Apakah Daud memberi Arauna lima puluh syikal perak untuk membeli tempat pengirikannya, seperti diceritakan dalam II Samuel 24:24, ataukah dengan enam ratus syikal emas, seperti dinyatakan dalam I Tawarikh 21:25?

Selisih atau perbedaan tersebut sudah sering ditunjukkan. Penjelasan yang masuk akal terletak pada sikap dua penulis dari teks-teks itu. Penulis Kitab Tawarikh dipercaya adalah seorang pejabat di Bait Allah, barangkali seorang penyanyi. Dalam semua pekerjaannya dia dengan sangat cermat masuk dalam semua perincian mengenai Bait Allah. Itu jelas memikat hidupnya dan memenuhi pikirannya. Bait Allah, seperti yang Anda ketahui, dibangun di atas tanah milik Arauna ini. Daud barangkali membeli tempat pengirikan itu dengan harga lima puluh syikal, seperti dicatat Kitab Samuel; tetapi sesudah itu dia memutuskan bahwa Bait Allah akan dibangun di sana, karenanya dia membeli seluruh tanah perbukitan itu dengan harga enam ratus syikal, sebagaimana dikatakan penulis Tawarikh. Penulis Kitab Tawarikh, dengan ingatannya mengenai Bait Allah, mencantumkan pembayaran yang terkemudian ini dalam laporannya.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.00 detik
dipersembahkan oleh YLSA