kecilkan semua  

Teks -- Ulangan 17:14 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Hukum tentang raja
17:14 "Apabila engkau telah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan telah mendudukinya dan diam di sana, kemudian engkau berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku,
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Topik/Tema Kamus: Raja | Perintah | Musa | Hukum Musa | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Jerusalem , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Jerusalem: Ul 12:1--26:15 - -- Bagian Ulangan ini memuat "Kitab Hukum Ulangan", Ia merupakan sebuah kumpulan tak keruan pelbagai hukum yang asal usulnya berbeda-beda. Sejumlah hukum...

Bagian Ulangan ini memuat "Kitab Hukum Ulangan", Ia merupakan sebuah kumpulan tak keruan pelbagai hukum yang asal usulnya berbeda-beda. Sejumlah hukum ini agaknya berasal dari kerajaan utara (Israel) dan sesudah direbutnya Samaria dalam th 721 seb Mas diresmikan dalam kerajaan selatan (Yehuda). Kitab Hukum Ulangan ini memperhatikan perkembangan yang sudah ditempuh bangsa Israel di bidang hidup kemasyarakatan dan keagamaan. Ia dimaksudkan sebagai pengganti Kitab Perjanjian. Pada pokoknya bagian Ulangan ini sama dengan kitab hukum Taurat yang ditemukan dalam bait Allah di masa pemerintahan raja Yosia, 2Ra 22:8 dst.

Jerusalem: Ul 17:14-20 - -- Kecuali dalam nas ini Kitab Hukum Ulangan tidak berkata-kata mengenai jabatan raja. "Hukum Raja" ini sejalan dengan yang tercantum dalam 1Sa 8:11-18. ...

Kecuali dalam nas ini Kitab Hukum Ulangan tidak berkata-kata mengenai jabatan raja. "Hukum Raja" ini sejalan dengan yang tercantum dalam 1Sa 8:11-18. Ia mempunyai nada negatip terhadap jabatan raja. Kedua nas tsb kiranya berasal dari kalangan di Israel yang tidak senang dengan pemerintahan yang berupa kerajaan. Dari kalangan itu berasal pula Hos 7:3-7; 13:9-11, dll; Yeh 34:1-10.

Ref. Silang FULL: Ul 17:14 - telah mendudukinya // di sana // di sekelilingku · telah mendudukinya: Bil 33:53; Bil 33:53 · di sana: Yos 21:43 · di sekelilingku: 1Raj 8:5,19-20; 10:19

· telah mendudukinya: Bil 33:53; [Lihat FULL. Bil 33:53]

· di sana: Yos 21:43

· di sekelilingku: 1Raj 8:5,19-20; 10:19

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Ul 5:1--26:19 - -- III. Ketentuan-ketentuan: Hidup Menurut Perjanjian (5:1-26:19) Ketika perjanjian-perjanjian tentang kekuasaan raja dibaharui, maka peraturan-peratura...

III. Ketentuan-ketentuan: Hidup Menurut Perjanjian (5:1-26:19)

Ketika perjanjian-perjanjian tentang kekuasaan raja dibaharui, maka peraturan-peraturannya yang merupakan bagian yang panjang dan menentukan di dalam sebuah dokumen perjanjian, diulang kembali dengan sejumlah penyempurnaan, khususnya penyempurnaan yang diperlukan sesuai dengan situasi yang berubah. Oleh karena itu, Musa merangkum dan merumuskan ulang berbagai syarat yang dikemukakan di dalam Perjanjian Sinai. Selanjutnya, sebagaimana peraturan-peraturan perjanjian biasanya diawali dengan tuntutan yang mendasar dan umum agar si raja yang kalah tunduk sepenuhnya kepada raja pemenang dan sesudah itu baru dilanjutkan dengan peraturan yang lebih terinci, demikian pula Musa saat ini menghadapkan Israel dengan tuntutan primer yakni mengkhususkan diri sepenuhnya untuk Tuhan (ay. 5-11) dan sesudah itu barulah dengan peraturan-peraturan tambahan tentang kehidupan sesuai perjanjian (ay. 12-26).

Wycliffe: Ul 12:1--26:19 - -- B. Berbagai Perintah Pelengkap (12:1-26:19) Setelah melukiskan semangat batin dari kehidupan teokratis (ps. 5-11), Musa melanjutkan dengan menguraika...

B. Berbagai Perintah Pelengkap (12:1-26:19)

Setelah melukiskan semangat batin dari kehidupan teokratis (ps. 5-11), Musa melanjutkan dengan menguraikan ketetapan dan peraturan dari bentuk lahiriah teokrasi itu (ps. 12-26). Pasal 12:1-16:17 terutama berkenaan dengan berbagai persyaratan pentahiran dengan upacara agama. Kewenangan pemerintahan dan hukum merupakan pokok pembahasan dalam 16:18-21:23. Luasnya hubungan antar warga teokrasi dicantumkan di 22:1-25:19. Rangkaian peraturan ini diakhiri dengan pengakuan ritual tentang kekuasaan Tuhan dan pernyataan akhir tentang pengesahan perjanjian (ps. 26).

Wycliffe: Ul 16:18--21:23 - -- 2) Keadilan Pengadilan Pemerintah (16:18-21:23) Bagian ini berisi serangkaian peraturan yang berkenaan dengan pemerintahan teokratis, dengan penekana...

2) Keadilan Pengadilan Pemerintah (16:18-21:23)

Bagian ini berisi serangkaian peraturan yang berkenaan dengan pemerintahan teokratis, dengan penekanan utama pada unsur hukumnya. Di samping kekudusan ibadah, Israel juga harus memiliki keadilan politik hukum. Di antara pemerintahan dan ibadah terdapat kesatuan otoritas tertinggi, sebab Tuhan merupakan Allah dan juga Raja Israel. Oleh karena itu, semua lembaga teokratis, tidak seperti dalam negara yang biasa, bersifat religius, dan ada perluasan praktik ibadah hingga keluar dari wilayah tempat ibadah dan memasuki gelanggang pemerintahan. Selanjutnya, karena seluruh hukum teokratis, baik yang menyangkut moral dan sipil maupun menyangkut ibadah dipahami menurut peraturan perjanjian dari Tuhan yang tercatat di dalam dokumen perjanjian, dan karena Kitab Hukum tersebut diserahkan kepada para imam di tempat ibadah pusat untuk dipelihara dan dijelaskan kepada bangsa itu, para imam memiliki kekuasaan utama di bidang hukum (bdg. 21:5), setidak-tidaknya hingga masa permulaan kerajaan (bdg. 17:9, 10). Di samping Pengetahuan mereka tentang hukum yang tertulis, para imam juga bisa memanfaatkan Urim dan Tumim untuk mengetahui keputusan ilahi. Kenyataan tersebut akan memberikan peranan yang lebih tinggi kepada para imam sekalipun di kemudian hari para raja lebih banyak berperan di bidang hukum. Di seluruh negeri tersebut suara lisan dari Raja ilahi yang bertakhta di tempat ibadah pusat itu makin dinyatakan kepada dan melalui seorang nabi. Namun sementara para nabi mencatat hukuman Tuhan yang tidak terduga kepada bangsa dan pemimpin umat-Nya, fungsi hukum dari para imam adalah menyangkut proses peradilan kasus sengketa antar orang Israel.

Wycliffe: Ul 17:14-20 - -- b) Para Raja dan Perjanjian Allah (17:14-20). Seperti halnya peraturan tentang tempat ibadah yang tetap, hukum ini menggambarkan masa depan yang masi...

b) Para Raja dan Perjanjian Allah (17:14-20).

Seperti halnya peraturan tentang tempat ibadah yang tetap, hukum ini menggambarkan masa depan yang masih lebih jauh. Sekalipun pendirian kerajaan tidak diberitakan sebagai perintah, tetapi sebagai hal yang dibolehkan, itu cukup untuk menunjukkan bahwa kerajaan tidak perlu bertentangan prinsip dengan pemerintahan teokratis (bdg. Kej. 17:6, 16; 35:11; 49:10). Semua tergantung pada jenis kerajaan yang akan muncul. Jika raja yang memerintah menyesuaikan diri dengan semangat dari ketetapan ini, yaitu memerintah di bawah Tuhan dan menurut hukum perjanjian, maka ia sebetulnya akan memperkaya gambaran simbolis Perjanjian Lama mengenai pemerintahan Mesianis. Adalah pengabaian Israel terhadap persyaratan religius bagi seorang raja yang membuat Samuel dahulu keberatan memenuhi permintaan mereka akan seorang raja (bdg. I Sam. 8:4 dst.). Patut diperhatikan bahwa di dalam perjanjian oleh raja sekular, kelalaian serupa dalam pemilihan raja oleh pihak yang tunduk juga terjadi.

Penekanan utama dari nas ini, yang meletakkan landasan hukum perjanjian bagi kerajaan yang akan datang, ialah bahwa sekalipun raja mungkin akan menggantikan kepemimpinan hakim yang kharismatik, para raja tersebut juga harus tunduk kepada perjanjian Allah baik dalam kehidupan dan pemerintahan mereka maupun dalam kegiatan mereka yang berhubungan dengan pengadilan (ay. 18-20). Kewenangan hukum yang tertinggi tetap ada di tangan Tuhan yang hukum-Nya berada di bawah Pengawalan para imam (ay. 18; bdg. 11). 15, Hanyalah raja yang dipilih Tuhan. Raja yang dipilih Allah untuk menduduki takhta kerajaan dinyatakan oleh seorang nabi (bdg. I Sam. 10:24; 16:12 dst.) dari tengah-tengah saudara-saudaramu. Ia haruslah sesama hamba perjanjian. Di dalam hal ini raja akan seperti anti tipe Mesianisnya. Berbagai larangan pada ayat 16, 17 mencerminkan keadaan di istana kerajaan dari bangsa-bangsa sekitar Israel. Di antaranya ada yang beranggapan bahwa raja adalah dewa; di Israel Allah adalah Raja (bdg. Kel. 15:18; 19:5, 6; Ul. 33:5; Hak. 8:23). Tentang ayat 16b lihat Keluaran 13:17; 14:13; Ulangan 28:68. Ketika berada di padang gurun, Israel sering kali merindukan hasil pertanian dari Mesir (Bil. 11:5, 18, 20; 14:4). Berhadapan dengan negeri-negeri yang sumber kekuatan ekonomi dan militernya adalah kuda, mereka akan merindukan kuda dan kereta kuda Firaun yang terkenal (bdg. Yes. 30:2; I Raj. 10:28, 29), dengan melupakan pentingnya pemilihan mereka serta kenyataan pelepasan mereka dari perbudakan di Mesir. Tentang pelanggaran larangan-larangan ini yang dilakukan oleh Salomo lihat I Raja-Raja 10:26 dan seterusnya; 11:1 dan seterusnya. 18. Salinan hukum ini. Sebuah salinan dari perjanjian diberikan kepada setiap raja yang tunduk. Salinan Tuhan yang di sini dianggap sebagai yang asli dan yang standar, disimpan di tempat ibadah pusat (31:9). Tentang ayat 19, 20 bandingkan dengan 31:12, 13. Daud menunjukkan kesesuaian rohnya dengan hukum perjanjian tentang pangkat raja ini melalui tanggapannya dalam bentuk Mazmur (Lih. Mzm. 1) dan dengan menempatkan takhtanya dekat dengan tempat ibadah pusat di tempat yang telah dipilih Allah.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Ul 17:8-20 - Sikapi masalah keadilan dengan serius! (Kamis, 22 Mei 2003) Sikapi masalah keadilan dengan serius! Keadilan tidak bisa ditangani secara sembarangan. Proses peradilan harus betul-betul mencerminkan keadi...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Penulis : Musa Tema : Pembaharuan Perjanjian Tanggal Penulisan: Sekitar 1405 SM Latar Belakang Kitab ini berisi amanat perpisa...

Full Life: Ulangan (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Ul 1:1-5) I. Wejangan Musa I: Menceritakan Kembali Sejarah Israel yang Baru Mereka Alami ...

Jerusalem: Ulangan (Pendahuluan Kitab) PENGANTAR JUDUL-JUDUL, PEMBAGIAN DAN ISI Kelima buku pertama Kitab Suci merupakan suatu kesatuan yang oleh orang-orang Yahudi diberi nama "Hukum&...

Ende: Ulangan (Pendahuluan Kitab) ULANGTUTUR KATA PENDAHULUAN Salah satu diantara kitab-kitab kumpulan hukum jang terpenting dari Israil ialah Kitab Ulangtutur. Kitab ini terkenal deng...

Wycliffe: Ulangan (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN ULANGAN Judul. Judul kitab ini merupakan terjemahan dari judul bahasa Inggrisnya yang tampaknya berlandaskan pada sebuah kesalahan terjem...

Wycliffe: Ulangan (Garis Besar) GARIS BESAR ULANGAN I. Mukadimah: Perantara Perjanjian (1:1-5) II. Pendahuluan Historis: Sejarah Perjanjian (1:6-4:49) A. Dari ...

BIS: Ulangan (Pendahuluan Kitab) ULANGAN PENGANTAR Buku Ulangan terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab.

ULANGAN

PENGANTAR

Buku Ulangan terdiri dari serangkaian pidato-pidato yang diucapkan Musa di depan bangsa Israel waktu mereka berada di negeri Moab. Mereka berhenti di situ sesudah mengakhiri perjalanan panjang lewat padang gurun dan sebelum masuk ke Kanaan untuk menduduki negeri itu.

Beberapa pokok yang penting dari buku ini ialah:

  1. 1. Musa mengingatkan bangsa Israel akan peristiwa-peristiwa besar selama 40 tahun yang terakhir. Ia mohon kepada bangsa Israel supaya mereka ingat bagaimana Allah memimpin mereka melalui padang gurun dan karena itu mereka harus taat dan setia kepada Allah.
  2. 2. Musa mengulangi Sepuluh Perintah Allah, dan ia menekankan arti Perintah yang Pertama. Ia minta dengan sangat supaya orang Israel beribadat kepada TUHAN saja. Lalu ia mengulangi beberapa hukum dan perintah yang mengatur kehidupan bangsa Israel di tanah yang sudah dijanjikan.
  3. 3. Musa mengingatkan bangsa Israel akan arti ikatan perjanjian Allah dengan mereka. Ia mendorong bangsa itu supaya membaharui kesediaan mereka untuk memenuhi kewajiban-kewajiban mereka.
  4. 4. Yosua ditunjuk sebagai pengganti Musa untuk memimpin umat Allah. Sesudah menyanyikan sebuah lagu pujian bagi kesetiaan TUHAN, dan mengucapkan berkat atas suku-suku Israel, Musa meninggal di Moab, di sebelah timur Sungai Yordan.

Tema pokok buku ini ialah bahwa Allah sudah menyelamatkan dan memberkati umat pilihan-Nya, bangsa yang dikasihi-Nya. Jadi bangsa Israel tak boleh lupa akan hal itu. Mereka harus mentaati Allah, supaya mereka tetap hidup dan terus diberkati.

Ayat-ayat yang paling penting dalam buku ini ialah Ul 6:4-6. Ayat- ayat ini memuat kata-kata yang oleh Yesus disebut hukum yang terbesar, "Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkan itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu."

Isi

  1.  Pidato yang pertama
    Ul 1:1-4:49
  2.  Pidato yang kedua
    Ul 5:1-26:19
    1. a. Sepuluh Perintah Allah
      Ul 5:1-10:22
    2. b. Hukum-hukum, peraturan-peraturan, dan nasihat-nasihat
      Ul 11:1-26:19
  3.  Petunjuk-petunjuk untuk memasuki negeri Kanaan
    Ul 27:1-28:68
  4.  Perjanjian dibaharui
    Ul 29:1-30:20
  5.  Kata-kata terakhir
    Ul 31:1-33:29
  6.  Kematian Musa
    Ul 34:1-12

Ajaran: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya dengan melihat pengalaman umat Allah di Padang Gurun, yang diceritakan dalam Kitab Ulangan, setiap anggota jemaat mengerti kebesaran k

Tujuan

Supaya dengan melihat pengalaman umat Allah di Padang Gurun, yang diceritakan dalam Kitab Ulangan, setiap anggota jemaat mengerti kebesaran kasih setia Allah dalam memelihara dan mengampuni umat-Nya.

Pendahuluan

Penulis : Musa.

Isi Kitab: Kitab Ulangan terdiri dari 34 pasal dan berisi khotbah Musa kepada umat Allah.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Ulangan

  1. Pasal 1-4 (Ul 1:1-4:49).

    Khotbah kesatu Musa, tentang sejarah perjanjian Allah dengan umat-Nya Dalam khotbah yang pertama, Musa mengingatkan bangsa Israel akan segala pemeliharaan Tuhan, mulai mereka berangkat dari gunung Horeb. Di bagian ini Musa mengingatkan pula, bahwa bangsa Israel sejak keluar dari tanah Mesir selalu bersungut-sungut dan memberontak. Oleh karena itu Musa memberikan suatu perintah yang besar mengenai kehidupan yang berkenan kepada Allah, yaitu taat kepada Taurat dan mengasihi Allah dengan sepenuh hati.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 1:3; 4:1-6,39-40. Siapakah yang berkhotbah (berbicara) di bagian ini? Dan apakah ringkasan isi khotbahnya?
  2. Pasal 5-28 (Ul 5:1-28:68).

    Khotbah kedua Musa, tentang syarat-syarat kehidupan umat Allah.

    Dalam khotbah kedua ini, Musa mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah. Oleh karena itu mereka harus hidup memuliakan Allah, dengan hidup menurut hukum Tuhan. Intisari dari hukum itu adalah mengasihi Tuhan dengan segenap hati supaya diberkati.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 5:1-22. Apa yang diajarkan Musa?
    2. Bacalah pasal Ul 10:12-17. Apakah tanggapan yang diharapkan dari umat Alla terhadap Firman Allah?
    3. Bacalah pasal Ul 28:1-6,8-10. Apakah janji Tuhan atas umat-Nya yang setia?
    4. Bacalah pasal Ul 28:15-19. Apakah tindakan Tuhan atas umat-Nya yang tidak setia? Apakah sebab lain yang membuat umat Tuhan menderita? (Ul 28:47-48).
  3. Pasal 29-34 (Ul 29:1-34:12).

    Khotbah ketiga Musa, yaitu tentang persiapan terakhir dan perpisahan.

    Khotbah yang ketiga dari Musa berisi ajakan kepada bangsa Israel untuk memperhatikan semua hukum Tuhan, agar dapat memiliki hidup yang penuh berkat. Pada bagian yang terakhir sebagai persiapan, juga Musa mengangkat Yosua sebagai pengganti (pasal Ul 31:7) dan para imam untuk mengajar. Sebelum Musa meninggal dunia dia sempat memuji Tuhan dengan menyanyi (pasal Ul 32:1-43) serta membagi berkat kepada tiap-tiap suku Israel. Kemudian Musa naik ke atas bukit Nebo untuk melihat tanah Kanaan yang dijanjikan itu, karena dia sendiri tidak diperkenankan masuk ke Kanaan. Akhirnya Musa meninggal dunia.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Ul 29:10-13. Apakah isi ajakan Musa?
    2. Bacalah pasal Ul 30:1-3. Apakah jalan keluarnya agar tidak dikutuk?
    3. Bacalah pasal Ul 31:7-8,23. Siapakah yang menggantikan Musa, untuk memimpin bangs Israel masuk ke dalam tanah perjanjian?
    4. Bacalah pasal Ul 34:1-5. Apakah teladan yang dapat saudara ambil dari seluru kehidupan Musa?

II. Kesimpulan/penerapan

  1. Kitab Ulangan menceritakan riwayat bangsa Israel sebagai umat pilihan Allah, yang hanya dapat hidup melalui kuat kuasa Allah.

  2. Hidup dengan mengasihi Allah dengan segenap hati, kekuatan dan akal budi merupakan jalan satu-satunya untuk mengalami kuasa dan kasih Allah.

  3. Hidup yang mengasihi Allah dengan segenap hati, kekuatan dan akal budi berarti hidup dengan menjauhkan diri dari penyembahan berhala dan keinginan diri sendiri.

  4. Kitab Ulangan mengajarkan kasih setia Allah dalam kehidupan umat-Nya, baik pengampunan-Nya maupun keadilan-Nya untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Ulangan?
  2. Apakah isi Kitab Ulangan?
  3. Pelajaran rohani apakah yang saudara dapatkan dari mempelajari Kita Ulangan?

Intisari: Ulangan (Pendahuluan Kitab) Suatu tantangan bagi umat Allah NAMANama Ibrani untuk Kitab Ulangan dirangkum dalam baris pembukaan yang berbunyi "inilah perkataan-perkataan itu". N

Suatu tantangan bagi umat Allah

NAMA
Nama Ibrani untuk Kitab Ulangan dirangkum dalam baris pembukaan yang berbunyi "inilah perkataan-perkataan itu". Nama Ulangan diambil dari kata Yunani yang berarti "hukum kedua" yang merupakan terjemahan yang sedikit kurang tepat dari "salinan dari hukum ini" (Ula 17:18).

STRUKTUR KITAB ULANGAN
Dalam Ulangan kita membaca pengulangan dan penekanan kembali dari perjanjian yang dibuat antara Allah dan bangsa Israel di Sinai. Bentuk perjanjian dibuat sesuai dengan pola umum naskah perjanjian di daerah Asia Timur Dekat kuno yang terdiri dari latar belakang historis, daftar kewajiban, uraian mengenai berkat dan kutuk, serta pengaturan untuk menyimpan dan membaca dokumen perjanjian. Dalam Ulangan pola ini ditampilkan dalam bentuk tiga pidato Musa di depan bangsa Israel sebelum ia wafat untuk mengingatkan mereka apa artinya menjadi umat Allah.

PENULIS DAN WAKTU PENULISAN
Tidak ada alasan untuk meragukan bahwa sebagian besar bahan didapat langsung dari Musa sendiri. Pendapat bahwa seluruh kitab ini dibuat selama masa reformasi Hizkia atau Yosia, atau bahkan setelah masa pengasingan tidak dapat didukung, karena tidak ada isi kitab yang berhubungan dengan tradisi Raja Daud atau Bait Allah; kedua fakta ini amat penting di kemudian hari. Pada kenyataannya pola hidup yang digambarkan cocok dengan latar belakang kehidupan bangsa Israel sebelum adanya kerajaan. Namun demikian, rupanya telah terjadi beberapa penyuntingan dan penyusunan kembali sehingga sangat sukar untuk menentukan kapan akhirnya kitab itu diterbitkan. Contoh-contoh perjanjian dan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Keluaran seringkali dikemukakan secara berbeda di dalam Ulangan. Mungkin hal ini dilakukan untuk memenuhi situasi yang berbeda, tetapi andaikata uraian itu disesuaikan untuk kebutuhan zaman yang kemudian, itu tidak berarti bahwa tidak seluruh isi kitab didasarkan pada bahan-bahan dari Musa.

MENGAPA ULANGAN DITULIS?
Tujuan utama dari pidato-pidato Musa ialah untuk meyakinkan bangsa Israel sebagai umat Allah sebelum ia menyerahkan tampuk pimpinan kepada Yosua dan bangsa itu berjuang melawan orang Kanaan. Secara keseluruhan Ulangan mengajarkan isi dan arti agama Israel, menantang mereka untuk melaksanakan peraturan-peraturannya dan mendorong bangsa itu untuk menyerahkan diri sekali lagi pada pelayanan kepada Allah. Kitab itu menggambarkan "kehidupan berbahagia" dalam persekutuan dengan Allah sambil menikmati segala berkat-Nya, dan membandingkannya dengan akibat yang akan terjadi jika mereka melalaikan perjanjian. Kitab itu hampir dapat digambarkan sebagai suatu kitab "undang-undang" bagi bangsa Israel dan bukan hanya sebagai buku pegangan bagi para pemimpin mereka.

Pesan

1. Allah perjanjian
Allah merupakan pusat pesan Ulangan. Oleh karena Dia adalah Dia, maka perjanjian itu ada.
o Dialah satu-satunya Allah. Ula 4:35; 6:4
o Dia adil dan benar. Ula 16:18; 32:4
o Dialah penguasa yang berdaulat. Ula 10:17
o Dia pencemburu dan tidak ingin disaingi. Ula 5:9; 6:15
o Dia lemah lembut dan murah hati. Ula 6:24; 28:1-14
o Dia adalah Bapa orang Israel. Ula 1:31; 32:6

2. Kewajiban-kewajiban dalam perjanjian
Jika Israel ingin mengadakan hubungan dengan Allah, maka mereka harus mengakui kedaulatan-Nya dan menjadi bangsa yang kudus, sehingga layak bagi Allah yang kudus. Ini berarti melaksanakan tuntutan Allah.
o Ketaatan mutlak dalam segala bidang. Ula 8:1, 11; 11:1
o Kasih yang bulat dan teguh. Ula 6:5
o Percaya penuh hanya kepada Allah. Ula 6:13; 13:1-18
o Selalu ingat kepada Allah -- siapa Dia, apa yang telah dilakukan-Nya, dan apa yang diharapkan dari umat-Nya. Ula 11:18-20
o Pendidikan bagi anak-anak. Ula 4:9; 11:19

3. Berkat bagi yang taat kepada perjanjian
o Kemakmuran bangsa termasuk kemenangan atas musuh-musuh. Ula 7:22; 28:1, 7, 13
o Kemakmuran negeri -- termasuk kesuburan tanaman dan ternak serta keadaan cuaca yang baik. Ula 28:3, 5, 11, 12
o Kemakmuran bagi keluarga -- mereka akan mempunyai banyak anak-anak sehat. Ula 28:4, 11; 7:14
o Kemakmuran bagi tiap orang -- termasuk kesehatan yang baik dan panjang umur. Ula 5:16; 7:15

4. Akibat-akibat dari ketidaktaatan pada perjanjian
o Malapetaka bagi bangsa. Mereka akan menderita banyak kekalahan dan pada akhirnya dimusnahkan. Ula 28:20, 25; 4:26
o Malapetaka bagi negeri. Akan terjadi kekeringan yang dahsyat dan tanaman serta binatang akan binasa. Ula 28:22-24; 28:38-40
o Malapetaka bagi rakyat. Akan terjadi epidemi yang menakutkan, keluarga akan terpecah-belah dan tidak ada keamanan. Ula 28:21, 22, 28, 32, 42

Hubungan dengan Allah tidak boleh dilaksanakan dengan sewenang-wenang. Daftar berkat dan kutuk menekankan kesungguhan dari perjanjian dengan Allah. Ulangan menegaskan bahwa Allah sungguh-sungguh mempunyai kuasa untuk mendatangkan semua berkat dan kutuk itu.

Penerapan

Ulangan mengajar kita tentang:

1. Hubungan kita dengan Allah
o Hubungan itu harus pribadi. Menjadi rakyat suatu bangsa atau keluarga yang mengikut Allah tidaklah cukup. Setiap pribadi harus mempunyai pengalaman langsung dan mutakhir dengan Allah.
o Hubungan itu harus hidup. Perjanjian itu lebih dari sekadar perjanjian kontrak. Allah menginginkan persekutuan dengan umat-Nya dan kasih dari mereka, dengan ketaatan yang terbit dari kasih itu.
o Hubungan itu harus menyeluruh. Allah menginginkan kita mengikuti Dia, tidak hanya satu hari dalam seminggu atau dalam situasi-situasi tertentu, tetapi setiap saat -- Dia menaruh perhatian pada apa yang kita kerjakan dalam setiap segi kehidupan kita.

2. Ibadah kita kepada Allah
o Ibadah kita harus murni dan tidak dinodai atau dirusak dengan memasukkan pengajaran dan adat istiadat orang-orang di sekeliling kita.
o Ibadah kita harus sesuai dengan pola yang sudah digariskan oleh Allah.
o Ibadah kita harus diresapi dan tidak semata-mata hanya terikat pada suatu bentuk peribadatan tertentu. Ibadah itu harus menyenangkan.

Tema-tema Kunci

1. Kekuasaan Allah
Allah tidak hanya dipandang sebagai Tuhan perjanjian yang berdaulat atas seluruh bangsa Israel, tetapi juga sebagai Allah umat manusia, berkuasa atas seluruh dunia, yang berkuasa atas bangsa-bangsa dan alam semesta. Dia mempunyai kuasa untuk melaksanakan janji-janji-Nya. Buatlah sebuah daftar mengenai cara-cara Allah menunjukkan kuasa-Nya dalam pasal Ula 4 dan Ula 30.

2. Kesetiaan Allah
Salah satu hal yang memungkinkan bangsa Israel melihat perjanjian itu sebagai dasar dari kehidupan bangsa mereka adalah pengetahuan bahwa Allah dapat diandalkan sepenuhnya. Baca pasal Ula 32 dan catat semua cara yang berbeda dalam menggambarkan Allah.

3. Kasih
Dasar utama dari perjanjian adalah kasih. Kasih Allahlah yang memulai perjanjian itu dan memungkinkan kelanjutannya. Tuntutan pertama terhadap manusia ialah bahwa ia harus mengasihi Allah. Tanpa kasih, hubungan dengan Allah tidak mungkin terwujud. Bacalah Ula 4:37; 5:10; 6:5; 7:9, 13; 10:12-19; 11:1, 13, 22; 13:3; 19:9; 23:5; 30:16, 20.

4. Penyerahan
Yang Allah inginkan dari umat-Nya ialah penyerahan total, kesetiaan yang utuh, dan pengabdian dengan sepenuh hati. Semua ini berarti mengikuti kehendak Allah dalam setiap segi kehidupan seperti diatur dalam perintah-perintah di dalam perjanjian. Bacalah Ula 5:1-21; 6:4-9; 10:12-22. Semua ayat ini dapat dianggap sebagai ringkasan dari keseluruhan hukum Allah.

Garis Besar Intisari: Ulangan (Pendahuluan Kitab) [1] PIDATO MUSA YANG PERTAMA Ula 1:1-4:43 Sejarah mengenai seberapa jauh karya Allah bagi bangsa Israel Ula 1:1-5Pendahuluan -- Musa mulai berpida

[1] PIDATO MUSA YANG PERTAMA Ula 1:1-4:43

Sejarah mengenai seberapa jauh karya Allah bagi bangsa Israel

Ula 1:1-5Pendahuluan -- Musa mulai berpidato
Ula 1:6-8Firman Allah di Horeb
Ula 1:9-18Hakim-hakim yang diangkat untuk membantu Musa
Ula 1:19-25Penyelidikan pertama ke Kanaan
Ula 1:26-46Bangsa itu tidak taat kepada Allah
Ula 2:1-18Pengembaraan di padang gurun -- 38 tahun
Ula 2:19-3:17Perebutan daerah sebelah timur Sungai Yordan
Ula 3:18-29Musa harus menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua
Ula 4:1-40Jalan Allah sudah dipersiapkan -- ikutilah!
Ula 4:41-43Penunjukan kota-kota suaka

[2] PIDATO MUSA YANG KEDUA Ula 4:44-11:32

Perjanjian dengan Allah

Ula 4:44-49Pendahuluan
Ula 5:1-22Sepuluh Perintah
Ula 5:23-33Respons bangsa Israel
Ula 6:1-25Kasihi, percayai dan taati Allah
Ula 7:1, 2Rebutlah negeri itu...
Ula 7:3-26Tetapi, bukan adat-istiadat dan dewa-dewanya
Ula 8:1-10Ketaatan akan membawa berkat
Ula 8:11-20Ketidaktaatan akan membawa malapetaka
Ula 9:1-6Mereka tidak layak memasuki negeri itu
Ula 9:7-29Bangsa Israel umat berdosa
Ula 10:1-22Perjanjian diperbarui
Ula 11:1-32Berkat atau kutuk?

[3] PIDATO MUSA YANG KEDUA Ula 12:1-26:19

Peraturan-peraturan terperinci

Ula 12:1-32Petunjuk-petunjuk untuk peribadatan
Ula 13:1-18Nabi dan guru-guru palsu harus binasa
Ula 14:1-29Peraturan mengenai makanan dan persepuluhan
Ula 15:1-18Tahun pembebasan para budak
Ula 15:19-23Anak sulung ternak adalah milik Allah
Ula 16:1-22Hari-hari raya tahunan
Ula 17:1-20Peraturan bagi para hakim dan raja-raja
Ula 18:1-8Hak orang Lewi
Ula 18:9-22Peraturan mengenai nubuatan
Ula 19:1-21Apa yang harus dilakukan terhadap pembunuh?
Ula 20:1-20Peraturan tentang perang
Ula 21:1-25:19Peraturan tentang kehidupan
Ula 26:1-19Persembahan kepada Allah

[4] PESAN DARI PARA PEMIMPIN Ula 27:1-28:68

Ula 27:1-3Ingatlah pada perjanjian
Ula 27:4-10Dirikanlah mezbah di Gunung Ebal
Ula 27:11-26Kutuk bagi mereka yang tidak taat
Ula 28:1-14Berkat bagi mereka yang taat
Ula 28:15-68Akibat-akibat karena berpaling dari Allah

[5] PIDATO MUSA YANG KETIGA Ula 29:1-30:20

Ula 29:1-17Engkau telah melihat apa yang telah diperbuat Allah
Ula 29:18-29Engkau akan melihat apa yang akan diperbuat Allah
Ula 30:1-10Pertobatan membawa pemulihan
Ula 30:11-14Perintah-perintah Allah tidak terlalu sukar
Ula 30:15-20Allah layak dipatuhi!

[6] HARI-HARI TERAKHIR MUSA Ula 31:1-34:12

Ula 31:1-8Yosua akan menjadi pemimpin baru
Ula 31:9-29Persiapan pengambilalihan
Ula 31:30-32:52Nyanyian perpisahan Musa
Ula 33:1-29Berkat terakhir
Ula 34:1-12Musa meninggal dunia
Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #10: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab menjadi per baris atau paragraf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.04 detik
dipersembahkan oleh YLSA