kecilkan semua  

Teks -- 1 Korintus 14:2 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Bahasa | Bahasa yang Ajaib (Bahasa Roh) | Bahasa Roh | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Full Life , Jerusalem , Ende , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH , Topik Teologia

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Full Life: 1Kor 14:2 - BERKATA-KATA DENGAN BAHASA ROH. Nas : 1Kor 14:2 Jemaat Korintus telah melebih-lebihkan kepentingan karunia bahasa roh dalam ibadah umum (lihat art. KARUNIA-KARUNIA ROHAN...

Nas : 1Kor 14:2

Jemaat Korintus telah melebih-lebihkan kepentingan karunia bahasa roh dalam ibadah umum

(lihat art. KARUNIA-KARUNIA ROHANI ORANG PERCAYA)

sehingga mereka mementingkannya lebih dari karunia yang lain. Apa lagi, mereka menjalankannya tanpa penafsiran. Paulus berusaha membenahi penyalahgunaan ini dengan jalan menunjukkan bahwa bahasa roh tanpa penafsiran sama sekali tidak menguntungkan dalam ibadah umum. Garis besar pasal ini adalah sebagai berikut:

  1. 1) Nubuat lebih membangun jemaat daripada bahasa roh yang tidak ditafsirkan (ayat 1Kor 14:1-4).
  2. 2) Nubuat dan bahasa roh dengan penafsiran sama pentingnya bagi jemaat (ayat 1Kor 14:5).
  3. 3) Berkata-kata dengan bahasa roh tanpa penafsiran dalam kebaktian tidak menguntungkan orang lain (ayat 1Kor 14:6-12).
  4. 4) Mereka yang berkata-kata atau berdoa dengan bahasa roh dalam jemaat harus berusaha untuk membangun jemaat dengan berdoa agar diberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu (ayat 1Kor 14:13).
  5. 5) Dalam kehidupan pribadi Paulus, berkata-kata dengan bahasa roh kepada Allah merupakan suatu sarana yang penting dalam penyembahan dan pertumbuhan rohani (ayat 1Kor 14:14-19).
  6. 6) Nubuat lebih berguna daripada bahasa roh yang tidak ditafsirkan karena nubuat menimbulkan keinsafan akan dosa dan pengetahuan akan kehadiran Allah (ayat 1Kor 14:20-25).
  7. 7) Berkata-kata dengan bahasa roh dan bernubuat harus diatur supaya ketertiban terpelihara dalam jemaat (ayat 1Kor 14:26-40).

Full Life: 1Kor 14:2 - TIDAK BERKATA-KATA KEPADA MANUSIA, TETAPI KEPADA ALLAH. Nas : 1Kor 14:2 Pada dasarnya ada dua cara untuk memahami ayat ini. 1) Beberapa orang percaya bahwa ayat ini menunjukkan bahwa penggunaan u...

Nas : 1Kor 14:2

Pada dasarnya ada dua cara untuk memahami ayat ini.

  1. 1) Beberapa orang percaya bahwa ayat ini menunjukkan bahwa penggunaan utama bahasa roh, baik dalam jemaat maupun secara pribadi, adalah terutama untuk berbicara kepada Allah dan bukan kepada manusia. Ketika bahasa roh ditujukan kepada Allah, maka pembicara itu sedang berhubungan dengan Allah oleh Roh Kudus dalam bentuk doa, pujian, nyanyian, ucapan berkat, dan ucapan syukur. Yang diucapkan itu adalah "hal-hal yang rahasia", yaitu hal-hal yang tidak dapat dipahami oleh pembicara itu dan oleh para pendengar (bd. ayat 1Kor 14:2,13-17). Penafsiran ucapan (ayat 1Kor 14:5,13) dalam bahasa roh itu mengizinkan jemaat untuk masuk ke dalam manifestasi dari penyembahan yang dipimpin Roh sehingga mereka dapat berkata "Amin" (ayat 1Kor 14:16) kepada doa atau pujian yang diilhami Roh (ayat 1Kor 14:16; juga

    lihat cat. --> 1Kor 14:6).

    [atau ref. 1Kor 14:6]

  2. 2) Pada pihak lain, pernyataan Paulus itu bisa berarti bahwa hanya Allah yang mengerti bahasa roh kecuali itu ditafsirkan (ayat 1Kor 14:5). Implikasinya adalah bahwa bahasa roh, bila ditafsirkan, diarahkan kepada manusia. Pandangan ini didukung oleh pernyataan Paulus yang menyatakan bahwa berkata-kata dengan bahasa roh tidak diucapkan kepada manusia karena "tidak ada seorang pun yang mengerti"

    (lihat cat. --> 1Kor 14:6).

    [atau ref. 1Kor 14:6]

Jerusalem: 1Kor 12:1--14:40 - -- Ketiga bab ini, 12-14, membahas penggunaan baik dari karunia-karunia Roh Kudus (karismata). Karunia-karunia itu dianugerahkan kepada jemaat sebagai ta...

Ketiga bab ini, 12-14, membahas penggunaan baik dari karunia-karunia Roh Kudus (karismata). Karunia-karunia itu dianugerahkan kepada jemaat sebagai tanda bukti kelihatan dari kehadiran Roh Kudus. Karunia-karunia itu juga dimaksudkan untuk menanggapi keadaan jemaat yang masih baru, yang mentalitas kafirnya dahulu belum juga diresapi kepercayaan Kristen. Orang-orang Korintus mengutamakan karunia-karunia yang paling mengherankan lalu digunakan dalam suasana yang tidak keruan. Dalam hal itu mereka meniru upacara-upacara kafir. Paulus turun tangan dengan menandaskan, bahwa karunia-karunia itu dianugerahkan buat pembinaan jemaat, sehingga tidak boleh menimbulkan persaingan (bab 12). Kemudian Paulus menjelaskan bahwa ada urutan nilai dalam karunia-karunia itu sekedar memberi sumbangannya bagi pembinaan jemaat.

Ende: 1Kor 14:2 - Berkata kepada Allah Djadi bahasa gaib itu berwudjud doa dan lagu-lagu memuliakan Allah.

Djadi bahasa gaib itu berwudjud doa dan lagu-lagu memuliakan Allah.

Ref. Silang FULL: 1Kor 14:2 - bahasa roh // mengerti bahasanya // yang rahasia · bahasa roh: Mr 16:17; Mr 16:17 · mengerti bahasanya: 1Kor 14:6-11,16 · yang rahasia: 1Kor 13:2

· bahasa roh: Mr 16:17; [Lihat FULL. Mr 16:17]

· mengerti bahasanya: 1Kor 14:6-11,16

· yang rahasia: 1Kor 13:2

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: 1Kor 12:1--14:40 - -- E. Nasihat tentang Karunia-karunia Roh (12:1-14:40). Dengan kata peri de ("Sekarang tentang") yang terkenal itu Paulus mengacu kepada pertanyaan lain...

E. Nasihat tentang Karunia-karunia Roh (12:1-14:40).

Dengan kata peri de ("Sekarang tentang") yang terkenal itu Paulus mengacu kepada pertanyaan lainnya yang dikemukakan oleh jemaat di Korintus. Sekalipun demikian, pokok yang baru ini, yaitu karunia Roh, terkait dengan bagian sebelumnya oleh hubungan bersama dengan ibadah umum. Penting untuk membedakan karunia Roh dengan buah-buah Roh dan jabatan rohani. Buah-buah Roh adalah ciri-ciri watak Kristen. Setiap orang percaya berkewajiban mengembangkan semua buah Roh itu (bdg. Gal. 5:22, 23). Jabatan-jabatan rohani merupakan kedudukan di dalam gereja untuk menyelenggarakan urusan-urusannya, entah itu pengawasan rohani atas domba-domba Allah (para penatua) atau pengawasan rohani di dalam hal-hal yang bersifat sementara (para diaken: I Tim. 3:1-13). Hanya beberapa orang percaya tertentu saja yang memegang jabatan rohani. Karunia Roh adalah berbagai kemampuan yang diberikan oleh Tuhan yang berkaitan dengan pelayanan di gereja lokal, baik yang resmi maupun yang tidak resmi. Setiap orang percaya memiliki karunia Roh, tetapi tidak semua orang percaya memiliki karunia yang sama (bdg. I Kor. 12:4-11). Jemaat di Korintus, yang pasti bukan jemaat yang mati, berada dalam bahaya menyalahgunakan hak-hak istimewanya dengan cara menekankan secara berlebihan karunia-karunia spektakuler tertentu. Sang rasul pertama-tama mengemukakan soal kesatuan dan keragaman dari semua karunia yang ada (12:1-31a), kemudian coal keutamaan kasih di atas usaha mencari karunia (12:31b-13:13), dan akhirnya soal penilaian serta pengaturan penggunaan karunia bernubuat dan karunia berbahasa roh (14:1-40).

Wycliffe: 1Kor 14:1-36 - -- 5) Keunggulan Nubuat dan Ibadah Umum Gereja (14:1-36). Tampaknya salah satu penyebab utama dari terjadinya ketidakteraturan di gereja itu adalah peny...

5) Keunggulan Nubuat dan Ibadah Umum Gereja (14:1-36).

Tampaknya salah satu penyebab utama dari terjadinya ketidakteraturan di gereja itu adalah penyalahgunaan karunia berbahasa roh. Sang rasul membahas masalah tersebut di dalam pasal ini. Dia menyatakan keunggulan karunia bernubuat atas karunia berbahasa lidah (ay. 1-25), sesudah itu dia memberikan pedoman untuk memanfaatkan karunia-karunia tersebut dengan benar (ay. 26-33) dan peraturan bagi kaum perempuan yang hadir di dalam kebaktian umum di gereja (ay. 34-36). Sesudah itu disajikan sebuah rangkuman dan sebuah kesimpulan (ay. 37-40).

Tidak seorang pun yang telah mempelajari sifat dari karunia berbahasa roh akan berpikir untuk bersikap dogmatis di dalam hal tersebut. Paparan yang sekarang tentang pasal ini mengikuti pandangan bahwa karunia berbahasa roh ialah kemampuan untuk berbicara dengan bahasa yang dikenal dan bukan ucapan dalam keadaan ekstase. (Istilah unknown atau tidak dikenal di dalam versi KJV bahasa Inggris tidak dijumpai di dalam naskah-naskah Yunani yang hanya mencantumkan bahasa lidah saja). Sebagian besar penafsir masa kini menganut pandangan bahwa karunia ini juga mencakup ucapan dalam keadaan ekstase (bdg. MNT, hlm. 206-225; Morris, op.cit, hlm. 172, 173, 190-198). Sekalipun demikian. terdapat beberapa faktor yang membuat kebenaran penafsiran ini agak meragukan.

Pertama-tama, rupanya jelas bahwa berbahasa roh yang tercatat dalam Kisah Para Rasul adalah bahasa yang dikenal (bdg. Kis. 2:4, 8, 11). Mengingat fakta bahwa Lukas adalah sahabat dekat Paulus (mungkin dia sendiri juga di Korintus ketika itu) dan menulis kitab Kisah Para Rasul sesudah korespondensi Korintus, rasanya logis bila Lukas memperhatikan perbedaan di antara peristiwa yang terjadi di dalam Kisah Para Rasul dengan keadaan di Korintus, jika perbedaan itu memang ada. Dengan kata lain. I Korintus harus ditafsirkan sesuai dengan Kisah Para Rasul, yang tidak dikenal harus ditafsirkan oleh yang dikenal, sebuah prinsip hermeneutik yang bagus. Selanjutnya, peristilahan yang dipakai Paulus identik dengan peristilahan yang dipakai Lukas di dalam Kisah Para Rasul, sekalipun Lukas mendefinisikan lebih jauh peristilahan yang dipakainya itu. Paulus menggunakan istilah Yunani glossa, yang artinya lidah; Lukas juga mempergunakan kata ini dan mendefinisikannya sebagai sebuah dialektos (Kis. 1:19; 2:6, 8; 21:40; 22:2; 26:14), sebuah istilah yang selalu mengacu kepada bahasa suatu bangsa atau suatu daerah (bdg. Arndt, hlm. 184). Sangat kecil kemungkinan bahwa satu fenomena yang dilukiskan oleh dua penulis dengan istilah yang sama memiliki arti yang berbeda.

Akhirnya, tujuan dari karunia ini adalah menjadi tanda bagi orang-orang Yahudi (I Kor. 14:21, 22) sebagaimana sudah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama (bdg. Yes. 28:11), dan juga petunjuk mengenai cara memenuhi tugas di dalam Kisah Para Rasul 1:8. Pada hari pentakosta dimulailah suatu karya Roh Kudus yang akan membalik kutukan atas Babel (bdg. Kej. 11:19), ketika mana bahasa manusia (yang dikenal) dikacaukan. Jadi, di dalam penganugerahan karunia ini terdapat dua sisi. Yaitu sebagai tanda bagi orang Yahudi (setiap kali karunia ini muncul di dalam Kisah Para Rasul. selalu ada orang Yahudi yang hadir bdg. Kis. 2:4 dst.; 8:17, 18; 10:46; 19:6). dan sebagai tanda dari karya Allah yang akan mempersatukan umat tebusan di bawah panji-panji Raja Mesias dalam kerajaan-Nya yang akan datang. Memasukkan bahasa dari orang dalam keadaan ekstase ke dalam gambaran ini hanya akan menambah kebingungan lebih banyak. Dukungan lainnya terhadap pandangan bahwa bahasa roh adalah bahasa yang dikenal disajikan di dalam paparan tentang bagian tersebut.

Wycliffe: 1Kor 14:2 - Tidak berkata-kata kepada manusia 2. Tidak berkata-kata kepada manusia berarti berbahasa roh tanpa penafsir.

2. Tidak berkata-kata kepada manusia berarti berbahasa roh tanpa penafsir.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: 1Kor 14:1-9 - Menghibur, membangun, dan menasihati. (Sabtu, 27 September 2003) Menghibur, membangun, dan menasihati. Paulus menasihati anggota-anggota jemaat Korintus yang mendapatkan karunia-karunia istimewa dari Tuhan...

SH: 1Kor 14:1-19 - Kejarlah kasih! (Senin, 8 September 1997) Kejarlah kasih! Hal pertama yang setiap Kristen harus kejar ialah kasih. Tentu saja semua orang Kristen yang sungguh beriman dalam Kristus sudah mener...

Topik Teologia: 1Kor 14:2 - -- Gereja Masalah-masalah Yang Dihadapi Gereja Masalah yang Muncul dari Pemerintahan dan Praktik Gereja Penyalahgunaan Karunia-karuni...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) Penulis : Paulus Tema : Masalah-Masalah Jemaat dan Pemecahannya Tanggal Penulisan: Tahun 55/56 Latar Belakang Korintus, sebuah...

Full Life: 1 Korintus (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (1Kor 1:1-9) I. Pembahasan Masalah-Masalah yang Telah Diberitahukan kepada Paulus (1Kor 1:10-6:20) ...

Jerusalem: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) SURAT-SURAT PAULUS PENGANTAR Kronologi kehidupan Paulus Dengan menggunakan Kisah Para Rasul dan surat-surat Paulus, maka tokoh ini lebih kita kenal da...

Ende: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) SURAT PERTAMA RASUL PAULUS KEPADA UMAT KORINTUS KATA PENGANTAR Kota Korintus jang termasjhur dalam sedjarah Junani kuno, musna dari bumi dalam perang ...

Wycliffe: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN 1 KORINTUS Kota Korintus. Korintus merupakan sebuah pusat perdagangan kaya yang terletak pada sebuah tanah genting sempit yang menghubung...

Wycliffe: 1 Korintus (Garis Besar) GARIS BESAR 1 KORINTUS I. Pendahuluan (1:1-9). A. Salam (1:1-3) B. Ucapan Syukur (1:4-9). II. Aneka Perpecahan di ...

BIS: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) SURAT PAULUS YANG PERTAMA KEPADA JEMAAT DI KORINTUS PENGANTAR Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat di Korintus ditulis untuk membahas persoalan-p

SURAT PAULUS YANG PERTAMA KEPADA JEMAAT DI KORINTUS

PENGANTAR

Surat Paulus Yang Pertama Kepada Jemaat di Korintus ditulis untuk membahas persoalan-persoalan yang timbul di dalam jemaat yang telah didirikan oleh Paulus di Korintus itu. Persoalan-persoalan tersebut adalah mengenai kehidupan dan kepercayaan Kristen. Pada waktu itu Korintus adalah sebuah kota Yunani, ibukota provinsi Akhaya yang termasuk wilayah pemerintahan Roma. Kota ini, yang penduduknya terdiri dari banyak macam bangsa, terkenal karena kemajuannya dalam perdagangan, kebudayaannya yang tinggi, tetapi juga karena keadaan susilanya yang rendah dan karena adanya bermacam-macam agama di situ.

Yang terutama menjadi pikiran Rasul Paulus ialah persoalan tentang perpecahan dan kebejatan di dalam jemaat, dan tentang persoalan-persoalan seks dan perkawinan, persoalan hati nurani, tata tertib dalam jemaat, karunia-karunia Roh Allah, dan tentang bangkitnya orang mati. Dengan pandangan yang dalam, Paulus menunjukkan bagaimana Kabar Baik dari Allah itu menyoroti persoalan-persoalan tersebut.

Pasal 13 (1Kor 13:1-13) melukiskan ciri-ciri kasih yang sejati. Pasal ini mungkin merupakan pasal yang paling terkenal di antara semua pasal lainnya di buku ini.

Isi

  1.  Pendahuluan
    1Kor 1:1-9
  2.  Keretakan dalam gereja
    1Kor 1:10-4:21
  3.  Soal seks dan kehidupan keluarga
    1Kor 5:1-7:40
  4.  Orang Kristen dan orang yang tidak menyembah Allah
    1Kor 8:1-11:1
  5.  Kehidupan jemaat dan ibadah
    1Kor 11:2-14:40
  6.  Perihal bangkitnya Kristus dan orang-orang Kristen dari kematian
    1Kor 15:1-58
  7.  Sumbangan untuk orang-orang Kristen di Yudea
    1Kor 16:1-4
  8.  Hal-hal pribadi dan penutup
    1Kor 16:5-24

Ajaran: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Korintus, dan melakukannya di dalam kehidupan mereka. Pendahuluan Pen

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Korintus, dan melakukannya di dalam kehidupan mereka.

Pendahuluan

Penulis : Rasul Paulus.

Tahun : Sekitar tahun 56 sesudah Masehi.

Penerima : Orang-orang Kristen di kota Korintus. (Dan juga orang-orang Kristen di seluruh dunia).

Isi Kitab: Kitab I Korintus terbagi atas 16 pasal. Di dalamnya kita dapat melihat ajaran tentang cara-cara kehidupan anggota gereja.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab I Korintus

  1. Pasal 1-4 (1Kor 1:1-4:21).

    Pengajaran tentang kenyataan bahwa setiap orang Kristen hanyalah milik Tuhan Yesus

    Dalam bagian ini Rasul Paulus menegur orang-orang Kristen karena adanya perpecahan dan iri hati atau pertengkaran.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal 1Kor 1:10. _Tanyakan_: Apakah sebabnya terjadi perpecahan di antara jemaat Korintus? Dan apakah yang dikatakan Rasul Paulus tentang perpecahan itu?
    2. Bacalah pasal 1Kor 3:3. _Tanyakan_: Apakah yang menunjukkan seseorang masih hidup secara duniawi?
    3. Bacalah pasal 1Kor 4:6. _Tanyakan_: Apakah yang dikatakan Rasul Paulus tentang kesombongan?
  2. Pasal 5-6 (1Kor 5:1-6:20).

    Pengajaran tentang kehidupan moral di dalam jemaat

    Di dalam bagian ini, Rasul Paulus menjelaskan persoalan yang timbul dalam jemaat karena percabulan dan mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal 1Kor 5:11-13. _Tanyakan_: Apakah yang diperintahkan Allah kepada orang Kristen?
    2. Bacalah pasal 1Kor 6:6-11. _Tanyakan_: Bagaimanakah perintah Allah?
    3. Bacalah pasal 1Kor 6:12-20. _Tanyakan_: Mengapakah Rasul Paulus melarang percabulan? Siapakah yang empunya tubuh orang Kristen?
  3. Pasal 7-16 (1Kor 7:1-16:24).

    Pengajaran tentang kemerdekaan orang Kristen dan kehidupan dalam ibadah

    Di bagian ini, Rasul Paulus menjawab pertanyaan dari jemaat tentang kemerdekaan orang Kristen, sikap dalam kebaktian dan mengenai karunia-karunia Roh, juga tentang kebangkitan orang-orang percaya.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal 1Kor 7:8-13. _Tanyakan_: Bagaimanakah perintah Allah tentang pernikahan? Mengapakah orang Kristen tidak boleh bercerai?
    2. Bacalah pasal 1Kor 8:8-9. _Tanyakan_: "Apakah makanan membawa seseorang lebih dekat kepada Allah?"
    3. Bacalah pasal 1Kor 15:12-19. _Tanyakan_: Mengapakah pengakuan akan kebangkitan orang percaya itu penting?
    4. Bacalah pasal 1Kor 15:57-58. _Tanyakan_: Apakah jerih payah dalam melayani Tuhan Yesus itu sia-sia?

II. Kesimpulan

Melalui Kitab I Korintus, Allah mengajarkan arti kehidupan menjadi murid Tuhan Yesus dan bagaimana kehidupan sebagai orang-orang yang sudah diselamatkan (orang Kristen).

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah yang menulis Kitab I Korintus?
  2. Apakah tujuan Kitab I Korintus?
  3. Apakah arti kebangkitan orang percaya dalam iman Kristen?
  4. Bagaimanakah seharusnya kehidupan orang yang sudah diselamatkan?

Intisari: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) Surat kepada gereja yang terpecah belah BAGAIMANA GEREJA DI KORINTUS DIMULAI.Paulus pertama kali mengunjungi Korintus pada perjalanan misionarisnya y

Surat kepada gereja yang terpecah belah

BAGAIMANA GEREJA DI KORINTUS DIMULAI.
Paulus pertama kali mengunjungi Korintus pada perjalanan misionarisnya yang kedua (Kis. 18:1). Sejumlah orang Yahudi, termasuk Krispus yang menjadi kepala rumah ibadat, dan banyak orang bukan Yahudi menjadi Kristen. Paulus memulai sebuah sekolah Alkitab untuk mereka, yang letaknya strategis dan mencolok karena berdampingan dengan rumah ibadat (Kis. 18:1-18). Ia tinggal di sana selama delapan belas bulan dan digantikan oleh Apolos sebagai guru Alkitab.

BAGAIMANA BERITA TENTANG GEREJA DI KORINTUS SAMPAI KEPADA PAULUS.
Paulus sedang berada di suatu tempat di Asia (1 Kor. 16:19), mungkin di Efesus (16:8), pada akhir masa perjalanan misionarisnya yang kedua, ketika Stefanus dan dua orang kawannya datang dengan membawa sepucuk surat dari jemaat di Korintus (16:17 dan 7:1).

SEBUAH GEREJA YANG TERPECAH BELAH.
1. Mereka terpecah karena soal kepemimpinan (1:12).
2. Mereka terpecah karena standar moral (5:1-8).
3. Mereka terpecah karena kasus pendakwa dan terdakwa (6:1-8).
4. Mereka terpecah karena kasus orang Kristen yang lemah dan yang kuat (8:7-12).
5. Mereka terpecah antara yang kaya dan yang miskin (11:17-22).
6. Bahkan karunia Roh menjadikan mereka terpecah belah (12:12-26 ).

EMPAT PUCUK SURAT UNTUK JEMAAT KORINTUS?
Rupanya Paulus menulis empat pucuk surat kepada jemaat di Korintus: kita hanya memiliki surat kedua dan yang terakhir.
1. Surat pertama disebut dalam 5:9; "Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu". Akan tetapi tidak ada lagi yang dapat kita ketahui mengenai surat itu.
2. Suratnya yang kedua adalah Surat I Korintus kita ini.
3. Surat yang ketiga tampaknya disebut-sebut dalam I I Korintus 2:3, 4 dan seringkali disebut "surat yang sangat menyedihkan". Surat ini boleh jadi I Korintus, tetapi surat itu tidak benar-benar cocok dengan apa yang disebut oleh Paulus sebagai "surat yang sangat menyedihkan".
4. Surat yang keempat adalah Surat 11 Korintus.

PERTANYAAN-PERTANYAAN ANDA TERJAWAB.
I Korintus sangat besar nilainya, karena surat itu menjawab banyak pertanyaan yang banyak ditanyakan dewasa ini:
o Bagaimana sikap yang benar terhadap para pemimpin kita?
o Di mana letak pendidikan dalam kehidupan Kristen?
o Bagaimana tentang disiplin gerejawi?
o Bolehkah Kristen membawa Kristen lain ke pengadilan?
o Bagaimana seharusnya sikap kita terhadap agama-agama lain?
o Apa yang dimaksud dengan kebebasan?
o Bolehkah wanita berdoa di gereja?
o Apa karunia-karunia Roh itu?
o Karunia Roh mana yang paling penting?
o Apa yang terjadi setelah kematian?
Mempelajari surat ini dengan saksama akan mengungkapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dan banyak pertanyaan lainnya.

Pesan

Surat ini disusun bagaikan elips dengan dua "titik pusat",bukannya satu.

1. Skandal gereja yang terpecah (pasal 1-4) Gereja terpecah ke dalam empat
golongan dengan "nama" yang berbeda-beda:

o Saya golongan Paulus
o Saya golongan Petrus
o Saya golongan Apolos
o Saya golongan Kristus

Bagian mengenai kelemahan dalam pasal 1 mungkin ditujukan kepada apa yang
dikatakan oleh para pengritik tentang Paulus (lihat 2Kor 10:10)
dan bagian tentang hikmat dalam pasal yang sama mungkin ditujukan kepada Apolos
dan pendidikannya (Kis. Kis 18:24). Paulus menggunakan lima sebutan
yang mencolok bagi dirinya dan para pemimpin gereja lainnya untuk menunjukkan
bagaimana seharusnya sikap kita:
o Sebagai pelayan (diakonia). 1Ko 3:5
o Sebagai kawan sekerja. 1Ko 3:9
o Sebagai ahli bangunan. 1Ko 3:10
o Sebagai hamba, pembantu. 1Ko 4:1
o Sebagai orang yang dipercaya. 1Ko 4:1

2. Kebingungan mengenai kebebasan (pasal 8-10)

o Orang Kristen 'yang kuat' berpendapat bahwa mereka bebas memakan makanan dalam
rumah-rumah berhala di Korintus, sekalipun orang Kristen 'yang lemah'
dibingungkan dan dilemahkan oleh perbuatan mereka.
o Wanita-wanita 'yang bebas' merasa boleh menanggalkan kerudung walaupun
sebagian pria Kristen tradisional berpikir bahwa mereka terlalu maju.

Paulus memarahi hal-hal tersebut. Ia mengambil contoh sederhana: haknya untuk
menerima upah bagi pekerjaannya sebagai seorang pengkhotbah.

Ia membuat tujuh argumentasi yang mendukung prinsip membayar pengkhotbah:

o Contoh dari para rasul. 1Ko 9:5
o Ilustrasi tentang seorang prajurit. 1Ko 9:7
o Ilustrasi tentang seorang tukang kebun. 1Ko 9:7
o Ilustrasi tentang seorang gembala. 1Ko 9:7
o Ajaran hukum Taurat. 1Ko 9:8
o Contoh dari para imam di Bait Allah. 1Ko 9:13
o Pengajaran dari Yesus sendiri. 1Ko 9:14

Dan setelah membuktikan haknya atas upah, ia menolak untuk dibayar
(1Ko 9:15). Maksudnya jelas: Walau aku mempunyai hak, tidak berarti
bahwa aku harus menggunakannya.

Dan inilah prinsipnya: 'Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku
menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak
mungkin orang'. (1Ko 9:19)

Penerapan

1. Kepandaian manusia pasti bertentangan dengan hikmat Allah.

2. Orang Kristen yang mengidolakan pemimpin mereka:
o memecah belah gereja o menipu pemimpin mereka o meremehkan Allah

3. Disiplin gereja, yang kini banyak dilupakan:
o memulihkan para pemberontak o memperingatkan mereka yang tidak mantap o menjadi saksi bagi dunia o memuliakan Allah

4. Orang Kristen dibebaskan:
o bukan untuk menyenangkan diri sendiri o tetapi supaya dapat melayani Allah o dan dapat memenangkan orang lain

5. Kebangkitan merupakan hakikat kekristenan.
o kebangkitan BUKAN sebagai pilihan tambahan

Tema-tema Kunci

o Bacalah dengan saksama 1Ko 1:17 sampai 1Ko 2:13, dan
catatlah hal-hal yang berhubungan dengan hikmat, kuasa, kebodohan atau
kelemahan. Paulus menggunakan masing-masing ini dalam dua cara: sebagaimana
dilihat oleh manusia dan sebagaimana Allah melihatnya. Coba jelaskan semua
pokok ini.
o Dalam pasal 5 dan 6 Paulus mulai mengajukan tujuh pertanyaan dengan 'Tidak tahukah kamu?':
- sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan. 1Ko 5:6
- orang kudus akan menghakimi dunia. 1Ko 6:2
- kita akan menghakimi malaikat-malaikat. 1Ko 6:3
- orang-orang yang tidak benar tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 1Ko 6:9
- tubuhmu adalah anggota Kristus. 1Ko 6:15
- siapa yang mengikatkan dirinya dengan pelacur, menjadi satu tubuh dengan dia. 1Ko 6:16
- tubuhmu adalah bait Roh Kudus. 1Ko 6:19

Atas dasar apa Paulus berharap agar orang Kristen di Korintus mengetahui
ketujuh prinsip ini? Jika kita tahu ketujuh prinsip ini, apa pengaruhnya atas
tingkah laku kita?
o Empat dasar injil. Dalam 1Ko 15:3-5 Paulus mempersingkat Injil menjadi empat dasar pengajaran.

1. Kristus mati untuk dosa-dosa kita sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci.
2. Ia dikuburkan.
3. Ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci.
4. Ia menampakkan diri...

Selidikilah dalam seluruh Perjanjian Lama dan tunjukkan bahwa Kristus mati
untuk dosa-dosa kita sesuai dengan kitab suci dan bahwa Kristus dibangkitkan
pada hari ketiga sesuai dengan kitab suci.

o Pasal 15 mengenai kebangkitan. Apa konsekuensi dari kepercayaan yang tidak
mengakui adanya kebangkitan (ayat 12-19)?

Perhatikan tiga pasangan yang mencolok yang ditunjukkan oleh Paulus dalam ayat
45-49:

1. Adam pertama dan Adam terakhir.
2. Manusia pertama dan Manusia kedua.
3. Manusia dari debu dan Manusia dari surga.
Mengapa Yesus dikatakan Adam terakhir, tetapi Manusia kedua? (Pelajarilah
dengan saksama Rom 5:6-21 untuk lebih mendalami hal yang sangat
kontras antara Adam dan Kristus).

Garis Besar Intisari: 1 Korintus (Pendahuluan Kitab) [1] PENGANTAR 1Ko 1:1-9 1Ko 1:1-3Salam 1Ko 1:4-9Beberapa komentar yang mengejutkan [2] SKANDAL GEREJA YANG TERPECAH 1Ko 1:10-4:21 1Ko 1:

[1] PENGANTAR 1Ko 1:1-9

1Ko 1:1-3Salam
1Ko 1:4-9Beberapa komentar yang mengejutkan

[2] SKANDAL GEREJA YANG TERPECAH 1Ko 1:10-4:21

1Ko 1:10-31Manusia dipermuliakan: Kristus disalibkan
1Ko 2:1-3:4Hikmat rohani
1Ko 3:5-4:5Pikirkan tentang para pemimpin seperti ini
1Ko 4:6-21Kesombongan luar biasa, kemiskinan dan kuasa

[3] SKANDAL IMORALITAS 1Ko 5:1-6:20

1Ko 5:1-13Skandal seksual yang memalukan
1Ko 6:1-8Skandal peradilan
1Ko 6:9-20Kesucian bagi Bait Roh Kudus

[4] PERTANYAAN-PERTANYAAN TENTANG PERKAWINAN 1Ko 7:1-40

1Ko 7:1-9Tentang hak dan kewajiban
1Ko 7:10-24Tentang perceraian
1Ko 7:25-38Bagaimana tentang orang-orang yang melajang?
1Ko 7:39-40Ringkasan

[5] DIBEBASKAN... TETAPI SEBERAPA BEBAS? 1Ko 8:1-11:1

1Ko 8:1-13Dibebaskan dari penyembahan berhala, tetapi...
1Ko 9:1-27Bebas dari pengaruh masyarakat, tetapi...
1Ko 10:1-13Bebas karena anugerah Allah, tetapi...
1Ko 10:14-11:1Bebas untuk melayani manusia dan menyukakan Allah

[6] KEKACAUAN DALAM IBADAH DI GEREJA 1Ko 11:2-14:40

1Ko 11:2-16Rambut panjang, topi dan kerudung
1Ko 11:17-34Perjamuan Kudus: dalam gereja yang terpecah?
1Ko 12:1-31Karunia-karunia Roh
1Ko 13:1-13Karunia yang terbesar
1Ko 14:1-40Bahasa lidah dan nubuatan

[7] KEBANGKITAN 1Ko 15:1-58

1Ko 15:1-11Inilah kabar baik
1Ko 15:12-19Jika Kristus tidak bangkit...
1Ko 15:20-34Tetapi Ia telah bangkit dan kita pun akan dibangkitkan
1Ko 15:35-50Apa arti kebangkitan
1Ko 15:51-58Kemuliaan kebangkitan

[8] KESIMPULAN 1Ko 16:1-24

1Ko 16:1-9Rencana-rencana Paulus
1Ko 16:10-20Beberapa orang penting
1Ko 16:21-24Salam pribadi
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #24: Gunakan Studi Kamus untuk mempelajari dan menyelidiki segala aspek dari 20,000+ istilah/kata. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA