Lihat definisi kata "Rumah" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HEBREW: 7316 hmwr Ruwmah
HAAG: Rumah
PEDOMAN: Rumah
ENSIKLOPEDIA: RUMA RUMAH
BROWNING: RUMAH

Rumah

Dalam versi-versi Alkitab:

Ruma: BIS FAYH TB TL
puncak. 2Raja 23:36

Ibrani

Strongs #07316: hmwr Ruwmah

Rumah = "height"

1) home of the grandfather of king Jehoiakim of Judah

7316 Ruwmah roo-maw'

from 7311; height; Rumah, a place in Palestine:-Rumah.
see HEBREW for 07311

Rumah [haag]

Rumah.

  1. (1) Soal ~R sebagai tempat kediaman bangsa Isr. yang sudah menetap hanya dapat kita gambarkan lewat laporan tertulis yang sedikit jumlahnya dan terutama dari penggalian-penggalian. Pada zaman tembaga, ~R yang paling umum berbentuk satu buah bilik. Bilik itu berukuran lebar dengan sudut yang lurus. Pada bilik itu ditemukan sebuah jendela dan sebuah pintu. Fundasi dibuat dari batu alam asli, penyangga tiang dari batu, di atasnya dipasangi tembok tanah liat yang dibuat dengan batu bata yang tidak dibakar. Atap ~R dibuat merata. Rumah-rumah besar mempunyai lebih banyak kamar, yang dibuat mengelilingi sebuah taman dalam dan mempunyai sebuah tingkat atas (Hak 3:20; 2Sam 19:1; Yer 22:14). Pada zaman besi-skhir diadakan penyesuaian pada kebiasaan Siro-Fenesia. Orang membuka dinding dengan tiang saka. Dengan perubahan ini, corak ~R dengan taman masih tetap dapat dipertahankan. Pada zaman helenis muda timbul tiang-tiang stucco (: semacam semen) dan lantai mosaik. Pada zaman Romawi ditemukan langit-langit yang berkubah.
  2. (2) Di dalam PL maupun PB kata ~R bisa dijadikan kata dengan arti kiasan soal hidup rumah-tangga secara keseluruhan, soal hidup keluarga, atau soal keturunan (Misalnya: Kej 7:1) dan lagi soal jangkauan penguasaan (Misalnya: ~R perbudakan = Mesir. Lihat Kel 13:3). Tempat kudus atau ~R -- doa adalah ~R Tuhan (Kej 28:17; Mark 2:26; Yoh 2:16-17). Ungkapan itu juga dipakai secara kiasan bagi jemaat kristen (1Kor 3:16; 6:19; 1Petr 2:5) dan dalam arti pneumatis ~R diartikan sebagai "karya pembangunan illahi" (Bdk.: 2Kor 5:1-10).

Rumah [pedoman]

  1. 1. Sudah ada sejak zaman purbakala.
  2. Kej 12:1; 19:3
  3. 2. Memerlukan dasar yang dalam dan kuat.
  4. Mat 7:24; Luk 6:48
  5. 3. Kadang-kadang didirikan tanpa dasar.
  6. Mat 7:26; Luk 6:49
  7. 4. Dibuat dari:
    1. 4.1 Tanah liat.
    2. Ayub 4:19
    3. 4.2 Batu bata.
    4. Kel 1:11-14; Yes 9:9
    5. 4.3 Batu pahat.
    6. Am 5:1-11
    7. 4.4 Batu dan kayu.
    8. Im 14:40,42; Hab 2:11
  8. 5. Dalam kota - didirikan di jalan-jalan.
  9. Kej 19:2; Yos 2:19
  10. 6. Sering kali didirikan di atas tembok kota.
  11. Yos 2:15; 2Kor 11:33
  12. 7. Atapnya yang rata:
    1. 7.1 Harus dipagari.
    2. Ul 22:8
    3. 7.2 Seringkali ada kemah atau pondok di atas - .
    4. 2Sam 16:22; Neh 8:16; Ams 21:9
    5. 7.3 Seringkali ada mezbah-mezbah untuk menyembah berhala
    6. di atas - . 2Raj 23:12; Yer 19:13; Zef 1:5
    7. 7.4 Digunakan untuk mengeringkan batang rami.
    8. Yos 2:6
    9. 7.5 Digunakan untuk berjalan-jalan (gerak badan).
    10. 2Sam 11:2; Dan 4:29
    11. 7.6 Digunakan untuk beribadah.
    12. Kis 10:9
    13. 7.7 Digunakan untuk memberi pengumuman.
    14. Luk 12:3
    15. 7.8 Digunakan untuk musyawarah rahasia.
    16. 1Sam 9:25,26
    17. 7.9 Naik ke atas sotoh - pada masa perkabungan.
    18. Yes 15:3; Yer 48:38
    19. 7.10 Sering kali ditumbuhi rumput.
    20. Mazm 129:6,7
    21. 7.11 Mudah didatangi dari luar rumah.
    22. Mat 24:17
  13. 8. Pekarangan - lebar dan digunakan sebagai ruangan-ruangan.
  14. Est 1:5; Luk 5:19
  15. 9. Dimasuki melalui pintu.
  16. Kej 43:19; Kel 12:22; Luk 16:20; Kis 10:17
  17. 10. Pintu-pintu - dibuat kecil dan rendah supaya mudah dijaga.
  18. Ams 17:19
  19. 11. Bagaimana cara pintu-pintu - ditutup.
  20. 2Sam 13:18; Kid 5:5; Luk 11:7
  21. 12. Minta izin masuk - dilakukan dengan mengetuk pintu.
  22. Kis 12:13; Wahy 3:20
  23. 13. Dinding - dilepa.
  24. Im 14:42,43
  25. 14. Seringkali ular menempel pada dinding - .
  26. Am 5:19
  27. 15. Kebiasaan memasang paku pada dinding - dikiaskan.
  28. Pengkh 12:11; Yes 22:23
  29. 16. Sering kali mempunyai beberapa tingkat.
  30. Yeh 41:16; Kis 20:9
  31. 17. Dibagi menjadi beberapa kamar.
  32. Kej 43:30; Yes 26:20
  33. 18. Sering kali kamar-kamarnya:
    1. 18.1 Amat besar dan mempunyai banyak jendela.
    2. Yer 22:14
    3. 18.2 Berloteng dan dicat.
    4. Yer 22:14; Hag 1:4
    5. 18.3 Bertatahkan gading.
    6. 1Raj 22:39; Am 3:15
    7. 18.4 Dihiasi dengan tirai-tirai.
    8. Est 1:6
    9. 18.5 Dipanasi dengan api.
    10. Yer 36:22; Yoh 18:18
  34. 19. Kamar-kamar yang di atas sekali adalah yang terbaik dan digunakan
  35. untuk perjamuan.
    Mr 14:15
  36. 20. Sering kali mempunyai kamar-kamar untuk tempat bersembunyi dan untuk
  37. orang asing.
    Hak 3:20-23; 2Raj 4:10,11; 2Raj 9:2,3
  38. 21. Diterangi dengan jendela-jendela.
  39. 1Raj 7:4
  40. 22. Jendela-jendela - yang menghadap kejalan, tinggi dan berbahaya.
  41. 2Raj 1:2; 9:30,33; Kis 20:9
  42. 23. - orang kaya:
    1. 23.1 Besar.
    2. Yes 5:9; Am 6:11; 2Tim 2:20
    3. 23.2 Menyenangkan.
    4. Yeh 26:12; Mi 2:9
    5. 23.3 Baik.
    6. Ul 8:12
  43. 24. Dibuat dari batu atau tanah liat:
    1. 24.1 Dikapur.
    2. Yeh 13:10,11
    3. 24.2 Mudah tembus.
    4. Ayub 24:16; Yeh 12:5
    5. 24.3 Sering kali roboh karena hujan deras.
    6. Yeh 13:13,14
  44. 25. Apabila selesai dibangun biasanya ditahbiskan.
  45. Ul 20:5; Mazm 30:1
  46. 26. Tempat tinggal di musim panas.
  47. Am 3:15
  48. 27. Dapat kena penyakit kusta.
  49. Im 14:34-53
  50. 28. Jangan menginginkan.
  51. Kel 20:17; Mi 2:2
  52. 29. Disewakan.
  53. Kis 28:30
  54. 30. Digadaikan.
  55. Neh 5:3
  56. 31. Dijual.
  57. Kis 4:34
  58. 32. Undang-undang tentang penebusan - .
  59. Im 25:29-33
  60. 33. - orang jahat dirobohkan.
  61. Dan 2:5; 3:29
  62. 34. Kerusakan - sebagai ancaman hukuman.
  63. Yes 5:9; 13:16,21,22; Yeh 16:41; 26:12
  64. 35. Sering kali dirobohkan untuk memperbaiki tembok kota sebelum
  65. pengepungan.
    Yes 22:10
  66. 36. Melukiskan:
    1. 36.1 Tubuh.
    2. Ayub 4:19; 2Kor 5:1
    3. 36.2 Maut.
    4. Ayub 30:23
    5. 36.3 Jemaat.
    6. Ibr 3:6; 1Pet 2:5
    7. 36.4 Warisan orang-orang kudus.
    8. Yoh 14:2; 2Kor 5:1
    9. 36.5 (Di atas pasir) pengharapan orang-orang munafik yang sia-sia.
    10. Mat 7:26,27
    11. 36.6 (Di atas batu) pengharapan orang-orang kudus.
    12. Mat 7:24,25
    13. 36.7 (Keadaan tidak aman) pengharapan duniawi.
    14. Mat 6:19,20
    15. 36.8 (Membangun - ) kemakmuran yang besar.
    16. Yes 65:21; Eze 28:26
    17. 36.9 (Mendirikan tetapi tidak mendiami) malapetaka.
    18. Ul 28:30; Am 5:11; Zef 1:13
    19. 36.10 (Mendiami - yang didirikan oleh orang lain) berkat-berkat
    20. yang berlimpah. Ul 6:10,11

RUMA [ensiklopedia]

Disebut hanya dalam 2 Raj 23:36. Yosefus dalam cerita sejajar menyebutnya 'Abouma', dan boleh jadi maksudnya 'Aroma', tempat yg disebut dalam Hak 9:41, di sekitar Sikhem. Tapi nama Ruma sangat mungkin, yg kelihatan di Khirbet al-Ruma, lk 35 km ke pedalaman dari G Karmel. DFP/BS/HAO

RUMAH [ensiklopedia]

I. Lokasi

Di Palestina pada zaman Alkitab, rumah adalah bagian dari kawasan benteng. Perumahan di luar kawasan benteng hanya sedikit pada zaman makmur seperti abad 8 sM, setelah rumah mulai didirikan di luar tembok benteng. tapi hal itu membawa risiko, sebab pemilik harus segera mengamankan nyawa dan harta bendanya bila perang mengancam akan meletus lagi. Petani pun bermukim di kota, kendati pada musim menuai mereka berkemah dekat ladang, mungkin di dalam gua. Tempat pengirikan selalu dekat kota.

Di Palestina dan khususnya di Transyordan ada kelompok-kelompok masyarakat yg semi berpindah-pindah. Abraham yg hidup dalam 'tenda bulu binatang' adalah yg paling khas dari kelompok itu. Lot diam dalam gua sesudah melarikan diri dari Sodom (Kej 30), dan sepanjang zaman Alkitab gua adalah tempat tinggal umum bagi pelarian dan orang miskin. Namun, kebanyakan penduduk Palestina bermukim di kota.

Kata kota dan benteng adalah sinonim, dan luas kota tergantung pada jumlah tenaga yg dibutuhkan untuk membangun suatu pertahanan yg kuat. Luas kota umumnya tidak lebih dari 2,5 ha. Tidak ada standar yg menjadi patokan dalam membangun rumah. Akibatnya timbal ketidakteraturan dan tiap ruang dipadati oleh rumah. Perencanaan kota belum dikenal sebelum zaman Helenis.

II. Gejala umum

Umumnya rumah Palestina bertingkat dua, kendati mungkin ada beberapa yg bertingkat lebih dari dua. Tempat untuk budak biasanya gubuk raja. Dinding bagian bawah dibangun dengan menggunakan batu-batu yg besar dan kasar yg dapat diperoleh di ladang-ladang, justru dinding itu tebal. Dinding bagian atas juga tebal, tapi biasanya terbuat dari batu bata yg dikeringkan di sinar matahari. Di daerah di mana batu tidak ada, rumah dibangun dengan menggunakan bata lumpur. Jadi diperlukan fondasi batu yg cukup tinggi untuk melindungi bata itu dari resapan air hujan. Bata Lumpur harus diplester supaya tahan air.

Alasan lain mengapa fondasi yg dalam dan tiang-tiang sudut yg besar dan kokoh dibutuhkan, adalah karena Palestina sering mengalami gempa bumi. Hujan deras juga merusak (bnd perumpamaan ttg rumah yg dibangun di atas pasir, Mat 7:24-27). Penduduk asli Kanaan memang ada yg tega mengorbankan bayi sebagai tumbal saat membangun fondasi, tapi hal itu sangat jarang terjadi. Beberapa ahli berpikir bahwa praktik ini teracu dalam 1 Raj 16:34, mengenai pembangunan kembali kota Yerikho oleh Hiel.

Semen jarang sekali dipakai untuk membangun dinding batu, tapi permukaan dalamnya diplester. Ruangan umumnya sempit, kecuali di rumah orang-orang kaya den tingginya biasanya 2 m. Lantai dibuat dari tanah liat yg keras yg mampu menahan gesekan kaki telanjang. Di Mesir sekolah di desa-desa masih menggunakan lantai tanah liat seperti itu. Lantai dan halaman dari rumah-rumah mewah memakai bata ubin. Atap rumah umumnya terbuat dari lapisan tanah liat yg tebal, yg dioleskan pada tikar buluh, didukung oleh dahan kaya yg ditunjang oleh balok. Pada musim kering tanah liat dapat retak, karena itu dipakai gilingan berbentuk silinder yg panjangnya 66 cm, yg digelindingkan di atas atap supaya tetap tahan air. Atap genteng yg mulai dipakai menjelang zaman PB, menuntut hubungan yg lebih curam. Atap rumah dari batu berbentuk kubah yg umumnya terdapat di Palestina masa kini, belum dikenal pada zaman Alkitab.

Pada musim panas atap rumah digunakan untuk bersantai. Bahkan anggota keluarga sering tidur di situ, atau digunakan tempat istirahat siang hari juga untuk menjemur dan menyimpan kismis, buah kurma, rami, dil. Dalam Ul 8 dinasihatkan supaya atap rumah dipagari demi keselamatan orang.

Pada zaman Yeremia orang-orang Israel yg murtad menyembah Baal, dan di sotoh rumah mereka dipersembahkan korban kepada ilah-ilah (Yer 19:13, 32:29). Namun penyembahan suci juga dapat dilakukan di sotoh rumah (Kis 10:9). Tangga yg terbuat dari batu atau beta untuk mencapai atap biasanya di luar rumah (bnd Mrk 13:15). Orang miskin mungkin menggunakan tangga biasa.

Pintu rumah Palestina kecil. Daun pintu dapat berputar pada poros engselnya yg terdapat di kosen. Lantai pintu depan dibuat tinggi, untuk menahan air supaya tidak masuk ke dalam rumah terutama pada musim dingin. Di rumah orang-orang kaya dipekerjakan jaga pintu yg juga menentukan siapa yg boleh masuk. Ruang lantai dasar jarang ada jendela. Tapi cahaya dari pintu yg terbuka cukup untuk menerangi ruangan itu, dan rumah tetap sejuk di musim panas dan tetap hangat di musim dingin. Jendela di ruang alas umumnya menghadap ke halaman ketimbang ke jalan. Dan jendela yg menghadap ke jalan dilengkapi dengan kisi-kisi. Kaca belum digunakan untuk jendela karena belum tersedia. Kayu digunakan seminim mungkin untuk memperkecil bahaya kebakaran, tapi orang-orang kaya menggunakannya untuk menghiasi dinding dan langit-langit rumah mereka.

\\==> Image 00250\\

Halaman di sekitar rumah digunakan juga sebagai dapur kecuali bila cuaca buruk. Tempat pembakaran roti biasanya di halaman, dan bagian terbesar pekerjaan wanita dikerjakan di halaman rumah. Sesudah plester tahan air ditemukan, maka rumah-rumah mewah dilengkapi dengan penampungan air. Air hujan mengalir dari atap rumah, kemudian melalui saluran diteruskan ke penampungan air. Zaman dahulu setiap keluarga mengambil air dari sumber terdekat.

III. Perkembangan arsitektur

a. Zaman Bapak-bapak leluhur

Pada zaman itu penduduk Palestina terdiri dari kaum bangsawan dan kaum budak belian. Kaum bangsawan tinggal di rumah yg besar dan indah, budak belian tinggal di gubuk dengan hanya satu ruangan. Gubuk biasanya dempet dengan yg lainnya. Rumah terbesar milik bangsawan yg ditemukan, luasnya kr 1/2 hektar. Halaman pusat dari rumah besar biasanya dikelilingi oleh serentetan ruangan. Keluarga tinggal di lantai dasar. dan gardu pengawal ada di situ. Lantai dasar juga digunakan untuk tempat kerja, gudang dan kandang ternak. (Kuda baru dikenal di Palestina dan sangat mahal). Tipe rumah demikian digemari di Palestina sampai penaklukan Yosua. Pada masa antara Kejadian dan Keluaran kemakmuran merosot dan perumahan merana. Namun ada kekecualian, ump di Betel, rumah dari zaman Perunggu Tua luar biasa mewahnya. Dilengkapi dengan sistem parit di bawah lantai rumah, kadang-kadang parit yg satu menyeberangi parit yg lain.

b. Penaklukan Yosua

Penaklukan Kanaan mendampakkan revolusi atas daerah yg diduduki Israel. Namun peraturan lama berjalan terus di kota-kota yg belum ditaklukkan. Orang Israel bersifat demokratis, perbedaan tuan dan hamba tidak ada -- semua orang sederajat. Tapi mengingat begitu lamanya mereka mengembara di padang belantara, mereka miskin dan kurang berpengalaman. Dengan demikian rumah-rumah mereka hampir sama miskinnya dengan tempat tinggal budak. Kendati demikian ada pola arsitektur baru yg ditemukan di semua kota yg mereka duduki. Tiang-tiang digunakan untuk membangun dinding, ruang di antara tiang-tiang diisi batu karang yg jenisnya bermacam-macam. Pintu masuk sangat rendah. Kemiskinan suatu keluarga nampak dari minimnya perabotan yg dimiliki dan kualitasnya yg rendah. Perbedaan yg sangat mencolok adalah tidak adanya kultus Kanaan di rumah-rumah orang Israel. Pada zaman Hakim-hakim perumahan sangat miskin, tapi berkembang makmur dengan cepat pada zaman Daud dan Salomo, terutama akibat pengaruh Fenisia.

c. Mesa kerajaan terbagi dua

Sementara kemakmuran berkembang saat kerajaan terbagi dua, muncul tipe rumah baru milik orang-orang kaya. Bangunan dengan tiang-tiang yg tinggi dan halaman yg luas bermunculan. Tiang-tiang itu adalah batu yg utuh dan dipahat yg tingginya cukup untuk menahan bangunan tingkat pertama. Tiang itu membuktikan kemampuan menggali batu yg besar yg dipelajari pada zaman Salomo. Di kemudian hari, karena sarana kota menjadi sangat mahal, maka rumah-rumah besar itu diubah menjadi apartemen, sebagaimana sekarang. Bangunan yg paling baik dari zaman Persia adalah rumah besar di Lakhis, mungkin tempat tinggal gubernur.

d. Zaman Helenis

Beberapa kota Palestina dari zaman Helenis memperlihatkan kebijakan perencanaan kota, bentuknya empat persegi panjang. Rumah-rumah juga berbentuk empat persegi panjang. Dan pada zaman ini rumah orang-orang kaya telah dilengkapi dengan kamar mandi. Pada zaman PB orang kaya melewatkan musim dingin di Yerikho. Kota itu lebih besar dan lebih mewah dari Pompei, tamannya juga lebih banyak dan lebih luas. Pada zaman PB rumah mewah di Palestina sama dengan rumah Romawi di mana-mana. Ada lapangan luar dikelilingi beberapa kamar, di bagian belakang menghampar lapangan kedua dengan ruangan-ruangan lain yg tersendiri.

IV. Istana raja

Gambaran Alkitab mengenai istana Salomo sangat singkat. Tapi gambaran lengkap mengenai pembangunan Bait Suci menolong kita untuk menduga sosok istana Salomo, karena dirancang oleh arsitek yg sama dan dibangun oleh tukang-tukang yg sama. Tembok istana terbuat dari potongan-potongan batu yg dipahat lalu disusun. Bahan kayu pilihan yg dioles supaya jenisnya nampak, digunakan menghiasi bagian dalam. Hasil penggalian istana gubernur di Megido mengacu pada pembangunan sesuai rencana Salomo. Istana Omri di Samaria juga dibangun oleh pekerja Fenisia. Hiasan indah berlapis gading yg ditemukan di istana ini, membuktikan bahwa perabot rumah tangga yg mahal digunakan di istana. Istana Herodes di Yerusalem yg tamannya sangat luas, mewahnya luar biasa, demikian juga istana musim dingin di Yerikho, juga milik Herodes.

V. Kehidupan dalam rumah

Rumah -- pada kurun waktu tertentu zaman Alkitab -- adalah tempat tinggal dan sekaligus gudang. Bagi petani rumah lebih dari tempat tinggal. Sebab di situ disimpan semua miliknya, termasuk bajak dan alat-alat pertanian lainnya. juga biji-bijian, bahan pangan keluarga untuk musim dingin, dan rumput makanan ternak. Para arkeolog keheranan mendapat tahu banyaknya bahan unsur karbon dalam rumah, terutama di rumah-rumah yg dibinasakan oleh pasukan Yosua. Bila cuaca sangat dingin dan lembab atau waktu perang, keluarga harus memberi tempat dalam rumah atau halaman bagi ternak yg mahal harganya.

Perabot rumah tangga berbeda-beda, tergantung pada kekayaan penghuninya. Orang miskin mempunyai hanya alat-alat dapur dan keperluan tidur. Perabot di ruang tamu Elisa mungkin sederhana (2 Raj 4:10), tempat tidur, meja, kursi dan lampu. Tempat tidur orang kaya tinggi, yg lainnya pendek. Untuk tempat tidur orang miskin menghamparkan anyaman sejenis bambu di lantai. Karena musim dingin di Palestina cukup menyiksa dan udaranya lembab, maka untuk tidur dibutuhkan banyak selimut. Meja ada yg tinggi dan rendah, demikian pula kursi dan bangku maupun alas kaki. Tentu ada tempat untuk menyimpan pakaian dan keperluan tidur. Perabot milik orang-orang kaya dilapisi dengan gading. Golongan menengah menirunya dan melapisi perabot mereka dengan tulang. Ada juga perabot yg sudah dilapisi dengan gading dihiasi lagi dengan emas dan batu-batu berharga. Alat tenun ditemukan di banyak rumah.

Pada musim dingin orang memasak makanan di dalam rumah supaya udara hangat. Tapi bila suhu sangat dingin digunakanlah belanga tembaga berisi arang menyala. Tapi kebijakan ini kurang daya gunanya.

Untuk menyiapkan makanan dan menyajikannya diperlukan peralatan khusus. Seperti sudah disinggung, di halaman depan dibangun tempat pembakaran roti. Bagian atasnya kosong, diameternya kr 66 cm dan tingginya kr 15 cm. Biasanya tempat pembakaran roti dibuat dari tanah liat dan pecahan periuk. Di dalam rumah ada sejenis bak dari batu atau tanah liat untuk tempat menyimpan barang. Kendi-kendi besar dapat juga digunakan untuk menyimpan persediaan. Biasanya satu keluarga memiliki gilingan, tong bermulut lebar untuk tepung, dan bejana khusus untuk minyak zaitun. Lesung batu yg besar juga merupakan alat yg jamak, ditaruh di lantai di mana bahan makanan dipersiapkan dengan melumatkannya dengan alu. Bila tidak mempunyai alat penampungan air, maka digunakanlah guci besar sebagai gantinya. Di dekat guci besar itu disediakan guci-guci kecil yg digunakan untuk mengambil air dari mata air. Periuk bermulut lebar digunakan untuk memasak makanan yg perlu diaduk, dan periuk yg bermulut sempit untuk memasak benda cair. Mangkok digunakan untuk menyajikan makanan. Orang kaya menggunakan alat makan terbuat dari emas atau perak dan ketel tembaga. Am 6:4-6 menggambarkan borosnya kemewahan hidup Israel.

Perjamuan Malam Terakhir merupakan perpaduan antara kebiasaan lama dan baru. Orang bersantap bersandar di dipan menurut gaya Romawi, tapi ruang atas tempat perjamuan itu adalah ruang tamu kuno.

KEPUSTAKAAN. H. K Beebe, BA 31, 1968, hlm 38-58; Y Shiloh, IEJ 20, 1970, hlm 180-190; H. A Hoffner, TDOT 2, 1977, hlm 107-116; O Michel, TDNT 5, 1968, hlm 119-134; S. M Paul dan W. G Dever (red), Biblical Archaeology, 1973; A. C Bouquet, Everyday Life in New Testament Times, 1955. JLK/JMP/HAO

RUMAH [browning]

Untuk sebagian besar sejarah orang Ibrani, sejak tinggal di *Kaman (abad ke-13 dan ke-12 sM) hingga abad ke-6 M, semua rumah tinggal memiliki ukuran dan bentuk yang sama, yaitu terdiri dari dua ruang di atas dan dua ruang di bawah, dengan atap balok-balok kayu yang diisi dengan lumpur kering dan semak belukar. Hewan-hewan mungkin ditempatkan di bagian yang lebih rendah (1Sam. 28:24). Rumah baru harus diberi pagar sebagai pengaman (Ul. 22:8). Pada abad ke-8 sM, seperti disaksikan oleh para *nabi, orang-orang kaya memperluas rumah mereka dan cenderung mendesak orang-orang miskin ke wilayah yang terpisah. Pada era PB rumah-rumah orang kaya di Palestina meniru rumah di kota-kota Helenistik, dilengkapi dengan persediaan airnya sendiri. Istana Herodes begitu mewah dan nyaman, dilengkapi dengan kolam renang dan ventilasi. Rumah-rumah orang miskin memiliki atap yang mudah dikoyakkan (Mrk. 2:4), jelas bahwa masih dibuat dari anyaman jerami dan ranting-ranting. Namun, untuk lingkungan Lukas yang lebih canggih, penginjil mengubah konstruksi atap Markus yang sederhana itu menjadi genting (Luk. 5:19) agar lebih dapat dimengerti oleh para pernbacanya. Dalam *Alkitab 'rumah' juga digunakan untuk menyatakan keluarga atau suku (Bil. 1:2).2Sam. 7:4-11 menggunakan 'rumah' dengan makna ganda, sebagai bangunan dan sebagai dinasti atau keluarga. 'Rumah Allah' (Mrk. 2:26) atau 'rumah doa' (Mrk. 11:17) merupakan tempat untuk *beribadah. Namun, dalam Ibr. 3:3-6 persekutuan Kristen disebut sebagai 'rumah Allah'.

Lihat definisi kata "Rumah" dalam Studi Kata



TIP #07: Klik ikon untuk mendengarkan pasal yang sedang Anda tampilkan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA