Daftar Isi
HEBREW: 5576 byrxno Cancheriyb
HAAG: Sanherib
KECIL: Sanherib
TOKOH: Sanherib
BIOTOKOH PL: SANHERIB
BROWNING: SANHERIB
ENSIKLOPEDIA: SANHERIB

Sanherib

Sin (bulan) memperbanyak saudara-saudara. 2Raja 18:13

Ibrani

Strongs #05576: byrxno Cancheriyb

Sennacherib = "Sin multiplied brothers" (Sin = the moon)

1) son of Sargon, father of Esarhaddon, and king of Assyria from
705-681 BC; attacked Judah during the reign of king Hezekiah
and Judah was delivered when in response to the prayer of
Hezekiah an angel smote 185,000 Assyrian soldiers

5576 Cancheriyb san-khay-reeb'

of foreign origin; Sancherib, an Assyrian king: KJV -- Sennacherib.

Sanherib [haag]

Sanherib.

(Kata bhs. Asyur, artinya: Sin hendaknya menggantikan para saudara).

Raja dari Asyur (705-681) putera Maha-raja Sargon. Ia terkenal oleh hasil karya kemiliteran dan kebudayaannya. Penting bagi sejarah Alkitab adalah perlawatan perangnya ke Siria dan Fenisia maupun ke Palestina (---> Hizkia) yang terpaksa harus dihentikan sebelum saatnya (2Raj 18:13-19,35 dsj). Niniwe diangkat menjadi tempat kediamannya dan dibangun secara indah (: penting adalah relief dinding di istana dengan lukisan perebutan ---> Lakhis), dan di kota itu di Kenisah Nisroh ia dibunuh oleh para puteranya (2Raj 19:36-37 dsj.). Gamb. 21.

Sanherib [kecil]

KS.- [PL] 2Raj 18:13-19:36; 2Taw 32:1-22; Yes 36:1-37:37

Sanherib [tokoh]

Sanherib

Raja Asyur; pengepungan Yerusalem dikalahkan oleh Tuhan karena doa Hizkia dan Yesaya (dalam 2Raj 18:13-19:37; 2Taw 32:1-21; Yes 36:1-37:38).

SANHERIB [biotokoh pl]

Arti nama:DEWA ZIN
AyahSargon II.
Anak laki-lakiAdramelekh, Syarezer, dan Ezarbaddon Yesaya 37:37,38
Disebut pertama2 Raja-raja 18:13
Namanya disebut13 kali
Kitab yang menyebut3 buku : 2 Raja-raja, 2 Tawarikh, Yesaya
PekerjaanRaja Asyur - 2 Raja-raja 18:13.
Tempat kelahiranDi kuil berhala di Niniwe Yesaya 37:37-38.
Tempat kematianIa dibunuh dengan pedang oleh kedua anaknya.
Terakhir disebutYesaya 37:37
Fakta pentingTENTARANYA DIMUSNAHKAN DI YERUSALEM OLEH MALAIKAT MAUT (2 Raja-raja 19:32-35).

SANHERIB [browning]

Raja *Asyur, 705-681 sM. Ia memimpin sejumlah operasi militer melawan *Babel di sebelah selatan. Tetapi, operasi militernya yang utama di barat terjadi pada tahun 701 sM, setelah *Hizkia raja *Yehuda membuat suatu persekutuan negara-negara pantai dengan dukungan *Mesir. Jawaban Asyur cepat dan menentukan, lalu persekutuan lawan itu ambruk. Hizkia hanya menyelamatkan Yerusalem dengan membayar upeti (2Raj. 18:14-16). *Yesaya telah menentang rencana-rencana raja Yehuda itu. Berita dalam 2Raj. 19:32, dst. bahwa pengepungan Yerusalem itu tiba-tiba dihentikan, tidak dibenarkan oleh sumber-sumber Asyur. Sanherib dibunuh oleh putra-putranya (2Raj. 19:37).

SANHERIB [ensiklopedia]

(Ibrani sankherib;, Asyur Sin-ahhe-eriba, 'Sin membuat bertambah kakak adik') memerintah Asyur thn 705-681 sM. Sesudah bapaknya terbunuh -- waktu bapaknya memerintah dia menjadi gubernur di perbatasan bagian utara -- tindakannya yg pertama ialah bergerak melawan Babel, pada saat Marduk-apla-iddina II (*MERODAKH-BALADAN) memberontak di sana. Ia menyingkirkan calon pemimpin setempat, Marduk-zakir-sum, pada thn 703 sM, yg merupakan pendukung lawan Asyur. Agaknya pada saat inilah Merodakh-Baladan mengutus orang untuk menjumpai Hizkia, raja Yehuda (2 Raj 20:12-19; Yes 39). Menjelang akhir thn 702 sM Sanherib mengalahkan orang Kasdim dan sekutu-sekutunya, yaitu orang Elam dan Arab di Kuta dan Kisy. Lalu ia disambut di Babel, dan mengangkat Bel-ibni menjadi raja. Pasukan Asyur menghancurkan Bit-Yakin dan kembali ke Niniwe dengan banyak tawanan, Merodakh-Baladan lari ke Elam.

Sanherib hanya menghadapi sedikit kesukaran memerintah wilayah perbatasan utara, suatu wilayah yg sudah dia kenal baik sewaktu masih calon raja. Sesudah melancarkan sederet serangan terhadap suku-suku pegunungan di sebelah timur, ia bergerak merebut wilayah barat, di mana mulai berkuasa suatu persekutuan anti Asyur, yg didukung oleh Mesir. Pemimpinnya, Hizkia raja Yehuda, menangkap Padi, penguasa Ekron yg berpihak kepada Asyur (2 Raj 18:8). Hizkia memperkuat kubu-kubu pertahanan dan memperbaiki penyediaan air di Yerusalem melalui terowongan Siloam (2 Raj 20:20; *SILOAM), dan meminta bantuan dari Mesir (Yes 30:1-4).

Serangan ketiga Sanherib pada thn ke-14 pemerintahan Hizkia (701 sM) ditujukan menentang persekutuan ini. Mula-mula ia turun ke pantai Fenisia dan menaklukkan Sidon Besar dan Sidon Kecil, Zarefat, Mahaliba (*AHLAB), Usyu, Akrib dan Ako, tapi tidak berusaha mengepung Tirus. Ia memecat Luli (Eluleus), raja Sidon, dan mengangkat Etbaal (Tuba'al). Luli lari dan mati di pembuangan. Raja-raja dari Sidon, Arwad, Biblos, Bet-Amon, Moab dan Edom menyerah. Tapi Askelon menolak, sehingga dijarah bersama kota-kota tetangganya, termasuk Bet-Dagon dan Yope. Sanherib mengungkapkan bahwa dia sampai ke Elteke dan mengalahkan pasukan Mesir di situ. Lalu ia membunuh pembesar-pembesar Ekron yg menyerahkan Padi kepada Hizkia. Kemudian ia memerintahkan pasukannya memusnahkan 46 kota kubu dan banyak desa di Yehuda, dan menawan 200.150 orang dan banyak jarahan. Ia sendiri turut mengepung dan menaklukkan Lakhis, dan ia dilukiskan pada gambar timbul di istananya, memperhatikan jarahan itu (*LAKHIS). Dari Lakhis ia mengutus beberapa pegawainya untuk menuntut Yerusalem menyerah (2 Taw 32:9).

Tentang penyerangan ke Yerusalem, Sanherib menuturkan (catatan tahunannya) bahwa ia menuntut upeti dari Hizkia. Ia menerangkan bagaimana ia mengepung 'Hizkia, orang Yahudi itu .... Saya kurung dia seperti seekor burung dalam sangkar di ibu kota kerajaannya, Yerusalem. Saya tempatkan pos-pos penjagaan dekat sekeliling kota itu dan setiap orang yg keluar dari gerbang kota itu diperintahkan kembali' (Taylor Prism, BM). Hizkia membayar upeti kepada Asyur (2 Raj 18:13-16; Yes 36:1 dab), yg kemudian dikirim ke Niniwe (Taylor Prism, thn 691 sM). Sanherib membebaskan Padi, dan kepadanya diberikan beberapa bagian dari daerah Yudea dahulu.

Catatan Sanherib tidak menyebut apa pun tentang akhir pengepungan itu (bnd 2 Raj 19:32-34), atau tentang kekalahan tentara Asyur karena tangan Yahweh, barangkali melalui suatu tulah (ay 35). Herodotus (2.141) mencatat 'sejumlah besar tikus ladang menggerogoti habis semua tabung panah dan busur musuh, dan semua sabuk kulit tempat pegangan perisai mereka ... esok paginya mereka mulai bertempur dan sejumlah besar tewas karena tak ada lagi senjata mereka untuk melindungi diri mereka'.

Kebanyakan ahli berpendapat bahwa disebutnya di sini kedatangan tentara Mesir, yg dipimpin Tirhaka (2 Raj 19:9; Yes 37:9), merupakan anakronisme -- penempatan kejadian pada waktu yg tidak tepat (*TIRHAKA). Lagipula mereka menganggap 2 Raj 19:37 mencakup bahwa Sanherib segera mati sesudah ia kembali ke Niniwe. Justru mereka mengatakan adanya penyerangan Asyur yg kedua terhadap Yerusalem tapi tidak berhasil. Mereka perkirakan menyusuli serangan terhadap orang Arab pada thn 689-686 sM. Baik catatan-catatan tahunan Asyur yg ada maupun catatan-catatan sejarah Babel, tidak membicarakan penyerangan seperti itu. Dan ay 36 dab tidak harus mengungkapkan lamanya waktu antara kembalinya Sanherib dari Palestina dan kematiannya pada thn 681 sM, dan selang waktu ini harus ada beberapa tahun dalam setiap kemungkinan tafsiran. Jadi teori adanya hanya satu penyerangan pada thn 701 sM masih dapat diterima akal sehat.

Pada thn 700 sM sekali lagi pasukan Asyur maju bergerak ke Babel, karena Bel-ibni bangkit memberontak. Sanherib menaikkan anaknya sendiri, Asyur-nadin-syum, ke takhta, dan anaknya ini memegang tampuk pemerintahan sampai ia ditawan oleh orang Elam. Dalam deretan serangan berikutnya Sanherib berperang melawan orang Elam, dan pada 694 sM dilancarkannya suatu serangan angkatan laut dari Teluk Persia, yg ditujukan kepada orang-orang yg memberi tumpangan kepada Merodakh-Baladan. Erekh ditawan, dan akhirnya Babel dijarah pada thn 689 sM. Sanherib memasuki daerah-daerah perbatasan antara lain Kilikia. Tarsus ditaklukkan, begitu juga orang Arab di sebelah selatan dan timur Damsyik diserang.

Di negerinya Sanherib dibantu oleh istrinya, Naqi'a Zakutu, yg giat sekali, berasal dari bangsa Sem Barat. Sang istri membantu dia membangun kembali kota Niniwe, mendirikan 'istana yg tiada tandingannya', gudang senjata, tembok-tembok dan gerbang-gerbang kota yg baru. Dengan menggali sumber air yg baru dari S Gomel (Bavian), yg airnya disalurkan melalui tali air (Yerwan) ke bendungan (Ayeila) di sebelah timur kota besar itu, dapatlah diairi taman-taman dan lahan-lahan yg luas. Ia memperkokoh pertahanan alami kota Niniwe, yg dibentuk oleh S Tigris dan Khoser. Ia juga membangun Asyur dan Kakzi dan banyak kemajuan teknologi yg dia pelopori.

Sanherib dibunuh oleh anak-anaknya, waktu dia beribadah di kuil Nisrokh (allahnya, 2 Raj 19:37). Pelarian kedua anaknya (*ADRAMELEKH; *SAREZER) mungkin tercermin dalam berita tentang kekacauan sesudah kematian Sanherib pada Desember thn 681 sM, yg ditulis oleh anaknya yg lebih muda, yaitu Esar-Hadon, yg dipilih menjadi calon raja pada thn 687 sM, dan kemudian naik takhta mengganti bapaknya (ay 37). Hanya sedikit ahli yg mendukung teori bahwa Esar-Hadon-lah 'anak' yg tidak disebut namanya, yg disebut sebagai pembunuh dalam Catatan Sejarah Babel, atau bahwa kematian Sanherib itu terjadi di Babel.

KEPUSTAKAAN. D. D Luckenbill, The Annals of Sennacherib, 1924; DJ Wiseman dalam DOTT, hlm 64-73. DJW/MHS/HAO




TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA