: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Mikhri | Miklot | Mikloth | Mikneiah | Mikneya | Miktam | Mil | Milalai | Milcah | Milcom | Miletus
Daftar Isi
GREEK: 1325 didwmi didomi 5568 qalmov psalmos
HEBREW: 4387 Mtkm miktam
YOPPI: 1325
BARCLAY: 1325 5568
HAAG: Mazmur
KECIL: Miktam
BROWNING: MAZMUR
ENSIKLOPEDIA: MIKTAM

Miktam

Dalam versi-versi Alkitab:

Mazmur: BIS
Miktam: TB
Surat peringatan: TL
(nyanyian pujian). Pada umumnya dipakai untuk Mazmur Halleluya, misalnya yang terdapat dalam Mazmur 113 s/d 118; begitu juga pada saat-saat yang sedih ataupun dalam keadaan khidmat. Efe 5:19; 1Kor 14:26.

Yunani

Strongs #1325: didwmi didomi

1) to give
2) to give something to someone
2a) of one's own accord to give one something, to his advantage
2a1) to bestow a gift
2b) to grant, give to one asking, let have
2c) to supply, furnish, necessary things
2d) to give over, deliver
2d1) to reach out, extend, present
2d2) of a writing
2d3) to give over to one's care, intrust, commit
2d3a) something to be administered
2d3b) to give or commit to some one something to be
religiously observed
2e) to give what is due or obligatory, to pay: wages or reward
2f) to furnish, endue
3) to give
3a) to cause, profuse, give forth from one's self
3a1) to give, hand out lots
3b) to appoint to an office
3c) to cause to come forth, i.e. as the sea, death and Hell are said
to give up the dead who have been engulfed or received by them
3c) to give one to someone as his own
3c1) as an object of his saving care
3c2) to give one to someone, to follow him as a leader and master
3c3) to give one to someone to care for his interests
3c4) to give one to someone to whom he already belonged, to return
4) to grant or permit one
4a) to commission

Synonym : See Definition 5836

1325 didomi did'-o-mee

a prolonged form of a primary verb (which is used as an alternative in
most of the tenses); to give (used in a very wide application,
properly, or by implication, literally or figuratively; greatly
modified by the connection):-adventure, bestow, bring forth, commit,
deliver (up), give, grant, hinder, make, minister, number, offer, have
power, put, receive, set, shew, smite (+with the hand), strike
(+with the palm of the hand), suffer, take, utter, yield.

Strongs #5568: qalmov psalmos

1) a striking, twanging
1a) of a striking the chords of a musical instrument
1b) of a pious song, a psalm

Synonym : See Definition 5876

5568 psalmos psal-mos'

from 5567; a set piece of music, i.e. a sacred ode (accompanied with
the voice, harp or other instrument; a "psalm"); collectively, the
book of the Psalms:-psalm. Compare 5603.
see GREEK for 5567
see GREEK for 5603

Ibrani

Strongs #04387: Mtkm miktam

1) michtam
1a) a technical term found in psalm titles
1b) meaning uncertain

4387 miktam mik-tawm'

from 3799; an engraving, i.e. (techn.) a poem:-Michtam.
see HEBREW for 03799

[Yoppi]

Strongs #01325:

memberi, mengaruniakan, mempersembahkan, menyerahkan, mengadakan

[Barclay]

Strongs #1325:

(didw why 3.9) (orang ke-3 jamak didoasin, imperatif (bentuk perintah) orang ke-2 tunggal didou infinitif didonai, partisip didouv; imperfek orang ke-3 tunggal edidou, orang ke-3 jamak edidoun dan edidosan; future (masa depan) dwsw; aorist edwka, subjunktif orang ke-3 jamak dw, doi, dan dwh, optatif orang ke-3 tunggal dwh, imperatif (bentuk perintah) dov, infinitif dounai, partisif douv; perfek dedwka. perfek pasif dedomai; pluperfek (e)dedokein; aorist pasif edoyhn, partisip doyeiv; future (masa depan) pasif doyhsomai) memberi; (doxan d. memuliakan; filema d. mencium); mempersembahkan; mengadakan; mengeluarkan; menyerahkan; d. eauton eiv berusaha masuk (Kis 19.31); bandingkanlah ergasia (Luk 12.58)

Strongs #5568:

ou, [maskulin] mazmur (dari Perjanjian Lama); nyanyian pujian, himne

Mazmur [haag]

Mazmur. (Asal dari bhs. Ibr.: mizmor).

Nyanyian-nyanyian yang diiringi alat petik. Orang-orang Yahudi menamakan Kitab Mazmur itu Tehillim (: nyanyian-nyanyian pujian) atau Tefillot (doa-doa).

  1. (1) ISI. Di dalam naskah Masorit maupun Vulgat, Kitab Mazmur memuat 150 buah Mazm. Di dalam LXX, terjemahan Latin kuno dan Siria bahkan tambah sebuah menjadi 151 Mazm (: tidak kanonik). Perhitungan Mazm kanonik itu berbeda, sebab LXX dan Vulgat mempersatukan Mazm 9+10 dan 114+115. Sebaliknya Mazm 116 dan 147 dibagi dua. Kitab Mazm yang sekarang ini dibagi dalam 5 buah buku. Setiap buku diakhiri dengan sebuah Doksologi.
  2. (2) Judul Mazm pada umumnya dibuat oleh para pengumpul Mazm dan tidak oleh para penyairnya. Judul itu biasa memuat nama yang dikatakan siapa penyairnya; perihal yang membuat Mazm tertentu ini dibuat; catatan tentang pelaksanaan musik dan tentang pemakaiannya di dalam ibadat.
  3. (3) Tidak semua penyusun Mazm itu dikenal. Di dalam Naskah Masorit 73 buah Mazm dinyatakan, bahwa Daud adalah pembuatnya; 12 dikatakan, bahwa dibuat oleh Asaf; 11 oleh para putera Korah, sebuah oleh Musa, dua buah oleh Salomo dan sebuah lagi oleh Heman. Nama penyusun yang 50 buah lainnya tidak dikenal. Tradisi Yahudi di kemudian hari maupun tradisi kristen memandang Daud sebagai penyusun keseluruhan Kitab Mazmur. Banyak Mazm terutama nyanyian ibadat dan nyanyian raja yang dibuat pada zaman monarki Isr. Daud adalah pendiri dan pengatur kebaktian di Yerusalem. Mungkin sekali, bahwa ia sendiri menulis nyanyian-nyanyian untuk ibadat dan menyusun doa-doa secara pribadi. Dalam perjalanan abad-abad berikut banyak Mazm yang disusun baru, yang disempurnakan dan yang disesuaikan pada kegunaan liturgi ("relecture").
  4. (4) Naskah terjemahan. Naskah bahasa Ibr. di dalam perjalanan abad-abad berikut banyak berubah dan di tempat-tempat tertentu sama sekali hancur. Penemuan-penemuan naskah Kitab Suci di --> Kumran, naskah LXX dan terjemahan-terjemahan kuno (terutama Pesyitta) besar sekali nilai bantuannya pada berbagai peristiwa dalam kritik naskah Mazm.
  5. (5) Jenis-jenis Mazm. Himnus atau nyanyian pujian itu mengagungkan kemuliaan Yahwe di dalam alam atau di dalam sejarah Isr. Kebanyakan berbentuk pujian pribadi. Tetapi juga ada pujian ibadat (antara lain: nyanyian syukur pada persembahan kurban ucapan terimakasih). Nyanyian menduduki takhta adalah sebuah jenis khusus dalam nyanyian pujian ibadat. Belum ada buktinya, bahwa Mazm itu dinyanyikan dalam sebuah pesta tentang Yahwe menduduki takhtaNya sekali setahun. Anggapan itu baru merupakan sebuah teori. Nyanyian ratapan rakyat merupakan nyanyian ibadat untuk hari-hari puasa dan hari silih. Nyanyian ratapan perseorangan pada umumnya merupakan doa-doa perseorangan yang meminta kebebasan kepada Yahwe dari kesukaran. Juga dipakai untuk meminta pengampunan dosa. Kesukaran yang benar-benar dirasakan menekan itu mengakibatkan penyair tidak jarang mengungkapkan kata-kata kutukan dengan penuh nafsu atas para musuhnya (mazmur-mazmur kutukan). Nyanyian ratapan yang lain mengungkapkan kepercayaan perseorangan maupun kepercayaan bangsa kepada Yahwe. - Lebih lanjut masih ditemukan nyanyian ziarah, nyanyian perarakan, mazmur orakel dan mazmur rajawi. Satu-dua mazmur tertentu termasuk pada jenis sastra kebijaksanaan sebab kebijaksanaan ataupun hukum diajarkan atau sangat dipuji di situ.

Miktam [kecil]

TB- Semacam nyanyian (pasal Mazm 16:1-11; 56:1-60:12).

MAZMUR [browning]

Dalam PL ada 150 sajak dan doa tanpa cerita penyerta, yang biasa dianggap berasal dari Raja *Daud, tetapi oleh penelitian ilmiah modern kebanyakan dinyatakan sebagai tidak ada nama pengarangnya dan berasal dari berbagai waktu dan kesempatan yang tidak tentu, yang tiap kali harus disimpulkan dari masing-masing karya tulisan itu sendiri. Mazmur mempunyai aturan-aturan dan cara penulisan yang dikenal dari *sajak-sajak Ibrani lain, seperti paralelisme, walaupun tidak ada satu bentuk seragam dan adanya suatu matra yang pasti pun masih diragukan. Beberapa mazmur yang mempunyai irama teratur adalah Mzm. 5; 29; 46; dan 117. Mzm. 29 (suatu mazmur tua, menyerupai sastra yang ditemukan di *Ugarit) mempunyai paralelisme dalam dua ayatnya yang pertama. Aturan sajak lain adalah pengulangan dan permainan kata (mis. 93:4), refrein (136) dan akrostik (111). Mzm. 119 terdiri atas 22 bagian, yang tiap bagiannya mempunyai 8 baris, yang dimulai dengan huruf yang sama sesuai dengan ke-22 huruf dari abjad Ibrani. Mazmur digubah untuk bermacam-macam kesempatan selama waktu yang panjang dalam sejarah bangsa, yang pasti sampai *pembuangan ke *Babel (Mzm. 117) dan bahkan mungkin sampai pemberontakan Makabe (Mzm. 44). Tetapi, para ahli modern lebih tertarik pada bentuk-bentuk sastra dari mazmur itu daripada penempatan waktu sejarahnya. Banyak dari mazmur itu adalah pujian yang membesarkan perbuatan Allah -- seperti *penciptaan (8); *keluaran dari Mesir (114) dan sejarah yang panjang dari Abraham sampai masuknya Israel ke Kanaan -- semuanya mengandaikan pengenalan Kitab-kitab Kejadian dan Keluaran (105); dengan demikian, agaknya ini suatu gubahan pada masa sesudah pembuangan. Suatu kelompok mazmur lain adalah ratapan, kadang-kadang pribadi (22) dan kadang-kadang ratapan bersama (44). Ada pula ucapan-ucapan syukur pribadi, karena kesembuhan, misalnya (30). Satu kelompok mazmur lagi dihubungkan dengan raja keturunan Raja Daud. Tetapi, tidak pasti bahwa mazmur-mazmur itu digubah semasa pemerintahan kerajaan pada waktu raja bertakhta dan dihormati. Lebih kurang mungkin lagi adalah bahwa mazmur-mazmur itu ditujukan bagi seorang raja pujaan di masa akan datang, melalui siapa berkat-berkat disalurkan ke atas bangsa. Raja dipandang sebagai anak Allah dan ada petunjuk ke pengurapan dan pengangkatannya sebagai raja (2; 72; dan 101). Beberapa ahli percaya bahwa ada pesta penobatan tahunan. Perkawinan raja merupakan tema Mzm. 45 dan 110 (yang menjadi ayat-ayat penting bagi Gereja Kristen perdana -- mis. Mrk. 12:35-37) yang memperlihatkan peran imamat raja dalam peribadahan mewakili seluruh umat. Tempat peribadahan dari mazmur-mazmur ini dinyatakan dalam Mzm. 132, di mana raja dan *Tabut Perjanjian digabungkan dalam suatu ucapan syukur bagi Yerusalem. Pengucapan syukur terpadu dalam peribadahan Bait Suci terungkap dalam mazmur-mazmur yang mengandung unsur-unsur antifonik. Mzm. 118, dengan petunjuk-petunjuk peribadahannya (ayat 19), mungkin adalah untuk raja dan umat mengucapkannya secara berbalasan. Mzm. 15 mungkin dinyanyikan oleh para peziarah pada waktu memasuki bangunan, mungkin waktu berkumpul masuk pada permulaan tahun: mereka disambut dan diundang menerima izin masuk dan mereka menjawab dengan menyebutkan sepuluh syarat (ayat-ayat 2-5b) dan kemudian para imam mengucapkan berkat (ayat 5c). Namun, karena besarnya keanekaragaman tersebut, orang harus berhati-hati menentukan alasan penggubahan dan penggunaan mazmur-mazmur itu. Sebab, ada juga perubahan-perubahan dalam peribadahan selama berabad-abad, sehingga para ahli enggan menentukan dengan pasti mengenai kesempatan penggunaan mazmur itu, kecuali secara umum saja dalam rangka peribadahan di Bait Suci. Istilah-istilah yang muncul, seperti *Sela (mis. 3:2) yang tidak pasti maksudnya, dan petunjuk-petunjuk untuk pemimpinnya pada awal mazmur itu (mis. 3:2) yang juga tidak pasti maksudnya, dan petunjuk-petunjuk untuk pemimpinnya pada awal mazmur itu (mis. 8-14 menandakan penggunaan mazmur itu secara bersama masih pada saat-saat tertentu dalam peribadahan, seperti pada suatu prosesi, atau pada berkat, atau permohonan. Oleh karena mazmur-mazmur itu digunakan secara teratur dalam peribadahan, maka mazmur-mazmur itu dikumpulkan menjadi satu kumpulan untuk kemudahan memahaminya dalam peribadahan di Bait Suci. Akan tetapi, suatu pendapat lain lebih menekankan pertimbangan sastra: mazmur-mazmur itu dikumpulkan untuk pengajaran dan pemikiran teologi, untuk menjelaskan Allah sebagai raja kekal. Dalam hal ini kumpulan mazmur itu dilihat dalam keseluruhannya tidak sebagai kumpulan dari berbagai unit yang berlain-lainan. Dan sudut pandangan dan pengertiannya pun lebih terfokus pada para pembacanya daripada kepada pembaca yang semula mengucapkan mazmur-mazmur itu dalam peribadahan. Tetapi, bagaimanapun dijelaskan, mazmur itu sudah pasti merupakan unsur, pokok dalam peribadahan Yahudi maupun Kristen. Ada banyak mazmur dalam penemuan Laut Mati di *Qumran, dan dalam PB ada banyak kutipan dari mazmur. Misalnya, dalam khotbah-khotbah pada Kitab Kisah Para Rasul (Kis. 2:25 dst.), dikutip Mzm. 16 dan 132 sebagai penunjang kepercayaan kepada *kebangkitan Kristus. Dan Mzm. 148 dipandang oleh Injil Matius (21:9) sebagai nubuat tentang Yesus sebagai pelepas yang dinanti-nantikan memimpin arak-arakan kemenangan. Sekitar akhir abad kedua mazmur sudah merupakan unsur tetap dalam liturgi Kristen dan kemudian bahkan menjadi bacaan harian di rumah-rumah keagamaan, di mana anggota-anggotanya, biarawan dan biarawati, diwajibkan mengenal luar kepala mazmur-mazmur dalam bahasa Latin, sebelum penemuan mesin percetakan. Naskahnya tetap, tetapi generasi-generasi yang kemudian memberi arti baru. Satu mazmur tambahan, Mzm. 15:1 terdapat dalam terbitan Yunani awal dan juga digunakan di *Qumran, malah dipandang kanonik di antara beberapa kelompok Kristen Ortodoks di Timur. Mzm. ini memuji tindak pembunuhan atas *Goliat oleh Daud yang dengan demikian 'menyingkirkan cela dari atas anak-anak Israel'. Ada terjemahan Alkitab bahasa Inggris (NRSV) yang menempatkan Mzm. 15:1 dalam Apokrifa.

MIKTAM [ensiklopedia]

Lihat MAZMUR, KITAB.




TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA