Lihat definisi kata "Meterai" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HAAG: Meterai
PEDOMAN: Meterai Meterai, Dimeteraikan Dengan Roh Kudus
LAMBANG: Meterai
BROWNING: METERAI
ENSIKLOPEDIA: METERAI

Meterai

Meterai [haag]

Meterai.

Cap meterai itu dijadikan tanda-tangan pada dokumen-dokumen di seluruh daerah Timur Tengah (1Raj 21:8; Yes 8:16; 29:11; Yer 32:10) dan pada guci-guci (--> Meterai guci). ~M sering memuat tanda gambar seorang pribadi (dari situlah timbul penekanan atas sifat pribadinya: Kid 8:6) dan nama pemiliknya. Sering pula ~M hanya memuat nama pemiliknya.

  1. (I). DARI BENTUK YANG BERMACAM-MACAM itu orang membedakan: (1). Meterai gilas. Sebuah batu silinder yang dilubang tengahnya. Batu itu berjalan menggilas maju dan meninggalkan sebuah lukisan segi empat. ~M ini Hanya dapat dibaca dengan terang pada lempengan tanah liat dan terutama hanya tersebar luas di Mesopotamia. Gamb. 18.
    1. (2) Meterai bola. Pada bagian yang lebar daripada meterai yang dibuat dari batu itu dibuatkan sebuah lobang. Bentuk batu itu menyempit dan menajam pada puncaknya. Sejak abad 7 bisa mendesak ~M gilas.
    2. (3) ~M berbentuk --> Skarabus.
    3. (4) Bentuk-bentuk skarabus (tetapi tidak dibuat menurut [3]), dilakukan di Siria, Fenesia dan Palestina. ~M ini dibuat dari sebuah batu lonjong bergelombang dengan bagian bawah yang licin. Dipakai orang pada leher (Kej 38:18; Kid 8:6) atau dipakai sebagai cincin pada jari (Yer 22:24).
  2. (II). BAHAN YANG DIPAKAI adalah batu akik, terutama batu baiduri. Tetapi juga krisopas (Kel 28:9) dan zamrud (/RAPC #Sir 32:6) disebut-sebut.
  3. (III). MENURUT TULISANNYA dibedakan antara:
    1. (1) Meterai nama. ~M ini memuat nama pribadi melulu atau ditambah dengan nama ayahnya. Dapat pula nama dengan sebutan jabatan (abdi, penguasa, penulis).
    2. (2) Meterai lukisan. ~M dengan lukisan lambang melulu atau dengan lukisan lambang yang dibubuhi nama. ~M dari Palestina/Siria berasal dari dasa abad pertama dan melukiskan burung, singa-singa, sfinks, singa, sapi atau banteng, binatang-binatang lain, makhluk-makhluk yang bersembah sujud, lukisan peristiwa profan atau lukisan perhiasan melulu.

Meterai [pedoman]

  1. 1. Dinamai cap.
  2. Kej 38:18,25
  3. 2. Permata yang diikat dengan ikatan emas digunakan sebagai - .
  4. Kel 28:11
  5. 3. Ukiran-ukiran pada - disebutkan dalam.
  6. 2Tim 2:19
  7. 4. Biasanya dipakai sebagai cincin.
  8. Yer 22:24
  9. 5. Capnya:
    1. 5.1 Seringkali diterangkan pada tanah liat.
    2. Ayub 38:14
    3. 5.2 Digunakan sebagai jaminan.
    4. Dan 6:17-18; Mat 27:66
    5. 5.3 Segala surat keputusan raja dibubuhi - .
    6. Est 3:12; 8:8
    7. 5.4 Segala perjanjian dibubuhi - .
    8. Neh 9:38; 10:1
    9. 5.5 Segala surat sewa-menyewa dan pemindahan barang-barang milik
    10. dibubuhi - . Yer 32:9-12,44
    11. 5.6 Dibubuhkan pada perbendaharaan.
    12. Ul 32:34
    13. 5.7 Dibubuhkan pada korban-korban yang layak untuk persembahan.
    14. Yoh 6:27
    15. 5.8 Diberikan oleh raja sebagai tanda perintah.
    16. Kej 41:41,42
  10. 6. Meterai melukiskan:
    1. 6.1 Sunat.
    2. Rom 4:11
    3. 6.2 Pertobatan.
    4. 1Kor 9:2
    5. 6.3 Apa yang indah dan berharga.
    6. Kid 8:6; Yer 22:24; Hag 2:24
    7. 6.4 Rahasia.
    8. Dan 12:4; Wahy 5:1; 10:4
    9. 6.5 Keselamatan.
    10. Kid 4:12; 2Tim 2:19; Wahy 7:2-8; 20:3
    11. 6.6 Menerima sepenuhnya.
    12. Yoh 3:33
    13. 6.7 Penerimaan orang-orang kudus oleh Allah dengan perantaraan
    14. Roh Kudus. 2Kor 1:22; Ef 1:13; 4:30
    15. 6.8 Pencegahan.
    16. Ayub 9:7; 37:7; Wahy 20:3

Meterai, Dimeteraikan Dengan Roh Kudus [pedoman]

  1. 1. Kristus telah - .
  2. Yoh 6:27
  3. 2. Orang-orang kudus telah - .
  4. 2Kor 1:22; Ef 1:13
  5. 3. Pemeteraian itu sampai hari penyelamatan.
  6. Ef 4:30
  7. 4. Orang fasik tidak - .
  8. Wahy 9:4
  9. 5. Hukuman ditangguhkan hingga hamba-hamba Allah - .
  10. Wahy 7:3
  11. 6. Melambangkan kebenaran.
  12. Rom 4:11

Meterai [lambang]

  1. (1) LAMBANG orang atau barang yang diamankan, ditutup-tutupi atau dirahasiakan. Kid 4:12; Yes 29:11; Dan 12:9; Ef 4:30; Why 5:1-9; 6:1-12; 8:1; 10:4; 20:3; 22:10.
  2. (2) LAMBANG orang atau barang yang dipastikan sejati atau benar; tanda kepemilikan. Sering digunakan untuk Roh Kudus yang mendiami orang percaya, dan yang kehadiran-Nya mengabsahkan orang percaya sebagai milik Allah. Kel 28:11, 21, 36; 39:6, 30; Kid 8:6; Yoh 6:27; Rm 4:11; 1 Kor 9:2; 2 Kor 1:22; Ef 1:13; 2 Tim 2:19; Why 7:3-8; 9:4.

METERAI [browning]

Sudah digunakan sejak awal zaman PL sebagai alat penjamin keaslian dokumen dan sebagai penjamin kepemilikan Meterai ini sering terbuat dari batu berharga yang kecil-kecil, berbentuk bulat telur (oval) dengan ukiran nama pada materai tersebut, sehingga apabila ditekankan pada lilin atau tanah liat kelihatan capnya. Surat-surat dimeteraikan (1Raj. 21:8); suatu *perjanjian dimeteraikan (Neh. 9:38). Paulus menggunakan kiasan meterai pada waktu ia menyebut sunat *Abraham itu meterai kebenaran, yang Paulus dapatkan oleh iman (Rm. 4:11). Orang Kristen dimeteraikan dengan *Roh Kudus (Ef. 1:13). Kristus dipandang mencerminkan kemuliaan Allah dengan saksama, seperti cap yang dibuat oleh meterai (Ibr. 1:3).

METERAI [ensiklopedia]

I. Dalam PL

Di Timur Dekat ditemukan ribuan meterai perseorangan asal zaman purba. Di sana meterai berpahat adalah biasa pada zaman itu. Dan orang Ibrani menggunakan istilah umum yg tidak memerinci bentuk meterai itu sendiri (khotam; Mesir htm). Keberbagaian penggunaan meterai-meterai itu sama ragamnya dengan penggunaan di zaman modern.

a. Penggunaan

(i) Sebagai tanda keaslian den kewibawaan. Demikianlah Firaun memberikan cincin meterai kepada Yusuf pembantunya (Kej 41:42) den Ahasyweros memeteraikan keputusan raja (Est 3:10; 8:8-10). 'Memeteraikan' melukiskan penyampaian amanat 'guru' kepada muridnya (Yes 8:16) dan Yahweh mengaruniakan kekuasaan kepada Zerubabel (Hag 2:23; bnd Yer 22:24). Untuk contoh di luar Alkitab tentang penggunaan meterai atas suatu perjanjian, lih Iraq 21, 1958.

(ii) Untuk mensahihkan sebuah naskah. Meterai dilukiskan pada tanah fiat atau lilin (*TULIS-MENULIS) Demikianlah teman-teman Yeremia menjadi saksi pembelian yg dilakukannya (Yen 32:11-14), Nehemia den orang-orang sezamannya mengukuhkan perjanjian (Neh 9:38; 10:1) juga nubuat Daniel (Dan 9:24).

(iii) Menjamin dengan membubuhkan meterai. Demikianlah sebuah naskah tanah liat dalam amplopnya atau wadah lainnya, atau segulung naskah yg diikat dengan tali yg padanya ditempelkan sebongkah tanah liat dengan cap meterai, baru dapat diselidiki dan dibaca kalau meterainya dipecahkan oleh orang yg berwenang (bnd Why 5:1 dst). Suatu nubuat yg dimeteraikan (Dan 12:9) atau buku (Yes 29:11) dengan demikian melambangkan sesuatu yg belum dinyatakan.

Untuk mencegah orang yg tak berwenang masuk, maka pintu-pintu dimeteraikan dengan tali atau tanah liat. Meterai tersebut ditempatkan menyilang pada celah antara pintu dan penguncinya. Ini dilakukan pada gua singa di Babel (Dan 6:17; Bel dan Dragon 14) dan pada makam-makam (Herodotus 2:121; bnd Mat 27:66). Sisik buaya yg rapat disamakan dengan benda yg termeterai (Ayb 41:6).

Secara kiasan meterai melambangkan sesuatu yg dipegang dengan teguh, seperti dosa-dosa manusia di hadapan Tuhan (Ul 32:34; Ayb 14:17), satu-satunya yg memiliki kuasa untuk membuka dan menutupkan meterai (Ayb 33:16). Ia membubuhkan meterai-Nya sebagai tanda penggenapan (Yeh 28:12). Kiasan dalam Kid 4:12 mungkin sehubungan dengan kesucian.

b. Bentuk

Setelah manusia tahu menulis pada milenium 4 sM meterai luas digunakan. Meterai berbentuk silinder adalah yg paling umum dan digulungkan pada tanah liat, walaupun meterai cap juga ditemukan pada zaman itu. Di Palestina di bawah pengaruh Mesopotamia (sering lewat Siria dan Fenisia) dan Mesir meterai silinder dan skarabaeus (Latin, sejenis batu) digunakan pada zaman Kanaan. Meterai kedua terutama digunakan dengan lilin atau tanah fiat yg dilekatkan pada papirus. Pada masa kerajaan berlaku meterai cap 'alas', bentuk kerucut atau skarabaeus.

Meterai itu di cocok membujur sehingga dengan seutas tali dapat dikalungkan di leher (Kej 38:18; Yer 22:24; Kid 8:6) atau pada peniti, yg bekas-bekasnya sering tetap tinggal, untuk dikaitkan pada pakaian. Meterai-meterai skarabaeus atau meterai batu dipasangkan pada cincin yg dipakai di tangan atau lengan (Est 3:12).

c. Bahan

Orang miskin dapat membeli meterai berpahat kasar terbuat dari terracotta -- sejenis batu bara, kapur atau kayu. Tapi kebanyakan meterai dipahat secara khusus oleh ahli pembuat meterai yg menggunakan pahat tembaga, roda pemotong dan sering sebuah penggerek, mungkin 'pena besi yg matanya dari intan' (Yer 17:1; *KERAJINAN TANGAN), untuk mengerjakan batu setengah mulia itu. Di Palestina, sebagaimana di tempat-tempat lain, batu berharga diimpor dan banyak digunakan. Skarabaeus yg diimpor dari Mesir terbuat dari steatitis (sejenis batu berharga) dan kemudian dicampur.

Batu-batu pahatan (Kel 28:11-23; 39:8) digunakan sebagai sisipan di dalam hiasan dada imam besar. Batu berharga dan karya pengrajin yg indah telah membuat batu meterai atau cincin cap (Ibrani tabba'at; Akad timbu'u) digunakan sebagai hiasan (Yes 3:21), persembahan pelepas nazar, atau maksud-maksud sakral (Kel 35:22; Bil 31:50), seperti sejumlah meterai di kuil Kanaan di Hazor, atau sebagai jimat. Kata Ibrani tabba'at juga digunakan untuk cincin pada umumnya (Kel 25:12).

d. Pola bentuk

Sebelum zaman kerajaan, meterai silinder mengikuti gaya Fenisia atau Siria, menunjukkan beberapa bagan, pola utuh, barisan orang-orang, atau pola-pola khas yg berbeda-beda dari kurun waktu yg berlainan di Mesopotamia. Meterai Palestina yg kemudian, biasanya lonjong, memuat gambar singa (lih IBA, gbr 52), manusia berkepala singa dan bersayap atau spinks (kerubim), atau ular ouraios yg bersayap. Motif-motif Mesir dengan bunga teratai, ankh lambang kehidupan, atau putra Horus, sering didapati. Adegan dalam ibadah, dewa-dewa sedang duduk, binatang-binatang dan burung-burung menunjukkan bahwa seni ini rupanya tidak menyinggung rasa keagamaan Ibrani. Sesudah abad 7 sM kebanyakan dari meterai itu hanya memuat dua baris tulisan.

e. Tulisan-tulisan

Selain skarabaeus yg diimpor dari Mesir yg memuat nama-nama raja Mesir guna menentukan waktu, 150 meterai bertuliskan nama-nama perseorangan Ibrani adalah jumlah meterai bertulis yg ditemukan. Ini menunjukkan nama pemilik dan yg juga tuannya, dan kadang-kadang pekerjaan atau jabatannya, atau hanya nama pribadi semata-mata, justru menarik bagi penelitian sejarah dan epigrafi. Di antara meterai yg ditemukan dalam penggalian, meterai jaspis (Latin, sejenis batu berwarna-warni) 'milik Shema', hamba Yerobeam (Ism'bd yrb'm) dari Megido (dgn gbr singa) mungkin adalah khas. Yg lain, dengan nama yg sama, bertuliskan 'hamba raja', mungkin mengacu kepada orang yg sama (lih 2 Raj 22:12). Meterai Yazaniah bergambar seekor ayam jantan pada meterai onir hitam putih dari kr thn 600 sM. Tulisannya berbunyi 'Milik Yazaniah, hamba raja' dan mungkin menyatakan sebagai pemiliknya ialah Yaazanya dari 2 Raj 25:23 atau orang pada zaman itu dengan nama yg sama (Yer 35:3; 40:8; bnd Yeh 11:1). Meterai Gedalya yg ditemukan di Lakhis memuat gelar ('kepala istana', 2 Raj 18:18; *SEBNA) dan mungkin dia adalah gubernur Yehuda (2 Raj 25:22-25). Pada sisi sebaliknya nampak tanda-tanda papirus tempat meterai itu semula dilekatkan. Satu bekas cap meterai pada suatu gulungan papirus bertuliskan 'milik Gealyahu, putra raja' (dari Bet-Zur) diduga adalah milik Igal, keturunan Yoyakim (1 Taw 3:22). Meterai Yotam, mungkin raja dengan nama itu (2 Raj 15:30 dab) masih utuh dengan cincin pengikatnya yg terbuat dari tembaga (bentuk: seekor domba jantan, ditemukan di Ezion-Geber). Bekas tanda cap meterai yg sama telah ditemukan pula di Tell Beit Mirsim dan Bet-Seines bertuliskan 'milik Eliakim, pelayan (na ar) Yaukin (Yoyakim)'.

Meterai-meterai tersebut menunjukkan tentang banyaknya nama-nama pribadi Ibrani, bukan semuanya terdapat dalam PL (mis Gamaria, Halasia). Gelar-gelar yg dia pakai dalamnya, memperluas pengetahuan kita tentang administrasi kontemporer. Banyaknya meterai itu yg 'polanya' hanya nama saja, membuktikan kemampuan membaca yg luas di suatu negeri (Yudea) yg kecil, tempat asal kebanyakan meterai tersebut.

Data-data historis yg penting diperoleh dari kumpulan meterai tanah liat dan tangkai pegangan buli-buli yg bercap. Nama-nama yg sebelumnya tak dikenal, seperti Elnatan, Yehoezer, Ahzai, masing-masing disebut pekha atau gubernur Yehuda, bertarikh sesudah zaman Zerubabel dan sebelum zaman Ezra, diketahui dari benda-benda tersebut (lih N. Avigad, Bullae and Seals from a Post-Exilic Judaean Archive, 1976).

f Tangkai pegangan buli-buli yg bercap

Penggalian-penggalian di Palestina menghasilkan lebih 1.000 pegangan buli-buli bertanda cap meterai. Beberapa ternyata merupakan tanda tembikar istana (lih 1 Taw 4:23) dan menunjukkan tempat pembuatannya. Gambar-gambar meterai itu biasanya berupa kumbang bersayap empat, gulungan naskah terbang dengan 'kepunyaan raja' di atas (lammelekh), dan di bawah sebaris tulisan yg menyebut nama seperti Hebron, Sif, Sokho, Gibeon dan mmsyt. Yg lainnya memuat nama-nama pribadi (mungkin nama-nama pembuat tembikar) mis Sebnaya, Azaria, Yopia. Pegangan buli-buli bermeterai semacam itu ditemukan dalam Jumlah yg banyak di Megido, Lakhis dan Gibeon. Sekelompok bekas cap meterai fiskal dengan tulisan Aram yhd (Yehuda) dari thn 400-200 sM mempunyai anti istimewa (*UANG, juga BASOR 147, Okt. 1957, hlm 37-39; 148, Des. 1957, hlm 28-30; IEJ7, 1957, hlm 146-153).

KEPUSTAKAAN. (1) Meterai Palestine: A Rowe, Catalogue of Egyptian Scarabs in the Palestine Archaeological Museum, 1936; B Parker, 'Cylinder Seals of Palestine', Iraq 11, 1949; J Nougayrol, Cylindres sceaux et empreintes... trouves en Palestine au tours des fouilles regulieres, 1939; A Reifenberg, Ancient Hebrew Seals, 1950; D Dininger, dalam DOTT, hlm 218-226. (2) Meterai-meterai lain: H Frankfort, Cylinder Seals, 1939; D. J Wiseman, Cylinder Seals of Western Asia, 1958. DJW/ARM/S/HAO

II. Dalam PB

a. Penggunaan secara harfiah

Kata-kata sphragizo (kata benda sphragis) sesekali digunakan dalam PB dengan anti harfiah. Misalnya makam Kristus dimeteraikan sesudah penguburan-Nya (Mat 27:66; Ev. Petr. 8:33), pemeteraian Satan di dalam jurang maut (Why 20:3), dan pemeteraian gulungan wahyu terhadap pemeriksaan yg tak berwenang (Why 5:1-8:1). Perbuatan 'memeteraikan' seperti disebut dalam ay terakhir rupanya biasa bagi orang Yahudi maupun Romawi (Why 22:10, di mana logoi tidak 'dimeteraikan' karena 'waktunya sudah dekat', dan harus segera digunakan; berlawanan dgn Dan 12:4, 9).

b. Penggunaan secara kiasan

(i) Dalam Rm 15:28 Paulus menyatakan maksudnya untuk menyampaikan sumbangan (koinonia) dari non-Yahudi kepada orang-orang suci di Yerusalem dan 'memeteraikan' (sphragisamenos) persembahan itu. mi mungkin menyiratkan jaminan akan kejujurannya ('di bawah meteraiku sendiri'), tapi bagaimanapun hal itu juga menunjukkan persetujuan Paulus akan tindakan orang-orang non-Yahudi itu (demikian Theodore dari Mopsuestia; bnd Yoh 3:33, di mana esphragisen digunakan untuk 'persetujuan' manusia terhadap kebenaran Allah, dan Yoh 6:27, di mana bentuk yg benar-benar sama dari kata kerja itu digunakan dgn acuan kepada pengesahan Allah alas Kristus).

(ii) Penggunaan kata spragis yg tidak biasa, walaupun masih menyandang arti 'pengesahan' terdapat dalam 1 Kor 9:2, ketika Paulus melukiskan orang-orang yg ditobatkannya di jemaat Korintus sebagai 'meterai' yg diimbuhkan oleh Kristus pada pekerjaannya; sungguh suatu pembuktian apostolatnya. (iii) Dalam pembicaraan tentang keteladanan iman Abraham pada Rm 4, Paulus menyebut semeion sunat sebagai 'meterai' yg menyungguhkan kebenaran yg ada, oleh iman, sebelum upacara itu sendiri dilaksanakan. Penggunaannya dalam Why 7:2-8; 9:4, di mana pelayan-pelayan Allah dilukiskan sebagai yg 'dimeteraikan' dengan 'meterai Allah yg hidup' (7:2 dab; bnd Yeh 9:4; Why 14:1), sebagai perlindungan selain tanda pemilikan. A. G Hebert menganjurkan ('seal' dlm A Theological Word Book of the Bible, red. A Richardson, 1950, hlm 222) bahwa kalimat-kalimat ini 'menyangkut konteks baptisan'.

III. Pemeteraian oleh Roh

Suatu gambaran penting dalam PB mengembangkan sphragis dengan pneuma. Misalnya pencirian warisan Kristen oleh Paulus dalam Ef 1 berkembang dengan latar belakang yg dipenuhi oleh pengharapan Kristen. Dalam Ef 1:13 orang Kristen di Efesus karenanya dilukiskan sebagai 'dimeteraikan dengan Roh Kudus yg dijanjikan'; dengan perkataan lain mereka sudah menerima pada zaman ini -- suatu jaminan -- dari apa yg mereka akan menjadi kelak dalam kekekalan. Sekali lagi penggunaan 'pemeteraian' di sini mencakup pengertian 'pemilikan' (bnd 2 Tim 2:19; Gal 6:17). Sama dengan itu penyebutan tentang Roh Kudus dalam Ef 4:30, berkaitan dengan sebagian nasihat praktis tentang tingkah laku yg menyerupai Kristus, diikuti dengan kalimat 'dalam siapa (en ho) kamu dimeteraikan bagi hari penyelamatan'; sementara dalam 2 Kor 1:21 dab orang percaya digambarkan sebagai 'diurapi' oleh Allah, yg telah 'membubuhkan meterai-Nya' pada mereka, dan memberi mereka Roh Kudus sebagai jaminan kekal. Kita harus memandang hakikat 'meterai' ini dan juga saat serta hasil dari 'pemeteraian' itu.

a. Hakikat meterai. Mengenai hal ini telah diadakan banyak pembahasan. R. E. O White misalnya (The Biblical Doctrine of Initiation, 1960, hlm 203 dst) mengambil bentuk aoristus sphragizo dalam Ef 1:13; 4:30; 2 Kor 1:22 untuk mengacu karunia Roh, yg berlaku sebagai 'suatu meterai ilahi alas baptisan'. Untuk menunjang pendapat ini ia menemukan suatu penggunaan waktu aoristus 'biasa' dalam PB berkaitan dengan penerimaan Roh oleh orang percaya dalam baptisan. W. F Flemington pada sisi lain (The New Testament Doctrine of Baptism, 1953, hlm 66 dst) mengusulkan baptisan itu sendiri sebagai meterai dan menghubungkan ini dengan kata sphragis yg digunakan dalam hubungannya dengan upacara sunat Yahudi. (Demikian juga O Cullmann dlm Baptism in the New Testament, 1950, hlm 46.)

Jelas bahwa latar belakang Yahudi mengenai teologi baptisan dan makna 'meterai' itu sendiri, tidak dapat diabaikan; dan Gregory Dix berusaha menunjukkan seberapa banyak Bapak-bapak Gereja Purba berhutang kepada orang-orang Yahudi yg mendahului mereka dalam hal ini ('The Seal in the Second Century', Theology 51, 1948, hlm 7 dst). Pada waktu yg sama, sebagaimana dinyatakan oleh Dix, bukan PB-lah yg membenarkan pengkaitan yg dibuat kemudian antara 'baptisan' dan 'meterai'; bahkan Didache tidak menyebut baptisan air sebagai 'pemeteraian', atau dengan cara apa pun mengkaitkan sakramen baptisan dengan karunia Roh Kudus.

b. Saat pemeteraian. Ada keragu-raguan tentang kapan waktunya yg pasti orang percaya'dimeteraikan'. Kalau kita benar dalam mengaitkan karunia Roh Kudus dengan baptisan (yg sering terjadi dlm PB, walaupun bukan pola yg ketat, bnd Kis 8:36 dab; 10:44), kita boleh menganggap bahwa 'pemeteraian' oleh Roh terjadi pada baptisan, atau lebih tepat lagi, mungkin, pada saat penyerahan dini yg mendapat pusat dan perwujudannya dalam sakramen baptisan. Demikianlah G. W. H Lampe, misalnya (The Seal of the Spirit, 1951) dengan teliti menyelidiki asal usul dan arti dari istilah-istilah PB sphragis dan chrisma, yg dikaitkan dengan 'chrism' Kristus sendiri dalam Siapa Roh Allah hadir dengan aktif, dan menunjukkan bahwa (dlm bahasa Paulus) penyatuan ke dalam Tubuh Kristus menjadi akibat dari baptisan dan 'dimeteraikan' oleh karunia Roh Kudus (hlm 6, 61 dst). Untuk ringkasan alasan-alasan yg digunakan dan juga lawan-lawannya, selanjutnya lih R. E. O White, hlm 352 dst.

c. Akibat pemeteraian. Dari lontar-lontar abad pertama jelas bahwa bahasa 'pemeteraian' mempunyai arti yg luas dan penting di Asia Barat, terutama di lingkungan hukum, yaitu memberikan keabsahan terhadap naskah-naskah, jaminan keaslian dari barang-barang, dsb. (Kesejajaran yg mungkin ada di antara sphragizo dan awal upacara agama misteri Yunani nampaknya menjadi kurang penting.) Hasilnya ialah mudah melihat bagaimana kata sphragis dan kata-kata seakar cocok dalam konteks-konteks PB yg mendasari teologi perjanjian, dan menunjukkan, dalam anti karunia Roh Kudus, pengesahan maupun pemilikan. Hal ini sudah dikemukakan sebagai aspek-aspek dari makna istilah yg terdapat dalam bagian-bagian PB lainnya. Hal ini tidak jauh berbeda dari penggunaan istilah-istilah serupa yg mendahuluinya. 'Tanda' inisiasi yg dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, misalnya, seluruhnya merupakan upacara eskatologis (Luk 3:3 dab; perhatikan reaksi orang banyak terhadap identitas Yohanes dlm ay 15); dan segaris dengan apokaliptik Yahudi yg normatif, baptisan yg dilakukannya itu memberi makna.'pemberian cap' bagi penyelamatan pada pengadilan yg akan datang, yg dapat dibandingkan dengan bagian-bagian tertentu dari Psalms of Solomon (mis 15:6 dab, 8; bnd 2 Esdras 6:5), dan dari PB (2 Tim 2:19 dan pemikiran ttg 'pemeteraian untuk keselamatan' yg telah dicatat dlm Why 7:2 dab; lih R. E. O White, hlm 88).

Dalam PB penggunaan istilah 'meterai' seperti telah kita perhatikan, menonjol gagasan tentang pemilikan, pengesahan dan keamanan. Ketiga bagian Surat Paulus yg telah ditinjau bersama-sama (Ef 1:13; 4:30; 2 Kor 1:22) menunjukkan bahwa arrabon dari Roh Kudus yg diberikan kepada orang percaya, yg dilekatkan en Christo oleh baptisan melalui iman, adalah 'tanda dan janji akan penebusan akhir' (G. W. H Lampe, hlm 61). Dengan jalan ini karunia Roh sama dengan 'mengenakan' Kristus, turut ambil bagian dalam chrisma-Nya, dan menjadi anggota tubuh-Nya, Israel sejati milik Allah (bnd 1 Kor 12:13). Karunia Roh Kudus sesungguhnya mengukuhkan perjanjian, dalam mana orang percaya 'dimeteraikan' sebagai milik Allah.

KEPUSTAKAAN. G. W. H Lampe, The Seal of the Spirit, 1951; G Dix, Th 51, 1948, hlm 7-12; O Cullmann, Baptism in the New Testament, 1950; W. F Flemington, The New Testament Doctrine of Baptism, 1953; P-Ch Marcel, The Biblical Doctrine of Infant Baptism, 1953; R. E. O White, The Biblical Doctrine of Initiation, 1960; R Schnackenburg, Baptism in the Thought of St. Paul, 1964; J. D. G Dunn, Baptism in the Holy Spirit, 1970; R Sehippers, NIDNTT 3, hlm 497-501. SSS/S/HAO


Lihat definisi kata "Meterai" dalam Studi Kata



TIP #33: Situs ini membutuhkan masukan, ide, dan partisipasi Anda! Klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA