Apakah makna dari "miskin di hadapan Allah" dalam Ucapan Bahagia Yesus?

Miskin di hadapan Allah, bukan kondisi materi atau keuangan, itu menunjukkan keadaan batin; bukan kondisi hidup lahiriah, melainkan keadaan dan sifat pikiran. Ditempa benar-benar dengan kekuatan, kebaikan dan hikmat orang itu sendiri sehingga terlepas dari keangkuhan; itu adalah perasaan bahwa terpisah dari anugerah Allah kita tidak ada artinya, tidak dapat berbuat apa-apa. Orang yang miskin di hadapan Allah sangat merasakan keperluannya akan segala sesuatu; dia sungguh-sungguh sangat menyambut janji untuk menerima anugerah cuma-cuma. Juruselamat kita, mengatakan kita berbahagia, diberkati sebanding intensitas rasa ingin kita, kehampaan kita akan hal-hal yang rohani. Semakin kita miskin, semakin kita kaya. Merasa miskin di hadapan Allah menjadi syarat bagi setiap berkat; karena itu padanya melekat janji kerajaan surga, yang termasuk di dalamnya semua berkat.

Kata "miskin" berarti melarat (papa) sama sekali, sementara "di hadapan Allah" menjelaskan lingkup kemelaratan itu. Ada yang menafsirkan begini, "kemelaratan dalam hal budaya pengetahuan dan budaya intelek yang diberikan oleh sekolah, sebab orang dari kelompok ini siap memberikan diri mereka kepada ajaran Kristus, dan membuktikan diri mereka pantas memperoleh harta surgawi." Yang lain menjadikan gagasan itu lebih berkaitan dengan batin dan etis, yaitu miskin akan berkat-berkat rohani. Ini lebih baik. Tetapi, apakah kita membacanya, "miskin di hadapan Allah," yaitu miskin akan harta rohani, atau "roh mereka miskin," yakni sadar akan kebutuhan rohani mereka? Tidak ada kebenaran dalam kemiskinan. Jemaat di Laodikia adalah "miskin, buta dan telanjang," dan Kristus mencela. Mereka berpikir diri mereka kaya dan tidak kekurangan apa-apa. Jadi, lebih baik membacanya sebagai sadar akan kebutuhan rohani mereka. Yang membuat orang mencari anugerah Allah melalui Yesus Kristus adalah kesadaran akan kebutuhan rohani ini. Pemungut cukai dalam perumpamaan Yesus yang berdoa, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini" (Luk. 18:13) merupakan ilustrasi bagus mengenai "miskin di hadapan Allah," sebab dialah yang memiliki kerajaan surga.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA