babilon (Babel). Lebih serius lagi, pemberontakan *Zedekia berikutnya menyebabkan *Nebukadnezar menyerang Yerusalem selama dua tahun dan menghancurkan kota itu pada 586 sM, diikuti dengan *pembuangan sebagian besar penduduknya (2Raj. 25:11), meskipun Nabi *Yeremia, yang lebih senang menyerah kepada Babel, ditangkap oleh sekelompok nasionalis dan bersama mereka dilarikan ke Mesir. Sebagai kerajaan mandiri, Yehuda berakhir hingga kaum *Makabe berhasil menyingkirkan kuk *Seleukid. Kemudian lahirlah Kerajaan *Hasmonean Yehuda yang mandiri, dari 164 sM hingga kemenangan *Pompey pada 63 sM.

YUDEA [browning]

Bentuk Latin dan Yunani untuk *Yehuda. Pada era Makabe, Yudea merupakan negara mandiri (1Mak. 5:45). Kadang-kadang Yudea diartikan seluruh Palestina, sebagai wilayah *Herodes Agung (37-34 sM). Pada zaman PB, *Arkhelaus, anak Herodes, memerintah sebagai kepala wilayah Yudea (4 sM-6 M), yang tidak meliputi *Galilea dan *Perea. Namun, setelah Arkhelaus, Yudea menjadi bagian Romawi, provinsi *Siria, yang diperintah oleh seorang gubernur atau *prokurator Romawi, yang berkedudukan di *Antiokhia. Kadang-kadang PB menggunakan 'Yudea' dalam arti politis yang lebih luas (mis. Mat. 19:1) yang mencakup Perea, daerah sebelah timur *Yordan, berbatasan dengan *Samaria, dan bukan menjadi bagian 'Yudea' yang diperintah Romawi. (Perea, Galilea, dan Samaria, diperintah oleh Herodes *Antipas.)

BETLEHEM [ensiklopedia]

(bet lekhem, 'rumah roti', kata yg terakhir mungkin artinya lebih luas, 'makanan'). Ada yg menyarankan lekhem adalah Lakhmu, dewa Asyur, tapi tidak ada bukti bahwa dewa ini pernah disembah di Palestina. Ada dua kota dengan nama ini dalam PL dan yg sekarang disebut dengan nama Arab Bayt Lahm, sama dengan namanya dalam bh Ibrani.

1. Kota Daud yg terkenal. Terletak 9 km di selatan Yerusalem. Dahulu bernama Efrat (Kej 35:19) dan dikenal sebagai Betlehem Yehuda, atau Betlehem Efrata untuk membedakannya dari kota lain yg mempunyai nama yg sama. Kuburan Rahel ada di dekatnya, nenek moyang Daud tinggal di sana; pernah diduduki pasukan Filistin; Sang Almasih ditentukan dilahirkan di sana. Sesuai dengan ketentuan itu Yesus dilahirkan di sana, dan cerita-cerita tentang peristiwa para gembala dan para majus terjadi di sana. Kaisar Romawi Hadrianus merusak kota itu pada abad 2 M, orang Yahudi diusir, dan tempat kelahiran Yesus hilang selama dua abad; pertapakan 'Gereja Kelahiran' yg dibangun oleh Helena pada zaman pemerintahan Konstantinus mungkin (tapi juga tidak mungkin) menjadi tempat yg sebenarnya.

2. Betlehem lainnya terletak di daerah milik Zebulon (Yos 19:15), 11 km barat laut Nazaret. Kebanyakan ahli menganggap bahwa hakim Ebzan (Hak 12:8) tinggal di situ, tapi tradisi kuno lebih menganggap Betlehem Yehuda.

KEPUSTAKAAN. EAEHL 1, hlm 198-206. DFP/RS

YEHUDA [ensiklopedia]

I. Putra Yakub

Putra Yakub yg ke-4 dari Lea (Kej 29:35) disebut Yehuda (yehuda); arti nama itu diterangkan di sana sebagai 'bersyukur', akar katanya dari ydh, yg artinya 'bersyukur kepada atau memuji'. Kej 49:8 bermain kata tentang pengertian ini. Banyak ahli menolak muasal akar kata itu, tapi tak satu pun etimologi lain yg sudah disarankan yg diterima secara umum (mengenai kepustakaannya, lih Kohler dan Baumgartner, Lexicon in Veteris Testamenti Libros). Yehuda sudah sejak dini memimpin kakak adiknya, seperti terungkap dalam cerita Yusuf (Kej 37:26-27; 43:3-10; 44:16-34; 46:28). Kej 38, walaupun hanya sekilas menerangkan permulaan suku Yehuda, tapi jelas menunjukkan pertentangan sifat Yehuda dengan sifat Yusuf. Dan walaupun Kej 49:8-12 bukanlah harfiah menjanjikan kerajaan kepada Yehuda, dan kendati hanya menjanjikan kepemimpinan, kemenangan, dan stabilitas suku itu, tapi janji mengenai 'dia yg berhak atasnya' pada akhir sekali mencakup kerajaan. Silsilah keturunan Yehuda terdapat dalam 1 Taw 2-4.

II. Orang-orang lain dengan nama yg sama

Sesudah Pembuangan ke Babel nama 'Yehuda' menjadi salah satu nama yg makin digemari di antara orang Yahudi. Ada 5 orang dalam PL memakai nama ini, yaitu seorang Lewi, leluhur Kadmiel (Ezr 3:9), mungkin bapak atau anak Hodawya (Ezr 2:40); seorang Lewi yg pulang bersama Zerubabel (Neh 12:8); teman sebaya Ezra, dari suku Lewi (Ezr 10:23); seorang Benyamin yg berjiwa pemimpin pada zaman Nehemia (Neh 11:9); seorang imam pada zaman Nehemia (Neh 12:36). Dalam Neh 12:34 boleh jadi anggota suku ini pada umumnya disebut dengan nama 'Yehuda'. Dalam Pa nama itu diganti dengan Yudas, yaitu bentuk yg di-Helenis-kan. Bentuk Ibrani (Yehuda) dipertahankan untuk garis leluhur Yesus yg disebut dalam Mat 1:2-3 dan Luk 3:30.

III. Suku Yehuda

a. Dari masa Keluaran sampai raja Saul

Tidak ada peranan khusus suku Yehuda dalam peristiwa Keluaran dan pengembaraan di padang gurun, namun perlu diperhatikan bahwa suku ini berada di barisan paling depan (Bil 2:9). Dalam kedua cacah jiwa yg dilakukan pada masa ini (Bil 1:27; 26:22) tidak ada perubahan yg berarti.

Akhan, dari suku Yehuda, adalah penyebab kekalahan Israel menghadapi bangsa Ai (Yos 7). Boleh jadi inilah alasan menimpakan tugas khusus kepada Yehuda untuk melakukan serangan tersendiri terhadap bangsa-bangsa Kanaan (Hak 1:1-2). Memang tidak ada keterangan yg diberikan, tapi jelas bahwa bagian milik pusaka Yehuda tidak ditentukan dengan undi di Silo (Yos 18:1-10) sebelum negeri itu ditaklukkan (Hak 1:3). Milik pusaka Yehuda dibatasi di utara oleh milik pusaka suku Dan dan Benyamin, di sebelah timur oleh Laut Mati, di sebelah barat oleh Laut Tengah, di sebelah selatan oleh keempat desa Gibeon (Yos 9:17) dan meluas sejauh lahan yg dapat ditanami (bnd Yos 15).

Mula-mula Yehuda menaklukkan bagian terbesar dataran pantai, yg tidak lama kemudian diduduki oleh orang Filistin (Hak 1:18), tapi mereka segera menarik diri dari pertempuran (Hak 1:19; 3:3; Yos 11:22; 13:2-3). Karena daerah yg terbaik itulah yg ditentukan menjadi milik pusaka Yehuda tapi kemudian dengan ikhlas diberikannya kepada Simeon (Yos 19:1, 9), maka sangat mungkin bahwa Yehuda mengharapkan daerah Simeon itu menjadi penyanggah antara Yehuda dan dataran pantai yg belum ditaklukkan.

Penaklukan daerah selatan yg dicatat dalam Hak 1:1-17 ditafsirkan sangat luas seolah-olah mengandung pengertian, bahwa Yehuda (dan suku-suku lain) memasuki tanah Kanaan dari selatan sebelum penyerbuan Yosua (bnd H. H Rowley, From Joseph to Joshua, 1950, hlm 4 dst, 101 dst, 110 dst, dgn kepustakaannya), tapi seluruh perkembangan arkeologi modern kelihatannya tidak mendukung teori ini, yg memang tidak dapat diterima berdasarkan alasan-alasan lain, yg bersifat umum.

Kegagalan mempertahankan Yerusalem (Hak 1:8, 21), ditambah adanya empat desa Gibeon yg setengah merdeka (Yos 9; 2 Sam 21:1-2), menciptakan kendala psikologi antara Yehuda dan suku-suku yg bermukim di pusat. Walaupun tidak ada rintangan untuk melintasi negeri ini (bnd Hak 19:10-13), Yehuda makin lebih mengarahkan pandangannya ke selatan ke Hebron, daripada ke tempat kudus yg di Silo. Dan kendati hakim pertama berasal dari suku Yehuda, yaitu Otniel (Hak 3:9-11), dan Yehuda turut dalam gerakan menentang Benyamin (Hak 20:18), agaknya ia tidak diharapkan turut dalam gerakan melawan Yabin dan Sisera (Hak 5). Akibatnya, tatkala Yehuda harus membayar upeti kepada Filistin (Hak 15:11), nampaknya mereka tidak mengharapkan reaksi dari suku-suku lain, dan suku-suku lain itu pun agaknya tidak memusingkannya.

Fakta keterpisahan ini agaknya diterima secara umum, sebab pada zaman Saul kontingen Yehuda dihitung terpisah (1 Sam 11:8; 15:4; 17:52; 18:16).

b. Pada zaman Daud dan Salomo

Sesudah kematian Saul perpecahan yg semakin meruncing itu dilestarikan lagi dengan dimahkotainya Daud menjadi raja Yehuda di Hebron (2 Sam 2:4). Boleh jadi A Alt benar dalam mengemukakan ('The Formation of the Israelite State in Palestine', Essays on OT History and Religion, 1966, hlm 261 dst) bahwa pemahkotaan Daud menjadi raja atas 'seluruh Israel' (2 Sam 5:1-5), membuat dia raja dari dua kerajaan yg di dalamnya Yehuda mempertahankan identitasnya terpisah. Memang benar, selama pemberontakan Absalom agaknya Yehuda mempertahankan kenetralannya, sedang bagian utara mengikuti pemberontak.

Tak ada bukti bahwa Yehuda diistimewakan oleh Salomo jika dibandingkan dengan suku-suku lainnya, sebab kalimat 'dan dialah satu-satunya kepala daerah yg ada di tanah itu' (1 Raj 4:19), menunjuk kepada Yehuda saja.

IV. Kerajaan Yehuda

a. Hubungannya dengan Israel

Jika pandangan A Alt benar, maka Yehuda dan Israel dalam mengangkat raja-raja yg berbeda, bertindak sesuai hak-hak mereka sebagai kekuatan politik yg sah dan terpisah-pisah. Kecuali Yerobeam, kelihatannya raja-raja Israel tidak menginginkan keruntuhan Yehuda (bnd 2 Raj 14:13-14), dan tak pernah para nabi mempersoalkan hak keberadaan Israel sebagai satu kerajaan, walau mereka sudah terlebih dahulu melihat saatnya Israel akan kembali taat kepada 'Daud'.

Warisan kekayaan peninggalan Salomo kelihatannya menopang Yehuda saat terjadinya perpecahan, kendati tanahnya kurang subur dan penduduknya sedikit dibandingkan penduduk kerajaan Utara. Walaupun ada yg mengatakan kebalikannya, tapi tidak ada bukti bahwa kemudian Rehabeam melanggar perintah Semaya (1 Raj 12:22-24) sehingga menyerang Yerobeam. Isyarat bahwa serangan Sisak terhadap Yehuda (1 Raj 14:25-26) bermaksud menopang Yerobeam, sekutunya itu, tak mempunyai bukti positif. Lenyapnya harta kekayaan peninggalan Salomo sebagai akibat serangan Sisak, dan walaupun kelihatannya Israel juga menderita kerugian akibat serangan Sisak itu, menunjukkan bahwa sekarang dalam hal kekayaan harta benda Yehuda tetap berada pada posisi lebih rendah dibandingkan Israel. Kenyataan membuktikan bahwa Yehuda membutuhkan Israel yg makmur untuk kemakmurannya sendiri.

Suatu tolok ukur kejayaan mutlak Yehuda -- jadi bukan yg relatif, ialah kemampuannya menguasai Edom, atau mengerahkan tenaga sejauh yg diperlukan untuk melindungi jalur perdagangan ke Teluk Akaba. Rehabeam tidak berusaha melanjutkan tuntutan bapaknya yg kurang beralasan atas daerah itu. Nampaknya Yosafat-lah yg menundukkan seluruh negeri itu (1 Raj 22:47), tapi kemudian dia harus mengangkat seorang raja bawahan (2 Raj 3:9, 'raja Edom').

Pada pemerintahan Yoram, anaknya, Edom mendapat kemerdekaannya kembali (2 Raj 8:20-22). Kira-kira setengah abad kemudian Amazia menaklukkan Edom lagi (2 Raj 14:7). Sekali ini penaklukan itu lebih berhasil, sebab barulah pada masa kesukaran dalam pemerintahan Ahas, yaitu 60 thn kemudian, Edom berhasil membebaskan dirinya (2 Raj 16:6). Sesudah saat ini agaknya tak pernah lagi Yehuda berusaha menaklukkan Edom.

Hanya kemenangan Abia (Abiam) yg begitu menentukan yg memulihkan keseimbangan kedua kerajaan itu. Asa, yg berhadapan dengan Baesa yg kuat, dapat mempertahankannya hanya dengan mempersekutukan dirinya dengan Ben-Hadad, raja Damsyik (1 Raj 15:18-20).

Dinasti Omri, yg terancam oleh kekuasaan Damsyik yg makin meningkat, dan lebih-lebih lagi oleh Asyur, berdamai dengan Yehuda, yg kemudian dikukuhkan oleh perkawinan Atalya, putri Ahab, atau barangkali adiknya (2 Raj 8:26), dengan Yoram. Banyak yg berpendapat bahwa pada saat ini Yehuda merupakan taklukan Israel. Sebaliknya kenyataan mengisyaratkan bahwa Yosafat memanfaatkan Israel sebagai daerah penyanggah antara dia dan Asyur. Inilah keterangan yg paling mungkin mengapa Yehuda tak terdapat baik dalam daftar musuh-musuh Salmaneser pada pertempuran Karkar, maupun di 'Tiang Batu Hitam'. Agaknya dia mengamati dulu, kecuali pertempuran di Ramot-Gilead (1 Raj 22:1-38) sebagai satu-satunya kekecualian, sementara Israel dan Damsyik bertempur mati-matian saling menghancurkan. Maka menjelang akhir pemerintahannya yg panjang, Yosafat merasa cukup kuat menolak permintaan Ahazia melakukan usaha gabungan ke Ofir, sesudah usaha pertama gagal (1 Raj 22:48-49; bnd dgn 2 Taw 20:35-37). Kekuatan kedua kerajaan itu agak berimbang saat ini terlihat pada kenyataan bahwa Yehu, yg sudah membunuh Ahazia, raja Yehuda (2 Raj 9:27), tidak berani melancarkan gerakan anti-Baalnya di tanah Yehuda, dan pada pihak lain, Atalya tidak berusaha membalaskan kematian anaknya itu.

Dalam kurun waktu antara penobatan Yehu naik takhta dan kematian Yerobeam II dan Uzia, agaknya keadaan Yehuda sama dengan Israel, baik dalam penderitaan maupun keberuntungan. Boleh jadi keberuntungan datang terlambat ke selatan, dan alpanya kemujurannya itu diungkapkan beberapa saat kemudian daripada di Israel. *RAJA-RAJA, KITAB.

b. Musuh-musuh luar negeri yg terdahulu

Sampai kepada runtuhnya kerajaan Israel, Yehuda secara istimewa tidak goyah oleh ancaman dari luar. Serbuan Sisak adalah goncangan terakhir dari pihak penguasa Mesir kuno, dan kebangkitan Asyur hanya memaksa Yehuda untuk membenahi pertahanannya. Orang Filistin sudah sedemikian lemahnya, sehingga tampil sebagai penyerang hanya bila Yehuda berada pada keadaan paling lemah, yaitu pada zaman Yoram (2 Taw 21:16) dan Ahas (2 Taw 28:18). Pada puncak kekuasaan Hazael, tatkala Israel sudah hampir dimusnahkannya, Yoas dipaksa membayar upeti kepada Damsyik, tapi ini tak dapat berlangsung lama. Kedua ancaman paling berbahaya pada saat ini ialah serangan-serangan mendadak bangsa-bangsa pengembara dan semi pengembara dari gurun pasir yg dilancarkan secara periodik. Zerah, 'orang Etiopia itu' (2 Taw 14:9) lebih mungkin adalah orang Arab (bnd Kej 10:7) ketimbang orang Etiopia, yaitu seorang Sudan. Bahaya kedua adalah serangan mendadak penduduk padang tandus Transyordan (2 Taw 20:1, 10).

c. Yehuda dan Asyur

Sudah dikatakan di atas bahwa kebangkitan Asyur terdahulu tidak mempengaruhi Yehuda. Tatkala Damsyik dan Israel menyerang Ahas (2 Raj 16:5), itulah usaha terakhir untuk mempersatukan sisa-sisa negeri-negeri Asia Barat untuk menghadapi kebangkitan Tiglat-Pileser III. Tak ada alasan untuk menyangka Yehuda terancam oleh Asyur, sebab sebelum Asyur tampil menentang Mesir, mereka tidak akan gegabah buru-buru bergerak menuju perbatasan gurun pasir. Dengan mengakui keunggulan Asyur secara nyata Ahas memeteraikan nasib Yehuda. Di satu pihak Yehuda tetap menjadi bangsa taklukan sampai dapat diduga kehancuran Asyur yg makin mendekat (612 sM); di pihak lain, Yehuda terjaring dalam persekongkolan yg diprakarsai oleh Mesir, dan akibatnya Yehuda menderita secara wajar.

Pemberontakan Hizkia pada thn 705 sM, yg dipadamkan oleh Sanherib 4 thn kemudian, menciutkan Yehuda menjadi tinggal bayang-bayang dari dirinya semula. Paling sedikit dua pertiga penduduknya meninggal atau dibawa sebagai tawanan, dan bagian terbesar daerahnya hilang. Mengenai perinciannya lih J Bright, A History of Israel, 1960, hlm 267-271, 282-287.

d. Bangkit kembali, kemudian runtuh

Gelora keagamaan dan nasionalisme bangkit kembali pada pemerintahan raja Yosia yg muda, segera sesudah Asyurbanipal meninggal (thn 631 sM), tatkala kelemahan Asyur makin parah dan nyata. Usaha-usaha pembaruan seperti dicatat dalam 2 Taw 34:3, 8 menunjukkan bagaimana agama dan politik saling terkait, sebab setiap kebijakan pada dirinya adalah penolakan akan agama Asyur, dan itu berarti menolak kekuasaan politik Asyur. Menjelang puncak pembaruan itu pada thn 621 sM, secara nyata Yosia sudah merdeka, dan praktis tidak lagi membayar upeti kepada Asyur. Dengan atau tanpa izin penguasa Asyur -- tuannya yg sudah tidak berkuasa lagi, Yosia mengambil alih propinsi-propinsi Asyur, yaitu Samaria dan Galilea Timur (2 Taw 34:6) dan tanpa ragu-ragu merebut kembali daerah yg hilang pada zaman Hizkia sebagai hukuman karena pemberontakannya. Tak ada bukti yg dapat dipercaya bahwa serbuan orang Skit, yg menimbulkan luka yg begitu mematikan pada Asyur, mempengaruhi atau melanda Yehuda.

Tak ada tanda bahwa untuk membantu Asyur pada thn 616 sM Yosia menentang gerakan militer Firaun Psamatik, tapi waktu gerakan militer itu diulangi oleh Firaun Nekho pada thn 609 sM, Yosia tahu jelas bahwa dalam suasana baru internasional kebijakan satu-satunya untuk mempertahankan kemerdekaan Yehuda ialah berperang. Dalam pertempuran berikutnya di Megido ia menjumpai ajalnya. Tidak ada bukti bagi pendapat bahwa dia bersekutu dengan Babel yg bintangnya sedang cemerlang, walaupun itu mungkin.

Mesir menunjukkan keperkasaannya dengan menurunkan Yoahas, anak Yosia dari takhta dan menggantinya dengan adiknya, Yoyakim, tapi dia harus mengakui Babel sebagai tuan segera sesudah Nebukadnezar menang dalam pertempuran di Karkemis (thn 605 sM; Dan 1:1; 2 Raj 24:1). Thn 601 sM serangan Nebukadnezar dipatahkan oleh Nekho dalam suatu pertempuran dekat perbatasan Mesir, dan sewaktu Nebukadnezar mundur ke Babel, Yoyakim memberontak. Yehuda dihancurkan oleh tentara Babel dan sekutunya (2 Raj 24:2). Yoyakim mati dengan cara yg kurang jelas dalam bln Desember 598 sM, sebelum ia menjalani tuntas seluruh hukuman yg ditimpakan kepadanya karena pemberontakannya itu. Dan Yoyakhin, anaknya yg berumur 18 thn, menyerahkan Yerusalem kepada Nebukadnezar pada tgl 16 Maret 597 sM.

Zedekia -- adik dari Yoyakim -- menjadi raja Yehuda yg terakhir, tapi ia memberontak pada thn 589 sM. Menjelang Januari 588 sM tentara Babel sudah di depan tembok-tembok Yerusalem. Bulan Juli 587 sM tembok-tembok itu diruntuhkan dan Zedekia ditangkap. Ia dihukum sebagai pengkhianat (2 Raj 25:6-7); sebulan kemudian kota itu dibakar habis dan tembok-temboknya dihancurkan sama sekali.

e. Hidup keagamaan dalam zaman kerajaan Israel

Agama rakyat di Yehuda boleh jadi direndahkan dengan pengertian-pengertian agama alam seperti di Israel, tapi keterasingan Yehuda yg relatif dan keterbukaannya terhadap padang gurun membuat Yehuda kurang dipengaruhi oleh bentuk-bentuk agama Kanaan. Kurangnya tempat-tempat kudus utama -- yg kita kenal hanya Hebron dan Bersyeba dan Gibeon di Benyamin -- meningkatkan pengaruh Yerusalem dengan Bait Suci Salomonya. Masih dipertanyakan apakah ada raja Israel yg mampu sekalipun hanya mencoba mengadakan pembaruan keagamaan di pusat Yerusalem seperti Hizkia dan Yosia. Perjanjian Allah kepada Daud (2 Sam 7:8-16), yg jauh melebihi suasana umum dari 'Tanah Sabit yg Subur', membuat raja Yehuda menjadi pemimpin mutlak agama nasional, kendati ia tidak boleh melakukan tugas-tugas ibadah keagamaan (2 Taw 26:16-21).

Kekuasaan raja nampaknya dapat digunakan untuk tujuan-tujuan baik, seperti pembaruan, tapi jika kebijaksanaan nasional kelihatannya menuntut supaya menerima penyembahan Baal, seperti pada zaman Yoram, Ahazia dan Atalya, atau supaya mengakui dewa-dewa bintang Asyur, seperti pada zaman Ahas dan Manasye, tak ada kekuasaan yg mampu menolak kehendak raja. Kekuasaan raja dalam ihwal agama, menjerumuskan ibadah resmi menjadi umumnya hanyalah lahiriah dan formalitas saja.

f. Pembuangan (597-538 sM)

Di luar jumlah tawanan biasa yg tidak dirinci, yg dimaksudkan menjadi budak-budak, bagian inti penduduk Yehuda dibuang oleh Nebukadnezar pada thn 597 sM (2 Raj 24:14; Yer 52:28; perbedaan jumlah haruslah dikaitkan dgn perbedaan golongan-golongan tawanan yg dimaksud). Sekelompok kecil, termasuk keluarga raja, menjadi 'tamu' raja Nebukadnezar di Babel; orang-orang lain, ump nabi Yehezkiel, tinggal dalam kelompok-kelompok persekutuan di Babel, dan di situ kelihatannya mereka mempunyai kebebasan penuh, kecuali untuk pindah tempat tinggal; para pengrajin yg menjadi bagian angkatan kerja yg mudah bergerak, yg dimanfaatkan oleh Nebukadnezar dalam gerakan pembangunannya. Keruntuhan Yerusalem memperbesar jumlah tawanan (2 Raj 25:11), dan Yer 52:29 menunjukkan adanya kelompok lain dari orang-orang buangan untuk maksud tertentu. Pembunuhan Gedalya, yg diangkat oleh Nebukadnezar menjadi gubernur Yehuda, membuat sejumlah besar orang Yahudi lari ke Mesir (2 Raj 25:25-26; Yer 41:1-43:7). Hal ini kemudian pada thn 582 sM disusuli oleh gelombang buangan yg lain ke Babel, yg jelas sifatnya hukuman (Yer 52:30).

Akibat pembuangan dan larinya orang Yahudi, tanah Yehuda tertinggal hampir kosong, dan tetap demikian selama suatu kurun waktu (lih W. F Albright, The Archaeology of Palestine2, 1954, hlm 140-142). Daerah sebelah selatan garis Bet-Zur dan Hebron agaknya sudah dirampas dari Yehuda pada thn 597 sM; dan orang Edom berangsur-angsur pindah ke situ. Akibatnya, daerah ini hilang dari tangan Yehuda sampai direbut kembali oleh Yohanes Hirkanus sesudah thn 129 sM, dan ia men-Yahudi-kan penduduknya secara paksa. Sisa-sisanya ditempatkan dalam kekuasaan gubernur Samaria dan tetap dibiarkan hampir kosong. Tidak ada bukti bahwa di kemudian hari ada bangsa-bangsa lain yg menghuninya. Dapat diduga bahwa Nebukadnezar ingin mengikuti kebiasaan Asyur-Babel, yakni meng-'impor' bangsa lain dari daerah taklukan yg lain, tapi entah apa sebabnya ia tidak melakukannya.

V. Yehuda sesudah Pembuangan

a. Pemulihan

Pada thn 539 sM Koresy menaklukkan Babel dan thn berikutnya ia memerintahkan membangun kembali Bait Suci Yerusalem (Ezr 6:3-5). Perintah ini disertai izin bagi para buangan dan keturunannya kembali ke tanah Yehuda (Ezr 1:2-4). Daftar nama dalam Ezr 2, yg mencatat kr 43.000 orang seluruhnya, mungkin mencakup masa thn 538-522 sM, tapi tak ada alasan yg kuat untuk mengatakan bahwa mereka tidak segera menanggapi perintah Koresy itu.

Sesbazar -- anggota keluarga raja Daud -- agaknya menjadi komisaris tinggi Koresy untuk mengawasi pembangunan kembali Bait Suci; mungkin ia kembali (atau mati?) sesudah fondasi Bait Suci selesai dibangun (Ezr 5:14, 16). Tak ada bukti bahwa Yehuda secara politik terpisah dari daerah Samaria sampai zaman Nehemia; gelar pekha (Ezr 5:14, 'bupati') yg diberikan kepada Sesbazar tidak mengandung kedudukan politik. Zerubabel, berdasarkan garis keturunan boleh jadi pewaris takhta kerajaan Daud, kelihatannya tidak pernah mempunyai kedudukan resmi; gelar pekha yg disebut dalam Hag 1:1; 2:21 barangkali hanyalah penghormatan saja. Perlu diperhatikan bahwa namanya tidak tampil dalam Ezr 5:3-17. Pemimpin Yahudi yg lain, yg dilantik oleh Persia, disebut pekha pada tahun-tahun kemudian.

Zaman Ezra pada paroan kedua abad 4, banyak orang sudah melihat bahwa kemerdekaan politik dan pemulihan kerajaan Daud tinggal pengharapan saja, yg masih jauh di hari depan. Ezra mengalihkan bangsa Yahudi dari suatu negara nasional menjadi suatu 'gereja', dengan membuat penggenapan Taurat tujuan keberadaan mereka. Keadaan Yehuda yg dari sudut politik kurang berarti pada zaman kerajaan Persia, dan yg keadaannya boleh dikatakan aman, memungkinkan berlangsungnya upaya mengajar rakyat terus-menerus tentang Taurat. Barangkali kemelut politik yg satu-satunya pada zaman itu ialah pembuangan sekelompok orang ke Babel dan Hirkania, walaupun banyak ahli kurang percaya bahwa hal itu terjadi (bnd Jos., Contra Ap. 1. 194).

b. Akhir Yehuda

Aksi-aksi militer yg dilancarkan oleh Iskandar Agung hampir tidak mempengaruhi Yudea. Tapi setelah ia membangun kota Aleksandria, tersedialah di barat pusat kegiatan bagi orang Yahudi yg berserakan, yg sebagian besar dengan sukarela berserak. Pusat ini segera bersaing dengan pusat di Babel dan Persia perihal jumlah penduduk, dan mengungguli keduanya dalam hal kekayaan dan pengaruh. Terpecah-pecahnya kerajaan Iskandar Agung oleh para jenderalnya mengakibatkan Palestina menjadi negeri sengketa bagi Siria dan Mesir. Sampai thn 198 sM biasanya negeri itu dalam tangan penguasa-penguasa Ptolemeus Mesir, tapi kemudian menjadi bagian kerajaan Seleukus dari Siria.

Golongan atas di Yerusalem (termasuk bg terbesar golongan imam) hidup boros mengikuti cara hidup Helenisme. Usaha-usaha yg tidak wajar dari Antiokhus Epifanes (175-163 sM) untuk meng-Helenis-kan kerajaannya, mendorong dia melarang sunat dan mengindahkan hari Sabat dan menuntut supaya dewa-dewa Yunani disembah. Kedua hal ini menciptakan gabungan semangat agamawi dengan nasionalisme yg sedang loyo. Mula-mula orang Yahudi mencapai otonomi agamawi, kemudian kebebasan politik (thn 140 sM) untuk pertama kalinya sejak raja Yosia. Sekitar thn 76 sM perbatasan negeri Yehuda secara praktis adalah perbatasan tradisional dari Dan sampai Bersyeba. Mengenai kebangkitan tiba-tiba dan keruntuhan mendadak ini. *ISRAEL.

Waktu orang Roma memusnahkan sisa-sisa terakhir dari kemerdekaan politik thn 70 M, dan terutama sesudah pemberontakan Bar Kokhba dihancurkan pada thn 135 M, Yudea berakhir sebagai negeri Yahudi, tapi nama Yehuda dalam bentuk Yahudi menjadi gelar bagi semua orang yg berserak di seluruh dunia, yg masih kuat memeluk hukum Taurat Musa, tidak menjadi soal dari suku atau bangsa mana asalnya.

KEPUSTAKAAN. Temuan arkeologi membuat semua pembahasan terdahulu mengenai pokok ini agak atau sangat ketinggalan zaman. Suatu uraian modem dan berimbang menyebut kepustakaan yg paling utama, diberikan oleh John Bright, A History of Israel, 1972. AR Milliard, 'The Meaning of the Name Judah', ZAW 86, 1974, hlm 246 dst. Mengenai Kitab Raj lih J. A Montgomery dan H. S Gehman, The Books of Kings, ICC, 1951.: Tentang naskah di luar Alkitab yg menyebut Yehuda, lih J. B Prichard, ANET 3, 1969, dan DOTT. Tentang zaman sesud2ah Pembuangan, lih W. O. E Oesterley, A History of Israel, 1932; F. F Bruce, Israel and the Nations, 1963. HLE/MHS/HAO

YUDEA [ensiklopedia]

Sebutan orang Yunani dan orang Roma untuk tanah Yehuda. Sebetulnya kata itu adalah kata sifat ('bersifat Yahudi') dengan gd (tanah/negeri) atau khora (negeri). Sesudah orang Roma menaklukkan orang Yahudi (thn 63 sM) kata itu muncul baik dalam arti yg lebih luas, yg mengartikan seluruh Palestina termasuk Galilea dan Samaria, maupun dalam arti yg lebih sempit, tanpa kedua daerah terakhir ini. Kerajaan Yudea yg diperintah Herodes (37-4 sM) meliputi seluruh Palestina dan beberapa daerah di sebelah timur S Yordan. Wilayah 'Yudea', yaitu daerah kekuasaan Arkhelaus (4 sM-6 M) meliputi tanah Yudea dalam anti yg lebih sempit bersama Samaria, dan hal itu sama juga terhadap Yudea sebagai propinsi Roma dari thn 6-41 M. Sesudah kematian Herodes Agripa I pada thn 44 M, Yudea sebagai propinsi Roma meliputi Galilea juga.

'Padang Gurun Yudea' (Mat 3:1), yg dihubungkan dengan Yohanes Pembaptis, boleh jadi sama dengan 'padang gurun Yehuda' (Hak 1:16, dst), yaitu tempat yg sunyi (Mat 14:13; Mrk 6:31) di sebelah barat Laut Mati. JDD/MHS/HAO

YEHUDA [biotokoh pl]

Arti nama:PUJUAN
AyahYakub - Kejadian 29:35; 35:23
IbuLea - Kejadian 29:35; 35:23
IstriSua - Kejadian 38 ; 3-5, 27-30 (berhubungan dengan Tamar)
Anak laki-lakiEr, Onan, Sela, Forez dan Zara - Kejadian 38:3-5, 27-30
Saudara laki-lakiSaudara kandung : Ruben, Simeon, Lewi, Isakhar dan Zebulon - Kejadian 35:23
Saudara perempuanDina - Kejadian 30:21
KeturunanKristus - Kejadian 49:10, Ibrani 7:14
Disebut pertamaKejadian 29:35
Namanya disebut43 kali
Kitab yang menyebut8 buku : Kejadian, Keluaran, Bilangan, Rut, 1 Tawarikh, Nehemia, Matius dan Lukas
Tempat kelahiranHaran - Kejadian 29:4, 35
Terakhir disebutLukas 3:33
Fakta pentingIA PUTRA YAKB YANG KE EMPAT DAN MENURUT GARIS KETURUNANNYA LAHIR KRISTUS (KEJADIAN 49:10, IBRANI 7:14).



TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.11 detik
dipersembahkan oleh YLSA