Apa yang harus saya lakukan untuk menjadi seorang pelayan Kristen yang baik seperti dahulu?

Kita sering mendengar keluhan atau pernyataan: "Saya bukan seorang Kristen atau pelayan yang baik seperti dahulu." Ribuan orang yang mengaku dirinya orang Kristen bisa saja menyatakan keluhan serupa itu. Pindah ke rumah baru, ditinggal mati sesama teman Kristen yang telah mendorong serta membimbing kita selama bertahun-tahun, secara berangsur-angsur menyerah kepada pengaruh dan tekanan untuk tunduk kepada kepentingan dan keinginan yang lain - ini terdapat di antara banyak penyebab ketidakaktifan dan sikap tak acuh dari orang-orang yang dulunya merupakan pekerja-pekerja Kristen yang sangat giat. Lebih jauh, pandangan atau selera orang bisa berubah seiring waktu, dan tugas-tugas yang semula disenangi mungkin tidak begitu cocok seperti sebelumnya. Atau yang lebih serius, iman seseorang dalam beberapa rincian dari pengakuan imannya tahun-tahun sebelumnya mungkin menjadi lemah, dan iman yang lemah ini menyebabkan keragu-raguan untuk membimbing orang lain. Apa yang akan dilakukan? Pertama-tama, apa pun yang terjadi pada iman kita yang dulu, kita masih yakin bahwa Ia tetap adalah Guru jiwa kita. Apa pun yang telah terjadi pada kehidupan iman kita yang lalu, kita tetap yakin bahwa Dia adalah Tuan atas jiwa kita. Kita harus mengakui kekurangan-kekurangan kita, minta pengampunan-Nya, minta Dia menempatkan kita kembali dalam pelayanan. Kita harus giat dan tidak berkompromi dalam memperbaiki kesalahan apa pun yang telah merambah ke dalam kehidupan kita pada tahun-tahun selama kelalaian kita. Dia akan mengampuni kita secara cuma-cuma. Dia akan memberikan visi baru tentang diri-Nya, visi baru mengenai kebenaran-kebenaran yang sudah ada sejak dulu. Dia akan menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan sekarang. Berbagai kesempatan akan terbuka - mungkin untuk mengambil tugas-tugas yang telah kita letakkan; mungkin untuk mengambil tugas-tugas baru yang lebih sejalan dengan minat kita saat ini. Tetapi, pertama-tama kita harus segera melakukan hal yang pasti bagi Kristus, dan jika itu sudah selesai, maka tugas lain pasti akan menanti. Kita tidak berani menunda-nunda kesempatan lain untuk kita kembali melayani Tuhan dengan setia dan giat seperti semula. Kita harus memikirkan bukan hanya kekecewaan Kristus selama tahun-tahun ketidaksetiaan dan selama jiwa kita terhilang, melainkan mengenai beban yang kita bisa pikul, kesedihan dan air mata yang mungkin bisa kita cegah, mengenai semua orang yang dapat kita selamatkan dari kesedihan maupun kesalahan, atau orang-orang yang tersandung oleh karena ketidaksetiaan (kelemahan iman) kita. Kita tidak berani menambahkan sesaat lagi pada tahun-tahun ketidaksetiaan kita.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA