kecilkan semua  

Teks -- Habakuk 2:4 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
2:4 Sesungguhnya, orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , BIS , Jerusalem , Ende , Endetn , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: Hab 2:2-20 - TULISKANLAH PENGLIHATAN ITU. Nas : Hab 2:2-20 Dalam pasal Hab 2:1-20 Allah menjawab pertanyaan Habakuk mengenai kekuasaan jahat di dunia dan kemungkinan kemusnahan orang benar....

Nas : Hab 2:2-20

Dalam pasal Hab 2:1-20 Allah menjawab pertanyaan Habakuk mengenai kekuasaan jahat di dunia dan kemungkinan kemusnahan orang benar. Tuhan menyatakan bahwa akan tiba saatnya semua orang jahat akan dibinasakan dan orang yang tidak ikut digoncang hanyalah orang yang benar, mereka yang berhubungan dengan Allah oleh iman mereka

(lihat cat. --> Hab 2:4).

[atau ref. Hab 2:4]

Full Life: Hab 2:4 - ORANG YANG BENAR ITU AKAN HIDUP OLEH PERCAYANYA Nas : Hab 2:4 (versi Inggris NIV -- hidup oleh imannya). "Orang benar"lah yang akhirnya akan muncul sebagai pemenang. 1) Orang benar dibanding...

Nas : Hab 2:4

(versi Inggris NIV -- hidup oleh imannya). "Orang benar"lah yang akhirnya akan muncul sebagai pemenang.

  1. 1) Orang benar dibandingkan dengan orang angkuh dan fasik, yang hidupnya tidak benar. Hati orang benar terarah kepada Allah, dan mereka ingin menjadi anak-anak-Nya, bersekutu secara erat dengan Dia dan menaati kehendak-Nya.
  2. 2) Orang benar harus hidup di dunia ini dengan iman kepada Allah. Di sini "iman" berarti kepercayaan yang kokoh dalam Allah bahwa cara-cara-Nya senantiasa benar, kesetiaan pribadi kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan keteguhan moral untuk mengikuti jalan-jalan-Nya. Paulus mengembangkan tema-tema ini dalam Rom 1:17 dan Gal 3:11 (bd. Ibr 10:38;

    lihat art. IMAN DAN KASIH KARUNIA).

BIS: Hab 2:4 - tidak akan selamat Kemungkinan besar artinya: tidak akan selamat.

Kemungkinan besar artinya: tidak akan selamat.

Jerusalem: Hab 2:4 - -- Dalam terjemahan Yunani ayat ini berbunyi sbb: Apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya, tetapi orang benar akan hidup oleh ima...

Dalam terjemahan Yunani ayat ini berbunyi sbb: Apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya, tetapi orang benar akan hidup oleh imam kepadaKu; bdk Ibr 10:38

Jerusalem: Hab 2:4 - tetapi orang yang benar.... percayanya Keterangan yang bernada umum ini, bdk Yes 3:10-11, mengungkapkan isi penglihatan itu. Kepercayaan atau kesetiaan (Ibraninya:emunah)(bdk Hos 2:19; Yer ...

Keterangan yang bernada umum ini, bdk Yes 3:10-11, mengungkapkan isi penglihatan itu. Kepercayaan atau kesetiaan (Ibraninya:emunah)(bdk Hos 2:19; Yer 5:1,3; 7:28; 9:2, dll) pada Allah artinya pada firman dan kehendakNya, menjadi ciri khas orang benar. Di dunia ini "kesetiaan" itu menjamin keamanan dan hidup (bdk Yes 33:6; Maz 37:3; Ams 10:25, dll). Orang fasik tidak mempunyai "ketulusan hati" itu dan oleh karenanya jatuh binasa. Dalam konteksnya (Hab 1:2-4,12-17; 2:5-18) nabi berpikir kepada orang Kasdim (fasik) dan penduduk Yehuda (benar). Penduduk Yehuda yang benar itu akan hidup sedangkan penindasnya jatuh binasa. Paulus memakai terjemahan Yunani (yang menterjemahkan emunah dengan iman) untuk mendasarkan ajarannya bahwa iman membenarkan.

Ende: Hab 1:2--2:4 - -- Bagian pertama ini memuat suatu pertjakapan nabi dengan Allah. Habakuk mengeluh karena penindasan bangsanja oleh musuh (Hab 1:2-4). Jahwe mendjawab, b...

Bagian pertama ini memuat suatu pertjakapan nabi dengan Allah. Habakuk mengeluh karena penindasan bangsanja oleh musuh (Hab 1:2-4). Jahwe mendjawab, bahwa musuh itu (orang Chaldai = Babel dikirim oleh Jahwe sendiri untuk menghukum umatNja (Hab 1:5-11). Djawab ini tidak memuaskan nabi, sehingga kembali ia mengeluh, karena keadaan buruk (Hab 1:12-17). Keadaan itu rupa2nja tidak dapat disesuaikan dengan sifat2 Jahwe. Allah lalu mendjawab, bahwa si djudjur jang bertahan dengan sabar dan pertjaja, akan selamat djuga (Hab 2:1-4). Si musuh akan binasa dan si djudjur (Juda) akan diselamatkan. soal jang dibahas dalam bagian ini, jakni bagaimana Jahwe dapat membiarkan jang djahat: hal mana djuga diperdebat dalam kitab Ijob dan muntjul dalam beberapa mazmur dan terdapat pula pada nabi Jeremia.

Ende: Hab 2:4 - -- Itulah isi djandji Tuhan. Suatu asa umum sadja, jang dikenakan pada hal tertentu djuga.

Itulah isi djandji Tuhan. Suatu asa umum sadja, jang dikenakan pada hal tertentu djuga.

Ende: Hab 2:4 - setianja boleh diartikan djuga sedemikian rupa, hingga Allahlah jang setia pada djandjiNja, jang oleh karenanja si djudjur akan selamat. Tapi kami mengartikan:...

boleh diartikan djuga sedemikian rupa, hingga Allahlah jang setia pada djandjiNja, jang oleh karenanja si djudjur akan selamat. Tapi kami mengartikan: manusia setia (sidjudjur), jang lalu berkat kesetiaannja (ketabahan, kepertjajaan) akan diselamatkan Jahwe, meskipun hal itu tidak segera terdjadi. Si djudjur adalah Juda, sedangkan "djiwa jang tak lurus" ialah orang2 Chaldai.

Endetn: Hab 2:4 - akan rebah diperbaiki. Tertulis: "(djiwa) akan kembung (sombong) jang tidak lurus didalamnja".

diperbaiki. Tertulis: "(djiwa) akan kembung (sombong) jang tidak lurus didalamnja".

Ref. Silang FULL: Hab 2:4 - yang benar // oleh percayanya · yang benar: Yeh 18:9; Yeh 18:9 · oleh percayanya: Rom 1:17%&; Gal 3:11%&; Ibr 10:37-38%&

· yang benar: Yeh 18:9; [Lihat FULL. Yeh 18:9]

· oleh percayanya: Rom 1:17%&; Gal 3:11%&; Ibr 10:37-38%&

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Hab 2:2-4 - -- V. JAWABAN KEDUA TUHAN: TUJUANNYA PASTI, DAN IMAN AKAN MENDAPAT UPAH. 2:2-4. Ketiga ayat ini berisi apa yang mungkin merupakan bagian yang paling sul...

V. JAWABAN KEDUA TUHAN: TUJUANNYA PASTI, DAN IMAN AKAN MENDAPAT UPAH. 2:2-4.

Ketiga ayat ini berisi apa yang mungkin merupakan bagian yang paling sulit dari nubuat tersebut, baik dari sudut penerjemahan maupun dari penafsirannya.

Wycliffe: Hab 2:4 - Membusungkan dada // Oleh percayanya // Akan hidup // Hidup // Masih tersisa dua pertanyaan 4. Memahami dengan jelas ayat ini sangat penting bagi orang Kristen. Dari ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip dalam Perjanjian Baru, ayat ini muncu...

4. Memahami dengan jelas ayat ini sangat penting bagi orang Kristen. Dari ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip dalam Perjanjian Baru, ayat ini muncul sebanyak tiga kali dalam konteks yang sangat vital. Hendaknya diperhatikan bahwa di mana ayat ini digunakan dalam Perjanjian Baru, ayat ini digambarkan sebagai sebuah prinsip yang tidak berubah tentang hubungan Tuhan dengan umat-Nya, bukan sebagai suatu prediksi mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sistem agama Perjanjian Baru. Dalam Habakuk, jawaban Ilahi itu dimaksudkan untuk membangkitkan harapan dan keyakinan orang-orang yang secara rohani adalah anak-anak Allah, sambil memberitakan malapetaka atas kekuatan dunia orang Kasdim.

Membusungkan dada (ASV). Menyatakan bahwa yang dimaksud ini adalah orang Kasdim, yang berbeda dengan orang Yahudi, adalah terlalu sederhana. Tetapi karena penglihatan itu merupakan sebuah jawaban bagi pertanyaan dalam 1:12-17, maka pada orang Kasdimlah terutama pandangan kita tertuju.

Oleh percayanya (AV, faith). Satu masalah kecil adalah: Apakah orang yang dibenarkan oleh iman itu yang hidup, ataukah orang benar itu hidup oleh iman? Pemakaian oleh Paulus tampaknya menekankan pada arti yang pertama, walaupun maksud penulisannya memungkinkan untuk arti yang belakangan. Bagaimanapun juga, sang rasul memakai kata "hidup" dengan penekanan khusus. Kata itu tidak semata-mata berarti bertahan hidup, melainkan hidup kekal dalam kasih karunia Allah.

Sebuah pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kata Ibrani `emûnâ harus diterjemahkan sebagai "iman" atau "kesetiaan." Di sebagian besar tempat dalam Perjanjian Lama di mana kata ini dipakai, arti kedua yang digunakan, misalnya, dalam II Raja-Raja 12:15; Yeremia 5:1. Bagaimanapun, patut diperhatikan bahwa akar dari kata ini telah dipakai sebelumnya dalam Habakuk 1:5 dengan arti memberikan kepercayaan pada firman atau janji Allah. Lagi pula, kesetiaan, sebagai suatu aspek karakter manusia sekalipun, bukan terdapat dalam kekosongan. Kesetiaan harus dipraktikkan dalam hubungan dengan seseorang atau sesuatu. Dalam hal ini, individu itu harus setia kepada Allah, kepada firman dan perjanjian Allah. Dia harus teguh bersandar, atau memiliki kepercayaan yang mendalam kepada Allah sendiri. Penggunaannya dalam PB benar-benar sesuai dengan ini.

Dapat ditunjukkan juga bahwa sangatlah baik untuk memperkaya ide kita mengenai arti "iman" menurut Perjanjian Baru dari Perjanjian Lama. Iman bukanlah semata-mata menyetujui suatu dalil mengenai Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. Iman adalah kebalikan dari kesombongan yang hebat, dari kepercayaan pada diri sendiri. Iman adalah merendahkan diri di hadapan Allah, suatu kesiapan untuk memenuhi kehendak-Nya. Iman adalah keyakinan bahwa Allah tidak mungkin berdusta atau pun gagal (2:3), suatu sikap percaya bagaimanapun keadaan yang tampak di luar (3:17). Seorang yang sangat religius seperti Habakuk hampir tidak mungkin untuk tidak berpikir mengenai Abraham dan untuk tidak mengingat apa yang dikatakan mengenai sang bapa leluhur itu, bahwa ia percaya kepada Tuhan dan itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Akan hidup. Tak diragukan lagi bahwa dalam nubuatan ini, terdapat gagasan mengenai kelangsungan hidup. Meskipun demikian, mengingat hubungan spiritual yang terlibat, ini bukanlah satu-satunya gagasan. Artinya yang sebenarnya dikemukakan dengan baik melalui permohonan Abraham dalam Kejadian 17:18, dengan memakai kata kerja yang sama, "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Hidup tidak hanya berarti memperoleh keamanan atau perlindungan dalam kehidupan ini, melainkan menikmati kasih setia Allah, yang lebih berarti daripada hidup. Itu berarti dikasihi oleh-Nya, menjadi obyek kasih sayang-Nya.

Masih tersisa dua pertanyaan yang berhubungan dengan pemakaian Habakuk 2:4 oleh Paulus dalam Roma 1:17 dan Galatia 3:11. Tidakkah rasul ini memakai kata "iman" dalam pengertian berbeda berupa suatu antitesis terhadap pandangan bahwa perbuatan-perbuatan menurut hukumlah yang merupakan alat untuk dapat diterima oleh Allah? Antitesis ini tidak terdapat dalam Habakuk. Lagi pula, bukankah iman yang dibicarakan Paulus adalah iman kepada Mesias, yang mengenai Dia tidak pernah disebutkan dalam Kitab Habakuk.

Harus diakui sejak awal bahwa Paulus tidak bermaksud untuk mengajarkan bahwa pembenaran oleh iman kepada Kristus dikemukakan oleh sang nabi. Meskipun demikian, - Paulus memang mengajarkan bahwa sebuah prinsip yang pasti telah ditetapkan dalam Alkitab mengenai hubungan antara manusia dengan Allah dan bahwa prinsip ini bekerja secara paling jelas dalam bidang kedudukan hukum manusia di hadapan Allah. Dengan kata lain, Habakuk telah menetapkan sebuah prinsip di mana kesetiaan, yaitu, kepercayaan yang teguh dan rendah hati pada firman Allah, dinyatakan sebagai alat untuk mendatangkan kesejahteraan dan keamanan bagi umat perjanjian. Paulus menyatakan bahwa alat yang sama itu merupakan alat untuk memperoleh pembenaran di hadapan Allah. Dengan berbuat begitu Paulus sama sekali tidak membelokkan gagasan mengenai kesetiaan, atau iman, dari artinya yang sebenarnya. Sesungguhnya, bila para pendeta injili modern mau memberikan untuk kata "iman" itu arti seperti yang dikandung dalam bahasa Ibraninya, maka akan kurang kedangkalan yang terdapat dalam pengakuan iman dan praktik kekristenan.

Di sisi lain, haruslah diakui juga bahwa Paulus, dibandingkan dengan Habakuk, memperluas secara tak terhingga ruang lingkup dari kata "hidup," sebab dia menggunakannya untuk kehidupan yang akan datang, untuk lingkup keselamatan atau kesejahteraan kekal yang berbeda dengan kesejahteraan yang hanya bersifat sementara. Bahwa sang rasul dibenarkan untuk berbuat demikian akan cepat dapat diakui oleh orang-orang Kristen, karena para penulis Perjanjian Baru memakai banyak bentuk dan tokoh dari Perjanjian Lama dengan kesempurnaan arti yang jauh melebihi arti hal-hal tersebut bagi orang-orang beriman dari sistem agama yang lebih tua. Akhirnya, berbagai antitesis antara prinsip tentang iman aktif dengan prinsip tentang perbuatan menurut hukum yang bermanfaat sebagai alat keselamatan, tentu saja, merupakan sebagian dari argumentasi sang rasul sendiri. Ini adalah perkembangan logis dari sifat iman itu sendiri.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Hab 1:1--2:5 - Allah adil! (Selasa, 29 November 2005) Allah adil! Di mana keadilan Allah? Mengapa orang berdosa tidak dihukum? Pertanyaan itu menghantui Habakuk karena ia melihat penduduk Yehud...

SH: Hab 2:1-20 - Bumi yang sunyi. (Kamis, 19 Desember 2002) Bumi yang sunyi. Menanti. Mungkin itulah yang menjadi pekerjaan manusia seumur hidupnya. Habakuk berdiam diri. Surga sunyi, bumi pun sunyi. ...

Topik Teologia: Hab 2:4 - -- Kehidupan Kristen: Tanggung Jawab Terhadap Sesama dan Alam Tanggung Jawab untuk Mencari Kebajikan dan Kualitas Pribadi Kebenaran Kej 6:9...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Habakuk (Pendahuluan Kitab) Penulis : Habakuk Tema : Hidup Dengan Iman Tanggal Penulisan: + 606 SM Latar Belakang Penulis kitab ini memperkenalkan dirinya...

Full Life: Habakuk (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Hab 1:1) I. Pertanyaan-Pertanyaan Habakuk (Hab 1:2-2:20) A. Pertanyaan 1: ...

Jerusalem: Habakuk (Pendahuluan Kitab) HABAKUK Kitab kacil Habakuk disusun dengan rapih. Awal kitab ialah sebuah dialog antara nabi dengan Allah: dua keluhan nabi ditanggapi dua nubuat Ilah...

Ende: Habakuk (Pendahuluan Kitab) KITAB KEDUABELAS NABI PENDAHULUAN Dalam sastera kenabian dari kanon Hibrani dan Junani terdapat sedjumlah naskah ketjilan, jang besarnja toh agak berl...

Ende: Habakuk (Pendahuluan Kitab) PENGANTAR KITAB PARA NABI PENDAHULUAN Kitab para nabi, jang terdjemahan Indonesianja kami sadjikan bersama ini, memuat sedjumlah tulisan kenabian, jak...

Wycliffe: Habakuk (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN HABAKUK Penulis. Mengenai Habakuk sendiri, tidak ada yang diketahui kecuali apa yang bisa disimpulkan dari kitab ini yang memuat namanya....

Wycliffe: Habakuk (Garis Besar) GARIS BESAR HABAKUK I. Pengantar. 1:1. II. Keluhan nabi tentang kekejaman yang tak terkendali di Yehuda. 1:2-4. III. Jawaban Tuhan: Oran...

BIS: Habakuk (Pendahuluan Kitab) HABAKUK PENGANTAR Nabi Habakuk menyampaikan pesan-pesannya menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Babel. Ia sanga

HABAKUK

PENGANTAR

Nabi Habakuk menyampaikan pesan-pesannya menjelang akhir abad ketujuh Sebelum Masehi, pada masa kekuasaan kerajaan Babel. Ia sangat prihatin melihat kekerasan yang dilakukan oleh bangsa yang kejam itu, maka ia bertanya kepada TUHAN, "Bagaimana Engkau dapat tahan melihat orang-orang jahat yang kejam itu? Bukankah Engkau terlalu suci untuk memandang kejahatan? Bukankah Engkau merasa muak melihat ketidakadilan? Jadi, mengapa Engkau diam saja ketika orang yang saleh dihancurkan oleh pendurhaka?" (Hab 1:13).

TUHAN menjawab bahwa Ia akan bertindak pada waktu yang ditentukan-Nya sendiri, dan sementara itu harus diingat bahwa, "Orang yang jahat tidak akan selamat, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah akan hidup karena kesetiaannya kepada Allah" (Hab 2:4).

Bagian yang terakhir dari buku ini berisi ramalan tentang kehancuran bagi mereka yang tidak taat kepada perintah TUHAN. Dan di dalam bagian yang terakhir itu diselipkan nyanyian pujian bagi kebesaran Allah. Di dalam pujian itu tergambar juga iman yang teguh dari sang nabi.

Isi

  1.  Keluhan Habakuk dan jawaban-jawaban TUHAN
    Hab 1:1-2:4
  2.  Kutuk atas orang-orang yang tidak taat kepada perintah TUHAN
    Hab 2:5-20
  3.  Doa Habakuk
    Hab 3:1-19

Ajaran: Habakuk (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti tentang pertumbuhan iman, serta membawa mereka kepada kedewasaan iman yang benar. Pendahuluan Penulis

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti tentang pertumbuhan iman, serta membawa mereka kepada kedewasaan iman yang benar.

Pendahuluan

Penulis : Nabi Habakuk.

Isi Kitab: Kitab Habakuk dibagi atas 3 pasal, yang berisi keluhan-keluhan tentang kekejaman bangsa fasik dan ramalan akan kejatuhan bangsa seperti itu, sebagai jawaban terhadap keluhan nabi itu.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Nabi Habakuk

  1. Pasal 1 (Hab 1:1-17).

    Keluhan-keluhan Nabi Habakuk dan jawaban Allah

    Pendalaman

    1. Nabi Habakuk mengeluh melihat keadaan tanah Yehud (Hab 1:1-2). Tetapi Allah menjawab Nabi Habakuk bahwa Ialah yang membangkitka bangsa Kasdim yang menindas bangsa Yehuda (Hab 1:5-6).
    2. Nabi Habakuk memberikan keluhan lagi karena tidak puas dengan jawaba Allah (Hab 1:12-17). Namun kemudian Nabi Habakuk merasa dikuatkan setelah memperole jawaban Allah bahwa orang benar akan hidup oleh percayanya, tetap orang sombong dan khianat akan tetap berada dalam hukuman Alla (Hab 2:4).
  2. Pasal 2 (Hab 2:1-20).

    Penglihatan Nabi Habakuk

    Bagian ini merupakan penglihatan yang diberikan oleh Tuhan kepada Nabi Habakuk. Ini adalah jawaban secara rohani yang dapat dimengerti oleh orang beriman.

    Pendalaman

    1. Nabi Habakuk juga mendapat penglihatan akan peristiwa di mana "bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut" (Hab 2:14).
    2. Dalam pasal 2; Hab 2:1-20 ini terdapat lima kali kata "celakalah" Ini pun merupakan jawaban atas penglihatan itu, bahwa orang- orang fasik akan dihancurkan, tetapi orang-orang benar akan hidup karena imannya (Hab 2:4-5).
  3. Pasal 3 (Hab 3:1-19).

    Doa dan syukur Nabi Habakuk

    Bagian ini menjelaskan doa dan ucapan syukur Nabi Habakuk atas keadilan Tuhan serta atas pengharapan keadaan yang akan datang.

    Pendalaman

    1. Sumber sukacita dan kekuatan bagi orang percaya adala Tuhan (Hab 3:17-19).
    2. Apakah sumber sukacita saudara?

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Pergumulan dalam hidup Nabi Habakuk membuktikan bahwa pergumulan hidu merupakan hal yang biasa dialami oleh setiap orang beriman.
  2. Keteguhan Nabi Habakuk merupakan teladan kepada orang percaya, untu memiliki keteguhan iman di dalam berbagai keadaan.
  3. Kemahakuasaan Allah dengan jelas dinyatakan dalam Kitab Habakuk.
  4. Sumber sukacita dan kebahagiaan tidak ada pada orang lain selain pad Allah.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah yang menjadi penulis Kitab Habakuk?
  2. Apakah isi Kitab Habakuk?
  3. Dengan apakah orang benar dapat hidup?
  4. Pelajaran rohani apakah yang saudara terima setelah mempelajari Kita Habakuk?

Intisari: Habakuk (Pendahuluan Kitab) Bagaimana Allah dapat memakai orang jahat? NABI YANG TIDAK DIKENALSelain dari satu petunjuk yang singkat, kita samma sekali tidak tahu tentang Habaku

Bagaimana Allah dapat memakai orang jahat?

NABI YANG TIDAK DIKENAL
Selain dari satu petunjuk yang singkat, kita samma sekali tidak tahu tentang Habakuk atau kapan ia berkhotbah. Beberapa orang berpendapat bahwa karena pasal Hab 3 ditulis seperti Mazmur lainnya, yaitu untuk penyembahan umum -- lengkap dengan petunjuk-petunjuk untuk musiknya (Hab 3:1,3,9,13,19) -- ia boleh jadi seorang Lewi yang bekerja di dalam Rumah Tuhan di Yerusalemm dan juga seorang nabi. Petunjuk yang kita punyai mengacu kepada orang Kasdim atau orang babel. (Hab 1:6), dan ada yang memperdebatkan apakah Habakuk meramalkan kebangkitan kekuasaan mereka atau hanya menggambarkan apa yang terjadi pada masa hidupnya. Kedua asumsi menempatkan Habakuk pada akhir abad ketujuh S.M. Pada waktu itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M). Pada waktu itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M). Setelah mereka mengalahkan Mesir dalam perang Karkemis (605 S.M), mereka terus menggempur Palestina. Pada tahun 597 S.M mereka merebut Yerusalem, dan sepuluh tahun kemudian mereka menghancurkannya. Bangsa Babel menutup satu era dalam sejarah orang Yahudi.

APA YANG HARUS DIBERITAKANNYA?
Beberapa orang berpendapat bahwa kitab yang sekarang kita punyai ini terdiri bermacam-macam tulisan, tetapi rupanya hanya ada satu tema. Kembali tema itu mengenai masalah penderitaan, dilihat baik dalam masyarakat maupun pada skala yang lebih luas dalam politik internasional. Sementara nabi Habakuk yakin bahwa Allah itu berdaulat, dan bhwa segala sesuatu tidak akan terjadi tanpa kehendaknya, ia juga tahu bahwa Allah itu kudus dan benar. Bagaimana mungkin Allah memakai tangan-tangan orang jahat tanpa mengerti mengotori tanganNya sendiri? Bagian pertama dari kitab ini merupakan suatu percakapan yang didalamnya nabi itu mengeluh kepada Allah dan memaksa diberikannya suatu jawaban, walaupun jalan keluar yang sebenarnya terhadap masalah itu tidak diberikan. Menghadapi tidak adanya rasa perikemanusiaan manusia terhadap manusia lain, kita hanya boleh percaya bahwa Allah akan meluruskan yang salah menurut kehendak dan waktuNya.

Pesan

1. Dunia penuh penderitaan
Di mana-mana dalam masyarakat nabi melihat adanya penderitaan, dan yang lebih buruk lagi ialah bahwa hal itu sering sebagai akibat dari ketidakadilan. Oleh karena orang jahat rupanya bebas melakukan kejahatan, dan doa-doanya memohon keadilan tidak dijawab, Habakuk dihadapkan pada dilema yang tidak enak: 'Jika Tuhan itu adil, mengapa Ia membiarkan ketidakadilan berlangsung terus?' Hab 1:2-4 Bukannya membuat masalah menjadi lebih mudah untuk diterima, Tuhan malah memberikan kepadanya suatu visi yang jauh lebih buruk. Bangsa Babel yang hampir tidak mempedulikan hidup manusia atau hak-hak mereka, akan mengalahkan negeri itu. Hab 1:5-11 Lebih menyeramkan lagi ialah bahwa para penakluk itu tidak mempunyai waktu untuk Tuhan. Mereka mempunyai rasa percaya diri yang luar biasa. Hab 1:7,11,15,16

2. Allah berkuasa
Habakuk percaya bahwa Allahnya adalah Tuhan atas seluruh muka bumi, dan oleh karena itu, Dia rupanya telah membiarkan semua ini terjadi. Dia melihat bahwa Tuhan memakai kekuasaan jahat untuk mencapai maksudNya. Hab 1:5,6; 2:20; 3:19 Ia juga sadar bahwa Tuhan itu adil, dan bahwa Ia akan menghakimi ketidakadilan dan kejahatan. Musuh-musush yang bertubi-tubi merupakan takdir mereka. Hab 1:12; 2:6-20; 3:3-15. Masih ada masalah yang belum terjawab, yaitu bagaimana Allah sampai terlibat, mengingat bahwa Ia suci dan benar. Hab 1:13

3. Pesan tentang kepercayaan
Walaupun Habakuk mengeluh kepada Allah dan menunggu suatu jawaban, Allah tidak benar-benar memberikannya. Hab 2:1 Sebaliknya, kebenaran yang diungkapkan-Nya -- dan perintah yang harus ditulis dengan sederhana sehingga semua orang dapat membacanya dengan mudah -- ialah bahwa orang benar akan dipelihara melalui semua itu, karena kesetiaannya kepada Allah. Hab 2:2-4 Habakuk diberi sekilas pemandangan mengenai masa depan, yaitu waktu semua orang akan mengakui Allah dan hukumNya. Dengan mempercayai siapa Allah dan apa yang akan dilakukanNya, ia mendapati bahwa mungkin saja tidak hanya dapat bertahan melalui masa-masa yang sulit, tetapi sebenarnya juga dapat bersukacita. Hab 2:14; 3:17-19

Penerapan

1. Dunia ini adalah tempat yang penuh dosa
Kita harus realistis tentang manusia, baik dalam masyarakat maupun dalam dunia internasional. Manusia, laki-laki dan perempuan tidak lagi mempedulikan Tuhan dan hukum-Nya. Jika diberi kesempatan mereka dapat menginjak-injak orang lain demi untuk mendapatkan harta, rasa aman, kuasa dan kenikmatan.

2. Tidak salah untuk meminta
Pertanyaan-pertanyaan Habakuk bukan merupakan dosa keragu-raguan, tetapi didorong oleh rasa bingung. Kita juga harus berpikir melalui iman kita, menghadapi pertanyaan-pertanyaan sukar yang dilemparkan kehidupan kepada kita, walaupun mungkin kita tidak mempunyai jalan keluarnya.

3. Kita dapat bergantung kepada Allah juga
Walaupun kita tidak dapat mengerti apa yang Tuhan kerjakan, kita boleh percaya bahwa Ia menyelesaikan segala sesuatu dengan cara dan waktuNya sendiri. Kita juga dapat belajar untuk bersukacita, bukan di dalam keadaan kita, tetapi di dalam Dia, di dalam kenyataan siapa Dia dan apa yang akan dilakukanNya.

4. Sejarah menuntut penghakiman
Sangat banyak kejahatan manusia yang tidak mendapatkan hukuman dalam hidup ini atau dalam dunia ini. Jika Allah itu adil, harus ada penghakiman di kemudian hari. Masalah penderitaan membawa kita keluar dari hidup ini menuju ke kehidupan berikutnya.

Tema-tema Kunci

1. Allah
Masalah Habakuk timbul karena ia mempunyai gambaran yang jelas tentang siapa Allah. Perhatikan cara ia menggambarkan-Nya sebagai Tuhan yang suci (Hab 1:12,13; 3:3), adil (Hab 1:12), berdaulat (Hab 2:20; 3:19), tidak berubah (Hab 1:12; 3:6, penuh belas kasihan (Hab 3:2), menyelamatkan (Hab 3:13,18), menghakimi (Hab 2:13,16; 3:3-15), dan mengungkapkan kebenaran (Hab 2:2).

2. Kesetiaan
Jawaban Allah atas pertanyaan nabi adalah 'orang yang benar akan hidup karena iman percayanya (atau kesetiaannya)' Hab 2:4, yaitu kesetiaannya kepada Allah di tengah-tengah orang lain yang tidak mengenal Allah. Para pembaca surat Ibrani diperintahkan untuk bertahan dengan cara yang sama (Hab 10:35-39), sementara itu Paulus memakai ayat ini untuk membuat ilustrasi mengenai pengertiannya tentang 'pembenaran karena iman' Roma 1:17; Galatia 3:11). Bagi Allah, kesetiaan berarti tindakan ketaatan. Oleh karenanya, sementara dalam Habakuk dikatakan bahwa orang yang benar adalah orang yang setia kepada Tuhan, dalam tulisan-tulisan Paulus pendapat ini bertolak belakang. Hanya orang yang sedah menyerahkan diri kepada Kristus saja yang benar.

Garis Besar Intisari: Habakuk (Pendahuluan Kitab) [1] MENGAPA, TUHAN? Hab 1:1-4 Hab 1:1-3Terlalu banyak penderitaan Hab 1:4Terlalu banyak ketidakadilan [2] MASIH BANYAK LAGI YANG AKAN TERJADI!

[1] MENGAPA, TUHAN? Hab 1:1-4

Hab 1:1-3Terlalu banyak penderitaan
Hab 1:4Terlalu banyak ketidakadilan

[2] MASIH BANYAK LAGI YANG AKAN TERJADI! Hab 1:5-11

Hab 1:5Kejadian-kejadian yang tidak diduga-duga
Hab 1:6-11Bangsa Kasdim datang!

[3] BAGAIMANA ENGKAU MELAKUKANNYA, TUHAN? Hab 1:12-2:1

Hab 1:12Engkau berkuasa
Hab 1:13Tetapi Engkau kudus
Hab 1:14-17Bagaimana Engkau membiarkan itu terjadi?
Hab 2:1Saya menginginkan suatu jawaban

[4] ALLAH TAHU APA YANG DILAKUKANNYA Hab 2:2-5

Hab 2:2,3Firman-Nya benar
Hab 2:4,5Penghukuman-Nya akan menyusul

[5] ALLAH MEMBENCI KETIDAKADILAN Hab 2:2-5

Hab 2:6-8Mereka yang senang membunuh dan mencuri
Hab 2:9-11Mereka yang merasa aman dalam kejahatan mereka
Hab 2:12-14Mereka yang tidak mempunyai hati
Hab 2:15-17Mereka yang mempermalukan orang lain
Hab 2:18-20Mereka yang menyembah dewa-dewa palsu

[6] ALLAH KITA SEGERA DATANG Hab 3:1-19

Hab 3:1-15Tuhan datang untuk menghakimi
Hab 3:16-19Dengan gemetar, percaya dan kemenangan
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #33: Situs ini membutuhkan masukan, ide, dan partisipasi Anda! Klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.09 detik
dipersembahkan oleh YLSA