Daftar Isi
BROWNING: RAHASIA MESIANIK

RAHASIA MESIANIK

RAHASIA MESIANIK [browning]

Suatu teori mengenai Kitab Injil. Pada 1901, William *Wrede mengamati bahwa cerita Injil Markus tentang Yesus yang tidak mulus membawakan beberapa berita yang tidak masuk akal dari *kehidupan Yesus. Tidak mungkin kita menelusuri bagaimana Yesus selama pelayanan-Nya lambat-laun menjadi sadar akan kedudukan mesianik-Nya. Wrede mencatat keanehan bahwa Yesus menyuruh orang yang Ia sembuhkan untuk berdiam (suatu hal yang tidak mungkin! Mrk. 5:43). Dan memang orang-orang itu segera tidak menuruti pesan Yesus itu. Wrede menjelaskan bahwa Markus tidak memberikan catatan historis, tetapi suatu penjelasan teologis. Tidak mungkin kemesiasan Yesus itu diterima orang sebelum *kebangkitan-Nya. Pada saat itulah orang sadar bahwa Yesus adalah Mesias dari sejak awal. Tetapi, bagaimana caranya sehingga Yesus tidak dikenali. Jawabannya adalah bahwa Yesus menyuruh orang merahasiakannya -- kendatipun *roh-roh jahat, yang adalah makhluk supranatural, mengenali keadaan sebenarnya (Mrk. 1:24). Apabila Yesus berbicara dengan *perumpamaan, maksud Markus ialah bahwa bahasa itu sengaja digunakan untuk merahasiakan kebenarannya bagi orang banyak yang mendengarkan (Mrk. 4:12). Begitulah maka penjelasan editorial Markus disampaikan sebagai larangan dari Yesus (Mrk. 9:9). Memang, pada umumnya disepakati bahwa Injil Markus adalah suatu interpretasi teologis yang lahir dari kepercayaan Gereja pasca-kebangkitan, tetapi teori Wrede dalam bentuknya ini tidak dapat diterima begitu saja. Motif kerahasiaan itu mengandung lebih banyak hal daripada kemesiasan saja (seperti juga dengan cerita *mukjizat-mukjizat-Nya). Dan ternyata beberapa peristiwa mesianik (seperti masuknya Yesus ke Yerusalem) tidak disertai perintah untuk merahasiakannya (bnd. Luk 19:40). Dalam pendidikan Yahudi dari para murid Yesus tidak ada alasan untuk mengenali Mesias Yesus sebagai akibat dari kebangkitan. Suatu penjelasan lain dari soal ini ialah adanya sejumlah pengertian mesianik tentang korban (seperti dalam Kitab *Yobel -- apokrif Yahudi) pada abad pertama Masehi. Apabila Yesus hendak menyatakan pengertian diri-Nya sendiri, Yesus harus menggunakan pengertian-pengertian yang tersedia. Maka, misalnya perlu menyangkal setiap ciri nasionalistik dan xenofobik pada pengertian mesias itu. Dengan demikian, larangan-larangan untuk merahasiakan mungkin merupakan tindakan pencegahan dari pihak Yesus, walaupun tidak selalu berhasil, untuk secara tidak langsung menyatakan bahwa Dia adalah Mesias yang berusaha menyelamatkan melalui penderitaan dan pelayanan. Dan Yesus mengundang murid-murid-Nya untuk menjalani jalan yang sama, yang mungkin menjelaskan ketakutan para murid (Luk. 8:32) dan ramalan-Nya.



TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA