Lihat definisi kata "Diaken" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HAAG: Diaken
KECIL: Diaken
BROWNING: DIAKEN
ENSIKLOPEDIA: DIAKEN

Diaken

Diaken [haag]

Diaken.

  1. (1) Kata Yunani "diakonos" bisa dipakai untuk mengartikan: utusan, abdi, pelayan rumah, wakil nahkoda, pembantu dalam upacara agama, dan terutama pelayanan dalam perjamuan makan. Pemakaiannya di dalam PB mempunyai beberapa arti pula: (a) Dalam artian umum dipakai untuk menyebutkan abdi seorang atasan (Mat 22:13) atau abdi dari sesamanya (Mark 9:35; 10:43; Mat 20:26). (b) Dalam artian yang lebih terbatas dipakai untuk menyebutkan setiap warga kristen sebagai abdi Kristus (Yoh 12:26; 2Kor 11:23) atau abdi Tuhan (2Kor 6:3 dan seterusnya). (c) Dalam arti kiasan dipakai untuk pengertian manusia yang bisa menjadi abdi setan atau abdi keadilan (2Kor 11:14-15), abdi Injil (Ef 3:6-7; Kol 1:23), abdi dosa (Gal 2:17), abdi yang disunati (Rom 15:8) atau abdi PB (2Kor 3:6).
  2. (2) Selanjutnya kata ~D dipakai untuk mengartikan petugas suatu pelayananan tetap bagi jemaat. Ia menjadi bawahan --> Uskup. Sebutan itu rupanya berasal dari anjuran-anjuran helenis (sebaliknya pelayanan-pelayanan para Rasul, --> para nabi dan guru itu terutama berdasarkan pada tradisi Yahudi). Kesaksian tertua atas soal timbulnya ~D kristen adalah Filip 1:1. Jangkauan tugas ~D di dalam naskah itu tidak dibatasi dengan tepat. Menurut 1Tim 3:8-13 tugas para ~D terutama adalah menjadi pengurus administrasi di dalam pelayanan kasih di tengah jemaat.
  3. (3) Mengenai berita pengangkatan 7 orang seperti yang dikisahkan dalam Kis 6:1-6 hendaknya jangan dihubungkan dengan para ~D seperti yang dimaksud oleh Filip 1:1 atau 1Tim 3:8-13. Ke "tujuh" orang itu lebih tepat disamakan dengan para penatua di waktu kemudian, sebab di samping mengasuh para miskin, mereka juga ditugaskan untuk berkotbah dan membaptis (Kis 8:14,40; 19:31). Lukas secara menyolok berusaha menghindari ungkapan ~D di dalam menyebutkan jabatan mereka (Kis 6:1-6; 21:8). Tempat asal dan lingkup pembentukan jabatan ~D serta tugasnya itu tidak jelas, tetapi sudah dapat dipastikan, bahwa orang membicarakan sebuah jabatan khas kristen. Jabatan maupun titel jabatan itu tidak mengambil-alih contoh-contoh yang ada di kalangan kaum Yahudi maupun di kalangan kaum Helenis.

Diaken [kecil]

TB- Pejabat/pelayan dalam Jemaat Purba yang secara khusus melayani para janda dan orang miskin.

DIAKEN [browning]

Dalam bahasa *Yunani non Kristen kata ini digunakan untuk para pejabat yang bertindak atas nama pemerintah, dengan wibawanya, seperti duta besar atau utusan *pembawa berita. *Hermas disebut 'diaken', diakonos, sebab ia membawa pesan para dewa. Paulus adalah diakonos Allah karena ia menjadi juru bicara-Nya yang dipercaya. Kesamaan dari berbagai fungsi adalah peran mediatifnya -- Paulus adalah duta untuk orang-orang *bukan Yahudi, pendamai di antara dua kelompok dalam jemaat, Yahudi dan bukan Yahudi, mempersatukan mereka melalui *sumbangannya untuk jemaat Yerusalem dan bersamaan dengan itu mendesak orang-orang eks Yahudi untuk menerima prinsip pemisahannya dari lembaga-lembaga Yudaisme. Diaken dalam jemaat mencerminkan integritas kepribadian dan peranannya adalah sebagai *juru tulis, sedangkan tugas mengajar dipercayakan kepada *presbyter, penatua atau *penilik jemaat (1Tim. 3:2, 5). Dari Rm. 6:1, yang di dalamnya disebut nama *Febe, rupanya dalam PB wanita dapat dipilih sebagai diaken. Sering diperkirakan *tujuh diaken yang ditunjuk untuk membantu *keduabelas rasul (Kis. 6:1-6) adalah diaken-diaken pertama, karena fungsi mereka adalah melayani (Yun., diakonein), dan 'melayani meja', namun dalam peristiwa *Stefanus dan *Filipus, mereka ikut serta dalam kegiatan penginjilan atas nama mereka sendiri, dan ketujuh orang itu lebih merupakan permulaan jabatan tua-tua daripada jabatan diakonia jemaat. Dalam jemaat perdana, fungsi diakonat bersifat administratif dan liturgis, namun para diaken bukanlah pejabat-pejabat yang inferior. Mereka bertindak sebagai wakil penilik jemaat, dan mereka tetap sebagai diaken seumur hidup. Hanya karena presbyter (penatua), di bawah tekanan lokal, lama-kelamaan mengambil alih beberapa fungsi penilik jemaat, maka diakonat menjadi kurang penting di Barat. Pada akhirnya, di Abad Pertengahan, diakonat hanya merupakan tahap percobaan untuk menuju jabatan keimaman (tua-tua). Ketika dicatat bahwa Yesus datang 'bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani' (Yunani: diakonein, Mrk. 10:45), maksudnya adalah bahwa Ia bukanlah tokoh besar di dunia ini, yang di mana pun memiliki wakil-wakil yang diutus pergi untuk melakukan perintah-Nya; tetapi Ia memiliki tugas-tugas yang harus dilakukan-Nya sendiri.

DIAKEN [ensiklopedia]

Muncul hanya dalam Flp 1:1 dan 1 Tim 3; tapi kata Yunani diakonos (umumnya dim TBI 'pelayan' atau 'hamba') muncul kr 30 kali dalam PB, dan kata-kata serumpunnya diakoneo (melayani) dan diakonia (pelayanan) muncul kr 70 kali. Bagian terbesar pemakaian kata yg muncul 100 kali itu, tidak menunjukkan arti teknisnya, yg berhubungan dengan tugas khusus dalam gereja; tapi dalam satu dua ay perlu dipertimbangkan sampai seberapa jauh diakonos dan serumpunnya menuntut pengertian yg demikian.

I. Muasal kata

Pada dasarnya diakonos adalah pelayan, dan sering berupa pelayan di meja (sejak dulu sampai sekarang dim budaya beberapa daerah, jika orang makan pelayan selalu hadir melayaninya). Pada zaman Helenisme diakonos juga berarti petugas ibadah atau petugas kuil (lih contoh dlm MM), ini bayang-bayang dari pemakaian khas dalam gereja.

Yg biasa dipakai dalam PB ialah arti yg lebih umum, mis hamba-hamba raja (Mat 22:13). Hanya dalam satu nas Epafras disebut oleh Paulus sebagai 'pelayan Injil', dan ia sendiri 'pelayan Kristus' dan 'pelayan jemaat' (Kol 1:7, 23, 25). Orang-orang lain melakukan diakonia terhadap Paulus, artinya orang-orang yg membantu Paulus (Kis 19:22; bnd Flm 13 dan barangkali Kol 4:7; Ef 6:21); kait naskahnya menunjukkan bahwa mereka merupakan pembantu-pembantunya dalam kerja penginjilan. Jadi diakonia di sini dikenakan khusus kepada penginjilan dan kerja penggembalaan.

Tapi dalam PB arti kata itu yg berhubungan dengan penyediaan kebutuhan dan pelayanan untuk badani tak pernah hilang (bnd ump Rm 15:25 dlm kait naskah; 2 Kor 8:4). Diakonos masih tetap pelayan atau pesuruh (Yoh 2:5, 9); pelayanan Marta (dlm mengisi meja makan, Luk 10:40) dan pelayanan mertua Petrus (Mrk 1:31) adalah diakonia. Dalam pengertian inilah harus kita lihat yg ditekankan Yesus, bahwa kedatangan-Nya adalah untuk melayani (Mrk 10:45); ucapan ini ditempatkan dalam Luk 22:26 dab dalam kaitannya dengan melayani meja makan. Tuhan Yesus-lah Pelayan Paling Unggul, pelayan meja dari umat-Nya. Dan, seperti jelas dari bagian ini, 'pelayanan' dalam arti ini, merupakan pertanda dari seluruh gereja-Nya.

II. Jabatan diaken dalam PB

Telah diuraikan bahwa pada masa Helenisme petugas-petugas ibadah disebut diakonos. Karena itu ucapan salam 'dengan para penilik jemaat dan diaken' (Flp 1:1), adalah ditujukan kepada dua golongan khusus dalam gereja. Memang benar apa yg dikatakan Hort bahwa unsur 'yg memerintah' dan 'yg melayani' sebagai bersama-sama membentuk gereja. Tapi itu tidak dapat diterapkan kepada 1 Tim 3 dimana daftar syarat untuk penilik jemaat langsung disusul oleh daftar serupa untuk diaken: jangan bercabang lidah, jangan serakah, tak bercacat'.

Syarat-syarat itu secara khusus tepat bagi orang yg bertanggung jawab alas keuangan, administrasi dan pelayanan sosial yg begitu dihormati dalam gereja kuno. Justru diakonos secara khas tepat untuk orang-orang seperti itu, lebih-lebih lagi karena perjamuan kasih -- yg secara harfiah mencakup pelayanan meja -- adalah pelayanan kasih yg dilakukan secara menetap. Walaupun diakonia merupakan pertanda dari seluruh gereja, diakonia itu adalah karunia khusus juga -- sejajar dengan nubuat dan penataan oleh gereja, tapi berbeda dari pemberian dari kemurahan hati -- yg harus dilaksanakan oleh orang-orang yg menerimanya (Rm 12:7; 1 Ptr 4:11). Dan karena setiap pengikut Kristus secara tepat disebut 'pelayan', maka istilah itu dapat juga secara khas dikenakan kepada orang-orang yg melayani, seperti Febe (Rm 16:1), dengan cara-cara yg sudah disebut. Tapi, apakah ada jabatan pelayan yg terdapat dimana-mana dengan nama ini atau apakah ump mereka yg 'melayani' di Korintus (1 Kor 12:28) sama dengan 'diaken' di Filipi, hal itu masih tetap belum pasti.

Pada zaman PB istilah diaken mengandung arti tidak lebih dari setengah teknis, tak ada hubungannya dengan kata Yahudi khazzan dalam sinagoge. Mungkin ada arti, bahwa segera sesudah memberi urutan syarat diaken, Paulus kembali kepada arti umum dari kata itu dalam menasihati Timotius sendiri (1 Tim 6:6; bnd juga 1 Ptr 4:10 dgn 4:11).

Berita dalam Kis 6 tentang jemaat Yerusalem menetapkan 7 orang yg disetujui untuk mengamati administrasi dana janda, biasanya diterima sebagai penetapan resmi bagi jabatan diaken. Hal ini masih diragukan dari sudut bahasa. Dengan mengesampingkan teori-teori tanpa bukti yg melihat ke-7 orang itu hanyalah sebagai imbangan Helenis dari ke-12 murid, baiklah memperhatikan pertama, ke-7 orang itu tak pernah disebut 'diaken'. Kedua, walaupun kata-kata serumpunnya dipakai, kata-kata itu dikenakan juga baik kepada pelayanan Firman yg dilakukan oleh ke-12 murid (ay 4), maupun pelayanan pada meja-meja perjamuan (entah untuk perjamuan atau uang) yg dilakukan oleh ke-7 orang itu (ay 2). Hal menumpangkan tangan terlalu umum dalam Kis untuk dilihat sebagai patokan khas di sini, dan dari jalan hidup Stefanus dan Filipus jelas, bahwa tugas ke-7 orang itu tidaklah dibatasi untuk pelayanan meja perjamuan.

Pandangan Lightfoot juga berbobot, yg mengatakan bahwa kedudukan yg diberikan Lukas kepada peristiwa itu, memantulkan maknanya yg besar. Itulah 'salah satu dari kenyataan yg khas itu, yg hampir mengisi seluruh bagian pertama dari ceritanya', Philippians', hlm 188). Namun maknanya tidaklah terletak pada penetapan suatu lapisan dalam susunan jabatan, tapi sebagai contoh pertama dari penyerahan tanggung jawab administrasi dan sosial kepada orang-orang yg mempunyai watak dan karunia-karunia yg tepat untuk itu. Hal ini menjadi ciri khas gereja-gereja dari bangsa-bangsa non-Yahudi, juga pengakuan atas kewajiban-kewajiban seperti itu sebagai bagian dari pelayanan kepada Kristus.

Pemakaian istilah itu dalam gereja mengekang pikiran PB dalam suatu kerangka ajaran dan mempersempitnya. Tulisan-tulisan non-kanon tertua mengakui golongan diaken tanpa menyebut secara khas tugasnya (bnd 1 Klemen 42; Ignatius, Magn 2:1; Trallians 2.3; 7.3). Tulisan-tulisan yg lebih kemudian menunjukkan para diaken melakukan tugas-tugasnya seperti mengunjungi orang sakit, yg tentu menjadi bagian diakonia Kristen pada zaman rasul-rasul; tapi kewajiban mereka dalam pelayanan perjamuan kudus (melalui pelayanan pada meja perjamuan?) dan hubungan pribadi dengan uskup menjadi semakin berkuasa. Pembatasan kelompok diaken itu kepada yg 7 orang -- yg memang pernah terjadi -- barangkali harus dianggap suatu usaha kesengajaan memakai cara kuno.

III. Diaken perempuan

Ada 2 ay yg nampaknya menunjuk kepada perempuan sebagai diaken. Pertama, Rm 16:1. Febe melayani jemaat yg di Kengkrea.

Kedua, 1 Tim 3:11. Bapak-bapak gereja dari Gereja Yunani mengartikan ay ini bukanlah menunjuk kepada istri-istri para diaken, tapi kepada kaum perempuan sebagai diaken. Teodora dari Mopsuestia menafsirkan jangan pemfitnah' menjadi jangan meleterkan rahasia-rahasia yg didengarnya dalam pelayanan jabatan mereka' (ed Swete, 2, hlm 128).

Pada thn 111 M ada laporan dari Plinius, Gubernur Bitinia, bahwa dia memeriksa disertai penyiksaan dua orang hamba perempuan, yg disebut diaken perempuan (ministrae) tentang tata cara agama Kristen (Ep 10.96). 'Hamba perempuan' di sini mungkin menandakan kedudukan duniawinya, atau tugas mereka dalam persekutuan orang Kristen: tanpa diragukan yg dicari Plinius ialah bukti tentang makan daging manusia.

Sesudah itu kelihatannya tidak ada karya sastra yg jelas tentang diaken perempuan sebelum Didascalia dari abad 3. Justru ada orang yg meragukan adanya jabatan seperti itu pada zaman PB. Tapi orang Kristen kuno sangat teliti dalam melaksanakan tata kesopanan, jadi banyak tugas yg ditangani oleh diaken perempuan dalam tulisan-tulisan yg kemudian (ump mengunjungi kaum ibu di rumah-rumah non-Kristen), juga pada zaman rasul-rasul. Maka pengangkatan diaken perempuan pada waktu itu, boleh dianggap adalah pasti, dan makna Luk 8:2 dab mungkin berarti dalam hal ini. Kewajiban-kewajiban mereka mempunyai kesamaan yg tepat dengan kewajiban-kewajiban para diaken laki-laki: seperti yg diisyaratkan oleh kedua ay PB tadi, mereka 'diaken' biasa saja, diaken perempuan. (Kata khas diakonissa kemudian berkembang, sesudah tugas khas para diaken laki-laki menjadi terbatas pada liturgi.)

KEPUSTAKAAN. H. W Beyer, TWNT; J. B Lightfoot, The Christian Ministry(= Philippians', hlm 181 dab); F. J. A Hort, The Christian Ecclesia, 1897, hlm 198 dab; A. M Farrer, The Apostolic Ministry, red K. E Kirk, 1946, terutama hlm 142 dab; B Reicke, Diakonie, Festfreude and Zelos, 1951, hlm 9 dab; K Hess, NIDNTT 3, hlm 544-553. Tulisan-tulisan C. H Turner dan W Collins dalam The Ministry of Women, 1919; J. G Davies, JEH 14, 1962, hlm 1 dst. AFW/MHS


Lihat definisi kata "Diaken" dalam Studi Kata



TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA