: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Timnath-Serah | Timnite | Timon | Timothy | Timotius | TIMOTIUS DAN TITUS, SURAT-SURAT KEPADA | Timur | Timur Laut | Tinggal | Tinggal, Meninggalkan Allah | Tingkah Laku Kristen
Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: TIMOTIUS DAN TITUS, SURAT-SURAT KEPADA

TIMOTIUS DAN TITUS, SURAT-SURAT KEPADA

TIMOTIUS DAN TITUS, SURAT-SURAT KEPADA [ensiklopedia]

Kedua Surat kepada Timotius dan satu Surat kepada Titus, umumnya disebut 'Surat-surat Penggembalaan', termasuk pada masa akhir hidup Paulus dan menjelaskan pikirannya tatkala ia bersiap-siap mengalihkan tugas-tugasnya kepada orang lain. Surat-surat ini dialamatkan kepada dua orang dari rekan sekerjanya yg paling akrab, karena itu merupakan surat-menyurat Paulus yg berbeda dari Surat-suratnya kepada jemaat-jemaat terdahulu.

I. Garis besar isi

1 Tim

a. Paulus dan Timotius (1 Tim 1:1-20). Timotius harus menampik ajaran sesat di Efesus (3-11); pengalaman Paulus tentang rahmat Allah (12-17); tugas khusus untuk Timotius (18-20).

b. Ibadah dan tata tertib dalam jemaat (1 Tim 2:1; 4:16). Doa di depan umum (1 Tim 2:1-8); kedudukan kaum perempuan (1 Tim 2:9-15); sifat-sifat penilik jemaat dan diaken (1 Tim 3:1-13); sifat-sifat dan musuh-musuh gereja (1 Tim 3:14; 4:5); tanggung jawab pribadi Timotius dalam jemaat (1 Tim 4:6-16).

c. Tata tertib dalam jemaat (1 Tim 5:1-25). Tindakan yg cocok terhadap berbagai kelompok, terutama janda dan penatua (1 Tim 5:1-25).

d. Berbagai nasihat (1 Tim 6:1-19). Mengenai para budak dan tuan (1 Tim 6:1-2); pengajar-pengajar sesat (1 Tim 6:3-5); kekayaan (1 Tim 6:6-10); tujuan hidup seorang abdi Allah (1 Tim 6:11-16); kekayaan lagi (1 Tim 6:17-19).e. Nasihat terakhir kepada Timotius (1 Tim 6:20-21).

2 Tim

a. Paulus menghormati Timotius secara khusus (2 Tim 1:1-14). Salam dan terima kasih (1-5); nasihat yg menguatkan hati Timotius (6-14).

b. Rekan sekerja Paulus (2 Tim 1:15-18). Orang-orang Asia yg tidak setia dan Onesiforus yg suka melayani (15-18).

c. Petunjuk petunjuk khusus untuk Timotius (2 Tim 2:1-26). Paulus menguatkan hati Timotius dan menasihatinya (1-13); nasihat mengenai tindakan menghadapi pengajar-pengajar sesat (14-16).

d. Nubuat mengenai hari-hari terakhir (2 Tim 3:1-9). Masa kemerosotan susila yg akan datang (1-9).

e. Tambahan nasihat kepada Timotius (2 Tim 3:10-17). Paulus mengingatkan penganiayaan yg dialaminya dahulu (10-12); nasihat bagi Timotius supaya tetap setia seperti pada mulanya (13-17).

f. Kata-kata perpisahan Paulus (2 Tim 4:1-22). Nasihat terakhir kepada Timotius (1-5); pengakuan iman Paulus (6-8); beberapa permintaan dan peringatan pribadi (9-15); pembelaan diri Paulus yg pertama dan harapannya untuk masa depan (16-18); salam dan berkat (19-22).

Tit

a. Salam Paulus kepada Titus (Tit 1:1-4). Kesadaran Paulus mengenai panggilannya yg mulia (1-4).

b. Jenis watak yg cocok untuk menjadi penatua (Tit 1:5-9).

c. Pengajar-pengajar sesat di Kreta (Tit 1:10-16). Sifat mereka dan perlunya mereka ditempelak (10-16).

d. Kelakuan orang Kristen (Tit 2:1-10). Nasihat mengenai orang-orang yg tua, pemuda-pemuda dan budak-budak (110).

e. Ajaran Kristen (Tit 2:11; 3:7). Apa yg dibuat kasih karunia Allah bagi orang Kristen (Tit 2:11-15); apa yg patut dilakukan orang Kristen dalam hidup masyarakat (Tit 3:1-2); perbandingan agama Kristen dengan kekafiran (Tit 3:3-7).

f. Nasihat terakhir kepada Titus (Tit 3:8-15). Mengenai pekerjaan baik (8); mengenai pengajar-pengajar yg sesat (9-10); mengenai teman-teman Paulus dan rencana-rencananya (11-15).

II. Keadaan sejarah

Sukar menyusun kembali gambaran hidup Paulus pada masa ini, sebab tidak ada sumber lain yg dapat dibandingkan dengan Surat-surat Penggembalaan, seperti Kis dalam hal surat-surat yg lebih dulu. Tapi beberapa data nyata bisa didapati dalam Surat-surat ini. Waktu menulis 1 Tim dan Tit, Paulus tidak di penjara, tapi waktu menulis 2 Tim ia tahanan bahkan nampaknya sedang diadili demi hidupnya, dengan kemungkinan bahwa keputusannya dapat mengakibatkan dia dihukum mati (2 Tim 4:6-8). Dari 1 Tim 1:13 jelas bahwa Paulus baru saja berada di sekitar Efesus, dan di situ dia tinggalkan Timotius untuk melaksanakan suatu tugas khusus, terutama mengenai aturan gereja.

Surat Tit menambah data nyata sejarah, sebab dari 1:5 dapat disimpulkan bahwa Paulus belum lama berselang mengunjungi Kreta, dan pada saat itu ia tahu keadaan jemaat-jemaat di situ, sehingga ia dapat memberi petunjuk-petunjuk khusus kepada Titus untuk memperbaikinya. Dalam 3:12 Titus didesak supaya menjumpai Paulus di Nikopolis dan tinggal bersama-sama di sana selama musim dingin, dan dapat diduga bahwa letak kota ini ialah di Epirus: dan inilah satu-satunya acuan bahwa Paulus pernah mengunjungi daerah itu. Titus ditugaskan juga supaya menolong Zenas dan Apolos dalam perjalanan mereka (3:13), tapi apa maksudnya kurang terang.

2 Tim memberikan keterangan-keterangan sejarah yg lebih nyata. Paulus menyebut (1:16) bahwa Onesiforus menjumpainya di Roma, dan ini mengisyaratkan bahwa penulis Surat ini masih berada di Roma sebagai tahanan. Dalam 4:16 dia menyinggung pengadilan terdahulu, yg umumnya dipandang sebagai pemeriksaan awal untuk mempersiapkan pengadilan resmi di hadapan hakim di Roma. Dalam 4:13 ada permintaan Paulus yg menarik perhatian, yakni ia meminta jubah yg ditinggalkannya di rumah Karpus di Troas. Ini dapat berarti bahwa belum lama berselang ia berkunjung ke sana. Ia juga berkata bahwa baru saja ia meninggalkan Trofimus dalam keadaan sakit di Miletus (2 Tim 4:20), sedang Erastus, rekannya sudah tinggal di Korintus.

Tidak mungkin menempatkan semua bahan ini tanpa perubahan dalam perjalanan sejarah menurut Kis. Karena itu tak ada pilihan lain jika orisinalitas Surat-surat Penggembalaan diterima sebagai asli karya rasul Paulus, kecuali menduga bahwa Paulus dibebaskan dari penjara seperti disebut pada akhir Kis. Dan bahwa untuk beberapa waktu dia aktif terus di bagian timur kerajaan Romawi, kemudian ditahan kembali dan akhirnya dihukum mati di Roma oleh pemerintah. Data nyata dari Surat-surat Penggembalaan tidak cukup untuk menyusun kembali risalah perjalanan Paulus, tapi kegiatan selanjutnya paling sedikit di Yunani, Kreta dan Asia, itu pasti. Berdasarkan Rm 15:24-28, beberapa pengamat menempatkan juga dalam kurun waktu ini suatu kunjungan Paulus ke Spanyol. Jika dugaan ini benar, maka kunjungan ke daerah bagian barat ini harus mendahului kembalinya Paulus ke jemaat-jemaat di timur. Tapi jika Surat-surat Kol, Flp dan Flm dihubungkan dengan ditahannya Paulus di penjara Roma, agaknya jelas bahwa pada saat ia dibebaskan rencana Paulus diarahkan ke timur, bukan ke barat.

III. Tujuan

Menerima bahwa ketiga Surat itu ditulis dalam jangka waktu yg pendek, maka yg berikutnya harus dicatat ialah bahwa ketiganya mempunyai tujuan yg sama, yakni supaya rekan sekerja Paulus mendapat nasihat-nasihat untuk menguatkan mereka, baik mengenai tanggung jawab kini maupun tanggung jawab yg akan datang.

Ada beberapa petunjuk mengenai urusan jemaat, tapi tidaklah benar bahwa hanya hal ini tujuan pokok dari masing-masing Surat itu. Dorongan untuk menulis 2 Tim lebih jelas daripada dorongan untuk menulis Surat-surat lainnya. Dalamnya Paulus menyampaikan nasihatnya yg terakhir kepada penggantinya yg agak pemalu, dan antara lain ia mengingatkan Timotius akan bidang tugasnya yg dulu (2 Tim 1:5-7) dan menganjurkan supaya ia bertindak sesuai panggilannya yg mulia itu. Berulang-ulang dalam Surat ini Paulus menujukan nasihat-nasihat yg berbobot kepada Timotius (1:6, 8, 13; 2:1, 22; 3:14; 4:1 dab), suatu hal yg mengisyaratkan bahwa Paulus agak meragukan semangat Timotius menghadapi tanggung jawab besar, yg akan dibebankan di pundaknya. Paulus sangat ingin melihat dia sekali lagi, justru dua kali ia desak supaya Timotius datang secepatnya (4:9, 21), kendati bagian akhir Surat~ini mengisyaratkan Paulus kurang yakin bahwa suasana akan mengizinkan mereka berjumpa (bnd 4:6). Sudah ada peringatan-peringatan tentang orang-orang durhaka yg akan menyusahkan jemaat, baik pada waktu itu maupun pada hari-hari terakhir (3:1 dsb), dan Timotius dinasihati dengan sangat supaya menyingkirkan semua hal itu. Dia harus memberi tugas kepada orang-orang yg layak, supaya mereka meneruskan tradisi yg sudah diterima (2:2).

Tujuan kedua Surat lainnya kurang jelas, sebab dalam keduanya si penerima baru saja ditinggalkan, dan perlunya petunjuk yg begitu rinci tidak mencolok. Mungkin banyak bahan pokok dari Surat-surat ini sudah disampaikan kepada Timotius dan Titus secara lisan; alasan pendapat ini ialah, dalam kedua Surat ini diberikan daftar sifat-sifat secara rinci untuk para pemangku jabatan utama dalam jemaat, dan tak dapat dibayangkan bahwa Timotius dan Titus belum menerima petunjuk-petunjuk seperti itu. Sangat boleh jadi, Surat-surat ini dimaksudkan untuk menguatkan kedua wakil Paulus ini dalam tugas mereka masing-masing. Agaknya Timotius menghadapi beberapa kesukaran karena orang tidak menghormatinya (bnd 1 Tim 4:12 dab), sedang Titus menghadapi di Kreta suatu tugas yg pelik (Tit 1:10 dab). Keduanya harus memperhatikan ajaran yg murni dan tingkah laku yg benar, lalu mengajarkan hal-hal ini kepada orang lain (1 Tim 4:11; 6:2; Tit 2:1, 15; 3:8).

Dalam Surat-surat ini Paulus memang tidak menyajikan uraian teologis. Tidak dibutuhkan uraian panjang lebar tentang ajaran Kristen yg luhur, karena tuturan tentang itu pasti sudah sering didengar Timotius dan Titus dari Paulus. Tapi mereka perlu diingatkan akan kesia-siaan membuang-buang waktu menghadapi kelompok-kelompok pengajar bidat tertentu, yg ajarannya penuh kebohongan dan pertengkaran mulut yg tak ada gunanya (1 Tim 1:4; 4:1 dab; 6:3-4, 20). Nampaknya tak ada hubungan erat antara bidat di jemaat Efesus dan Kreta dengan bidat yg ditentang Paulus dalam Surat Kol, tapi bidat-bidat itu mungkin merupakan bentuk-bentuk yg berbeda dari pemikiran itu, yg pada abad 2 dalam perkembangannya condong ke aliran Gnostisisme.

IV. Keaslian Surat-surat ini

Ahli-ahli modern yg skeptik, mengajukan kecaman tajam terhadap kebenaran Paulus sebagai asli penulis Surat-surat ini. Dalam hal ini, bukti dari gereja perdana sangat penting bila kita mau jujur meneliti soal ini. Surat-surat ini sangat berperan sejak zaman Polikarpus, dan ada tanda-tanda bahwa Surat-surat ini bergema dalam karya Klemen dari Roma dan Ignatius dari Antiokhia yg lebih perdana lagi, sehingga kedua karya itu dapat dihitung di antara tulisan-tulisan PB yg paling kuat pembuktiannya. Alpanya Surat-surat ini dalam Kanon Marsion (kr 140 M) pernah dianggap sebagai bukti bahwa Surat-surat ini tidak umum dikenal pada zamannya, tapi pendapat ini tidak kuat, mengingat Marsion cenderung membuang apa yg tidak menarik baginya atau yg tidak cocok dengan ajarannya. Surat-surat Penggembalaan juga alpa dalam papirus-papirus Chester Beatty. Tapi karena papirus itu tidak lengkap, maka tidak mungkin membuangnya hanya atas 'bukti' itu, apalagi bila kita ingat bahwa Surat-surat ini dikenal dan dipakai di wilayah timur pada suatu masa yg lebih dini dari yg digambarkan oleh papirus itu.

Jadi keberatan-keberatan terhadap keaslian Surat-surat Penggembalaan ini hanyalah suatu gejala modern, yg bertentangan dengan bukti-bukti yg kuat yg berasal dari gereja perdana. Keberatan-keberatan itu mulai dengan serangan Schleiermacher atas keaslian 1 Tim yg kemudian dikembangkan oleh orang lain, di antaranya F. C Baur, H. J Holtzmann, P. N Harrison dan M Dibelius. Alasannya ialah empat masalah utama, yg ditekankan secara berbeda-beda oleh ahli-ahli yg berbeda-beda; barangkali tumpukannyalah yg meyakinkan mereka bahwa Surat-surat ini tak mungkin ditulis oleh Paulus.

a. Masalah historis. Seperti sudah dikatakan, suasana sejarah dari Surat-surat Penggembalaan tak dapat dimasukkan ke dalam kerangka Kis, dan kebutuhan yg konsekuen untuk menduga bahwa Paulus dibebaskan dari penjara, telah mendorong beberapa orang untuk mengemukakan teori-teori lain. Menurut mereka, semua singgungan pribadi merupakan temuan belaka dari seorang penulis yg bukan Paulus, atau beberapa di antara temuan itu merupakan catatan asli yg dimasukkan oleh seorang penulis yg bukan Paulus ke dalam karya tulisnya.

Para pembela teori yg terakhir ini belum pernah mencapai kesepakatan yg bulat tentang penjabaran 'catatan-catatan' itu. Hal ini pada dirinya menimbulkan kecurigaan, bahwa teori mereka tak mungkin benar. Tambahan lagi, sukar sekali memikirkan adanya seorang penulis yg bukan Paulus, yg mampu membuat catatan-catatan pribadi yg begitu meyakinkan seperti yg teracu dalam Surat-surat ini. Akhirnya, teori-teori seperti itu tak perlu jika tetap dipertahankan pendapat yg memang masuk akal, bahwa Paulus dibebaskan dari penjara di Roma.

b. Masalah gereja. Pernah dikatakan bahwa keadaan gereja dalam Surat-surat ini mencerminkan keadaan abad 2 M, dan karena itu tak mungkin Surat-surat ini ditulis oleh Paulus. Sayang pandangan ini didasarkan pada dua alasan yg tidak benar, yakni: bahwa apa yg ditentang dalam Surat-surat ini ialah Gnostisisme abad 2 M, dan bahwa organisasi gereja dalamnya terlalu jauh berkembang untuk zaman Paulus.

Meningkatnya pengetahuan modern tentang Gnostisisme menunjukkan bahwa bidat itu jauh lebih dini berakar dari yg dianggap dulu, dan bahwa bentuk bidat yg ditentang dalam Surat-surat Penggembalaan Sangat jauh bedanya daripada Gnostisisme yg sudah berkembang. Mengenai organisasi gereja, jelas bahwa organisasi yg disebut dalam Surat-surat Penggembalaan lebih sederhana daripada organisasi pada zaman Ignatius (lk 110 M), dan tidak menunjukkan anakronisme (peri keadaan atau situasi yg tidak sesuai dgn zaman) dengan zaman Paulus.

c. Masalah ajaran. Kealpaan ajaran khas Paulus seperti terdapat dalam Surat-suratnya yg lain, dan adanya ungkapan-ungkapan yg beku (mis 'iman itu' dan 'perkataan sehat') yg mengisyaratkan tahapan perkembangan saat ajaran Kristen sudah mencapai bentuk yg mantap, telah membuat beberapa ahli meragukan kepenulisan Paulus. Sayang mereka tidak menalar bahwa Surat-surat ini bersifat pribadi, bukan teologis, dan bahwa Timotius dan Titus sudah mengetahui ajaran pokok Paulus, jadi tidak usah diingatkan lagi. Mengenai keberatan kedua, dapat dikatakan bahwa Paulus sebagai perintis penginjilan yg berpandangan jauh, mustahil tidak menyadari perlunya memelihara dan menjaga ajaran yg benar dalam bentuk yg dapat diingat, betapa segar dan hidup ucapan-ucapannya terdahulu dalam Surat-suratnya kepada jemaat jemaat. Ketepatan istilah-istilah yg dia gunakan untuk tujuan ini harus diakui.

d. Masalah bahasa. Surat-surat Penggembalaan ini mengandung sekian banyak kata yg tidak digunakan dalam kitab mana pun dalam PB. Dan beberapa di antara kata-kata itu tidak terdapat dalam tulisan-tulisan Paulus lainnya. Ada pengamat yg mengatakan tanda-tanda itu membuktikan bahwa Surat-surat ini bukan dari Paulus, terutama oleh alpanya banyak kata ganti, kata depan dan kata-kata sederhana yg lazim digunakan oleh Paulus.

Penghitungan jumlah kata seperti ini memang berguna. Tapi hanya jika ada cukup data nyata untuk menjadi dasar perbandingan, dan hal ini tidak terpenuhi dalam hal Surat-surat Paulus, yg jumlah kosa katanya tidak lebih dari 2.500 kata yg berbeda. Agaknya tidak ada alasan mengapa tidak bisa terjadi perbedaan kosakata dan gaya bahasa dalam tulisan seseorang.

Kesimpulan, harus dikatakan bahwa keberatan-keberatan itu, sekalipun dipandang sebagai satu kesatuan, tidak memberikan alasan yg cukup untuk membuang keyakinan gereja Kristen sampai abad 19, yaitu bahwa ketiga Surat ini adalah asli tulisan Paulus.

V. Nilai

Sepanjang sejarah gereja, Surat-surat Penggembalaan terus digunakan untuk mengajar hamba-hamba Kristus (pendeta-pendeta) mengenai tugas-tugas dan perilaku mereka, dan tak terhitung nilainya dalam membentuk pola kelakuan sehari-hari mereka. Faedah dan daya tariknya lebih daripada itu, sebab dalamnya bertaburan kata-kata mutiara yg menguatkan roh dan mengandung pengertian teologis, yg telah sering memperkaya hidup kesalehan dalam gereja. Nas-nas seperti 1 Tim 3:16; Tit 2:12; 3:4; dll, mengarahkan perhatian pembaca kepada kebenaran-kebenaran Injil yg luhur, sedang 2 Tim melestarikan kata-kata terakhir Paulus yg sangat mengharukan.

KEPUSTAKAAN. J. N. D Kelly, The Pastoral Epistles, 1963; M Dibelius dan H Conzelmann, Die Pastoralbriefe, 1955; B. S Easton, The Pastoral Epistles, 1948; D Guthrie, The Pastoral Epistles, TNTC, 1958; New Testament Introduction, 1, The Pauline Epistles, 1961; P. N Harrison, The Problem of the Pastoral Epistles, 1921; J Jeremias, Die Briefe an Timotheus and Titus, Das Neue Testament Deutsch, 1953; W Michaelis, Pastoralbriefe and Gefangenschafisbriefe, 1930; EX Simpson, The Pastoral Epistles, 1954; C Spicq, Les Epittes Pastorales, Etudes Bibliques, 1948. DG/MHS/HAO




TIP #03: Coba gunakan operator (AND, OR, NOT, ALL, ANY) untuk menyaring pencarian Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA