Apakah kita harus membawa semua kesulitan kita kepada Tuhan dalam doa?

Kita yakin bahwa jika kita lebih dahulu mencari berkat rohani - "kerajaan Allah dan kebenarannya" - maka perkara-perkara lain akan ditambahkan kepada kita, sebab Dia mengetahui kita membutuhkannya. Karena itu kita semestinya puas beriman kepada Allah untuk semua kebutuhan kita sehari-hari, dan melakukan yang terbaik agar hal itu terwujud, dengan lebih bersandar pada pertolongan-Nya daripada usaha-usaha kita sendiri. Ada banyak hal, kita tidak perlu menyebutkan satu per satu dalam permohonan-permohonan kita. Bapak Spurgeon, ketika komisi gerejanya berkumpul untuk mengajukan himbauan pertolongan, akan mengambil beberapa surat dan sesudah melihat sekilas isi surat-surat itu, dia akan berkata, "Kita tidak akan menyusahkan Tuhan dengan hal-hal ini; saya akan menyelesaikannya sendiri." Allah senang kita tidak menyusahkan Dia, dan Dia telah memberi kita akal budi dan kemampuan lain untuk maksud itu. Dia akan selalu memberkati usaha-usaha orang Kristen yang percaya pada diri sendiri, yang berjalan melangkah maju dengan iman yang sederhana. Tetapi, ada banyak orang baik yang merasa terhibur untuk membawa semua persoalan mereka kepada Dia dan tidak akan mengambil satu langkah pun tanpa berdoa. Kita tidak bisa mengkritik saudara-saudara kita seiman yang hidup dalam atmosfir doa ini. Ada yang lain yang menyerahkan pengaturan kehidupan mereka pada Dia, tetapi tidak membawa hal-hal yang tampak kecil dan sepele ke dalam doa. Itu adalah soal temperamen, dan tidak diragukan dua-duanya benar. Tetapi, jika kita mempunyai iman yang lebih luas dan lebih dalam, kita akan belajar mempercayai Dia dan menyampaikan permohonan dalam doa-doa kita, hanya perkara-perkara yang secara rohani dan materi adalah vital. Tidak diragukan kita berhak membawa semua kesukaran kita ke takhta anugerah, kesukaran ketika menghadapi pencobaan, keragu-raguan, amarah, gangguan kesehatan, kebutuhan serta kesusahan, atau teman-teman kita yang perlu didoakan, dan sebagainya. Jika kita memilih untuk mengesampingkan hal-hal kecil dalam doa kita dan mempercayakan itu semua kepada Dia, itu lebih baik. Dia mengetahui semua tentang diri kita dan kita seharusnya beriman bahwa Dia akan menyediakan semua kebutuhan kita, sebagaimana janji-Nya (Flp. 4:19).




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #26: Perkuat kehidupan spiritual harian Anda dengan Bacaan Alkitab Harian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA