Daftar Isi
GAMBAR: Roma
BROWNING: ROMA
ENSIKLOPEDIA: ROMA

Rome

Dalam versi-versi Alkitab:

Rawma: LDKDR
Rawmawij: LDKDR
Roem: KL1863 KL1870
Rom: BABA
Roma: BIS ENDE FAYH TB WBTCDR
Rum: SBDR TL

Gambar

Roma: selebihnya..
Topik: Arrival at Rome; Paul in Rome; Prisoner in Rome; Trials in Rome

ROMA [browning]

Ibu kota dari kerajaan Romawi, menurut tradisi dimulai tahun 753 sM. Pada Zaman PB Roma mempunyai penduduk sekitar satu juta. Kebanyakan penduduk bertumpuk di rumah-rumah petak, sekalipun yang kaya hidup di vila-vila yang dipanaskan secara menyenangkan. Kaisar *Agustus membuat program pembangunan besar-besaran untuk mana ia mengimpor bahan-bahannya dari Afrika, Yunani dan Asia kecil. Suatu usaha niaga seperti itu menarik suatu campuran internasional ke Roma, adat kebiasaan, bahasa-bahasa dan agama-agama, walaupun bahasa Yunani adalah bahasa utama dalam kehidupan masyarakat. Bahasa *Latin hanya digunakan oleh elit masyarakat. Ada cukup banyak orang Yahudi di kota Roma sekitar tahun 49 M, karena Kaisar *Klaudius mengeluarkan peraturan pemerintah yang mengusir semua orang Yahudi keluar Roma, disebabkan keributan di antara mereka (lih. Kis. 18:2) yang mungkin terjadi sekitar kedatangan orang-orang Kristen. Orang Kristen itu banyak jumlahnya dan tidak disenangi sehingga Kaisar *Nero dapat melimpahkan kesalahan atas mereka sebagai penyulut kebakaran yang membawa bencana pada tahun 64 M, padahal dengan itu terbukalah lahan kota yang Nero perlukan untuk bangunan-bangunannya sendiri. Namun, persekutuan Kristen hertumbuh dan Surat *1 Petrus dan *1 Klemens, keduanya dituliskan di Roma.

ROMA [ensiklopedia]

Menurut tradisi kota Roma didirikan thn 753 sM di tujuh bukit, di atas jurang tebing di mana tanah datar Latin bertemu dengan S Tiber, tempat penyeberangan pertama di muara. Sebagaimana diperlihatkan oleh penggalian, mula-mula Roma adalah tempat bertemu dan bercampurnya bangsa-bangsa, bukan tempat tinggal satu bangsa saja. Perkembangan Roma pesat, pada tahap pertama dirangsang oleh keperluan strategis negara Etruria ke utara dan ke selatan, kemudian oleh kebijaksanaan politik liberal dalam pemberian hak suara yg unik di dunia kuno: Roma menarik kepada dirinya orang dan ide dari seluruh daerah Laut Tengah, sehingga hampir 1.000 thn semua masyarakat beradab dari Inggris sampai Arab menjadi anggota kerajaannya. Roma menjadi kosmopolitan dan Romawi adalah dunia. Tapi justru menghancurkan keunikan kota itu, dan kestrategisannya yg begitu menentukan perkembangannya memudar dengan berperannya S Donau dan Rhein. Akibatnya Roma hanyalah salah satu kota propinsi Italia pada Zaman Pertengahan Eropa.

Pada masa PB Roma masih bertumbuh. Di blok-blok rumah bertingkat tinggal lebih dari sejuta rakyat jelata, yg datang dari mancanegara. Golongan aristoktrat -- yg oleh kebijakan internasional para kaisar -- memboroskan keuntungan yg diperoleh dari tiga benua di vila-vila mewah di pinggir kota atau di perkebunan-perkebunan luas di pedalaman. Para kaisar memadati wilayah jantung Roma dengan gedung-gedung negara, yg belum ada bandingannya di ibu kota mana pun juga. Pemusatan kekayaan itu memungkinkan masyarakat bawah beroleh kemajuan ekonomi dan hiburan. Hal itu menarik sastrawan dan pakar seni dari negeri-negeri lain datang ke Roma. Sebagai tempat tinggal senat dan pusat administrasi kerajaan, Roma mengatur hubungan diplomatik dengan semua negara di kawasan Laut Tengah, juga penyaluran pangan dan barang-barang mewah yg memperkuat hubungan itu.

I. Roma dalam zaman PB

Kis sering dianggap laporan pengembaraan rasuli antara Yerusalem dan Roma sebagai lambang Yahudi dan kafir. Tapi dalam Kis 1:8 Yerusalem dikontraskan dengan 'ujung bumi', dan walaupun cerita Kis berakhir di Roma hal itu tidak diberi perhatian. Yg mendapat penekanan ialah pergumulan Paulus menghadapi orang Yahudi yg menentangnya, dan perjalanan ke Roma untuk mengatasi pertentangan itu yg memuncak dalam tuduhan Paulus atas orang Yahudi di sana, dan pemberitaan Injil secara nyata-nyata kepada masyarakat non-Yahudi. Agaknya tema Kis ialah pembebasan Injil dari cengkeraman Yahudi, dan jelas Roma adalah terminal akhir dalam proses pembebasan itu.

Tapi dalam Why Roma memperoleh makna yg mengerikan. 'Kota besar yg memerintah atas raja-raja di bumi' (Why 17:18), duduk di atas tujuh gunung (ay 9), dan di atas 'air' atau 'bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa' (ayat 15), pastilah ibu kota kerajaan. Si pelihat menulis di Asia Kecil, pusat terbesar perdagangan barang mewah pada zamannya, mengungkapkan perasaan orang yg rugi karena persekongkolan dengan Roma. Ia menghinakan kompromi 'dengan raja-raja di bumi yg telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia' (Why 18:9). Ia mendaftarkan perdagangan barang mewah (ay 12, 13) yg dilakukan oleh pedagang yg menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya (ay 3). Ia meremehkan kecemerlangan artistik kota (ay 22). Betapa luasnya kebencian demikian kita tidak tahu. Dalam kasus itu penyebabnya jelas: Roma telah mabuk 'oleh darah saksi-saksi Yesus' (Why 17:6).

II. Asal usul kekristenan di Roma

Tidak jelas bagaimana kelompok Kristen terbentuk di Roma, apakah mereka membentuk jemaat melalui prosedur biasa juga tidaklah jelas. PB tidak menyebut apakah ada semacam pertemuan atau kegiatan jemaat sebagai jemaat, apalagi uskup atau sakramen. Gereja Roma tidak tertera dalam dokumen. Itu tidak harus berarti bahwa jemaat belum terbentuk. Mungkin sebabnya ialah karena jemaat Roma tidak berkaitan dengan Paulus, padahal bagian terbesar informasi kita adalah mengenai dia.

Keterkaitan Paulus dengan Roma kita ketahui pertama kali dari perjumpaannya dengan Akwila dan istrinya, Priskila, di Korintus (Kis 18:2). Suami-istri itu meninggalkan Roma karena Kaisar Klaudius mengusir orang Yahudi dari sana. Tidak jelas apakah mereka sudah Kristen atau tidak. Suetonius mengatakan (Claudius, 25) bahwa huru hara yg terjadi di Roma adalah disebabkan orang bernama Krestus. Mungkin nama ini adalah ejaan lain untuk Kristus, sehingga beberapa ahli menganggap bahwa kekristenan telah mencapai Roma. Tapi Suetonius mengenai kekristenan, jadi kalaupun ia membuat kesalahan, toh hasutan yg dikaitkan dengan Kristus bukanlah tidak mungkin adalah akibat dari setiap gerakan mesianik Yahudi, jadi tidak harus disebabkan oleh kekristenan.

Dalam Rm tidak ada rujukan tentang pertentangan antara Yahudi dan Kristen di Roma, dan ketika Paulus sendiri mencapai Roma para pemuka Yahudi menyatakan tidak tahu-menahu tentang kekristenan (Kis 28:22). Ini bukan saja membuat mungkin bahwa huru-hara yg disebut oleh Suetonius itu bukanlah bentrokan karena kekristenan, bahkan juga menimbulkan pertanyaan tentang sifat organisasi jemaat Kristen di Roma, karena pada tahap itu telah ada jemaat besar di sana. Bagaimanakah mungkin para pemuka Yahudi tidak mengetahui itu?

Beberapa tahun setelah bertemu dengan Akwila dan Priskila, Paulus memutuskan 'harus melihat Roma juga' (Kis 19:21). Selang beberapa waktu kemudian, saat menulis Surat Rm ia ingin mengunjungi temannya di situ dalam perjalanannya ke Spanyol (Rm 15:24). Beberapa dari temannya itu disebut dalam ps 16, yg telah 'beberapa tahun' tinggal di situ (Rm 15:23), dan dikenal baik juga oleh masyarakat Kristen di luar negeri (Rm 1:8). Paulus berkata ia tidak mau membangun 'di atas dasar, yg telah diletakkan orang lain' (Rm 15:20), tapi itu tidak harus merujuk pada keadaan di Roma, melainkan menerangkan mengapa pekerjaannya di luar Roma begitu lamban (Rm 15:22, 23).

Memang nada otoritas Paulus dalam Surat-surat Penggembalaan tidak memberi tempat kepemimpinan bagi orang lain. Alasan paling wajar mengapa demikian, ialah Paulus menulis surat kepada masyarakat Kristen di Roma yg sudah mengalami hubungan dengan dia di jemaat yg didirikannya. Di antara mereka ada yg disebut 'kerabatnya', dan rekan kerjanya pada waktu lalu. Ia memperkenalkan kepada mereka sahabat seiman yg baru (Rm 16:1). Kendati beberapa dari mereka menyandang nama Romawi, mungkin mereka adalah orang asing yg baru diberi hak suara. Atau, kebanyakan dari mereka bukan orang Romawi, sebab Paulus menyinggung kekuasaan pemerintah Romawi khususnya mengenai pajak atas orang yg bukan orang Romawi (Rm 13:4, 7). Dan kendati beberapa dari mereka adalah Yahudi, namun hidup mereka nampaknya terpisah dari persekutuan Yahudi (ps 12). Rujukan paling sedikit lima kali kepada unit keluarga (Rm 16:5, 10, 11, 14, 15) menyatakan bahwa unit rumah tangga adalah dasar persekutuan mereka.

Beberapa tahun kemudian ketika Paulus akhirnya sampai di Roma, anggota jemaat itu datang menjumpai dia (Kis 28:15). Setelah itu mereka tidak muncul lagi dalam laporan Kis, baik dalam urusan Paulus dengan para pemimpin Yahudi maupun sepanjang 2 thn Paulus dipenjarakan. Beberapa surat yg dianggap ditulis oleh Paulus sewaktu dia di penjara, kadang-kadang memuat 'salam kepadamu dari saudara-saudara', kendati surat-surat itu terutama menyangkut berita pribadi. Rujukan pada pemberita tandingan (Flp 1:15) adalah satu-satunya data nyata PB mengenai kekristenan di Roma. Di lain pihak, jika ada jemaat yg diorganisir tanpa ada hubungannya dengan Paulus, hal itu dapat menjelaskan mengapa kekristenan di Roma dalam Surat-surat Paulus agak kabur sifatnya.

III. Pernahkah Petrus di Roma?

Menjelang abad 3 muncul tradisi bahwa Petrus bekerja di Roma dan mati martir di sana. Pada abad 4 muncul penegasan bahwa Petrus adalah uskup pertama jemaat Roma. Tradisi ini tidak pernah dipersoalkan pada zaman kuno, dan bukan tidak konsisten dengan data PB sekalipun PB tidak menunjangnya secara positif. Kebanyakan ahli menganggap bahwa 'Babilon' (1 Ptr 5:13) adalah sebutan lain untuk Roma, tapi, kendati acuan yg senada terdapat dalam sastra apokaliptik, sulit memahami perlunya sebutan lain itu dalam surat, juga sulit memahami siapa yg akan terkecoh, karena surat dialamatkan kepada lingkungan pembaca yg luas. Apa yg disebut 'Surat Pertama Klemens' (First Epistle of Clement) yg ditulis waktu ingatan pada rasul-rasul itu masih segar, menyiratkan bahwa Petrus maupun Paulus keduanya mati martir di Roma, tapi hal ini tidak ditegaskan secara positif. Tentu itu dapat berarti bahwa hal ini diterima sebagai benar.

Dari kurun waktu satu abad kemudian diperoleh informasi tentang 'tanda kemenangan' Petrus di bukit Vatikan dan 'tanda kemenangan' Paulus di jalan ke Ostia. Berdasarkan anggapan bahwa yg dimaksud adalah kuburan, maka di kemudian hari didirikan dua gedung gereja di tempat itu.

Penggalian di Vatikan akhir-akhir ini menemukan monumen yg mungkin adalah 'tanda kemenangan' Petrus bertarikh abad 2, dekat ke tanah pemakaman yg mulai digunakan menjelang abad 2. Tapi masih belum ada bukti positif bahwa Petrus pernah tinggal di Roma. Penggalian itu menguatkan tradisi sastrawi, dan kemungkinan bahwa Petrus meninggal di Roma nampaknya harus diterima. Tapi tradisi bahwa ia mendirikan jemaat di Roma dan menjadi pemimpin jemaat itu selama satu kurun waktu tidak dapat dibuktikan, dan bungkamnya Paulus akan hal itu merupakan masalah yg sukar diatasi.

Kematian rasul-rasul sebagai martir mungkin terjadi dalam pembantaian massal thn 64 (*NERD). Catatan Tacitus (Annals 15. 44) dan (lebih pendek) Suetonius (Nero 16) menyajikan beberapa hal yg mengejutkan mengenai masyarakat Kristen di Roma. Jumlahnya sangat besar, hubungannya dengan Yesus dimengerti jelas, namun persekutuan mereka dibedakan dari Yudaisme. Mereka menjadi sasaran ketakutan dan kejijikan rakyat dengan alasan yg tidak dijelaskan, terlepas dari 'kebenaran terhadap umat manusia'. Jadi, kesadisan Nero hanyalah melampiaskan rasa benci terhadap kekristenan dalam metropolis dunia.

KEPUSTAKAAN. *ROMAWI, KERAJAAN. O Cullmann, Peter: Disciple, Apostle, Martyr, 1962; J. D. P. V Balsdon, Life and Leisure in Ancient Rome, 1974. EAJ/BS/HAO




TIP #30: Klik ikon pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA