Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: FILISTIN, FILISTEA

FILISTIN, FILISTEA

FILISTIN, FILISTEA [ensiklopedia]

I. Nama

Dalam PL nama Filistin ditulis pelisyti, biasanya dengan kata sandang, dan lebih umum lagi dalam bentuk jamaknya pelisytim (jarang pelisytiyyim), dan umumnya tanpa kata sandang. Daerah yg mereka tempati dikenal sebagai 'Tanah Filistin' ('erets pelisytim) atau Filistea (pelesyet). Dari sinilah diturunkan nama modern 'Palestina'. Dalam LXX kata ini diterjemahkan dengan berbagai cara, yaitu Phylistieim (terutama dim Pentateukh, Yos dan Hak), Hellenas (Yes 9:11), allophylos,-oi, artinya 'orang asing' (tapi tidak terdapat dlm Pentateukh atau Yos). Mungkin sekali nama ini dapat disamakan dengan nama yg tertulis dalam naskah-naskah Mesir prst (tulisan hieroglif memakai r untuk 1 menuliskan nama-nama bangsa asing, karena huruf 1 alpa) dan dalam tulisan paku Asyur palastu.

II. Dalam Alkitab

a. Asal bangsa ini

Orang Filistin 'berasal... dari' orang Kasluhim, anak Misraim (Mesir), anak Ham (Kej 10:14; 1 Taw 1:12). Waktu mereka kemudian tampil dan berhadapan dengan orang Israel, mereka datang dari Kaftor (Kreta) (Am 9:7).

b. Pada zaman Bapak-bapak leluhur

Abraham dan Ishak pernah berhubungan dengan orang Filistin bernama Abimelekh, raja Gerar, dan dengan Pikhol, panglima tentaranya (Kej 20; 21; 26). Pada zaman kerajaan Israel keganasan orang Filistin sudah menjadi perumpamaan, tapi Abimelekh sendiri adalah orang berbudi. Banyak kebiasaan negeri itu yg ia adopsi sebab namanya adalah nama bangsa Sem, dan ia terikat dalam suatu perjanjian dengan Ishak.

c. Pada zaman Keluaran dan Hakim-hakim

Tatkala orang Israel meninggalkan Mesir, orang Filistin sudah bermukim secara luas di tepi pantai antara Mesir dan Gaza. Justru orang Israel terpaksa berputar menempuh jalan pedalaman untuk menghindarkan jalan ke negeri orang Filistin' (Kel 13:17). Bagian dari Laut Tengah yg berbatasan dengan daerah ini sebetulnya disebut Laut Filistin (Kel 23:31). Diduga bahwa orang Filistin yg bermukim di daerah inilah yg dimaksud orang Kaftor dalam Ul 2:23.

Sewaktu orang Israel merebut Tanah Kanaan mereka tidak bentrokan dengan orang Filistin. Tapi menjelang hari tua Yosua, orang Filistin diam di lima kota yakni Gaza, Askelon, Asdod, Ekron dan Gat, dan mereka diperintah oleh lima orang 'raja' (Yos 13:2,3). Dari saat ini dan generasi-generasi berikutnya, bangsa ini sering dipakai Allah untuk 'mencobai' orang Israel (Hak 3:1, 2).

Buat sementara Filistin dikalahkan oleh Samgar bin Anat (Hak 3:31), tapi mereka terus menekan daerah pedalaman dari dataran tepi pantai. Bahkan orang Israel sempat terjerumus beribadah kepada allah-allah mereka (Hak 10 6-7). Pahlawan besar Israel pada zaman Hakim-hakim ialah Simson (Hak 13-16). Pada zamannya ada hubungan sosial Filistin-Israel sebab Simson kawin dengan seorang perempuan Filistin. Kemudian Simson berhubungan dengan Delila, yg seandainya pun Delila bukan orang Filistin, tapi sangat erat hubungannya dengan mereka.

Karena daerah pegunungan tidak termasuk kekuasaan Filistin, maka Simson selalu lari bersembunyi ke sana sesudah serangan-serangannya. Ketika pada akhirnya ia tertangkap ia dibelenggu dengan rantai tembaga (16:21); lalu mereka menyuruhnya' melawak di depan mereka', sementara mereka menontonnya dari dalam dan dari atas sotoh gedung yg ditopang oleh tiang-tiang besar (16:25-27).

d. Pada pemerintahan raja Saul dan raja Daud

Mendesaknya kebutuhan akan seorang pemimpin militer yg kuat pada bangsa Israel, mungkin adalah akibat dari tekanan Filistin yg terus-menerus. Tabut perjanjian dirampas oleh Filistin dalam suatu pertempuran di Afek, dan 'rumah' Allah yg di Silo dimusnahkan (1 Sam 4). Pada saat ini mungkin Filistin sudah menguasai daerah Esdraelon. dataran tepi pantai, padang gurun Negeb dan bagian terbesar daerah pegunungan. Mereka menguasai juga perdagangan besi, dan dengan demikian mereka mencegah Israel memiliki senjata perang (1 Sam 13:19-22).

Saul diurapi oleh Samuel menjadi raja, dan sesudah Saul mengalahkan Filistin di Mikhmas. ia mengusir mereka dari daerah pegunungan (1 Sam 14). Tapi pemerintahan Saul yg bobrok memberi kesempatan bagi Filistin kembali pamer kekuatan, teristimewa saat mereka menentang Israel di Efes-Damim. Tapi Daud membunuh Goliat (1 Sam 17; 18). Saul kemudian bermusuhan dengan Daud, dan mengenyahkan Daud dari perlindungan hukum dan kemudian menjadi taklukan di bawah Akhis, raja Gat (1 Sam 27). Daud tidak turut berperang melawan Israel waktu pertempuran di G Gilboa (1 Sam 28:4) dimana Saul dan anak-anaknya terbunuh.

Sesudah Daud memegang tongkat kerajaan Israel, ia tetap menjaga hubungan damai dengan Gat, dan memang ia tetap mempunyai orang Filistin sebagai pengawal pribadi selama pemerintahannya (*KRETI, ORANG). Tapi perselisihan timbul pada akhirnya. Daud mengusir orang Filistin dari daerah pegunungan dan menang mutlak atas mereka di tanah Filistea (2 Sam 5:25). Itulah akhir orang Filistin sebagai ancaman atas Israel.

e. Selama Kerajaan Israel terbagi dua

Orang Filistin tetap menjadi sumber petaka sejak Kerajaan Israel didirikan. Melemahnya kerajaan itu pada saat kematian raja Daud, memungkinkan kota-kota Filistin (kecuali Gat, 2 Taw 11:8) menjadi bebas mandiri dan terjadilah pertempuran-pertempuran di perbatasan (1 Raj 15:27; 16:15). Upeti masih diterima oleh Yosafat dari beberapa tokoh Filistin (2 Taw 17:11), tapi dalam pemerintahan Yoram kota perbatasan Libra, hilang dari kekuasaan Israel (2 Raj 8:22). Pada zaman Ahas, orang Filistin mulai lagi melancarkan serbuan (Yes 9:8-12) dan yg terakhir sekali mereka disebut dalam Alkitab pada nubuat Zakharia sesudah ia kembali dari pembuangan.

III. Filistea

Daerah yg memakai nama Filistea, yg diambil dari Filistin, ialah pusat permukiman mereka. Di daerah inilah kelima kota Filistin yaitu Gaza, Askelon, Asdod. Ekron dan Gat termasuk daerah pantai yg sempit di sebelah selatan G Karmel, dan sebelah ke pedalaman sampai ke kaki pegunungan Yehuda. Kota-kota lain yg khas dihubungkan dengan orang Filistin dalam Alkitab ialah Bet-Sean dan Gerar. Tempat kelima kota Filistin itu belum ditentukan secara tepat (lih nama-nama kota tersendiri).

IV. Dalam tulisan-tulisan ukir

Pertama kali orang Filistin disebut dengan nama itu (prst) adalah dalam catatan tahunan Rameses III untuk thn ke-5 pemerintahannya (1185 sM) dan thn-thn berikutnya. Diukir di kuilnya untuk dewa Amon di Medinet Habu dekat Tebe. Tulisan ukir ini mencatat dia bertempur melawan orang Libia bersama beberapa suku bangsa yg umumnya dikenal sebagai 'Bangsa-bangsa Pelaut'. Salah satu di antaranya ialah orang prst. Suku-suku lain yg termasuk 'Bangsa-bangsa Pelaut' ini sudah disebut dalam tulisan ukir dari Merenptah, Rameses II, dan dalam Surat-surat Amarna dari abad 14 (Luku, Serdanu, Danuna).

Gambar-gambar setengah timbul yg diukir dalam kuil di Medinet Habu, menunjukkan bahwa Bangsa-bangsa Pelaut itu tiba bersama keluarga mereka dan harta bendanya dengan memakai gerobak dan kapal. Sedang orang prst dengan kelompok lain yg akrab sekali dengan mereka, yaitu orang tkr (Ceker), dilukis dengan memakai hiasan kepala yg dibuat dari bulu, yg ditusukkan tegak lurus pada suatu pengikat yg mendatar. Lukisan kepala yg memakai hiasan demikian merupakan salah satu tanda dalam tulisan gambar pada sebuah cakram tanah liat, yg dijumpai di Faistos di Kreta, dan biasanya ditentukan berasal dari abad 17 sM.

Tulisan ukir Asyur menyebut Filistea sebagai daerah yg sering memberontak. Kejadian pertama ialah dalam tulisan ukir Adad-nirari III (810-782 sM). Di situ Filistea disebut di antara sekian negara termasuk Israel, yg membayar upeti. Di kemudian hari Filistea atau kota-kotanya disebut dalam catatan tahunan Tiglat-Pileser III, Sargon dan Sanherib, biasanya untuk menyatakan bahwa suatu pemberontakan sudah ditindas.

Dalam setumpuk dokumen tulisan paku dari zaman pembuangan yg dijumpai di Babel, terdapat catatan-catatan tentang pembagian catu kepada orang-orang buangan. Di antaranya disebut orang-orang dari Filistin.

V. Arkeologi

a. Tembikar tanah liat

Sejenis benda kerajinan tangan dari tanah liat ditemukan di berbagai tempat di Filistea, pada lapisan atas bertarikh akhir milenium 2 sM. Sejak inilah daerah dan zaman Filistin biasanya dihubungkan dengan kerajinan tangan itu sebagai berasal dari mereka. Dalam segi dekorasi mencolok keserupaannya dengan daerah Egea. Dan penggalian baru-baru ini di Enkomi dan Sinda di Siprus menunjukkan hasil kerajinan tanah liat setempat (kr thn 1225-1175 sM), yg digolongkan kepada zaman Mukenai Mycenae IIIC 1b, yg diturunkan dari barang-barang asli Egea, dan sangat mungkin merupakan perintis dari kerajinan tanah liat Filistin.

b. Peti mayat tanah liat

Peti-peti mayat tanah liat, yg dihiasi gambar timbul wajah pada ujung sebelah kepala, ditemukan di Bet-Sean, Tell el-Far'a, Lakhis dan Transyordan, yg barangkali harus dihubungkan dengan peti-peti mayat serupa yg ditemukan di Mesir, terutama di Tell el-Yehudiyeh yg ada di Delta. Tanggal dan tempat penemuan mengisyaratkan peti-peti itu berasal dari orang Filistin, suatu pandangan yg ditopang fakta bahwa di bagian atas dari ukiran wajah itu terdapat beberapa garis tegak, yg mungkin menggambarkan hiasan kepala dari bulu seperti disebut di atas.

c. Senjata-senjata

Gambar-gambar timbul yg ditemukan di Mesir memperlihatkan orang prst bersama orang Ceker dan Serdanu, diperlengkapi dengan tombak, perisai bulat, pedang dan belati bermata tiga. Mereka sampai di Palestina pada masa peralihan Zaman Perunggu ke Zaman Besi. Dengan demikian pernyataan Alkitab bahwa mereka menggunakan rantai tembaga membelenggu Simson (Hak 16:21), adalah selaras dengan temuan arkeologi, karena menjelang zaman Saul daerah itu sudah menguasai industri besi.

VI. Kebudayaan

Memang hanya ada sedikit data kebudayaan Filistin yg dapat membuktikan anal mereka adalah negeri asing, atau mereka terutama terhisab ke dalam kebudayaan Kanaan yg mengelilingi mereka.

a. Pemerintahan

Kelima kota Filistin masing-masing diperintah oleh seorang seren (Yos 13:3; Hak 3:3; 16:5, 8, 18, 27, 30; 1 Sam 5:8,11; 6:4, 12, 16, 18; 7:7; 29:2, 6-7; 1 Taw 12:19). Istilah ini mungkin berhubungan dengan tarwanas ('hakim') dalam Luwi (bh Het yg ditulis dgn hieroglif), dan dengan bh Yunani pra-Helenis (mungkin bh Indo-Eropa) (tyrannos ('penguasa mutlak'). Arti persis dari seren tak diketahui, tapi 'raja' dapat diterima.

b. Bahasa

Belum ada tulisan ukir Filistin yg ditemukan dan bh mereka tidak dikenal. Beberapa ahli menduga bahwa bh mereka diturunkan dari suatu bh Indo-Eropa pra-Yunani, dari daerah Egea. Barangkali kata-kata tertentu dalam Alkitab merupakan pinjaman dari bh Filistin, di antaranya hel(e)m kata untuk topi. Asal kata asingnya terdapat dalam ejaan-ejaan yg berbeda koha dan qoba, biasanya dianggap berasal dari orang Filistin. Kata lain yg cenderung dianggap oleh beberapa ahli berasal dari bh Filistin ialah 'argas, 'peti' (1 Sam 6:8, 11, 15). Beberapa kata lain juga dianggap berasal dari bh Filistin, tapi para ahli tidak sepakat. Dan barangkali nama Akhis ('akhisy) sama dengan 'ksy, yg terdaftar sebagai nama kftyw (*KAFTOR) dalam tulisan ukir Mesir zaman wangsa ke-18. Suku kata terakhir dari nama Goliat mungkin sama dengan -wattassy atau -uattes pada nama-nama Luwi dan Lidia. Kecuali kata-kata yg sedikit ini, jelaslah bahwa orang Filistin menerima bh Sem dari bangsa-bangsa yg mereka taklukkan.

c. Agama

Pengetahuan tentang agama orang Filistin bergantung pada Alkitab. Ketiga allah mereka yg disebut Dagon, Asytoretdan Baal-Zebub berasal dari Asia Barat. Barangkali harus dianggap bahwa mereka menyamakan allah-allah mereka dengan yg mereka dapati di Palestina, dan mencocokkan agama mereka kepada agama yg sudah ada di sana. Penggalian di Bet-Sean mengisyaratkan bahwa kedua kuil yg ditemukan di sana nampaknya adalah milik Dagon dan Asytoret. Di situ digantungkan tanda-tanda kemenangan waktu menaklukkan Saul. Tapi tak satu pun dari kuil itu yg dapat dipastikan kuil orang Filistin. Mereka mempersembahkan korban-korban sembelihan (Hak 16:23) dan membawa jimat jika berperang (2 Sam 5:21).

VII. Asal dan peranan mereka

Jika dikumpulkan semua bukti yg ada, maka hampir dapat dipastikan bahwa orang Filistin datang langsung dari daerah Egea, walaupun mungkin tidak berasal dari sana. Ada ahli yg menyamakan nama itu dengan Pelasgoi, penduduk daerah Egea pra-Yunani, suatu pandangan yg lebih berbobot karena nama itu muncul dua kali dalam sastra Yunani, yg dieja dengan t dan bukan dengan g. Pandangan ini masih diperdebatkan, dan sekiranya pun diakui demikian, sebutan kuno tentang Pelasgoi masih terlalu kacau untuk menjernihkan pengertian.

Kelihatannya orang Filistin adalah salah satu dari bangsa pelaut, yg pada akhir milenium 2 meninggalkan daerah Egea, barangkali disebabkan datangnya orang Yunani. Mereka mengungsi melalui darat dan taut, sebagian melalui Kreta dan Siprus ke Asia Barat. Di sana mereka mencari tanah tempat berpijak, mula-mula sebagai tentara bayaran dari para firaun, raja-raja orang Het dan penguasa-penguasa Kanaan, dan kemudian sebagai pemukim yg terhisab dalam penduduk asli. Walaupun nama mereka bertahan beberapa abad, tapi orang Filistin yg terdapat dalam Alkitab dan orang Ceker yg menduduki daerah pantai yg berbatasan, dan mungkin bangsa-bangsa pelaut lainnya juga secara praktis menjadi orang Kanaan.

VIII. Orang Filistin dalam Kitab Kej

Karena bangsa Filistin tidak disebut dalam tulisan ukir di luar Alkitab sampai abad 12 sM, dan data-data arkeologi yg berkaitan dengan mereka tidak ada sebelum saat ini, maka banyak ahli kritik mencap ay-ay yg menyebut nama mereka pada zaman Bapak-bapak leluhur adalah anakronistik -- hal yg tidak cocok tanggalnya dengan peristiwanya. Tapi dua pertimbangan melawan pandangan ini. Ada bukti bahwa perdagangan daerah Egea pada zaman Pertengahan Minoall meluas secara besar-besaran (kr thn 1900-1700 sM: *KRETA), dan barang-barang industri buatan Egea atau barang-barang yg dipengaruhinya sudah ditemukan, berasal dari zaman itu di Ras Syamra di Siria, Hazor dan barangkali di Megido di Palestina, dan di Tod, Harageh, Lahun dan Abudos di Mesir.

Sangat mungkin sebagian besar barang dagangan ini mudah rusak, seperti tekstil umpamanya. Sebuah jenis hiasan berbentuk spiral yg tampil pada saat itu di Mesir dan Asia (Mari) menopang pendapat ini. Bukti yg lebih meyakinkan mengenai hubungan daerah Egea dengan Palestina terdapat pada sebuah lempeng dari Mari (abad 18) yg mencatat pengiriman pemberian-pemberian raja Hazor kepada Kaptara (*KAFTOR). Kedua, nama-nama (suku) bangsa dalam zaman kuno tidak dipakai dalam pengertian yg tepat sekali. Para anggota dari suatu kelompok campuran seperti bangsa pelaut, sangat mungkin tidak dibedakan dengan nama-nama khusus. Jadi alpanya suatu nama pada tulisan-tulisan ukir itu bisa saja berarti bahwa kelompok khusus yg dimaksud tidak cukup menonjol untuk disebut. Bangsa pelaut dan bangsa-bangsa yg mendahului mereka, yg berdagang dengan Asia Barat, datang bergelombang, dan yg paling dominan pada gelombang abad 12 ialah bangsa Filistin, justru muncul dalam sumber-sumber catatan. Tidak mungkin kelompok-kelompok kecil orang Filistin alpa di antara pedagang Egea dulu. Hanya memang tidak cukup menonjol untuk diperhatikan oleh negara-negara yg lebih besar.

KEPUSTAKAAN. R. A. S Macalister, The Philistines. Their History and Civilization, 1914; W. F Albright, AASOR 12, 1932, hlm 53-58; E Grant, JBL 55, 1936, hlm 175-194; O. Eissfeldt dalam RE 38, 1938, 2390-2401; A. H Gardiner, Ancient Egyptian Onomastica, Text, 1, hlm 200-205; V Georgiev, Jahrhuch fur Kleinasiatische Forschung, I, 1950, hlm 136-141; J Berard, RAr, 37, 1951, hlm 129-142; T Dothan, Antiquity and Survival, 2, 1957, hlm 151-164; G. E Wright, BA 22, 1959, hlm 54-56; T. C Mitchell, AOTS, hlm 404-427; K. A Kitchen, POTT, hlm 53-78. TCM/MHS




TIP #20: Untuk penyelidikan lebih dalam, silakan baca artikel-artikel terkait melalui Tab Artikel. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA