: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Lael | Lahad | Lahai-Roi | Lahap | Lahir | LAHIR, KELAHIRAN DARI ANAK DARA | Lahir, Kelahiran Kembali | Lahmam | Lahmas | Lahmi | Lais
Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: LAHIR, KELAHIRAN DARI ANAK DARA

LAHIR, KELAHIRAN DARI ANAK DARA

LAHIR, KELAHIRAN DARI ANAK DARA [ensiklopedia]

Yg dimaksudkan oleh golongan Protestan dengan 'lahir dari anak dara Maria' ialah 'dikandung oleh anak dara (Maria)'. Golongan Katolik mempercayai dua hal, yaitu 'dikandung oleh anak dara (Maria)' dan 'dilahirkan secara mujizat oleh anak dara (Maria)'. Maksudnya, bayi Yesus keluar dari rahim Maria dengan suatu cara -- sedemikian rupa -- sehingga Maria secara medis tetap tinggal dara. Pikiran ini terdapat dalam Protevangelium of James (bg akhir abad 2) dan menjadi ajaran resmi sebagai bagian dari ide yg mengatakan bahwa Maria tetap dara untuk selamanya.

Pemikiran itu perlu diuji dengan kutipan Lukas, 'Semua anak laki-laki sulung', (Luk 2:23) yg arti harfiahnya ialah 'yg pertama merobek rahim ibu'. Juga perlu diuji dengan ucapan Matius, bahwa Yusuf 'tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki... Yesus' (Luk 1:25), yg agaknya membatalkan pandangan, bahwa Yusuf dan Maria selanjutnya menahan diri dari persetubuhan pernikahan yg biasa. Dalam pokok ini 'lahir dari anak dara (Maria)' dipakai sebagai padanan untuk 'dikandung oleh anak dara (Maria)'.

Kedua berita tentang kelahiran Yesus dalam Mat dan Luk jelas terpisah satu dari yg lain. Dan keduanya mencatat bahwa Yesus lahir melalui pekerjaan langsung Roh Kudus tanpa seorang bapak manusia (Mat 1:18-25; Luk 1:34). Andai bukan karena mujizat yg terkandung di dalamnya, setiap orang akan menerima berita itu sebagai berita biasa.

Masih ada lagi bukti dalam kitab PB lainnya yg menopang kutipan Lukas dan ucapan Matius itu. Walaupun seseorang tidak senantiasa mengatakan langsung apa yg dipercayainya, namun imannya terungkap melalui perubahan ungkapan yg dipakainya. Maka berita kelahiran alpa dalam Mrk, karena kitab itu mulai di mana pengkhotbah-pengkhotbah Kis mulai, yakni pembaptisan oleh Yohanes. Namun dalam 6:3 hanya Mrk dari Kitab-kitab Sinoptik yg mengutip para penentang yg mengatakan, 'Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria...?' Tapi sebaliknya Mat 13:55 berkata 'anak tukang kayu', dan Luk 4:22 berkata 'anak Yusuf'.

Injil Yoh juga memulai cerita pelayanan Kristus di bumi ini dengan Yohanes Pembaptis. Kemudian menyusul desas-desus yg mengatakan bahwa kelahiran Yesus adalah haram, seperti terungkap dalam 8:41, 'Kami (menekankan kata ganti diri dan kedudukan) tidak dilahirkan dari zinah'. Ada juga bacaan yg diterima oleh beberapa penulis Kristen sejak Tertulianus, dan oleh Douglas Edwards dalam bukunya The Virgin Birth in History and Faith, tapi tetap kurang meyakinkan. Bacaan ini terdapat dalam naskah Latin Verona, mengenai Yoh 1:13, yg mempunyai bentuk tunggal, 'orang yg diperanakkan bukan dari darah, bukan pula secara jasmani, melainkan dari Allah'. (Tak ada naskah Yunani yg berkaitan dgn bacaan ini.)

Paulus, teman Lukas, memakai bahasa yg mengandung pengakuan akan kelahiran dari anak dara. Jika membicarakan kedatangan, yaitu kelahiran Yesus Kristus, Paulus memakai kata kerja umum, yaitu ginomai, bukan gennao; kata yg terakhir ini cenderung mengaitkan peranan suami (ump Rm 1:3; Flp 2:7). Hal ini khas ditunjukkan dalam Gal 4:4, 'Allah mengutus AnakNya, yg lahir (genomenon) dari seorang perempuan'. Sebaliknya dalam 4:23 Ismael 'diperanakkan', gegennetai (dari gennao).

Tafsiran yg sehat atas 1 Kor 15:45-48 ialah melihat Adam dan Kristus datang secara mujizat dari tangan Allah. Ireneus menghubungkannya dengan kelahiran dari anak dara.

Mendiamkan ihwal kelahiran dari anak data, pada satu sisi bisa saja dimaksudkan untuk menjaga nama baik Maria dari pergunjingan. Lagipula jarang sekali pengkhotbah masa kini menyinggung kelahiran dari anak data dalam khotbah-khotbah mereka, kendati mereka sering membicarakan inkarnasi Kristus. Sesudah thn 100 M kelahiran dari anak dara diterima oleh Ignatius, Aristides, Justinus, Ireneus (lih di atas) dan yg lain-lain.

Sekalipun beberapa ahli meminta perhatian kepada variasi-variasi dalam beberapa naskah, yg kurang mendapat dukungan, tapi tidak satu pun dari variasi itu yg menghilangkan uraian tentang fakta kelahiran dari anak data.

Secara teologis pernah dipersoalkan bahwa alasan untuk memberikan gelar 'Anak Allah' dalam Luk 1:35, tak dapat dicocokkan dengan pengertian Anak Allah yang Kekal dalam Surat-surat Kiriman. Pemikiran ini didasarkan pada anggapan, bahwa kepada Maria dan Yusuf telah diberikan pernyataan teologis seutuhnya. Anggapan demikian tidak beralasan. Kedua catatan itu menyajikan isi dari berita yg diberitakan kepada mereka, yaitu Maria akan menjadi ibu dari Mesias yg dijanjikan, Anak Allah dan 'Allah menyertai kita'. Kenyataan bahwa Matius dan Lukas di sini tidak merujuk kepada teologi pada masa kemudian, menjadi bukti bagi keaslian berita-berita mereka.

Pertimbangan-pertimbangan genetika -- proses terjadinya manusia dalam rahim -- dapat digunakan namun hati-hati, untuk menunjukkan bahwa inkarnasi Yesus mengharuskan adanya kelahiran dari anak dara. Jika jabang bayi yg hadir di kandungan Maria adalah hasil dari perbuatan Yusuf dan Maria, maka dari awal telah terjadi seorang manusia yg secara potensi utuh. Allah tidak dapat menjadi manusia demikian, tapi dapat melalui cara tertentu memilih untuk meleburkan diriNya dengan manusia tadi (demikian ajaran Nestorius), atau, Allah harus merasa puas dengan memenuhi manusia tadi itu secara rohani, seperti Roh Kudus memenuhi orang-orang kudus zaman kuno.

Tak satu pun dari pikiran ini yg cocok dengan catatan Alkitab. Justru kelahiran dari anak dara itu baiklah dinalar dengan taat asas kepada data-data sesuai catatan Alkitab.

KEPUSTAKAAN. L Sweet, The Birth and Infancy of Jesus Christ, 1906; J Orr, The Virgin Birth of Christ, 1907; J. G Machen, The Virgin Birth of Christ, 1930; D Edwards, The Virgin Birth in History and Faith, 1943; T Boslooper, The Virgin Birth, 1962; R. E Brown, The Birth of the Messiah, 1977; J Stafford Wright, 'The Virgin Birth as a Biological Necessity', FT 95, 1966-1967, hlm 19-29. JSW/MHS




TIP #05: Coba klik dua kali sembarang kata untuk melakukan pencarian instan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.14 detik
dipersembahkan oleh YLSA