: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Numidia | Nun | Nuzi | Nyamuk | Nyanyian | NYANYIAN PUJIAN MARIA | Nympha | Obadiah | Obaja | Obal | Obat
Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: NYANYIAN PUJIAN MARIA

NYANYIAN PUJIAN MARIA

NYANYIAN PUJIAN MARIA [ensiklopedia]

Seperti nyanyian-nyanyian lain dalam Luk 1-2, nama dari nyanyian pujian Maria ini (Luk 1:46-55) ('Magnificat') diambil dari Alkitab terjemahan Latin, yaitu kata pertama, yg berbunyi: 'Magnificat anima mea Dominum'. Beberapa penafsir berpendapat bahwa 'Maria' (Luk 1:46) ialah bacaan (tingkat) kedua; karena itu mereka menerima bacaan yg kurang kesaksiannya 'Elisabet' (lih karangan Creed yg disebut di bawah). Mungkin sekali aslinya Lukas hanya menulis 'katanya', dan kedua-duanya 'Maria' dan 'Elisabet' merupakan usaha dari para penyalin untuk menentukan orang tertentu sebagai penyair asli dari nyanyian itu. Namun bacaan 'Maria' sudah diterima secara umum. Para ahli beda pendapat dalam hal isi nyanyian ini, apakah lebih cocok berasal dari Maria atau Elisabet. Tapi peristiwa yg merupakan kerangka nyanyian ini, sudah dalam peralihan dari cerita pemberitahuan ke cerita kelahiran. Dan nyanyian ini berhubungan erat dengan cerita pemberitahuan dan tema Mesiasnya dilanjutkan. Maka sangat mungkin, bahwa Lukas memandang nyanyian ini sebagai nyanyian Maria mengenai Kristus.

Syair perasaan ini dibentuk mengikuti pola mazmur-mazmur PI, dan secara khusus mengandung jiwa yg serupa dengan nyanyian pujian Hana (1 Sam 2:1-10). Jalan cerita ditentukan oleh tema Lukas; dan nyanyian ini tak perlu dianggap sebagai jawaban langsung yg sebenarnya dari Maria. Tapi sebaliknya, janganlah dianggap hal ini melulu rekonstruksi penulis saja. Makna nyanyian ini bagi Lukas terletak dalam kenyataan, bahwa nyanyian itu ialah nubuat Maria. Artinya, isinya tercetus dari mulut Maria dan mengungkapkan isi hati dan pikirannya.

Syair ini merupakan puncak dari perikop itu, dan selaras dengan itu dalam nyanyian Magnificat ini getaran jiwa naik ke puncak. Nyanyian ini dibagi dalam empat bait yg menerangkan: (1) Dengan sukacita Maria memuliakan Tuhan, mengucapkan syukur dan memuji karena berkat yg diterimanya; (2) sifat dan sikap Allah dalam kasih-Nya bagi semua orang, yg takut akan Dia; (3) kedaulatan-Nya dan kasih-Nya yg khusus terhadap orang-orang yg rendah di dunia ini; dan (4) rahmat-Nya yg khusus terhadap bangsa Israel. Yg mendorong Maria menaikkan pujian ialah, bahwa Allah sudi memilih dia, perempuan desa dari golongan rendah untuk menggenapi impian dari setiap perempuan Yahudi. Sebab kelihatannya dalam ke-Yahudi-an, hal yg memberi makna paling mendalam dan paling menggembirakan bagi keibuan, ialah kemungkinan, bahwa anak itu mungkin menjadi Juruselamat.

Bagian akhir syair ini melukiskan penyelamatan Allah melalui Mesias, dan ini merupakan ulasan mengenai nubuat-nubuat PL. Kelepasan dinubuatkan dalam pengertian kebebasan nasional dari penindas. Inilah bentuk ungkapan khusus dari zaman Mesianisme pra-kekristenan. PB tidak menentang hal ini, tapi menempatkannya pada parousia (penyataan) Mesias pada masa eskatologi, yaitu 'masa yg akan datang' (bnd Kis 1:6 dab). Sama seperti sering terjadi dalam PL, perbuatan Allah mengenai Mesias dipandang seolah-olah sudah digenapi, sebab janji Allah senilai dengan pelaksanaannya (bnd Kej 1:3); firman-Nya ialah firman yg berkuasa. Tujuan istimewa dari rahmat Allah ialah 'Israel, hamba-Nya' (Luk 1:54 dab; bnd Kis 3:13, 26; 4:27, 30). Apakah ada digambarkan di sini perbedaan yg terdapat dalam PL antara keseluruhan bangsa Israel dengan sisa yg saleh, tak dapat dipastikan; pengertian itu sering dibiarkan dalam suatu keseluruhan yg tidak diperinci, dan pertentangan yg ada dalam Luk 1:51-53 mungkin hanya mengenai bangsa Yahudi dan penguasa non-Yahudi. Tapi dalam pikiran Lukas -- dan dalam pikiran pembaca-pembaca pertama -- tafsiran Kristen yg tegas mengenai gagasan seperti 'Israel' (bnd Luk 24:21-26; Yoh 12:13; Kis 1:6; Rm 9:6) 'hamba' dan 'keturunan' (Yoh 8:39; Gal 3:16, 29) pasti tidak dilupakan dan mungkin masuk dalam pengertian dan tafsiran mengenai nubuat Maria (*NYANYIAN PUJIAN ZAKHARIA).

KEPUSTAKAAN. J. M Creed, The Gospel according to St. Luke, 1942, hlm 21-24; C Neil dan J. M Willoughby, The Tutorial Prayer-Book, 1959, hlm 117-118; R Laurentin, 'Les Evangiles de l'enfance', Lumiere et Vie 23, 1974, hlm 84-105. EEE/MHS/HAO




TIP #20: Untuk penyelidikan lebih dalam, silakan baca artikel-artikel terkait melalui Tab Artikel. [SEMUA]
dibuat dalam 0.05 detik
dipersembahkan oleh YLSA