kecilkan semua  

Teks -- Ibrani 6:1-18 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 6:2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 6:3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya. 6:4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 6:5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 6:7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 6:8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.
Berpegang teguh pada pengharapan
6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 6:10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 6:11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 6:12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. 6:13 Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, 6:14 kata-Nya: "Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak." 6:15 Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. 6:16 Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan. 6:17 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah, 6:18 supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Abraham a son of Terah; the father of Isaac; ancestor of the Jewish nation.,the son of Terah of Shem


Topik/Tema Kamus: Daniel | Tekun, Ketekunan | Orang Murtad | Rajin Dalam Hal Rohani | Hina, Penghinaan Terhadap Roh Kudus | Janji Allah | Abraham | Sumpah | Tobat, Pertobatan | Sabar, Kesabaran | Tangan | Buat, Perbuatan Baik | Bangkit, Kebangkitan Orang Mati | Selamat, Keselamatan | Dasar | Malas Kemalasan | Rancangan Dan Maksud Allah | Mati, Kematihan Rohani | Makan, Makanan Orang Yahudi | Tani, Pertanian | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , BIS , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Hagelberg , Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Ibr 6:4-6 - TIDAK MUNGKIN ... MEREKA BERTOBAT. Nas : Ibr 6:4-6 Di dalam ayat ini penulis Surat Ibrani membahas akibat-akibat kemurtadan. Pembahasan yang lebih lanjut terdapat dalam li...

Nas : Ibr 6:4-6

Di dalam ayat ini penulis Surat Ibrani membahas akibat-akibat kemurtadan. Pembahasan yang lebih lanjut terdapat dalam

lihat art. KEMURTADAN PRIBADI.

Full Life: Ibr 6:6 - NAMUN YANG MURTAD LAGI. Nas : Ibr 6:6 Frasa ini (Yun. _parapesontas_, dari parapipto) merupakan bentuk partisip dan harus diterjemahkan dalam bentuk lampau -- secara harfi...

Nas : Ibr 6:6

Frasa ini (Yun. _parapesontas_, dari parapipto) merupakan bentuk partisip dan harus diterjemahkan dalam bentuk lampau -- secara harfiah, "namun yang telah murtad." Penulis surat ini menyajikan "kemurtadan" sebagai suatu kemungkinan yang nyata.

Full Life: Ibr 6:9-20 - SESUATU YANG LEBIH BAIK. Nas : Ibr 6:9-20 Penulis merasa yakin bahwa para pembaca belum masuk ke dalam kemurtadan yang digambarkan dalam ayat Ibr 6:4-8. Ia meyakinkan merek...

Nas : Ibr 6:9-20

Penulis merasa yakin bahwa para pembaca belum masuk ke dalam kemurtadan yang digambarkan dalam ayat Ibr 6:4-8. Ia meyakinkan mereka bahwa pengharapan akan keselamatan kekal itu pasti dan tidak berubah bagi orang-orang yang tetap setia kepada Kristus dalam iman dan kasih (ayat Ibr 6:10-12), karena Allah tidak mungkin berbohong dan janji-janji-Nya tetap (ayat Ibr 6:13-20).

Full Life: Ibr 6:18 - ALLAH TIDAK MUNGKIN BERDUSTA. Nas : Ibr 6:18 Karena Allah tidak dapat berdusta, janji-janji-Nya kepada Abraham itu benar (ayat Ibr 6:14). Kejujuran Allah bukan saja berlaku untu...

Nas : Ibr 6:18

Karena Allah tidak dapat berdusta, janji-janji-Nya kepada Abraham itu benar (ayat Ibr 6:14). Kejujuran Allah bukan saja berlaku untuk janji-Nya kepada Abraham, tetapi juga untuk Firman-Nya dalam seluruh Alkitab. Maksudnya, karena Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan, maka Alkitab itu sepenuhnya benar dan dapat dipercaya. Kebenaran Firman Allah terkandung di dalam kata-kata dan kalimat-kalimat Alkitab itu sendiri. Para penulisnya dituntun sedemikian rupa oleh Roh Kudus ketika menulis naskah-naskah aslinya sehingga penyampaian amanat Allah kepada umat manusia dikomunikasikan tanpa kesalahan

(lihat art. FIRMAN ALLAH; dan

lihat art. PENGILHAMAN DAN KEKUASAAN ALKITAB;

Yes 55:10,11).

BIS: Ibr 6:2 - pembaptisan pembaptisan: atau upacara pembersihan.

pembaptisan: atau upacara pembersihan.

Jerusalem: Ibr 6:1 - sebab itu Kendati kelambanan sidang pembacanya pengarang mau menyajikan kepada mereka seluruh "ajaran sukar" yang disebutkan dalam Ibr 5:11, dengan maksud menga...

Kendati kelambanan sidang pembacanya pengarang mau menyajikan kepada mereka seluruh "ajaran sukar" yang disebutkan dalam Ibr 5:11, dengan maksud mengajak mereka

Jerusalem: Ibr 6:1 - perbuatan-perbuatan yang sia-sia Harafiah: perbuatan-perbuatan mati. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan tanpa iman dan hidup ilahi adalah "mati" atau "sia-sia", oleh karena berasal da...

Harafiah: perbuatan-perbuatan mati. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan tanpa iman dan hidup ilahi adalah "mati" atau "sia-sia", oleh karena berasal dari dosa, Rom 1:18-3:20, yang membawa kematian, Rom 5:12,21; 6:23; 7:5+; 1Ko 15:56; Efe 2:1; Kol 2:13; bdk Yoh 5:24; Yak 1:15; 1Yo 3:14.

Jerusalem: Ibr 6:2 - pelbagai pembaptisan Yang dimaksudkan tidak hanya sakramen kelahiran kembali Kristen, bdk Kis 1:5+; Rom 6:4+, tetapi segala pembasuhan dan upacara pentahiran yang laku di ...

Yang dimaksudkan tidak hanya sakramen kelahiran kembali Kristen, bdk Kis 1:5+; Rom 6:4+, tetapi segala pembasuhan dan upacara pentahiran yang laku di zaman itu, a.l. baptisan Yohanes Pembaptis, Kis 18:25; 19:1-5.

Jerusalem: Ibr 6:6 - yang murtad lagi Harafiah: yang terjatuh lagi. Murtad dari kepercayaan Kristen adalah suatu celaka yang terpulihkan, oleh karena orang menolak Kristus dan tidak percay...

Harafiah: yang terjatuh lagi. Murtad dari kepercayaan Kristen adalah suatu celaka yang terpulihkan, oleh karena orang menolak Kristus dan tidak percaya lagi kepada kekuatan korbanNya, sedangkan justru itulah satu-satunya jalan penyelamatan.

Jerusalem: Ibr 6:10 - orang-orang kudus Ungkapan yang sama terdapat dalam Rom 15:25, 31; 2Ko 8:4; 9:1,12, dan dipakai sehubungan dengan pengumpulan uang guna jemaat di Yerusalem. "Orang-oran...

Ungkapan yang sama terdapat dalam Rom 15:25, 31; 2Ko 8:4; 9:1,12, dan dipakai sehubungan dengan pengumpulan uang guna jemaat di Yerusalem. "Orang-orang kudus" ialah anggota jemaat induk itu, dan terutama para rasul, bdk Kis 9:13+.

Jerusalem: Ibr 6:18 - dua kenyataan yang tidak berubah-ubah Yaitu janji dan sumpah Allah "yang tidak berdusta", Tit 1:2; 2Ti 2:13; Ibr 10:23; 11:11.

Yaitu janji dan sumpah Allah "yang tidak berdusta", Tit 1:2; 2Ti 2:13; Ibr 10:23; 11:11.

Ende: Ibr 6:1 - Perbuatan-perbuatan mati ialah jang dilakukan dalam keadaan mati karena dosa, sebelum dibenarkan oleh Allah dalam permandian dan mempunjai hidup abadi. Sebab itu perbuatan-per...

ialah jang dilakukan dalam keadaan mati karena dosa, sebelum dibenarkan oleh Allah dalam permandian dan mempunjai hidup abadi. Sebab itu perbuatan-perbuatan itu biarpun baik, tidak berguna untuk hidup abadi.

Ende: Ibr 6:6 - Mustahil bukan dalam arti mutlak, tetapi bahwa tidak dapat diharapkan rahmat istimewa sebagai suatu "panggilan" baru dari Allah, seperti jang diberikan pada wa...

bukan dalam arti mutlak, tetapi bahwa tidak dapat diharapkan rahmat istimewa sebagai suatu "panggilan" baru dari Allah, seperti jang diberikan pada waktu baru masuk agama dahulu.

Ende: Ibr 6:18 - Kedua kenjataan ialah djandji dan sumpah.

ialah djandji dan sumpah.

Ende: Ibr 6:18 - Melarikan diri Tentang ungkapan itu disini terdapat rupa-rupa tafsiran, seperti melarikan diri dari dunia perbuatan-perbuatan mati, dari ikatan hukum taurat, dari (m...

Tentang ungkapan itu disini terdapat rupa-rupa tafsiran, seperti melarikan diri dari dunia perbuatan-perbuatan mati, dari ikatan hukum taurat, dari (meluputkan diri) kebinasaan dll. Ada pula jang mengartikannja sebagai "berlari-lari" atau "berlomba" untuk mentjapai "harapan" jaitu kemuliaan dan kebahagiaan abadi.

Ref. Silang FULL: Ibr 6:1 - kita tinggalkan // dari ajaran // yang sia-sia · kita tinggalkan: Fili 3:12-14 · dari ajaran: Ibr 5:12 · yang sia-sia: Ibr 9:14

· kita tinggalkan: Fili 3:12-14

· dari ajaran: Ibr 5:12

· yang sia-sia: Ibr 9:14

Ref. Silang FULL: Ibr 6:2 - pelbagai pembaptisan // penumpangan tangan // orang-orang mati · pelbagai pembaptisan: Yoh 3:25 · penumpangan tangan: Kis 6:6; Kis 6:6 · orang-orang mati: Kis 2:24; Kis 2:24; Kis 17:18,32

· pelbagai pembaptisan: Yoh 3:25

· penumpangan tangan: Kis 6:6; [Lihat FULL. Kis 6:6]

· orang-orang mati: Kis 2:24; [Lihat FULL. Kis 2:24]; Kis 17:18,32

Ref. Silang FULL: Ibr 6:3 - Allah mengizinkannya · Allah mengizinkannya: Kis 18:21

· Allah mengizinkannya: Kis 18:21

Ref. Silang FULL: Ibr 6:4 - pernah diterangi // mengecap karunia // Roh Kudus · pernah diterangi: Ibr 10:32 · mengecap karunia: Ef 2:8 · Roh Kudus: Gal 3:2

· pernah diterangi: Ibr 10:32

· mengecap karunia: Ef 2:8

· Roh Kudus: Gal 3:2

Ref. Silang FULL: Ibr 6:5 - mengecap firman // yang baik · mengecap firman: Ibr 4:12; Ibr 4:12 · yang baik: Mazm 34:9

· mengecap firman: Ibr 4:12; [Lihat FULL. Ibr 4:12]

· yang baik: Mazm 34:9

Ref. Silang FULL: Ibr 6:6 - mereka bertobat // Anak Allah · mereka bertobat: 2Pet 2:21; 1Yoh 5:16 · Anak Allah: Mat 4:3; Mat 4:3

· mereka bertobat: 2Pet 2:21; 1Yoh 5:16

· Anak Allah: Mat 4:3; [Lihat FULL. Mat 4:3]

Ref. Silang FULL: Ibr 6:8 - pada kutuk · pada kutuk: Kej 3:17,18; Yes 5:6; 27:4

· pada kutuk: Kej 3:17,18; Yes 5:6; 27:4

Ref. Silang FULL: Ibr 6:9 - hai saudara-saudaraku · hai saudara-saudaraku: 1Kor 10:14; 1Kor 10:14

· hai saudara-saudaraku: 1Kor 10:14; [Lihat FULL. 1Kor 10:14]

Ref. Silang FULL: Ibr 6:10 - kamu lakukan · kamu lakukan: Mat 10:40,42; Mat 10:40; Mat 10:42; 1Tes 1:3

· kamu lakukan: Mat 10:40,42; [Lihat FULL. Mat 10:40]; [Lihat FULL. Mat 10:42]; 1Tes 1:3

Ref. Silang FULL: Ibr 6:11 - menjadikan pengharapanmu · menjadikan pengharapanmu: Ibr 3:6; Ibr 3:6

· menjadikan pengharapanmu: Ibr 3:6; [Lihat FULL. Ibr 3:6]

Ref. Silang FULL: Ibr 6:12 - menjadi penurut-penurut // dan kesabaran // yang dijanjikan · menjadi penurut-penurut: Ibr 13:7 · dan kesabaran: 2Tes 1:4; Yak 1:3; Wahy 13:10; 14:12 · yang dijanjikan: Ibr 10:36

· menjadi penurut-penurut: Ibr 13:7

· dan kesabaran: 2Tes 1:4; Yak 1:3; Wahy 13:10; 14:12

· yang dijanjikan: Ibr 10:36

Ref. Silang FULL: Ibr 6:13 - diri-Nya sendiri · diri-Nya sendiri: Kej 22:16; Luk 1:73

· diri-Nya sendiri: Kej 22:16; Luk 1:73

Ref. Silang FULL: Ibr 6:14 - sangat banyak · sangat banyak: Kej 22:17

· sangat banyak: Kej 22:17

Ref. Silang FULL: Ibr 6:15 - yang dijanjikan · yang dijanjikan: Kej 21:5

· yang dijanjikan: Kej 21:5

Ref. Silang FULL: Ibr 6:16 - segala bantahan · segala bantahan: Kel 22:11

· segala bantahan: Kel 22:11

Ref. Silang FULL: Ibr 6:17 - menerima janji // akan kepastian · menerima janji: Rom 4:16; Ibr 11:9 · akan kepastian: Ibr 6:18; Mazm 110:4

· menerima janji: Rom 4:16; Ibr 11:9

· akan kepastian: Ibr 6:18; Mazm 110:4

Ref. Silang FULL: Ibr 6:18 - mungkin berdusta // menjangkau pengharapan · mungkin berdusta: Bil 23:19; Tit 1:2 · menjangkau pengharapan: Ibr 3:6; Ibr 3:6

· mungkin berdusta: Bil 23:19; Tit 1:2

· menjangkau pengharapan: Ibr 3:6; [Lihat FULL. Ibr 3:6]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Hagelberg: Ibr 6:1 - -- 6:1 Sebab itu, marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus... Anehnya, si penulis tidak mau lagi mengajarkan asas-asas iman...

6:1 Sebab itu, marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus...

Anehnya, si penulis tidak mau lagi mengajarkan asas-asas iman kepada mereka. Dia mau mengajak mereka untuk maju "kepada perkembangannya yang penuh." Istilah ini (thn teleiothta/ten teleioteta) bisa juga diterjemahkan "kedewasaan" atau "penyelesaian." Mungkin dengan memakai istilah ini, diskusi di atas mengenai perhentian kita dijembatani dengan diskusi yang di bawah mengenai kedewasaan, karena di atas kita dihimbau untuk menyelesaikan tugas kita dengan baik untuk masuk perhentianNya.

Pokoknya, mereka tidak boleh kembali pada keadaan seperti mereka baru di dalam Kristus. Mereka harus maju, atau mereka akan terancam dengan bahaya yang besar. Isi dari ajaran dasar dicatat: "pertobatan... iman... baptisan... penumpangan tangan... kebangkitan, dan hukuman kekal." Dia tidak mau "meletakkan lagi dasar pertobatan" karena mereka, kalau mundur sampai titik pertobatan itu, "tidak mungkin dibaharui lagi." Mereka dapat maju. Dalam ayat-ayat yang berikut dia akan menceriterakan apa yang tidak dapat dilakukan.

Hagelberg: Ibr 6:1-3 - -- 2. Jalan keluarnya (6:1-3)

2. Jalan keluarnya (6:1-3)

Hagelberg: Ibr 6:1 - -- 6:1 Sebab itu, marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus... Anehnya, si penulis tidak mau lagi mengajarkan asas-asas iman...

6:1 Sebab itu, marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus...

Anehnya, si penulis tidak mau lagi mengajarkan asas-asas iman kepada mereka. Dia mau mengajak mereka untuk maju "kepada perkembangannya yang penuh." Istilah ini (thn teleiothta/ten teleioteta) bisa juga diterjemahkan "kedewasaan" atau "penyelesaian." Mungkin dengan memakai istilah ini, diskusi di atas mengenai perhentian kita dijembatani dengan diskusi yang di bawah mengenai kedewasaan, karena di atas kita dihimbau untuk menyelesaikan tugas kita dengan baik untuk masuk perhentianNya.

Pokoknya, mereka tidak boleh kembali pada keadaan seperti mereka baru di dalam Kristus. Mereka harus maju, atau mereka akan terancam dengan bahaya yang besar. Isi dari ajaran dasar dicatat: "pertobatan... iman... baptisan... penumpangan tangan... kebangkitan, dan hukuman kekal." Dia tidak mau "meletakkan lagi dasar pertobatan" karena mereka, kalau mundur sampai titik pertobatan itu, "tidak mungkin dibaharui lagi." Mereka dapat maju. Dalam ayat-ayat yang berikut dia akan menceriterakan apa yang tidak dapat dilakukan.

Hagelberg: Ibr 5:11--6:20 - -- B. Peringatan Ketiga (5:11-6:20) Ajaran mengenai Melkisedek itu baru dikemukakan, dan, seperti biasa, suatu peringatan disisipkan di dalam ajaran ini...

B. Peringatan Ketiga (5:11-6:20)

Ajaran mengenai Melkisedek itu baru dikemukakan, dan, seperti biasa, suatu peringatan disisipkan di dalam ajaran ini. Dia semakin jelas dan tegas dengan mereka, dan juga dengan kita! Inti dari peringatan ini adalah bahwa pertumbuhan rohani mereka harus maju, dan tidak dapat macet, karena kalau macet, maka sulit sekali untuk dijalankan kembali.

Hagelberg: Ibr 5:1--10:39 - -- III. Bagian Kedua: Anak/Imam Allah (pasal 5:1-10:39) Bagian yang pertama sudah menguraikan kepada kita dua kebenaran. 1) bahwa Yesus, yang ditahbis...

III. Bagian Kedua: Anak/Imam Allah (pasal 5:1-10:39)

Bagian yang pertama sudah menguraikan kepada kita dua kebenaran. 1) bahwa Yesus, yang ditahbiskan sebagai Raja oleh Allah, memiliki suatu posisi dan masa depan yang sangat mulia, dan 2) bahwa kita yang mengikuti Dia dengan setia akan menikmati suatu kemenangan/warisan yang mulia. Di dalam bagian itu Yesus direnungkan terutama sebagai Raja kita yang merintis kemenangan. Di dalam bagian yang kedua ini Yesus akan direnungkan terutama sebagai Imam Besar kita. Bukannya unsur ini tidak ada di dalam bagian pertama. Ada juga unsur ini (2:17, 3:1-6, dan 4:14-16), tetapi tidak menonjol sebagai tema utama. Sekarang, di dalam bagian kedua ini, peranan Yesus sebagai Imam Besar kita akan direnungkan, dan, sama dengan apa yang ada dalam bagian pertama, beberapa peringatan akan disisipkan di dalam renungan ini.

Pada hakekatnya bagian ini (pasal 5-10) berkata bahwa Yesus adalah Imam Besar Agung, yang layak, yang lebih baik, dan yang menjadi dasar yang kuat bagi pahala kita, maka kita harus mendekati Tuhan Allah kita.

Hagelberg: Ibr 6:4-6 - -- 6:4-6 ...mereka yang pernah diterangi hatinya... namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi.... Mereka dapat maju, tetapi mereka tid...

6:4-6 ...mereka yang pernah diterangi hatinya... namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi....

Mereka dapat maju, tetapi mereka tidak dapat berhenti di mana mereka berada. Kalau mereka berhenti dan tidak maju, berarti mereka mundur.

Ada empat tafsiran untuk 6:4-6, yaitu

1. Keselamatan mereka hilang, sehingga mereka ke nereka, meskipun mereka pernah percaya dan lahir baru.

2. Ada sesuatu yang tidak beres dari segi iman mereka, sehingga mereka tidak pernah selamat, mereka hanya "mengecap" tetapi tidak "makan."

3. Nats ini hanya menceritakan suatu pengandaian saja, yaitu seandainya keselamatan mereka hilang, maka orang itu tak tertolong lagi.

4. Mereka adalah orang selamat yang menjauhkan diri dari persekutuan yang hidup dengan Tuhan Yesus, sehingga pahala mereka terancam. Inilah yang kami anggap benar.

Hagelberg: Ibr 6:4-5 - -- 6:4-5 ...mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengec...

6:4-5 ...mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan kuasa dunia yang akan datang...

Salah satu dari empat unsur yang dikatakan dalam nats ini sehubungan dengan "mereka" sudah cukup untuk menegaskan bahwa si penulis membicarakan keadaan orang yang pernah percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kalau keempat pernyataan yang disebut dalam pasal 6:4-5 dibaca, adalah mengherankan bahwa penafsir tertentu justru menyangkal kalau orang yang digambarkan dalam nats ini merupakan orang percaya, orang selamat, orang yang mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Apakah si penulis dapat menyatakan dengan lebih jelas lagi bahwa mereka yang dipikirkan di sini bukanlah orang yang akan dibinasakan di nereka?

Mereka "pernah diterangi hatinya." Istilah "diterangi" juga dipakai di dalam Ibrani 10:32, di mana jelas bersangkutan dengan orang percaya. II Korintus 4:3-6 juga memakai gagasan ini untuk menceritakan keadaan orang yang diselamatkan.

Mereka "pernah mengecap karunia sorgawi." Penafsir-penafsir tertentu mengatakan bahwa mereka di sini hanya mengecap karunia keselamatan, tetapi tidak memilikinya. Ini harus ditolak, mengingat pemakaian kata "mengecap" oleh penulis surat ini, di mana kata yang sama dipakai untuk mengatakan bahwa Yesus sudah "mengecap kematian" (Ibrani 2:9, terjemahan harafiah). Tidak ada penafsir yang akan berkata bahwa "mengecap kematian" berarti Dia tidak sungguh-sungguh mati, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa "mengecap karunia sorgawi" tidak berarti "memiliki karunia sorgawi." (Lihat juga I Pertus 2:3 yang mengutip Mazmur 34:9.)

Mereka juga "pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus." Apakah mungkin ini dapat dikatakan mengenai orang yang tidak sungguh-sungguh selamat?

Mereka pernah "mengecap firman yang baik dari Allah dan kuasa (dunamiv/dunamis) dunia yang akan datang."

Hagelberg: Ibr 6:4-8 - -- 3. Kalau tidak maju.... (6:4-8)

3. Kalau tidak maju.... (6:4-8)

Hagelberg: Ibr 6:4-6 - -- 6:4-6 ...mereka yang pernah diterangi hatinya... namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi.... Mereka dapat maju, tetapi mereka tid...

6:4-6 ...mereka yang pernah diterangi hatinya... namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi....

Mereka dapat maju, tetapi mereka tidak dapat berhenti di mana mereka berada. Kalau mereka berhenti dan tidak maju, berarti mereka mundur.

Ada empat tafsiran untuk 6:4-6, yaitu

1. Keselamatan mereka hilang, sehingga mereka ke nereka, meskipun mereka pernah percaya dan lahir baru.

2. Ada sesuatu yang tidak beres dari segi iman mereka, sehingga mereka tidak pernah selamat, mereka hanya "mengecap" tetapi tidak "makan."

3. Nats ini hanya menceritakan suatu pengandaian saja, yaitu seandainya keselamatan mereka hilang, maka orang itu tak tertolong lagi.

4. Mereka adalah orang selamat yang menjauhkan diri dari persekutuan yang hidup dengan Tuhan Yesus, sehingga pahala mereka terancam. Inilah yang kami anggap benar.

Hagelberg: Ibr 6:4-5 - -- 6:4-5 ...mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengec...

6:4-5 ...mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan kuasa dunia yang akan datang...

Salah satu dari empat unsur yang dikatakan dalam nats ini sehubungan dengan "mereka" sudah cukup untuk menegaskan bahwa si penulis membicarakan keadaan orang yang pernah percaya kepada Tuhan Yesus. Tetapi kalau keempat pernyataan yang disebut dalam pasal 6:4-5 dibaca, adalah mengherankan bahwa penafsir tertentu justru menyangkal kalau orang yang digambarkan dalam nats ini merupakan orang percaya, orang selamat, orang yang mengenal Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Apakah si penulis dapat menyatakan dengan lebih jelas lagi bahwa mereka yang dipikirkan di sini bukanlah orang yang akan dibinasakan di nereka?

Mereka "pernah diterangi hatinya." Istilah "diterangi" juga dipakai di dalam Ibrani 10:32, di mana jelas bersangkutan dengan orang percaya. II Korintus 4:3-6 juga memakai gagasan ini untuk menceritakan keadaan orang yang diselamatkan.

Mereka "pernah mengecap karunia sorgawi." Penafsir-penafsir tertentu mengatakan bahwa mereka di sini hanya mengecap karunia keselamatan, tetapi tidak memilikinya. Ini harus ditolak, mengingat pemakaian kata "mengecap" oleh penulis surat ini, di mana kata yang sama dipakai untuk mengatakan bahwa Yesus sudah "mengecap kematian" (Ibrani 2:9, terjemahan harafiah). Tidak ada penafsir yang akan berkata bahwa "mengecap kematian" berarti Dia tidak sungguh-sungguh mati, sehingga tidak dapat dikatakan bahwa "mengecap karunia sorgawi" tidak berarti "memiliki karunia sorgawi." (Lihat juga I Pertus 2:3 yang mengutip Mazmur 34:9.)

Mereka juga "pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus." Apakah mungkin ini dapat dikatakan mengenai orang yang tidak sungguh-sungguh selamat?

Mereka pernah "mengecap firman yang baik dari Allah dan kuasa (dunamiv/dunamis) dunia yang akan datang."

Hagelberg: Ibr 6:6 - -- 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi... Akhirnya dikatakan bahwa mereka juga "murtad," atau "jatuh dari (Allah)." (Dari s...

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi...

Akhirnya dikatakan bahwa mereka juga "murtad," atau "jatuh dari (Allah)." (Dari segi tata bahasa, kalimat ini adalah sebuah rantai yang terdiri dari lima aorist participle: diterangi, mengecap, menjadi, sekali lagi mengecap, dan akhirnya murtad.) Kemurtadan ini dibicarakan juga dalam Ibrani 3:6, 10:23-25, dan 35-39. Paulus juga menyebut orang yang murtad di dalam I Timotius 2:17-18. Ajaran yang mengatakan bahwa orang Kristen yang sudah sungguh-sungguh percaya dan lahir baru tidak akan bisa murtad tidak berasal dari Firman Allah. Ayat-ayat ini menceritakan orang selamat yang murtad!

Yang dikatakan mengenai orang selamat yang murtad adalah bahwa "tidak mungkin" mereka "dibaharui hingga bertobat." Apakah ini mustahil untuk manusia, atau mustahil secara mutlak, yaitu mustahil untuk manusia dan juga mustahil untuk Allah, tidak dijelaskan. Istilah yang dipakai di sini untuk "tidak mungkin" adalah kata adunatov/adunatos. Istilah ini juga dipakai dalam Matius 19:26, di mana Tuhan Yesus berkata, "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

...sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghinaNya di muka umum...

Pembaruan tersebut mustahil "sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghinaNya di muka umum." Waktu Tuhan Yesus disalibkan oleh umat Israel mereka menganggap salib itu layak untuk Dia. Setelah mereka bertobat, mereka berpaling dari pikiran itu, dan merasa bahwa salib itu sangat tidak layak. Kalau mereka murtad, berarti mereka kembali berfikir bahwa salib itu layak untuk Tuhan Yesus, sehingga dikatakan bahwa mereka "menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka." Kalau mereka murtad, berarti mereka memihak kepada orang-orang yang setuju dengan penyaliban Kristus. Dengan demikian mereka menyatakan bahwa hati mereka sudah menjadi keras.

Hagelberg: Ibr 6:6 - -- 6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi... Akhirnya dikatakan bahwa mereka juga "murtad," atau "jatuh dari (Allah)." (Dari s...

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi...

Akhirnya dikatakan bahwa mereka juga "murtad," atau "jatuh dari (Allah)." (Dari segi tata bahasa, kalimat ini adalah sebuah rantai yang terdiri dari lima aorist participle: diterangi, mengecap, menjadi, sekali lagi mengecap, dan akhirnya murtad.) Kemurtadan ini dibicarakan juga dalam Ibrani 3:6, 10:23-25, dan 35-39. Paulus juga menyebut orang yang murtad di dalam I Timotius 2:17-18. Ajaran yang mengatakan bahwa orang Kristen yang sudah sungguh-sungguh percaya dan lahir baru tidak akan bisa murtad tidak berasal dari Firman Allah. Ayat-ayat ini menceritakan orang selamat yang murtad!

Yang dikatakan mengenai orang selamat yang murtad adalah bahwa "tidak mungkin" mereka "dibaharui hingga bertobat." Apakah ini mustahil untuk manusia, atau mustahil secara mutlak, yaitu mustahil untuk manusia dan juga mustahil untuk Allah, tidak dijelaskan. Istilah yang dipakai di sini untuk "tidak mungkin" adalah kata adunatov/adunatos. Istilah ini juga dipakai dalam Matius 19:26, di mana Tuhan Yesus berkata, "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."

...sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghinaNya di muka umum...

Pembaruan tersebut mustahil "sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghinaNya di muka umum." Waktu Tuhan Yesus disalibkan oleh umat Israel mereka menganggap salib itu layak untuk Dia. Setelah mereka bertobat, mereka berpaling dari pikiran itu, dan merasa bahwa salib itu sangat tidak layak. Kalau mereka murtad, berarti mereka kembali berfikir bahwa salib itu layak untuk Tuhan Yesus, sehingga dikatakan bahwa mereka "menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka." Kalau mereka murtad, berarti mereka memihak kepada orang-orang yang setuju dengan penyaliban Kristus. Dengan demikian mereka menyatakan bahwa hati mereka sudah menjadi keras.

Hagelberg: Ibr 6:7-8 - -- 6:7-8 Sebab tanah yang menghisap air hujan... Pernyataan ini disusul dengan suatu ilustrasi yang tepat. Di dalam gambaran itu tanah diberkati Allah ...

6:7-8 Sebab tanah yang menghisap air hujan...

Pernyataan ini disusul dengan suatu ilustrasi yang tepat. Di dalam gambaran itu tanah diberkati Allah dengan hujan. Tanah itu "menghasilkan tumbuh-tumbuhan" yang menyenangkan, sehingga tanah itu mendapat "berkat dari Allah." Tetapi kalau tanah yang sama itu kemudian menghasilkan "duri," tanah itu akan dibakar. Maknanya adalah bahwa kita diberkati oleh Allah dengan pengampunan, dan kalau kita menghasilkan buah yang baik, maka kita akan menerima berkat yang lebih lanjut. Tetapi kalau kita hanya menghasilkan dosa dan masalah, maka "api" (kesusahan atau disiplin dari Allah) akan memakan semua hasil itu, dan membersihkan tanah itu. Api itu tidak memusnahkan tanah, tetapi memusnahkan semak duri dan rumput duri. Justru, api yang menakutkan itu yang sebenarnya menolong tanah itu, dan dimaksudkan untuk memulihkan kembali tanah itu. Demikian juga disiplin Tuhan tidak dimaksudkan untuk menyusahkan orang, tetapi untuk mengarahkan orang kepada Dia yang mengasihi kita.

Api ini melambangkan disiplin Tuhan bagi orang percaya yang mundur dari Dia. Kemungkinan bahwa orang itu dapat dipulihkan kembali supaya bersekutu erat dengan Dia tidak disinggung, dan juga tidak disangkal. Bandingkanlah I Korintus 5:5 dan I Timotius 1:20.

Hagelberg: Ibr 6:7-8 - -- 6:7-8 Sebab tanah yang menghisap air hujan... Pernyataan ini disusul dengan suatu ilustrasi yang tepat. Di dalam gambaran itu tanah diberkati Allah ...

6:7-8 Sebab tanah yang menghisap air hujan...

Pernyataan ini disusul dengan suatu ilustrasi yang tepat. Di dalam gambaran itu tanah diberkati Allah dengan hujan. Tanah itu "menghasilkan tumbuh-tumbuhan" yang menyenangkan, sehingga tanah itu mendapat "berkat dari Allah." Tetapi kalau tanah yang sama itu kemudian menghasilkan "duri," tanah itu akan dibakar. Maknanya adalah bahwa kita diberkati oleh Allah dengan pengampunan, dan kalau kita menghasilkan buah yang baik, maka kita akan menerima berkat yang lebih lanjut. Tetapi kalau kita hanya menghasilkan dosa dan masalah, maka "api" (kesusahan atau disiplin dari Allah) akan memakan semua hasil itu, dan membersihkan tanah itu. Api itu tidak memusnahkan tanah, tetapi memusnahkan semak duri dan rumput duri. Justru, api yang menakutkan itu yang sebenarnya menolong tanah itu, dan dimaksudkan untuk memulihkan kembali tanah itu. Demikian juga disiplin Tuhan tidak dimaksudkan untuk menyusahkan orang, tetapi untuk mengarahkan orang kepada Dia yang mengasihi kita.

Api ini melambangkan disiplin Tuhan bagi orang percaya yang mundur dari Dia. Kemungkinan bahwa orang itu dapat dipulihkan kembali supaya bersekutu erat dengan Dia tidak disinggung, dan juga tidak disangkal. Bandingkanlah I Korintus 5:5 dan I Timotius 1:20.

Hagelberg: Ibr 6:9-20 - -- 4. Dorongan semangat sebagai kata akhir pada peringatan (6:9-20) Sama seperti peringatan yang kedua disusul dengan suatu pesan yang dimaksudkan untuk...

4. Dorongan semangat sebagai kata akhir pada peringatan (6:9-20)

Sama seperti peringatan yang kedua disusul dengan suatu pesan yang dimaksudkan untuk membesarkan hati mereka (4:14-16), juga di sini, setelah dia cukup keras dengan mereka, sekali lagi dia menghibur mereka.

a. Pengharapan Penulis (6:9-12)

Sebenarnya, dia mempunyai harapan besar bahwa mereka akan berhasil dalam perjuangan ini, dan mereka akan memperoleh "keselamatan." Jelas sekali, yang dimaksud penulis surat ini bukan keselamatan yang dibicarakan oleh Rasul Paulus, yaitu keselamatan yang diperoleh dengan iman saja, tetapi yang dimaksud penulis surat ini dengan kata "keselamatan" adalah "partisipasi dengan kemenangan Tuhan Yesus."

Hagelberg: Ibr 6:11 - -- 6:11 ...supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan... untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.

6:11 ...supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan... untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.

Hagelberg: Ibr 6:11-12 - -- 6:11-12 menyatakan tujuan dari peringatan ini, yaitu supaya mereka setia "sampai pada akhirnya." (Kata-kata ini mirip sekali dengan Wahyu 2:26-28, su...

6:11-12 menyatakan tujuan dari peringatan ini, yaitu supaya mereka setia "sampai pada akhirnya." (Kata-kata ini mirip sekali dengan Wahyu 2:26-28, suatu janji kepada jemaat yang taat.) Pokok pembicaraan ini adalah supaya para pembaca meneladani "mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah." Perlu diselidiki di sini bahwa keikutsertaan janji itu diperoleh dengan "iman dan kesabaran." Kalau pokok pembicaraan ini adalah pengampunan dosa, dan keselamatan dari neraka, berarti penulis surat ini memberitakan "suatu injil lain" (Galatia 1:6-9). Apakah kita selamat dari neraka karena beriman atau karena beriman dan bersabar? Kalau dijawab bahwa ada juga kesabaran kalau orang mau selamat dari neraka, harus ditanya, apa bedanya dengan ajaran agama tertentu, yang menuntut iman dan perbuatan untuk memperoleh keselamatan? Tidak, tetapi apa yang dibicarakan di dalam nats ini bukanlah keselamatan dari neraka. Keselamatan itu diperoleh dengan iman saja. "Keselamatan" yang diuraikan di sini adalah sama dengan "keselamatan" di dalam seluruh surat ini: suatu kesempatan bagi kita untuk ikut Tuhan Yesus dalam kemenanganNya nanti pada waktu Dia datang untuk mendirikan KerajaanNya.

b. Dorongan dari Janji dan Sumpah Allah (6:13-20)

Kehidupan Abraham menjadi suatu "studi kasus" yang menonjol. Iman Abraham sering diceritakan di dalam Alkitab; di sini kesabaran Abraham juga diceritakan. Abraham harus menunggu lama sekali untuk memperoleh "apa yang dijanjikan Allah" kepadanya, yaitu anak sulungnya. Mari kita meneladani iman dan kesabaran Abraham, supaya kita juga boleh "mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah" (6:12).

Hagelberg: Ibr 6:11 - -- 6:11 ...supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan... untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.

6:11 ...supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan... untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya.

Hagelberg: Ibr 6:11-12 - -- 6:11-12 menyatakan tujuan dari peringatan ini, yaitu supaya mereka setia "sampai pada akhirnya." (Kata-kata ini mirip sekali dengan Wahyu 2:26-28, su...

6:11-12 menyatakan tujuan dari peringatan ini, yaitu supaya mereka setia "sampai pada akhirnya." (Kata-kata ini mirip sekali dengan Wahyu 2:26-28, suatu janji kepada jemaat yang taat.) Pokok pembicaraan ini adalah supaya para pembaca meneladani "mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah." Perlu diselidiki di sini bahwa keikutsertaan janji itu diperoleh dengan "iman dan kesabaran." Kalau pokok pembicaraan ini adalah pengampunan dosa, dan keselamatan dari neraka, berarti penulis surat ini memberitakan "suatu injil lain" (Galatia 1:6-9). Apakah kita selamat dari neraka karena beriman atau karena beriman dan bersabar? Kalau dijawab bahwa ada juga kesabaran kalau orang mau selamat dari neraka, harus ditanya, apa bedanya dengan ajaran agama tertentu, yang menuntut iman dan perbuatan untuk memperoleh keselamatan? Tidak, tetapi apa yang dibicarakan di dalam nats ini bukanlah keselamatan dari neraka. Keselamatan itu diperoleh dengan iman saja. "Keselamatan" yang diuraikan di sini adalah sama dengan "keselamatan" di dalam seluruh surat ini: suatu kesempatan bagi kita untuk ikut Tuhan Yesus dalam kemenanganNya nanti pada waktu Dia datang untuk mendirikan KerajaanNya.

b. Dorongan dari Janji dan Sumpah Allah (6:13-20)

Kehidupan Abraham menjadi suatu "studi kasus" yang menonjol. Iman Abraham sering diceritakan di dalam Alkitab; di sini kesabaran Abraham juga diceritakan. Abraham harus menunggu lama sekali untuk memperoleh "apa yang dijanjikan Allah" kepadanya, yaitu anak sulungnya. Mari kita meneladani iman dan kesabaran Abraham, supaya kita juga boleh "mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah" (6:12).

Hagelberg: Ibr 6:18 - -- 6:18 ...kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Di dalam pasal 6:18 ada ...

6:18 ...kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

Di dalam pasal 6:18 ada suatu peralihan, dari hal sumpah Allah yang meyakinkan kepada perlindungan kita dalam pengorbanan Tuhan Yesus. Peralihan tersebut berpusat pada suatu gambaran yang dipakai di mana kita digambarkan sebagai orang yang "mencari perlindungan." Lalu di dalam pasal 6:19 gambaran itu dikembangkan sedikit, sehingga kita digambarkan sebagai sebuah kapal yang mencari perlindungan dalam pelabuhan, dengan sebuah "sauh yang kuat." Sauh itu "telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir." Zaman itu, kalau sebuah kapal besar masuk pelabuhan, beberapa nelayan akan membawa sauh kapal itu dalam sebuah perahu untuk meletakkan sauh itu di tempat yang baik. Rupanya tugas nelayan tersebut sudah menjadi gambaran untuk Tuhan Yesus yang mendahului kita ke Tempat yang Mahasuci, sebagai "Imam Besar, menurut peraturan Melkisedek."

Dalam pasal 5:11-6:20 yang dibahas di atas si penulis menegur mereka dengan menegaskan bahwa pertumbuhan rohani mereka harus maju, dan tidak dapat macet, karena kalau macet, maka sulit sekali untuk dijalankan kembali.

Hagelberg: Ibr 6:18 - -- 6:18 ...kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Di dalam pasal 6:18 ada ...

6:18 ...kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

Di dalam pasal 6:18 ada suatu peralihan, dari hal sumpah Allah yang meyakinkan kepada perlindungan kita dalam pengorbanan Tuhan Yesus. Peralihan tersebut berpusat pada suatu gambaran yang dipakai di mana kita digambarkan sebagai orang yang "mencari perlindungan." Lalu di dalam pasal 6:19 gambaran itu dikembangkan sedikit, sehingga kita digambarkan sebagai sebuah kapal yang mencari perlindungan dalam pelabuhan, dengan sebuah "sauh yang kuat." Sauh itu "telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir." Zaman itu, kalau sebuah kapal besar masuk pelabuhan, beberapa nelayan akan membawa sauh kapal itu dalam sebuah perahu untuk meletakkan sauh itu di tempat yang baik. Rupanya tugas nelayan tersebut sudah menjadi gambaran untuk Tuhan Yesus yang mendahului kita ke Tempat yang Mahasuci, sebagai "Imam Besar, menurut peraturan Melkisedek."

Dalam pasal 5:11-6:20 yang dibahas di atas si penulis menegur mereka dengan menegaskan bahwa pertumbuhan rohani mereka harus maju, dan tidak dapat macet, karena kalau macet, maka sulit sekali untuk dijalankan kembali.

Wycliffe: Ibr 1:5--7:28 - -- A. Kristus "Lebih Besar Daripada "; Alasan Pendukung Keunggulan (1:5-7:28) Pokok pemikiran yang diperkenalkan di 1:4 kini diperluas dengan tujuh kuti...

A. Kristus "Lebih Besar Daripada "; Alasan Pendukung Keunggulan (1:5-7:28)

Pokok pemikiran yang diperkenalkan di 1:4 kini diperluas dengan tujuh kutipan dari Perjanjian Lama. Di antara tujuh kutipan ini, lima di antaranya menunjukkan keunggulan Kristus.

Wycliffe: Ibr 5:11--6:20 - -- 7) Sebuah Teguran Karena Kurang Pengertian dan Kurang Dewasa (5:11-6:20). Sebelum membahas imamat Melkisedek, penulis kembali berhenti untuk mengemuk...

7) Sebuah Teguran Karena Kurang Pengertian dan Kurang Dewasa (5:11-6:20).

Sebelum membahas imamat Melkisedek, penulis kembali berhenti untuk mengemukakan sebuah nasihat dan peringatan, termasuk sebuah teguran.

Wycliffe: Ibr 6:1-3 - -- 6:1-3. Nasihat dilanjutkan. Sesudah memahami beberapa prinsip dasar mengenai Kristus, mereka dinasihati untuk tidak berhenti di situ saja tetapi melan...

6:1-3. Nasihat dilanjutkan. Sesudah memahami beberapa prinsip dasar mengenai Kristus, mereka dinasihati untuk tidak berhenti di situ saja tetapi melanjutkan terus untuk memperoleh perkembangan yang penuh dan kedewasaan untuk menampilkan pertumbuhan rohani yang sempurna. Mereka harus terus membedakan kebenaran yang hidup dengan bentuk-bentuk yang mati sebagaimana dijumpai di dalam aneka peraturan mengenai pembasuhan, pembaptisan dan ritual Yudaisme. Pada ayat 3 penulis mengindentifikasi dirinya dengan para pembaca dan mengungkapkan ketergantungan dirinya sendiri kepada Allah.

Wycliffe: Ibr 6:4-8 - murtad // sekali dan untuk selamanya diterangi hatinya // Mengecap // Mendapat bagian, // pernah diterangi 4-8. Beberapa di antara mereka sudah bergerak menuju kepada kedewasaan; yang lain telah murtad. Mereka inilah yang kini dikemukakan untuk memperkuat p...

4-8. Beberapa di antara mereka sudah bergerak menuju kepada kedewasaan; yang lain telah murtad. Mereka inilah yang kini dikemukakan untuk memperkuat peringatan yang baru saja diberikan - agar berjalan terus menuju kedewasaan. Nas ini hendaknya tidak dipahami menurut sistem theologi tertentu, tetapi menurut konteksnya sendiri. Prinsip-prinsip pertama yang dipelajari adalah subjeknya. Kini penulis berbicara mengenai orang-orang yang setelah memperoleh pengajaran tentang prinsip-prinsip dasar tersebut kemudian berbalik meninggalkan Kristus. Sekarang mereka merupakan musuh Kristus dan musuh keselamatan yang terdapat di dalam Dia.

Penulis memang bermaksud untuk melukiskan sebuah kebinasaan yang sangat parah supaya mereka yang tergoda oleh kemurtadan memperoleh contoh yang paling kuat. Persoalannya jelas: Kristus atau bukan Kristus, iman yang menyelamatkan atau ketidakpercayaan, menderita hajaran-Nya atau ikut bergabung dengan orang-orang yang mengkhianati dan membunuh Dia. Kata-kata yang dipakai merupakan istilah-istilah yang kuat. Hapas photisthentas berarti sekali dan untuk selamanya diterangi hatinya (bdg. pernah diterangi hatinya). Mengecap di dalam leksikon-leksikon yang baru diterjemahkan sebagai menjadi kenal. Mendapat bagian, terjemahan dari metochous, berarti semua yang memperoleh bagian (Alf, IV, 109). Semua istilah ini menunjukkan adanya pengetahuan dan keterlibatan yang cukup luas dari mereka yang pernah diterangi. Bahkan mukjizat cukup dikenal oleh mereka yang kini ditampilkan sebagai menentang Kristus.

Pandangan yang agak berbeda mengenai nas ini juga bisa saja. Ayat 6 dapat diterjemahkan menjadi jika mereka murtad. Di dalam hal ini penulis tidak berpikir mengenai tindakan murtad tertentu, apalagi di antara pembacanya (ay. 9). tetapi mengingatkan bahwa ketidaksediaan untuk bertumbuh di dalam kehidupan Kristen berarti kemunduran, yang ujungnya mungkin adalah kemurtadan. Jika seseorang sampai menjadi murtad sesudah mengecap karunia surgawi, maka kemurtadan tersebut tidak mungkin digolongkan sebagai dosa biasa sebab mencakup di dalamnya suatu penolakan terhadap yang disediakan Allah di dalam Kristus (kembali menyalibkan Anak Allah). Oleh karena itu baginya harapan untuk bisa dibaharui kembali menjadi lenyap, sebab Allah tidak memiliki jalan yang lain jika Kalvari sudah ditolak.

Di dalam memilih untuk menolak Kristus, seseorang yang murtad sangat mirip dengan ladang yang hanya menghasilkan duri dan rumput berduri sekalipun tanah tersebut menerima curahan hujan yang memadai dan diolah sedemikian rupa karena diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Seseorang tidak mungkin salah di dalam melihat peringatan yang langsung dan kuat kepada pembaca yang tergoda untuk meninggalkan Kristus ini. Sesungguhnya, apa yang berlaku bagi orang-orang percaya abad pertama ini masih berlaku hingga sekarang.

Wycliffe: Ibr 6:9-12 - kami yakin bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik // lupa pekerjaanmu dan kasihmu // kesungguhan 9-12. Namun, menurut penjelasan penulis, semuanya itu tidak berlaku bagi orang-orang yang disapa. Itulah kesimpulan dari masalah yang dibahasnya sejau...

9-12. Namun, menurut penjelasan penulis, semuanya itu tidak berlaku bagi orang-orang yang disapa. Itulah kesimpulan dari masalah yang dibahasnya sejauh ini. Sebab sekalipun kami telah memperingatkan kamu sekeras ini (houtos laloumen), penulis mengatakan kami yakin bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik (ta kreissona). Allah tidak akan lupa pekerjaanmu dan kasihmu (epilathesthai) di dalam melayani sesama saudara seiman, juga Ia tidak akan lupa bahwa mereka masih terus melakukan hal itu. Ini merupakan tanda kesungguhan mereka: sekarang mereka dinasihati untuk memelihara sikap dan semangat yang sama sepanjang hidup mereka (ay. 11). Mereka harus senantiasa memandang kepada teladan dari orang-orang yang telah bertahan dengan begitu sungguh-sungguh (ay. 12), sehingga mereka dapat menikmati penggenapan janji-janji Allah. Mereka harus meniru iman dan perilaku orang-orang yang kuat imannya.

Wycliffe: Ibr 6:13-20 - sauh ... bagi jiwa // telah masuk sebagai Perintis bagi kita // menurut peraturan 13-20. Mereka memiliki jaminan kuat berupa perjanjian dengan Abraham. Di sini Abraham diperkenalkan sebagai teladan soal ketekunan. Dan Abraham bertek...

13-20. Mereka memiliki jaminan kuat berupa perjanjian dengan Abraham. Di sini Abraham diperkenalkan sebagai teladan soal ketekunan. Dan Abraham bertekun sebab Allah menjamin perjanjian-Nya dengan nama-Nya sendiri. Karena telah bersumpah demi nama-Nya, Allah tidak akan berbohong kepada Abraham. sebab kewenangan dan martabat-Nya dipertaruhkan. Allah tidak pernah berubah, dan kita memiliki kepastian yang sama kuatnya dengan yang dimiliki Abraham. Jaminan kita adalah Yesus yang sudah berada di tempat kudus. Melalui sumpah dan janji, orang-orang yang pengharapannya adalah Kristus sebagai sauh ... bagi jiwa akan menyaksikan penggenapan dari pengharapan mereka dapat melewati tahir (perlambangan. tirai di dalam Tabernakel) sebab Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita.

Selaku imam besar yang abadi di dalam tempat kudus, Kristus menggenapi lambang imamat Melkisedek, dan kini penulis kembali kepada pokok yang tertunda yakni oknum Kristus sebagai imam menurut peraturan atau seperti Melkisedek.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ibr 5:11--6:8 - Kesejatian iman (Kamis, 27 Oktober 2005) Kesejatian iman Ingatkah perumpamaan Kristus mengenai lalang dan gandum? Pada waktu keduanya masih kecil dan sedang bertumbuh, sulit untuk ...

SH: Ibr 5:11--6:8 - Ada masalah. (Jumat, 8 Oktober 1999) Ada masalah. Bila ada seorang yang badannya bertumbuh besar sedangkan kelakuannya masih seperti anak balita, kita tahu pasti ada masalah y...

SH: Ibr 6:9-20 - Kepastian keselamatan (Jumat, 28 Oktober 2005) Kepastian keselamatan Iman yang sejati pasti terwujud melalui ketekunan kasih dan kepastian pengharapan. Walaupun surat Ibrani berisikan tegu...

SH: Ibr 6:9-20 - Sauh bagi jiwa kita. (Sabtu, 9 Oktober 1999) Sauh bagi jiwa kita. Jikalau saudara merasa kuatir atau gelisah mengenai apa yang dibaca dalam pasal 6:4-8 kemarin, maka firman Tuhan hari...

Topik Teologia: Ibr 6:1 - -- Keselamatan Iman yang Menyelamatkan Objek dari Iman yang Menyelamatkan Allah adalah Objek dari Iman yang Menyelamatkan ...

Topik Teologia: Ibr 6:2 - -- Pengudusan Pengudusan: Fakta yang Tergenapi dan Proses Pertumbuhan Pengudusan sebagai Pertumbuhan dalam Anugerah Fakta dan Kebutuh...

Topik Teologia: Ibr 6:3 - -- Pekerjaan-Pekerjaan Allah Pemeliharaan Allah Pemeliharaan dan Manusia Dunia Pemeliharaan Allah di Dalam Keberadaan Manusia ...

Topik Teologia: Ibr 6:4 - -- Keselamatan Orang yang Tidak Menyesali Dosa adalah Keras Hati Yer 6:16 Yer 8:6 Mat 13:13-15 Mat 21:31-32 Luk 16:30-31 Rom 2...

Topik Teologia: Ibr 6:5 - -- Roh Kudus Roh Kudus dalam Diri Orang-orang Percaya Buah Roh Kebaikan Gal 5:22 Maz 23:6 Rom 8:28 Rom 15:14 Efe 5:8-9 I...

Topik Teologia: Ibr 6:8 - -- Pengudusan Pengudusan: Sasaran dan Hambatan Hambatan Pengudusan Murtad Meniadakan Pengudusan Ula 32:15-18 1Ta 28:9 Ye...

Topik Teologia: Ibr 6:9 - -- Keselamatan Iman yang Menyelamatkan Hubungan Iman yang Menyelamatkan dengan Perbuatan Iman yang Menyelamatkan Menghasilkan Perbuat...

Topik Teologia: Ibr 6:10 - -- Keselamatan Iman yang Menyelamatkan Hubungan Iman yang Menyelamatkan dengan Perbuatan Iman yang Menyelamatkan Menghasilkan Perbuat...

Topik Teologia: Ibr 6:11 - -- Keselamatan Iman yang Menyelamatkan Menghasilkan Perbuatan Mat 7:16-20 Mat 12:33 Luk 3:8-9 Luk 6:43-45 Rom 2:11,13,16 Rom 3:30-...

Topik Teologia: Ibr 6:12 - -- Dosa Dosa-dosa Roh Dosa-dosa Pemanjaan / Penyenangan Did Kemalasan Ams 6:6-8 Ams 10:4-5 Ams 10:26 Ams 12:24 Ams 12:27...

Topik Teologia: Ibr 6:13 - -- Allah yang Berpribadi Pribadi Allah

Topik Teologia: Ibr 6:16 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab kepada Allah Beriman kepada Allah Berharap kepada Allah Nilai Kebenaran Pengharapan Me...

Topik Teologia: Ibr 6:17 - -- Allah yang Berpribadi Atribut-Atribut Allah Allah Tidak Pernah Berubah Kej 18:25 Bil 23:19-20 1Sa 15:29 2Sa 22:31 1Ra 8:56 Ayu ...

Topik Teologia: Ibr 6:18 - -- Allah yang Berpribadi Atribut-Atribut Allah Yesus Kristus Kristus dalam Perjanjian Lama Kristus dalam Paralel Objek yang D...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ibrani (Pendahuluan Kitab) Penulis : Tidak Disebutkan Tema : Perjanjian yang Lebih Baik Tanggal Penulisan: 67-69 M (tidak dapat dipastikan) Latar Belakang...

Full Life: Ibrani (Garis Besar) Garis Besar I. Argumentasi: Kristus dan Iman Kristen Lebih Unggul daripada Agama Orang Yahudi (Ibr 1:1-10:18) ...

Jerusalem: Ibrani (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...

Ende: Ibrani (Pendahuluan Kitab) SURAT KEPADA ORANG-ORANG IBRANI KATA PENGANTAR Kepada siapakah surat ini ditudjukan Djudul surat ini "Kepada orang-orang Ibrani" sudah terdapat pada n...

Hagelberg: Ibrani (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN Pendahuluan Latar Belakang Selain orang-orang Yahudi yang tinggal di Israel, ada yang tersebar di mana-mana pada zaman Perjanjian Baru. M...

Hagelberg: Ibrani (Garis Besar) GARIS BESAR ibrani I. Pendahuluan (1:1-4) II. Bagian Pertama: Anak Allah adalah Raja dari Allah (1:5-4:16) A. Raja/An...

Hagelberg: Ibrani DAFTAR PUSTAKA ibrani Daftar Kepustakaan Hodges, Zane, bahan kuliah dari Greek 225, "Epistle to the Hebrews," Dallas Theological Seminary, ...

Wycliffe: Ibrani (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN IBRANI Pernyataan Pendahuluan. Orang yang mempelajari surat ini harus memahami keunikannya. Tidak ada kitab Perjanjian Baru yang sama den...

Wycliffe: Ibrani (Garis Besar) GARIS BESAR IBRANI I. Pendahuluan (1:1-4) A. Kristus Lebih Tinggi dari Para Nabi (1:1, 2) B. Kristus, "cetakan" A...

BIS: Ibrani (Pendahuluan Kitab) SURAT KEPADA ORANG IBRANI PENGANTAR Surat Kepada Orang Ibrani ini ditujukan kepada sekelompok orang Kristen, yang karena terus-menerus mengalami tek

SURAT KEPADA ORANG IBRANI

PENGANTAR

Surat Kepada Orang Ibrani ini ditujukan kepada sekelompok orang Kristen, yang karena terus-menerus mengalami tekanan, mungkin akan murtad dari kepercayaan mereka kepada Kristus. Penulis surat ini berusaha mendorong mereka supaya tetap percaya. Untuk itu ia menunjukkan bahwa Yesus Kristus adalah pernyataan Allah yang sempurna. Tiga perkara dikemukakan oleh penulis surat ini. Pertama, Yesus adalah Anak Allah -- Anak yang kekal. Anak Allah itu menunjukkan ketaatan-Nya kepada Bapa melalui ketabahan-Nya untuk menderita. Sebagai Anak Allah, Yesus lebih tinggi dari nabi-nabi dalam Perjanjian Lama. Ia pun lebih tinggi dari malaikat atau Musa sendiri. Kedua, Allah telah menyatakan Yesus sebagai imam abadi yang lebih tinggi daripada imam-imam dalam Perjanjian Lama. Ketiga, dengan perantaraan Yesus, orang yang percaya kepada-Nya dibebaskan dari dosa dan dari ketakutan dan kematian. Sebagai Imam Agung, Yesus memberikan kepada manusia keselamatan sejati yang tidak dapat diberikan oleh upacara- upacara persembahan kurban dan upacara-upacara lainnya di dalam agama Yahudi. Upacara-upacara itu hanya dapat memberikan gambaran dari keselamatan sejati itu saja, lain tidak.

Dengan mengemukakan contoh-contoh iman dari tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah Israel (pasal 11 Ibr 11:1-40), penulis surat ini menganjurkan para pembacanya supaya tetap setia. Di dalam pasal 12 (Ibr 12:1-29) ia mendorong mereka supaya terus setia sampai akhir, dengan hanya melihat pada Yesus. Ia mendorong mereka juga supaya tabah menderita dan tabah menanggung tekanan-tekanan dan penganiayaan terhadap diri mereka. Surat ini diakhiri dengan nasihat dan peringatan.

Isi

  1.  Pendahuluan: Kristus adalah pernyataan Allah yang sempurna
    Ibr 1:1-3
  2.  Kristus lebih tinggi dari malaikat
    Ibr 1:4-2:18
  3.  Kristus lebih tinggi dari Musa dan Yosua
    Ibr 3:1-4:13
  4.  Keistimewaan pekerjaan Kristus sebagai imam
    Ibr 4:14-7:28
  5.  Keistimewaan perjanjian Kristus
    Ibr 8:1-9:28
  6.  Keistimewaan kurban Kristus
    Ibr 10:1-39
  7.  Pentingnya iman
    Ibr 11:1-12:29
  8.  Nasihat dan penutup
    Ibr 13:1-25

Ajaran: Ibrani (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti pokok-pokok ajaran dari Kitab Ibrani, dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendahuluan Pen

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti pokok-pokok ajaran dari Kitab Ibrani, dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendahuluan

Penulis : Hanya Tuhan yang tahu (kemungkinan Rasul Paulus).

Tahun : Sekitar tahun 64-68 sesudah Masehi.

Penerima : Orang-orang percaya yang berlatar belakang Yahudi. Mereka sedang mengalami penganiayaan dan ejekan karena iman Kristen. (Dan juga kepada semua jemaat Kristen di dunia).

Isi Kitab: Kitab Ibrani terbagi atas 13 pasal. Di dalam Kitab ini kita dapat melihat ajaran penguatan iman Kristen bagi orang-orang yang sudah mulai mundur dari imannya, yang disebabkan oleh penganiayaan dari orang-orang yang bukan Kristen.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ibrani

  1. Pasal 1-6 (Ibr 1:1-6:12).

    Pengajaran tentang Yesus yang memiliki kedudukan tertinggi

    Dalam bagian ini dijelaskan bahwa semua yang mau kita ketahui tentang Allah dapat diketahui melalui Tuhan Yesus, karena Ia adalah Cahaya Kemuliaan Allah, Penyuci dosa. Ia adalah Pencipta, dan juga lebih tinggi dari para malaikat.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ibr 1:2-4. Kalau Yesus lebih tinggi dari pada para malaikat dan Ia adalah Pencipta, penyuci dosa, maka hendaknya setiap orang Kristen berhati- hati dalam kehidupannya sehari-hari, karena Ia sudah mengambil keputusan untuk menerima Penebusnya.
    2. Bacalah pasal Ibr 5:11-14; 6:4-6. Berikanlah pendapat saudara mengenai bagian ini.
  2. Pasal 6-10 (Ibr 6:13-10:18).

    Pengajaran tentang Yesus sebagai imam besar yang paling berkuasa

    Dalam bagian ini dijelaskan bahwa Yesus adalah Jalan ke tempat kudus, karena Ia telah membebaskan orang percaya dari Iblis dan maut serta ketakutan dari hukuman dosa.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ibr 7:25-27. _Tanyakan_: Apakah yang sanggup dilakukan oleh Yesus dalam hidup saudara? Adakah imam yang memenuhi syarat dalam ayat 26; Ibr 7:26, selain Tuhan Yesus? Apakah yang membedakan Tuhan Yesus dari imam-imam yang lain? Siapakah imam saudara untuk dapat datang kepada Allah?
    2. Bacalah pasal Ibr 10:3-4,11-18. _Tanyakan_: Apakah darah hewan (domba) dapat menebus dosa manusia? Domba apakah yang menjadi korban orang Kristen? Apakah persembahan korban yang dilakukan oleh imam-imam dunia dapat menghapuskan dosa? Apakah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi orang Kristen (manusia)? (lihat ayat 12-18; Ibr 10:12-18)
  3. Pasal 10-13 (Ibr 10:19-13:25).

    Pengajaran yang berupa nasehat bagi orang-orang Kristen

    1. Peringatan untuk mengingat masa yang lalu.

      Pendalaman

      Bacalah pasal Ibr 10:13-39. Karena itu tetaplah setia, maka kita akan memperoleh hidup yang kekal.

    2. Peringatan untuk mengingat Bapa-bapa beriman pada jaman dahulu.

      Pendalaman

      Bacalah pasal 11; Ibr 11:1-40. Dengan mengingat Bapa-bapa beriman, diharapkan agar setiap orang Kristen dikuatkan, karena hal itu membuktikan bahwa apa yang dijanjikan Allah adalah benar.

    3. Peringatan untuk mengingat pengharapan iman.

      Pendalaman

      Bacalah pasal Ibr 12:28; 13:5. Karena ada janji yang pasti dari Allah akan jaminan masa yang akan datang dan sekarang, maka hendaknya sebagai orang-orang yang sudah ditebus dari dosa, kita jangan mundur.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Ibrani?
  2. Apakah pusat pengajaran Kitab Ibrani?
  3. Apakah yang dimaksudkan dengan iman?
  4. Apakah kelebihan Tuhan Yesus dari manusia lain?

Intisari: Ibrani (Pendahuluan Kitab) Kabar baik tentang hal-hal yang lebih baik SIAPA PENULIS SURAT IBRANI?Kita sama sekali tidak tahu siapa penulis surat Ibrani. Meskipun surat ini diak

Kabar baik tentang hal-hal yang lebih baik

SIAPA PENULIS SURAT IBRANI?
Kita sama sekali tidak tahu siapa penulis surat Ibrani. Meskipun surat ini diakhiri dengan salam hangat, tetapi tidak terdapat alamat pada awal tulisan! Secara umum orang berpendapat bahwa Paulus yang menulis surat ini, tetapi Ibrani 2:3 mengatakan bahwa penulis mendengar Injil dari orang lain yang mendengar sendiri ajaran Yesus. Paulus menyatakan dengan tegas bahwa ia tidak pernah mendengar Injil dari orang lain (Gal 1:12). Penulisnya boleh jadi orang Lewi yang bernama Barnabas (Kis 4:36) yang mengetahui seluk beluk para imam dan pekerjaan mereka. Lukas merupakan kemungkinan ketiga; gaya penulisan Ibrani mirip dengan gaya penulisan Injil Lukas dan Kisah para Rasul. Yang keempat, Apolos mengenal Timotius dengan baik (13:23). Pula, Kisah 18:24 menyatakan bahwa Apolos adalah 'seorang yang mahir dalam soal-soal Kitab Suci'. Siapa pun penulis Ibrani, ia pasti seorang yang mahir dalam soal-soal Kitab Suci! Dan masih ada banyak pendapat lain. Pada akhirnya kita harus mengatakan bahwa tidak seorang pun mengetahui siapa penulis surat ini!

SIAPA PENERIMA SURAT INI?
Karena tidak ada alamat pada surat ini, maka kita tidak tahu siapa penerimanya. Penulis menyatakan suratnya sebagai 'nasihat' (13:22). Tetapi, siapa yang ia nasihati? Mereka adalah orang-orang yang telah dianiaya (Ibr 10:32-34 ). Penulis mengenal mereka secara pribadi dan berharap untuk segera mengunjungi mereka (13:19 dan 23). Mereka mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin, tetapi tidak mengalami kemajuan (5:12). Mereka adalah orang-orang berbahasa Yunani; surat ini ditulis mungkin dalam bahasa Yunani terbaik dari seluruh Perjanjian Baru. Oleh karena itu, hampir dapat dipastikan mereka bukanlah orang Yahudi yang tinggal di Yudea. Tetapi, sama pasti pula mereka adalah orang Yahudi. Orang bukan Yahudi tidak mungkin dapat mengerti hukum Yahudi secara rinci. Mereka mungkin hidup di Roma. Hal ini dapat menjelaskan salam yang terdapat dalam 13:24 dari orang Kristen Italia.

MENGAPA SURAT IBRANI DITULIS?
Ada dua kemungkinan. Jika kelompok penerima surat ini adalah Kristen, surat ini merupakan peringatan bagi mereka tentang bahaya kemurtadan, meninggalkan Kristus. Tetapi, mungkin kelompok ini adalah orang Yahudi yang masih belum dapat memutuskan, merasa ragu-ragu antara keputusan mengikuti Kristus atau kembali kepada cara-cara ibadat mereka yang lama.

WAKTU PENULISAN.
Clemen dari Roma mengetahui surat ini, maka surat ini pasti ditulis sebelum tahun 95 M. Dan karena Ibr 10:1-3 menyatakan bahwa korban masih dipersembahkan, maka mungkin surat ini ditulis sebelum tahun 70 M, ketika Bait Suci dihancurkan. Jika penganiayaan yang disebut dalam pasal 10 dilakukan oleh Nero, maka surat ini ditulis sesudah kebakaran di Roma, yaitu tahun 64 M.

Pesan

1. Nasihat.
Ibrani merupakan suatu imbauan yang mengingatkan bahwa kita harus maju terus, bertumbuh dan menjadi dewasa. Kristen selalu tergoda untuk bertahan dalam suatu titik, untuk memperkuat diri dan tidak berani menanggung risiko untuk lebih maju dalam kehidupan iman.

2. Peringatan.
Nasihat untuk maju terus selalu diikuti dengan suatu peringatan akan adanya akibat yang serius apabila tetap berdiam diri atau mundur. Khususnya perhatikan lima pasal yang berisi peringatan:

o Tidak bisa luput! Ibr 2:1-4
o Berpegang teguh! Ibr 3:7-19
o Tidak ada mundur! Ibr 6:1-20
o Tidak ada korban lain! Ibr 10:19-39
o Tidak bisa luput! Ibr 12:25-29

3. Perbandingan.
Penulis ingin sekali menunjukkan kepada kita nilai Perjanjian Lama untuk dapat memahami Perjanjian Baru. Dewasa ini banyak orang Kristen yang mengabaikan Perjanjian Lama. Ibrani menunjukkan kepada kita kesinambungan dan perbedaan antara kedua perjanjian tersebut.

4. Sebuah kemah dan bukan Bait Allah.
Walaupun Bait Suci di Yerusalem hampir dapat dipastikan masih berdiri, penulis di sini memakai istilah kemah, seperti digambarkan dalam Keluaran 25:1-27:21, sebagai gambaran penyembahan yang murni yang darinya dapat dipakai untuk memberikan gambaran penyembahan Kristen. Kemah sangat cocok untuk mereka yang berpindah-pindah, Bait Allah cocok untuk orang yang menetap. Ibrani menantang pola kehidupan kita yang menetap dan nyaman dengan corak kehidupan musafir sebagai gantinya (Ibr 11:16).

Penerapan

Ibrani memunculkan pertanyaan tentang jaminan keselamatan Kristen. Dapatkah Kristen diselamatkan hari ini dan terhilang di kemudian hari? Ayat-ayat seperti Yohanes 10:29 tampaknya mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Namun demikian, kita sering menemukan orang-orang yang dahulu tampaknya Kristen, tetapi sekarang menyangkal Kristus. Pasal-pasal peringatan dalam Ibrani seolah-olah menyarankan bahwa orang Kristen masih tetap bebas untuk kembali kepada cara hidup mereka yang lama: "Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula" (Ibr 3:14). "Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya... tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat..." (Ibr 6:4-6). "Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu, tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman" (Ibr 10:26-27). Jika surat ini dikirim kepada orang Yahudi yang telah menggabungkan diri dengan gereja Kristen, tetapi tidak mau menyerahkan diri mereka kepada Kristus, maka pengajarannya jelas: terus atau tinggalkan! Tetapi, jika surat ini ditulis kepada orang Kristen, surat ini tampaknya menegaskan bahwa sekalipun telah menjadi Kristen kita tetap diberi kesempatan untuk memilih keluar lagi. Yang terakhir ini sukar diterima sebagai ajaran Ibrani, sebab bertentangan dengan kata-kata Yesus sendiri (seperti dalam Yoh 10:29), berlawanan dengan berbagai analogi keselamatan (dapatkah seorang Kristen dibatalkan kelahiran kembalinya?) dan menentang kuasa Tuhan yang mampu menjaga keselamatan domba-domba-Nya.

Oleh karenanya, ajaran Ibrani adalah:

o Tidak ada kekristenan yang setengah-setengah. Terus atau keluar!
o Iman selalu menjadi kunci dari kehidupan yang dituntut oleh Allah.
Bagaimanapun juga, iman bukanlah semata-mata percaya tentang sesuatu, tetapi
merupakan perbuatan ketaatan.
o Perjanjian Lama dapat secara sah digunakan untuk menjelaskan ajaran

Perjanjian Baru. Seluruh isi Alkitab adalah firman Allah.

Tema-tema Kunci

1. Keunggulan Kristus.
Ini adalah topik yang sangat jelas dalam bagian pertama surat Ibrani (1-10). Bacalah seluruh pasal ini dan tulislah semua haI yang menyebutkan Kristus adalah yang "tertinggi". Mulai dari Ibr 1:4 Yesus mempunyai nama yang jauh lebih indah. Apa artinya? Telusurilah makna dari "keunggulan" Kristus.

2. Melkisedek.
Melkisedek hanya disebut dalam Ibrani 5-7 dalam Perjanjian Baru, dan dalam Kejadian 14 serta Mazmur 110 dalam Perjanjian Lama. Pelajarilah pasal-pasal ini. Pakailah kamus Alkitab untuk dapat mengetahui lebih banyak tentang dia dan arti namanya. Siapakah dia? Apa yang dilakukannya? Dan, apa kepentingan Melkisedek dalam argumentasi yang dikembangkan oleh penulis bagi surat Ibrani?

3. Perjanjian Lama.
Tulislah semua kutipan langsung dari Perjanjian Lama yang Anda temui dalam Ibrani. Catat juga acuan yang tidak langsung ke Perjanjian Lama. Amatilah prinsip-prinsip yang tampaknya dipelajari dengan menggunakan Perjanjian Lama. Bagaimana hal ini menunjukkan kepada kita tentang pendekatan terhadap Perjanjian Lama?

4. Iman
Bacalah seluruh Ibrani 11. Tulislah semua perbuatan yang telah dilakukan oleh berbagai orang tersebut. Bagaimana penekanan tentang 'iman yang bekerja' sehubungan dengan definisi tentang iman dalam ayat 1? Pelajarilah ayat-ayat 32-38 tentang iman. Apa yang dilakukan oleh para pelaku iman yang namanya disebutkan dalam pasal ini? Berapa banyak perbuatan dan pengalaman yang disebut di sana yang dapat Anda hubungkan dengan peristiwa atau orang-orang yang disebut dalam Alkitab?

Garis Besar Intisari: Ibrani (Pendahuluan Kitab) [1] PUTRA ALLAH: LEBIH TINGGI DARIPADA PARA MALAIKAT Ibr 1:1-2:18 Ibr 1:1-14Suatu perbedaan Ibr 2:1-4Suatu peringatan Ibr 2:5-18Kerendahan hati

[1] PUTRA ALLAH: LEBIH TINGGI DARIPADA PARA MALAIKAT Ibr 1:1-2:18

Ibr 1:1-14Suatu perbedaan
Ibr 2:1-4Suatu peringatan
Ibr 2:5-18Kerendahan hati Putra Allah

[2] PUTRA ALLAH: LEBIH TINGGI DARIPADA MUSA Ibr 3:1-19

Ibr 3:1-6Putra Allah dan hamba
Ibr 3:7-19Peringatan

[3] PUTRA ALLAH: LEBIH TINGGI DARIPADA YOSUA Ibr 4:1-13

[4] PUTRA ALLAH: LEBIH TINGGI DARIPADA IMAM BESAR Ibr 4:14-10:39

Ibr 4:14-5:14Lebih tinggi daripada Harun
Ibr 6:1-20Peringatan dan imbauan

Lebih tinggi daripada Melkisedek:

Ibr 7:1-10Kebesaran Melkisedek
Ibr 7:11-19Keimaman yang baru
Ibr 7:20-25Keimaman yang tetap
Ibr 7:26-28Putra Allah yang sempurna
Ibr 8:1-13Perjanjian yang unggul

Pengorbanan yang terbaik:

Ibr 9:1-10Keterbatasan yang lama
Ibr 9:11-28Kesempurnaan yang baru
Ibr 10:1-18Tubuh Kristus
Ibr 10:19-39Imbauan dan peringatan

[5] KEHIDUPAN IMAN Ibr 11:1-13:17

Ibr 11:1-3Definisi iman
Ibr 11:4-22Dari Habel sampai Keluaran
Ibr 11:23-31Dari Mesir sampai Kanaan
Ibr 11:32-38Hakim-hakim, raja-raja dan nabi-nabi
Ibr 11:39-40Hari depan yang lebih baik
Ibr 12:1-2Contoh: lihat pada Yesus
Ibr 12:3-11Hidup sebagai keluarga Allah
Ibr 12:25-29Peringatan
Ibr 12:12-24Kekudusan: bukan suatu pilihan tambahan
Ibr 13:1-6Kekudusan dalam praktek
Ibr 13:7-17Kepemimpinan dan kemuridan

[6] KESIMPULAN Ibr 13:18-25

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #03: Coba gunakan operator (AND, OR, NOT, ALL, ANY) untuk menyaring pencarian Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.91 detik
dipersembahkan oleh YLSA