kecilkan semua  

Teks -- Kisah Para Rasul 15:35 (TB)

Tampilkan Strong
Konteks
Perselisihan antara Paulus dan Barnabas
15:35 Paulus dan Barnabas tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.
Paralel   Ref. Silang (TSK)   Ref. Silang (FULL)   ITL  

Nama Orang, Nama Tempat, Topik/Tema Kamus

Nama Orang dan Nama Tempat:
 · Antiokhia a city in Syria located 15 miles inland from the Mediterranean Sea on the Orontes River,a principal city of the province of Pisidia in Asia Minor, west of Iconium.
 · Barnabas a man who was Paul's companion on several of his journeys
 · Paulus a man from Tarsus who persecuted the church but became a missionary and writer of 13 Epistles


Topik/Tema Kamus: Barnabas | Petrus | Bait Allah /Bait Suci | Antiokhia | Markus | Sidang Majelis | Yakobus | selebihnya
Daftar Isi

Catatan Kata/Frasa
Jerusalem , Ref. Silang FULL

Catatan Kata/Frasa
Wycliffe

Catatan Rentang Ayat
SH

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per frasa)

Jerusalem: Kis 15:1-41 - -- Peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam bab ini menimbulkan beberapa kesulitan: 1) Kis 15:5-7 mengulang Kis 15:1-2 seolah-olah pengarang melapor du...

Peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam bab ini menimbulkan beberapa kesulitan: 1) Kis 15:5-7 mengulang Kis 15:1-2 seolah-olah pengarang melapor dua sebab berbeda-beda yang mengakibatkan pertikaian itu dengan tidak mempertalikan kedua sebab itu satu sama lain; 2) dalam Kis 15:6 orang berkesan bahwa diadakan sebuah sidang lepas dari pimpinan jemaat, sedangkan dalam Kis 15:12,22 perdebatan diadakan di hadapan sidang seluruh jemaat; 3) sidang itu menghasilkan sebuah penetapan mengenai beberapa aturan ketahiran yang perlu dibebankan pada orang-orang bukan Yahudi yang masuk Kristen; penetapan itu diserahkan kepada Paulus (Kis 15:22 dst); tetapi kemudian rupanya Yakobus memberitahukan penetapan itu kepada Paulus dan diandaikan bahwa belum diketahuinya, Kis 21:25. Paulus sendiri tidak berkata apa-apa tentang penetapan itu dalam Gal 2:6 (di mana berbicara tentang rapat di Yerusalem itu) atau dalam 1Ko 8-10; Rom 14 (di mana ia memperbincangkan masalah yang serupa); 4) penetapan yang tercantum dalam Kis 15:29 itu dikeluarkan untuk jemaat-jemaat di Siria dan Kilikia, Kis 15:23; hanya Lukas tidak memberitahukan bahwa Paulus mengumumkan penetapan itu waktu melintasi daerah itu, Kis 15:41, sedangkan berkata tentangnya sehubungan dengan kota-kota di Likaonia, Kis 16:4 dan cara bicaranya dalam Kis 15:19-21; 21:25 memberikan kesan bahwa penetapan itu mesti berlaku di mana-mana. Kesulitan-kesulitan tsb dapat diatasi dengan mengandaikan bahwa Lukas mencampuradukkan dua pertikaian yang berlain-lainan dan yang dipecahkan dengan jalan yang berlain-lainan pula (Paulus dalam Gal 2 lebih baik membeda-bedakan) yakni: sebuah pertikaian yang di dalamnya Paulus dan Petrus ikut serta dan yang mengenai soal apakah hukum Taurat mewajibkan orang-orang Yahudi, bdk Gal 2:1-10; dan sebuah pertikaian yang terjadi kemudian dari itu dan yang di dalamnya peranan utama dipegang oleh Yakobus sedangkan Petrus dan Paulus tidak hadir; pertikaian itu mengenai hubungan sosial antara orang-orang Kristen bekas bukan Yahudi, bdk Gal 2:11-14; menurut pandangan Yahudi maka setiap pergaulan dengan orang-orang bukan Yahudi menajiskan, bdk Kis 15:20+.

Ref. Silang FULL: Kis 15:35 - dan memberitakan // firman Tuhan · dan memberitakan: Kis 8:4 · firman Tuhan: Kis 13:48; Kis 13:48

· dan memberitakan: Kis 8:4

· firman Tuhan: Kis 13:48; [Lihat FULL. Kis 13:48]

kecilkan semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Kata/Frasa (per Ayat)

Wycliffe: Kis 13:1--21:17 - -- IV. Perluasan Gereja di Asia Kecil dan Eropa (13:1-21:17) Pasal 13 membawa kita ke bagian separuh kedua dari kitab Kisah Para Rasul. Di bagian separu...

IV. Perluasan Gereja di Asia Kecil dan Eropa (13:1-21:17)

Pasal 13 membawa kita ke bagian separuh kedua dari kitab Kisah Para Rasul. Di bagian separuh pertama. Yerusalem merupakan pusat cerita dan tema utamanya ialah perluasan gereja dari Yerusalem ke seluruh Palestina. Sekarang Yerusalem terdesak ke belakang, dan Antiokhia menjadi pusat cerita karena Antiokhia menyokong perluasan gereja di Asia dan Eropa. Perluasan ini dilaksanakan dengan tiga perjalanan misi oleh Paulus, masing-masing dimulai dan diakhiri di Antiokhia.

Wycliffe: Kis 15:1-35 - -- B. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35) Keberhasilan penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah menyebabkan munculnya p...

B. Persoalan di Gereja Bukan Yahudi dan Sidang di Yerusalem (15:1-35)

Keberhasilan penginjilan di kalangan bukan Yahudi telah menyebabkan munculnya persoalan yang paling penting di gereja mula-mula - yaitu hubungan di antara orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi serta bagaimana orang-orang bukan Yahudi itu dapat diterima sebagai anggota gereja. Pada masa sebelumnya, gereja terdiri atas orang-orang Yahudi, dan karena itu penginjilan kepada orang bukan Yahudi sebagaimana ditugaskan oleh Tuhan kita belum diperhitungkan. Filipus membawa Injil kepada orang Samaria, dan Petrus, sesudah dipersiapkan oleh Allah, berhasil mengatasi keberatannya sebagai orang Yahudi lalu memberitakan Injil kepada Kornelius, dengan demikian ambil bagian dalam persekutuan penuh dengan kalangan bukan Yahudi. Pendirian gereja non-Yahudi di Antiokhia dan keberhasilan pemberitaan Injil kepada kalangan non-Yahudi di Galatia kini memfokus pada persoalan yang harus segera diatasi.

Di gereja Yerusalem terdapat golongan yang bersikukuh bahwa jikalau orang-orang bukan Yahudi itu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa mereka tidak mungkin selamat dan diterima sebagai anggota gereja. Ayat 5 menunjukkan bahwa orang-orang ini adalah orang bertobat dari golongan Farisi. yakni kelompok Yahudi yang paling kolot. Golongan ini melihat agama Kristen sebagai suatu aliran di dalam Yudaisme. Mereka tetap memelihara dan mempertahankan semua kebiasaan dan adat yang ada dalam hukum Taurat, dengan hanya menambahkan Injil tentang kematian dan kebangkitan Yesus selaku Mesias yang dijanjikan. Jelas terlihat bahwa tidak ada orang percaya Yahudi yang meninggalkan adat mereka ketika menjadi orang Kristen. Meskipun demikian orang-orang Farisi yang bertobat bersikeras bahwa orang bukan Yahudi harus juga menjadi orang Yahudi jika hendak menjadi Kristen.

Persoalan ini sudah dimunculkan di dalam gereja. Seandainya. karena tampaknya mungkin demikian, Galatia 2:1-10 menguraikan kunjungan ketika terjadi bencana kelaparan sebagaimana dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 11:27-30 (Mengenai pandangan alternatif bahwa Gal. 2:1-10 melukiskan sebuah aspek dari sidang ini lihat tafsiran atas Gal. 2:1 dst. - Penyusun), maka para pemimpin di Yerusalem pada dasarnya telah menyetujui pemberitaan Injil oleh Paulus kepada kalangan bukan Yahudi dan tidak bersikukuh bahwa orang-orang itu harus disunat. Petrus menyetujui kebijaksanaan ini: sebab beberapa waktu kemudian, ketika dia tiba di Antiokhia, Petrus menunjukkan bahwa dia sudah memahami pelajaran yang disampaikan kepadanya melalui penglihatan, dan dengan leluasa makan satu meja dengan orang percaya bukan Yahudi (Gal. 2:11, 12). Kini terdapat dua macam gereja: gereja Yahudi di Yerusalem di mana orang Kristen Yahudi bebas melanjutkan kebiasaan menaati hukum Taurat Perjanjian Lama. tetapi selaku orang Yahudi dan bukan selaku orang Kristen; serta gereja orang bukan Yahudi di Antiokhia di mana tidak satupun kewajiban upacara Yahudi dilaksanakan. Petrus menyetujui kebebasan orang bukan Yahudi dari kewajiban menaati hukum Taurat; maka ketika berada di tengah-tengah orang bukan Yahudi, dia mengesampingkan kebiasaan Yahudinya demi persekutuan kristiani.

Golongan 'sayap kanan' di Yerusalem melihat sesuatu yang tidak disadari oleh Petrus: yaitu bahwa bertumbuhnya gereja orang bukan Yahudi pasti berarti berakhirnya gereja Yahudi. Meningkatnya hubungan di antara kedua gereja ini membuat orang-orang Kristen Yahudi akhirnya harus mengikuti teladan Petrus dan mengesampingkan kebiasaan-kebiasaan Yahudi mereka. Karena itu, ketika ada beberapa orang datang dari kalangan Yakobus I ke Antiokhia (Gal. 2:12), mereka menuduh Petrus meninggalkan hukum Taurat dan mengatakan kepadanya bahwa tindakannya tersebut berarti mengakhiri Yudaisme. Petrus tidak menyadari kemungkinan tersebut sebelumnya karena itu dia mengundurkan diri dari meja persekutuan dengan orang-orang bukan Yahudi untuk merenungkan kembali situasi itu. Tindakannya ini langsung mengakibatkan keresahan dan perpecahan di antara jemaat Antiokhia. Paulus langsung menyadari akibat dari tindakan Petrus tersebut: tindakan Petrus itu pasti mengakibatkan dua gereja yang terpisah - gereja Yahudi dan gereja bukan Yahudi. Pilihannya ialah orang Kristen Yahudi harus mengesampingkan kebiasaan Yahudi mereka dan duduk bersekutu bersama dengan orang Kristen non-Yahudi, atau orang Kristen non-Yahudi harus tunduk kepada hukum Musa: jika tidak demikian, gereja akan pecah. Selaku orang Yahudi Paulus bersedia saja melakukan kebiasaan-kebiasaan Yahudi. Tetapi dia bersikukuh bahwa ketika orang Kristen Yahudi memasuki gereja orang bukan Yahudi, mereka harus meninggalkan semua kebiasaan itu dan bersekutu dengan orang Kristen bukan Yahudi. Gereja yang terpecah merupakan keadaan yang sulit dibayangkan, dan menaati hukum Musa berarti akhir dari kasih karunia bagi orang-orang bukan Yahudi. Pandangan Paulus rupanya berlaku, tetapi kalangan Yahudi di Yerusalem tidak puas. Mereka datang ke Antiokhia lagi dan menandaskan bahwa orang-orang bukan Yahudi harus disunat jika hendak menjadi orang Kristen.

buka semua
Tafsiran/Catatan -- Catatan Rentang Ayat

SH: Kis 15:35-41 - Sikap menghadapi konflik (Rabu, 25 Mei 2005) Sikap menghadapi konflik Konflik dapat dialami semua orang maupun kelompok. Dampaknya biasanya akan menghancurkan persatuan. Itu sebabnya, konfli...

SH: Kis 15:35-41 - Aku beda, boleh kan? (Selasa, 13 Juni 2000) Aku beda, boleh kan? Iklan ini begitu akrab di telinga kita menjelang pemilihan umum 1999 kemarin. Iklan ini menegaskan bahwa perbedaan selera...

buka semua
Pendahuluan / Garis Besar

Full Life: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) Penulis : Lukas Tema : Penyebaran Injil yang Penuh Keberhasilan Melalui Kuasa Roh Kudus Tanggal Penulis...

Full Life: Kisah Para Rasul (Garis Besar) Garis Besar Pendahuluan (Kis 1:1-11) I. Pencurahan Roh Kudus (Kis 1:12-2:41) A. Persiapan untuk Perjanjian ...

Jerusalem: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) KISAH PARA RASUL PENGANTAR Injil ketiga dan Kisah para Rasul aslinya merupakan hanya satu karya saja, yang sekarang kiranya dapat diberi judul: "...

Ende: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) KISAH RASUL-RASUL KATA PENGANTAR Tentang isi dan maksud karangan ini umumnja Mula-mula sebagai landjutan langsung dari "Indjil ketiga" karangan ini be...

Wycliffe: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) PENDAHULUAN KISAH PARA RASUL Judul. Judul kitab ini sebagaimana kita ketahui tidak menyatu dengan kitab yang aslinya, tetapi berasal dari abad kedua ...

Wycliffe: Kisah Para Rasul (Garis Besar) GARIS BESAR KISAH PARA RASUL PENDIRIAN DAN PERTUMBUHAN GEREJA I. Permulaan Gereja (1:1-2:47) A. Persiapan: pelayanan pasca-kebangki...

BIS: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) KISAH RASUL-RASUL PENGANTAR Kisah Rasul-rasul adalah lanjutan buku Kabar Baik yang disampaikan oleh Lukas. Tujuan utama Kisah Rasul-rasul ini ialah

KISAH RASUL-RASUL

PENGANTAR

Kisah Rasul-rasul adalah lanjutan buku Kabar Baik yang disampaikan oleh Lukas. Tujuan utama Kisah Rasul-rasul ini ialah menguraikan mengenai bagaimana pengikut-pengikut Yesus - dengan pimpinan Roh Allah - menyebarkan Kabar Baik tentang Yesus "di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi" (Kis 1:8). Buku ini adalah cerita tentang pergerakan Kristen yang dimulai di antara orang Yahudi lalu meluas menjadi suatu agama untuk seluruh dunia. Penulis buku ini merasa perlu pula meyakinkan para pembacanya bahwa orang-orang Kristen bukanlah suatu bahaya politik subversif terhadap kerajaan Roma, tetapi bahwa agama Kristen merupakan penyempurnaan agama Yahudi.

Kisah Rasul-rasul bisa dibagi dalam tiga bagian. Di dalam ketiga bagian itu nampak meluasnya wilayah di mana Kabar Baik tentang Yesus disiarkan dan gereja didirikan:

  1. (1) permulaan pergerakan Kristen di Yerusalem setelah Yesus terangkat naik ke surga;
  2. (2) perluasan ke daerah-daerah lain di Palestina; dan
  3. (3) perluasan yang lebih besar lagi ke negeri-negeri di sekitar Laut Tengah sampai sejauh Roma.

Satu hal yang khas dan penting dalam buku Kisah Rasul-rasul ini ialah pekerjaan Roh Allah yang datang dengan kuasa ke atas orang-orang percaya di Yerusalem pada hari Pentakosta. Di dalam seluruh peristiwa-peristiwa yang tercatat dalam buku ini nyatalah bahwa Roh Allah itu terus-menerus memimpin dan menguatkan gereja beserta pemimpin-pemimpinnya. Berita yang diajarkan oleh agama Kristen pada masa-masa permulaan ini diringkaskan dalam sejumlah khotbah. Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam buku ini menunjukkan pula betapa berkuasanya berita itu di dalam kehidupan orang-orang Kristen dan di dalam ikatan persaudaraan gereja.

Isi

  1.  Persiapan untuk pemberitaan
    Kis 1:1-26
    1. a. Perintah yang terakhir dan janji dari Tuhan Yesus
      Kis 1:1-14
    2. b. Pengganti Yudas
      Kis 1:15-26
  2.  Pemberitaan di Yerusalem
    Kis 2:1-8:3
  3.  Pemberitaan di Yudea dan Samaria
    Kis 8:4-12:25
  4.  Pelayanan Paulus
    Kis 13:1-28:31
    1. a. Perjalanan pertama untuk penyebaran Kabar Baik
      Kis 13:1-14:28
    2. b. Musyawarah di Yerusalem
      Kis 15:1-35
    3. c. Perjalanan kedua untuk penyebaran Kabar Baik
      Kis 15:36-18:22
    4. d. Perjalanan ketiga untuk penyebaran Kabar Baik
      Kis 18:23-21:16
    5. e. Paulus sebagai tahanan di Yerusalem, Kaisarea, dan Roma
      Kis 21:17-28:31

Ajaran: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) Tujuan Supaya orang-orang Kristen mengerti bagaimana Tuhan Yesus mendirikan Gereja-Nya di dunia, dan betapa besar Kasih Karunia Allah kepada bangsa-

Tujuan

Supaya orang-orang Kristen mengerti bagaimana Tuhan Yesus mendirikan Gereja-Nya di dunia, dan betapa besar Kasih Karunia Allah kepada bangsa-bangsa di dunia.

Pendahuluan

Penulis : Lukas.

Tahun : Sekitar tahun 61 sesudah Masehi.

Penerima : Seorang yang bernama Theofilus (Kis 1:1). (Dan kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus).

Isi Kitab: Kitab Para Rasul terbagi atas 28 pasal. Di dalam Kitab ini terdapat sejarah berdirinya Gereja Kristen, khotbah-khotbah para Rasul, penganiayaan terhadap umat Kristen, penginjilan kepada bangsa-bangsa lain, serta permulaan adanya sebutan Kristen.

I. Ajaran-ajaran utama dalam Kitab Kisah Para Rasul

  1. Pasal 1-5 (Kis 1:1-5:42).

    Pengajaran tentang kelahiran gereja Tuhan Yesus pertama kali

    Bagian ini menceritakan tentang amanat Tuhan Yesus yang diberikan kepada murid-murid-Nya sebelum Ia naik ke Sorga. Dan tentang orang-orang percaya setelah mendengar khotbah Rasul Petrus yang dikuasai oleh Roh Kudus.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Kis 1:8; 2:1-3,36-41. Nats ini menyatakan perkataan Tuhan Yesus bahwa murid-murid-Nya akan menerima kuasa setelah menerima Roh Kudus, dan perkataan Tuhan Yesus itu digenapi ketika Para Rasul berkumpul di Yerusalem. _Tanyakan_: Apakah saudara yakin sudah menerima Roh Kudus dan memiliki kuasa-Nya? Kalau sudah apakah yang harus saudara perbuat?
    2. Bacalah pasal Kis 2:41-47; 4:32-37.

      Nats ini menceritakan kehidupan orang-orang percaya pada abad pertama penuh dengan kasih terhadap sesama dan ketekunan dalam beribadah kepada Allah. _Tanyakan_: Bagaimanakah sifat saudara terhadap anggota gereja yang lain? Apakah saudara rajin ke Gereja, baca Alkitab dan berdoa?

  2. Pasal 6-12 (Kis 6:1-12:25).

    Pengajaran tentang perkembangan gereja yang berada dalam penganiayaan terhadap orang-orang percaya

    Orang-orang percaya di kota Yerusalem mengalami penganiayaan dari orang- orang Yahudi, sehingga mereka melarikan diri ke penjuru dunia. Tetapi di dalam segala penderitaan dan penganiayaan itu mereka tetap memberitakan Injil Tuhan Yesus.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Kis 7:54-60; 8:1-4. Nats-nats ini menceritakan bagaimana beratnya penderitaan dan aniaya yang dialami oleh orang-orang percaya, tetapi walaupun di dalam penderitaan dan aniaya itu mereka tetap setia beribadah dan memberitakan Injil. _Tanyakan_: Bagaimanakah sikap saudara kalau saudara diancam setelah masuk Kristen?
    2. Bacalah pasal Kis 9:1-22. Nats ini menceritakan tentang Saulus (Paulus) yang adalah seorang penganiaya orang-orang percaya, mengalami pertobatan dan akhirnya menjadi Rasul. Ini mengajarkan bahwa kuasa Tuhan Yesus dapat mengubah kehidupan seseorang yang sangat jahat sekalipun. _Tanyakan_: Sudahkah kehidupan saudara diubah oleh Tuhan Yesus menjadi kehidupan yang benar?
  3. Pasal 13-15 (Kis 13:1-15:41).

    Pengajaran tentang jemaat (gereja) setempat yang menginjil

    Bagian ini menjelaskan tentang kehidupan orang-orang percaya di kota Antiokhia, dan sebutan Kristen pertama kali diberikan kepada murid-murid Tuhan Yesus.

    Pendalaman

    1. Bacalah pasal Kis 11:23-26. _Tanyakan_: Mengapa orang-orang percaya di Antiokhia disebut Kristen?
    2. Bacalah pasal Kis 13:1-6.

      Nats ini menceritakan tentang jemaat Antiokhia, yang mengirimkan penginjil-penginjil kepada bangsa-bangsa lain karena taat pada Roh Kudus. Ini mengajarkan pada setiap gereja untuk mempunyai beban penginjilan pada setiap orang yang belum mengenal Tuhan Yesus.

      _Tanyakan_: Apakah di gereja saudara mempunyai beban penginjilan?

  4. Pasal 16-28 (Kis 16:1-28:31).

    Pengajaran tentang nama Tuhan Yesus diberitakan ke seluruh dunia

    Dalam bagian ini, dijelaskan bagaimana Kasih Karunia Allah yang ada dalam Tuhan Yesus, diberitakan pada setiap suku bangsa, baik yang menjadi rakyat biasa, maupun yang menjadi tentara dan orang-orang istana.

    Pendalaman

    Bacalah pasal Kis 23:11. Ayat ini menyatakan tentang perkataan Tuhan Yesus kepada Paulus untuk bersaksi dengan penuh keberanian di kota Roma. Ini juga mengajarkan pada setiap orang Kristen tetap mempunyai keberanian untuk bersaksi kepada setiap orang.

    _Tanyakan_: Sudahkah saudara bersaksi dengan berani kepada setiap orang?

II. Kesimpulan

Melalui Kitab Kisah Para Rasul dapatlah diketahui bahwa perkembangan Gereja Tuhan Yesus dan Kasih Karunia Allah yang diberikan pada setiap bangsa mendapat tantangan dari kuasa dunia dan orang-orang yang tidak mau mengenal Allah. Tetapi melalui Kemahakuasaan-Nya, Tuhan Yesus mengalahkan semua kuasa dunia itu, dan Gereja tetap bertumbuh.

Pertanyaan-pertanyaan yang Dapat Digunakan untuk Tanya Jawab

  1. Siapakah penulis Kitab Kisah Para Rasul?
  2. Dengan kuasa apakah Rasul Paulus berkhotbah Yerusalem?
  3. Bagaimanakah kehidupan orang percaya pada abad pertama?
  4. Bagaimanakah beban penginjilan di jemaat Antiokhia?
  5. Dari manakah datangnya keberanian Rasul Paulus untuk bersaksi?

Intisari: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) Kisah tentang gereja yang bersaksi SIAPAKAH YANG MENULIS KITAB INI?Kitab ini ditulis oleh tabib Lukas. Kitab ini boleh juga diberi judul Kisah Roh Ku

Kisah tentang gereja yang bersaksi

SIAPAKAH YANG MENULIS KITAB INI?
Kitab ini ditulis oleh tabib Lukas. Kitab ini boleh juga diberi judul Kisah Roh Kudus, karena menceritakan apa yang terjadi setelah Roh Kudus turun atas para rasul pada hari Pentakosta. Lukas, satu-satunya penulis Perjanjian Baru yang bukan orang Yahudi, menulis Kisah para Rasul sebagai kelanjutan dari tulisan sebelumnya yakni Injil yang memakai namanya.

APAKAH ISI KITAB INI?
12 pasal pertama terutama meliput kegiatan rasul Petrus, sementara pasal-pasal selanjutnya sebagian besar tentang pekerjaan rasul Paulus. Yesus telah mengatakan kepada para murid-Nya bahwa apabila Roh Kudus turun ke atas mereka, mereka akan menjadi saksi-saksi-Nya. Kitab Kisah para Rasul memperlihatkan bagaimana hal ini digenapi. Dari kitab Kisah para Rasul, kita banyak sekali belajar tentang gereja mula-mula, suka dan dukanya, kemenangan dan kesusahannya, tetapi yang terpenting ialah perkembangan gereja yang dalam jangka waktu beberapa tahun sudah dibangun di seluruh dunia yang telah beradab. Kita tahu bahwa tabib Lukas adalah seorang sejarawan yang cermat dan kita boleh yakin bahwa dalam kitab ini kita memperoleh catatan yang benar tentang kekristenan yang mula-mula.

APA CIRI-CIRI UTAMANYA?
Kata 'saksi' dipakai lebih dari 30 kali, mengingatkan kita bahwa gereja yang sejati adalah gereja yang bersaksi dan setiap Kristen dipanggil untuk menjadi saksi. Sungguh menakjubkan bahwa hanya dalam satu generasi, orang-orang Kristen mula-mula ini telah mengabarkan Injil ke seluruh dunia yang sudah beradab. Kisah para Rasul merupakan buku pedoman misi yang terbaik yang pernah ditulis. Kisah para Rasul berakhir dengan tiba-tiba - seolah-olah tidak selesai. Suatu cara mengakhiri yang tepat, karena gereja yang bersaksi harus terus maju sampai Kristus datang kembali. Kitab-kitab Injil memperlihatkan apa yang mulai dilakukan oleh Kristus ketika Ia ada di dunia dan Kisah para Rasul menunjukkan apa yang dilakukan-Nya selanjutnya oleh Roh-Nya yang kudus melalui murid-murid-Nya. Kitab ini dimulai dengan pemberitaan Injil di Yerusalem, ibu kota agama bangsa Yahudi; diakhiri dengan pemberitaan Injil di kota Roma, ibu kota dari dunia yang beradab pada waktu itu.

KAPAN KITAB INI DITULIS?
Hampir dapat dipastikan bahwa tabib Lukas menulis Kisah para Rasul pada awal atau pertengahan tahun enam puluhan abad pertama - pada akhir masa dua tahun hukuman penjara rasul Paulus di Roma. Kitab itu mencakup masa dari pendirian gereja di Yerusalem sampai masa hukuman penjara rasul Paulus di Roma - yaitu kurang lebih tiga puluh tahun

Pesan

1. Gereja menanti dan menerIma kuasa Roh Kudus.
o Amanat agung diulangi. Kis 1:8
o Tuhan yang bangkit naik ke surga. Kis 1:9
o Para rasul berdoa. Kis 1:14
o Roh yang dijanjikan diberikan. Kis 2:4
o Disusul dengan khotbah yang penuh kuasa. Kis 2:37

2. Gereja mempertunjukkan persekutuan Kristen.
o Dalam kehidupan bersama. Kis 2:44; 4:32
o Dalam ibadah bersama. Kis 2:46

3. Gereja segera mengalami baik kemenangan maupun kesusahan.
o Penyembuhan orang lumpuh. Kis 3:2
o Penipuan Ananias dan Safira. Kis 5:1

4. Gereja mengangkat 'para pejabat' yang pertama -'Kelompok Tujuh Orang' (Kis 6:3).

5. Martir pertama gereja - Stefanus (Kis 7:60).

6. Gereja menerima seorang petobat baru yang luar biasa - Saulus dari Tarsus (Kis 9:1-19).

7. Gereja membuktikan kuasa doa.
o Persekutuan doa yang membuka pintu penjara. Kis 12:5

8. Gereja mengadakan sidangnya yang pertama yang di dalamnya kebebasan orang
bukan Yahudi dilindungi (Kis 15:19).

Penerapan

1.Kisah para Rasul menunjukkan kepada kita apa yang harus dilaksanakan oleh gereja Perjanjian Baru:
o Pengajaran
o Persekutuan
o Pemecahan roti
o Kebaktian (doa-doa)

2. Kisah para Rasul menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya persekutuan Kristen itu:
o Saling berbagi hidup dan memperhatikan

3. Kisah para Rasul menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya pekerjaan misi dilaksanakan:
o Oleh setiap orang yang dipanggil oleh Allah - bukan suatu golongan elit tertentu
o Di bawah pimpinan Roh Kudus
o Mengunjungi tempat-tempat yang strategis

4. Kisah para Rasul mengingatkan kita bahwa Kristen yang sungguh-sungguh sekalipun, kadang-kadang berbeda pendapat dan berpisah.
o Paulus dan Barnabas mengambil sikap yang berbeda terhadap Yohanes Markus ketika ia meninggalkan mereka, tetapi perbedaan ini kemudian dipulihkan.

5. Kisah para Rasul memperkenalkan kita kepada para pemimpin pertama yang diangkat dalam gereja Kristen dan memberitahukan kepada kita apa persyaratan mereka.

Tema-tema Kunci

1. Bersaksi.
Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi 'saksi' berhubungan dengan kata 'martir'.
Kisah para Rasul menunjukkan kepada kita betapa tinggi harga yang harus dibayar
dalam bersaksi - Stefanus harus membayar dengan nyawanya dan kesaksian Petrus
dan Paulus menyebabkan mereka dipenjarakan.
Carilah ayat-ayat lain yang mengandung kata' saksi'. Bandingkan siksaan yang
diterima oleh Stefanus dengan kematian Kristus di kayu salib (Luk. 23:34; Kis. 7:60).

2. Pertobatan.
Kisah para Rasul mencatat sejumlah peristiwa pertobatan yang unik. Keempat
contoh di bawah ini memperlihatkan bagaimana Allah membawa laki-laki dan
perempuan kepadaNya dengan berbagai cara: O Sida-sida dari Etiopia yang dibawa
kepada Kristus melalui pembacaan Kitab Suci (Kis 8:30).
o Saulus dari Tarsus, yang hidupnya berubah secara tiba-tiba dan dramatis (Kis 9:1-19).
o Lidia, wanita yang taat beribadah, yang telah siap menerima Injil (Kis 16:14).
o Kepala penjara Filipi yang mencari keselamatan karena didorong oleh rasa takut
(Kis 16:29, 30).
Carilah ayat-ayat yang berhubungan dengan keempat pertobatan di atas serta
bandingkanlah cara-cara yang Allah pakai waktu itu dan sekarang untuk membawa
orang kepada-Nya.

3.Tim penginjilan.
Kita melihat di dalam Kisah para Rasul pola kerja misionaris. Paulus tidak saja
menetapkan tempat-tempat yang strategis dan berusaha menyebarkan kabar baik di
daerah sekelilingnya, tetapi ia juga mempunyai rekan penolong.

Perhatikanlah kampanye Paulus yang berbeda-beda dalam perjalanan misionarisnya
yang tercatat dalam Kisah para Rasul.

Garis Besar Intisari: Kisah Para Rasul (Pendahuluan Kitab) [1] PENGANTAR Kis 1:1-26 Masa empat puluh hari dan sesudahnya: Kis 1:1-11Janji tentang Roh Kudus Kis 1:12-14Para murid yang menanti Kis 1:15-2

[1] PENGANTAR Kis 1:1-26

Masa empat puluh hari dan sesudahnya:

Kis 1:1-11Janji tentang Roh Kudus
Kis 1:12-14Para murid yang menanti
Kis 1:15-26Penggantian Yudas

[2] BERSAKSI DI YERUSALEM Kis 2:1-7:60

Kis 2:1-47Kuasa diberikan dan khotbah penuh kuasa
Kis 3:1-26Mukjizat pertama yang dicatat dalam gereja mula-mula
Kis 4:1-31Timbulnya kaum oposisi
Kis 4:32-5:16Berkat dan cela
Kis 5:17-42Lebih menaati Allah daripada manusia
Kis 6:1-7:60Martir Kristen pertama

[3] BERSAKSI DI SAMARIA Kis 8

[4] BERSAKSI DI TEMPAT YANG LEBIH JAUH Kis 9:1-13:3

Kis 9Pertobatan yang luar biasa
Kis 10:1-11:30Mata Petrus terbuka
Kis 12:1-25 Petrus ditangkap
Kis 13:1-3Paulus dan Barnabas diutus

[5] BERSAKSI SAMPAI KE UJUNG DUNIA Kis 13:4-28:31

Kis 13:4-15:35Perjalanan misionaris yang pertama

o Siprus (Kis 13:4-12)

o Perga (Kis 13:13)

o Pisidia Antiokhia (Kis 13:14-52)

o Ikonium (Kis 14:1-6)

o Listra (Kis 14:6-20)

o Derbe (Kis 14:20-21)

o Sidang di Yerusalem (Kis 15:1-35)

Kis 15:36-18:22Perjalanan misionaris yang kedua

o Paulus dan Barnabas berpisah (Kis 15:36-41)

o Paulus mengunjungi Listra (Kis 16:1-3)

o Berbagai kota di Asia Kecil (Kis 16:4-11)

o Filipi (Kis 16:12-40)

o Tesalonika (Kis 17:1-9)

o Berea (Kis 17:10-14)

o Atena(Kis 17:15-34)

o Korintus (Kis 18:1-17)

o Kembali ke Antiokhia
Kis 18:23-21:17Perjalanan misionaris yang ketiga

o Paulus mengunjungi Efesus (Kis 18:23-19:40)

o Berangkat ke Yerusalem (Kis 20:1-16)

o Berpidato di depan para penatua di Efesus (Kis 20:17-38)

o dan akhirnya tiba di Yerusalem (Kis 21:1-17)

Kis 21:18-28:3Paulus berhadapan dengan para penguasa

o Didakwa dan ditangkap (Kis 21:18-40)

o Membela diri (Kis 22-26)

o Dalam perjalanan ke Roma (Kis 27:1-28:15)

o Paulus masih berkhotbah (Kis 28:16-31)

Advanced Commentary (Kamus, Lagu-Lagu Himne, Gambar, Ilustrasi Khotbah, Pertanyaan-Pertanyaan, dll)


TIP #32: Gunakan Pencarian Khusus untuk melakukan pencarian Teks Alkitab, Tafsiran/Catatan, Studi Kamus, Ilustrasi, Artikel, Ref. Silang, Leksikon, Pertanyaan-Pertanyaan, Gambar, Himne, Topikal. Anda juga dapat mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang anda inginkan melalui pencarian Referensi Ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.04 detik
dipersembahkan oleh YLSA