kecilkan semua  

Teks -- Matius 19:9 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Perkawinan | Suami | Cerai, Perceraian (Perkawinan) | Cerai, Perceraian | Yesus | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
Matthew Henry , SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Mat 19:9 - KECUALI KARENA ZINAH. Nas : Mat 19:9 Kehendak Allah bagi pernikahan adalah satu pasangan, satu pernikahan untuk seumur hidup (ayat Mat 19:5-6; lihat cat. --> ...

Nas : Mat 19:9

Kehendak Allah bagi pernikahan adalah satu pasangan, satu pernikahan untuk seumur hidup (ayat Mat 19:5-6;

lihat cat. --> Kej 2:24;

lihat cat. --> Kid 2:7;

lihat cat. --> Kid 4:12;

lihat cat. --> Mal 2:14).

[atau ref. Kej 2:24; Kid 2:7; 4:12; Mal 2:14]

Terhadap peraturan ini Yesus memberikan satu perkecualian yaitu "zinah". Perzinahan (Yun. _porneia_) meliputi segala macam bentuk kebejatan seksual (bd. Mat 5:32). Oleh karena itu, perceraian diizinkan apabila telah terjadi kebejatan seksual. Berikut ini ada beberapa fakta alkitabiah yang penting mengenai perceraian.

  1. 1) Ketika Yesus mengecam perceraian dalam ayat Mat 19:7-8, yang dikecam-Nya bukanlah perpisahan karena zinah, melainkan perceraian yang diizinkan dalam masa PL jikalau suami menemukan bahwa istrinya tidak perawan lagi setelah upacara pernikahan diadakan (Ul 24:1-4). Allah menginginkan agar dalam kasus semacam itu pasangan suami istri tetap bersatu. Akan tetapi, Ia mengizinkan perceraian dalam kasus semacam itu karena orang sudah keras hatinya (ayat Mat 19:7-8).
  2. 2) Dalam kasus perzinahan sesudah pernikahan, hukum PL mengizinkan terputusnya hubungan pernikahan itu dengan menghukum mati kedua pihak yang bersalah (Im 20:10; Ul 22:22). Tentu saja, hal ini akan membebaskan orang yang tidak berdosa untuk menikah kembali (Rom 7:2; 1Kor 7:39).
  3. 3) Di bawah perjanjian yang baru syarat-syarat bagi orang percaya sama saja. Sekalipun perceraian adalah peristiwa yang menyedihkan, ketidaksetiaan dalam hubungan pernikahan merupakan dosa yang begitu kejam terhadap pasangan dalam pernikahan. Kristus menyatakan pihak yang tidak bersalah berhak untuk mengakhiri pernikahan itu dengan menceraikan pasangannya.
  4. 4) Uraian Paulus dalam 1Kor 7:12-16 mengenai pernikahan dan pembelotan menunjukkan bahwa pernikahan dapat dibatalkan juga apabila pasangan yang belum beriman pergi meninggalkannya.

Jerusalem: Mat 19:9 - kecuali karena zinah Ini hanya terdapat dalam Matius dan tidak dalam Markus (atau Lukas). Bukan maksudnya bahwa Yesus mengizinkan perceraian kalau ada zinah (dapat kawin l...

Ini hanya terdapat dalam Matius dan tidak dalam Markus (atau Lukas). Bukan maksudnya bahwa Yesus mengizinkan perceraian kalau ada zinah (dapat kawin lagi dengan orang lain). Sebab kalau demikian maka Yesus menyesuaikan diri saja dengan apa yang diizinkan hukum Musa yang justru dikecam oleh Yesus. Ada orang yang berpendapat bahwa dengan "zinah" dimaksudkan perkawinan tidak sah; tetapi kalau demikian perpisahan suami istri memang wajib, sehingga tak perlu dipersoalkan. Rupanya Matius berpendapat bahwa dalam hal zinah harus dicari suatu pemecahan khusus, tetapi ia tidak berkata bagaimana pemecahan itu. Pemecahan yang tidak perlu dicari selama perceraian masih diizinkan itu kemudian dalam gereja diketemukan dengan memisahkan suami isteri, tetapi tanpa izin kawin lagi (bdk 1Ko 7:11). Oleh karena bagian kalimat itu tidak terdapat dalam Markus, (Luk dan 1Ko) dan juga tidak pernah dikutip oleh pujangga-pujangga Gereja sebelum konsili Nisea (th. 325 Masehi) maka ada kemungkinan bahwa bagian kalimat itu berupa sebuah sisipan ke dalam injil Matius yang asli. "Perkecualian" itu (izin bercerai dan kawin lagi) karena zinah diperbolehkan hukum negara. Teks injil agaknya disesuaikan dengan hukum negara itu. Atas dasar Mat 19:19 Gereja Yunani Ortodoks dan Gereja-gereja reformasi mengizinkan perceraian karena zinah.

Ende: Mat 19:9 - Ketjuali karena zinah ketjuali kalau perkawinan tidak sah. Lihat tjatatan pada Mat 5:32.

ketjuali kalau perkawinan tidak sah. Lihat tjatatan pada Mat 5:32.

Ref. Silang FULL: Mat 19:9 - berbuat zinah · berbuat zinah: Luk 16:18; Luk 16:18

· berbuat zinah: Luk 16:18; [Lihat FULL. Luk 16:18]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Mat 4:12--25:46 - -- III. Pelayanan Yesus Kristus (4:12-25:46) Analisis Matius terhadap pelayanan Kristus dibuat berdasarkan empat wilayah geografis yang tercantum dengan...

III. Pelayanan Yesus Kristus (4:12-25:46)

Analisis Matius terhadap pelayanan Kristus dibuat berdasarkan empat wilayah geografis yang tercantum dengan jelas: Galilea (4:12), Daerah Seberang Sungai Yordan (19:1). Yudea (20:17) dan Yerusalem (21:1). Bersama dengan Injil Sinoptis lainnya, ia menghilangkan pelayanan awal di Yudea yang secara kronologis terjadi di antara 4:11 dan 4:12 (bdg. Yoh. 1-4). Matius mungkin bertolak dari Kapernaum di Galilea karena di situ pula ia mulai mengenal Kristus (9:9).

Wycliffe: Mat 19:1--20:16 - -- B. Di Daerah Seberang Sungai Yordan (Perea) (19:1-20:16). Matius mencatat keberangkatan Yesus dari Galilea dan melukiskan perjalanan terakhir menuju ...

B. Di Daerah Seberang Sungai Yordan (Perea) (19:1-20:16).

Matius mencatat keberangkatan Yesus dari Galilea dan melukiskan perjalanan terakhir menuju ke Yerusalem. Perbandingan dengan Lukas 9:51-18:14 menunjukkan adanya kunjungan lain ke Yerusalem dan suatu pelayanan selama beberapa bulan. Jadi harus disimpulkan bahwa ada selang waktu selama sekitar enam bulan antara berangkatlah Ia dari Galilea dan tiba di daerah Yudea yang di seberang Sungai Yordan dalam 19:1.

Wycliffe: Mat 19:1-12 - -- 1) Pengajaran Tentang Perceraian (19:1-12). 1. Di seberang Sungai Yordan. Dari istilah Yunani peran (di seberang) wilayah di bagian Timur Sungai Yord...

1) Pengajaran Tentang Perceraian (19:1-12).

1. Di seberang Sungai Yordan. Dari istilah Yunani peran (di seberang) wilayah di bagian Timur Sungai Yordan dinamakan "Perea." 3. Apakah diperbolehkan orang menceraikan istrinya dengan alasan apa saja? Aliran Syami yang ketat beranggapan bahwa perceraian itu sah hanya apabila seorang istri bertindak memalukan. Sekalipun demikian, Rabi Hillel menafsirkan Ulangan 24:1 secara seluas mungkin sehingga perceraian diizinkan untuk alasan apa pun yang mungkin. Karena itu Yesus ditanyai, "Setujukah Anda dengan tafsiran yang paling lazim (tafsiran Hillel) itu?" 4-6. Tanpa menganut salah satu tafsiran tersebut, Yesus mengutip maksud Allah di dalam penciptaan manusia (Kej. 1:27; 2:24). Ketika menciptakan manusia Allah bermaksud agar laki-laki dan istrinya menjadi satu daging, sehingga setiap gangguan yang memecahkan pernikahan melanggar kehendak Allah. 7, 8. Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan? Dengan mengutip Musa (Ul. 24:1) dan surat cerai sebagai keberatan mereka terhadap pendapat Yesus menunjukkan salah pengertian mereka tentang peraturan tersebut. Peraturan tersebut merupakan suatu sarana untuk melindungi istri dari perubahan pikiran suaminya dan bukan hak bagi suami untuk menceraikan istrinya dengan seenaknya. 9, 10. Kecuali karena zinah (bdg. tafsiran atas 5:31). Apabila zinah di sini dianggap sebagai istilah umum termasuk percabulan (penyebutan yang paling tidak jelas dalam Perjanjian Baru), maka Tuhan kita hanya mengizinkan perceraian apabila pihak istri tidak setia. (Di kalangan orang Yahudi, hanya suami yang dapat menceraikan. Markus, waktu menulis untuk orang bukan Yahudi, juga menyatakan sebaliknya, Mrk. 10:12.) Tetapi apabila zinah dipandang sesuai dengan artinya yang umum, dan di sini mengacu kepada kesucian pihak wanita sepanjang masa pertunangan (bdg. kecurigaan Yusuf, Mat. 1:18, 19), maka Kristus sama sekali tidak memberikan peluang untuk bercerai bagi pasangan yang sudah menikah. Dengan demikian Dia tidak sependapat dengan Syamai maupun dengan Hillel. Pandangan mengenai pernikahan yang demikian tinggi dan ketat dapat menjelaskan keluhan para murid. Lebih baik jangan kawin. Rasanya tidak mungkin bahwa para murid itu, setelah menghayati cita-cita Yesus, merasa pembatasan perceraian hanya pada kasus-kasus percabulan sebagai suatu beban berat. 11. Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, maksudnya, pernyataan para murid. Walaupun kadang-kadang pernikahan bukan merupakan sesuatu yang menguntungkan, tidak semua orang dapat hidup tanpa menikah. 12. Ada orang yang tidak bisa menikah karena masalah cacat sejak lahir; yang lain karena cedera atau larangan yang dibuat manusia. Yang lain lagi mungkin melepaskan hak untuk menikah ini agar dapat mengabdikan diri secara lebih menyeluruh kepada pekerjaan Allah (mis., Paulus, I Kor. 7:7, 8, 26, 32-35). Pernyataan ini tentu saja tidak mengurangi arti pernikahan: pernyataan ini menutup suatu pembahasan di mana pernikahan diangkat kembali kepada tujuannya yang semula.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

Matthew Henry: Mat 19:3-12 - Hukum mengenai Perceraian Hukum mengenai Perceraian (19:3-12) Dalam perikop ini kita menemukan hukum Kristus mengenai masalah perceraian. Perbincangan mengenai hukum ini mun...

SH: Mat 19:1-12 - Menikah atau selibat? (Kamis, 17 Februari 2005) Menikah atau selibat? Pertanyaan jebakan orang Farisi kepada Yesus menyiratkan bahwa perceraian telah juga menjadi suatu dilema pada masa it...

SH: Mat 19:1-15 - Benarkah satu ditambah satu sama dengan satu? (Kamis, 22 Februari 2001) Benarkah satu ditambah satu sama dengan satu? Menurut ilmu pasti, hasilnya pasti salah. Tetapi inilah rumus pernikahan yang menurut beberapa orang su...

SH: Mat 19:1-12 - Allah yang mempersatukan. (Sabtu, 21 Maret 1998) Allah yang mempersatukan. Yesus boleh hidup berbeda zaman dari Musa, tetapi tentang apa kehendak Allah bagi pernikahan, mereka sependapat. Kebenaran A...

Topik Teologia: Mat 19:9 - -- Yesus Kristus Keilahian Kristus Maim Yesus alas Keilahian Klaim yang Berkaitan dengan Allah Yesus Mengklaim Otoritas All...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Matius (Pendahuluan Kitab) Penulis : Matius Tema : Yesus, Raja Mesianis Tanggal Penulisan: Tahun 60-an TM Latar Belakang Injil ini dengan tepat sekali di...

Full Life: Matius (Garis Besar) Garis Besar I. Memperkenalkan Mesias (Mat 1:1-4:11) A. Silsilah Yahudi Yesus (Mat 1:1-17) B....

Matthew Henry: Matius (Pendahuluan Kitab) Di hadapan kita terdapat, I. Perjanjian (wasiat) Baru Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita; demikian yang diberikan pada bagian kedua dari...

Jerusalem: Matius (Pendahuluan Kitab) INJIL-INJIL SINOPTIK PENGANTAR Ada empat kitab dalam Perjanjian Baru yang berisikan "Kabar Yang Baik" (demikianlah arti kata "Euaggelio...

Ende: Matius (Pendahuluan Kitab) INDJIL JESUS KRISTUS KARANGAN MATEUS KATA PENGANTAR Tentang pengarang Indjil ini Karangan Indjil ini sedjak semula terkenal sebagai jang pertama, dan ...

Wycliffe: Matius (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN MATIUS Penulis. Banyak sekali kesaksian sejarah awal yang menganggap Injil ini ditulis oleh Matius, sang pemungut cukai, yang juga disebu...

Wycliffe: Matius (Garis Besar) GARIS BESAR MATIUS I. Kelahiran dan Masa Kecil Yesus Kristus 1:1-2:23 A. Silsilah Kristus 1:1-17 B. Kelahiran Kristus...

BIS: Matius (Pendahuluan Kitab) KABAR BAIK YANG DISAMPAIKAN OLEH MATIUS PENGANTAR Buku Matius menyampaikan kepada kita Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan

KABAR BAIK YANG DISAMPAIKAN OLEH MATIUS

PENGANTAR

Buku Matius menyampaikan kepada kita Kabar Baik bahwa Yesus adalah Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah. Melalui Yesus itulah Allah menepati apa yang telah dijanjikan-Nya di dalam Perjanjian Lama kepada umat-Nya. Sekalipun Yesus lahir dari orang Yahudi dan hidup sebagai orang Yahudi, namun Kabar Baik itu bukanlah hanya untuk bangsa Yahudi saja melainkan untuk seluruh dunia.

Buku Matius ini disusun secara teratur; mulai dengan kelahiran Yesus, kemudian mengenai baptisan dan godaan yang dialami-Nya, lalu mengenai karya-Nya di Galilea. Di situ Ia berkhotbah, mengajar dan menyembuhkan orang. Setelah itu buku ini mengisahkan perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem, dan apa yang terjadi dengan Yesus dalam minggu terakhir hidup-Nya di dunia ini yang memuncak pada kematian dan kebangkitan-Nya.

Salah satu hal yang dititikberatkan oleh Matius ialah bahwa Yesus adalah Guru yang besar, yang mengajar bahwa Allah memerintah sebagai Raja. Yesus juga mempunyai wibawa untuk menjelaskan arti dari Hukum Allah. Kebanyakan dari ajaran-ajaran Yesus itu dikelompokkan menurut pokok-pokoknya. Ada lima kelompok:

  1. (1) Khotbah di Bukit yang menyangkut sikap, kewajiban, hak-hak, dan tujuan hidup para anggota umat Allah (pasal 5-7 Mat 5:1-7:28);
  2. (2) petunjuk-petunjuk kepada kedua belas pengikut Yesus untuk melaksanakan tugas (pasal 10 Mat 10:1-42);
  3. (3) perumpamaan-perumpamaan tentang keadaan waktu Allah memerintah sebagai Raja (pasal 13 Mat 13:1-58);
  4. (4) ajaran mengenai makna menjadi pengikut Yesus (pasal 18 Mat 18:1-35); dan
  5. (5) ajaran tentang akhir zaman dan tentang kedatangan Anak Manusia (pasal 24-25 Mat 24:1-25:46).

Isi

  1.  Daftar asal-usul Yesus Kristus dan kelahiran-Nya
    Mat 1:1-2:23
  2.  Pekerjaan Yohanes Pembaptis
    Mat 3:1-12
  3.  Baptisan dan godaan terhadap Yesus
    Mat 3:13-4:11
  4.  Pelayanan Yesus di tengah-tengah masyarakat Galilea
    Mat 4:12-18:35
  5.  Dari Galilea ke Yerusalem
    Mat 19:1-20:34
  6.  Minggu terakhir di Yerusalem dan sekitarnya
    Mat 21:1-27:66
  7.  Kebangkitan Yesus dan penampakan diri-Nya
    Mat 28:1-20

Ajaran: Matius (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan mengenal isi Kitab Injil Matius orang-orang Kristen mengerti, bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Juruselamat, Raja yang dijanji

Tujuan

Supaya dengan mengenal isi Kitab Injil Matius orang-orang Kristen mengerti, bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Juruselamat, Raja yang dijanjikan, yang diutus Allah sebagai penggenapan nubuatan para nabi dalam Kitab Perjanjian Lama.

Pendahuluan

Penulis : Rasul Matius.

Tahun : Sekitar tahun 61 sesudah Masehi.

Penerima : Orang-orang Kristen keturunan Yahudi, (dan juga setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus).

Isi Kitab: Injil Matius terdiri dari 28 pasal. Menyatakan bahwa Yesus orang Nazaret sungguhlah Mesias (Juruselamat), Raja yang dijanjikan, sebagai penggenapan nubuatan para nabi dalam Kitab Perjanjian Lama.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Injil Matius

  1. Pasal 1-4 (Mat 1:1-4:1).

    Raja (Juruselamat) yang dinantikan sudah datang

    Bagian ini memaparkan keturunan Yesus, dari Abraham, Ishak, dan Yakub, dengan maksud untuk menunjukkan, bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat (Raja) yang diutus Allah sebagai penggenap nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama.

    Pendalaman

    1. Buka dan bacalah pasal Mat 2:1-2, 11-12. Kalau kedatanga Tuhan Yesus disambut dengan persembahan-persembahan, apakah yang tela saudara persembahkan kepada-Nya?
    2. Buka dan bacalah pasal Mat 4:1-11. Berapa lamakah Tuhan Yesus berpuasa? Tuhan Yesus dicobai. Siapakah yang menang dalam pencobaan ini? Tuhan Yesus menang dalam pencobaan. Itu berart Tuhan Yesus sanggup menolong saudara dalam pencobaan kalau saudara menerima Dia sebagai Raja dalam hidup.
  2. Pasal 4-25 (Mat 4:12-25:46).

    Raja (Juruselamat) itu memberikan ajaran-ajaran

    Bagian ini berisikan ajaran-ajaran dasar yang menjadi ciri hidup kerajaan-Nya. Dan juga Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas alam semesta, atas penyakit-penyakit melalui mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya.

    Pendalaman

    1. Buka dan bacalah pasal Mat 5:1-12. Siapakah yang memiliki kebahagiaan?
    2. Buka dan bacalah pasal Mat 7:24. Apakah yang menjadi dasar kehidupan yang kuat bag setiap pengikut Yesus?
    3. Buka dan bacalah pasal Mat 11:25-30. Apakah yang akan saudara dapati, kalau mau datang pada Yesu Sang Raja?
    4. Buka dan bacalah pasal Mat 16:24. Apakah yang menjadi syarat bagi pengikut Yesus?
    5. Buka dan bacalah pasal Mat 24:24-25. Tuhan Yesus menyatakan, bahwa setelah Ia kembali ke sorga, akan datan Juruselamat yang palsu, karena hanya Yesuslah Juruselamat yang asli. Saudara mau yang mana, yang asli atau yang palsu?
  3. Pasal 26-27 (Mat 26:1-27:66).

    Raja (Juruselamat) mengorbankan dirinya untuk keselamatan umat-Nya

    Pendalaman

    1. Buka dan bacalah pasal Mat 26:26-28. Bagian ini menjelaskan, sebelum Raja itu mengorbankan diri-Nya, I terlebih dahulu mengajak murid-murid-Nya untuk mengadakan perjamua suci. Hal ini merupakan lambang daripada pengorbanan-Nya di kay salib. Dan Ia mengamanatkan agar perjamuan yang serupa dilakukan ole murid-murid-Nya, setelah kenaikan-Nya kesorga. Perjamuan ini disebu Perjamuan Kudus. Ini berarti setiap orang yang percaya pada Yesus harus mengikuti upacara Perjamuan Kudus tersebut. _Tanyakan_: Apakah arti Perjamuan Kudus?
    2. Buka dan bacalah pasal Mat 27:54. Apakah pengakuan dari komandan prajurit Roma tentang Yesus? Bagaimanakah pendapat saudara, siapakah Yesus?
  4. Pasal 28 (Mat 28:1-20).

    Raja (Juruselamat) itu memperlihatkan kemenangannya atas segala kuasa di dunia dan di sorga

    Bagian ini menjelaskan, bagaimana Raja yang mengorbankan diri-Nya itu berkuasa atas segala kuasa kematian karena Dialah yang mempunyai segala kuasa baik di sorga maupun di dunia.

    Pendalaman

    1. Buka dan bacalah pasal Mat 28:1-10. Bagian ini menjelaskan bahwa Yesus bangkit persis seperti apa yan telah Ia katakan tentang diri-Nya. Siapakah yang menggulingkan bat penutup kuburan, dan memberitakan tentang kebangkitan Yesus? Jad berita kebangkitan Yesus, diterima pertama kali dari manusia atau dar malaikat Allah? Kalau begitu siapakah yang lebih saudara percayai?
    2. Buka dan bacalah pasal Mat 28:11-15. Berita bohong tentang Yesus tidak bangkit dari kematian itu, dibua oleh manusia. Jadi siapa yang percaya kepada berita itu, berart percaya kepada berita bohong dari manusia dan menjadi pengiku pembohong.
    3. Buka dan bacalah pasal Mat 28:16-20. Menurut ayat 18 (Mat 28:18) apakah yang diberikan kepada Yesus? Menurut ayat 19 (Mat 28:19) Raja yang naik ke sorga memberikan Amanat Agung aga murid-murid-Nya pergi ke seluruh dunia, untuk menjadika semua bangsa murid-murid-Nya. Amanat Agung ini berlak untuk semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Apakah saudara sudah pernah bersaksi tentang Yesus Kristu kepada orang lain? Pada ayat 20, (Mat 28:20) janji apakah yang diberikan-Nya?

II. Kesimpulan

Melalui Injil Matius, jelaslah bahwa Yesus Kristus adalah Raja yang kekal, Juruselamat dan Penebus dosa yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama. Yesus Kristus adalah Raja dari segala raja, karena Dialah yang mempunyai segala kuasa, baik di sorga maupun di atas bumi.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah yang menulis Injil Matius?
  2. Apakah isi singkat Injil Matius?
  3. Bagaimanakah Yesus membuktikan, bahwa Ia adalah raja da Juruselamat yang dijanjikan dalam Perjanjian Lama?

Intisari: Matius (Pendahuluan Kitab) MENGAPA INJIL INI DITULIS.Matius mempunyai beberapa alasan yang jelas mengapa ia menulis Injil ini:1. Untuk menunjukkan hubungan antara Yesus dengan P

MENGAPA INJIL INI DITULIS.
Matius mempunyai beberapa alasan yang jelas mengapa ia menulis Injil ini:
1. Untuk menunjukkan hubungan antara Yesus dengan Perjanjian Lama.
2. Untuk mencatat ajaran Kristus yang diberikan secara luas pada para murid-Nya.
3. Untuk menjelaskan sikap apa yang diharapkan Kristus dari murid-murid-Nya.
4. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sejumlah anggota gereja, misalnya mengenai kehidupan masa muda Yesus dan kedatangan-Nya kembali.
5. Untuk menjelaskan tentang cara mengelola Gereja.

PENULISNYA.
Tidak ada pernyataan dalam Injil ini bahwa Matiuslah penulisnya, tetapi tradisi mula-mula menegaskan demikian. Sedikit saja yang kita ketahui tentang Matius, karena ia hanya disebut dalam Mat 9:9 dan Mat 10:3, yaitu bahwa ia seorang pemungut cukai yang dipanggil secara pribadi oleh Yesus. Namanya berarti "anugerah dari Tuhan". Dalam Injil lain ia dipanggil Lewi (Mar 2:14).

PEMBACA INJIL MATIUS.
Hal-hal yang diperhatikan dalam Injil Matius memberi petunjuk bahwa sebagian besar pembacanya adalah orang Yahudi. Sebagian besar dari mereka mungkin sudah menjadi Kristen, tetapi Matius boleh jadi menulis Injil ini untuk meyakinkan orang Yahudi lainnya bahwa Yesus adalah Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan oleh bangsa Yahudi.

Namun demikian, ia sama sekali tidak mengabaikan orang-orang bukan Yahudi dan mungkin juga ia menulis dengan tujuan untuk menjawab beberapa pertanyaan mereka tentang kepercayaan mereka yang bersumber dari kepercayaan Yahudi.

KAPAN INJIL INI DITULIS?
Kita tidak dapat memastikan kapan Injil Matius ditulis. Mungkin Injil ini ditulis setelah Markus menulis Injilnya, karena isinya mirip dengan Injil Markus. Tetapi, Injil ini juga bukan yang terakhir, karena masalah-masalah sehubungan dengan orang-orang Kristen Yahudi yang diperhatikannya berangsur berkurang. Diperkirakan waktunya adalah antara tahun 50 dan 90.

CIRI-CIRI KHUSUS.
1. Injil Matius sangat teratur. Bagian-bagian tentang ajaran Yesus disisipkan di antara penjelasan-penjelasan tentang kegiatan-kegiatan-Nya.
2. Karena ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias Yahudi, ia sering mengutip dari Perjanjian Lama. Ada 65 ayat dalam Matius yang mengacu ke Perjanjian Lama.
3. Matius bicara tentang Kerajaan Surga (33 kali) cocok dengan latar belakangnya sebagai orang Yahudi, sementara Injil-Injil lain bicara tentang Kerajaan Allah.
4. Dari keempat Injil, hanya Matius sendiri yang berbicara mengenai gereja. Ia menulis sebagai seorang gembala yang menangani berbagai masalah dan pertanyaan.

Pesan

1. Yesus adalah Mesias.
o Dia berasal dari keturunan Yahudi Mat 1:1-17
o Dia menggenapi nubuatan Perjanjian Lama, misalnya Mat 1:23; 2:6, 18, 23; 4:15, 16 dll.
o Dia datang untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Mat 1:21
o Dia pertama-tama datang kepada bangsa Israel. Mat 15:24
o Dia melukiskan sikap-Nya terhadap Perjanjian Lama. Mat 5:17-48
o Dia menantang pemimpin-pemimpin agama yang menyesatkan umat Allah. Mat 16:5-12; 23:1-36.
o Dia kelak akan bertindak sebagai hakim. Mat 25:31-46

2. Yesus berbicara mengenai suatu kerajaan.
o Dia menjelaskan apa sebenarnya Kerajaan Allah itu: bukan suatu tempat, tetapi
Allah secara aktif memerintah dunia ini. Mat 9:35
o Dia sendiri adalah Raja. Mat 2:2, 16:28
o Dia memberitahukan persyaratan revolusioner untuk dapat masuk ke dalamnya.
Mat 5:3,10,20; 7:21; 19:14,23,24
o Kerajaan-Nya sudah hadir saat ini. Mat 12:28
o Kerajaan-Nya yang sempurna masih akan datang. Mat 16:28
o Pertumbuhan Kerajaan-Nya itu pasti, walaupun tersembunyi. Mat 3:1-23
o Kerajaan Allah layak mendapat prioritas utama manusia. Mat 6:33; 13:44-46

3. Yesus menggarisbawahi hukum Taurat.
o Dia memperkuat hukum Taurat. Mat 5:17-48
o Dia merangkum hukum Taurat. Mat 22:37-40
o Dia menafsirkan hukum Taurat. Mat 23:23

4. Yesus mengutus gereja-Nya.
o Menjadi suatu masyarakat yang bermoral tinggi. Mat 5:20
o Menjadi suatu masyarakat yang berdisiplin. Mat 18:15-18
o Menjadi suatu masyarakat yang bersedia mengampuni. Mat 18:21-22
o Menjadi suatu masyarakat yang berdoa. Mat 18:19-20
o Menjadi suatu masyarakat yang bersaksi. Mat 28:19-20

Penerapan

Berita dalam Injil Matius dapat diterapkan pada dua golongan kelompok utama:

1. Kepada orang yang belum percaya.
o Orang Yahudi yang belum percaya: Injil ini menunjukkan bahwa Yesus adalah
Mesias yang telah lama mereka nantikan. Kedatangan-Nya sudah dipersiapkan
dengan saksama di sepanjang sejarah dan kini keselamatan tersedia melalui Dia.
o Bangsa bukan Yahudi yang belum percaya: pembebasan dari dosa dan segala
akibatnya juga berlaku bagi orang bukan Yahudi.

Yesus adalah Juruselamat seluruh umat manusia. Dia menyambut siapa saja yang
menyatakan iman mereka kepada-Nya.

2. Kepada orang-orang Kristen.
o Injil ini akan memperlengkapi Anda dengan ajaran dasar yang penting mengenai
kehidupan dan ucapan-ucapan Yesus.
o Injil ini akan menunjukkan kepada Anda nilai Perjanjian Lama.
o Injil ini akan menunjukkan perlunya hidup sesuai dengan hukum yang baru dan
mencapai standar moral yang tinggi.
o Injil ini juga akan memperlihatkan kepada Anda bagaimana harus hidup dengan
sesama Kristen.
o Injil ini akan mendorong Anda untuk ikut ambil bagian dalam tugas misi ke
seluruh dunia.
o Injil ini akan membangkitkan pengharapan Anda akan kedatangan Yesus kembali.

Tema-tema Kunci

Matius menekankan beberapa tema tertentu. Selidikilah berulang kali catatan-catatan berikut ini dan pakailah konkordansi agar mendapatkan referensi lain yang terkait untuk mempelajari secara lebih mendalam.

1. Allah adalah Bapa surgawi kita. Inilah sebutan bagi Allah yang paling disenangi oleh Matius: Mat 5:16,45,48; 6:1,9; 7:11,21; 10:32,33; 12:50; 16:17; 18:10,14,19.

2. Berbagai gambaran mengenai Yesus. Yesus disebut Anak Daud (Mat 1:1), Juruselamat (Mat 1:21), Raja Orang Yahudi (Mat 2:2), Orang Nazaret (Mat 2:23). Sebutan apalagi bagi Yesus yang dapat Anda temukan? 3. Kutipan-kutipan dari Perjanjian Lama. Matius sering mengatakan 'haI itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi' (Mat 2:15) atau kalimat-kalimat serupa. Carilah referensi lain dan periksalah apa yang mereka ajarkan tentang Yesus.

4. Ajaran Yesus. Lima kali Matius mengatakan 'setelah Yesus mengakhiri perkataan ini' (Mat 7:28; 11:1; 13:53; 19:1; 26:1). Setiap pernyataan itu ditulis pada akhir sekumpulan ajaran Yesus. Buatlah ringkasan dari tiap-tiap 'khotbah' itu. 5. Perumpamaan-perumpamaan Yesus. Yesus mengajar murid-murid-Nya dengan memakai perumpamaan. Tetapi ingatlah, tidak semua orang dapat mengerti makna perumpamaan-perumpamaan itu (Mat 13:10-17). Beberapa perumpamaan terdapat dalam: Mat 7:24-27; 13:3-52; 18:23-35; 20:1-16; 22:1- 14; 25:1-30. Buatlah ringkasan mengenai apa yang diajarkan dalam perumpamaan-perumpamaan di atas dan dalam perumpamaan lain.

6. Mukjizat-mukjizat yang dilakukan Yesus. Matius mencatat banyak mukjizat kesembuhan dan mukjizat-mukjizat lain yang dibuat oleh Yesus untuk menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan atas ciptaan. Dua puluh mukjizat dicatat dalam Injil ini: Mat 8:1-17,23-34; 9:1-8, 18-33; 12:10-13,22; 14:15-33; 15:21-39; 17:14-21; 20:29-34; 21 :18-22. Daftarkanlah semua mukjizat itu dan tulislah dalam satu kalimat tentang apa yang dinyatakan mengenai Yesus dalam tiap-tiap mukjizat.

7. Kerajaan Surga Ungkapan ini menyarikan inti yang penting dalam ajaran Yesus. Pakailah konkordansi untuk mengetahui di mana Yesus mengatakannya dan bayangkan apa yang sebenarnya ingin dikatakan oleh Yesus tentang Kerajaan Surga ini.

Garis Besar Intisari: Matius (Pendahuluan Kitab) [1] KEDATANGAN MESIAS Mat 1:1-4:25 Mat 1:1-17Silsilah keluarga Yesus Mat 1:18-25Kelahiran Yesus Mat 2:1-23Kunjungan orang Majus Mat 3:1-17Pela

[1] KEDATANGAN MESIAS Mat 1:1-4:25

Mat 1:1-17Silsilah keluarga Yesus
Mat 1:18-25Kelahiran Yesus
Mat 2:1-23Kunjungan orang Majus
Mat 3:1-17Pelayanan Yohanes Pembaptis
Mat 4:1-11Pencobaan terhadap Yesus
Mat 4:12-25Yesus mulai berkhotbah

[2] KHOTBAH DI BUKIT Mat 5:1-7:29

Mat 5:1-12Ucapan bahagia
Mat 5:13-16Garam dan terang
Mat 5:17-48Sikap Yesus terhadap hukum Taurat
Mat 6:1-7:29Yesus mendorong kehidupan agama yang benar

[3] KHOTBAH TENTANG KERAJAAN SURGA Mat 8:1-9:38

Mat 8:1-17Yesus berkhotbah melalui penyembuhan
Mat 8:18-22Yesus berbicara tentang kemuridan
Mat 8:23-9:8Yesus memperlihatkan kuasa-Nya
Mat 9:9-13Yesus memanggil Matius
Mat 9:14-17Yesus berbicara tentang puasa
Mat 9:18-38Yesus menyembuhkan lagi

[4] MISI DARI DUA BELAS RASUL Mat 10:1-42

Mat 10:1-15Tugas mereka
Mat 10:16-42Masa depan mereka

[5] TANGGAPAN ORANG BANYAK Mat 11:1-12:50

Mat 11:1-19Pertanyaan-pertanyaan Yohanes
Mat 11:20-30Ketidakacuhan orang banyak
Mat 12:1-50Pertentangan dari orang Farisi

[6] PERUMPAMAAN-PERUMPAMAAN TENTANG KERAJAAN SURGA Mat 13:1-58

[7] PENYATAAN TUHAN YESUS Mat 14:1-17:27

Mat 14:1-12Kematian Yohanes Pembaptis
Mat 14:13-36Tuhan atas semesta alam
Mat 15:1-20Sikap Yesus terhadap tradisi
Mat 15:21-16:4Mukjizat dibuat dan dijelaskan
Mat 16:5-12Peringatan terhadap para pemimpin agama
Mat 16:13-28Pengakuan Petrus
Mat 17:1-13Yesus dimuliakan
Mat 17:14-27Kembali ke dunia yang berdosa

[8] GAYA HIDUP GEREJA Mat 18:1-35

[9] JALAN MENUJU SALIB Mat 19:1-20:34

Mat 19:1-12Ajaran yang Yesus berikan
Mat 19:13-30Orang yang Yesus temui
Mat 20:1-16Perumpamaan yang Yesus ceritakan
Mat 20:17-28Penderitaan yang Yesus nubuatkan
Mat 20:29-34Penyembuhan yang Yesus lakukan

[10] SAAT DI YERUSALEM Mat 21:1-23:39

Mat 21:1-11Masuk kota dengan penuh kemenangan
Mat 21:12-27Di Bait Allah
Mat 21:28-22:46Perumpamaan dan pertanyaan
Mat 23:1-39Kecaman Yesus

[11] KEADAAN MASA DEPAN Mat 24:1-25:46

[12] PUNCAK MISI KRISTUS Mat 26:1-28:20

Mat 26:1-35Peristiwa-peristiwa sebelum Getsemani
Mat 26:36-27:31Penangkapan dan penghakiman atas Kristus
Mat 27:32-66Penyaliban
Mat 28:1-20Kebangkitan dan sesudah itu
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #18: Centang "Hanya dalam TB" pada Pencarian Universal untuk pencarian teks alkitab hanya dalam versi TB [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA