kecilkan semua
Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus



kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

kecilkan semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)
Wycliffe -> Yak 3:18
Wycliffe: Yak 3:18 - Buah yang terdiri dari kebenaran // amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah 18. Buah yang terdiri dari kebenaran mungkin paling bagus dipahami sebagai berarti "buah yang adalah kebenaran." Dengan demikian pernyataan ini berbed...
18. Buah yang terdiri dari kebenaran mungkin paling bagus dipahami sebagai berarti "buah yang adalah kebenaran." Dengan demikian pernyataan ini berbeda dengan 1:20: amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kebenaran di hadapan Allah dicapai oleh para pembawa damai yang menaburkan damai sejahtera.

buka semuaTafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat
SH -> Yak 3:13-18; Yak 3:13-18
SH: Yak 3:13-18 - Hikmat dalam perbuatan (Senin, 6 Agustus 2007) Hikmat dalam perbuatan
Masa kini, kecerdasan intelektual dianggap tidak cukup. Agar hidup
sukses, orang perlu memiliki kecerdasan emosional dan s...
Hikmat dalam perbuatan
Masa kini, kecerdasan intelektual dianggap tidak cukup. Agar hidup
sukses, orang perlu memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.
Mungkin yang dimaksud dengan kecerdasan emosional atau spiritual
itu ada kesamaan dengan hikmat. Namun, menganggap diri sudah
berhikmat pun tidak menjamin bahwa kita memiliki hikmat surgawi.
Perbedaan hikmat surgawi dan hikmat duniawi terletak pada sumber dan hasilnya (band. Mat. 7:17-18). Perbedaan sumber mengakibatkan perbedaan motivasi. Motivasi hikmat surgawi adalah kelemahlembutan (13). Motivasi hikmat duniawi adalah iri hati, mementingkan diri, memegahkan diri dan dusta melawan kebenaran (14). Hikmat duniawi berasal dari nafsu manusia dan setan-setan (15). Dampaknya adalah kekacauan dan segala perbuatan jahat. Sedangkan hikmat surgawi ditandai dengan kemurnian hati, yang terdiri dari tujuh sifat dan perbuatan, yaitu pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik (17). Ada kemungkinan angka tujuh dipakai Yakobus untuk melambangkan sifat yang menciptakan kesempurnaan. Hikmat surgawi bersumber dari Tuhan Yesus sebagai Kebenaran (18; Yoh. 14:6), dampaknya adalah damai bagi mereka yang mengadakan damai (18).
Dari penjelasan di atas, tidak sukar untuk menilai apakah perbuatan seseorang berasal dari hikmat Allah atau hikmat duniawi. Banyak pribadi atau keluarga berantakan disebabkan tindakan yang tidak berdasarkan hikmat surgawi, misalnya mementingkan diri sendiri. Kendati demikian tidak sedikit orang Kristen yang meremehkan dosa seperti \'mementingkan diri sendiri\' sebagai hal sepele. Padahal bila melihat dampak yang ditimbulkannya, yakni kekacauan dan segala perbuatan jahat, sudah seharusnya orang Kristen menjauhi dosa ini. Oleh karena itu, bila orang ingin dipenuhi damai surgawi, perbuatannya pun harus berasal dari hikmat surgawi, yakni hikmat yang bersumber dari karya pembaruan Tuhan Yesus dan teladan hidup-Nya.

SH: Yak 3:13-18 - Hikmat Allah, bukan hikmat dunia. (Jumat, 8 Juni 2001)
Hikmat Allah, bukan hikmat dunia.
Beberapa waktu yang lalu, belum sempat hilang ketakutan
dan kecemasan kita terhadap peristiwa yang terjadi di
Kalim...
Hikmat Allah, bukan hikmat dunia.
Beberapa waktu yang lalu, belum sempat hilang ketakutan
dan kecemasan kita terhadap peristiwa yang terjadi di
Kalimantan Barat, kita tersentak oleh peristiwa yang
kembali terjadi di Kalimantan Tengah. Apa sebenarnya
yang menyebabkan terjadinya pertikaian antaretnis
tersebut? Semuanya berawal dari kesombongan, iri hati,
dengki, mementingkan diri sendiri, masing-masing
menganggap diri paling benar, dan paling berhak. Bila
hal-hal ini telah bermuara dalam hati manusia maka
dapat dipastikan bahwa di sana akan terjadi kekacauan
dan segala macam perbuatan jahat! Ditambah lagi dengan
campur tangan pihak luar yang bertopeng orang
berhikmat, bukannya mendamaikan tetapi justru
memperkeruh suasana. Kita dapat menilai, hikmat seperti
apa yang berlaku di tengah-tengah kekacauan itu.
Dalam perikop ini Yakobus memaparkan tentang dua macam hikmat, (1) hikmat yang berasal dari dunia, dan (2) hikmat yang berasal dari Allah. Melalui pemaparan ini, Yakobus mengingatkan bahwa orang yang berhikmat tidak akan mendatangkan kekacauan apalagi menciptakan perselisihan dan pertikaan di tengah-tengah masyarakat. Mereka hidup dalam kedamaian, jauh dari perselisihan, karena masing-masing menjalankan kehidupan sehari- harinya dengan sikap lemah lembut. Sebaliknya, orang- orang yang menyepelekan hikmat Allah dan berpegang pada hikmat dunia adalah orang-orang yang jiwanya dipenuhi kesombongan, iri hati, dengki, bertindak seolah-olah membela kebenaran, tetapi sebenarnya memanipulasi kebenaran! Tidak hanya itu, mereka juga hidup dalam perselisihan, seluruh hidupnya dipenuhi oleh keinginan- keinginan untuk berbuat jahat. Hikmat Allah menuntun seseorang untuk memiliki kemurnian hati, menyadari akan kebaikan-kebaikan Allah dalam hidupnya, menjadi pelaku firman-Nya, dan menjaga hidupnya benar kehendak-Nya.
Renungkan: Mintalah dan milikilah hikmat yang berasal dari Allah. Hikmat-Nya bersifat murni, pendamai, peramah, penurut, dan penuh belaskasihan. Hikmat ini pula yang akan menuntun kita untuk memiliki cara hidup yang baik dan dapat menyatakan perbuatan hikmat yang lahir dari kelemahlembutan. Dengan demikian kita dimampukan menjadi seorang juru damai pembawa kebenaran di dalam lingkungan keluarga, kantor, kampus, dan dimana pun kita berada.
Topik Teologia -> Yak 3:18
Topik Teologia: Yak 3:18 - -- Pengudusan
Pengudusan: Sasaran dan Hambatan
Sasaran Pengudusan
Kehidupan yang Penuh Perbuatan-perbuatan Baik
Kehidupan y...
- Pengudusan
- Pengudusan: Sasaran dan Hambatan
- Sasaran Pengudusan
- Kehidupan yang Penuh Perbuatan-perbuatan Baik
- Kehidupan yang Penuh Perbuatan Baik Telah Diperintahkan
- Yakobus Memerintahkan untuk Hidup Berbuat Kebaikan
buka semuaPendahuluan / Garis Besar
Full Life: Yakobus (Pendahuluan Kitab) Penulis : Yakobus
Tema : Iman yang Berhasil Guna
Tanggal Penulisan: Tahun 45-49 M
Latar Belakang
Surat ini tergolong "surat-su...
Penulis : Yakobus
Tema : Iman yang Berhasil Guna
Tanggal Penulisan: Tahun 45-49 M
Latar Belakang
Surat ini tergolong "surat-surat umum" karena pada mulanya dialamatkan kepada suatu sidang pembaca yang lebih luas daripada jemaat lokal. Salam "kepada kedua belas suku di perantauan" (Yak 1:1), dan juga petunjuk-petunjuk lainnya (Yak 2:19,21) menunjukkan bahwa surat ini pada mulanya ditulis kepada orang Kristen Yahudi yang tinggal di luar Palestina. Mungkin para penerima surat ini termasuk orang-orang pertama yang bertobat di Jerusalem dan, setelah Stefanus mati syahid terserak oleh penganiayaan (Kis 8:1) sejauh Fenisia, Siprus, Antiokhia dan lebih jauh lagi (Kis 11:19). Hal ini menerangkan
- (1) mengapa pembukaan surat ini menekankan hal menanggung dengan sukacita pencobaan yang menguji iman dan menuntut ketabahan (Yak 1:2-12),
- (2) pengetahuan pribadi Yakobus tentang orang percaya yang "terserak" itu, dan
- (3) nada yang berwibawa dari surat ini. Sebagai pemimpin gereja di Yerusalem, Yakobus sedang menulis surat kepada domba-dombanya yang berserakan.
Terkenalnya pengarang ditunjukkan oleh cara ia menyebut dirinya, yaitu hanya "Yakobus" (Yak 1:1). Yakobus, saudara tiri Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, pada umumnya dipandang sebagai penulis surat ini. Pidatonya dalam sidang di Yerusalem (Kis 15:13-21) dan gambaran mengenai dirinya di bagian lain dalam PB (mis. Kis 12:17; Kis 21:18; Gal 1:19; Gal 2:9,12; 1Kor 15:7) sangat cocok dengan apa yang diketahui mengenai penulis surat ini. Sangat mungkin Yakobus menulis surat ini pada dasawarsa 40-an. Tanggal yang agak dini untuk penulisan surat ini ditunjukkan oleh berbagai faktor, seperti kenyataan bahwa Yakobus menyebutkan istilah Yunani synagoge untuk menunjuk tempat pertemuan orang Kristen (Yak 2:2). Menurut keterangan sejarawan Yahudi, Yosefus, Yakobus, saudara tiri Tuhan mati syahid di Yerusalem tahun 62 M.
Tujuan
Yakobus menulis
- (1) untuk membangun semangat orang percaya Yahudi yang sedang menderita berbagai pencobaan yang menguji iman mereka,
- (2) untuk memperbaiki berbagai pengertian yang salah mengenai sifat iman yang menyelamatkan, dan
- (3) untuk menasihatkan dan membina pembacanya mengenai hasil-hasil praktis iman mereka dalam hidup yang benar dan perbuatan yang baik.
Survai
Surat ini membahas serangkaian pokok yang cukup beragam berkaitan dengan menjalankan kehidupan Kristen yang sejati. Yakobus mendorong orang percaya untuk menanggung pencobaan dengan sukacita dan menarik manfaat daripadanya (Yak 1:2-11); melawan godaan (Yak 1:12-18); menjadi pelaku Firman dan bukan hanya pendengar (Yak 1:19-27); serta menunjukkan iman yang aktif dan bukan pengakuan yang kosong (Yak 2:14-26). Yakobus dengan sungguh-sungguh mengingatkan tentang berdosanya lidah yang sukar dikendalikan (Yak 3:1-12; Yak 4:11-12), hikmat duniawi (Yak 3:13-16), kelakuan berdosa (Yak 4:1-10), kehidupan yang congkak (Yak 4:13-17) dan kekayaan yang mementingkan diri sendiri (Yak 5:1-6). Yakobus menutup dengan menekankan kesabaran, doa, dan memulihkan mereka yang sudah mundur (Yak 5:7-20).
Sepanjang kelima pasal ini, hubungan di antara iman yang benar dan kehidupan yang saleh ditekankan. Iman yang sejati adalah: - iman yang teruji (Yak 1:2-16), - aktif (Yak 1:19-27), - mengasihi sesama seperti dirinya sendiri (Yak 2:1-13), - menyatakan diri dalam perbuatan baik (Yak 2:14-26), - menguasai lidah dengan benar (Yak 3:1-12), - mencari hikmat Allah (Yak 3:13-18), - tunduk kepada Allah selaku hakim yang adil (Yak 4:1-12), - mempercayai Allah dalam kehidupan sehari-hari (Yak 4:13-17), - tidak mementingkan diri atau memuaskan keinginan sendiri (Yak 5:1-6), - sabar dalam penderitaan (Yak 5:7-12), dan - tekun dalam doa (Yak 5:13-20).
Ciri-ciri Khas
Tujuh ciri utama menandai surat ini.
- (1) Surat ini kemungkinan besar merupakan kitab PB yang pertama-tama ditulis.
- (2) Walaupun hanya dua kali menyebut nama Kristus, surat ini lebih banyak berisi kenangan akan ajaran Yesus, termasuk setidak-tidaknya 15 petunjuk kepada Khotbah di Bukit, lebih dari semua surat PB tergabung.
- (3) Dari 108 ayatnya, lebih daripada separuhnya adalah perintah.
- (4) Dalam banyak hal, surat ini merupakan Amsal PB karena
- (a) penuh dengan hikmat ilahi dan instruksi praktis untuk menjalankan kehidupan Kristen yang sejati dan
- (b) ditulis dengan gaya penulisan yang tegas dan tepat, dengan perintah yang singkat dan analogi yang hidup.
- (5) Yakobus adalah pengamat cermat tentang cara bekerjanya alam dan tabiat manusia berdosa. Dia sering kali menarik pelajaran dari alam untuk menyingkapkan tabiat manusia berdosa (mis. Yak 3:1-12).
- (6) Surat ini lebih menekankan hubungan di antara iman dengan perbuatan daripada kitab PB lainnya (khususnya: Yak 2:14-16).
- (7) Yakobus sering kali disebut sebagai Amos PB, karena dia dengan bersemangat membahas persoalan ketidakadilan dan ketidaksetaraan sosial.
Full Life: Yakobus (Garis Besar) Garis Besar
Salam Kristen
(Yak 1:1)
I. Menghadapi Pencobaan dan Menarik Manfaatnya
(Yak 1:2-18)
A. Menerimanya Se...
Garis Besar
- Salam Kristen
(Yak 1:1) - I. Menghadapi Pencobaan dan Menarik Manfaatnya
(Yak 1:2-18) - A. Menerimanya Sebagai Sarana Pertumbuhan
(Yak 1:2-4) - B. Memohon Hikmat untuk Mengatasinya
(Yak 1:5-8) - C. Bersukacita Dalam Tindakan Penyamarataannya
(Yak 1:9-12) - D. Mengetahui Bedanya Pengujian dan Pencobaan
(Yak 1:13-18) - II. Mendengarkan Firman Allah dan Melakukannya
(Yak 1:19-27) - III.Tidak Pilih Kasih dan Menunjukkannya
(Yak 2:1-13) - IV. Mengaku Beriman dan Membuktikannya
(Yak 2:14-26) - V. Menyadari Jebakan-Jebakan dan Mengelakkannya
(Yak 3:1-5:6) - A. Lidah yang Sukar Dikendalikan
(Yak 3:1-12) - B. Hikmat yang Tidak Rohani
(Yak 3:13-18) - C. Kelakuan Berdosa
(Yak 4:1-10) - D. Memfitnah Saudara Seiman
(Yak 4:11-12) - E. Hidup dengan Congkak
(Yak 4:13-17) - F. Kekayaan yang Mementingkan Diri Sendiri
(Yak 5:1-6) - VI. Kebajikan dan Kehidupan Kristen
(Yak 5:7-20) - A. Kesabaran dan Ketekunan
(Yak 5:7-11) - B. Kejujuran yang Polos
(Yak 5:12) - C. Doa Tak Berkeputusan untuk Orang Sakit
(Yak 5:13-18) - D. Memulihkan yang Terhilang
(Yak 5:19-20)
Jerusalem: Yakobus (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT KATOLIK PENGANTAR
Di dalam Perjanjian Baru tercantum tujuh surat yang bukan karangan Rasul Paulus. Agak segera ketujuh surat ini dijadikan...
SURAT-SURAT KATOLIK PENGANTAR
Di dalam Perjanjian Baru tercantum tujuh surat yang bukan karangan Rasul Paulus. Agak segera ketujuh surat ini dijadikan suatu kelompok tersendiri meskipun asal- usulnya berbeda sekali. Ada sepucuk surat yang dikatakan karangan Yakobus, lagi karangan Yudas, dua pucuk surat karangan Petrus dan tiga karangan Yohanes. Judulnya "katolik" kiranya berasal dari kenyataan bahwa kebanyakan surat itu tidak tertuju kepada jemaat atau orang tertentu melainkan kepada orang-orang Kristen pada umumnya (katolik).
Surat Yakobus hanya lama kelamaan diterima oleh Gereja sebagai Kitab Suci. Agaknya di Mesir Yak tidak pernah diragukan sebagai Kitab Suci. Yak dikutip oleh Origenes sebagai karangan suci. Tetapi pada awal abad keempat Eusebius dari Kaisarea (Palestina) mengatakan bahwa Yak masih ditolak oleh sementara orang. Jemaat-jemaat yang berbahasa Siria baru dalam abad keempat memasukkan Yak ke dalam daftar kitab-kitab sucinya. Di Afrika utara Tertulianus dan Kiprianus ternyata tidak mengenal Yak. Daftar kitab-kitab suci yang disebut "Kanon Mommsen" (disusun sekitar th 360) belum memuat Yak. Di Roma Kanon Muratori (dikatakan susunan Hippolitus sekitar th. 200) juga tidak memuatnya. Sangat tidak pasti apakah Klemens dari Roma dan pengarang buku yang berjudul "Pastor Harmae" (lihat di bawah) mengutip Yak. Jadi baru pada akhir abad keempat surat Yakobus umum diterima sebagai Kitab Suci oleh jemaat-jemaat di Timur dan di Barat.
Mana kala surat Yakobus oleh jemaat-jemaat diterima sebagai Kitab Suci, maka pada umumnya pengarangnya disebut "Yakobus, yaitu saudara Tuhan", Mat 13:55 dsj; bdk 12:46+, yang berperan besar dalam jemaat purba di Yerusalem, Kis 12:17+; 15:13-21; 21:18-26; 1Kor 15:7; Gal 1:19; 2:9, 12. Peranannya itu diakhiri dengan kemartiran oleh tangan orang Yahudi sekitar th. 62 (Yosefus, Hagesippus). Yakobus "saudara Tuhan" itu jelas orang lain dari Yakobus anak Zebedeus, Mat 10:2 dsj, yang dalam th. 44 dibunuh oleh raja Herodes, Kis 12:2, tetapi boleh jadi ia sama dengan Yakobus lain, yaitu anak Alfeus, Mat 10:3 dsj. Sejak awal mula hingga dewasa ini kesamaan itu diperdebatkan, meskipun dewasa ini kebanyakan ahli membedakan kedua tokoh itu. Apa yang dikatakan paulus dalam Gal 1:19 diartikan dengan cara yang berbeda-beda juga. Tetapi masalah yang sesungguhnya terletak di tempat lain dan ditingkat lebih mendalam. Adakah Yak sungguh karangan "Yakobus yaitu saudara Tuhan"? Ada berbagai keberatan yang dapat dikemukakan terhadap pendapat itu. Jika Yak benar- benar dikarang oleh tokoh yang penting itu, bagaimana gerangan mungkin bahwa surat itu begitu lambat diterima oleh Gereja sebagai Kitab Suci dan, sebaliknya, begitu lama diragukan dan bahkan ditolak? Selebihnya, Yak langsung ditulis ke dalam bahasa Yunani yang bagus dan lancar, dengan perbendaharaan kata dan seni berpidato (diatribe) yang mengherankan, seandainya Yak ditulis oleh seorang yang berasal dari Galilea. Sudah barang tentu mungkin Yakobus menggunakan seorang murid yang berkebudayaan Yuanani. Tetapi hipotesa dan dugaan itu sukar dibuktikan. Akhirnya dan khususnya: Yak sangat serupa dengan beberapa karangan yang disusun pada akhir abad pertama atau pada awal abad kedua, teristimewanya dengan surat Klemens dari Roma dan buku yang berjudul "Pastor Harmae". Kerap kali dikatakan bahwa karangan-karangan itu menggunakan Yak. Tetapi dewasa ini semakin banyak sekali ahli berpendapat, bahwa kesamaan antara Yak dan karangan- karangan tersebut yang ternyata ada, disebabkan oleh sumber-sumber bersama yang dipakai. Kecuali itu Yak dan karangan-karangan lain itu mesti menghadapi masalah-masalah yang sejenis. Maka dari itu banyak ahli berkeyakinan bahwa Yak ditulis pada akhir abad pertama atau bahkan pada awal abad kedua. Memang ajaran Yak tentang Kristus memberi kesan ketuaan. Tetapi hal itu tidak membuktikan bahwa Yak ditulis pada awal mula agama Kristen. Sebab mungkin juga bahwa Yak berasal dari kalangan orang-orang Kristen keturunan Yahudi yang menjadi penerus pikiran-pikiran Yakobus, sedangkan menutup dirinya bagi perkembangan lebih lanjut dalam teologi Kristen semula.
Jika orang terus mau mempertahankan bahwa Yak benar-benar karangan "Yakobus yaitu saudara Tuhan", maka harus dikatakan bahwa Yak ditulis sebelum th. 62. Sebab dalam tahun itu Yakobus mati. Lalu dua hipotesa dapat dikemukakan, sesuai dengan pendirian orang dalam masalah hubungan antara Yak dan Gal-Roma dalam soal "pembenaran oleh iman" (lihat di bawah ini). Sementara ahli yakin bahwa Yak menentang Paulus, tegasnya mereka yang menyalah-artikan ajaran Paulus. Kalau demikian, Yakobus menulis suratnya menjelang ajalnya. Ahli-ahli lain, yang jumlahnya semakin berkurang berpendapat bahwa Paulus mau menentang pikiran Yak. Kalau demikian, Yak ditulis menjelang th 45-50. Dengan jalan itu juga dapat diterangkan mengapa ajaran Yak tentang Kristus nampaknya tua sekali. Tetapi mengingat apa yang dikatakan di muka kurang mungkin Yak sudah ditulis sekitar th. 45.
Bagaimanapun juga asal-usul Yak tulisan itu tertuju kepada "Keduabelas Suku di perantauan", 1:1, kiranya tidak lain artinya dari orang-orang Kristen keturunan Yahudi yang tersebar di dunia Yunani-Romawi, terutama di daerah-daerah yang berdekatan dengan Palestina, misalnya Siria atau Mesir. Bahwasannya orang-orang yang dituju oleh surat ini adalah orang keturunan Yahudi disarankan oleh bagian pokok surat sendiri. Pengarang terus menggunakan Kitab Suci (Perjanjian Lama) begitu rupa sehingga jelas mengandaikan bahwa para pembaca baik-baik mengenal Kitab Suci itu, apa lagi oleh karena pengarang tidak mendasar pemikirannya pada kutipan jelas dari Perjanjian Lama (seperti misalnya Paulus atau pengarang Ibr), tetapi lebih-lebih menaruh Kitab Suci sebagai latar belakang pikirannya. Pengarang Yak terutama dijiwai oleh sastera Hikmat-kebijaksanaan dan dari padanya mengambil pelbagai pengajaran mengenai akhlak pembaca.
Tetapi pengarang juga secara luas bergantung pada pengajaran Injil, sehingga suratnya jelas bukan sebuah karangan Yahudi, sebagaimana dikatakan oleh sementara ahli. Sebaliknya dalam Yak orang terus menemukan pikiran dan ungkapan sebagaimana disukai Yesus sendiri. Tetapi dalam hal inipun pengarang tidak langsung mengutip tradisi tertulis. Sebaliknya ia terutama memanfaatkan tradisi lisan. Pendek kata: pengarang Yak ialah seorang berhikmat Kristen keturunan Yahudi yang secara baru memikirkan kembali pepatah-pepatah dari hikmat Yahudi berdasarkan penyempurnaan yang diberikan Yesus kepada hikmat Yahudi itu.
Karangan Yak ini kurang sesuai dengan gaya bahasa yang lazim dalam surat-surat. Sebaliknya karangan itu lebih-lebih berupa khotbah, sebuah contoh pengajaran yang lazim pada jemaat-jemaat Kristen keturunan Yahudi di zaman itu. Disajikan sederetan ajakan praktis yang secara agak bebas dan lepas susul-menyusul; kadang-kadang pepatah-pepatah itu dikelompokkan berdasarkan pokok sama yang diuraikan; kadang-kadang juga dikelompokkan hanya berdasarkan kata yang sama yang terdapat dalam beberapa pepatah. Ada nasihat-nasihat mengenai kelakuan orang di tengah percobaan, 1:1-12; 5:7-11, mengenai asal-usul percobaan godaan, 1:13-18, tentang pengekangan lidah, 1:26; 3:1-12, tentang pentingnya hikmat, saling mengerti dan belas-kasihan, 2:8, 13; 3:13-4:2; 4:11 dst, dan mengenai kekuatan dosa, 1:5-8; 4:2 dst; 5:13-18, dll. Adapun sakramen pengurapan orang sakit ia dapat disimpulkan dari 5:14 dst (Konsili Trente).
Adapun dua pokok utama yang sangat menonjol dalam paranese yang disajikan Yak. Yang satu memuji orang miskin dan dengan keras menegur orang kaya, 1:9-11; 1:27 -2:9; 4:13-5:6; perhatian untuk orang miskin yang diutamakan oleh Allah berurat-berakar dalam suatu tradisi alkitabiah dan terutama dalam Ucapan bahagia dari Injil, Mat 5:3+. Pokok yang lain menekankan pengalaman iman, sedang memberi peringatan tentang iman yang tidak berbuah, 1:22-27; 2:10-26. Mengenai pokok terakhir ini bahkan ada sebuah diskusi yang berupa polemik, 2:14-26. Banyak ahli beranggapan bahwa polemik itu terarah kepada Paulus. Memang harus diakui bahwa ada hubungan cukup jelas antara Yak dan Gal-Rom, terutama dalam penafsiran yang berbeda sekali atas nas Kitab Suci yang sama tentang Abraham. Dan tentu saja mungkin bahwa Yakobus mau menentang bukanlah kiranya Paulus sendiri tetapi sementara orang Kristen yang dari ajaran Paulus mengambil kesimpulan yang membahayakan.
Namun demikian dua hal perlu dipertahankan. Yang pertama ialah: di belakang pertentangan pada permukaan yang disebabkan oleh keadaan yang berbeda, Paulus dan Yakobus dalam hal pokok sependapat, bdk 2:14+. Yang kedua ialah: masalah "iman dan amal" yang secara wajar ditimbulkan oleh agama Yahudi mungkin sekali suatu pokok diskusi yang tradisionil. Paulus dan Yakobus masing-masing dengan caranya sendiri kiranya membahas masalah yang sama dengan tidak bergantung satu sama lain.
Yudas, yang menyebut dirinya "saudara Yakobus", ay 1, haruslah seorang "saudara Tuhan" juga Mat 13:55 dsj. Tidak ada alasan menyamakan Yudas ini dengan rasul yang mempunyai nama yang sama, Luk 6:16; Kis 1:13; bdk Yoh 14:22. Sebab Yudas pengarang surat membedakan dirinya dengan para rasul, ay 17. Tetapi tidak ada alasan juga menyangka bahwa Yudas hanya nama samaran. Hal semacam itu sukar dimengerti bahwa Yudas adalah seorang tokoh yang sama sekali tidak menyolok.
Surat Yud ini sejak th. 200 diterima oleh kebanyakan jemaat Kristen sebagai Kitab Suci. Dahulu memang ada orang yang meragukan surat ini karena mengutip buku-buku apokrip (Henokh, ay 7, 14 dst; Pengangkatan Musa ke sorga, ay 9). Tetapi kutipan semacam itu tak perlu mengkhawatirkan orang, sebab sekali-kali tidak berarti berarti bahwa pengarang berpendapat bahwa buku-buku yang di zaman itu laku sekali di kalangan Yahudi benar-benar Kitab Suci.
Maksud tujuan Yud tidak lain kecuali membuka kedok pengajar-pengajar palsu yang membahayakan kepercayaan Kristen. Ia mengancamkan kepada mereka hubungan ialah yang sama dengan hukuman yang dalam tradisi Yahudi menimpa orang fasik, ay 5-7. Apa yang dikatakan Yud tentang pengajar-pengajar itu kiranya juga terpengaruh oleh cerita-cerita tentang zaman dahulu, ay 11. Pada umumnya keterangan Yud tentang pengajar-pengajar palsu itu agak kabur, sehingga tidak dapat dibuktikan bahwa mereka menganut "gnosis" dari abad II. Kefasikan dan kemerosotan akhlak yang dituduhkan kepada mereka oleh Yud, terutama bahwa mereka menghujat Tuhan Kristus dan malaikat-malaikat, ay 4,8-10, mungkin muncul di kalangan Kristen sendiri dalam abad I terpengaruh oleh aliran-aliran yang mencampur-adukkan agama Kristen, agama Yahudi dan paham kafir, sebagaimana ditentang oleh Kol, surat- surat pastoral dan Why. Tetapi ada beberapa keterangan dalam surat Yudas yang menyarankan bahwa ditulis pada akhir abad I. Pewartaan Injil oleh para rasul dikatakan terjadi "dahulu", ay 17. Iman dipikirkan sebagai suatu ajaran yang disampaikan sekali untuk selama-lamanya, ay 3. Rupanya surat-surat Paulus dipakai oleh pengarang. Memanglah surat kedua Petrus menggunakan Yud, tetapi nanti akan dikatakan bahwa 2Ptr mungkin ditulis sesudah Petrus meninggal dunia. Maka boleh dikatakan bahwa Yud ditulis pada akhir zaman para rasul.
Ada dua surat katolik yang dari sendiri menyatakan bahwa ditulis oleh Petrus. Surat pertama yang dalam alamatnya memuat nama ketua rasul, 1:1, sejak awal mula diterima oleh Gereja tanpa keraguan atau pertentangan. Surat ini barangkali sudah digunakan oleh Klemens dari Roma dan pasti dipakai oleh Polikarpus. Sejak Ireneus, dengan tandas dikatakan bahwa surat itu karangan rasul Petrus. Petrus menulis surat ini di Roma (Babilon, 5:13). Di sana Petrus ada bersama Markus yang disebutnya sebagai "anaknya". Meskipun kita tidak tahu banyak tentang akhir hidup Petrus, namun sebuah tradisi yang cukup dipercaya mengatakan bahwa Petrus datang ke ibu kota, lalu mengalami kemartiran selama pemerintahan Kaisar Nero (th. 64 atau 67). Surat Ptr ini dialamatkan kepada orang-orang Kristen "di perantauan", 1:1 (terj: yang tersebar) dengan menyebut nama lima propinsi yang pada pokoknya merangkum seluruh Asia-Kecil. Apa yang dikatakan tentang hidup mereka dahulu, 1:14, 18; 2:9 dst; 4:3, menyarankan bahwa mereka dahulu kafir, meskipun tetap mungkin bahwa juga ada orang Kristen keturunan Yahudi di kalangan mereka. Itulah sebabnya maka Petrus menulis suratnya dalam bahasa Yunani. Bahasa Yunaninya adalah sederhana tetapi tepat dan halus, sehingga nampak terlalu bermutu untuk dapat dipakai oleh seorang nelayan asal Galilea, tetapi kali ini kita mengenal nama murid-juru-tulis yang kiranya menolong darlam mengarang surat itu. Namanya ialah Silwanus, 5:12, yang umumnya disamakan dengan rekan Paulus yang bernama Silas, Kis 15:22+.
Maksud tujuan surat ini ialah mempertahankan iman pada mereka yang dituju dan dilanda banyak percobaan. Ada orang yang berpendapat bahwa apa yang dimaksudkan dengan pencobaan itu ialah penganiayaan dari pihak pemerintah, misalnya dari fihak Kaisar Domitianus atau bahkan Kaisar Trayanus. Kalau demikian maka surat itu ditulis setelah Petrus meninggal. Tetapi apa yang dikatakan surat itu sekali-kali tidak menyarankan bahwa ada penganiayaan dari pihak pemerintah, apa lagi dari pihak Dominitianus atau Trayanus. Apa yang dimaksudkan tidak lain kecuali gangguan-gangguan dari pihak lingkungan orang-orang Kristen itu, fitnah dan penghinaan dari pihak mereka yang merasa tersinggung oleh karena orang Kristen tidak mau ikut dalam adat istiadat dan kebejatan akhlak mereka, 2:12; 3:16; 4:4,12-16.
Terhadap keaslian 1Ptr (sebagai karangan Petrus) masih diketengahkan kesulitan lain. Kesulitan itu ialah: Rupanya 1 Ptr banyak menggunakan karangan-karangan Perjanjian Baru lain, khususnya Yak, Rom dan Efesus, sedangkan anehnya Injil hanya sedikit dipakai. Namun demikian 1Ptr sering meski secara halus meskipun menyinggung Injil. Seandainya Injil dengan lebih jelas dikutip kiranya orang berkata bahwa pengarang berbuat demikian justru dengan maksud supaya suratnya diangggap sebagai karangan Petrus. Adapun hubungan 1Ptr dengan Yak dan Paulus jangan dibesar-besarkan. Tidak ada satupun pokok utama dari surat-surat Paulus (ciri sementara hukum Taurat, Tubuh Kristus, dll) yang tampil dalam 1Ptr. Banyak pokok yang dikatakan berasal dari Paulus oleh karena terutama dibahas dalam surat-surat Paulus kiranya tidak lain dari pokok-pokok yang banyak dibahas dalam teologi Gereja Purba pada umumnya (kematian Kristus sebagai penebusan, iman dan baptisan, dll). Makin banyak ahli menerima bahwa di zaman itu ada rumusan- rumusan tertentu dalam pengajaran agama dan kumpulan-kumpulan ayat-ayat Kitab Suci dan semuanya itu mungkin dipakai oleh macam-macam karangan tanpa tergantung satu sama lain. Namun demikian ada beberapa bagian dalam 1Ptr yang dijiwai oleh Rom dan Ef. Tetapi hal itu dapat diterima walaupun tidak perlu menolak 1Ptr sebagai karangan Petrus: Petrus tidak mempunyai keunggulan di bidang teologi seperti Paulus; maka ia dapat menimba dari karangan-karangan Paulus, terutama kalau berbicara kepada kalangan orang Kristen yang meresapkan ajaran Paulus ke dalam hati. Jangan dilupakan pula bahwa juru tulis Petrus yaitu Silwanus, adalah murid Paulus juga. Perlu masih dicatat pula bahwa di samping kedekatan dengan Paulus, ada juga sementara ahli yang menemukan kesamaan antara 1Ptr dan karangan-karangan lain yang berasal dari lingkungan Petrus, yaitu injil kedua dan wejangan-wejangan Petrus yang termaktub dalam Kis.
Surat Petrus ini tentu saja mendahului kematiannya dalam th. 64 dan 67. Namun ada kemungkinan juga bahwa menurut petunjuk-petunjuk Petrus Silwanus menulis surat ini setelah Petrus meninggal dunia, lalu mengumumkannya dibawah kewibawaan Petrus. Dugaan semacam ini terutama masuk akal seandainya benar bahwa surat ini sebenarnya terdiri atas beberapa kepingan, antara lain sebuah homili yang diucapkan dalam rangka upacara baptisan. Tetapi ini hanya dugaan belaka yang tak mungkin dibuktikan.
Meskipun 1Ptr terutama berisikan nasihat-nasihat praktis, namun ajaran yang termaktub di dalamnya bermutu tinggi. Terdapat di dalamnya sebuah ikhtisar bagus dari teologi Kristen di zaman itu dan ikhtisar itu mengharukan hati justru dalam kesederhanaannya. Sebuah gagasan pokok ialah: dengan berani dan sabar orang Kristen mesti menanggung percobaan sesuai dengan teladan Kristus sendiri, 2:21- 25; 3:18; 4:1, sama seperti Kristus orang Kristen harus menderita dengan berkanjang dan merasa gembira kalau sengsaranya yang disebabkan iman dan kelakuannya yang suci, 2:19 dst; 3:14; 4:12-19; 5:9, mereka harus menentang yang jahat dengan kasih sambil mentaati pemerintah sipil, 2:13-17, dan dengan lembut dan rendah hati terhadap sekalian orang, 3:8-17; 4:7-11, 19. Ada bagian sulit dalam surat ini yang diartikan dengan berbagai cara, yakni 3:19 dst; bdk 4:6. Pemberitaan (Injil) oleh Kristus sementara ahli mengartikannya sebagai pemberitaan keselamatan atau hukuman, sedangkan "roh-roh" yang di dalam penjara, diartikan entah sebagai orang fasik yang mati di waktu air bah, entah sebagai malaikat-malaikat yang menurut tradisi alkitabiah dan apokaliptik berdosa. Tetapi bagaimanapun juga tindakan Tuhan itu ditempatkan di saat wafatNya. Dan karena itu nas menjadi dasar utama bagi ajaran tentang turunnya Kristus ke dunia orang mati (penantian kurang tepat).
Tidak dapat diragukan bahwa juga surat kedua memperkenalkan diri sebagai karangan Petrus. Rasul tidak hanya menyebut namanya dalam alamat surat, 1:1, tetapi iapun menyinggung nubuat Yesus tentang kematian Petrus, 1:14; ia mengatakan bahwa menyaksikan Yesus waktu dimuliakan di gunung, 1:16-18. Akhirnya masih menyinggung salah satu suratnya dahulu dan surat itu kiranya tidak lain kecuali 1Ptr.
Kalau untuk kedua kalinya menulis surat bagi orang yang sama, maka maksudnya rangkap dua: memperingatkan mereka terhadap pengajar-pengajar palsu, 2, dan meredakan kegelisahan mereka yang disebabkan ditundanya Parusia Tuhan, 3. Tentu saja mungkin saja bahwa pengajar-pengajar palsu semacam itu dan juga kegelisahan itu muncul di bagian terakhir hidup Petrus. Tetapi ada pertimbangan lain yang membuat orang ragu-ragu tentang keaslian 2Ptr dan menyarankan bahwa surat itu ditulis di zaman lain. Bahasa 2Ptr sangat berbeda dengan bahasa 1Ptr. Bab 2 seluruhnya hanya dengan bebas (meskipun jelas) mengulang surat Yudas. Rupanya sudah ada sebuah kumpulan surat-surat Paulus 3:15 dst. Kelompok para rasul ditempatkan di tingkat sama dengan kelompok para rasul, 3:2. Pertimbangan- pertimbangan itu membenarkan keraguan yang sejak awal mula ada mengenai 2Ptr. Dengan pasti surat ini baru dimulai dipakai oleh Gereja dalam abad III, dan waktu itu masih ada orang yang blak-blakan menolaknya, seperti dikatakan oleh Origenes, Eusebius dan Hieronimus. Pada giliriannya banyak ahli dewasa ini tidak mau menerima bahwa 2Ptr adalah karangan Petrus, dan kiranya mereka benar juga. Tetapi kalau seorang murid kemudian menggunakan kewibawaan Petrus, maka ia barangkali berhak berbuat demikian. Boleh jadi pengarang termasuk kalangan orang Kristen yang bergantung pada Petrus, atau ia mungkin menggunakan salah satu karangan dari tangan Petrus, yang disadur dan dilengkapi dengan pertolongan Yud. Kalau demikian pengarang tidak "menipu" sebab di zaman dahulu orang mempunyai pandangan lain dan kita mengenai "hak pengarang" dan boleh tidaknya menggunakan nama orang lain.
Bagi kepercayaan kita juga cukup kalau surat ini oleh Gereja umum diterima sebagai sebagian dari Kitab Suci dan karenanya menyampaikan warisan dari zaman para rasul. Maka ajaran 2Ptr terjamin kebenarannya. Dari ajaran itu boleh disebutkan: panggilan orang Kristen untuk mengambil bagian dalam kodrat ilahi, 1:4; ajaran mengenai Kitab Suci yang diinspirasikan, 1:20 dst; keyakinan mengenai Parusia Tuhan yang akan datang meskipun saatnya ditunda; Parusia itu akan terjadi setelah dunia musnah oleh api, dan dunia baru dijadikan di mana terdapat kebenaran, 3:3-13.
Kegiatan surat Yohanes dibahas dalam pengantar Injil keempat.
Ende: Yakobus (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT KATOLIK
KATA PENGANTAR UMUM
Surat-surat jang bukan surat St. Paulus, jang terdapat dalam Kitab Kudus,
disebut surat-surat katolik atau Sur...
SURAT-SURAT KATOLIK
KATA PENGANTAR UMUM
Surat-surat jang bukan surat St. Paulus, jang terdapat dalam Kitab Kudus, disebut surat-surat katolik atau Surat-surat "Umum".
Surat-surat itu ada tudjuh buah, dan diberi nama atas tjara lain daripada seperti surat-surat Paulus, jakni diberi nama menurut penulis-penulisnja. Kepada surat-surat ini diberi nama "Umum" atau katolik, karena mereka tidak ditudjukan kepada suatu golongan umat atau orang tertentu, melainkan untuk seluruh kekristenan umumnja, atau sekurang-kurangnja untuk kalangan pembatja jang lebih luas.
Selandjutnja disebut umum djuga karena bahan-bahan isi surat ini bersifat lebih umum dalam arti bahwa mereka tidak didasarkan kepada soal-soal konkrit tertentu sebagai surat-surat St. Paulus.
Surat dalam arti sebagai jang diberikan kepada surat-surat St. Paulus hanja dapat dikenakan kepada surat II dan III Joanes, dan masih bisa djuga dikenakan kepada surat I St. Petrus.
Jakobus masih sedikit mempunjai tjiri-tjiri surat jakni pada alamatnja. Surat I St. Joanes sama sekali tidak. Surat II Petrus dan Judas malahan berachir dengan suatu doxologi, ganti suatu tjapan selamat kepada orang jang ditudjui. Sebenarnja bukan surat, sebagaimana Jakobus dan I Joanes djuga, melainkan chotbah atau himpunan nasihat-nasihat.
SURAT KEGEMBALAAN RASUL SANTU JAKOBUS
KATA PENGANTAR
Dalam kata pengantar suratnja, penulis menjebut dirinja "Jakobus, abdi Allah dan abdi Tuhan Jesus Kristus" (l,l).
Walaupun ia tidak mempergunakan titel "rasul", akan tetapi ia sadar akan posisinja jang berwenang dalam Geredja, sebab suratnja ditudjukan kepada ke-12 suku jang tersebar diperasingan.
Dalam Perdjandjian Baru diketemukan hanja 2 rasul jang memakai nama Jakobus. Jang satu ialah Jakobus, putera Zebedeus dan saudara Joanes rasul. Rasul Jakobus ini telah menemui adjalnja antara tahun 42 dan 44 dibunuh oleh Herodes Agripa 1 ( Kis. Ras. 12:2). Dia bergelar "Jakobus agung". Tetapi Jakobus itu tak dapat disamakan dengan penulis surat ini, karena isi surat irn menerangkan bahwa penulis surat ini berlangsung lebih kemudian jakni ketika Geredja Kristus telah lebih luas disebarkan.
Dalam Perdjandjian Baru djuga disebut-sebut rasul lain jang memakai nama
Jakobus. Dialah Jakobus putera Alpheus (Mt. 10:3; Mk. 3:18; Lk. 6:15; Kis. Ras.
1:3), saudara Judas (Lk. 6:15; Kis. Ras. 1:13), dan bergelar "Jakobus Muda",
putera Maria dan saudara Josep (Mk. 15:40). Mungkin sekali inilah Jakobus, jang
dikatakan saudara Tuhan Jesus (Gal. 1:19), satu dari tiang-tiang Geredja (
1) Indjil-indjil dari keempat pengarang, menjebut 4 orang sebagai saudara Tuhan kita ialah Jakobus, Josep, Simon dan Judas (Mt. 13:55; Mk. 6:3). Tiga daripadanja jakni Jakobus, Simon dan Judas hendaklah disamakan dengan rasul- rasul: Jakobus, Simon dan Judas (Lk. 6:15; Lk. 6:16; Kis. Ras. 1:13; Judas 5:1 dimana Judas dipanggil saudara Jakobus). Saudara mereka jang keempat (Josep) sungguhpun tidak mendjadi rasul Tuhan, namun dikenal sebagai saudara Jakobus dan Salome serta putera Maria (Mk. 15:40). Maria ini pernah disebut ibu dari anak- anak jang disebut tadi, baik dalam Indjil maupun dalam tradisi. Maria ini atau ibu dari keempat saudara Tuhan Jesus itu adalah saudara dan ipar Santa Perawan Maria, isteri Kleopas (Jo.19:25). Kleopas ini menurut Hegesippus adalah saudara St. Josep.
Djadi rasul Jakobus adalah saudara sepupu Tuhan kita, dan menurut kebiasaan bangsa Semitis disebut sadja saudara Tuhan Jesus (Gal. 1:9).
2) Bahwa Jakobus rasul adalah pribadi jang sama dengan Jakobus saudara Tuhan Jesus dibuktikan oleh kedjadian dalam Geredja di Jerusalem. Ketika itu hanja ada dua rasul jang bernama Jakobus. St. Lukas menjebutkan kedua nama itu didalam daftar para rasul. (Kis. Ras. 1:13); dan setjara pasti menundjukkan kematian rasul Jakobus dengan nama keluarganja Jakobus saudara Joanes (Kis. Ras. 12:2). Dan sesudah itu St. Lukas setjara sederhana menjebutkan rasul Jakobus jang lain tanpa suatu keistimewaan lebih landjut.
3) Tradisi Geredja purba djuga menegaskan atau menguatkan kesamaan ini. Klemeris dari Aleksandria hanja membedakan dua orang rasul jang bernama Jakobus. Origenes menjatakan bahwa surat ini ditulis oleh seorang rasul jang bernama Jakobus, tetapi bukan Jakobus saudara Joanes, putera Zebedeus (Jo. 15:15). Kebanjakan Bapak-Bapak Geredja dari Barat dan Timur jang setia kepada Tradisi ini tidak membedakan Jakobus rasul dan Jakobus saudara Tuhan kita, penulis surat ini. Indjil tidak mentjeriterakan sesuatu tentang Jakobus muda, selain daripada bahwa dia anggota Kolese para rasul dan bahwa dia berkeluarga dengan Tuhan kita. Dia mendapat kurnia istimewa jakni bahwa Kristus menampakkan Diri kepadanja sesudah kebangkitannja (I Kor. 15:7). Sesudah kematian Jakobus, putera Zebedeus, ia mendapat kedudukan jang tetap di Jerusalem (Kis. Ras. 12:17). Para rasul mempertjajakan kepadanja keuskupan Jerusalem (GaL 1:19).
Santu Paulus mentjeriterakan bahwa rasul Jakobus, bersama Santu Petrus dan Joanes, dianggap sebagai tiang-tiang Geredja (Gal. 2:9). Pada konsili Jerusalem Jakobus ini memberikan beberapa petundjuk kepada keputusan jang diambil St.Petrus. Dan ia menuntut beberapa peraturan jang harus diambil untuk memudahkan perhubungan dengan orang-orang kafir jang bertobat (Kis. Ras. 15:11- 17). Bersama umat kristen Jahudi di Jerusalem, ia terus melaksanakan perintah undang-undang Moses (Kis. Ras. 21:18).
Jakobus dihormati oleh segala lapisan masjarakat Jerusalem dan digelarkan "orang sutji/saleh" karena kesalehannja jang luar biasa besarnja, demikian Hegesippus (Eitsebius: Hist. Ecel. II, 1,3: II,23,4). Kira-kira tahun 62 ia meninggal sebagai martir karena imannja, dan dibuang dari satu sajap kenisah (Eusebius: Hist. Eccl. 11, 23).
Suratnja
Surat ini dialamatkan kepada "ke-12 suku jang tersebar diperasingan". "Ke-12 "suku" menundjuk kepada segenap bangsa Jahudi (Kis. Ras. 26,7) dan "jang tersebar diperasingan" menundjuk kepada bangsa Jahudi jang berada diluar Palestina (Jo. 7:35).
Dari isi surat ternjata bahwa surat ini dialamatkan djuga kepada bangsa Jahudi kristen jang berada diluar Palestina (1:1,18; 2:1; 5:7,14) dan mereka jang ada hubungan dengan Perdiandjian Lama dan kaum Jahudi (2:8).
Alasan mengapa surat ini ditulis, dapat ditarik dari isi surat sendiri. Pada satu pihak, mungkin karena umat beriman sudah kendur dalam melaksanakan kewadjiban-kewadjibannja sebagai orang kristen sesuai dengan adjaran imannja (2:14). Misalnja dalam tjinta-kasih (1:27), berbelas-kasihan (2:13), pengekangan diri (3,1 dst), kesederhanaan (4:1-5), kerendahan-hati (4:6-10) dan keadilan (5:1-6).
Pada pihak lain, sebab mereka telah menanggung penganiajaan karena imannja
(1,1,12; 2,6) dan menanggung penindasan terutama oleh orang-orang kaja (
Pada tempat pertama surat ini bertudjuan susila berupa suatu adjakan kepada praktek kehidupan kristen. Rasul Jakobus ingin memberanikan umat kristen dalam menghadapi bermatjam-matjam pertjobaan (1:2). Dan hendak membantu mereka dalam mempraktekkan kebadjikan-kebadjikan kristen.
Disamping itu surat ini bernilai dogma. Dia membitjarakan praktek iman (jakni iman dan perbuatan 2:14-26) dan menundjuk kepada Sakramen minjak sutji (5-14).
Bilamana surat ini disusun belum pasti diketahui. Ada beberapa sardjana berpendapat bahwa surat ini telah dituliskan sebelum Konsili Jerusalem (tahun 50 ses. Kr.). Tetapi rupanja lebih pasti bahwa penulis telah diperkenalkan dengan surat St. Paulus kepada umat beriman di Roma jang ditulis dalam tahun 58 ses. Kr. Karena St. Jakobus meninggal sebagai martir dalam tahun 62 ses. Kr. maka mungkin surat ini ditulis antara tahun 58 dan 62.
Wycliffe: Yakobus (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN YAKOBUS
Kepenulisan. Tulisan pada bagian atas surat ini menunjukkan bahwa penulisnya adalah Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus....
PENDAHULUAN YAKOBUS
Kepenulisan. Tulisan pada bagian atas surat ini menunjukkan bahwa penulisnya adalah Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus. Namun siapakah Yakobus ini? Di antara sejumlah orang yang memiliki nama ini di dalam Perjanjian Baru, hanya dua orang yang telah dikemukakan sebagai penulis surat ini - Yakobus anak Zebedeus dan Yakobus saudara Tuhan kita. Yang pertama merupakan calon yang kurang meyakinkan. Dia mati sebagai martir tahun 44 M, dan tidak ada bukti bahwa dia pernah menduduki jabatan sebagai pemimpin gereja yang memungkinkan dia menulis sebuah surat umum. Sekalipun Isidore dari Sevila dan Dante berpikir bahwa dialah yang menulis surat ini, pandangan ini tidak diterima secara luas di kalangan gereja sepanjang zaman. Pandangan tradisional menyebutkan bahwa Yakobus, saudara Tuhan adalah penulis surat ini. Kemiripan bahasa yang dipakai di dalam surat ini dengan pidato Yakobus pada Kisah Para Rasul 15, pengaruh tradisi Yahudi yang kuat, dan konsistensi isi surat ini dengan catatan-catatan sejarah di dalam Perjanjian Baru mengenai Yakobus, saudara Tuhan kita, semuanya mendukung pandangan tradisional mengenai kepenulisan surat ini.
Tanggal dan Tempat Penulisan. Terdapat berbagai pandangan yang sangat beragam mengenai saat surat ini ditulis. Mereka yang menerima pandangan tradisional mengenai penulis surat ini pada umumnya beranggapan tanggal penulisannya adalah pada pertengahan tahun empat puluhan atau awal tahun enam puluhan (sesaat sebelum kematiannya). Tahun 150 M pernah diajukan oleh mereka yang menganut teori kepenulisan pseudonim atau teori "Yakobus yang tidak dikenal."
Walaupun kita tidak bisa tegas mengenai saat penulisan surat ini, sejumlah faktor menunjuk pada sebuah tanggal yang agak dini. Kondisi sosial yang tampak di dalam surat ini, khususnya jurang yang dalam di antara yang kaya dengan yang miskin, menunjukkan tanggal sebelum Yerusalem dihancurkan. Eskatologi surat ini juga menunjuk ke sebuah tanggal yang dini. Tingkat intensitas penantian kedatangan kembali Tuhan sama dengan yang terdapat dalam I dan II Tesalonika. Tidak ada petunjuk tentang adanya anggapan bahwa kedatangan kembali itu tertunda sebagaimana yang dapat kita jumpai pada kitab-kitab Perjanjian baru yang kemudian: dan di dalam surat ini juga tidak terdapat berbagai penglihatan apokaliptik atau perkembangan sejenis sebagaimana dijumpai di dalam sastra apokaliptik. Para pembaca surat Yakobus hidup dengan penantian yang aktif akan kedatangan kembali Kristus yang sudah dekat. Di dalam tulisan Kristen abad kedua tidak ada kemiripan sama sekali dengan ajaran eskatologis yang sederhana dan kuat dari surat ini.
Nas yang paling penting untuk menentukan tanggal penulisan surat ini ialah nas terkenal mengenai iman dan perbuatan (2:14-26). Untuk memahami surat ayat ini, pembaca harus mengenal beberapa rumusan tertentu Paulus; sekalipun demikian sukar untuk beranggapan bahwa penulis 2:14-26 sedang menolak ajaran Paulus. Ini akan berarti adanya suatu salah pengertian yang hampir tidak terbayangkan tentang doktrin pembenaran oleh iman yang dikemukakan oleh Paulus. Nas ini paling bagus kalau dijelaskan sebagai dibuat karena suatu salah pengertian mengenai doktrin Paulus tersebut, bukan pada pihak penulis surat, tetapi pada pihak pembacanya. Salah pengertian semacam ini besar kemungkinan terjadi pada permulaan pelayanan Pemberitaan Injil di muka umum oleh Paulus. Menurut Kitab Kisah Para Rasul, Paulus pertama kali memberitakan Injil di Antiokhia (11:26). Pelayanan selama setahun ini berlangsung sebelum kunjungan ke Yerusalem pada saat bencana kelaparan sekitar tahun 46 (bdg. Kis. 11:27-29; Gal. 2:1-10) dan penganiayaan oleh Herodes tahun 44. Sudah berapa larva salah pengertian dan salah penerapan atas doktrin Paulus berlangsung sebelum diketahui oleh Yakobus kita tidak tahu. Mengingat kenyataan bahwa orang-orang Yahudi, baik Kristen maupun non-Kristen, dari seluruh wilayah Mediterania, secara tetap keluar masuk Yerusalem, barangkali hal itu berlangsung tidak lama. Suatu tanggal untuk penulisan surat ini, selama atau segera sesudah penganiayaan oleh Herodes, merupakan tanggal yang paling cocok dengan semua fakta yang diketahui.
Sekalipun sejumlah gagasan yang menentang kadang-kadang telah dikemukakan. hampir tidak diragukan lagi bahwa Yakobus menulis surat ini dari Palestina. Terutama dengan corak lokal yang ditunjukkan. sang penulis mengindikasikan bahwa ia adalah seorang Palestina (bdg. 1:10, 11; 3:11, 12; 5:7).
Penerima Surat Ini. Satu-satunya petunjuk langsung yang mungkin menunjukkan penerima asli surat ini dijumpai di bagian atas surat: Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan. Secara tradisional frasa kedua belas suku ini dipergunakan untuk menunjukkan bangsa Israel secara keseluruhan (lihat di berbagai kitab non-kanonik). Namun karena bangsa itu, betapapun tersebarnya pada masa Diaspora, tidak mungkin dianggap semuanya berada di luar wilayah Palestina tampaknya yang terbaik adalah memahami frasa ini hanya bersifat simbolik. Yakobus sedang menulis kepada gereja secara keseluruhan yang dianggap sebagai Israel Baru (bdg. Gal. 3:7-9; 6:16; Flp. 3:3), yang tersebar di dunia yang asing dan keras (bdg. I Ptr. 1:17, 2:11; Flp. 3:20; Gal. 4:26; Ibr. 12:22; 13:14). Sekalipun demikian, terdapat banyak petunjuk di dalam surat ini yang menunjukkan bahwa surat ini terutama dialamatkan kepada orang-orang Kristen Yahudi. Ini bila merupakan petunjuk selanjutnya mengenai tanggal penulisan yang agak dini, sebab satu-satunya saat di dalam sejarah gereja di mana orang dapat berbicara kepada seluruh gereja dengan arti kepada orang Yahudi semata adalah sebelum misi pemberitaan Injil Paulus kepada orang bukan Yahudi yang pertama pada tahun 47.
Isi. Surat Yakobus merupakan sebuah permohonan akan wujud kekristenan yang vital. Herder menangkap maksud utama surat ini ketika menulis, "Betapa luhurnya orang yang berbicara di dalam surat ini! Kesabaran mendalam yang terus-menerus dalam penderitaan! Pegangan dalam kemiskinan! Sukacita di tengah kesusahan! Kesederhanaan, kesungguhan, keyakinan langsung di dalam doa! Betapa ia menginginkan perbuatan! Perbuatan, bukan kata-kata ... bukan iman yang mati" (dikutip F. W. Farrar di dalam The Early Days of Christianity, hlm. 324).
Dengan gaya Sastra Hikmat yang sesungguhnya, Yakobus membahas berbagai pokok. Paragraf-paragrafnya yang pendek, telah diumpamakan sebagai seuntai kalung mutiara - masing-masing paragraf merupakan suatu kesatuan tersendiri. Memang ada beberapa peralihan logis, namun sebagian besar peralihan bersifat tidak terduga atau sama sekali tidak berkaitan. Kenyataan ini membuat perumusan sebuah garis besar nyaris mustahil. Sekalipun demikian, yang dapat dibuat adalah sebuah daftar pokok bahasan sesuai dengan urutan pembahasannya.
Wycliffe: Yakobus (Garis Besar) GARIS BESAR YAKOBUS
I. Salam (1:1)
II. Aneka Pencobaan (1:2-8)
III. Kemiskinan dan Kekayaan (1:9-11)
IV. Pencobaan dan Godaan (1:12-...
GARIS BESAR YAKOBUS
- I. Salam (1:1)
- II. Aneka Pencobaan (1:2-8)
- III. Kemiskinan dan Kekayaan (1:9-11)
- IV. Pencobaan dan Godaan (1:12-18)
- V. Penerimaan Firman (1:19-25)
- VI. Agama Sejati (1:26, 27)
- VII. Perbedaan Sosial dan "Hukum Kerajaan" (2:1-13)
- VIII. Iman dan Perbuatan (2:14-26)
- IX. Lidah (3:1-12)
- X. Dua Macam Hikmat (3:13-18)
- XI. Dunia dan Allah (4:1-10)
- XII. Menghakimi (4:11, 12)
- XIII. Percaya Diri yang Berdosa (4:13-17)
- XIV. Hukuman bagi Orang Kaya yang Tidak Bermoral (5:1-6)
- XV. Bersabar Sampai Kedatangan Kembali Kristus (5:7-11)
- XVI. Sumpah (5:12)
- XVII. Doa (5:13-18)
- XVIII. Membawa Balik Saudara Seiman yang Berdosa (5:19, 20)
BIS: Yakobus (Pendahuluan Kitab) SURAT YAKOBUS
PENGANTAR
Surat Yakobus ditujukan kepada "semua umat Allah yang tersebar di seluruh
dunia". Dengan memakai berbagai peribahasa, Yakobu
SURAT YAKOBUS
PENGANTAR
Surat Yakobus ditujukan kepada "semua umat Allah yang tersebar di seluruh dunia". Dengan memakai berbagai peribahasa, Yakobus memberikan di dalam suratnya ini sejumlah petunjuk dan nasihat yang praktis untuk orang Kristen mengenai kelakuan dan perbuatan Kristen. Dari pandangan Kristen ia menguraikan berbagai pokok seperti misalnya kekayaan dan kemiskinan, godaan, kelakuan yang baik, prasangka, iman dan perbuatan, ucapan-ucapan mulut, kebijaksanaan, pertengkaran, keangkuhan dan kerendahan hati, hal menyalahkan orang lain, membual, kesabaran, dan doa.
Surat ini menekankan bahwa dalam menjalankan agama Kristen, iman harus disertai perbuatan.
Isi
- Pendahuluan
Yak 1:1 - Iman dan kebijaksanaan
Yak 1:2-8 - Kemiskinan dan kekayaan
Yak 1:9-11 - Cobaan dan godaan
Yak 1:12-18 - Mendengar dan berbuat
Yak 1:19-27 - Peringatan supaya tidak membeda-bedakan orang
Yak 2:1-13 - Iman dan perbuatan
Yak 2:14-26 - Orang Kristen dan ucapan-ucapan mulutnya
Yak 3:1-18 - Orang Kristen dan dunia
Yak 4:1-5:6 - Berbagai-bagai petunjuk
Yak 5:7-20
Ajaran: Yakobus (Pendahuluan Kitab)
Tujuan
Supaya orang-orang Kristen mengerti isi Kitab Yakobus dan melakukannya dalam
kehidupan mereka sehari-hari.
Pendahuluan
Penulis : Yakobus a
Tujuan
Supaya orang-orang Kristen mengerti isi Kitab Yakobus dan melakukannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Pendahuluan
Penulis : Yakobus adalah seorang pemimpin jemaat di Yerusalem. Ia adalah saudara Tuhan Yesus (Mat 13:55).
Tahun : Surat Yakobus ditulis sekitar tahun 40.
Penerima : Kedua belas suku di Perantauan (Yak 1:1). Mereka sedang mengalami penderitaan dan pencobaan dari dalam kalangan jemaat, maupun dari kalangan orang-orang yang bukan Kristen.
Isi Kitab: Kitab Yakobus terbagi atas 5 pasal. Yakobus ingin memberi nasehat dan penghiburan kepada orang-orang Kristen yang mengalami pencobaan, kesusahan dan penganiayaan karena iman Kristen. Dan juga Yakobus mengajarkan cara yang terbaik untuk menghadapi pencobaan. Amanat dalam Kitab ini adalah bahwa iman Kristen sesungguhnya wajib dinyatakan dalam perbuatan baik (orang Kristen wajib menyatakan imannya melalui perbuatannya).
I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Yakobus
Pasal 1 (Yak 1:1-18).
Pengajaran tentang menghadapi pencobaan dengan iman
Dalam bagian ini dijelaskan bahwa pencobaan dapat menghasilkan hidup yang berkemenangan jika ditanggapi dengan iman.
Pendalaman
Bacalah pasal Yak 1:2-4,5-6,12.
- Mengapakah pencobaan dapat menghasilkan hidup yang berkemenangan? (ayat 2-4,12; Yak 1:2-4,12).
- Dalam menanggapi pencobaan sebagai ujian terhadap iman, apakah yang perlu diminta dari Tuhan Yesus? (ayat 5-6; Yak 1:5-6).
Pasal 1-5 (Yak 1:19-5:6).
Pengajaran tentang jalan terbaik menghadapi cobaan
Dalam bagian ini ada tiga cara terbaik dalam menghadapi cobaan.
- Cepat untuk mendengar (Yak 1:19-2:26).
- Lambat untuk berkata-kata (Yak 1:19; 3:1-18).
- Lambat untuk marah (Yak 1:19; 4:1-5:6).
Pendalaman
- Bacalah pasal Yak 3:1-18. _Tanyakan_: Sebutkan mengapa orang Kristen harus lambat berkata kata.
- Bacalah pasal Yak 4:1-10. _Tanyakan_: Sebutkanlah apa sebab kemarahan itu timbul? Sebutkanlah pula cara penyelesaiannya (ada 10 perintah).
Pasal 5 (Yak 5:7-20).
Pengajaran untuk bersabar karena hakim akan segera datang
Dalam bagian ini ada tiga contoh yang diberikan dalam hal kesabaran.
- Petani yang sabar menanti hasil panennya.
- Nabi-nabi yang tetap bersabar dalam penderitaan.
- Ayub yang sabar, tekun, setia walaupun menderita.
Tuhan Yang Maha penyayang dan penuh belas kasihan, akan datang.
II. Kesimpulan
Dengan mempelajari Kitab Yakobus, seseorang dituntun untuk hidup sebagai orang Kristen yang dewasa dalam kerohanian.
Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab
- Siapakah penulis Kitab Yakobus?
- Apakah pusat pengajaran Kitab Yakobus?
- Mengapakah orang menghadapi pencobaan?
Intisari: Yakobus (Pendahuluan Kitab) Surat tentang kekristenan yang praktisPENULIS DAN TUJUANNYA.1. Penulis. Penulis surat ini hanya disebut Yakobus tanpa penjelasan lebih lanjut (1:1). I
Surat tentang kekristenan yang praktis
PENULIS DAN TUJUANNYA.
1. Penulis. Penulis surat ini hanya disebut Yakobus tanpa penjelasan lebih lanjut (1:1). Ia adalah saudara laki-laki Yesus. Pada masa Yesus ada di dunia, ia seorang yang tidak percaya (Yoh 7:2-5), tetapi ia melihat Yesus sesudah kebangkitan-Nya (1Kor 15:7) dan ia juga hadir pada hari Pentakosta (Kis 1:14). Ia kemudian menjadi pemimpin gereja di Yerusalem (Kis 12:17; 15:13). Ia menjadi sangat dihormati karena pengabdiannya, tetapi ia mati sebagai martir pada tahun 62 M. Perhatikan bahwa ia menyebut dirinya 'hamba' saudaranya.
2. Tujuan penulisan. Yakobus menulis sebagai gembala untuk memberi semangat kepada Kristen (misalnya Yak 5:7) dan juga untuk menegur mereka. Ia menekankan pentingnya iman yang diwujudkan dalam perbuatan praktis.
CIRI-CIRI KHUSUS.
Gaya penulisan Yakobus berbeda dari surat-surat lainnya dalam Perjanjian Baru. Surat itu hanya mengacu kepada Yesus dua kali (Yak 1:1 dan Yak 2:1) dan di luar itu boleh dikatakan berupa sebuat traktat Yahudi. Walaupun demikian, surat ini berisi acuan tidak langsung kepada khotbah di Bukit dan ajaran Yesus lainnya. Penulis juga sering mengacu kepada Perjanjian Lama. Surat ini pendek dan penuh semangat; melihat masalah dengan jelas berdasarkan fakta; beralih dari satu topik ke topik yang lain secara cepat dan penuh dengan ilustrasi-ilustrasi yang nyata.
PEMBACANYA.
Yak 1:1 menceritakan kepada kita bahwa pembacanya adalah' dua belas suku yang tersebar di perantauan' dan Yak 2:2 mengatakan bahwa mereka beribadah di suatu rumah ibadat. Oleh karena itu, hampir dapat dipastikan bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi yang bertobat menjadi Kristen. Memperhatikan apa yang dikatakan Yakobus tentang kekayaan, boleh jadi mereka adalah orang-orang miskin.
WAKTU PENULISAN.
Surat ini pasti ditulis sebelum kematian Yakobus dalam tahun 62 M. dan mungkin ditulis paling awal pada tahun 50 M. Dengan demikian, surat ini merupakan surat yang paling awal dalam Perjanjian Baru.
Pesan
Tiga tema pokok surat Yakobus:
1. Kebapaan Allah.Yakobus mengatakan tentang Allah:
o Ia menjawab doa dengan murah hati. Yak 1:5
o Ia menjanjikan kehidupan bagi Kristen yang dianiaya. Yak 1:12
o Ia tidak pernah mencobai. Yak 1:13
o Ia tidak pernah mengubah sikap-Nya terhadap Kristen. Yak 1:16-18
o Ia memilih yang miskin. Yak 2:5
o Ia membuat manusia serupa dengan Dia. Yak 3:9
o Ia menentang yang congkak. Yak 4:6
o Ia selalu siap dengan kasih karunia-Nya bilamana kita memerlukannya. Yak 4:6, 8
2. Dahsyatnya dosa.
o Dosa berasal dari hawa nafsu manusia. Yak 1:14; 3:6, 16; 4:1-3, 5
o Dosa mulai dari yang kecil, tetapi dengan cepat berkembang. Yak 1:15; 3:5
o Dosa berarti kita sudah menentang Allah dan patut mendapat hukuman-Nya. Yak 2:10-13; 4:12; 5:1
o Dosa harus diperlakukan sesuai dengan sifatnya yang menjijikan. Yak 4:9, 10
o Dosa hanya dapat diampuni oleh kasih karunia Tuhan. Yak 2:13; 4:6; 5:11, 20
3. Perkembangan sikap dan sifat Kristen.
o Dari sekian banyak sarana yang dipakai Allah untuk mengembangkan sifat Kristen, Yakobus berbicara tentang:
- Pencobaan dan penderitaan. Yak 1:2-4
- Firman Allah. Yak 1:21
- Ketaatan yang nyata. Yak 1:22-25
- Penundukan diri dan kerendahan hati. Yak 4:8, 10
o Sifat Kristen digambarkan dalam: Yak 3:13-18; 4:13-17; 5:7-11
o Tingkah laku Kristen digambarkan dalam: Yak 1:26, 27; 2:1-26; 3:1-12; 4:11-12; 5:12-20
Penerapan
1. Bagi semua Kristen.
Pesan Yakobus begitu jelas dan praktis, sehingga banyak yang dapat diterapkan dalam kehidupan Kristen. Pelajarilah seluruh isi surat dan selidikilah sendiri bagaimana setiap topik berhubungan dengan kehidupan Anda.
Tetapi, ada pula beberapa bagIan yang dapat diterapkan Kristen yang sedang berada dalam suatu keadaan tertentu:
2. Bagi Kristen yang berada dalam tekanan.
Renungkanlah apa maksud dari pencobaan yang Anda alami dalam kehidupan Anda. Yak 1:2-4
3. Bagi Kristen yang kaya raya.
Ingatlah bahwa kekayaan materi tidak kekal (Yak 1:9-11) dan pastikan bahwa Anda tidak jatuh ke bawah kutukan Yak 5:1-6
4. BagI Kristen sebagai anggota gereja.
Apakah Anda menyambut semua orang dalam gereja? Yak 2:1-9
5. Bagi pemimpin Kristen.
Jangan cepat berbicara. Yak 3:1
6. Bagi Kristen yang terombang-ambing.
Anda akan disambut bila Anda kembali kepada Bapa. Yak 5:19-20
Tema-tema Kunci
1. Temukan ilustrasi-Ilustrasi.
Yakobus menggunakan ilustrasi yang jelas untuk menyampaikan ajarannya. Pelajarilah ilustrasi-ilustrasi yang dipakainya dan pikirkan pesan apa yang disampaikannya kepada Anda. Ilustrasi-ilustrasi tersebut dapat ditemukan dalam Yak 1:6, 11, 17, 23, 26; 3:3, 5, 7, 12; 4:14; 5:1-2, 7.
2. Temukan khotbah.
Terdapat banyak acuan kepada khotbah di Bukit dalam surat ini. Coba cocokkan ayat-ayat berikut dengan ajaran Yesus dalam Matius 5-7; Yakobus 1:2, 4, 5, 20, 22; 2:10, 13; 3:18; 4:4, 10, 11, 12; 5:2, 3, 10, 12.
3. Temukan ajaran Yesus.
Secara tidak langsung Yakobus juga menyebutkan bagian-bagian dari ajaran Yesus. Dimanakah dalam Yakobus Anda temukan ajaran yang sama dengan ajaran berikut ini? Matius 12:36, 37; 21:21; 22:39; 23:8-12;24: 33.
4. Temukan Perjanjian lama.
Beberapa tokoh dalam Perjanjian Lama dipakai untuk menggambarkan pesan Yakobus. Siapa yang disebutnya dan pelajaran apa yang dapat ditariknya dari masing-masing tokoh? Beberapa tema, seperti hukum, berhubungan dengan Perjanjian Lama. Bagaimana Yakobus mengembangkan pandangan tentang hukum Perjanjian Lama (Yak 2:8- 13)? Banyak ayat-ayat Perjanjian Lama bergema juga dalam surat ini. Buku referensi Alkitab yang baik akan membantu Anda untuk menemukannya.
Garis Besar Intisari: Yakobus (Pendahuluan Kitab) [1] SALAM Yak 1:1
[2] PEDOMAN TENTANG IBADAH SEJATI Yak 1:2-27
Yak 1:2-4Tujuan dari pencobaan
Yak 1:5-8Jalan menuju hikmat
Yak 1:9-11Kemis
[1] SALAM Yak 1:1
[2] PEDOMAN TENTANG IBADAH SEJATI Yak 1:2-27
| Yak 1:2-4 | Tujuan dari pencobaan |
| Yak 1:5-8 | Jalan menuju hikmat |
| Yak 1:9-11 | Kemiskinan dari kekayaan |
| Yak 1:12-15 | Asal pencobaan |
| Yak 1:16-18 | Karunia-karunia Allah |
| Yak 1:19-21 | Menolak kejahatan |
| Yak 1:22-25 | Pentingnya ketaatan |
| Yak 1:26-27 | Definisi ibadah |
[3] KASIH YANG TIDAK MEMIHAK Yak 2:1-13
| Yak 2:1-7 | Sebuah ilustrasi |
| Yak 2:8-13 | Penerapan |
[4] BUKTI IMAN Yak 2:14-26
| Yak 2:14-16 | Pertanyaan-pertanyaan yang menyelidik |
| Yak 2:17-26 | Prinsip-prinsip dasar |
[5] PENGENDALIAN LIDAH Yak 3:1-12
Alasan-alasan dan kesukaran yang ditimbulkan
[6] HIKMAT DARI SURGA Yak 3:13-18
| Yak 3:13-16 | Pandangan dunia tentang hikmat |
| Yak 3:17-18 | Pandangan Tuhan tentang hikmat |
[7] PEPERANGAN UNTUK KEKUDUSAN Yak 4:1-10
| Yak 4:1-7 | Musuh-musuh: hawa nafsu, dunia dan Iblis. |
| Yak 4:8-10 | Sumber: kasih karunia Allah dan bagaimana mendapatkannya |
[8] PENERAPAN IMAN Yak 4:11-5:12
| Yak 4:11-12 | Kepada lidah yang menghancurkan |
| Yak 4:13-17 | Kepada ambisi percaya diri |
| Yak 5:1-6 | Kepada pemerasan demi kepentingan pribadi |
| Yak 5:7-11 | Kepada kesabaran yang membawa sukacita |
| Yak 5:12 | Kepada ucapan yang jujur dan dapat dipercaya |
[9] BERDOA Yak 5:13-18
| Yak 5:13 | Doa dan jenisnya |
| Yak 5:14,15 | Doa dan penderitaan |
| Yak 5:16 | Doa dan pengakuan |
| Yak 5:17,18 | Doa dan iman |
[10] MEMBANTU ORANG-ORANG YANG TIDAK STABIL IMANNYA Yak 5:19-20



