: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Angkuh | Angkuh, Meninggikan Diri | Angle | Aniam | Aniaya | Aniaya, Penganiayaan | Anim | Anjing | Anjing Hutan | Annas | Anthothijah
Daftar Isi
PEDOMAN: Aniaya, Penganiayaan
ENSIKLOPEDIA: ANIAYA, PENGANIAYAAN

Aniaya, Penganiayaan

Aniaya, Penganiayaan [pedoman]

  1. 1. Kristus menderita - .
  2. Mazm 69:27; Yoh 5:16
  3. 2. Kristus tunduk dengan suka rela kepada - .
  4. Yes 50:6
  5. 3. Kristus sabar menderita - .
  6. Yes 53:7
  7. 4. Orang kudus akan menderita - .
  8. Mr 10:30; Luk 21:12; Yoh 15:20
  9. 5. - terhadap orang-orang kudus berarti - terhadap Kristus.
  10. Za 2:8; Kis 9:4,5
  11. 6. Karena nama Allah orang-orang kudus akan menderita - .
  12. Yer 15:15
  13. 7. Setiap orang yang mau hidup beribadah kepada Kristus akan menderita - .
  14. 2Tim 3:12
  15. 8. Disebabkan karena:
    1. 8.1 Tidak mengenal Allah dan Kristus.
    2. Yoh 16:3
    3. 8.2 Membenci Allah dan Kristus.
    4. Yoh 15:20,24
    5. 8.3 Membenci Injil.
    6. Mat 13:21
    7. 8.4 Kesombongan.
    8. Mazm 10:2
    9. 8.5 Semangat yang disalahgunakan.
    10. Kis 13:50; 26:9-11
  16. 9. Bertentangan dengan semangat Injil.
  17. Mat 26:52
  18. 10. Manusia menurut sifatnya, terikat kepada - .
  19. Gal 4:29
  20. 11. Penginjil sering mengalami - .
  21. Gal 5:11
  22. 12. Kadang-kadang sampai meninggal.
  23. Kis 22:4
  24. 13. Allah tidak meninggalkan orang-orang kudus-Nya yang ada di dalam - .
  25. 2Kor 4:9
  26. 14. Allah melepaskan diri - .
  27. Dan 3:25,28; 2Kor 1:10; 2Tim 3:11
  28. 15. Tidak dapat menceraikan dari Kristus.
  29. Rom 8:35
  30. 16. Cara-cara kudus yang mengalami - haruslah:
    1. 17.1 Menyerahkan diri kepada Allah.
    2. 1Pet 4:19
    3. 17.2 Menunjukkan kesabaran.
    4. 1Kor 4:12
    5. 17.3 Bersukacita.
    6. Mat 5:12; 1Pet 4:13
    7. 17.4 Memuliakan Allah.
    8. 1Pet 4:16
    9. 17.5 Berdoa supaya dilepaskan.
    10. Mazm 7:2; 119:86
    11. 17.6 Mendoakan orang yang - .
    12. Mat 5:44
    13. 17.7 Meminta berkat untuk orang yang melakukan - .
    14. Rom 12:14
  31. 18. Penghargaan kepada kebahagiaan yang akan datang memberi bagi orang
  32. yang menderita - .
    1Kor 15:19,32; Ibr 10:34,35
  33. 19. Kebahagiaan orang yang tahan menderita - karena nama Kristus.
  34. Mat 5:10; Luk 6:22
  35. 20. Mendoakan orang menderita - .
  36. 2Tes 3:2
  37. 21. Orang-orang munafik tidak tahan menderita - .
  38. Mr 4:17
  39. 22. Guru-guru palsu takut akan - .
  40. Gal 6:12
  41. 23. Orang-orang:
    1. 23.1 Terikat pada - .
    2. Mazm 10:2; 69:27
    3. 23.2 Rajin dalam - .
    4. Mazm 143:3; Rat 4:19
    5. 23.3 Saling memberi semangat untuk melakukan - .
    6. Mazm 71:11
    7. 23.4 Bersukacita dengan hasil - .
    8. Mazm 13:5; Wahy 11:10
  42. 24. Hukuman karena - .
  43. Mazm 7:14; 2Tes 1:6
  44. 25. Dilukiskan dalam.
  45. Mat 21:33-39
  46. 26. Contoh orang-orang yang bersemangat melakukan - :
    1. 26.1 Firaun.
    2. Kel 1:8-14
    3. 26.2 Herodes.
    4. Kis 12:1
    5. 26.3 Izebel.
    6. 1Raj 19:2
    7. 26.4 Orang Farisi.
    8. Mat 12:14
    9. 26.5 Orang Kasdim.
    10. Dan 3:8
    11. 26.6 Orang-orang yang tidak mengenal Allah.
    12. Kis 14:5
    13. 26.7 Orang Yahudi.
    14. Yoh 5:16; 1Tes 2:15
    15. 26.8 Paulus.
    16. Fili 3:6; 1Tim 1:13
    17. 26.9 Saul.
    18. 1Sam 26:18
    19. 26.10 Zedekia.
    20. Yer 38:4-6
  47. 27. Contoh orang-orang yang menderita:
    1. 27.1 Daniel.
    2. Dan 6:5-17
    3. 27.2 Daud.
    4. Mazm 119:161
    5. 27.3 Jemaat yang pertama.
    6. Kis 8:1
    7. 27.4 Mikha.
    8. 1Raj 22:27
    9. 27.5 Nabi-nabi.
    10. Kis 7:52
    11. 27.6 Orang Ibrani.
    12. Ibr 10:33
    13. 27.7 Orang-orang kudus zaman dahulu.
    14. Ibr 11:36
    15. 27.8 Paulus dan Barnabas.
    16. Kis 13:50
    17. 27.9 Paulus dan Silas.
    18. Kis 16:23
    19. 27.10 Petrus dan Yohanes.
    20. Kis 4:3
    21. 27.11 Rasul-rasul.
    22. Kis 5:18
    23. 27.12 Yeremia.
    24. Yer 32:2

ANIAYA, PENGANIAYAAN [ensiklopedia]

Penganiayaan seperti yg dihadapi masyarakat Kristen, bukanlah hal baru. Hal itu adalah sebagian dari warisan ke-Yahudi-an mereka. Kaitan antara kesaksian dan penderitaan, sudah ada sejak bagian kedua Yes; telah padu dalam perang melawan orang Seleukus. Akhirnya timbullah teori martir yg memberi pahala kehidupan kekal kepada sang martir. Teori ini merasuki sikap orang Yahudi menghadapi pemerintahan Roma (4 Makabe 17:8 dab). Kemungkinan menghadapi kematian demi Taurat diterima sebagai tuntutan Yudaisme. Justru orang Yahudi tidak takut menghadapi maut martir. Kendati secara resmi orang Roma tidak mencampuri agama Yahudi, tapi kesatuan Yahudi, ketidakmauannya bekerja sama dengan non-Yahudi, dan kemujuran mereka dalam keuangan yg begitu mencolok, mengakibatkan kebencian yg luas dan penganiayaan yg timbul sewaktu-waktu terutama di luar Palestina: pogrom -- penganiayaan atas orang Yahudi -- biasa terjadi di Aleksandria. Nasib ini beralih menimpa orang Kristen. Kemantapan mereka menghadapi penderitaan diperkokoh oleh teladan Yesus dan kaitannya dengan penganiayaan akhir zaman, terhadap apa mereka harus bersiap diri (Mrk 13:7-13). Tapi timbul pertanyaan, apa sebenarnya yg menimbulkan kebencian yg begitu keji terhadap orang Kristen di tengah-tengah orang Yahudi dan orang Roma?

a. Perlawanan dari pihak orang Yahudi

Perlawanan ini berkembang terus tahap demi tahap. Pemberitaan mengenai Mesias yg disalibkan, yg kematian-Nya secara terbuka dipertanggungkan kepada pemimpin-pemimpin Yahudi, menyulut kebencian mereka untuk melakukan tindakan pembalasan. Kendati demikian, rakyat biasa tetap tenang (Kis 2:46-47; 5:14) dan golongan Farisi bersikap moderat (Kis 5:34-40; 23:6-10), tapi golongan Saduki melancarkan perlawanan (Kis 4:1,6; 5:17). Sesudah Stefanus mengkhotbahkan bahwa hukum Taurat (Kis 6:14) bersifat sementara, rakyat pun berbalik dan timbullah penganiayaan pertama di Yerusalem dan di tempat-tempat lain, seperti di Damaskus. Pada thn 44 M Yakobus dibunuh oleh Herodes Agripa, dan seluruh Kis mencatat bahwa orang Yahudi bangkit menjadi musuh Paulus yg paling ganas. Sikap memusuhi ini dipertajam lagi oleh Sidang para Rasul (Kis 15:1-21), yg menolak keharusan sunat, dan akhirnya mencapai puncaknya di Yamnia pada saat orang Kristen dikucilkan dari persekutuan dengan orang Yahudi (80 M).

b. Perlawanan dari pihak orang Roma

Sikap Roma berubah secara mencolok. Mula-mula, seperti kita lihat dalam Kis, orang Roma bersikap toleran terhadap orang Kristen, bahkan memberi bantuan. Tapi segera berubah menjadi kobaran perlawanan sengit. Di Roma (Tacitus, Ann 15:44) masyarakat Kristen begitu dibenci thn 64 M, sehingga kaisar Nero mengkambinghitamkan mereka dengan pembakaran kota Roma. Di Bitinia (Pliny, Ep 10:96-97) menjelang thn 112 M, bertahan dalam iman Kristiani dianggap melakukan pelanggaran besar, kendati kaisar Trayanus tidak mengizinkan pengaduan gelap dan mencela 'penganiayaan tukang sihir'. Ada tiga keterangan mengenai perubahan sikap ini, mana yg benar masih diperdebatkan.

(i) Masyarakat Kristen dituduh melulu melakukan pelanggaran-pelanggaran khusus, seperti kanibalis, menimbulkan kebakaran, berzinah dan bergendak dengan saudara sendiri, menyihir, berkumpul tanpa izin, majestas -- menghina martabat kaisar (di sini menolak membawa korban kepada numen (roh) kaisar). Terjadi, memang, peristiwa-peristiwa atas mana mereka difitnah sebagai pelaku, tapi 1 Ptr 2:12; 4:14-17; Pliny, Ep 10:97; dan Suetonius, Nero 16, semuanya menjelaskan bahwa dengan segera nomen ipsum -- hanya memakai nama Kristen saja -- tanpa peduli cohaerentia flagitia -- benar tidaknya dakwaan melakukan perbuatan melawan hukum yg dilontarkan oleh masyarakat banyak -- sudah dapat dihukum.

(ii) Adanya undang-undang umum di seluruh kerajaan Roma, institutum Neronianum (peraturan Nero), yg menempatkan agama Kristen di luar perlindungan hukum. Tertulian berkata bahwa perbuatan ini ada, dan juga inilah satu-satunya acta (keputusan) Nero, yg tidak pernah (dicabut) dibatalkan (Ad. Nat. 50, 7, lih Apol 5 juga), dan Suetonius, 1 Ptr dan Why mendukung keterangan ini. Sebaliknya mungkin agama Kristen belum cukup ampuh untuk dilarang dalam undang-undang umum seperti itu, dan seandainya demikian, maka sukar untuk menerangkan mengapa Pliny tidak mengetahuinya, mengapa Trayanus tidak menyebutnya, bahwa ada kebebasan yg dinikmati oleh gereja sebelum penganiayaan kaisar Dekius, dan mengapa pelaksanaan (eksekusi) peraturan Nero itu jauh dari seragam.

(iii) Penganiayaan itu tergantung pada pertimbangan sesuka hati gubernur, yg bertindak hanya berdasarkan pengaduan perseorangan: dalam masyarakat Roma tidak ada jabatan penuntut umum. Bagaimanapun bentuk pengaduan itu, sudah jelas bahwa pada zaman Pliny dilarang keras menjadi anggota aktif dari suatu organisasi yg sudah dianggap jahat, justru menjadi anggotanya otomatis dianggap kriminal (seperti halnya pengikut Bakanal dan Druida), sebab di dalam ketiga macam agama itu (Kristen, Bakanal, Druida) ibadah dan scelara (perbuatan jahat) kelihatannya tak dapat dibedakan oleh pihak Roma, sudah ditetapkan menjadi anggota adalah pelanggaran yg dapat dituntut, dan contumacia, yaitu ngotot tidak mau mengakui din bersalah, dihukum dengan hukuman mati. Wewenang para gubernur dan walikota dalam crimina extra ordinem (kejahatan luar biasa) sudah disingkap pada tahun-tahun belakangan ini sebagai sangat besar. Jika seorang gubernur ingin bertindak terhadap orang Kristen, baginya ada tindakan-tindakan pada zaman Nero sebagai contoh, dan imperium (kewibawaan) yg bersifat memaksa untuk menunjang dia. Atau, tergantung dari pertimbangan hatinya, seperti Galio (Kis 18:14-16), ia dapat menolak pengadilan. Jika ia sangsi, maka ia dapat minta nasihat kaisar, dan jawaban kaisar bersifat mengikat baginya selama ia tinggal di propinsinya; walau tidak demikian terhadap pengganti-penggantinya.

Karena para gubernur mempunyai hak sesuka hati demikian, maka Tertulian mengajukan pembelaan (Apology)-nya tidak kepada kaisar, tapi kepada gubernur: sebab dalam tangan gubernurlah jawabnya. Inilah yg menerangkan sifat penganiayaan yg sewaktu-waktu terjadi sampai zaman kaisar Dekius. Hal itu seluruhnya bergantung pada kebijaksanaan gubernur, demikian juga tingkat kebencian terhadap orang Kristen di suatu propinsi sehingga mendorong seseorang secara pribadi untuk mengadukan mereka. Tidak ada bukti yg memuaskan (memang ada tulisan Orosius 7:7), untuk dipercayai, bahwa ada tindakan umum menentang orang Kristen di seluruh kerajaan pada zaman Nero, sekalipun agama Kristen agaknya sudah dianggap illicita (tidak sah) di kota Roma sendiri (Suet, Nero 16).

Bukti nyata penganiayaan atas gereja pada zaman Domitianus tidak ada yg pasti, sekalipun cacian banyak sekali dari para bapak gereja terhadap kaisar ini. Suatu pengumuman yg luas dalam Dio (67:14) tentang kematian Flavius Klemen yg mungkin adalah Kristen, dan Akilius Glabrio, juga mungkin Kristen, dan pembuangan Domitila, itulah kira-kira semuanya bukti yg dapat dikumpulkan. Tapi ada kemungkinan bahwa Domitianus, yg teliti sekali memeriksa dan ketat mengawasi penghasilan orang Yahudi (Suet, Domit 12), menemukan orang-orang Kristen yg tak bersunat, yg berlindung di bawah hak-hak istimewa agama Yahudi, dan melancarkan penganiayaan umum terhadap mereka, yg tentang itu kits dapati tanda-tanda yg terang dalam Why jika kitab itu ditempatkan pada zaman Domitianus, bukan pada zaman Nero.

Justru ada tiga unsur yg membatasi penganiayaan: (i) para gubernur Roma segan menerima pengaduan-pengaduan mengenai pandangan-pandangan khas keagamaan (superstitiones) dan berusaha memusatkan perhatian kepada pelanggaran-pelanggaran nyata; (ii) pengaduan-pengaduan harus diajukan secara pribadi di depan umum, dan mengajukan pengaduan yg dapat diancam dengan hukuman mati, sangatlah berbahaya dan sukar; (iii) dalam tiap propinsi hanya satulah orang, yaitu gubernur, yg dapat menjatuhkan vonis mati.

Ketiga unsur di atas menyatu melindungi mayoritas orang Kristen, cukup lama sehingga cukup waktu bagi gereja untuk menjadi lembaga yg kokoh di seluruh kerajaan Roma.

KEPUSTAKAAN. W. H. C Frend, Martyrdom Persecution in the Early Church, 1965; T. W Manson, 'Martyrs and Martyrdom', BJRL, 39, 1956-7, hlm 463 dst; H. B Mattingley, JTS (NS), 9, 1958, hlm 26 dab; F. W Clayton, CQ, 41, 1947, hlm 83 dst; A. N Sherwin-White, JTS (NS), 3, 1952, hlm 199 dst. H Last, JRS, 27, 1937, hlm 80 dst; E. M Smallwood, Classical Philology, 51, 1956, hlm 5-11, G Ebel, R Schippers, NIDNTT 2, hlm 805-809; A Oepke, TDNT 2, hlm 229 dst; H Schlier, TDNT, 3, hlm 139-148. EMBG/MHS




TIP #32: Gunakan Pencarian Khusus untuk melakukan pencarian Teks Alkitab, Tafsiran/Catatan, Studi Kamus, Ilustrasi, Artikel, Ref. Silang, Leksikon, Pertanyaan-Pertanyaan, Gambar, Himne, Topikal. Anda juga dapat mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang anda inginkan melalui pencarian Referensi Ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA